Anda di halaman 1dari 10

c    


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani
dan rohani kepada penulis guna menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah ini dimungkinkan ada berkat bantuan dari dosen mata kuliah kajian drama.
Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada semua yang tak bisa saya sebut satu
persatu yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini dengan hasil yag
dapat memuaskan bagi saya walaupun mungkin bagi orang lain makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Ucapan terakhir untuk pembaca karena telaah ini masih
terdapat kekurangan yang perlu disepurnakan, karenanya penulis mengharapkan kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tulisan ini.

Kendari, 11 April 2009


= 



= =     c 

ðrama adalah sebuah karya sastra yang dibuat dengan tujuan untuk
dipentaskan. Seperti karya-karya sastra yang lain, drama juga terdiri dari berbagai
unsur yang membentuknya yang dalam unsur-unsur tersebut terdapat tanda-tanda
yang bisa menjadi petunjuk bagaimana sebenarnya cerita dalam drama tersebut.
ðrama yang dilihat sebagai sebuah karya sastra, memiliki tanda-tanda yang
dapat dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotik yang merupakan
pendekatan yang melihat tanda-tanda yang ada dalam sebuah karya sastra. ðalam
makalah ini akan dianalisis sebuah naskah drama dengan menggunakan pendekatan
semiotik Preminger yang melihat tanda-tanda pemaknaan dengan dua tingkatan, yakni
tingkat pertama melihat tanda-tanda yang berada dalam karya tersebut, seperti kata-
kata yang memberikan sebuah petunjuk mengenai karya tersebut atau semacamnya.
Kemudian pada pemaknaan tingkat kedua pemaknaan dilihat dengan mengambil
tanda-tanda yang berasal dari luar karya sastra tersebut atau dengan kata lain
mengambil hubungan yang berada dalam sebuah karya sastra dengan dunia luar yang
menjadi kenyataan.
Adapun perlunya analisis seperti ini yaitu dengan diketahuinya tanda-tanda
yang ada dalam naskah yang pada penelaahan ini akan dianalisis naskah drama yang
berjudul ³Sepasang Merpati Tua´, maka bisa diketahui apa yang menjadi pengantar
dalam menentukan apa isi dari cerita yang ada dalam naskah tersebut. Selain itu
dengan menentukan pemaknaan tingkat kedua pada naskah yang dianalisis, maka kita
dapat mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh pengarang dalam menulis naskah
tersebut baik tema maupun amanat yang ada dalam naskah yang ingin disampaikan
kepada orang lain. Oleh karena itu dengan mengetahui tanda-tanda yang terdapat baik
di dalam maupun yanag ada di luar teks, maka kita juga dapat mengetahui hal-hal lain
yang berasal dari luar yang berhubungan dengan naskah drama.


=  

   

ðalam penelaahan naskah drama ³Sepasang Merpati Tua" ini terdapat dua
masalah yang akan dibahas. Adapun masalah yang akan dibahas adalah
1.Ê Menentukan tanda-tanda yang ada dalam naskah drama dengan menggunakan
metode semiotik Preminger yaitu dengan teknik pemaknaan tingkat pertama.
2.Ê Menentukan tanda-tanda yang berada di luar teks yang berhubungan dengan
penceritaan dalam naskah drama dengan menggunakan metode semiotik
Preminger yaitu dengan teknik pemaknaan tingkat kedua.


=  



ðalam menganalisis sebuah karya sastra, yang menjadi tujuan utama adalah
dengan mengetahui maksud maksud dari pengarang yang dilihat melalui isi suatu
karya sastra yang dianalisis. Adapun dalam tujuan dalam menganalisis naskah drama
³Sepasang Merpati Tua´ ini adalah tidak berbeda dari tujuan dalam menganalisis
karya sastra yang lain yaitu untuk mengetahui apa arti dan makna yang dimaksud oleh
si pengarang dalam membuat naskah tersebut.


