Anda di halaman 1dari 40

1 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

sebagai hakikat yang ghaib, hubungan mana yang menyatakan diri dalam
bentuk serta system kultus dan sikap hidup, berdasarkan doktrin tertentu
BAB I ( Drs. Sidi Gazalba, hal. 22 ). Kata “ Islam “berasal dari bahasa arab,
secara etimologi dari asal kata “ salima “ yang berarti : “ selamat sentosa
DIENUL ISLAM DAN ASPEK – ASPEKNYA
“. Dari asal kata ini dibentuk kata “ aslama “ yang mengandung arti :
memeliharakan dalam keadaan selamat sentosa, menyerahkan diri,
A. Pengertian Dienul Islam tunduk, patuh dan taat “. Dari kata aslama itulah selanjutnya yang menjadi
Di dalam mempelajari hukum Islam dengan benar dan baik, maka terlebih pokok kata islam. Dalam kaitan ini maka orang yang menyatakan dirinya
dahulu kita harus mengerti tentang Dienul Islam ( Agama Islam ). Sebab masuk islam atau menganut ajaran islam, dinamakan “ muslim “. Bila
hukum Islam merupakan salah satu aspek yang terkandung di dalamnya dihubungkan dengan pengertian di atas, maka muslim berarti orang yang
dan sangat erat kaitan dan hubungannya. Untuk mempelajari Dienul Islam menyatakan dirinya patuh, taat dan menyerahkan dirinya kepada Allah
itu, maka perlu kita ketahui lebih dahulu tentang pengertian “Dien” dan SWT. Dengan melakukan aslama, maka orang itu akan terjamin
agama. Kata “Dien” yang berasal dari bahasa Arab itu berarti “agama” keselamatan hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak. Demikian
atau ada arti lain atau keduanya mempunyai pengertian yang sama atau tinjauan pengertian secara etimologis tentang “ Dien, Agama dan Islam “.
ada perbedaannya. Dien sering dan bahkan diterjemahkan dengan arti Berikut kita pahami pengertian Islam secara terminologis.Islam adalah
agama, padahal kata agama di dalam bahasa Arab tidak dikenal. Agama addin ( agama ) yang diturunkan Allah SWT melalui para Nabi dan Rasul
berasal dari bahasa sangsekerta yang terdiri dari dua suku kata, yaitu : a Nya sejak Nabi Adam,AS sampai dengan Nabi dan Rasul terakhir Nabi
dan gama. A artinya “ tidak “ dan gama artinya “ kacau”. Jadi, “ agama “ Muhammad SAW. Penamaan addin itu sendiri ( Islam ) langsung
artinya : “tidak kacau”. Dien yang berasal dari bahasa arab yang berarti :” diberikan oleh Allah SWT, berbeda halnya dengan agama – agama yang
hukum, jalan “ ( Muhammad Idris Ar Nabawi, hal. 215 ). Kata agama ada di dunia ini dimana penamaannya diberikan berlalu masa orang yang
dapat searti dengan kata addin, apabila kata itu berdiri sendiri. melahirkannya, seperti agama Zoroaster di Parsi, agama Budha
(Drs.Nasruddin Razak,1972,hal.65) .Kata Dien di dalam Al Qur’an ( Budhisme ) berasal dari nama “ Gautama Budha “, Yahudi ( Yudaisme )
dirangkaikan dengan “Allah” dan “Al haq”, sehingga menjadi “ dienullah diambil dari nama yuda ( yudea ) dan lain – lainnya. Dienul Islam adalah
dan dienul haq “ yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia satu – satunya addien yang diturunkan Allah SWT dan yang diakui serta
berarti : hukum atau jalan yang datangnya dari Allah dan jalan atau dibenarkan oleh Allah SWT sebagai pencipta alam semesta yang
hukum yang benar. Namun demikian, kelaziman yang dipakai di dalam sesungguhnya ia sebagai addien ( agama ) sepanjang sejarah manusia.
bahasa kita ( Indonesia ) dien diartikan dengan agama dan inilah yang Artinya, Islam adalah agama seluruh para Nabi dan Rasul utusan Allah
popular. Selanjutnya bila kata dien itu dirangkaikan dengan kata Islam, SWT yang dibawa dan disampaikan secara estafet dari satu generasi ke
maka ia menjadi kalimat : dienul Islam “ yang tepat agama islam dan generasi selanjutnya yang paripurnanya pada Nabi dan Rasul terakhir
Islam atau hukum Islam ( aturan Islam ).Secara terminology kata “ agama Nabi Muhammad SAW. Di dalam Al Qur’anul Kariem dinyatakan oleh
“ sama dengan peristilahan “ religion “ ( bahasa inggris ) atau dalam Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa tentang agama ( addien ) yang dibawa
istilah bahasa Indonesia dengan sebutan “ religi “.Dalam hubungan ini dan disampaikan oleh para Nabi dan Rasul, seperti Nabi Adam, AS, Nabi
Drs. Sidi Gazalba memberikan definisi bahwa religi adalah kepercayaan Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Ya’kub, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman,
pada dan hubungan manusia dengan yang kudus, dihayati 3 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
2 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
dan Nabi Isa, As yang dapat kita lihat dan dibaca pada : Surah Al Hajj 2. Isi dan kandungan ajaran islam adalah berupa perintah – perintah,
( 22 ) ayat 72, surah Al Baqarah ( 2 ) ayat 132, surah Ali Imran ( 3 ) ayat larangan – larangan dan petunjuk – petunjuk;
67, surah Yusuf ( 12 ) ayat 101, surah An Naml ( 27 ) ayat 29 – 31 dst. 3. Maksud dan tujuan dari Islam adalah untuk perbaikan dan
Diturunkannya Islam secara estafet sejak dari Nabi Adam, As dan keselamatan manusia di dunia dan di akhirat kelak.
dilanjutkan oleh para Nabi dan Rasul berikutnya untuk diajarkan kepada
manusia adalah dalam ilmu Allah SWT dan Dia lah yang Jadi, datang dan diturunkannya islam oleh Allah SWT bukan untuk
menghendakinya. Namun demikian dapat dipikirkan bahwa Islam itu merusak dan menghancurkan umat manusia, akan tetapi Islam datang
diturunkan kepada umat manusia yang disesuaikan dengan keadaannya. untuk keselamatan dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Diutusnya
Dari periode ke periode berikutnya syari’at Islam semakin disempurnakan Nabi Muhammad SAW untuk menerima tuntunan Allah dengan
dan yang terakhir sampai pada Nabi Muhammad SAW. Lengkap dan firmanNya yang terantum di dalam Al Qur’an pada surah An-Nisa ayat
sempurnanya Islam yang diajarkan kepada umat manusia dapat 107 yang artinya sebagai berikut : “ Tidaklah Kami utus engkau hai
dibuktikan dengan lengkap dan sempurnanya ajaran Islam yang tertuang Muhammad, melainkan untuk membawa rahmat bagi sekalian
di dalam kitab suci Al Qur’an yang sejak diturunkan sampai sekarang dan alam.”Dari pengertian tentang Islam di atas dapat dipahami, bahwa untuk
yang akan dating terjamin dan dijamin eksisnya serta kemurniannya. Hal tercapainya tujuan dimaksud maka ajaran ajaran Islam mengatur tentang
ini dapat dipahami karena Allah SWT sendiri yang menyatakannya hal-hal yang bersangkut paut dengan masalah duiawi dan hal-hal yang
demikian sebagaimana firman Nya yang tercantum pada surah Al Hijr berhubungan dengan masalah ukhrawi. Jelasnya Ajaran Islam ter Intikan
( 15 ) ayat 9 yang artinya sebagai berikut : “ Sesungguhnya Kami ( Allah pada :Pertama : Ajaran yang mengatur hubungan manusia sesamanya dan
SWT ) telah menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami tetap hubungan manusia dengan alam lingkungannya. Dalam bahasa Al Qur’an
menjaganya”. Pengertian Islam dapat ditinjau dari dua segi, yaitu disebut “hablun minan nass “.Karena itu Islam mempunyai sistem
pengertian secara umum atau luas dan pengertian secara khusus. tentang sosial, ekonomi, politik,seni budaya, perkawinan, harta pusaka,
Pengertian Islam secara umum atau luas sebagaimana telah diuraikan jihad, perang dan damai hubungan internasional dan sebagainya.Kedua :
pada bagian terdahulu. Sedangkan pengertian Islam secara khususnya Ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan tuhan penciptanya, di
maksudnya adalah pengertian tentang “ Islam “ yang dibawa dan dalam Al Qur’an disebut “hablun minallah.” Sebab itu Islam mengatur
disampaikan oleh Nabi dan Rasul terakhir Muhammad SAW. Adapun tentang sistem atau cara keimanan atau kepercayaan kepada tuhan Allah,
pengertian Dienul Islam secara khusus adalah addien yang dibawa sistem penyembahan yang merupakan sebagai hubungan vertical.Sistem
( disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang diturunkan Allah SWT iman dituangkan didalam ketentuan yang telah dirumuskan di dalam
dan yang tercantum di dalam Al Qur’an serta yang tersebut pada sunah rukun rukun Iman, sedangkan system penyembahan dikenal dengan rukun
yang shahih ( benar ) berupa perintah – perintah, larangan – larangan dan rukun islam.Dengan demikian terlihat dan tergambar bahwa islam tidak
petunjuk – petunjuk untuk perbaikan dan keselamatan manusia dan di hanya mengatur satu system saja (vertical) akan tetapi ajarannya
akhirat kelak.Dari batasan tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan menjangkau dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dimanapun
yaitu : dan kapanpun atas dasar ini pulalah yang membedakan secara essensial
antara islam dengan agama-agama lainnya.
5 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
4 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
1. Aspek – Aspek Ajaran Islam
1. Sumber dari ajaran islam adalah Al Qur’an dan Sunnah yang shahih;
Apabila kita cermati dengan teliti, maka ajaran islam yang intinya akhlak yang mulia. Dala sebuah sabda Nabi Muhammad SAW
seperti disebutkan di atas, tergambarlah bahwa didalam ajaran islam menyatakan yang artinya : “ Tidaklah aku di utus melainkan untuk
itu mengandung dua aspek, yaitu : memperbaiki akhlak manusia. Dan akhlak atau perilaku itu sendiri
a. Akidah Keimanan; dapat dijabarkan atau dirinci akhlak terhadap Allah SWT sebagai Al
b. Amal atau Ibadah. Khaliq ( Pencipta ) dan akhlak terhadap sesame manusia serta
terhadap lingkungan alam sekitarnya. Akhlak terhadap Allah SWT
Sayid Sabiq dalam tulisan beliau mengemukakan bahwa keimanan itu makasudnya bagaimana manusia itu bertingkah laku didalam
merupakan akidah dan pokok yang di atasnya berdiri syariat islam. mengimani kepada Allah SWT sebagai pencipta alam semesta ini
Kemudian dari pokok itu keluarlah cabang-cabangnya. Perbuatan itu ( termasuk manusia ) yang selanjutnya bagaimana perilaku manusia di
merupakan syariat dan cabang-cabang dianggap sebagai buah yang dalam mewujudkan penyembahan dan pengabdian kepadaNya.
keluar dari keimanan serta akidah itu. Antara keimanan dan amal atau Akhlak atau perilaku di dalam mengimani Allah SWT diatur dalam
akidah dan syariat keduanya memunyai hubungan yang amat erat . ketentuan yang disebut dengan “ Rukun – Rukun Iman “.
Karena itu amal perbuatan selalu disertakan penyebutannya dengan
keimanan dalam sebagian besar ayat – ayat Al Qur’an Karim. Dalam 2. Rukun – Rukun Iman
hubungan ini pula Prof. Dr. Syekh Rahmod Syaltout menyebutkan Aspek atau unsur pertama dari tuntutan dan ajaran islam adalah
bahwa aspek aspek atau unsur unsur didalam ajaran islam itu ada 2 bidang .yang berhubungan dengan masalah keimanan atau
yaitu, aspek akidah dan syari’ah terdiri dari aspek ibadah dan aspek kepercayaan. Ada baiknya kalau lebih dahulu memahami tentang
muamalah.Ny. Sumiyati M.G.SH dalam kutipannya menyebutkan pengertian ‘rukun’ sebelum pembahasan tentang iman itu sendiri.
bahwa aspek aspek ajaran islam itu ada tiga, yaitu : Rukun berasal dari bahasa Al Qur’an ( bahasa arab ) yang artinya “
a. Bagian yang bertalian dengan akidah / keimanan. bagian yang inhern atau bagian yang tidak terpisahkan, “ jama “ dari
b. Bagian yang bertalian dengan pendidikan dan perbaikan moral. kata rukun dalah ‘Arkan’ artinya bagian bagian yang inhern atau
c. Bagian yang menjelaskan tentang amal perbuatan manusia. bagian bagian yang tidak terpisah pisahkan antara satu dengan
lainnya.Selanjutnya perlu pula dimengerti tentang ‘iman’ itu sendiri,
Ny. Sumiyati M.G.SH dalam kutipannya menyebutkan bahwa aspek sebab kata tersebt juga berasal dari bahasa arab. Iman secara harfiah
aspek ajaran islam itu ada tiga, yaitu : diartikan kepercayaan. Dan lahirnya suatu kepercayaan tentulah
a. Bagian yang bertalian dengan akidah. diawali dengan keyakianan.Pengertian ‘ Iman ‘ dapat dipahami secara
b. Bagian yang bertalian dengan pendidikan moral dan umum ( luas ) dan khusus atau sempit.Pengertian ‘ Iman ‘ dapat
perbaikan akhlak. dipahami secara umum ( luas ) adalah keyakianan yang dibenarkan
c. Bagian yang menjelaskan tentang amal perbuatan manusia. oleh hati, diikrarkan dengan lisan ( ucapan ) dan diwujudkan dengan
amal perbuatan.Sedangkan pengertian iman secara sempit ( khusus )
Sebenarnya mengklasifikasikan apa yang disebutkan oleh Prof. Dr. adalah kepercayaan ( iman ) kepada Allah Yang Maha Esa, iman
Syeh Mahmod Syaltout dengan apa yang dinyatakan oleh Ny. 7 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
6 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
kepada Malaikat-malaikatnya, iman kepad Kitab-kitabnya, iman
Sumiyati M.G.SH tidak berbeda, sebab aspek syariat itu terdiri dari kepada Rasul-rasulnya, iman kepada hari akhirat dan iman kepada
ajaran pada aspek tersebut mengarah pada sasaran pembentukan qadla dan qadar. Inilah pokok pokok keimanan yang harus di percayai
dan di yakini oleh setiap muslim yang di sebut “Rukun – Rukun Iman keserasian dan keharmonisan aneka ragam alam ( Drs.
“. Berikut akan diuraikan masing – masing rukun secara singkat atau Umransyah Alie, 1987, hal. 71). Demikian pula dengan mengkaji
garis besarnya saja. Hal ini dimaksudkan karena amat erat kaitannya dan memahami sifat Allah SWT, misalnya Allah itu Maha
dengan masalah hukum yang menjadi pokok dalam uraian ini. Iman Pengasih terhadap makhluk yang diciptakanNya dengan
adalah landasan dan dasar yang amat fundamental di dalam penetapan menyediakan segala sesuatu untuk keperluan hidup, khususnya
suatu hukum penerapan dan pengembangannya. bagi manusia. Manusia dikasih air yang diturunkan dari langit
a. Iman Kepada Allah SWT sehingga tumbuh tumbuhan hidup dengan subur dan buahnya
Hukum percaya adanya Allah SWT sebagai satu satunya tuhan untuk manusia. Allah menjadikan sungai – sungai, laut, danau
adalah wajib bagi setiap manusia lebih lebih lagi bagi orang yang dan daratan serta segala yang ada padanya, semua untuk
telah menyatakan dirinya islam yang disebut dengan muslim. manusia. Inilah di antaranya sebagai bukti bahwa Allah itu Maha
Beriman atau percaya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa di Pengasih. Karena itu sangat wajar dan pantas bahwa manusia
awali dengan adanya keyakinan. Bahwa alam semesta ini yang beriman dan percaya kepadaNya sebagai satu – satu tuhan yang
tunduk kepada aturan hukum yang kokoh, rapi dan sempurna wajib diimani dan disembah. Dialah Allah SWT Tuhan Yang
terjadi dengan sendirinya, tanpa ada yang menciptakannya. Akal Maha Esa pada Dzat Nya, sifat Nya dan Esa pada perbuatanNya
dan jiwa yang sehat tentu akan menolaknya pendapat dan ( ciptaanNya). Allah SWT yang menciptakan, Dia pula yang
pandangan yang demikian. Untuk memahami wujud atau adanya menjaga dan mengaturNya, tidak ada tuhan lain sebagai sekutu
Allah Tuhan Yang Maha Esa dapat dilakukan melalui (Syarikat Nya). Agama kepercayaan dan keyakinan bahwa ada
pemahaman dan pengkajian terhadap adanya alam semesta ini tuhan selain Allah SWT meminta, perlindungan serta menyembah
sebagai hasil ciptaanNya, mengkaji dan memahami tentang sifat – Nya, maka hukumnya adalah sirik. Perbuatan syirik adalah dosa
sifatnya atau mengkaji tentang wahyu – wahyuNya yang telah besar yang tidak diampuni Allah SWT berdasarkan firmanNya
diturunkan dan diterima serta disampaikan oleh Nabi dan Rasul yang tercantum pada surah An Nisa ( 4 ) ayat 48 yang artinya
Muhammad SAW. Ibnu Rusyd seorang ulama dan intelektual sebagai berikut : “ sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni
muslim mengemukakan bahwa di dalam usaha membuktikan perbuatan syirik, tetapi Dia akan mengampuni selain daripada itu
wujud Allah atau adanya Allah SWT menggunakan dua macam bagi siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa
dalil yang dinamakan “ dalil inayah dan dalil ikhtira “. Dalil mempersekutukan Allah ( syirik ), maka sesungguhnya dia telah
Inayah adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu membuat dosa besar “. Beriman dengan Allah – Tuhan Yang
mengkaji “ wujud Allah SWT “ melalui penghayatan dan Maha Esa berarti tunduk dan patuh terhadap “ Hukum Allah “
pemahaman “ manfaat alam untuk manusia”. Hasil penelitian yang telah diciptakanNya sebagai aturan hidup bagi manusia
ilmiah yang mendalam berkesimpulan bahwa alam ini sesuai untuk keselamatan dan kesejahtraan serta kebahagiaan manusia
dengan keperluan hidup manusia dan makhluk – makhluk 9 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
8 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
itu sendiri baik di dunia ini maupun di hari akhirat nanti. Karena
lainnya. Persesuaian manfaat ini tidak mungkin terjadi secara itu Allah mengingatkan kepada manusia dan orang – orang yang
kebetulan.Sedangkan “ dalil ikhtira “ ialah teori yang beriman kepada Nya dengan firman sebagai berikut :
mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud Allah 1) Artinya :……..dan barangsiapa tidak berhukum
Tuhan Yang Maha Esa melalui penghayatan dan pemahaman dengan apa yang telah diturunkan Allah ( Al Qur’an), maka
mereka itulah orang – orang yang fasiq ( surah Al Maidah malaikat, khususnya malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu –
( 5 ) ayat 47 wahyu Allah, seperti malaikat Jibril, As, yang atas kehendak Allah
2) Artinya :………dan barangsiapa yang tidak malaikat tersebut dapat berubah bentuk menyerupai manusia.
berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka Pernyataan ini didasarkan atas firman Allah SWT yang tercantum
mereka itulah orang – orang zhalim ( aniaya ). Surah Al pada Al Qur’an surah Maryam ayat 16 dan 17, surah Hud ayat 69 –
Maidah : 44 83 dan demikian pula keterangan – keterangan dari Rasulullah SAW.
3) Artinya :……..dan barangsiapa yang tidak berhukum Selanjutnya untuk diketahui bahwa sifat dan tabiat malaikat tidak
dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah sama dengan manusia dan demikian pula dengan iblis atau syaitan.
orang – orang yang kafir / ingkar ( surah Al Maidah : 45 ) Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan tabiat atau
Hanya dengan iman yang benar dan tauhid yang lurus, hukum – pembawaan patuh dan tunduk serta taat terhadap perintah Allah.
hukum Allah SWT itu dapat dijalankan dengan baik, karenanya iman Malaikat sebagai makhluk yang diciptakan Allah mempunyai tugas
dan doktrin tauhid sangat besar dan penting peranannya dalam yang diberikan Allah seperti menyampaikan wahyu Allah kepada
kehidupan. Nabi dan Rasul, mencabut roh manusia, mencatat perbuatan
manusia, menjaga surga dan neraka, menanya manusia yang berada
b. Iman Kepada Malaikat di dalam kubur dan sebagainya. Kaitan dan hubungannya masalah
Malaikat adalah salah satu makhluk yang diciptakan Allah SWT di keimanan, terhadap malaikat dengan masalah hukum islam yang
antara makhluk hidup lainnya. Berdasarkan Hadist Nabi SAW yang menjadi pokok bahasannya adalah bahwa malaikat sebagai makhluk
diriwayatkan dari Aisyah (istri Rasulullah SAW), bahwa malaikat yang diciptakan Allah dengan pembawaannya / qudratnya
diciptakan Allah SWT dari Nur atau Cahaya. Malaikat adalah merupakan makhluk yang patuh, tunduk dan taat terhadap hukum
makhluk gaib yang wajib dipercayai ( diimani ) keberadaannya, islam dan aturan – aturan yang ditetapkan Allah tanpa melalui
karena semata – mata melaksanakan perintah Allah, Tuhan Yang perjuangan melawan godaan iblis / syaitan dan hawa nafsu. Berbeda
Maha Esa. Asal kata malaikat adalah “ malak “, jama’nya malaaika. hal nya dengan manusia, karena ciptaanNya, manusia harus berjuang
Akan katanya adalah “ a’ laka atau “a’luuka “ yang berarti : risalah dengan segenap tenaga dan jiwanya melawan hawa nafsu dan
atau menyampaikan pesan ( Prof. Dr. Zakiah Darajat, dkk: 1984, hal memerangi ajakan dan godaan iblis / syaitan, untuk melaksanakan
10 ). Beriman atau percaya kepada malaikat merupakan rukun iman perintah – perintah Allah dan hukum – hukum / aturan – aturan yang
yang kedua setelah iman kepada Allah SWT. Apabila kita telah telah ditetapkanNya. Kemenangan dan keberhasilan yang diperoleh
menyatakan iman kepada Allah SWT, maka dengan sendiri kita manusia dengan perjuangan tersebut, derajar, harkat dan martabat
beriman pula dengan apa yang diperintahkanNya seperti beriman manusia lebih mulia dari malaikat. Manfaat yang diperoleh dari “
kepada malaikat – malaikatNya. Pengetahuan kita tentang malaikat 11 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
10 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
keimanan kepada malaikat “ adalah bahwa perilaku kita manusia di
hanya semata – mata berdasarkan wahyu Allah SWT yang tertuang dalam menjalankan dan melaksanakan hukum – hukum Allah SWT
di dalam Al Qur’an dan didasarkan atas keterangan Rasulullah SAW berada di bawah pengawasan malaikat yang ditugaskan Allah –
di dalam hadistnya. Kita sebagai manusia biasa tidak akan mampu Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dengan keyakinan tersebut kita
untuk melihatnya, karena malaikat berada di luar alam insane. lebih berhati – hati dan mawas diri jangan sampai melanggar
Kecuali bagi Nabi dan Rasul Allah yang dapat bertemu dan melihat terhadap hukum dan aturan yang telah ditetapkan.
c. Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah diciptakanNya pula aturan – aturan / hukum – hukum di dalam
Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan yang ditetapkan Tuhan – melaksanakan tugas kekhalifahan tersebut dan cara – cara
Allah yang menerima wahyu – wahyu Allah yang selanjutnya pengabdian kepada Nya. Karena Allah SWT sebagai Pencipta Maha
diajarkan dan disampaikan kepada umat manusia. Beriman kepada Mengetahui dan Maha Mengerti tentang diri manusia sebagai hasil
Nabi dan Rasul Allah berarti mempercayai dan meyakini bahwa ciptaanNya, maka Dia pula lah yang Maha Mengerti tentang aturan
Allah SWT telah memilih dan menunjuk / menetapkan di antara yang bagaimana yang harus dilaksanakan oleh manusia. Untuk
manusia menjadi utusanNya dengan tugas dan kwajiban menerima menyampaikan dan mengajarkan serta memimpin manusia agar
wahyu – wahyu Allah yang selanjutnya diajarkan dan disampaikan sejalan dengan aturan – aturan dan hukum – hukum yang telah
kepada manusia sebagai hamba – hamba Allah di dalam memimpin diciptakanNya, Allah memilih dan menetapkan utusan / rasulNya
mereka ke jalan yang lurus dan benar untuk keselamatan dan yang diambil dari kelompok umat manusia itu sendiri. Sepanjang
kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Kata “ nabi “ berasal dari sejarah manusia tidak pernah Allah SWT mengirimkan utusanNya
kata “ naba “ yang berarti : “ pemberitahuan yang besar dari malaikat atau dari jin. Manusia yang dipilih dan terpilih sebagai
faedahnya ( kegunaannya ). Pengertian ini dapat dipahami secara nabi dan rasul Allah mempunyai ciri dan sifat – sifat khusus atau
rasional, karena seorang nabi yang tugasnya menerima wahyu Allah istimewa melebihi dari sifat – sifat manusia biasa. Namun demikian
yang berisi tentang hukum – hukum yang mengatur kehidupan nabi dan rasul sebagai manusia dan hamba Allah tidak lepas dari
manusia sangat banyak manfaat ( faedahnya ) bagi manusia di dalam sifat – sifat kemanusiaan pada umumnya, seperti makan , minum,
mencapai keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia ini maupun di tidur, bekerja, mati dan sebagainya. Kekhususan dan keistimewaan
akhirat nanti. Nabi dalam istilah ini sama pengertiannya dengan yang diberikan Allah kepada Nabi atau Rasul sebagai manusia
rasul, yaitu manusia yang dipilih Allah untuk menerima dan pilihan yang berfungsi menerima wahyu dan mengajarkanya kepada
mendapatkan wahyu. Di kalangan ulama ada yang membedakan umat manusia lazim disebut dengan istilah “ mu’jizat “ sebagai bukti
pengertian antara nabi dengan rasul. Nabi mendapatkan wahyu tetapi akan kebenaran dirinya sebagai Nabi dan Rasul. Disampaikan Nabi
tidak wajib menyampaikan ajaran kepada seluruh umat manusia, dan Rasul memiliki sifat – sifat istimewa yaitu : Pertama, sifat benar
sedangkan rasul, menerima wahyu dan wajib menyampaikan dan ( shiddiq ), maksudnya seorang nabi dan rasul selalu benar dalam
mengajarkannya kepada seluruh umat manusia. Perbedaan pada sisi ucapannya dan benar dalam perilakunya. Sebab sebagai panutan
lain adalah bahwa nabi tidak membawa syari’at baru sedangkan rasul manusia yang diwajibkan untuk mengikutinya, maka mustahil
kedatangannya membawa syari’at yang baru. Diutusnya Nabi dan seorang nabi dan rasul berkata dusta dan berperilaku yang tidak
Rasul adalah untuk memimpin umat manusia ke jalan yang benar 13 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
12 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
benar.Kedua, sifat amanah atau dipercaya, maksudnya seorang nabi
dan lurus, sesuai dengan aturan – aturan dan hukum – hukum Allah atau rasul wajib memiliki kejujuran atau amanah terhadap manusia
SWT. Mengapa Allah SWT yang membuatkan aturan – aturan / yang dipimpinnya, lebih – lebih lagi terhadap tuhan. Sebab wahyu
hukum bagi manusia? Dan bagaimana aturan / hukum yang dibuat yang diterima nya adalah amanah yang wajib disampaikan kepada
oleh manusia? Allah SWT yang menciptakan manusia dan manusia, sekalipus harus ditebus dengan jiwa dan raganya.Ketiga,
menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi ini dengan tugas sifat tabligh atau menyampaikan, maksudnya seorang Nabi atau
