Anda di halaman 1dari 2

Dec 12, '07 10:40 PM

Cara Menyimpan ASI Peras/Pompa untuk

Karakteristik dan Aroma Pada ASI


Banyak orang membayangkan bahwa ASI tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah
lapisannya sampai kapanpun (homogenized) . ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama
beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah
basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

Tampilan dari ASI berbeda2 sesuai dengan waktu dan kandungannya. Termasuk kandungan lemak dan
warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2
awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan /
pemompaan akan terlihat "lebih encer" dari ASI yang dikeluarkan di menit2 berikutnya. Karena itu disebut
FOREMILK (kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih
kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari
apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah2an dan hidangan penutup
yang mengandung gelatin diduga akanmembuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI
yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman segar yang berwarna hijau,
seperti rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.

ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami
dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi
untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus
menyusui. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan
dokter.
Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang
dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan
perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim
lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah
dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan
buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dgn tata cara penyimpanan yg benar maka ASI
tidak akan basi.

Wadah penyimpanan ASI


Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak
ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup
rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya
tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak
ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak
terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.

Tata cara Menyimpan ASI


Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan
dalam suhu tertentu :
* Suhu ruang (19 - 22c ) antara 4 sampai 10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0 - 4c antara 2 sampai 3 hari. Freezer pd kulkas berpintu
satu (suhu variatif < 4c ) : bisa sampai 2 minggu
* Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4c ) : 3 sampai 4 bulan
* Freezer khusus ( -19c ) : 6 bulan atau lebih
Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.
Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI
diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Krnnya jika ibu memilki ASI peras
berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.

Jika tidak ada lemari pendingin


Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika
ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh utk waktu lama dan tidak ditemukannya kulkas,
maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu
tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan
lebih lama dg blue ice.

Tips memberikan ASI peras/pompa


Berikut tips singkat utk memberikan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :
* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas
bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada kran
air hangat atau rendamlah dengan air hangat.
* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI.
Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun !
* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.
* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi < 4 bl disarankan utk tidak menggunakan dot, karena adanya
resiko bingung putting . ASI yg tersisa jika ingin disimpan kembali di refrigerator sebaiknya digunakan < 24
jam. Meski hal ini tidak direkomendasikan. Karena itu simpanlah ASI dalam jumlah yg cukup (sekali minum)
agar cairan emas tsb tdk terbuang.
Dg mengetahui cara menyimpan ASI dan karakteristiknya, semoga semakin banyak ibu2 yang bekerja
maupun yang akan bepergian tidak ragu lagi / segan dalam memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya.