Anda di halaman 1dari 4

Geoteknik dan Pertambangan

Ondos N. Saragih

Selama duapuluh tahun terakhir, peran geoteknik dalam industri pertambangan telah
meningkat secara dramatis. Insinyur geoteknik terlibat dalam pembangunan dan operasi
tambang seperti pembangunan akses, penilaian mekanika tanah dan batuan, praktek
peledakan dan penggalian, disain pondasi dan struktur. Belakangan, peran ini semakin
penting lagi dalam perancangan dan operasi fasilitas pengelolaan limbah dan tailling.

Tulisan ini hendak memberikan gambaran tentang pentingnya pertimbangan geoteknik


dalam operasi penambangan batubara di Kab. Lahat, Sumatera Selatan. Hal ini kiranya
perlu untuk perusahaan pertambangan yang harus menggunakan dan mengelola
geoteknik, untuk regulator yang dituntut memastikan bahwa pertimbangan-
pertimbangan yang benar telah diterapkan pada rencana penambangan yang
permohonan ijinnya sedang diajukan, dan sesuai dengan pasal (11) dan pasal (15)
Permen Pertambangan dan Energi No. 1211.K/008/M.PE/1995 tentang pencegahan dan
penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan pada kegiatan usaha
pertambangan.

Kabupaten lahat memiliki sumberdaya batubara yang sangat melimpah. Jumlah


cadangan batubara Kab. Lahat hingga saat ini tercatat sebanyak 2.967 juta ton. Untuk
pengelolaannya sementara ini diberikan kepada sekitar 50 perusahaan pertambangan
berupa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batubara dengan berbagai tahapan. Potensi
batubara sebanyak itu diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Lahat dan menyumbang untuk ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan suatu
pengelolaan pertambangan yang dapat meningkatkan dampak positif dan mengurangi
dampak negatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Penambangan ialah kegiatan untuk menghasilkan bahan galian yang dilakukan baik
secara manual maupun mekanis yang meliputi kegiatan pengerukan, pemuatan,
pengangkutan, dan penimbunan. Tidak bisa dihindari kegiatan penambangan akan
berdampak terhadap bentuk lahan, baik selama operasi maupun pascapenambangan.
Kata penimbunan di sini seringkali mengaburkan kenyataan bahwa: penambangan akan
meninggalkan lubang bekas bukaan tambang dangan volume yang sekurang-kurangnya
akan sama dengan volume bahan galian yang diangkut keluar. Dengan kata lain, kelak
apabila seluruh cadangan batubara yang ada di Kab. Lahat telah ditambang, maka akan
terdapat lubang bekas bukaan tambang dengan total volume 2.282 juta m 3 (berat jenis

Page 1 of 4
rata-rata batubara = 1,3 Kg/l). Ini hampir sama dengan 1,2 kali volume efektif air waduk
Jatiluhur dalam kondisi normal, tetapi tersebar di wilayah-wilayah IUP dengan luas dan
jeluk yang bervariasi. Apabila lahan bentukan ini tidak dirancang dengan pertimbangan
teknik yang benar maka dapat membahayakan keselamatan publik. Contoh yang masih
baru adalah kasus Situgintung di Jakarta. Salah satu pertimbangan teknik yang harus
digunakan dalam merancang agar lahan bentukan stabil adalah geoteknik.

Istilah geoteknik ditujukan untuk semua ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tentang
bumi. Geoteknik mencakup ilmu geologi, mekanika tanah dan batuan, geohydrology, dan
hydrogeology. Rekayasa geoteknik adalah aplikasi iptek ini pada desain dan konstruksi
fasilitas-fasilatas yang bermanfaat bagi manusia. Fasilitas-fasilitas yang kesuksesan
konstruksinya sangat tergantung pada geoteknik meliputi tambang permukaan dan
bawah tanah, kanal, ruang bawah tanah, waduk untuk air atau tailing, tanggul dan
saluran pengalihan air, landasan jalan, dan pondasi bangunan. Biasanya, pembangunan
tambang memerlukan semua atau sebagian besar dari fasilitas tersebut.

Pertimbangan geoteknik dalam perencanaan dan operasi pertambangan batubara di


Lahat terutama diperlukan pada area:

1. Mekanika tanah dan batuan berkaitan dengan tambang lubang-terbuka.


Geoteknik telah memainkan peran utama dalam perancangan dan operasi
tambang lubang-terbuka. Ini terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan
akan kestabilan jangka panjang, meningkatnya kesadaran dan kewajiban terhadap
keselamatan pekerja dan publik, dan ekonomi tambang.

Data geoteknik yang rinci merupakan faktor utama dalam disain open pit dan
penambangan, namun sering kali tidak tersedia. Ketiadaan ini menimbulkan suatu
resiko lingkungan, sosial, dan ekonomi yang signifikan dalam usaha
pertambangan. Ketika data geoteknik terakumulasi maka resiko kondisi tak
terduga pun berkurang, dan dengan demikian keselamatan dan produktivitas
dapat ditingkatkan.