mengelolanya dan ditetapkanNya bahwa tujuan hidup manusia Rasul yang telah ditetapkan Allah SWT sebagai utusannya
adalah untuk beribadah / mengabdikan diri kepada Nya, maka diwajibkan untuk menyampaikan segala perintah Allah atau larangan
yang telah diterimanya kepada umat manusia walaupun harus terhadap patung – patung dan berhala – berhala. Hukum yang
melalui segala pengorbanan dan perjuangan. Yang benar harus berlaku tidak lagi bersumberkan kepada ajaran agama, tetapi
disampaikan dan dinyatakan benar dan yang salah harus dikatakan berdasarkan kepada siapa yang berkuasa. Karena itulah Allah Yang
salah.Keempat, sifat fathanah, yaitu kecerdasan, maksudnya seorang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mengutus Nabi dan Rasulnya
rasul wajib memiliki kecerdasan, ketajaman pikiran, kemampuan Muhammad saw untuk menyelamatkan hamba – hambanya dari
berpikir yang tinggi terutama di dalam mengemukakan argumentasi kancah kehancuran. Drs. Nasrudin Razak dalam bukunya yang
– argumentasi atau keterangan – keterangan tentang apa yang berjudul “ Dienul Islam “ mengemukakan ada tiga sebab segera
disampaikan secara jitu dan tepat sehingga manusia dapat mengerti datangnya seorang rasul yang berfungsi secara universal untuk
dan memahami serta mengakui akan kebenarannya. Adalah suatu hal menyelamatkan kehidupan manusia. Ketiga sebab itu adalah :
yang amat mustahil bila seorang Nabi atau Rasul itu bodoh, kurang 1) Ajaran rasul terdahulu tidak / belum sempurna, karenanya
waras, tidak cerdas apalagi kalau gila. Disamping itu dilihat dari perlu perbaikan dan penyempurnaan yang mampu mengatur
sudut materiil jasmaniah para nabi dan rasul memiliki kesempurnaan secara universal ;
fisik, berasal dari keturunan yang terhormat dan mulia, mempunyai 2) Ajaran rasul – rasul terdahulu telah banyak yang hilang atau
bentuk tubuh dan wajah yang menarik. Artinya para nabi atau rasul dihilangkan karenanya perlu pengungkapan kembali tentang
itu tidak mempunyai cacat fisik jasmaniah sehingga memungkinkan kecurangan – kecurangan yang telah terjadi dan yang benar
manusia menghindar daripadanya. Adapun jumlah Nabi – nabi dan dihidupkan kembali;
rasul – rasul tidak diketahui secara pasti, namun yang jelas tersebut 3) Bahwa rasul – rasul terdahulu diutus hanya kepada bangsa
di dalam Al Qur’anul Karim sebanyak 25 ( dua puluh lima ) orang. tertentu, karena nya perlu ada seorang rasul yang risalahnya
Delapan belas nama dari 25 orang nabi / rasul itu tercantum pada untuk seluruh umat manusia, tugas internasional.
surah al an’am ( 6) ayat 83 – 86. Mereka itu adalah Ibrahim, Ishaq,
Ya’kub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa,Harun, Zakariya, Dalam hubungan inilah nabi Muhammad saw diutus Allah SWT
Yahya, Isa, Ismail, Ilyas, Yunus dan Luth. Sedangkan 7 orang sebagai rasulNya yang terakhir untuk menerima risalah Islamiyah
lainnya disebutkan pada Al Qur’an dengan tidak berurutan pada satu yang lengkap dan sempurna dan selanjutnya diajarkan disampaikan
surah. Mereka itu adalah :” Adam, Idris, Shaleh, Syu’aib, Hud, kepada seluruh umat manusia. Sebagai nabi dan rasul terakhir, nabi
Dzulkifli, dan Muhammad SAW. Diantara nabi – nabi dan rasul – 15 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
14 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Muhammad saw diberikan beberapa keistimewaan yang
rasul sejak nabi adam, as dan seterusnya, maka sebagai nabi dan membedakannya dengan yang sebelumnya. Beberapa keistimewaan
rasul penutup adalah nabi Muhammad saw. Diutusnya Muhammad itu adalah sebagai berikut :
saw sebagai nabi dan rasul terakhir di saat manusia berada di tepi 1) Beliau adalah nabi dan rasul terakhir, berarti tidak ada nabi
jurang kehancuran baik di bidang moral – tingkah laku maupun di dan rasul sesudahnya. Sebagaimana yang dinyatakan Allah SWT
bidang akidah keimanan kepada allah. Syariat atau ajaran agama dengan firmannya yang tercantum pada surah Al Ahzab ayat 40
yang disampaikan oleh nabi – nabi dahulu sebelum nabi Muhammad yang artinya “ Muhammad itu bukanlah bapak salah seorang dari
saw yang mengajarkan tentang pentauhidan kepada tuhan (allah pada kamu, akan tetapi dia adalah salah seorang rasul Allah dan
swt ) telah diganti dengan syirik, penyembahan dan pengabdian penutup segala nabi “.
kepada Tuhan Yang Maha Esa diganti dengan penyembahan
2) Risalah yang diterima beliau adalah syari’at yang lengkap dan d. Beriman kepada kitab Allah
sempurna yang mampu menjawab tantangan segala zaman buat Beriman kepada kitab – kitab yang diturunkan allah merupakan
memimpin manusia di dalam mencapai kebahagiaan dan realisasi dari iman kepada allah dan rasulnya serta malaikatnya.
kesejahtraan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Malaikat adalah utusan allah pembawa dan penyampai risalah tuhan
3) Karena beliau adalah nabi dan rasul terakhir, maka jelas kepada para rasul. Risalah tuhan adalah wahyu – wahyu allah yang
risalah yang dibawa beliau juga bersifat universal, artinya risalah mengandung perintah – perintah, larangan – larangan dan anjuran –
yang disampaikan beliau berlaku bagi setiap manusia, tempat anjuran yang menjadi petunjuk di dalam kehidupan manusia.Wahyu
dan zaman. – wahyu yang diterima para rasul itu ada yang berbentuk “ shuhuf
4) Beliau diberikan mu’jizat yang besar yang tidak ada dan ada pula yang berbentuk kitab”. Shuhuf bentuk jamak dan
tandingannya yaitu kitab suci Al Qur’an sebagai sumber dari mufradnya adalah shahihah yang artinya lembaran. Jadi, shuhuf
segala sumber ajaran islam dan hukum islam dan yang dijamin adalah lembaran – lembaran yang berisi wahyu – wahyu allah yang
kemurniannya oleh Allah SWT sejak diwahyukan sampai akhir diterima rasul, seperti shuhuf yang diterima oleh nabi Ibrahim dan
zaman. Tidak ada satu kitab pun di dunia ini seperti kitab suci Al nabi musa sebelum menerima kitab taurat. Kitab berakar dari kata
Qur’an. kataba artinya menulis. Dari kata kataba tersebut kemudian menjadi
5) Di antara para nabi dan rasul itu disamping mempunyai tugas kitab yang artinya tulisan atau yang ditulis.Adapun kitab yang
yang sama yaitu menyampaikan risalah tauhid, juga sebagian pernah diturunkan allah kepada rasul – rasulnya sebagaimana yang
dilebihkan allah dari sebagian lainnya. Nabi Muhammad saw disebutkan di dalam al quran adalah :
adalah termasuk di antara lima rasul yang di sebut. Rasul-rasul 1) Kitab taurat, diturunkan kepada nabi musa.
yang terkenal keras kemampuan dan cita-cita. Kesempurnaan dar 2) Kitab zabur, diturunkan kepada nabi daud.
jaran islam yang dibawa dan disampaikan Nabi Muhammad 3) Kitab injil, diturunkan kepada nabi isa.
SAW dapat kita lihat dari pernyataan Allah SWT dengan 4) Kitab suci al quran, diturunkan kepada nabi Muhammad.
firmanNya yang tercantum pada Al Qur’an pada surah Al
Maidah ayat 3 yang artinya : “Pada hari ini telah Aku ( Allah )
17 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
16 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Bagi umat islam wajib beriman / percaya kepada kitab – kitab
sempurnakan agamamu dan aku cukupkan nikmatku dan aku tersebut sebagai wahyu yang diturunkannya dengan perantaraan
ridha islam itu agamamu.” malaikat jibril. Wahyu dalam pengertian menurut bahasa adalah
6) Pada setiap muslim diwajibkan “ beriman “ kepada semua isyarat yang cepat, sedangkan menurut terminology agama wahyu
nabi dan rasul allah, tidak semata – mata beriman kepada nabi berarti petunjuk yang disampaikan dan atau diresapkan kepada rasul.
Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir, berbeda halnya Di dalam al quran kata wahyu digunakan juga dalam pengertian
dengan penganut agama lain yang hanya percaya atau beriman ilham. Ilham adalah daya gerak yang diberikan allah untuk
kepada nabi mereka saja. Keimanan disini dalam arti bahwa memahami atau melakukan sesuatu. Menurut sifatnya ilham dapat
setiap muslim wajib beriman dan percaya serta membenarkan diterima oleh setiap orang yang dikehendaki oleh tuhan (allah ).
adanya nabi dan rasul yang pernah diutus Allah. Dalam pengertian ini sama dengan inspirasi bahasa yang digunakan
sekarang. Adapun kandungan dari kitabullah ( kitab – kitab yang
diturunkan allah ) yang paling mendasar ( fundamental ) adalah o Tetapi kepada kamu yang mendengarkan aku, aku
tentang ajaran tauhid, yaitu ajaran yang mewajibkan kepada manusia berkata : kasihanilah musuhmu, berbuat baiklah kepada
menyembah hanya kepada allah, tuhan yang maha esa, dia tidak orang yang membencimu;
beranak dan tidak diperanakkan. Hanya kepada nya berdoa dan o Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu,
memohon, serta hanya kepadanya minta perlindungan dan berdoalah bagi orang yang mencaci kamu;
pertolongan. Inilah ajaran yang sangat prinsif yang terkandung di o Berilah kepada setiap orang yang meminta
dalam kitab – kitab Allah. Berikut ini kita coba menukil beberapa isi kepadamu, dan janganlah meminta kembali kepada orang
kandungan kitab – kitab tersebut yang berkaitan dengan masalah yang mengambil kepunyaanmu;
hukum : o Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang
1) Isi kitab taurat adalah : berbuat baik kepadamu perbuatlah juga demikian kepada
o Tiada tuhan melainkan allah, jangan menyembah mereka;
berhala.Dapat dipahami bahwa beriman / percaya kepada o Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi
allah yang maha esa adalah hukumnya wajib dan haram kamu, apakah jasamu ? karena orang yang berdosa pun
hukumnya menyekutukan allah dengan sesuatu yang lain mengasihi juga orang yang mengasihi mereka.
seperti menyembah berhala; o Dan seterusnya,………..
o Jangan membunuh; 4) Isi kitab suci alqur an antara lain sebagai berikut :
o Jangan berzina; o Prinsif – prinsif keimanan, seperti iman kepada allah,
o Jangan mencuri; malaikat, rasul, kitab, hari akhirat, qadha dan qadhar dan lain
o Jangan bersaksi dusta; - lainnya.
o Jangan mengingini istri orang lain ( Prof. Dr. Zakiah o Prinsif – prinsif syariah, seperti tentang ibadah
derajat.1984,hal 190) khusus ( misalnya shalat, zakat, puasa ramadhan dan ibadah
2) Isi kitab zabur ( disebut kasmur ) antara lain sebagai berikut : haji ) dan ibadah dalam arti luas ( umum ) seperti :
18 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 perekonomian, perkawinan, hukum, sosial budaya, politik,
perang dan damai, hubungan internasional dan sebagainya.
o Aku hendak memuliakan tuhan selama aku hidup, o
dan bermazmur bagi allahku selagi aku ada; 19 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
o Berbahagialah orang yang mempunyai allah ya’cub
sebagai penolong yang harapannya pada tuhannya allahnya; o Janji dan ancaman, seperti janji kepada orang yang
o Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala berbuat baik dan kebajikan, dan ancaman bagi orang yang
isinya yang tetap setia untuk selama – lamanya; melakukan kemaksiatan atau kejahatan.
o Dia yang menegakkan keadilan untuk orang – orang o Tarikh atau sejarah tentang nabi – nabi dan rasul –
yang diperas,….dan seterusnya. rasul terdahulu dan umat manusia yang telah lalu.
3) Isi kitab injil antara lain : o Ilmu pengetahuan seperti tentang ketuhanan dan
agama, tentang manusia, manusia dalam hubungannya
dengan alam lingkungan dan lain sebagainya.
Al quran adalah kitab suci yang terakhir diturunkan allah kepada nabi manusia di muka bumi ini, bahkan ia merupakan sebagai bahasa
dan rasulnya yang terakhir pula, yaitu nabi Muhammad. Maka sesuai kelima dari bahasa PBB.
dengan status atau kedudukannya sebagai wahyu allah yang terakhir, 5) Kitab – kitab suci yang telah lalu telah bercampur aduk dengan
alquran merupakan kitabullah yang paling lengkap dan sempurna pikiran dan perkataan manusia, akan tetapi al quran ini / materi,
serta terjamin dan dijamin akan kemurniannya, sehingga ia berfungsi redaksi dan bahasanya tetap murni yang dapat dibuktikan sejarah
menyempurnakan dan mengoreksi kitab – kitab sebelumnya. sebagai wahyu allah.
Pernyataan ini didasarkan kepada firman allah yang tercantum pada
surah almaidah (5) ayat 3. Selanjutnya tentang alquran sebagai Apabila kita cermati ayat – ayat dan kalimat – kalimat dari kitab –
kitabullah yang terakhir dan sebagai sumber ajaran serta sumber kitab terdahulu itu, maka mengenai sejarah turunnya ayat – ayat dan
hukum di dalam islam akan diuraikan secara lebih luas dan rinci. sejarah penulisannya telah kabur. Berbeda halnya dengan al quran
Namun demikian perlu diketahui secara singkat mengenai perbedaan dimana asbabun nurulnya ( sejarah turunnya atau sebab – sebab
antara Al quran dengan kitab – kitab tersebut di atas yaitu kitab taurat, turunnya ) dapat diketahui dengan jelas. ( Drs. Nasruddin Razak,
zabur, dan injil sebagai berikut : 1972). Karenanya adalah tidak bisa disangkal bahwa diturunkannya
1) Kitab – kitab suci seperti disebutkan di atas ( taurat, zabur, dan al quran sebagai kitab suci yang terakhir isi dan kandungannya
injil ) dan kitab – kitab suci bagi agama lainnya hanya berlaku lengkap dan sempurna sehingga dapat berlaku di segala tempat
bagi bangsa ittu sendiri atau suatu golongan manusia tertentu. waktu dan zaman serta bagi semua umat manusia. Aturan –
2) Ajaran – ajarannya terutama perundang – undanganna aturannya selalu sesuai dengan situasi dan keadaan serta
diberlakukan pada waktu tertentu saja, sesuai dengan keadaan perkembangan manusia dan zaman.
waktu itu. Sedangkan al quran semua perintah perundang –
undangannya atau peraturannya dapat diberlakukan pada setiap e. Beriman kepada hari akhirat
tempat dan waktu, sebab al quran ajarannya bersifat universal, Beriman kepada hari akhirat adalah masalah kepercayaan terhadap
artinya berlaku bagi semua manusia dan waktu dan tempat yang gaib, sebagaimana beriman kepada allah dan malaikat, namun
sampai akhir zaman. masalah ini merupakan masalah yang paling berat dari segala macam
3) Teks dari kitab yang telah lalu sudah hilang dan yang ada aqidah dan kepercayaan manusia. Karena ia merupakan suatu
sekarang hanya berupa salinan yang sudah banyak berubah / 21 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
20 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
kepercayaan akan adanya kehidupan di alam lain sesudah kehidupan
dirubah. Al quran sejak diwahyukan sampai sekarang dan di dunia ini setelah manusia mengalami kematian. Meyakini akan
seterusnya sampai akhir zaman teksnya tidak ada yang hilang kebenarannya secara rasional adalah di luar batas kemampuan akal,
atau berubah walaupun satu kata atau satu huruf sekalipun. Al sebab itu bila kita teliti ayat – ayat al quran dan hadits – hadits nabi
quran dijamin kemurniannya oleh allah. saw setiap membicarakan tentang iman dan islam, maka
4) Dilihat dari sudut bahasa yang dipakai pada kitab – kitab penekanannya pada masalah iman kepada allah, tuhan yang maha esa
terdahulu maka bahasanya adalah bahasa yang telah mati sejak dan maha kuasa dan iman kepada hari akhirat. Memang kepercayaan
beberapa yang silam. Sebaliknya al quran bahasa yang dipakai terhadap hari akhirat sama halnya percaya adanya kehidupan kembali
adalah bahasa yang hidup, artinya bahasa yang tumbuh dan sesudah kehidupan di dunia ini.Dalam hubungan ini ada tiga
berkembang serta dipakai atau digunakan oleh berjuta – juta
pendapat, sebagaimana dikemukakan oleh Drs. Nasruddin Razak kembali setelah manusia mati. Sedangkan kelompok manusia yang
berikut : kedua mengakui adanya kehidupan baru kembali (reinkarnasi), tetapi
1) Kelompok manusia yang pola kepercayaannya menganggap tidak mempercayai adanya hari akhirat sebagai hari pembalasan
bahwa apabila manusia telah mati, maka sejarah hidupnya telah terhadap amal perbuatan manusia yang telah dilakukannya di dunia.
tamat pula. Tidak ada hidup sesudah mati. Paham ini adalah dari Selanjutnya kelompok manusia yang pola kepercayaannya mengakui
kaum atheis, yang disebut juga kamu mulhid atau adanya hari akhirat, adanya kehidupan lagi setelah manusia mati.
dahri.Keyakinan mereka ini bersumber dari ideology Ada dua permasalahan yang menjadi beban pikiran manusia, yaitu
materialisme yang menyatakan bahwa roh itu tidak ada, sebab pertama, apakah benar terjadinya hari kiamat dan adanya hari akhirat
itu apa yang dinamakan hidup hanyalah semata – mata di dunia ? kedua, apakah roh manusia yang telah mati akan kembali ke
ini saja, dan tidak ada kehidupan di alam lain. jasadnya yang telah hancur dan menjadi tulang belulang?Untuk
2) Kelompok manusia yang mempunyai pola kepercayaan menjawab kedua permasalahan tersebut yang menjadi dasar yang
bahwa apabila manusia mati, maka ia mengalami kehidupan baru paling esensial adalah “ iman kepada allah” sebagai pencipta dan
kembali ( reinkarnasi ) yaitu perubahan bentuk hidup sesuai tuhan yang maha kuasa. Apabila hal ini sudah diimani dan diyakini
dengan perilakunya pada waktu hidup di dunia. Apabila ia maka dengan sendirinya – mau tak mau – ia pasti beriman dan yakin
berperilaku yang jahat, maka perubahan bentuk kehidupan yang pula akan adanya hari akhirat, demikian pula tentang masalah
terjadi menjadi bentuk yang jahat / jelek, demikian pula ruh.Ditinjau dari segi hukum, hubungan antara ruh dengan jasad ada
sebaliknya. Karena itu pola kepercayaan ini tidak mempercayai 5 macam yaitu :
adanya pembalasan di akhirat berupa nikmat atau siksa. 1) Ketika di dalam janin, di perut ibu nya.
3) Kelompok manusia yang pola kepercayaannya mengakui 2) Setelah keluar ke dunia (lahir).
adanya hari akhirat sebagai kehidupan manusia yang terakhir 3) Di saat tidur, ruh itu lepas, tetapi juga masih bersambung.
dan sifatnya abadi. Hari akhirat adalah tumpuan tujuan akhir dari 4) Di dalam alam barzah (kubur), walaupun telah nyata terpisah,
seluruh perjalanan sejarah manusia sesudah manusia namun masih – sewaktu – waktu bisa juga berhubungan dalam
meninggalkan dunia yang fana ini. Dunia dalam bahasa arab 5)
artinya dekat atau dalam arti lain fana. Dengan demikian dunia 23 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
22 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
bentuk khusus, bukan dalam bentuk kehidupan tubuh itu
dengan segala isinya dan alam semesta ini akan hancur binasa kembali, sebelum hari kiamat ( berbangkit dari kubur );
pada saat yang telah ditentukan dan manusia dibangkitkan 6) Pada hari berbangkit dari kubur. ( jamaludin kafi. 1979. Hal.
kembali dari kematiannya untuk mempertanggungjawabkan 52).
seluruh amal perbuatannya selagi hidup di dunia di hadapan
tuhan yang maha kuasa. Keyakinan ini adalah kepercayaan dari Keimanan terhadap adanya hari akhirat ini dalam kaitan dan
seluruh nabi – nabi dan rasul – rasul yang menyampaikan agama hubungannya dengan masalah hukum adalah bahwa hukum yang
wahyu. telah diciptakan oleh allah dalam kehidupan di dunia ini untuk
manusia yang harus dilaksanakan dengan benar, baik dan adil. Tanpa
Dari uraian di atas kita jumpai adanya kelompok manusia yang pola adanya hari akhirat hukum tidak akan dapat ditegakkan secara adil
kepercayaannya tidak mengakui adanya tuhan dan adanya kehidupan dan benar sebab kecendrungan manusia memperturutkan hawa nafsu,
disamping godaan iblis dan syaithan. Di akhirat nanti allah akan berjalan pada sunnatullah itu.Didalam Al-Qur’an dapat kita lihat
mengadili dengan seadil – adilnya, tidak ada lagi yang beberapa ayat yang terjemahannya sebagai berikut :
disembunyikan, yang benar pasti benar dan yang salah pasti salah, 1) Sesungguhnya Kami ( Allah ) telah menjadikan
tidak ada lagi yang dinamakan kebijaksanaan dan factor – factor lain segala sesuatu menurut qadarnya ( aturan ). Q.S.Al-Qamar
yang dapat mempengaruhinya. Dengan demikian iman kepada hari ayat 49;
akhir memberikan motivasi yang positif dalam kehidupan manusia 2) Dan adalah segala urusan Allah itu menurut qadar
yang telah ditentukan. Q.S.Al-Ahzab ayat 38;
f. Beriman kepada Qadha dan Qadar 3) Allah telah menciptakan segala sesuatu, lalu Dia
Iman kepada Qadla dan Qadar adalah tonggak iman yang terakhir tentukan taqdirnya ( ketentuannya ). Q.S.Al-Furqan ayat
yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan keimanan – 2.
keimanan lainnya yang telah diuraikan terdahulu. Qadla dan Qadar
sering disebut dalam kehidupan sehari-hari dengan istolah “Taqdir”. Iman kepada “Taqdir” memberikan arti dan pemahaman dimana kita
Permasalahan ini seringkali membawa tergelincirnya orang kedalam wajib mempercayai segala sesuatu yang terjadi dialam semesta ini
aqidah aqidah yang tidak benar,sebab tidak didasari dengan iman dan dan dalam kehidupan manusia adalah menurut hukum, berdasarkan
ilmu yang benar. Karena itu perlu dipahami pengertian Qadla dan aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Dalam hubungannya
Qadar yang didasarkan kepada Al-Qur’an. Menurut wahyu Al- “Taqdir” dengan perilaku perbuatan manusia dikalangan para ahli
Qur’an, Qadla berarti : ilmu Kalam terjadi perbedaan pendapat dan pemahaman yang
1) Hukum, karena itu “Hakim” didalam Islam disebut selanjutnya melahirkan golongan atau aliran sebagai berikut :
“Qadli”, pengertian ini dilihat pada surah An-Nisa ayat 65; 1) Aliran Jabariyah – determinisme atau fatalism. Kelompok
2) Perintah, seperti yang tercantum pada surah Al-Isra’ aliran ini didirikan oleh Jaham bin Safwan, pada tahun ke-2
ayat 23; Hijriyah . golongan ini disebut juga golongan Jahamiyah.
3) Memberitakan, seperti yang djelaskan pada surat Aliran ini dinamakan aliran Jabariyah karena salah satu
Al_isra’ ayat 4; pendapatnya yang menyatakan bahwa perbuatan manusia
baik maupun buruk bukanlah atas kehendak dirinya
24 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 melainkan karena paksaan ( baca : Jabar ) dari Allah SWT.
Karena itu manusia tidak sedikitpun mempunyai kekuasaan
25 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
4) Menghendaki, seperti yang disebutkan pada surat Al-
Imran ayat 47;
5) Menjadikan, sebagaimana dijelaskan pada surah untuk memilih dan menentukan suatu perbuatan yang akan
Dishilat ayat 12. dilakukannya. Paham dari aliran ini bersumber dari ayat
Q.S.Ash Shaffat ayat 96 : “ Dan Allah yang menciptakan
Selanjutnya tentang pengertian “Qadar” adalah suatu peraturan umum kamu dan apa yang kamu perbuat.” Kemudian dikaitkan
yang telah diciptakan Allah SWT untuk menjadi dasar alam semesta dengan Q.S Al-Hadid ayat 22, yang artinya : “Tiada suatu
ini, dimana terdapat sebab dan akibat. Sudah menjadi Undang-undang bencanapun yang menimpa dibumi dan ( tidak pula ) pada
atau hokum alam, bahwa manusia merupakan bagian dari ala mini dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab ( Lauhil
Mahfuz ) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT.” Jadi menurut lebih senang menamakan kelompoknya dengan sebutan
paham ini bahwa nasib manusia itu telah ditetapkan oleh “Ahlul Hak” artinya kelompok yang benar atau penegak
Allah SWT, apakah manusia itu menjadi kaya atau miskin, kebenaran. Adapun doktrin aliran ini antara lain :
beriman atau kafir dan seterusnya, karena manusia tidak a)Allah tidak menjadikan perbuatan manusia, tetapi
memiliki kemampuan untuk menghindari atau berusaha makhluk lah yang berbuat. Karenanya bagi manusia
memperbaikinya. yang berbuat / beramal baik, pantas dan wajar
2) Aliran Qadariyah – aliran ini didirikan oleh “Ma’had Al memperoleh ganjaran atau imbalan, demikian pula
Jauhari” di Irak pada abad ke-1 Hijriyah. Nama aliran ini di sebaliknya.
ambil berdasarkan pengertian bahwa manusia mempunyai b) Manusia dengan kemampuan akalnya dapat
qudrat atau kekuasaan untuk berbuat sesuai dengan kehendak mengetahui baik dan buruk, walau tidak diberikan oleh
manusia itu sendiri. Paham dari aliran ini bahwa manusia Syara’. Golongan ini terkenal pula sebagai kelompok
dijadikan Allah SWT diberi potensi untuk berbuat dan Allah rasional, yaitu kelompok yang lebih banyak
SWT tidak ada pengaruhnya terhadap segala perbuatan mendayagunakan rasio ( akal ) didalam memahami
manusia. Manusia mempunyai kebebasan memilih dan ajarana agama;
berusaha serta kebebasan berpikir dan beramal. Apakah ia c)Allah SWT akan memenuhi janji-Nya baik berupa
akan menjadi orang kaya atau miskin, beriman atau kafir dan pahala mapun siksa. Bagi oran yang melakukan dosa
seterusnya, tergantung pada usaha masing-masiing manusia. besar tidak akan diampuni, kecuali dengan bertaubat.
Alas an atau dasar pemahaman aliran ini tercantum pada Q.S.
Ar Raddu ayat 11 yang artinya : “Seseungguhnya Allah tidak 4) Aliran Asy’ariyah ( Ahlu Sunnah Wal Jama’ah ) –
merubah nasib suatu kaum, sehingga mereka merubah aliran ini didirikan oleh “Abul Hasan Al Asy’arie” pada tahun
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Dampak dari 300 Hijriyah. Lahirnya aliran ini sebagai reaksi terhadap
paham ini adalah dapat mengakibatkan bagi manusia yang aliran ini sebagai reaksi terhadap aliran Mu’tazilah dan juga
belum kokoh dan kuat keimanannya merasa dapat melebihi meruakan jalan tengah dari paham Jabariyah dan Qadariyah.
kekuasaan Allah, kemutlakan kekuasaan Allah menjadi kabur Diantara pendapat dan paham dari aliran ini adalah :
dan pada gilirannya manusia menjadi sombong dan takabur,
26 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 27 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

merasa diri mempunyai kekuasaan, selanjutnya hokum Tuhan a)Perbuatan manusia tidak terlepas dari kekuasaan
tidak lagi di anggap sebagai aturan yang mutlak kebenaran Allah SWt;
dan kebaikannya. b) Allah SWT mempunyai sifat, seperti Maha
3) Aliran Mu’tazilah – aliran ini didirikan oleh seorang ulama Pengasih, Maha Penyayang dan sebagainya;
yang bernama “Abu Huzaifah Wasil bin Atha”. Dinamakan c)Manusia dituntut berusaha dan beikhtiar dan berdo’a
Mu’tazilah karena pendirinya memisahkan diri dari I’tazala kepada Allah SWT serta bertawakal kepadanya.
( sumber bahasa Arab yang artinya mengasingkan diri atau
memisahkan diri ) dari gurunya yang bernama “Hasan Al Dari paham ini adalah melahirkan sikap tidak sombong dan
Basri”, karena perbedaan pendapat. Kelompok ini sendiri takabbur dengan usaha yang telah dicapai namun tidak putus
asa apabila menemui kegagalan, karena demikian taqdir dari itu adalah Rasul Allah atau utusan Allah SWT. Pengakuan ini sebagai
Allah SWT. pengulangan dan penekanan kembali iman kepada Rasul yang telah
dituangkan didalam rukun iman. Dengan demikian hubungan antara
aqidah keimanan sangat erat korelasi dan hubungannya dengan ibadah,
sebab iman bukan hanya suatu pengakuan yang dilisankan, akan tetapi
B. Hubungan Aqidah ( Keimanan ) dengan Ibadah harus dimanifestasikan dalam bentuk amal ibadah dan perbuatan baik
Pada uraian terdahulu telah dikemukakan aspek-aspek didalam ajaran lainnya.
Islam itu terdiri dari aspek-aspek aqidah dan syari’ah. Aspek syari’ah
memuat tentang Ibadah dan Mua’malah. Begitu eratnya kaitan ini dan 1. Shalat
hubungan antara aqidah keimanan dengan ibadah khususnya tergambar Shalat adalah salah satu ibadah di antara ibadah – ibadah lainnya yang
pada rukun Islam. Demikian pula dengan aspek Mua’malat, sebab merupakan realisasi dari iman. Sebelum memahami tentang shalat
keimanan merupakan landasan dan dasar sangat fundamental dimana perlu diuraikan lebih dahulu pengertian ibadah, itu sendir. Kata
diatas dasar dan landasan tersebutlah ditegakkan pilar-pilar “Ibadah” diambil dari akar kata “Abdun” artinya hamba. Dari kata
Islam.Didalam rukun Islam tercakyp sekaligus antara aqidah keimanan tersebut kemudian menjadi ibadah yang artinya secara harfiah adalah :
dengan ibadah, terutama tentang ibadat pokok. Hal ini dapat dipahami, “Penghambaan diri”. Selanjutnya definisi Ibadah dirumuskan oleh
karena unsure atau rukun pertama dari rukun Islam itu adalah : Majelis Tarjih Muhammadiyah sebagai berikut :“ Ibadah ialah
“SYAHADATAIN” atau dua alimah syahadat. Kata Syahadatain berasal mendekatkan diri kepada Allah dengan mentaati segala perintahnya,
dari akar kata : “SYAHADAH” yang berarti “naik saksi, menjauhi segala larangannya dan mengamalkan segala yang di
mengaku,sumpah” – Muhammad Idris Abdurrauf Al Marbawy,h.368. jadi izinkannya.” Badah itu ada yang umum dan ada yang khusus. Ibadah
syahadatain artinya dua kesaksian atau dua pengakuan atau dua sumpah. Umum adalah segala amalan yang diizinkan Allah, misalnya bertani,
Kesaksian yang pertama adalah pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain berdagang dan sebagainya. Sedangkan ibadah khusus adalah suatu
Allah SWT dan kesaksian yang kedua adalah pengakuan Muhammad itu ibadah yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya akan perinciannya,
adalah rasul/utusan Allah SWT. Dua pengakuan ini harus diucapkan bagi tingkat dan cara yang tertentu, seperti Shalat,Puasa,Zakat. Atas dasar
setiap orang yang akan menyatakan dirinya sebagai muslim. Kalimat yang 29 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
28 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
inilah, maka shalat,zakat,puasa sering disebut sebagai ibadah pokok
pertama mengandung pernyataan dan pengakuan bahwa tidak ada Tuhan atau khusus.Sahalat menurut bahasa Arab berarti “do’a” dan menurut
selain Allah SWT mengandung aqidah keimanan kepada Allah SWT – istilah adalah suatu sistem ibadah yang tersusun dari beberapa
Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta dan Maha Sempurna. Kalimat perkataan dan laku perbatan dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan
yang berbunyi : “LAILAHAILLALLAH”, yang artinya tidak ada Tuhan salam, berdasarkan atas syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu.
selain Allah, merupakan pernyataan dan pengakuan terhadap ke-Esaan Hukumnya adalah fardlu ‘Ain bagi setiap muslim yang telah dewasa,
Allah, bahwa Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Awal dari kalimat itu dilaksanakan 5 kali sehari semalam. Shalat tersebut dnamakan shalat
dimulai dengan : ‘LAILAHA’, artinya tidak ada Tuhan, maksudnya tidak fardlu. Adapun shalat fardlu tersebut adalah :
ada Tuhan baik dalam bentuk benda atau dibendakan. Dengan kata lain a. Shalat Subuh – terdiri dari dua raka’at waktu pelaksanaannya
bahwa benda atau sesuatu yang dibendakan adalah : “BUKAN TUHAN”. sejak terbit fajar kedua hingga terbit matahari;
Kemudian Syahadah yang kedua adalah pengakuan bahwa Muhammad
b. Shalat Dhuhur – terdiri dari empat rakaat, waktu Shalat Fardlu Kifayah seperti shalat jenazah. Adapun macam – macam
pelaksanaannyadimulai dari setelah condongnya matahari dari shalat sunnat itu adalah :
pertengahan langit sampai pada waktu dimana baying-bayang a. Shalat sunnat Rawatib, yaitu shalat sunnat yang dikerjakan
suatu tonggak telah sama dengan panjangnya; sebelum shalat wajib lima waktu, yaitu :
c. Shalat ‘Ashar – terdiri dari empat rakaat dimulai ketika waktu 1) Shalat sunnat dua rakaat sebelum melaksanakan
dhuhur berakhir sampi terbenam matahari; shalat subuh;
d. Shalat Magrib – terdiri atas tiga rakaat waktunya dimulai 2) Shalat sunnat dua rakaat sebelum dan sesudah
sejak terbenam matahari hingga hilangnya teja merah; dhuhur;
e. Shalat Isya’ – terdiri dari empat rakaat dimulai sejak 3) Shalat sunnat dua rakaat sesudah shalat magrib
hilangnya teja merah sampai terbit fajar kedua. 4) Shalat sunnat dua rakaat sesudah shalat isya’
b. Shalat sunnat dhuha, dikerjakan sekitar waktu pagi hari sejak
Kewajiban secara tegas diperintahkan Allah SWt kepada setiap muslim matahari naik sepenggalan sampai tergelincirnya matahari;
laki-laki dan perempuan yang dewasa yang dituangkan didalam c. Shalat sunnat Tahajud, dikerjakan tengah malam;
Alqur’an. Sedangkan rincian pelaksanaan dan tata caranya dijelaskan d. Shalat sunnat Witir, shalat sunnat yang dikerjakan sesudah shalat
oleh Rasulullah SAW dengan sunnahnya kepada generasi umat Islam Isya’ yang jumlah rakaatnya ganjil , seperti satu rakaat, tiga
yang pertama. Kemudian diwariskan dari generasi kegenenari rakaat dan seterusnya;
berikutnya tanpa mengalami perubahan sampai saat sekarang ini dan e. Shalat sunnat dua hari raya , yaitu hari raya idul fitri 1 syawal
sampai akhir zaman. Apabila kita perhatikan dengan seksama bahwa setelah mengakhiri puasa Ramadhan dan shalat sunnat idul adha
waktu pelaksanaan shalat lima waktu tersebut seperti dikemukkan tanggal 10 Dzulhijjah yang lazim disebut Hari Raya Qurban;
diatas yang tidak disebutkan secara rinci waktu/jam pukul berapa f. Shalat sunnat Gerhana Matahari dan Bulan;
dimulai dan berakhirnya , menunjukkan shalat lima waktu itu sesuai g. Shalat sunnat Istisqa untuk meminta hujan;
dengan waktu-waktu dan keadaan setempat. Dengan h. Shalat sunnat Istikharah, yaitu shalat sunnat yang dikerjakan
demikian,ditetapkannya waktu pelaksanaan shalat lima waktu dengan untuk minta petunjuk kepada Allah SWT terhadap suatu pilihan;
30 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
31 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
mendasarkan patokan pada peredaran matahari merupakan aturan
umum atau hokum yang bersifat umum.Disamping itu bagi setiap i. Shalat sunnat Musafir, yaitu shalat sunnat yang dikerjakan saat
orang yang beriman diwajibkan pula pelaksanaan shalat Jum’at akan bepergian jauh;
seminggu sekali. Shalat Jum’at terdiri dari dua rakaat yang diawali j. Shalat sunnat Tarawih, yaitu shalat sunnat yang dikerjakan malam
dengan dua khotbah yang berisi tentang nasehat – nasehat agama baik bulan Ramadhan sesudah shalat Isya’.
yang berhubungan dengan masalah aqidah keimanan, ibadah didalam Adapun fungsi shalat sebagaimana dijelaskan didalam Al-Qur’an
upaya mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT antara lain adalah :
maupun nasehat yang berisi tentang motivasi datau dorongan yang a. Mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar;
berkaitan dengan masalah ekonomi, social budaya dan aspek-aspek b. Untuk mengingat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
kehidupan lainnya. Dilihat dari sudut Hukum Ibadah itu ada
dinamakan shalat fardlu ( wajib ), Fardlu Kifayah dan shalat sunnat.
Apabila kita perhatikan betapa banyaknya ragam shalat di dalam a. Shalat dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, seperti
Islam disbanding dengan ibadah-ibadah lainnya, maka menunjukkan dengan cara duduk dan kalau juga tidak mampu dapat dikerjakan
bahwa ibadah shalat lebih menonjol dan diutamakan dari ibadah dengan cara berbaring. Cara pelaksanaan yang demikian tentu
lainnya. Hal ini dapat dipahami bila orang mau mengkaji dan bagi orang yang sakit.
menelitinya, bahwa ibadah shalat bukan sekadar hubungan seorang b. Dijamak atau dikumpulkan waktunya didalam melaksanakan,
hamba dengan khaliknya dalam rangka pengabdian, akan tetapi ia seperti shalat dhuhur dengan shalat ‘ashar, magrib dengan isya’.
banyak mengandung pendidikan dan pengajaran kepada pelakunya, Dan boleh dilaksanakan diwaktu dhuhur ( jamak taqdim ) dan
apabila ibadah shalat itu dipahami, dihayati dan dilaksanakan dengan boleh pula sebaliknya, yaitu shalat dhuhur dikerjakan pada waktu
benar dan baik menurut tuntunan Rasulullah SAW yang sahih. ashar, demikian pula shalat magrib dan isya’.
c. Meringkas atau memendekkan shalat ( mengqashar ), yaitu
Penekanan di aas akan keutamaan ibadah shalat dinyatakan oleh shalat empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat, seperti shalat
Allah SWT dengan firman-firman-Nya yang tertuang didalam Al- dhuhur , ashar dan isya’. Disamping diringkas / dipendekkan juga
Qur’an maupun berdasarkan pada Sunnah / Hadits Nabi Muhammad dapat di jamak. Cara kedua dan ketiga tersebut di atas dilakukan
SAW, antara lain : bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan jauh.
a. Shalat merupakan ciri penting dari orang yang taqwa ( Q.S. Dengan adanya keringanan tersebut, maka tidak ada alasan untuk
Al-Baqarah ayat 3 ); tidak melaksanakannya, sebab telah diberikan kemudahan-
b. Shalat merupakan ibadah universal yang telah diwajibkan kemudahan. Sempurnanya ibadah shalat di samping harus sesuai
hukumnya kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW; denga aturan juga dalam pelaksanaannya harus dilandasi dengan :
c. Shalat merupakan ibadah yang pertama kepada Nabi a. Ikhlas, yaitu shalat dilaksanakan hanya semata-mata karena
Muhammad SAW dan umat-Nya ( peristiwa Isra’ dan Mi’raj ); Allah SWT untuk mendapatkan ridha dan rahmat Allah;
d. Shalat merupakan wasiat yang terakhir Nabi Muhammad b. Khusyu, yaitu pelaksanaannya dengan sungguh-sungguh dan
SAW kepada umat-Nya; konsentrasi hanya ingat kepada Allah melalui pemahaman dan
e. Shalat adalah ibadah yang pertama dan utama penghayatan makna yang terkandung didalam bacaan shalat;
dipertanggungjawabkan pada hari Kiamat nanti.
33 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
32 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
c. Dilaksanakan di awal waktu dan lebih diutamakan dengan
Mengingat amat pentingnya kedudukan shalat bagi setiap Muslim berjama’ah di Masjid atau Mushalla.
didalam hidup dan kehidupan didunia ini sebagai amal ibadah yang
utama, maka kewajiban tersebut tidak boleh ditinggalkan atau Didalam ibadah shalat terkandung nilai pendidikan yang amat tinggi
dilalaikan meskipun dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan jauh ( baik terhadap diri sipelaku sendiri maupun terhadap masyarakat dan
musafir ). Namun demikian Allah SWT memberikan aturan – aturan umat manusia secara keseluruhan.
yang meringankan ( rukhsah ), sehingga shalat itu tetap dapat Adapun nilai-nilai yang terkandung didalam shalat antara lain :
dilaksanakan. Keringanan didalam pelaksanaan shalat wajib lima a. Dengan shalat akan mendidik jiwa selalu taqarrb kepada
waktu tersebut antara lain, adalah : Allah sebagai Dzat Yang Maha Pencipta sehingga keimanan akan
bertambah. Dalam kaitan dengan masalah “hokum”, maka orang
yang dekat dengan Allah ia tidak akan berani melanggar segala Dalam kehidupan sehari-hari tergambar lah orang yang shalat itu,
aturan dan hokum yang telah ditetapkan-Nya. Dengan demikian tetib dirumh, tertib dimasyarakat, tertib dijalan dan lainnya
akan terciptalah ketertiban dan keteraturan didalam kehidupan f. Karena itu ibadah shalat merupakan tolak ukur bagi amal
manusia dimuka bumi ini. Dan selanjutnya terwujudlah perbuatan yang lainnya, yaitu apabila ibadah shalatnya baik dan
masyarakat yang adil dan makmur dan masyarakat yang makmur sempurna , sehingga membuahkan hasil seperti tersebut diatas
berkeadilan. maka amal yang lainnya pun akan baik dan sempurna pula.
b. Dengan melalui ibadah shalat akan mendidik jiwa yang suci
dan bersih. Nilai ini merupakan bias dari keabsahan shalat dimana Akan tetapi sebaliknya apabila ibadah shalatnya tidak benar maka
setiap orang yang melaksanakannya dituntut suci dan bersih niat amal perbuatan maupun pekerjaannya yang lain pun tidak benar, tidak
hanya semata mengharapkan ridha Allah SWT. Efek positifnya baik dan tidak sempurna pula. Begitu penting dan pokoknya ibadah
didalam penegakan hokum adalah bahwa didalam penerapan shalat ini, sehingga Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada
hukum dilandasi dengan niat yang bersih atau ikhlas tanpa pamrih orang tua untuk mendidik dan mengajarkan shalat terhadap anak-
dan anti suap dan sogok. anaknya setelah mereka berumur tujuh tahun. Dan jika anak-anak itu
c. Dengan melalui ibadah shalat mendidik sikap benar dan jujur. telah berusia 10 tahun namun mereka tidak mau melaksanakan shalat,
Sebab shalat yang sah dan sempurna adalah shalat yang maka Nabi SAW meperkenankan kepada orang tua untuk
dilaksanakan dengan benar dan jujur sebagaimana yang telah memukulnya. Meskipun demikian, ada beberapa kelompok atau orang
dilaksanakan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan tertentu yang hukumnya tidak boleh bahkan haram jika dilaksanakan.
diserapnya nilai ini, maka hukum itu akan dilaksanakan dengan Adapu orang-orang tersebut adalah :
benar dan jujur pula a. Perempuan yang sedang haid atau dating bulan;
d. Dengan melalui ibadah shalat akan diperoleh nilai pendidikan b. Perempuan yang habis melahirkan atau dalam keadaan nifas;
tentang kedisiplinan. Nilai ini diperoleh dari bias atau penyerapan c. Orang-orang yang tidak waras akalnya atau gila;
dari waktu pelaksanaan shalat yang telah ditetapkan. Nabi SAW d. Orang yang sudah tua ( uzur ) yang daya ingatnya tidak kuat
dalam sebuah sabdanya menyatakan yanga artinya “Amal yang lagi.
34 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
35 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
sangat dicintai Allah adalah melaksanakan shalat tepat pada
waktunya.” Dan sebaliknya orang yang melalaikan waktu shalat Selain dari ketiga kelompok diatas , Haram pula hukumnya dan diberi
diancam dengan sanksi neraka Wail sebagaimana diterangkan sanksi dosa bagi setiap muslim yang meninggalkan shalat dengan
dalam Q.S. Al-Ma’un ayat 4 dan 5. Dengan dilaksanakannya sengaja, kecuali lupa atau tertidur dengan lelap sehingga tidak
shalat tepat waktu maka akan membentuk diri menjadi orang mendengar seruan adzan. Demikian pula bagi yang tertidur, disaat ia
yang disiplin terhadap waktu, dan ini merupakn salah satu kunci bangun maka wajib baginya untuk segera melaksnakannya.
keberhasilan atau kesuksesan. Selain dari waktu – waktu shalat yang telah ditetapkan kewajiban
e. Dengan melalui shalat akan membentuk diri menjadi orang untuk melaksanakannya, juga ditentukan waktu-waktu yang terlarang
yang tertib, sebab shalat wajib dilaksanakan dengan tertib sesuai mengerjakan shalat. Waktu-waktu tersebut adalah :
dengan ketentuan yang telah digariskan oleh Rasulullah SAW. a. Waktu sesudah shalat subuh sampai terbit matahari;
b. Waktu sesudah shalat ‘ashar sampai terbenam matahari;
c. Tatkala tengah hari selain hari Jum’at; bukan karena keadaannya mendatangkan bahaya pada badan atau akal.
d. Tatkala hamper terbenam matahari sampai saat terbenamnya; Benda – benda yang termasuk najis adalah :
e. Tatkala terbit matahari sampai matahari telah naik setinggi a. Bangkai binatang darat yang berdarah selain mayat manusia.
tombak ( sekitar pukul 08.00 – 09.00 ) – H.Sulaiman Sedangkan bangkai binatang laut, sungai dan bangkai binatang
Rasyidi,1955. Hal.153-154 ). darat yang tidak berdarah seperti ikan, belalang semuanya suci.
Betapa besar hikmah dan tingginya nilai ibadah shalat yang b. Semua minuman yang memabukkan;
dengannya membawa dan mendatangkan kebahagiaan serta c. Darah,nanah,selain hati dan limpa, juga darah yang
keberuntungan bagi manusia didalam kehidupan baik dunia maupun ketinggalan dalam daging binatang yang sudah disembelih.
akhirat nanti. d. Anjing dan Babi.
e. Air seni dan sekalian benda cair yang keluar dari tempat
2. Thaharah ( Bersuci ) pembuangan air besar maupun kecil makhluk hidup kecuali air
Thaharah atau bersuci sangat erat kaitan dan hubungannya dengan mani ( spema ) manusia.
shalat. Sebab Thaharah merupakan slaah satu syarat sahnya shalat.
Disamping itu thaharah atau bersuci adalah suatu kewajiban yang Adapun benda cair yang keluar dari genetalia manusia ialah darah
wajib dilaksanakan oleh umat Islam, sebab kebersihan/kesucian pada haid, darah nifas atau akibat keluar oleh penyakit tertentu. Beberapa
umumnya adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul- makanan dan minuman yang najis menurut Hukum Islam pada
Nya kepada seluruh umat. Apabila kita teliti dengan cermat dari umumnya adalah makanan dan minuman yang dapat menyebabkan
seluruh peraturan Islam, maka kebersihan adalah dasar dan sendi yang timbulnya penyakit tertentu yang membahayakan bagi manusia.
harus dijiwai oleh umat Islam. Dalam hubungan ini dapat Sedangkan air seni, darah dan nanah termasuk benda tercemar dan
dikemukakan antara lain kebersihan/kesucian jiwa, fisik, rumah tangga menurut ilmu kesehatan benda – benda tersebut merupakan sumber
, pekarangan, halaman,lingkungan , pakaian, kesucian berpikir dan penyakit. Apabila benda- benda tersebut terkena manusia atau
bertingkah laku.Kesemuanya itu merupakan sari pati dari pengertian dipergunakan maka benda- benda tersebut menjadi najis. Benda atau
thaharah atau bersuci yang berarti menjauhi segala yang kotor dan barang yang terkena najis wajib disucikan menurut aturan hukum
36 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 37 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