=    

Setelah menganalisis suatu karya sastra tentunya kita akan mengetahui apa
makna yang ada dibalik suatu karya tersebut. ðengan menganalisis naskah drama
³Sepasang Merpati Tua´ dengan menggunakan pendekatan semiotik Preminger, maka
kita akan mengetahui apa arti dari tanda-tanda yang terdapat dalam naskah drama
tersebut yang dapat memberi petunjuk tentang makna yang terkandung dalam naskah
yang tentunya merupakan suatu refleksi dari jiwa pengarang yang merupakan
gambaran dari dunia nyata yang dapat memberi pengajaran pada para pembaca dalam
memaknai kehidupan yaitu kita bisa belajar cara mempertahankan hubungan antara
sesama manusia agar tetap baik seperti yang ditunjukkan dalam naskah drama
³Sepasang Merpati Tua´ yang mengisahkan tentang dua pasang suami istri yang
selalu rukun sampai menginjak masa tua dimana mereka terus mempertahankan
hubungan perkawinan mereka dengan penuh kemesraan.

    

 =   c

Semotik adalah suatu pendekatan dalam menganalisis suatu karya sastra yang
melihat suatu karya sastra dari tanda-tanda yang menunjukkan adanya makna yang
terkandung dalam suatu karya sastra tersebut. Menganalisis menggunakan pendekatan
semiotik adalah usaha untuk menangkap tanda-tanda dan memberi makna dari suatu
karya sastra tersebut karena karya sastra merupakan suatu sistem tanda yang dibuat
berdasarkan konvensi sastra.
ðalam pendekatan semiotik terdapat dua prinsip, yaitu penanda (signifier) atau
yang menandai yang merupakan bentuk tanda serta petanda (signified) atau yang
ditandai yang merupakan arti dari tanda. Berdasarkan hubungan penanda dan petanda,
ada tiga jenis tanda pokok, yaitu icon, simbol, dan indeks yang ketiga dari tanda
tersebut bersifat arbitrer berdasarkan konvensi masyarakat.

    c 

Menurut Preminger studi semiotik sastra adalah usaha untuk menganalisis


sebuah sistem tanda-tanda dan karena itu menentukan konvensi-konvensi apa yang
memungkinkan karya sastra mempunyai arti. ðalam teori semiotik Preminger untuk
menentukan makna dalam suatu karya sastra terdapat dua bentuk tingkat pemaknaan
tentang tanda yang terdapat dalam suatu karya sastra. Bentuk pemaknaan tingkat
pertama melihat tanda-tanda yang terdapat dalam suatu karya itu sendiri yang
merupakan sistem tanda yang menggunakan lambang yang disebut dengan bahasa.
ðalam pemaknaan tingkat pertama ini dilihat lambang atau bahasa yang mengandung
tanda yang dapat melahirkan suatu makna dalam karya sastra tersebut. Kemudian
pada pemaknaan tingkat kedua melihat tanda-tanda yang berasal dari luar karya sastra
yang bukan semata-mata melihat makna yang berasal dari bahasa, melainkan makna
yang berhubungan dengan suasana, kejadian nyata dan unsur-unsur yang datangnya
dari luar karya sastra tersebut yang ada hubungannya dengan karya sastra itu sendiri.
   

 =  c c 

ðalam pemaknaan tingkat pertama ini akan ditentukan kata-kata yang


merupakan tanda yang dapat membentuk suatu makna dari naskah drama ³Sepasang
Merpati Tua´. Adapun tanda-tanda yang terdapat dalam naskah tersbut adalah sebagai
berikut:
ðimulai pada narasi yang diungkapkan dalam naskah:Ê
Ê  Ê
 Ê Ê  Ê  Ê
 
