Anda di halaman 1dari 4

Festival Drama Taman Budaya

oleh
Siti Emilda

Hembusan angin bercanda mesra dengan wajahku memeluk jiwaku dalam

lambainnya,terik matahari membakar kulitku yang terus bersembunyi dibalik gaun

yang kukenakan,tapi kakiku tak juga lelah mengayun langkah menunggu mobil

menuju taman budaya.desiran mesin mobil yang aku tumpangi berkolaborasi dengan

denyut nadiku,aku baru meyadari telah sampai tujuan setalah sopir mengingatkan

aku kalau telah sampai taman budaya.tanggal 26-27 oktober 2010aku diam tanpa
kata itulah kalimat yang pantas untuk menyatakan keadaan disekitarku,aku terus
melangkah menuju ruang pementasan, disini banyak hal yang aku ketahui dan seakan
membuka mata semua

yang hadir bahwa sastra itu indah, tak terdefinisi,dan menyakitkan.betapa

tidak,dengan susunan kalimat yang indah sastra bisa menggetarkan hati yang

mendengarnya,sastra tak terdefenisi bila sastra mampu membuat bingung orang

yang melihat dan mendengarnya,dan sastra akan menyakitkan bila apa yang ditulis

akan mambuat orang yang mendengar merasa bersalah.itulah gambaran

sastra.namun ditaman budaya sastra tidak lagi menyakitkan dan tak

terdefenisi.ditempat ini sastra dikobarkan melalui festival drama pelajar se sultra.

Ada yang unik destival ini,khusunya murid-murid SMPN 4 BUTON,mereka

mementaskan drama khas daerah buton,bak putri dan raja sungguhan,gerakannya

ayu,gemulai,dan penuh dengan semangat memainkan perannya. ketika salah satu dari

mereka diwawancarai tentang manfaat pementasan drama yang mereka


lakoni,rizal(nama panggilannya) berkata,karakter dalam drama ini telah

mempengaruhi kepribadianku,dimana peran saya dalam drama ini adalah sebagai

raja yang berpendirian tetap,dan bijaksana serta rela melakukan apa pun untuk

negrinya,secara spontan karakter itu mempengaruhi kelakuanku sehari-hari,yang

tadinya saya malas,agak sedikit nakal dan tak punya banyak teman,saya jadi

bijaksana,dan disuka teman-teman,bukan saja itu, pementasan drama ini juga

mempunyai makna tersendiri dan dari sini saya dan teman-teman sangat antusias

untuk ikut berperan aktif didalamnya,ungkapnya”.

Jamaluddin guru SMPN 4 Bau-Bau mengatakan bahwa “untuk mendapatkan sesuatu


apa yang

Kita inginkan kita katakana tidak akan mungkin tetapi keberhasilan tetap ada,

Artinya, Mereka selangkah lebih maju,dan kalau berbicara tentang kelemahan atau

kekurangan sudah pasti ada akan tetapi masih banyak yang dominan bagus

ketimbangsuda cukup bagus,ruang pementasan juga suda cukup bagus hanya saja

dari sisitatanan panggung perlu diperhatikan karena teman-teman yang memasang

latar agak sedikit membutuhkan kreatifitas”.

Ibarat air mengalir kegiatan festival pementasan itu berjalan,tanpa ada kendala dan

banyak menimbulkan kesan-kesan yang tak ternilai harganya.satu kebanggan

tersendiri untuk daerah buton khususnya dan daerah Sulawesi tenggara,karna jati

diri bangsa Indonesia adalah budayanya dan itu merupakan kebanggan

tersendiri,karena Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan itu
merupakan kebanggan tersendiri ketimbang dengan Negara lain,kemudian bukan

hanya satu kebanggaan bahkan satu kekayaan,karena lain kebanggaan,lain pula

kekayaan,siapa yang membangun atau mengembangkan nilai budaya maka akan

muncul jati diri bangsa,dengan baik seperti yang telah diprogramakan oleh

pemerintah salah satunya yaitu mengembangkan nilai budaya dan karakter bangsa

kedepan.ternyata masih banyak dimuka bumi yang harus diperhatikan oleh

pemerintah khususnya daerah-daerah yang sementara berkembang,karena dibalik

perkembangan itu banyak budaya yang hampir punah,dan nyaris dilupakan oleh

masyarakat.padahal budaya yang tersembunyi itu sangat tak ternilai harganya,dan

bisa menjadi aset bangsa yang besar jika dikembangkan secara modern agar bisa

ditonton dan dilihat oleh masyarakat Negara lain,dan betul-betul mempromosikan

bahwa Negara Indonesia kita ini sangat kaya akan budaya.hal ini sudah dilakukan

oleh siswa-siswi penerus bangsa,yang bekerja sama dengan pihak pengurus taman

budaya kendari Sulawesi tenggara,walaupun hanya dengan pementasan dengan alat

sederhana tapi mereka sudah mencoba memromosikan kekayaan budaya daerah dan

kemampuan para generasi muda dalam berkarya.menggali budaya yang hampir

punah,dan membawanya kembali dimasyarakat luas melalui festival pementasan

drama sesultra agar dikenal oleh Negara lain

by siti emilda……..26-27

Beri Nilai