tercemar untuk mendapatkan kebersihan dan kesucian dalam segala Islam. Dalam hubungan ini ada yang disebut Thaharah ‘Ainiyah dan
bidang kehidupan ( Ahmad Razali, hal.31 ). Banyak ayat-ayat Al- Thaharah Hukmiyah. Penyucian terhadap benda-benda tersebut diatas
Qur’an yang menerangkan dan menjelaskan tentang thaharah, antara disebut thaharah ‘Ainiyah. Sedangkan penyucian terhadap anggota
lain pada ayat Q.S.Al-Baqarah ayat 222, yang artinya : “ sesungguhnya badan tertentu dan ditentukan penyuciannya menurut hukum, baik
Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan ia mencintai orang- bagian tercemar atau tidak disebut penyucian hukmiyah, seperti
orang yang suci ( bersih )”.Ad.1. Ahmad Ramli dalam kutipannya pada dilakukan dengan cara berwudhu.Selain dari terkena kecemaran najis,
Kitab Fathul Qarib menyebutkan bahwa najis adalah tiap-tiap sesuatu hukum Islam menentukan pula dua keadaan dalam kecemaran, yaitu
yang pada umumnya terlarang mempergunakannya dengan sengaja yang dinamakan : “Hadats Besar dan Hadats Kecil”. Hadats besar
sedang kita dengan mudah mengenalnya, terlarang bukan karena juga biasa disebut dengan istilah “Janabah” dan ini disebabkan oleh
sifatnya terlarang, juga bukan karena mendatangkan jijik dan juga beberapa hal, yaitu :
a. Bersetubuh ( jima’);
b. Keluar sperma ( air mani ) baik disengaja atau karena mimpi; kencing bayi yang belum makan dari makanan seperti orang
c. Beberapa hal yang menyangkut kehidupan wanita seperti haid dewasa.Sedangkan Najis Mutawasitah menurut H.Sulaiman Rasyidi
dan nifas; dibagi menjadi 2 macam, yaitu Najis Hukmiyah dan Najis ‘Ainiyah.
d. Meninggal dunia. Adapu Najis Hukmiyah, yaitu najis yang diyakini adanya tetapi tidak
kelihatan wujudnya, baunya, warnanya, dan rasanya. Misalnya air
Setiap muslim yang dalam keadaan hadats besar maka mereka kencing yang sudah kering sehingga sifatnya telah hilang. Cara
dilarang melakukan perbuatan ibadah tertentu seperti shalat,berpuasa. mensucikannya adalah dengan mengalirkan air di atas benda yang
Adapn cara penyucian bagi mereka yang dalam keadaan janabah kena najis itu. Najis ‘Ainiyah adalah najis yang masih ada bentuk
adalah dengancara mandi yang biasa disebut mandi wajib. Hadats wujudnya, warnanya, rasanya, baunya. Cara membersihkannya adalah
Kecil adalah hadats selain dari keadaan seperti hadats besar, misalnya dengan menghilangkan rupa, warna dan baunya dengan air hingga
buang air kecil, menyentuh telapak tangan di kelamin. Cara hilang. Akhir dari pembahasan thaharah ini dalam kaitan dan
mensucikannya adalah dengan berwudhu atau Tayamum. Setiap hubungannya dengan hukum Islam adalah bahwa thaharah tidak
orang yang dalam keadaan berhadats kecil dilarang melakukan hal-hal hanya bersuci dalam arti secara harfiah dan lahiriyah, tetapi
tertentu seperti shalat dan Tawaf. Didalam hokum Islam lat yang mengandung makna memberikan didikan kepada setiap muslim agar
digunakan untuk bersuci atau membersihkan adalah dengan menjadi orang yang suci dan bersih, tidak saja lahir badaniyah juga
mempergunakan air karena sakit atau hal lain dapat menggunakan bersih dan suci hati batiniyahnya, sehingga bersih dan suci pulalah
debu bersih. Cara penyucian ini disebut “Tayamum”.Para Fuqaha perbuatannya, tindakan maupun perkataan sesuai dengan aturan
membagi air itu bermacam-macam, yaitu : air suci dan mensucikan, hukum yang ditetapkan Allah SWT.
air yang suci tapi tidak mensucikan, air najis. Selanjutnya mereka 3. Zakat
juga membagi tentang Najis menjadi tiga macam, yaitu : Najis Zakat adalah ibadah yang kedua diwajibkan bagi setiap muslim setelah
Mughalazzah, Mukhafafah, Mutawasitah. Cara mensucikan ketiga ibadah shalat. Perintah Allah SWT kepada umat Islam yang memenuhi
macam najis adalah seperti mensucikan dari najis mughalazah dengan 39 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
38 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
syarat untuk membayar zakat dapat kita lihat pada Q.S. An-Nisa ayat
dibasuh/disiram dengan air sebanyak 7 kali dan 1 kali diantaranya 77, yang artinya : “dirikanlah shalat dan bayarkanlah zakat hartamu”.
dengan mempergunakan tanah. Mengapa dengan tanah dan bukan Serta sebagaimana dalam Q.S. At-Taubah ayat 103 yang artinya : “
dengan alat lain seperti sabun dan sebagainya, jawabannya bahwa Ambillah dari harta mereka sedekah ( zakat ) untuk membersihkan dan
hasil penelitian dari ITB berkesimpulan bahwa tanah terdapat satu menghapuskan kesalahan mereka.”Zakat dilihat dari sudut bahasa/
unsur kimia yang dapat melarutkan najis tersebut, sedangkan dengan secara harfiah berarti suci,subur, bertambah dan membersihkan /
sabun ternyata tidak menghilangkan melarutkan najis tersebut. Najis mensucikan. Dari segi ini maka orang yang berzakat akan mensucikan
mughalazah seperti air liur anjing dan babi. Disamping itu ketetapan dirinya dan perasaan takabur atau sombong dan rasa ria karena banyak
hukum yang telah digariskan Allah merupakan ketentanyang harus mempunyai harta . dan demikian pula bagi orang yang mengeluarkan
dilaksanakan, karena tidak semua aturan yang ditetapkan Allah dapat zakat dari hartanya, maka hartanya akan bertambah dan meningkat dan
dipikirkan secara rasional.Selanjutnya tentang Najis Mukhafafah sebaliknya tidak berkurang. Selanjutnya bagi orang yang berzakat
( najis ringan ) cara mensucikan diri dari najis ini cukup dengan berarti ia membersihkan hartanya dari tercampurnya dengan hak orang
memercikkan air diatas benda yang terkena najis tersebut dari air lain, yaitu hak fakir miskin dan hak orang lainnya. Menurut istilah
zakat ialah memberikan sebagian harta tertentu yang wajib diberikan dikatakan sebagai zakat produktif sebab zakat tersebut tidak hanya
kepada orang – orang tertentu yang wajib diberikan dengan syarat- dikonsumsi akan tetapi dengan zakat tersebut dapat merubah keadaan
syarat tertentu semata – mata melaksanakan perintah Allah SWT. fakir miskin. Hal ini dapat dipahami bahwa tujuan dari zakat adalah
Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga dan hukumnya wajib, mengurangi atau mempekecil kefakiran dan kemiskinan baik dari segi
namun tidak semua orang Islam yang terkena kewajiban tersebut. harta maupun ilmu. Fakir atau miskin bukan semata-mata disandarkan
Syarat orang Islam yang diwajibkan membayar zakat : kepada nasib atau takdir, tetapi juga disebabkan tidak mempunyai
a. Merdeka, sebaliknya bukan budak hamba/hamba sahaya; modal ilmu pengetahuan dan dikarenakan tidak mampu untuk
b. Memiliki harta sepenuhnya; sekolah. Apabila zakat harta khususnya belum berfungsi sesuai
c. Hartanya cukup sampai nisab, artiya sampai pada jumlah dengan maksud dan tujuan maka kesenjangan social antara si miskin
tertentu; dan kaya semakin tajam dan tidak mustahil akan muncul tindakan
d. Sampai waktunya satu tahun dan untuk hasil pertanian pada yang mengarah kepada kejahatan, seperti pencurian,perampokan dan
saat panen. sebagainya.Itulah sebabnya Allah memerintahkan zakat itu diambil
dari para orang kaya dan tidak menunggu mereka menyerahkannya.
Sedangkan orang yang berhk menerima zakat ada 8 golongan Samakah zakat dengan pajak? Zakat tidk dapat disamakan dengan
( asnaf ), yaitu : fakir,orang miskin,muallaf,orang yang pajak ( rafadah ), sebab terdapat perbedaan keduanya,yaitu :
berutang,sabilillah,hamba sahaya,orang yang terputus dalam a. Zakat adalah kewajiban bagi kaum muslimin yang memenuhi
perjalanan dan amil.Dilihat dari segi fungsinya zakat itu ada 2 persyaratan, sedangkan pajak adalah kewajiban bagi setiap warga
macam, yaitu zakat fitrah dan zakat harta. Zakat fitrah adalah zakat Negara baik ia beragama Islam atau yang bukan Islam;
yang wajib dibayar oleh setiap muslim sekali dalam setahun, yaitu
pada saat akhir puasa Ramadhan. Pembayaran zakat ini berupa bahan
makanan pokok seperti beras,gandum,jagung,sagu dan sejenisnya 41 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
40 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
b. Pembayaran zakat didasarkan alas an keagamaan, yaitu
atau dapat juga diganti dengan nilai uang seharga ketaatan terhadap perintah Allah sedangkan pajak pembayarannya
beras/gandum/sagu/jagung kurang lebih dua setengah kilogram. didasarkan pertimbangan matrial dan keuangan suatu egara;
Sedangkan zakat harta jumlah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya c. Pembayaran zakat tidak ada hubungannya dengan kebutuhan
sebesar 85 Kg ( keputusan Tarjih Muhammadiyah). Dan apabila uang, sedang pajak ada hubungannya dengan kebutuhan uang
ditinjau dari segi sifatnya, maka zakat itu dapat diklasifikasikan suatu Negara;
menjadi dua, yaitu zakat yang bersifat konsumtif dan zakat yang d. Jumlah zakat yang harus dibayar sudah tertentu dan tidak
bersifat produktif. Zakat yang bersifat konsumtif adalah zakat fitrah, dapat dirubah, sedang jumlah pajak yang harus dibayar dapat
sedangkan zakat produktif adalah zakat maal atau zakat harta. Zakat berubah tergantung kepada kebutuhan keuangan ekonomi Negara.
fitrah dikatakan sebagai zakat yang bersifat konsumtif karena 4. Puasa
diberikan kepada fakir dan miskin menjelang hari raya idul fitri Secara harfiah puasa berarti menahan diri dari sesuatu sedangkan
digunakan sebagai bahan konsumsi mereka dalam rangka menolong menurut istilah puasa adalah menahan diri tidak makan dan tidak
dan menggembirakan mereka sehingga sama dapat ikut melaksanakan minum serta berkumpulnya suami isteri yang dimulai sejak terbit fajar
shalat idul fitri demi syiarnya agama Islam. Adapun zakat maal sampai tenggelamnya matahari dengan mengharap keridhaan Allah
semata-mata.Kewajiban berpuasa bagi setiap muslim yang memenuhi Batalnya puasa seseorang disamping melakukan pelanggaran terhadap
persyaratan berdasarkan perintah Allah SWT dalam Q.S.Al-Baqarah aturan seperti tersebut diatas, juga karena mengeluarkan sperma
ayat 183, yang artinya sebagai berikut : “Hai orang-orang yangberiman dengan sengaja, haid, atau nifas,gila serta muntah dengan sengaja.
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas Hal-hal yang disunnatkan bagi orang yang berpuasa adalah seperti
umat – umat terdahulu dari pada kamu supaya kamu makan sahur, yaitu makan pada waktu dini hari sebelum fajar. Dilihat
bertaqwa”.Berdasarkan ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa dari sudut hukum, puasa itu ada yang wajib, sunnat dan diharamkan
tujuan akhir dari ibadah puasa adalah “Taqwa”. Dan taqwa inilah atau dimakruhkan pada hari dan keadaan yang ditetapkan. Adapun
sebai-baiknya bekal untuk kehidpan duniawi maupun akhirat. hikmah puasa itu adalah :
Kewajiban puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan a. Melatih kedisiplinan jiwa;
mampu melaksanakannya dalam pengertian dewasa, berakal sehat dan b. Melatih diri untuk dapat mengendalikan hawa nafsu;
sehat jasmani. Meskipun demikian ada keringanan hukum ( rukhsah ) c. Melatih diri sabar dan tabah didalam menahan haus dan lapar
yang diberikan kepada orang-orang tertentu untuk tidak berpuasa, serta hal-hal yang terlarang dilakukan bagi orang yang berpuasa ,
seperti orang yang sakit,musafir,orang yang kerja berat,perempuan sehingga nantinya mempunyai sikap mental baja yang mampu
yang hamil tua atau sedang menyusui dan orang yang sudah sangat tua menghadapi seala macam ujian ;
sekali.Bagi mereka-mereka tersebut ada kewajiban untuk membayar d. Menanamkan rasa dan jiwa sosial yang lebih besar pada diri
puasa diluar bulan ramadhan, seperti orang sedang sakit. Dan sebagian umat Islam;
dari ereka cukup membayar fidyah yaitu member makan kepada fakir e. Menanamkan keimanan kepada Allah sehingga menjadi
miskin tiap hari sebanyak satu mut ( kurang lebih 6 ons ), seperti orang orang yang benar-benar bertaqwa kepada-Nya.
yang sedang sakit tidak mungkin sembuh dan orang yang sudah tua 43 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
42 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Dengan tertanamnya sikap mental seperti tersebut diatas sebagai buah
sekali.Keringanan hukum yang diberikan Allah tersebut adalah dan hasil didikan puasa, maka pelaksanaan dan penerapan hukum
merupakan adanya kesempurnaan nikmat Allah SWT epada hambanya dalam arti luas dapat ditegakkan dengan sebenarnya, sehingga
yang menunjukkan pengertian bahwa ajaran Islam itu mudah keadilan itu betul-betul dapat dirasakan oleh semua pihak.
dilaksanakan dan tidak memberatkan. Orang-orang yang tidak
diwajibkan puasa adalah seperti anak-anak,orang yang sedang sakit 5. Haji
dan tidak mungkin diharapkan lagi kesembuhannya, wanita yang Ibadah Haji merupakan rukun Islam yang Kelima dan terakhir. Ia
sedang hamil tua, wanita yang habis melahirkan dan orang yang merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah mempunyai
sedang bepergian jauh ( musafir ). Peraturan yang harus dilaksanakan kemampuan atau syarat-syarat tertentu yang dilaksanan sekali selama
bagi orang yang berpuasa sehingga puasanya menjadi sah adalah : hidup. Yang dimaksud ibadah haji adalah mengunjungi baitullah di
a. Harus disertai dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT; Makkah untuk melaksanakan beberapa amal ibadah dengan syarat –
b. Meninggalkan makan dan minum dan jima’ suami isteri sejak syarat tertentu. Syarat-syarat stersebut adalah :
terbit fajar sampai tenggelamnya matahari; a. Dewasa dan berakal sehat;
c. Meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan b. Mempunyai kemampuan dana/biaya;
puasa. c. Sehat jasmani;
d. Aman dalam perjalanan;
e. Bagi perempuan sebaiknya disertai dengan suami atau
muhrimnya.