Ê Ê
ÊÊ 
Ê
 Ê ÊÊÊ Ê ÊÊÊ Ê 
ÊÊ 
ÊÊ
Ê  Ê
 
Ê ÊÊ
 
Ê
Ê Ê ÊÊ  ÊÊ Ê
  Ê
Ê
 ÊÊ ÊÊ Ê   Ê  ÊÊ Ê
 Ê Ê Ê Ê  Ê  Ê
Ê Ê  
 Ê
Ê  Ê Ê  Ê  Ê
Ê  Ê  Ê  Ê Ê Ê
Ê
ðari narasi di atas terdapat suatu keadaan yang menandakan suatu
keharmonisan dalam suatu rumah tangga yang. Tanda-tanda itu dimunculkan dari
keadaan di dalam rumah itu yang tampak lusuh dan sudah berusia cukup lama yang
masih terjaga sampai waktu sekarang.
Kemudian pada dialog antara kakek dan nenek
Kakek: (masuk). Bagaimana kalau aku pakai kopiah seperti ini, Bu?
Nenek: Astaga! Tuan rumah mau pesiar ke mana menjelang malam begini?
ðari dialog ini, terdapat suatu upaya yang dilakukan pasangan ini untuk
mempertahankan hubungan perkawinan mereka. Si kakek walaupun sudah lanjut usia,
tetapi dia selalu menjaga penampilannya agar selalu kelihatan menarik di mata si
nenek. Ini merupakan salah satu kiat-kiat yang sering dilakukan oleh pasangan suami
istri sehingga dapat mempertahankan perkawinan mereka agar tetap harmonis.
Kemudian pada dialog dan adegan nenek yang menghampiri kakek yang
sedang duduk baca Koran dan kemudian nenek bersandar di pelukan kakek dan
berkata
Nenek: Sekali waktu memang perlu
ðari dialog tersebut semakin jelas bahwa rahasia keawetan kedua pasangan ini
adalah dengan selalu bermesraan selayaknya anak muda yang baru saja mengenal
cinta.
ðan pada dialog si kakek yang mau menuruti kemauan nenek yang
memaksakan pekerjaan kepada si kakek yang sebenarnya si kakek tidak
menginginkannya, namun karena kakek sangat mencintai dan mengerti pada si kakek,
kemudian si kakek menyetujui keinginan nenek dalam dialog
Kakek: Ada apa kau? Kau tidak senang aku jadi professor. Kau kepingin aku jadi
diplomat? Baik. Aku akan jadi diplomat demi keselamatan perkawinan kita.
ðari dialog di atas kakek sangat mencintai nenek yang dibuktikan dengan
menyetujui saran dari nenek demi mempertahankan perkawinan mereka.
Kemudian selain dari sisi keromantisan yang terlihat dari tanda-tanda yang
ditunjukkan oleh sepasang suami istri ini, juga disodorkan dialog-dialog yang
menunjukkan kesetiaan akan bangsa yang dimiliki oleh kakek yang sangat
memperhatikan orang-orang kecil yang berada di bawahnya. Terlihat dalam dialog si
kakek selalu memilih pekerjaan yang mementingkan rakyat kecil.
Kakek: Aku ingin jadi diplomat yang diberi pos di kolong jembatan saja«
Kakek: Banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos manapun di dunia ini. Tapi
pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang ada
di kolong jembatan bukan? Ini tidak adil. Maka aku menyatakan diri untuk
mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan. \
ðengan kedua dialog yang ada di atas, kakek sangat cinta terhadap negeri dan
bangsanya sehingga dia mau menjadi diplomat yang mengurusi rakyat-rakyat kecil
yang masih banyak jumlahnya di negeri ini.
Setelah kita melihat hasil dari pemaknaan tanda-tanda yang terdapat dalam
naskah yaitu pada dialog-dialog yang dibawakan oleh tokoh-tokoh dalam drama yaitu
kakek dan nenek, maka kita dapat mengetahui maksud yang ingin disampaikan oleh
pengarang kepada para pembaca nantinya. Pesan tersebut adalah perkawinan yang
dapat dipertahankan karena kemesraan yang terjaga sepanjang menjalani hubungan
perkawinan. Selain itu pesan yang terdapat dalam drama ini adalah bahwa orang besar
adalah orang yang selalu memperhatikan orang lain yang berada di bawahnya.






