Anda di halaman 1dari 8

Tugas Sistem Komunikasi Digital

NAMA : Bony Prabowo


NIM : 0931130054
KELAS/Absen : 2C/06
PRODI : TEKNIK TELEKOMUNIKASI

TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2010
Perbedaan PCM 24 dan PCM 30

• Standard Eropa (PCM 30)


• Terdiri dari 32 timeslot, tetapi hanya 30 timeslot yang digunakan untuk
voice (oleh karena itu disebut juga PCM-30)
• Kecepatan frame (frame rate): 2,048 Mbps
• 1 TS = 8 bit
• Terdiri dari 32 TS = 30 kanal suara + 1 sinkronisasi + 1 signaling
Sinkronisasi : TS 0
Signaling : TS 16
Voice : TS 1 –15 + TS 17 –31
• Dalam 1 detik tdp 8000 sample, sehingga :
Bit rate = (8 x 8000 ) x 32 = 2048 kbps

Multiframe PCM-30

• 1 MF = 16 frame
• Signaling lengkap untuk 30 kanal voice (1 TS 16 untuksignaling
2 kanal voice)
• TS-16 untuk frame ke-0 digunakan untuk alignment /
sinkronisasi multiframe

• Multiframe adalah deretan 16 buah frame PCM30 (frame 0 s.d 15) digunakan
untuk membentuk jalur 30 buah trunk digital
• Satu frame (pulse frame) mempunyai panjang waktu 125 us berisi 32 ts.
Panjang waktu satu multi frame = 16 x 125 us = 2 mdetik
• Multiframe diperlukan karena dalam proses signaling CAS memerlukan 1
time-slot khusus untuk dapat mengirimkan Line Signalling seperti pulsa 60
mdetik dan 40 mdetik dari signal dekadik, seizing, atau clear signal dll
• Umumnya satu jalur pelanggan memerlukan satu time slot sendiri untuk
signalling atau bisa juga bersifat common (pemakaian bersama).
• Time Slot yang digunakan hanya satu time slot yaitu time slot 16 dari setiap
frame PCM30 dalam satu multi frame.
• Satu multi frame PCM30 ada 16 time slot yang digunakan untuk signalling
(yaitu ts 16 ini dibagi menjadi 2 bagian yang masing-masing terdiri dari 4 bit
(1 nible) bit a b c d, yang digunakan kiri dan kanan dari setiap frame. Sehingga
16 buah time slot tersebut sudah melebihi untuk digunakan sebagai signalling
CAS
• Satu ts16 dipakai oleh pensinyalan 2 kanal telepon, sehingga untuk 30 kanal
telepon diperlukan 15 buah ts16.
satu ts 16 sisanya digunakan sebagai Multiframe Alignment Signal (MAS)
yaitu ts16 pada frame 0

• Standard Amerika Utara/Jepang/Kanada (PCM 24)


• Terdiri dari 24 timeslot untuk voice
• Kecepatan frame (frame rate): 1,544 Mbps

• 1 TS = 8 bit
• Terdiri dari 24 TS = 24 kanal suara Dalam1 detik tdp 8000
• Sinkronisasi menggunakan 1 bit tambahan (BF)
• Signaling diambil pada bit ke-8 tiap TS pada frame ke-6 dan
kelipatannya
• Bit Rate = ((24 x 8) + 1) x 8000 = 193 x 8000 = 1544 kbps
• 1 MF = 12 frame
PDH dan SDH

• PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy)

Terdapat 3 standar : Amerika, Eropa, Jepang

• 1.544 Mbps = T1 = PCM-24 (Amerika)


• 2.048 Mbps = E-1 = PCM-30 (Eropa)
• Standar Jepang kurang populer
• Indonesia kebanyakan menggunakan sistem Eropa

• Standar berdasarkan ITU-T G-702


• Jaringan Plesiochronous (hampir sinkron) (Internally free running oscilator)
• Asynchronous multiplex
Jika suatu tributary dimultiplek ke tributary dengan bit rate lebih tinggi,
digunakan
bit stufing/ penambahan bit dan buffer memori untuk menjadikannya sinkron
dengan bit rate yang lebih tinggi tersebut.
• Bit rate tributare dengan orde lebih tinggi > daripada
penjumlahan bit rate yang dimultiplex : untuk sinkronisasi,
signaling dan bit stufing
• Setiap level multiplex mempunyai format frame tersendiri
• Bit by bit multiplexing
• Timing alignment menggunakan bit-by-bit justufication/ stufing
• Akses ke kanal individual hanya dimungkinkan setelah
dilakukan proses demultiplexing
• Bit rate distandarkan sampai 140 Mbps

• SDH (Synchronous Digital Hierarchy) ITU-T G-707

• Jaringan sinkron(osilator internal disinkronisasi dengan clock


referensi external)
• Teknikmultiplex sinkron
• Semua sinyal multiplex mempunyai struktur frame yang identik
• Byte by byte multiplexing
• Akses ke kanal individual bisa dilakukan menggunakan pointer,
tanpa harus mendemultiplex semuanya lebih dulu.
• Bit rate distandarkan berbasis 155 Mbps

Format Frame SDH


• SOH (Section Overhead)
Bit-bit sinkr. ,operation, maintenance dan supervision (management)
• Pointer = penunjuk alamat
• Payload = data yang sebenarnya
• Format frame identik, di mana SOH selalu tergabung dengan SOH,
dan payload selalu tergabung dengan payload
• Bit Rate STM-1 = ( 9 x 270 byte) x 8 x 1/125 us = 155, 52 Mbps
• Bit Rate STM-4 = 4 x 155, 52 = 622,08 Mbps
• Bit Rate STM-16 = 16 x 155,52 = 2488,32 Mbps (2,5 Gbps)
• Bit Rate STM-64 = 64 x 155,52 = 9953, 280 Mbps (10 Gbps)

Sebelum munculnya SDH, hirarki pemultiplekan sinyal digital untuk Amerika /


Kanada, Jepang dan Eropa berbeda - beda seperti dinyatakan pada tabel di bawah ini

Dengan SDH akan mendukung jaringan dari berbagai vendor secara uniform dengan
menajemen jaringan berdasarkan antarmuka node jaringan (Network Node
Interface/NNI) yang distandarkan oleh ITU-T dimana level hirarki SDH seperti pada
tabel di bawah ini
Keuntungan SDH :

• Self-healing, yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi


secara otomatis tanpa interupsi layanan.
• Provisi yang cepat.
• Akses yang fleksibel, manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita
tetap ke tempat-tempat pelanggan.
• Kemampuan memberikan informasi (detail alarm) dalam menganalisis
masalah yang terjadi pada sistem.
• Standar SDH juga membantu kreasi struktur jaringan yang terbuka, sangat
dibutuhkan dalam lingkup yang kompetitif sekarang ini bagi
perusahaanperusahaan penyedia layanan telekomunikasi.

Proses Multiplexing SDH

Fungsi utama multiplexing adalah untuk memultipleks sinyal digital yang mempunyai
bitrate rendah ke sinyal digital yang mempunyai bitrate yang lebih tinggi dan
mentransmisikan informasi yang besar itu secara efisien. Dalam ITU-T G.707
direkomendasikan sistem multiplexing SDH seperti pada Gambar.

Proses Multiplexing SDH