Dasar hukum diwajibkannya ibadah haji bagi umat Islam adalah


berdasarkan firman Allah SWT dalam Q.S.Al-Imran ayat 97 yang
artinya : “Allah mewajibkan haji ke baitullah ( Ka’bah) bagi semua
manusia yang mampu pergi kesana”. Dan dalam Q.S.Al-Baqarah ayat
196 yang artinya : “dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah
karena Allah,jika kamu terhalang kaarena sakit, maka sembelihlah
korban yang mudah didapat”.Pada firman Allah tersebut diatas umat
Islam selain ibadah haji juga diwajibkan umrah. Ibadah umrah ini
dapat dilaksanakan bersama-sama dengan ibadah haji dan juga dapat
dilakukan secara terpisah diluar bulan haji.Diantara hikmah yang
terkandung didalam ibadah haji adalah menanamkan rasa
persaudaraan secara internasional bagi umat Islam, menanamkan
ketabahan dan kesabaran , menumbuhkan jiwa tauhid yang tinggi dan
45 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
mengajarkan sejarah khususnya sejarah perjuangan Nabi Muhammad
44 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

BAB II
SAW dan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.Melalui ibadah haji
Islam mengajarkan dan mendidik umatnya menjadi manusia yang SYARIAH DAN FIQIH
penuh dinamika, luas pengetahuan dan pengalaman. Disamping itu
dengan persyaratan “istata’a” ( mempunyai kemampuan), maka
secara tidak langsung Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk A. Pengertian Syariah dan Fiqih
tumbuh menjadi manusia yang kuat baik materill maupun sprituil. Pada mulanya para ahli berpendapat bahwa pengertian syariah dan Fiqih
itu adalah sama, yaitu paham tentang ajaran Islam secara keseluruhan.
Pendapat ini dalam perkembangan selanjutnya mengalami perubahan,
dimana akhirnya mereka memberikan pengertian yang berbeda antara
syariah dan fiqih.
Syari’ah /syara’, menurut bahasa berarti jalan raya atau undang-undang.
Dalam istilah ialah suatu peraturan yang diwajibkan Allah SWT kepada
hamba-Nya berupa hukum-hukum yang didatangkan melalui perantaraan
Rasul-rasul-Nya, baik berupa aqidah ( ketauhidan),ibadah
( penyembahan) maupun yang berhubungan dengan bidang Muamalah
( hubungan antar sesama ). Ada yang membagi syariah itu menajdi tiga
segi istilah, yaitu :
1. Bagian yang bertalian dengan aqidah; shalat wajib lima waktu. Oleh karena itu orang tidak bebas
2. Bagian yang bertalian dengan pendidikan dan pebaikan moral bagian melaksanakannya diluar waktu yang yang telah ditetapkan. Selanjutnya
ini termasuk dalam ilmu akhlak; ditinjau dari segi siapa yang wajib melaksanakannya, maka wajib itu
3. Bagian yang menjelaskan amal perbuatan manusia . bagian ini dibagi dua pula, yaitu :Wajib ‘Ain dan Wajib kifayah. Sedangkan ditinjau
termasuk dalam Fiqih ( Khozin Siray : 2 ). dari sudut kadarnya dibagi dua pula, yaitu :
Fiqih menurut para fuqaha pengertiannya adalah ilmu tentang hukum- 1. Wajib Muhaddar – ialah kewajiban yang ditentukan batas kadarnya
hukum Syariah yang berkenaan dengan perbuatan dan amalan manusia ( jumlahnya ) , misalnya shalat lima waktu, zakat harta, kifarat-kifarat
dan didasarkan pada dalil-dalil hukum Islam. Fiqih menurut bahasa Ramadhan;
berarti pintar,cerdas,paham. Apabila dijadikan kata kerja maka ia berarti 2. Wajib Ghairu Muhaddar – ialah kewajiban yang tidak ditentukan
memikirkan,mempelajari dan memahami. Orangnya disebut “Faqih” dan batas kadarnya, seperti membelanjakan harta dijalan Allah, member
kalau berebentuk jamak di sebut “Fuqaha”. Abu Ishak mengartikannya makan kaum dhuafa dan sebagainya.
memahami apa yang tersirat. Kemudian definisi yang dikembangkan
dalam ilmu hukum Islam, ia berarti : “ilmu tentang hukum Islam yang
disimpulkan dengan jalan rasio berdasarkan alas an-alasan yang 47 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
46 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Selanjutnya tentang “Sunnah”, dapat diklasifikasikan beberapa macam
terperinci.” Selain itu masih ada beberapa pendapat para fuqaha yang diantaranya adalah sunnah ‘Ammiyah, sunnah kifyah,sunnah muaqqadah,
memberikan definisi tentang fiqih, seperti : Profesor Ash Shiddieqy, sunnah ghairu mu’aqqadah.
mengemukakan Pertama, fiqih yang sudah jelas dan tegas telah diatur Mengenai masalah “Haram”, yaitu larangan yang wajib ditinggalkan
dalam Al-Qur’an dan hadits disebut Fiqih Nabawi”. Kedua, Fiqih yang terbagi dua bagian, yaitu :
diperolehatau dihasilkan dengan jalan ijtihad disebut “Fiqih Ijtihadi”. 1. Haram Idzatihi – ialah perbuatan yang haram dengan sendirinya
Perbedaan syariah dan fiqih dimana syariah pengetiannya lebih luas dan bukan karena hal lain hukumnya haram, seperti berzina,merampok
umum dari pada fiqih dan fiqih hanyalah merupakan bagian dari syariah. dan lain-lain;
B. Ajaran Islam didalam Fiqih 2. Haram Li’aradli – perbuatan yang hukumnya haram karena
Menurut ajaran Islam semua tindakan manusia baik berupa perkataan berbarengan dengan perbuatan lain. Misalnya jual beli disaat adzan
maupun perbuatan mempunyai ketentuan hukum. Ketentuan hukum inilah Jum’at telah berkumandang ( Q.S.Al-Jum’ah ayat 9 ). Dalam hal ini
yang disebut dengan nilai hukum fiqih. Didalam fiqih dikenal ada 5 jual belinya adalah sah akan tetapi orang yang melakukannya berdosa,
macam nilai yang lazim disebut “Al Ahkamul Khamsah”, yaitu : karena melakukan pelanggaran atau tidak taat perintah Allah SWT
1. Wajib / Fardhu ( perintah mutlak); ( Ahmad Azhar MA : 35 ).
2. Sunnah ( mandub) – perintah tidak mutlak;
3. Haram ( larangan mutlak ); Makruh ialah perbuatan yang terlarang, bila ditinggalkan / tidak dikerjakn
4. Mubah / jaiz ( pilihan/kebolehan ). akan mendapat pahala tetapi bila dikerjakan tidak mendapat
Ditinjau dari sudut waktu untuk melaksanakannya, wajib dibagi dua, yaitu sanksi( dosa ). Makruh ini terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
: Wajib Mutlak adalah perintah yang tidak ditentukan batas waktu tertentu 1. Makruh tanzir, yaitu perbuatan yang lebibaik ditinggalkan daripada
untuk melaksanakannya, seperti ibadah haji. Dan yang Kedua Wajib dikerjakan, meskipun tidak berdosa namun tercela, seperti makan dan
Muaqqat, yaitu perintah yang ditentukan waktu pelaksanaannya, seperti minum dengan tangan kiri dan sebagainya;
2. Makruh Tahrir, suatu perbuatan yang dilakukan namun dasar 2. Hukum yang bersifat menunjukkan keadaan – keadaan tertentu yang
hukumnya belum pasti; dikualifisir sebagai “Sebab atau syarat atau halangan” bagi berlaku
3. Makruh Aula, ialah meninggalkan perbuatan-perbuatan yang amat nya hukum. Golongan ini dinamakan “Hukum Wadl’I”.
dianjurkan, seperti meninggalkan shalat Witir. Berikut dikemukakan beberapa contoh :
Mubah / jaiz ialah perbuatan yang bila dilaksanakan atau ditinggalkan 1. Sebab, seperti perintah Puasa Ramadhan. Terbitnya Hilal ( bulan sabit
tidak mendapat apa-apa. ) Ramadhan adalah menjadi “sebab” bergerak dan berlakunya wajib
puasa;
C. Hukum Islam dan Hukum Umum 2. Syarat, seperti wudhu menjadisyarat sahnya shalat;
Kedua macam hukumini mempunyai persamaan disamping adanya 3. Penghalang ( Mani’), seperti adanya perbedaan agama antara si Ayah
perbedaan-perbedaan. Persamaannya adalah bahwa keduanya sama-sama dan si Anak , makaia merupakan penghalang dalamhal warisan.
mengatur tentang perbuatan dan tingkah laku manusia didalam
kehidupannya. Kata “Hukum” adalah berasal dari bahasa Arab, secara Hukum Umum atau dalam bahasa Inggris disebut “Law” masing-masing
48 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 sarjana hukum berbeda didalam memberikan batasan/defenisinya. Dalam
49 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
harfiah artinya : “Menetapkan sesuatu atas sesuatu”. Secara ringkas ia
berarti :”ketetapan”. Karena itu berdasarkan ilmu bahasa, hukum Islam tulisan ini tidak dibahas namun yang dikemukakan adalah perbedaannya
yang bersumber dari Tuhan disebut HUKMULLAH, berarti dengan hukum Islam. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
KETETAPAN ALLAH. 1. Dilihat dari segi sumbernya hukumnya – hukum Islam bersumber
Sudah menjadi keyakinan yang pasti dalam Islam bahwa yang pada Al-Qur’an dan Hadits sebagai penjelasannya. Adapun rasio/akal
menetapkan hukum itu adalah Allah SWT. Tak ada hakim selain Allah manusia sebagai alat untuk menggali sumber terebut dengan jalan
dan tak ada hukm melainkan bagi Allah ( Q.S.Al-An’am ayat 57 ). berijtihad. Hukum umum (Law) hanya bersumber pada akal manusia
Menurut para ahli ushul fiqih, hukum ( al hukmu ) dirumuskan sebagai semata.
berikut : hukum ialah titah Allah ( atau Sunnah Rasul ) tentang laku 2. Ditinjau dari segi obyek yang diaturnya – Hukum Islam memiliki 2
perbuatan manusia dewasa, baik yang diperintahkan, obyek hukum, yaitu :
dilarang,dipebolehkan. Demikian pula tentang keadaan – keadaan tertentu b. Hukum atau peraturan-peraturan yang mengatur hubungan
menjadi sebab, atau menjadi syarat atau menjadi penghalang bagi manusia dengan Tuhan yang tertuang didalam bidang Aqidah dan
berlakunya. Berdasarkan batasan tersebut, hukum ialah nama bagi segala Ibadah.
titah Tuhan atau sabda rasul SAW, baik yang mengandung c. Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan sesama
perintah,larangan ataupun ia bersifat pilihan. Ataupun titah itu menjadi manusia dan dengan alam lingkungannya yang dikenal dengan
“sebab,syarat dan halangan sesuatu pekerjaan”. Oleh karena itu,hukum sebutan hukum muamalat.
terbagi dalam 2 hal, yaitu : D. Ushul Fiqih
1. Hukum yang bersifat perintah, larangan atau pilihan. Golongan ini Ushul Fiqih terdiri dari dua suku kata, yaitu kata “Ushul dan Fiqih”.
disebut “Hukum Takhlifi” yang terbagi kedalam 5 macam yang Ushul artiya adalah sumber atau dalil, sedangkan fiqih artinya cerdas atau
dikenal dengan Al-Ahkamul Khamsah; memiliki pengetahuan. Ushul Fiqih adalah ilmu yang membicarakan
sumber-sumber hukum dan bagaimana cara menunjukkan hukum secara
garis besar. Karena itu ushul fiqih tidak membicarakan dalil hukum setiap
persoalan satu persatu. Tetapi hanya membicarakan dalil hukum secara
garis besar. Ilmu ushul fiqih tidak mengatakan bahwa zakat itu
hukumnya wajib, tetapi yang menjadi perhatiannya adalah apabila kita
menjumpai bentuk perintah dalam Al-Qur’an sebagai sumber utama dan
pertama hukum syara’. Para ulama setelah membahas perintah yang
terdapat didalam Al-Qur’an mengambil kesimpulan bahwa perintah itu
pada umumnya menunjukkan hukum wajib. Kemudian dibuatlah suatu
kaidah ushul fiqih yang menyatakan : “Pada dasarnya tiap-tiap perintah
menunjukkan hukum wajib.”
Manfaat dan kegunaan mempelajari ilmu Ushul Fiqih :
1. Dapat mengetahui dalil-dalil hukum syara’ dan cara
51 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
pengambilan ketentuan-ketentuan hukum daripadanya;
50 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