   c c c


Pada pemaknaan tingkat kedua akan dibahas mengenai gejala-gejala yang


berasal dari dunia nyata yang ada hubungannya dengan isi dari naskah drama atau
dengan kata lain menghubungkan tanda yang ada dalam suatu karya yang
berhubungan dengan kejadian nyata yang ada dalam kehidupan.
ðalam naskah drama ³Sepasang Merpati Tua´ kejadian-kejadian yang ada
dalam naskah yang meliputi adegan-adegan serta dialog-dialog yang diperankan oleh
tokoh memiliki hubungan dengan kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.
Adapun beberapa kejadian yang menghubungkan tanda-tanda yang ada dalam drama
dengan kejadian nyata dalam kehidupan adalah pada adegan-adegan yang
menunjukkan kemesraan antara kedua pasangan yang ada dalam drama yang jika
dibawa pada kehidupan nyata, hal seperti itu jarang terjadi. Banyak orang-orang
terutama para artis yang hubungan perkawinan mereka kandas di tengah jalan karena
ketidakcocokkan yang diakui merusak rumah tangga mereka yang tidak disadari
ketika pacaran dulu. Padahal hal seperti itu tidak perlu terjadi jika dalam rumah
tangga seperti yang terdapat dalam drama ³Sepasang Merpati Tua´ yang dimana
pasangan suami istri dapat mempertahankan rumah tangganya sampai kakek nenek
tanpa adanya pertengkaran yang berarti yang dapat merusak hubungan mereka. Hal
ini sengaja diangkat oleh pengarang untuk memberi pencerahan kepada keadaan yang
terjadi sekarang ini dimana banyak terjadi perceraian di mana-mana sehingga
diharapkan dengan menyaksikan pementasan drama ini diharapkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya hubungan kemesraan yang terjadi dalam rumah tangga
yang dapat membantu pasangan suami istri dalam mempertahankan biduk rumah
tangga mereka sampai maut memisahkan.
Kemudian dalam naskah ini pula digambarkan seorang tokoh yaitu si kakek
yang adalah seorang yang sangat peduli pada rakyat kecil yang ada di negaranya. Hal
ini sengaja diangkat oleh pengarang dalam drama ini karena dalam kehidupan nyata
terdapat banyak orang-orang besar yang ketika dia sudah berada di atas, dia akhirnya
lupa pada orang-orang yang berada di bawahnya.


 



 = c 


ðari pembahasan di atas, terdapat beberapa kesimpulan yang bisa ditarik yaitu:
a.Ê ðalam menjaga hubungan perkawinan, maka pasangan suami dan istri harus
selalu menjaga kemesraan di antara mereka agar hubungan akan terus terjaga
kebahagiaannya seperti yang telah dilakukan oleh kakek dan nenek yang dapat
mempertahankan perkawinan sampai usia tua.
b.Ê ðalam hidup ini bagaikan roda berputar. Kadang-kadang kita berada di atas,
kadang-kadang pula kita bisa berada di bawah. Oleh karena itu jika kita berada
di atas maka perhatikanlah orang-orang yang ada di bawahmu. Seperti yang
ingin disampaikan oleh kakek yang selalu ingin membantu rakyat kecil dan
tidak memenntigkan kepentingan pribadinya.


   

Saran yang bisa diberikan bagi kita semua melalui makalah ini adalah:
a.Ê ðengan banyaknya kita melatih diri dalam menganalisis drama, maka kita
akan terbiasa dan otomatis akan menguasai teori yang kita gunakan untuk
menganalisis tersebut.
b.Ê ðengan mengetahui pendekatan semiotik, maka akan memudahkan kita untuk
memahami gejala-gejala atau tanda-tanda yang bisa membantu kita dalam
memaknai suatu karya. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita belajar dan
memahami lebih dalam tentang pendekatan semiotik.


  
 c 

Anonym, 2009 ³Analisis semiotik´ (online) dalam www. Goggle.com/ berita/ html
(diakses 10 aprril 2009).

._________,2009 ³Michael Riffaterre, Semiotics of Poetry´ (online) dalam www.


Google. Com/ berita/ html (diakses 10 April 2009)


  c   
 c  c  
 c 













 

   
==!"=


#$  $# 
   
$c

%$ ##
c
!!&