Biasanya, sebagian besar pekerjaan geoteknik di tambang lubang-terbuka


difokuskan pada penanganan lereng. Analisis dan penelitian geoteknik stabilitas
lereng akan memakan biaya yang harus ditanggung pada saat project
penambangan dimulai. Meskipun dalam jangka pendek penelitian geoteknik
tampak mahal, sesungguhnya ia dapat menghemat biaya-biaya jangka panjang
akibat rancangan lereng yang buruk. Dalam jangka panjang, rancangan lereng
yang buruk dapat mengakibatkan:

Page 2 of 4
 kehilangan produksi dan sumberdaya
 mengurangi keselamatan personil
 meningkatkan resiko kerusakan peralatan
 kerusakan daerah yang sudah direhabilitasi
 penanganganan material yang tidak perlu selama pembentukan kembali
(reshaping) lereng.

Aplikasi geoteknik pada tambang lubang-terbuka, selain untuk penanganan


lerang, juga dapat diterapkan untuk peningkatan efektifitas produksi. Solusi-solusi
untuk masalah-masalah produksi yang dihadapi pada tambang lubang-terbuka,
yang berkembang cepat, paling baik diformulasikan bila beberapa kontrol
geoteknik telah dicapai. Ini dapat dicapai dengan penjabaran zona-zona geoteknik
berdasarkan program pemetaan permukaan dan pemboran detail. Parameter
desain optimum kemudian ditentukan untuk zona-zona ini, serta masalah yang
terkait geoteknik dinilai. Dengan demikian membolehkan program pengelolaan
lereng dimulai, sekaligus optimalisasi lereng pada hangingwall. Sehingga dapat
menghasilkan penghematan subtansial, sekaligus peningkatan keamanan.
Selanjutnya zona-zona ini dapat digunakan untuk perencanaan, pembiayaan, dan
penjadwalan pit. Metode ini telah terbukti sukses dalam mengoptimalkan
fragmentasi peledakan, dan demikian juga untuk laju pemuatan, laju
penghancuran (chrushing); mengurangi peledakan kedua dan memperbaiki
kondisi lantai kerha (floor); dan juga mengurangi biaya pemboran, peledakan, dan
kominusi.

2. Geoteknik terkait dengan penimbunan tanah penutup dan pembuangan limbah.

Gundukan atau timbunan tanah penutup, kolam pengendapan lumpur, kolam


penyimpanan limbah dan tailing adalah suatu struktur geoteknik. Pertimbangan
geoteknik diperlukan untuk membangun fasilitas ini dengan biaya yang efektif,
stabil dalam jangka panjang, dan mencegah pencemaran lingkungan.

Rekayasa geoteknik tidak hanya membantu dalam rancang bangun struktur


fasilitas penyimpanan limbah, tetapi juga dalam pencegahan pembentukan air
asam tambang. Ekonomi pengelolaan air asam tambang kerapkali terutama
dipengaruhi oleh potensi tanah dan batuan menghasilkan air asam tambang.
Pertimbangan geoteknik sangat penting dalam merancang pengendalian
pencegahan timbulnya air asam tambang, migrasi air asam tambang, dan
pengumpulan air asam tambang.

Page 3 of 4
3. Geoteknik terkait dengan dengan infrastruktur pertambangan.

Geoteknik terkait dengan infrastruktur terutama dilakukan selama tahap


pembangunan. Meskipun kemudian pertimbangan ini kerap masih diperlukan
untuk pengubahan atau perluasan fasilitas yang sudah ada. Dalam hal ini
geoteknik dipakai untuk pembangunan pondasi, rancangan jalan, dan pasokan air,
dan bangunan penyimpanan.

Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa keselamatan dan ekonomi pertambangan


dapat ditingkatkan dengan penerapan prinsip-prinsip geoteknik. Bersamaan dengan itu,
penyelidikan hidrogeologi akan berperan penting dalam pengembangan tambang
batubara di Lahat. Setiap kegiatan pertambangan, tanpa kecuali, akan mengganggu siklus
hidrogeologi daerah kegiatan. Pemahaman tentang kondisi hidrogeologi suatu cadangan
berguna tidak hanya untuk pengamanan kondisi yang layak untuk eksploitasi tetapi juga
untuk pengkajian perubahan-perubahan ekologi dan lanskap. Faktor ini tidak dapat
dielakkan karena sekarang ini air tanah telah menjadi sumber pasokan air minum yang
penting untuk masyarakat. Sebuah contoh yang baik dari manfaat integrasi antara
geologi, hydrogeologi, dan geoteknik adalah integrasi hidrogeologi dan geoteknik untuk
rancangan tambang batubara “T100 Low Wall” di Kalimantan Selatan.

Page 4 of 4