2. Kita dapat mengembalikan kesimpulan hukum syara’ yang


BAB III
kita jumpai kepada sumber-sumber pengambilannya;
BIDANG-BIDANG HUKUM ISLAM

Pembagian Lapangan / Bidang Hukum Islam


Fiqih Islam atau hukum dasar merupakan kumpulan aturan-aturan yang
mencakup semua perbuatan hukum yang dilakukan oleh manusia, baik dalam
hubungannya dengan Tuhan sebagai Pencipta maupun yang menyangkut
hubungan antar manusia didalam lingkungan yang terbatas dan dengan
manusia diluar lingkungannya.
Para fuqaha secara garis besar membagi lapangan hukum Islam menjadi dua,
yaitu Ibadah dan Muamalat. Lapangan ibadah adalah bidang yang mengatur
hubungan manusia dengan Tuhannya dengan tujuan untuk mengabdi dan
mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengharapkan ridha dan rahmat-Nya.
Dan lapangan Muamalah adalah lapangan / bidang yang mengatur hubungan
antara manusia baik dalam golongannya maupun diluar golongannya serta
aturan aturan yang berhubungan dengan alam lingkungan sekitarnya.dari dua
bidang tersebut, para ulama masih membagi lagi menjadi beberapa lapangan,
dimana masing-masing berbeda dalam mengklasifikasikannya, yaitu :
1. Ulama Syafi’iyah, membagi lapangan hukum Islam menjadi 4 bagian, b. Hukum Umum ( Al-Qanunul ‘Aam, meliputi HUkum Pidana,
yaitu bidang ibadat, muamalat,munakahat,dan lapangan uqubat yaitu Hukum Ketatanegaraan,Administrasi dan Keuangan serta Hukum
hal-hal yang berhubungan dengan pidana; Pidana International.
2. Prof.M.Hasby Ash shiddieqy, membagi lapangan hukum Islam
menjadi 8 lapangan, yaitu : Memperhatikan pembagian lapangan hukum Islam menurut para fuqaha
a. Sekumpulan hukum yang digolongkan dalam bidang ibadat, zaman sekarang, maka sesuai dengan epribadian hukum Islam yang mencakup
seperti Shalat; seluruh bidang. Dengan demikian pebagian lapangan hukum Islam secara
b. Sekumpulan hukum yang berhubungan dengan kekeluargaan berurutan dapat disusun berikut :
,misalnya perkawinan, wakaf; 1. Ibadah
c. Sekumpulan hukum yang berhubungan dengan muamalat 2. Hukum Keluarga, meliputi :
madaniyah seperti jual beli,sewa menyewa; a. Perkawinan;
b. Waris;
c. Wasiat.
52 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
53 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
d. Sekumpulan hukum mengenai harta peninggalan, yaitu soal-soal
yang menjadi urusan baitul mal;
3. Muamalat yang meliputi bidang hukum perdata, hukum dagang, dan
e. Sekumpulan hukum yang digolongkan dalam bidang ‘uqubat,
hukum acara.
yaitu hukum-hukum yang berhubungan dengan pemeliharaan
4. Hukum pidana ( jinayat ).
jiwa, kehormatan dan akal manusia;
5. Siyasah Syar’iyah, meliputi hukum tata negara, administrasi dan
f. Sekumpulan hukum yang berhubungan dengan hukum acara,
keuangan.
yaitu hukum-hukum yang berhubungan dengan proses
6. Hukum international, meliputi hukum perdata international dan
persidangan pengadilan;
hukum pidana international ( Ny.Sumiyati, M.G.,S.H ).
g. Sekumpulan hukum yang berhubungan dengan hukum tata negara
seperti bentuk pemerintahan, hak-hak penguasa;
h. Sekumpulan hukum yang berhubungan dengan hukum
international, seperti perdamaian antar negara.
3. Fuqaha masa kini membagi lapangan hukum Islam selain bidang
ibadah, juga menurut sistem pembagian hukum Barat. Dalam
hubungan dengan Islam dibagi 2, yaitu :
a. Hukum Prival ( Al-Qanunul Khas ) – Bidang ini meliputi: Hukum
Perdata ( Muamalat ), hukum dagang ( At-Tijarah ), Hukum
Acara ( Al-Murafaat),dan Hukum Privat International ( Ad-
Dauliyul Khas ).
B. Periode- periode perkembangan Hukum Islam
Ada 2 cara para ulama didalam membagi periode perkembangan hukum
Islam, yaitu :
1. Menyamakan perkembangan hukum Islam dengan perkembangan
manusia dalam kehidupannya, yakni dilihat dari masa tumbuh
lahirnya, masa remaja,dewasa,masa tua,masa kemundurannya;
2. Memperhatikan perbedaan dan ciri satu masa sehingga dapat
dibedakan antara masa yang satu dengan yang lainnya.
Dalam hubungan tersebut para ulama membagi periode perkembangan
hukum fiqih Islam dalam 4 periode, yaitu :

55 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1


54 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
1. Masa Pertumbuhan, yaitu pada masa Rasulullah masih hidup sampai
dengan wafatnya tahun ke-11 Hijriyah. Periode ini berlangsung
BAB IV
kurang lebih 23 Tahun.
TARIKH FIQIH ISLAM 2. Masa Remaja, dimaksudkan masa sahabat dan masa tabi’in besar.
Periode ini dimulai sejak wafatnya Rasulullah sampai dengan
permulaan abad ke-2 Hijriyah;
A. Pendahuluan 3. Masa Dewasa, yaitu masa kesempurnaan dimana pada masa itu kitab-
Tarikh Fiqih Islam adalah ilmu yang membahas keadaan fiqih Islam kitab hukum Islam dibukukan oleh para mujtahidin. Periode ini
mulai dari massa Nabi Muhammad SAW dan masa-masa selanjutnya dari berakhir sampai dengan pertengahan abad ke-4 Hijriyah.
segi pertumbuhan hukum itu sendiri serta menjelaskan keadaan para 4. Masa kemunduran, yaitu masa taklid yang terus menerus sampai
fuqaha, Mujtahidin dan usaha-usaha mereka dalam menetapkan hukum. sekarang ini.
Adapun tujuan mempelajari sejarah Tarikh Tasry Islamy antara lain
adalah : Selanjutnya bila dilihat dari corak dan ciri masing-masing periode maka
1. Untuk mengetahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan perkembangan hukum Islamdibagi dalam 7 periode, yaitu :
hukumIslam dari masa kemasa; 1. Masa Pertama, yaitu pada masa Rasulullah SAW masih hidup. Pada
2. Untuk mengetahui dasar-dasar apa yang dipakai oleh para fuqaha dan masa ini Rasulullah meletakkan dasar fundamental tentang fiqih dan
mujtahidin dalam usahanya membentuuk dan mengembangkan menetapkan dasar-dasar ijtihad disaat diperlukan. Periode ini
hukum Islam; berlangsung sampai dengan tahun ke-11 Hijriyah.
3. Untuk mengetahui bagaimana timbulnya mazhab - mazhab dalam 2. Masa Kedua, adalah masa sahabat-sahabat besar ( khulafaur
hukum Islam dan perkembangannya masing-masing; rasyidin ). Periode ini berlangsung sampai tahun 11 H sampai dengan
4. Untuk mengetahui sejarah hidup para fuqaha dan mujtahidin dan tahun 40 H. pada masa ini meluas penggunaan ijtihad dan mulai
usaha-usaha mereka dalam menetapkan hukum Islam. muncul perbedaan-perbedaan pendapat dikalangan Mujtahidin.
3. Masa Ketiga adalah masa masa sahabat kecil dan Tabi’in. dimasa ini manifestinya adalah dengan melaksanakan ibadah kepada Allah SWT
fiqih Islam terbagi dalam beberapa golongan yaitu : Fiqih Jumhur, yang dilandasi keihklasan.
terpecah menjadi 2 yaitu Ahlul Hadits dan Ahlul Ra’yu. Kemudian 2. Memperbaiki akhlak dengan memberikan contoh untuk ditauladani
Fiqih Khawarij, Fiqih Syi’ah. Pada periode ini perbedaan paham umat disamping keimanan yang telah ditanamkan dengan ibadah
semakin tajam dan meluas dan berlangsung dari tahun 40 H sampai dalam rangka mewujudkan akhlak yang mulia. Selain itu pula
dengan awal abad ke-2 H ( 101 H). Rasulullah SAW menanamkan motivasi untuk berbuat baik dan
4. Masa Keempat, ialah masa Mujtahidin. Yaitu masa dimana para ahli mneghindarkan diri dari kemunkaran.
ijtihad telah mencapai keahlian yang sempurna dalam membentuk 3. Menetapkan aturan-aturan pergaulan hidup sesama manusia untuk
hukum untuk generasi sesudahnya. Pada periode ini dimulai beberapa mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur.
dasar fiqih baru disamping dasar yang lama dan perbedaan pendapat
semakin meluas disbanding periode sebelumnya. Masa ini 57 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
56 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Dilihat dari segi tempat tinggal Nabi Muhammad SAW dalam kaitannya
berlangsung mulai dari abad ke-2 H sampai dengan pertengahan abad dengan perkembangan Hukum Islam, terbagi dalam 2 masa, yaitu :
ke-4 H ( 350 H ). 1. Perkembangan Hukum Islam di Makkah ( Tasry’ Makky ).
5. Masa Kelima, masa Murajihin berlangsung pada pertengahan abad 2. Perkembangan Hukum Islam di Madinah ( Tasry’ Madany ).
ke-4 sampai dengan 656 H. ialah suatu masa dimana pengikut mazhab
mulai mentarjihkan pendapat yang diikuti. Apabila terdapat Usaha Nabi SAW dalam membina dan mengembangkan hukum Islam di
perbedaan paham yang saling bertentangan/berlawanan,mereka Makkah diawali dengan memperbaiki aqidah dan akhlak sebab, diatas
berusaha untuk mengembalikan pendapat-pendapat itu kepada dasar aqidah keimananlah dibangun sendi hukum lain dan dengannya pulalah
asazi Islam. hukum dan keadilan itu dapat ditegakkan. Hal ini terlihat sebagai bukti
6. Masa Keenam, masa mukallidin ( 656 H s/d akhir abad ke-13 H ). bahwa Al-Qur’an diturunkan di Makkah berisi tentang perbaikan dan
Pada masa ini para pengikut mazhab hanya menerima begitu saja apa penanaman aqidah serta pelajaran tentang akhlak terpuji. Sedangkan
yang telah ada tanpa penelitian terlebih dahulu dari mana asal usul pembentukan hukum ibadah dan hukum yang mnegatur kehidupan
pendapat tersebut. masyarakat banyak ditetapkan di Madinah. Selanjutnya setelah Nabi
7. Masa Ketujuh, adalah masa dimana bangkitnya kembalki para ulama SAW hijrah ke Madinah dan menetap dikota ini barulah beliau
dan ahli modernisasi Islam, dimana ijtihad dilaksanakan kembali mengarahkan usahanya untuk membina hukum Islam. Adapun cara Nabi
hingga masa sekarang ini. membina hukum Islam dengan jalan :
1. Membentuk hukum secara bertahap,tidak sekaligus. Hal ini sesuai
C. Perkembangan Fiqih Islam pada Masa Periode Pertama dengan cara Al-Qur’an diturunkansecara bertahap;
Periode pertama ini adalah suatu periode dimana Rasulullah SAW, dalam 2. Tidak membentuk hukum sebelum ada kejadian yang memerlukan
perkembangan hukum Islam usaha pertama yang asasi dilakukan Nabi hukum;
SAW adalah meletakkan dan menegakkan dasar hukum Islam dengan 3. Tidak mengkhayalkan kejadian-kejadian yang belum terjadi;
cara : 4. Hukum-hukum itu belum dibukukan satu persatu sebab tersebar
1. Memperbaiki aqidah manusia, yaitu menanamkan dan menghidupkan terpisah diantara para sahabat.
roh tauhid, mengesakan Allah SWT sebagai pencipta dan
Sumbver dan dasar hukum yang dipakai Nabi dalam menetapkan hukum agama dan hukum Islam. Tugas ini bertambah berat mengingat daerah
adalah Al-Qur’an sebagai wahyu yang beliau terima. Disamping itu Islam semakin luas dan berkembang keluar jazirah Arab, seperti
Hadits yang merupakan penjelasan langsung dari isi kandungan Al- Mesir,Syiria,Persia dan Irak. Didaerah-daerah baru tersebut dimana Islam
Qur’an, karena tidak semua ayat Al-Qur’an telah menjelaskan tentang baru mulai tumbuh dan berkembang disana sudah memiliki peraturan dan
sesuatu masalah secara rinci. Dan selain itu tidak semua ayat Al-Qur’an adat istiadat sendiri baik yang berhubungan dengan akhlak maupun
berisi tentang masalah hukum. Ayat Al-Qur’an yang berisi tentang bidang sosial lain. Keadaan yang demikian banyak yang belum ditemui
masalah hukum dapat disebutkan sebagai berikut : oleh para sahabat dimasa Nabi SAW masih hidup. Dalam menetapkan
1. Hukum ibadah terdiri dari kurang lebih 140 ayat; hukum-hukum dari kejadian-kejadian peristiwa baru tersebt para sahabat
2. Hukum keluarga terdiri dari kurang lebih 70 ayat; 59 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
58 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
mengambil sumbernya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW.
3. Hukum Perdata terdiri dari kurang lebih 70 ayat; Karena banyak hukum yang ada didalam Al-Qur’an dan Hadits sifatnya
4. Hukum pidana terdiri dari kurang lebih 30 ayat; banyak yang umum, maka para sahabat melakukan ijtihad dengan tetap
5. Hukum peradilan terdiri dri kurang lebih 20 ayat. berdasarkan ketentuan – ketentuan umum yang digariskan Al-Qur’an dan
Hadits.
Jadi apabila dijumlahkan ayat-ayat yang berhubungan dengan hukum Cara berijtihad yang dilakuan para sahabat antara lain dengan
Islam seluruhnya 630 ayat dari 6236 ayat Al-Qur’an keseluruhan. mempergunakan metoda analogi atau qiyas,istihsan dan juga ijma’ dan
Dimasa Rasulullah SAW, ijtihad juga digunakan sebagai metoda dalam Ra’yu. Para sahabat didalam memahami Al-Qur’an terdapat perbedaan
penetapan suatu hukum, baik Nabi maupun para sahabat, karena ayat-ayat pendapat hal ini disebabkan antara lain :
Al-Qur’an sebagian sifatnya Mujmak atau umum dan tidak menerangkan 1. Berbedanya tingkat kecerdasan dan kepandaian dalam bahasa Arab.
hukum-hukum itu secara rinci. Cara para sahabat berijtihad adalah apabila 2. Perbedaan mereka tentang pengertian terhadap sebab-sebab turunnya
suatu saat diperlukan suatu hukum dan mereka belum sempat ayat Al-Qur’an. Bagi mereka yang mengerti tentang sebab
menanyakan kepada Nabi SAW, maka mereka berijtihad sendiri, dan ( asbabun nuzul ) akan lebih mudah memahami ayat tersebut.
apabila pada kesempatan lain mereka bertemu Nabi SAW mereka Hadits atau Sunnah Rasul merupakan sumber hukum Islam yang kedua
mengemukakan pendapat hasil ijtihadnya. Bila ijtihad itu benar maka setelah Al-Qur’an baik dimasa Nabi SAW maupun dimasa sahabat.
Nabi SAW memberikannya dan dapat dipakai seterusnya, tetapi apabila Adapun keadaan hadits pada masa itu masih tersebar pada perorangan
salah Nabi SAW menyalahkannya dan kemudian menggantinya dengan dimana mereka berada. Masing-masing sahabat memiliki jumlah Hadits
yang benar. yang tidak sama jumlahnya . karena para sahabat dalam menerima suatu
D. Perkembangan Hukum Islam periode Kedua Hadits sangat berhati-hati dengan mempertimbangkan syarat-syarat
Perkembangan hukum Islam periode Kedua ini dimulai tahun 11 H seperti harus ada saksi dan juga bersumpah terlebih dahulu, hal ini untuk
sampai dengan 40 H dan dikenal dalam sejarah sebagai periode Khulafaur menjaga kemurnian Hadits. Adapun kedudukan Hadits, terdiri atas :
Rasyidin. Beralihnya masa kepemimpinan Rasulullah SAW kepada 1. Hadits Mutawatir;
khalifah yang empat , yaitu khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin 2. Hadits Ahad;
Khattab, Khalifah Usman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalib secara 3. Hadits Sahih.
berurutan adalah disebabkan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 H. Banyaknya para sahabat yang melakukan ijtihad didalam menetapkan
para khalifah tersebut menyambut tugas beliau didalam mengembangkan suatu hukum, maka sebagai akibatnya banyak menimbulkan perbedaan
pendapat dikalangan para sahabat itu sendiri. Faktor yang E. Perekembangan Hukum Islam periode Ketiga -Tahun 41 H s/d
menyebabkannya adalah : 101 H
1. Perbedaan pengetahuan dalam memahami Al-Qur’an; 1. Gambaran umum keadaan umat Islam pada periode ini
2. Perbedaan pengetahuan para sahabat dibidang Hadits; Periode ini dimulai setelah berakhirnya kekhalifahan Rasyidin dimana
3. Berbedanya tinjauan dan tanggapan mereka terhadap Al-Qur’an dan periode ini pemerintah yang berkuasa dalah Mu’awiyah bin Abu
Hadits dalam pendayagunaan Ra’yu. Sofyan dengan pusat pemerintahannya adalah di Damaskus. Periode
ini mengandung permasalahan tentang siapa yang berhak menjadi
60 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 khalifah. Golongan Khawarij berpendapat bahwa pemerintahan Islam
61 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Meskipun demikian perbedaan pendapat tersebut belum meluas, hal ini
dikarenakan: tidak terbatas pada orang-orang tertetu dengan memilih pemimpin
1. Para sahabat didalam melakukan ijtihad ( qiyas ) hanya dikala perlu yang dipandang baik untuk memimpin urusan umat. Golongan ini
saja; berpendapat bahwa Usman binAffan menyimpang dari dua Khalifah
2. Para sahabat tidak menetapkan hukum kalau peristiwa yang terjadi sebelumnya yang lebih mengutamakan keluarga dengan
tidak memerlukan suatu penetapan hukum. mengabaikan hak-hak rakyat. Mereka tidak setuju kekhalifahan
3. Berkumpulnya mereka pada satu daerah maka banyak hal yang Muawiyah karena memegang pemerintahan dengan kekerasan.
mereka lakukan dengan berijma didalam menetapkan hukum dari Sedangkan golongan Syi’ah berpendapat bahwa pemerintahan adalah
pada cara yang lain; hak Ali bin Abi Thalib dan keluarganya. Setiap orang yang merampas
4. Para sahabat tidak menonjolkan diri untuk member fatwa apabila hak mereka adalah orang zalim dan pemerintahannya tidak sah.
masih ada yang lain yang memfatwakan; Dimasa pemerintahan Kekhalifahan Muawiyah, persatuan umat
5. Penyebaran hadits belum meluas. menjadi lemah karena sering terjadi perang saudara diantara ketiga
Berakhirnya periode Kedua ini seiring dengan wafatnya Khalifah Ali bin golongan ini
Abi Thalib. Pada masa ini fatwa para sahabat disebarkan secara lisan dan 2. Beberapa hal penting / keistimewaan pada periode ini
belum dibukukan. Selain itu dalam bidang politik umat Islam pecah Terdapat beberapa hal penting yang ada hubungannya dengan
menjadi 3 golongan, yaitu : perkembangan hukum Islam, yaitu :
1. Golongan Jumhur Muslimin; a. Tersebarnya ulama-ulama ke negara-negara Islam dan ditempat
2. Golongan Syi’ah yang tetap mempertahankan Ali bin Abi Thalib serta tersebut mereka menyebarkan dan mengajarkan Islam;
keturunannya ; b. Berkembangnya periwayatan Hadits dan para ulama dalam
3. Golongan Khawarij, yaitu golongan yang menentang golongan menetapkan hukum berusaha menghimpun hadits dari para
Jumhur dan golongan Syi’ah. sahabat yang menerima langsung dari Nabi SAW dengan cara
Adapun para sahabat yang member fatwa atau sebagai mufti pada periode mendatangi mereka dari kota ke kota lain dimana para sahabat itu
ini adalah : Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan,Ali berada. Dengan meluasnya periwayatan hadits dan bertambahnya
binAbi Thalin,Abdullah bin Mas’ud,Abu Musa Al Asy’ary,Mu’az bin kebutuhan masyarakat akan fatwa dan hukum yang masing-
Jabal,Ubay bin Ka’ab,Zaid bin Tsabit,Aisyah,Anas bin Malik,Abdullah masing daerah berbeda kondisi dan keadaannya, maka tak dapat
bin Abbas,Abdullah bin Umar adan Abdullah bin Amar. dipungkiri menimbulkan perbedaan penetapan hukum.
c. Dalam golongan jumhur terbagi 2 golongan yaitu golongan ahli demikian mereka berpendapat apabila tidak ditemukan nash/dalil
Hadits dan golongan ahli Ra’yu. Golongan ahli hadits didalam Hadits sebagai sumber hukum, maka mereka menggunakan
menetapkan hukum disamping Al-Qur’an juga mengutamakan ijtihad dengan cara qiyas ( analogi );
hadits, apabila mereka tidak menemukan hadits maka mereka c. Karena banyak tersebarnya Hadits palsu di Iraq, maka mereka
tidak menggunakan ijtihad dan sikap yang diambil mereka adalah lebih memilih cara Ra’yu didalam menilai suatu hadits;
berdiam saja. Kebanyakan pengikut golongan ini adalah fuqaha d. Negeri Iraq sebagai pusat pergolakan politik dan pusat pertahanan
negeri Hijaz. Sedangkan golongan ahli Ra’yu kebanyakan berasal golongankhawarij dan syi’ah serta telah banyak mendapat
dari Iraq. Perbedaan kedua aliran ini terlihat dalam cara 63 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
62 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
pengaruh adat dan hukum peninggalan bangsa sebelumnya yang
pemahaman terhadap suatu hadits, dimana golongan hadits menguasai Iraq.
memahami hadits secara tekstual sebagaimana tercantum dalam
hadits tersebut tanpa mencari illat-illat hukum . Sedangkan fuqaha F. Perkembangan Hukum Islam pada periode Keempat-101 H s/d
Iraq lebih banyak mengadakan tinjauan terhadap maksud 350 H
maupun tujuan suatu hadits dan tidak segan memperluas 1. Keadaan masyarakat
pengetahuannya dengan akal ( ra’yu ) dan ini merupakan kegiatan Pada masa ini kekuasaan Dinasti Umayah berakhir dan digantikan
mereka. oleh Dinasti Abbasiyah yang didirikan oleh Abdullah Ibn Muhammad
3. Faktor- faktor lahirnya ahli Hadits dan ahli Ra’yu yang termasyur dengan julukan Assafah dengan pusat
Adapun penyebab ulama Hijaz banyak menggunakan Hadits antara pemerintahannya di Kufah. Pemindahan kekuasaan ini banyak
lain sebagai berikut : menimbulkan pemberontakan yang dilakukan oleh golongan Syi’ah,
a. Pengaruh pendirian para sahabat yang angsung menjadi guru tetapi karena kebijakan khalifah abbasiyah kerusuhan pertentangan
mereka yang tidak mau menggunakan qiyas sebelum terpaksa; dapat dipadamkan dan para pemberontak ini banyak menjauhkan diri
b. Bagi fuqaha Hijaz lebih banyak mempunyai hadits dan fatwa dengan mendirikan kekhalifahan sendiri didaerah-daerah seperti :
sahabat. Sebab sebagian sahabat besar banyak menerima Hadits a. Afrika – disana berdiri dinasti Idrisiyah dimana Idris bin
dimana mereka menetap di Hijaz. Disamping itu permasalahan Andullah yang menumbuhkan dinasti ini;
yang timbul belum banyak berbeda dengan para sahabat; b. Andalusia – disana Abdurrahman Ad Dakhli seorang keturunan
c. Lingkungan hidup di negeri Hijaz yang tidak banyak mengalami dari dinasti umayyah mendirikan dinasti umayyah II.
perubahan, maka dengan sendirinya tidak banyak memerlukan 2. Keadaan Hukum Islam dalam periode ini
ijtihad. Periode masa ini memasuki periode kematangan dan kesempurnaan.
Para ulama pada masa ini banyak berusaha menggali ilmu sebanyak-
Adapun penyebab para fuqaha Iraq banyak menggunakan Ra’yu banyaknya. Akibat kemajuan perkembangan pengetahuan
dikarenakan : menyebabkan timbulnya beberapa hal antara lain sebagai berikut :
a. Pengaruh pendirian gurunya yang mula-mula mengembangkan a. Lahir tokoh-tokoh fiqih yang terkenal disamping keahlian
fiqih di Iraq,yaitu Abdullah bin Mas’ud.; lainnya. Seperti para ahli ijtihad yang pada masanya terkenal
b. Mereka berpendapat bahwa para ahli Hadits telah banyak dengan 13 orang , yaitu :
bermukim di Iraq, antara lain Sa’ad bin Abi Waqas. Dengan 1) Sufyan ibn Ujainah di Makkah;
2) Malik bin Anas di Madinah; 3. Faktor – faktor pendorong yang menyebabkan Hukum Islam
3) Al Hasan Al Basry di Basrah; berkembang dengan pesat antara lain :
4) Abu Hanifah di Kufah; a. Pada waktu khalifah Abu Ja’far Al Mansur memindahkan pusat
5) Sufyan At Tsauri di Kufah; pemerintahan dari Kufah ke Bagdad beliau juga berusaha
6) Al Auzai’i di Syiria; membangun ilmu agama dan pengetahuan lainnya, yaitu dengan
7) As Syafi’i di Mesir; cara mengumpulkan ahli-ahli ilmu pengetahuan agama dan
8) Al-Laits di Mesir;
64 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
65 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

9) Ishaq di Naisabur;
lainnya ke ibukota Bagdad sehingga kota ini menjadi
10) Abu Tsaur;
berkembang menjadi pusat pengetahuan di bagian Timur.
11) Ahmad;
b. Kota Cordova di Andalusia juga menjadi tempat berkembangnya
12) Daud;
ilmu pengetahuan Islam dan lainnya di bagian Barat.
13) Ibnu Jarir di Bagdad
c. Di Mesir dikota Al Fustet dikumpulkan para ulama dari berbagai
Pendapat para mujtahid di atas dalam bidang hukum Islam antara
mazhab untuk mengajarkan pendapatnya, misalnya Ibnul Wahab
satu dengan lainnya mungkin berbeda dan masing-masing
dan Ibnul Qasim mengembangkan mazhab Maliki. Ar Rabi’i dan
memiliki pengikut, hal ini mengakibatkan timbulnya paham atau
Al Muzany mengembangkan mazhab Syafi’i. At Tahawi
aliran berupa Mazhab didalam hukum Islam.
mengembangkan mazhab Hanafi.
b. Dibukukannya ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadits, ilmu Kalam,
d. Damaskus, Kufah dan Basrah juga berkembang walau pusat
Fiqih dan lainnya ;
pemerintahan sudah bepindah.
c. Ulama-ulama mulai mempelajari pengetahuan lain selain ilmu
e. Di Persia, Kota Maru dan Naisabur juga menjadi tempat
agama seperti filsafat ,sejarah dan kimia;
berkembangnya ilmu karena dikota-kota ini tempat berkumpulnya
d. Para ulama berusaha menyusan ilmu-ilmu secara lengkap dan
para ulama.
sistematis dimana terdapat pemisahan antara ilmu yang satu
dengan lainnya;
4. Usaha untuk mempelajari dan mendalami ilmu pengetahuan
e. Selain mempelajari mereka juga berusaha untuk menterjemahkan
Usaha untuk mempelajari dan mendalami ilmu pengetahuan
kitab-kitab filsafat ,dan pengetahuan lainnya kedalam bahasa
dikalangan masyarakat amat besar, hal ini karenakan:
Arab, disamping itu merea juga mepelajari agama-gama lain
a. Banyak orang yang bukan bangsa Arab memeluk Islam dan
sebagai pembahasan dalam Islam;
mereka berusaha dengan tekun mempelajari hukum Islam dan
f. Pada masa ini lahir Ijtihad Mutlak dimana para Mujtahid dalam
diantara mereka ada yang memiliki kepandaian melebihi ulama
berijtihad tidak terikat dengan hasil ijtihad orang lain;
Arab.
g. Pada masa ini lahir tokoh-tokoh ijtihad dan pendapat-pendapat
b. Banyak buku-buku dari bahasa Persia dan Romawi
ijtihad mulai dibukukan dan diikuti orang lain ( taqlid ) serta
diterjemahkan kedalam bahasa Arab
kepemimpinan para tokoh ini diakui dalam bidang fiqih.
Karena kekuasaan dan daerah Bani Abbasiyah makin luas maka dibukukannya Hadits maak para ulama berusaha untuk
perkembangan hukum Islam pun makin luas juga sehubungan dengan membukukan hukum Islambaik dari bidang ibadah maupun
makin luasnya daerah-daerah yang dikuasasi umat Islam maka agama muamalah. Sedangkan untuk bidang aqidah para ulamatidak
Islam dipeluk oleh berbagai bangsa yang mengakibatkan terjadinya banyak ditulis karena sudah jelas dan banyak diterangkan dalam
kejadian-kejadian baru yang memerlukan hukum yang sesuai. Al -Qur’an. Diantara para ulama fiqih yang membukukannya
Adanya usaha membukukan ilmu pengetahuan agama dan ilmu antara lain : Ibnu Juraij yang menulis tetang Thaharah, zakat.
lainnya menyebabkan orang lebih mudah mempelajari ilmu-ilmu Sufyan At Tsauri yang menulis tentang faraidh. Adapun kitab
tersebut. Adapun pengetahuan yang mulai dibukukan antara lain : 67 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
66 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Ushul Fiqih yang paling tua dan sampai pada kita sekarang ini
a. Ilmu Tafsir adalah Kitab A Risalah Asy Syafi’I dan Kitab Al Umm. Didalam
Dalam pembukun ilmu tafsir perkembangannya adalah : kitab Ar Risalah dan Al Umm menerangkan tentang :
1) Mencatat penafsiran yang datangnya dari Nabi; 1) Al-Qur’an dan cara – cara Al-Qur’an menjelaskan hukum;
2) Mencatat penafsiran yang dibawa oleh para sahabat; 2) As Sunnah dan kedudukannya dalam bidang hukum;
3) Menafsirkan dengan melihat penafsiran Nabi dan ditambah 3) Tentang Nasikh dan Mansukh;
dengan hasil ijtihadnya sendiri. Contoh : Al-Qur’an yang 4) Tentang Hadits dan Illat-illatnya;
ditafsirkan dengan menggunakan hasil penafsirannya ialah 5) Tentang Ijma;
Tafsir Ibnu Jarir. 6) Tentang Ijtihad, qiyas serta istihsan.
Tafsir : adalah penafsiran Al-Qur’an yang berasal dari Nabi Adapun sebab-sebab As Syafi’i menyusun kaidah Ushul Fiqh
SAW dan Sahabat. dalam risalahnya antara lain, yaitu :
Ta’wil : penafsiran Al-Qur’an berdasarkan hasil Ijtihad. 1) Karena terjadi perdebatan antara Syafi’I dengan para
Pada periode ini pada ahli tafsir juga berusaha menafsirkan dari Mujtahid yang lain tentang dasar-dasar Istimbath. Dalam hal
beberapa segi sesuai dengan keahliannya masing-masing. ini Syafi’I banyak menggunakanqiyas dan hadits Ahad;
Misalnya : menafsirkan dari segi bahasa, segi aqidah,bidang 2) Karena banyak didapatkan hadits-hadits Nabi yang
hukum saja. berlawanan pada lahirnya;
b. Ilmu Hadits 3) Karena bahasa Arab telah banyak dimasuki bahasa lain
Usaha pembukuan hadits sudah dimulai sejak pemerintahan sehingga untuk memahamkan hukum-hukum syariat dari Al-
Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz, kemudian usaha ini secara terus Qur’an dan Hadits menjadi lemah.
menerus meneliti dan membagi jenis Hadits ( sahih atau tidak Adapun akibat yang timbul dengan adanya kemerdekaan
sahih ) untuk digunakan dalam menetapkan hukum. Pada saat ini berijtihad, maka :
terdapat 6 kumpulan hadits yang sahih yaitu yang dikumpulkan 1) Timbul perdebatan mengenai permasalahan hukum oleh para
oleh : Al Bukhary, Muslim An Naisabury, Abu Daud, Abu Isa At mujtahid;
Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad An Nasa’i. 2) Timbul istilah fiqiyah, misalnya pengertian mengenai fardhu,
c. Ilmu Fiqih Mubah, syarat dan sebagainya;
Pembukuan ilmu fiqh adalah bersamaan dengan pembukuan 3) Lahirnya para Imam fiqih dengan mazhabnya masing-masing
Hadits yaitu pada pertengahan abad Ke-2 H. dengan yang diikuti banyak orang.
Adapun sebab para ulama pendapatnya diikuti oleh orang banyak 1. Mazhab Hanafi
antara lain karena : Mazhab ini didirikan oleh Imam Abu Hanifah dan merupakan mazhab
1) Pendapat-pendapat para ulama masa ini dibukukan dengan yang tertua,beliau hidup antara tahun 80 H s/d 150 H. Beliau
sempurna; mempunyai 40 orang murid yang membukukan pendapatnya. Murid-
muridnya ini antara lain, yaitu : Abu Yusuf Ya’qub An Anshary ( 113
69 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
68 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

H s/d 183 H ), Muhammad Ibn Al Hasan Asy Syaibani (132 H s/d


2) Para ulama ini memiliki murid-murid yang bersungguh-
189 H). Zufar Ibn Huzail Ibn Qais Al Kufy ( 110 H s/d 158 H ), Al
sungguh mau mempersiapkan berdirinya mazhab dan
Hasan Ibn Ziyad Al Lu’lu-iy Al Kufy). Tempat berkembangnya
membela serta mempertahankannya;
mazhab Hanafi ini antara di Kufah kemudian berkembang ke Iraq
3) Banyak rakyat menghendaki yang menjadi hakim yang
selanjutnya menyebr keseluruh dunia Islam. Pada masa sekarang ini
berasal dari mazhab-mazhab tertentu.
mazhab Hanafi berkembang di
Adapun masalah-masalah yang diperselisihkan oleh tiap-tiap
Mesir,Iraq,turki,Albania,Afganistan,Rusia. Sebab mazhab Hanafi
mazhab di antaranya adalah :
banyak berkembang di Iraq pada mulanya ialah didukung oleh
1) Masalah dalam hal mengambil pengertian makna dari Al-
Khalifah Abbasiyah dengan mengangkat para Hakim/Qadli itu dan
Qur’an, sebagian berpendapat bahwa Al-Qur’an diartikan
wakil-wakilnya dari ulama-ulama Hanafiah. Hal ini menyebabkan
sesuai dengan hakikatnya ( apa yang tersirat dari apa yang
para ahli fiqih banyak mempelajari dan memusatkan perhatiannya
tersurat ). Sedangkan sebagian lain berpendapat bahwa Al-
pada ajaran mazhab Hanafi. Dasar-dasar ajaran mazhab Hanafi ialah :
Qur’an diartikan sesuai yang tersurat saja.
Al-Qur’an, As Sunnah, Al Ijma’, Qiyas,Istihsan.
2) Masalah kedudukan hadits sebagai dasar hukum. Dalam hal
ini 3 pendapat yang berbeda, yaitu :
a) Golongan pertama, menolak segala hadits dan tidak mau
menggunakan hadits sebagai dasar hukum.
2. Mazhab Maliki
b) Golongan Kedua, menerima hadits yang isinya
Mazhab Maliki didirikan oleh Malik Ibn Anas , beliau berasal dari
menerangkan lebih lanjut dari apa yang diterangkan
Yaman merantau ke Madinah. Para muridnya yang mengembangkan
secara ringkas dalam Al-Qur’an.
ajarannya terdiri dari ulama-ulama Mesir, Afrika,Andalusia.
c) Golongan yang hanya mau menerima dan menggunakan
Adapun murid-muridnya dari Mesir yang mengembangkan mazhab
hadits yang mutawatir saja, sedangkan hadits Ahad tidak
Maliki, antara lain :Abu Muhammad Abdullah Ibn Wahab Ibn
diterima.
Muslim Al Quraisy (125 H s/d 197 H), Abu Abdullah Abdur
Ketiga pembagian diatas menurut pendapat golongan
Rakhman Ibn Al Qasim Al Utaqy ( wafat tahun 191 H ),Ashbagh Ibn
Mu’tazilah. Sedangkan golongan Jumhur menerima hadits
Alfaj Al Amawy. Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Ziyad Al Iskandary
sebagai dasar hukum sehingga pendapat golongan Mu’tazilah
( 180 H s/d 269 H ). Adapun murid – muridnya dari Afrika dan
tidak bertahan lama.
Andalusia yang mengembangkan ajaran mazhab Maliki antara lain :
G. Mazhab – mazhab yang lahir pada periode Keempat dan yang
Abu Abdullah, Iyad Ibn Abdur Rakhman Al Kurtuby ( wafat tahun
sekarang masih berkembang
193 H ), Isa Ibn Dinar Al Andalusy ( wafat tahun 212 H ), Abdul
Malik Ibn Habib Ibn Sulaiman As Sulamy, Abdul Hasan Ali Ibn mazhab ahli qiyas. Imam Syafi’i mempunyai 2 pendapat yang
Ziyad At Tunisy. diajarkan pada para muridnya :
Mazhab Maliki mulai berkembang di Madinah dan kemudian a. Mazhab Qadim, yaitu paham-paham dan hasil ijtihad yang beliau
keseluruh Hijaz, Mesir,Afrika,Andalusia,Magribi,dan kota Islam ajarkan pada murid-muridnya ketika beliau berdiam di Iraq.
70 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 71 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

lainnya. Sebab – sebab umum mengapa mazhab Maliki cepat Murid imam Syafi’i pada mazhab ini diantaranya Ahmad Ibnu
berkembang ialah : Madinah adalah tempat yang menjadi tujuan umat Hambal ( 164 H s/d 241 H ), Abi Tsaur Ibn Ibrahim Ibnul Yamani
Islam seluruh dunia untuk belajar Agama Islam, disini Imam Malik Al Kalby ( wafat tahun 264 H ), Al Hasan Ibnu Muhammad Ibn
member pelajaran agama kepada para ulama yang dating itu. Shabah As Za’rafany ( wafat tahun 260 H ), Abu Ali Al Husain
Kemudian para ulama yang kembali kenegara asalnya berusaha Ibn Ali Karabitay.
untuk mengembangkan mazhab Maliki. Adapun sebab khusus b. Mazhab Jahid, yaitu paham-paham dan hasil ijtihad yang beliau
mengapa ajaran mazhab Maliki banyak berkembang di Afrika dan tetapkan dan ajarkan ketpada murid-muridnya setelah beliau
Andalusia, adalah : bermukim di Mesir. Murid – murid imam Syafi’I pada mazhab ini
a. Karena Khalifah yang memerintah pada saat itu Hisyam bin diantaranya Yusuf Ibn Yahya Al Buwaity ( wafat tahun 231 H ),
Abdur Rakhman menyuruh rakyatnya mengikuti mazhab Maliki; Abu Ibrahim Ismail Ibn Yahya Al Musany ( 175 H s/d 264 H ),
b. Para hakim pada saat itu juga diangkat dari ulama yang Ar Rabi’ Ibn Sulaiman Ibn Abdul Jabar Al Murady (174 H s/d
bermazhab Maliki; 270 H ), Yunus Ibn Abdul Ahla Ashadafy ( 170 s/d 264 H ).
c. Penduduk Hijaz dan Andalusia mempunyai kesamaan tabiat,
sehingga keduanya mempunyai kecenderungan untuk mengikuti Mazhab Syafi’i perkembangannya semata-mata adalah hasil usaha
mazhab yang sama. para muridnya bukan dengan kekuasaan para khalifah seperti halnya
mazhab Hanafi dan mazhab Maliki. Tempat berkembangnya mazhab
Untuk masa sekarang ini mazhab Maliki berkembang subur Syafi’I antara lain Iraq,Mesir,sebagian besar daerah Asia Tenggara
disebagian negara Afrika Utara termasuk Indonesia.
(Aljazair,Tunisia),Sudan,Mesir,Iraq,Palestina. Dasar – dasar hukum yang dipakai oleh mazhab Syafi’I dalam
Dasar – dasar ajaran mazhab Maliki dalam menentukan hukum- menetapkan hukum yaitu : Al-Qur’an, As Sunnah,Qiyas,Ijma.
hukum Islam adalah : Al-Qur’an, Hadits,Ijma,Qiyas,Pekerjaan ulama-
ulama Madinah, perkataan sahabat, istihsan,istishab, maslahah 4. Mazhab Hanbaly
mursalah,syariat umat terdahulu. Mazhab Hanbaly ini dikembangkan oleh Ahmad Ibn Hanbal Ibn Hilal
3. Mazhab Syafi’i Ibn Asad Asy Syaibany Al Maruzy ( 164 H s/d 241 H ). Para
Pada mulanya imam Syafi’I belajar agama dari ulama-ulama Madinah pengikutnya yang mengembangkan ajarannya antara lain : Ahmad Ibn
yang ahlul Hadits. Kemudian pada waktu di Iraq beliau mempelajari Muhammad Ibn Hamid ( wafat tahun 261 H ), Ishaq Ibn Mansur Ibn
cara-cara ulama Iraq menentukan hukum dengan cara qiyas. Bahrain ( wafat 251 H ), Al Hasan Ibn Sabah Ibn Muhammad Abu
Berdasarkan hal-hal yang dipelajarinya itu maka imam Syafi’I dalam Ali Al Bazar ( wafat 249 H ). Abdullah Ibn Muhammad Ibn Ubaid
menyusun mazhabnya menyesuaikan dengan mazhab ahli Hadits dan Ibn Sufyan Al Quraisy.
Tempat-tempat berkembangnya mazhab Hanbaly, yaitu Bagdad, Syiria, 60 tahun di Andalusia dan kemudian diklahkan oleh
Mesir,Hijaz. Mazhab Hanbaly ini kurang berkembang karena mazhab Maliki. Al Auza’I adalah umala ahli hadits dan
pandangan dari imam Ahmad yang dianggap terlalu sempit sehingga membenci qiyas. Beberapa pendapatnya agak berlainan dengan
73 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
72 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
pendapat keempat mazhab , misalnya : air yang kemasukan najis
tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Sebab-sebab pandangan tidak menjadi najis asal tidak berubah warnanya. Boleh berwudhu
imam Ahmad di anggap sempit ialah : dengan air anggur. Sisa minuman anjing dan babi itu suci boleh
a. Beliau berpegang teguh pada nash Al-Qur’an dan tidak mau diminum dan boleh untuk berwudhu.
berfatwa kalau tidak ada nash; c. Mazhab Tsaury
b. Beliau sedikit sekali berijtihad dan hanya mau menggunakan Mazhab ini dikembangkan oleh Abu Sufyan Ibn Sa’id Ibn
qiyas kalau terpaksa saja; Masruq Ats Tsaury. Mazhab ini merupakan saingan mazhab
c. Beliau sudah bersungguh-sungguh berusaha untuk Hanafi.
mengumpulkan hadits nabi dan perkataan sahabat untuk dipakai d. Mazhab Sulfany
sebagai dasar dalam menetapkan hukum; Dipimpin oleh Sufyan Ibn Ujainah seorang ulama ahli dan
d. Nash-nash dan hadits nabi yang ada belum mencukupi segala terkemuka di Makkah.
rupa kejadian, oleh Karena itu menurut pendapat ulama lainnya e. Mazhab Ishaqy ( Rahawih )
untuk dapat mencukupi kebutuhan masyarakat akan perlu Mazhab ini dikembangkan oleh Ishaq Ibn Ibrahim Ibn Khalad Al
dilakukan ijtihad seluas-luasnya dengan cra qiyas, Maruzy ( Ibnu Rahawaih ). Mazhab ini berkembang di Naisabur
istihsan,maslahat mursalah dan lain-lain. dan Persia.
f. Mazhab Abu Tsaur Ibrahim Al Kalby
Adapun dasar hukum yang dipakai imam Ahmad dalam menetapkan Mazhab ini dikembangkan oleh Ibrahim Ibn Khalid Al Yaman Al
hukum Islam adalah Al-Qur’an,fatwa sahabat, pendapat sahabat yang Kalby. Mazhab ini bersumber dari ajaran mazhab Syafi’i dan
mendekati Al-Qur’an dan As Sunnah, Hadits Mursal dan Hadits hilang sesudah abad ke-3 H.
Dhaif, Qiyas. g. Mazhab Dhahiry
5. Mazhab lainnya Mazhab ini dikembangkan oleh : Abu Sulaiman Daud Ibn Khalaf
Disamping keempat mazhab tersebut diatas, ada beberapa mazhab Al Ashabani. Mazhab ini berpegang teguh kepada ayat-ayat Al-
lain yang termasuk mazhab ahlul sunnah tetapi tidak berkembang dan Qur’an secara lahiriyah tidak mencari lebih lanjut dari yang
tidak banyak pengikutnya. Adapun mazhab-mazhab itu ialah : tersurat, dan kalau tidak da nash beliau menggunakan ijma.
a. Mazhab Laitsy Mazhab ini berkembang di Bagdad kemudian pindah ke
Mazhab ini dibawah pimpinan Al Laits Ibn Sa’ad. Seorang ulama Andalusia dan berkembang dan menghilang pada permulaan
besar dari Mesir dan mazhab ini berkembang diMesir saja. Tetapi abad ke-6 H karena dikalahkan oleh mazhab Maliki.
sebentar kemudian menghilang. h. Mazhab Thabary
b. Mazhab Auza’i Mazhab ini dipimpin dikembangkan Abu Ja’far Muhammad Ibn
Mazhab ini dikembangkan oleh Abu Amer Abdur rakhman Ibn Jarir At Thabary. Mazhab ini cukup lama berkembang di Kufah
Amer Ssy Syaibany Al Auza’i. mazhab ini selama 200 tahun di i. Mazhab Nakha’i
Mazhab ini dikembangkan oleh Abdur Rakhman Ibn Abu Laila. mengeluarkan hukum daripadanya, tetapi pada periode ini mereka
Beliau semasa hidupnya penah menjadi qadhi/hakim selama 33 hanya mempelajari fiqih dari kitab-kitab yang mereka taqlidi serta
74 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1 75 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1

tahun. Pendapatnya sering ditentang oleh imam Abu Hanifah mempelajari cara-cara imam beristimbath. Mereka tidak boleh
dengan fatwanya, sehingga khalifah melarang imam Hanafi mengeluarkan fatwa yang menyalahi pendapat seorang imam
member fatwa. yang menjadi anutannya. Pada periode ini pula para ulama tidak
j. Mazhab Abdir Rahman Ibn Abu Laila berusaha menyusun kitab fiqih baru,mereka hanya membuat
Mazhab ini dikembangkan oleh Abdullah Ibn Syubrumah Ash ringkasan dari maslaah-masalah yang tercerai berai. Dalam
Shiny Al Kufy. Beliau semasa hidupnya pernah menjadi hakim di menyusun ini mereka tidak boleh mengeluarkan pendapat sendiri
Kufah dan juga seorang mufti yang kenamaan. Mazhab ini tidak apalagi kalau pendapat itu menyalahi/bertentangan dengan
berkembang bukan karena kekurangan ilmu dan ijtihad dari para pendapat yang telah dikeluarkan para imam.
pemukanya tetapi karena pada masa itu orang yang tidak b. Berakarnya fanatik mazhab
mengikuti salah satu mazhab yang empat tidak disukai umum Pada periode ini para pengikut mazhab mulai membusuk-
bahkan dilarang menjadi hakim,saksi,imam shalat, dan lain-lain. busukkan mazhab yang lain, akibatnya rasa menghormati dan
k. Mazhab Ibn Syubrumah menghargai pendapat orang lain menjadi luntur. Karena masing-
masing pengikut sangat fanatik kepada mazhabnya, bahkan
diantara mereka saling bermusuhan dan juga
H. Perkembangan Fiqih ( Hukum Islam ) periode Kelima ( 350 H s/d mengharamkanorang-orang yang mengikuti mazhab satu menjadi
656 H ) makmum dari imam yang lain dalam shalat.
Periode kelima ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 H. pada masa c. Timbul perdebatan yang tidak jujur
ini dunia Islam terpecah menjadi beberapa penguasa yang disebut Perdebatan dimasa ini timbul oleh kehendak memuaskan hati
Amir. Hal ini mengakibatkan tidak ada persatuan dan kesatuan dari khalifah mereka, maka pada umumnya dalam berdebat mereka
umat Islam sehingga melemahkan umat Islam yang berakibat tidak mencari kebenaran yang hakiki melainkan mempertahankan
mengalami kemunduran dan kemerosotan perkembangan hukum bahwa pendapatnya yang paling benar dan tidak mau melihat
Islam. Para ulama juga sudah kehilangan keinginan untuk berijtihad pendapat orang lain.
seperti pada masa-masa awalnya. Hal-hal yang menyebabkan Disamping kelemahan dan kemunduran dalam perkembangan hukum
kemunduran ialah : Islam namun masih ada juga usaha –usaha yang patut diketengahkan,
a. Taqlid mulai berkembang yaitu :
Karena ulama pada masa ini merasa tidak sanggup lagi seperti a. Mereka berusaha menerangkan dasar-dasar hukum yang dipakai
ulama-ulama sebelumnya, maka mereka mengutamakan taqlid oleh para imam dalam menetapkan hukum;
kepada salah satu mazhab dan mereka berusaha untuk membela b. Mereka masih mau menggunakan qiyas dalam masalah yang
dan menguatkan paham yang dianutnya. Cara mempelajari fiqih tidak ada nash Al-Qur’an dari imam mereka masing-masing;
pun mengalami perubahan kalau masa lalu para pelajar dalam c. Mentarjihan antara pendapat-pendapat imam yang berlainan
mempelajari Al-Qur’an dan Hadits dengan tujuan untuk dalam satu mazhab. Pentarjihan ini dari jurusan riwayat ataupun
segi paham yang berbeda.
d. Mempertahankan mazhabnya masing-masing dengan cara : 77 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
76 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
keluar dari ajaran 4 mazhab dipandang sesat. Secara garis besar
1) Menulis kitab-kitab yang menerangkan periode keenam ini terbagi atas 2 bagian, yaitu :
keutamaan dan kelebihan imam yang mereka a. Pertama tahun 656 H s/d permulaan abad ke-10 H
ikuti. Pada periode ini masih dijumpai ulama-ulama yang mempunyai
2) Apabila terjadi perselisihan antara imam yang kekuatan untuk berijtihad tetapi mereka tidak mau melakukannya.
satu dengan lainnya maka mereka berusaha Para ulama pada masa ini umumnya hanya berusaha mengarang,
untuk mencari dalil hukum yang menguatkan mengolah dan menyusun kitab-kitab yang sudah ada. Kebanyakan
pendapat imamnya. mereka berusaha mengikhtisarkan kitab-kitab yang sebelumnya
3) Banyak melakukan perdebatan ( muhadharah ). dan mengumpulkan cabang-cabang masalah dan menyusunnya
Faktor – faktor utama yang menyebabkan taqlid berkembang dalam kata-kata sempit sehingga sukar dipahami.
dimasyarakat, yaitu : b. Kedua dari awal abad ke-10 H s/d 13 H
a. Pengaruh murid dari para imam mazhab msing-masing berusaha Pada bagian kedua ini keadaan sudah semakin memburuk dan
untuk menarik masyarakat umum kepada mazhab gurunya dan perkembangan fiqih sudah beku sepenuhnya. Hal ini disebabkan :
menjauhkan dari mazhab yang bukan mazhab imamnya. Kalau 1) Para ulama memusatkan perhatian kepada mempelajari buku
kepercayaan itu sudah mendarah daging pada mereka maka yang sukar dan tidak mau meninjau kitab-kitab terdahulu
mereka tidak mau menerima pendapat orang lain; yang bernilai tinggi, yaitu kitab-kitab yang dihasilkan pada
b. Kekuasaan kehakiman pun hanya akan diserahkan oleh penguasa periode ke-4 dan ke-5 yang seharusnya mendapat perhatian
kepada satu orang yang sesuai dengan mazhab penguasa tersebut; penuh.
c. Berkembangnya kitab-kitab mazhab. Dimana tiap mazhab yang 2) Pada masa ini usaha untuk mengembangkan hukum Islam
memperoleh pengikut kemudian membukukan ajaran mazhabnya dengan cara saling menghubungi antara ulama satu dan
dan buku-buku itu menjadi anutan umum. Adapun kitab-kitab lainnya diberbagai daerah menjadi berhenti. Karena dengan
mazhab yang disusun pada periode kelima ini antara lain : pertemuan para ulama itu mereka berdiskusi mengenai
1) Mazhab Hanafi : Al Muktasan, Al Jami’ul Kabir, beberapa hal untuk saling menambah ilmu.
Khasanatul Akmal, Taqwimul Adilah, Al Asrar. 3) Berkembang aneka susunan dalam sesuatu ilmu. Ini menjadi
2) Mazhab Maliki : Al Munthakhabah, Al Watsa’iq, penghalang bagi para mujtahid karena untuk dapat melakukan
Al Akhkam, An Nawadhir, At Takhdhib. ijtihad mereka harus terlebih dulu menguasai kitab-kitab yang
3) Mazhab Syafi’i : Al Hawi, Al Umdah, Al banyak itu.
Majmu,Ta’liqah, Al Muhadhab. Walaupun keadaan fiqih makin merosot karena ijtihad menjadi
4) Mazhab Hanbaly : Al Qathi’yah, Al Miftah, Al berhenti namun pada masa ini masih ada ulama yang berusaha terus
Mufradat, Al Hidayat, Al Tadzkirah. berijtihad walau harus menerima rintangan yang berat. Ulama-ulama
I. Perkembangan Fiqih ( Hukum Islam ) periode Keenam dimulai itu antara lain :
dari tahun 656 H s/d akhir abad ke-13 a. Al Imam Ibnul Amir Ismail As Sariany. Beliau pengarang kitab
Pada periode ini hukum Islam mengalami kemunduran yang Subulul Salam.
sangat,dimana umat Islam hanya sekadar bertaqlid dan barang siapa 78 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
5) Tingkatan Kelima disebut Ahlul Taqlid. Yang termasuk
b. Al Imam Asy Syaukani. Beliau mengarang kitab Aninul Authar. golongan ini adalah ulama-ulama yang hanya mengikuti para
c. Pada masa ini para ulama menempatkan ulama-ulama mazhab imamnya saja.
yang sebelum maupun semasanya menjadi beberapa tingkat, yaitu
: J. Perkembangan Fiqih periode Ketujuh akhir abad ke-13 H s/d
1) Tingkat pertama disebut Ahlul Ijtihad Fil mazhab. Yang sekarang
termasuk ulama golongan ini adalah ulama yang tidak Pada periode ini agama Islam khususnya hukum Islam mulai bangkit
melakukan ijtihad secara mutlak dalam segala bidang kembali berkembang dan tumbuh suatu semangat untuk menentang
masalah mereka hanya berijtihad dalam beberapa kejadian taqlid buta. Para ulama ini mengumandangkan seruan kepada umat
baru menurut dasar-dasar ijtihad yang telah ditetapkan oleh Islam untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, golongan ini
para imam-imamnya. Jadi pada dasarnya mereka mampu disebut golongan Salaf ( Salafiyin ). Adapun ulama-ulama yang
menetapkan hukum syara’ dari sumber hukumnya sendiri termasuk golongan salaf ini adalah :
tetapi dalam menetapkan hukum mendasarkan diri pada jalan a. Al Imam Ibnu Taimiyah dan Al Imam Ibnu Qaiyyin pada abad
yang telah ditempuh oleh imam mereka. Contoh : Al Hasan ke-8 H.
Ibn Ziyad dari Mazhab Hanafi. Ibnul Qasim dan Asyab dari b. Muhammad Ibn Abdul Wahab pada abad ke-12 H yang
mazhab Maliki. Al Buwaity dan Al Muzany dari Mazhab membangun gerakan Wahabi disemenanjung Jazirah Arab.
Syafi’i. c. Jamaludin Al Afghany pada akhir abad ke-13 H.
2) Tingkatan Kedua disebut Ahlul Ijtihad Fil Masa’il. Yang d. Imam Muhammad Abduh dan muridnya Muhammad Rasyid
termasuk ulama golongan ini adalah mereka yang berijtihad Ridha.
hanya dalam masalah yang tidak diberikan hukumnya oleh
imam-iman dengan menggunakan dasar-dasar yang telah Golongan salafiyah ini dalam usahanya membangkitkan kembali
dipergunakan oleh imam-imam mereka.contoh At Thahawy perkembangan hukum Islam berusaha mengajak :
dan khurachy dari mazhab Hanafi. Al Lakhmy, Ibnu a. Meninggalkan taqlid buta.
Arabi,Ibnu Rasyid dari mazhab Maliki. Abdul Hamid Al b. Mempersatukan mazhab.
Ghazali, Abu Ishaq Al Asiarajiny dari mazhab Syafi’i. c. Kembali kepada sumber-sumber hukum yang asli.
3) Tingkatan Ketiga disebut Ahlul Takhriji. Yang termasuk d. Membasmi bid’ah dan khurafat.
golongan ini adalah ulama-lama yang tidak berijtihad dalam
menetapkan hukum melainkan menafsirkan pendapat- Pada masa ini lahirlah usaha untuk mempertalikan ketentuan hukum
pendapat yang singkat dari para imam untuk memperjelas. islam dengan segala persoalan hidup dan memusatkan perhatian untuk
4) Tingkatan Keempat disebut Ahlul Tarjiyah. Yang termasuk menuliskan hukum Islam dengan sistem membandingkan pendapat
golongan ini adalah mereka yang membandingkan riwayat- mazhab dimana ada upaya untuk membandingkan dalil-dalil dan
riwayat yang bermacam-macam yang diriwayatkan oleh para pendapat yang telah hidup dalam masyarakat dan menunjukkan
imam dan menentukan mana yang lebih baik diikuti karena pendapat yang terdapat kelemahannya .
dianggap lebih sahih sesuai dengan qiyas. 80 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
79 Bahan Kuliah : HUKUM ISLAM 1
Periode ketujuh ini disebut pula Modernisasi Islam. Dimulai dari
negara-negara Mesir,Pakistan,India dan pengaruhnya sampai ke
Indonesia. Pada tahun 1938 M, ulama Al Azhar mengadakan kongres
dan memutuskan bahwa :
a. Bahwasanya syariat Islam adalah suatu sumber dari sumber-
sumber undang-undang perbandingan;
b. Bahwasanya syariat Islam adalah syariat yang hidup dan dapat
menampung segala perkembangan masa.
c. Bahwasanya syariat Islam adalah syariat yang berdiri sendiri dan
murni, bukan jiplakan mengambil syariat yang lain.