Anda di halaman 1dari 6

eamfis

Kamis, 28 Mei 2009


Galaksi
Galaksi adalah kumpulan berjuta-juta bintang, gas dan debu yang sangat luas yang
terikat bersama gravitasi. Di alam semesta ini diperkirakan ada satu bilyun gal
aksi, yang masing-masing beranggotakan jutaan bintang. Kita dapaat mengamati gal
aksi dengan menggunakan teleskop besar.
Galaksi tempat bumi kita berada, berikut matahari dan 8 planet lainnya (merkuriu
s, venus, mars, jupiter, saturnur, uranus, neptunus dan pluto) adalah Galaksi Bi
ma Sakti (Milky Way).
Hasil pengamatan mengung kapkan bahwa matahari kita hanyalah salah satu dari ber
ibu matahari lainnya yang beredar mengikuti pusat bintang-bintang tersebut.
Gugus bintang galaksi Bima Sakti ini telah dapat diamati semejak peradaban kuno,
khususnya dimalam hari pada musim kemarau. Galaksi Bima Sakti ini akan terlihat
seperti jalur putih yang membentang dari utara ke selatan, jalur tersebut seola
h membelah langit malam menjadi dua bagian disisi timur dan barat.
Galaksi kita ini berotasi (berputar) dengan arah 100 ribu juta berlawanan jarum j
am. Galaksi Bima Sakti memiliki bintang. Selain itu terdapat pula gumpalan-gump
alan gas dalam ukuran kecil yang jumlahnya sangat banyak. Dari pengamatan yang t
eratur, diketahui bahwa jumlah bintang di pusat galaksi lebih banyak daripada di
tepinya. Matahari merupakan bintang yang terletak di tepi galaksi. Matahari berg
erak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km/detik. Untuk
mengitari pusat galaksi matahari memerlukan waktu selama 2,4 x 108 tahun (=240 j
uta tahun).
Pemahaman astronom mengenai bentuk galaksi Bima Sakti, tidak terlepas dari perke
mbangan pengetahuan dimulai dari:
a. Thomas Wright (1750):
Matahari bersama bintang-bintang lainnya membentuk satu kelompok seperti pulau p
erbintangan di tengah-tengah jagad raya.
b. William Herschel (1784) :
Kelompok bintang-bintang dalam galaksi Bima Sakti membentuk piringan pipih seper
ti cakram.
c. Kapteyn (1910) :
Wujud galaksi Bima Sakti adalah pipih.
d. Hasil studi cacah bintang dari Harold Shapley (1917):
Galaksi Bima Sakti berbentuk cakram dengan garis tengah 100.000 tahun cahaya, da
n matahari berada di daerah tepi sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Galaksi lainnya adalah : galaksi Andromeda (galaksi tetangga terdekat dengan gal
aksi kita yang berjarak 870.000 tahun cahaya 1.1013km). =
Berdasarkan bentuknya, galaksi dapat dikategorikan kedalam 3 bentuk :
a. Galaksi yang berbentuk spiral
Sebagian galaksi berbentuk spiral, seperti Bima Sakti, Galaksi Andromeda, dan ga
laksi Canes Venatici spiral. Galaksi yang berbentuk spiral berjumlah 80% dari ga
laksi yang ada. Galaksi ini memiliki struktur paling teratur terhadap pusat.
b. Galaksi yang berbentuk elips
Galaksi yang berupa gumpalan pekat disebut Galaksi Eliptik. Galaksi yang berbent
uk elips ber- jumlah 17% dari seluruh galaksi yang ada. Bentuk galaksi ini lebih
sederhana dibanding galaksi spiral, kerapatan bintang lebih tinggi di pusat dib
anding di tepinya.
c. Galaksi yang tidak beraturan
Galaksi ini berjumlah 3% dari seluruh galaksi yang ada.
Tata Surya
Ada beragam teori mengenai asal-usul tata surya kita yang dikemukakan oleh para
ahli, tetapi belum ada satupun yang dapat diterima oleh semua pihak. Teori-teori
tersebut diantaranya: hipotesis nebula, hipotesis planettesima, teori tidal ata
u pasang surut, teori bintang kembar, teori creatio continua, dan teori Kuiper.
1) Hipotesis Nebula
Hipotesis mengenai asal ussul tata surya ini dikemukakan oleh Laplace (1976) yan
g meyakini bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kab
ut gas yang sangat panas. Pada proses kondensasi tersebut sebagian terpisah dan
merupakan cincin yang mengelilingi pusat yang selanjutnya menjadi matahari.
Dengan cara yang sama bagian-bagian yang mengelilingi pusat tersebut (cikal baka
l matahari) setelah mendingin akan mejadi planet-planet seperti bumi yang mengel
ilinginya.
Namun hipotesis ini digagalkan oleh adanya bukti dengan ditemukannya dua buah bu
lan pada jupiter dan sebuah bulan pada saturnus yang berputar berlawanan arah de
ngan rotasi-rotasi planet. Hal ini menunjukkan satelit tersebut bukan merupakan
bagian dari planet tersebut.
2) Hipotesis Planettesima
Chamberlatin dan Moulton berhipotesis bahwa tata sur ya ini berasal dari kabut g
as yang sangat besar yang berkondensasi, dengan asumsi pembentukan plaet-planet
tidak harus harus berasal dari satu badan, melainkan juga dapat berasal dari bin
tang besar lainnya yang kebetulan melintas didekat bintang yang merupakan bagian
dari tata surya kita. Bagian kabut gas bintang tersebut selanjutnya terpengaruh
oleh gaya tarik matahari yang setelah mendingin terbentuk benda-benda kecil pad
at yang disebut planettesimal. Teorinya ini dapat menjawab kelemahan pada teori
nebula.
3) Teori Tidal Atau Pasang Surut
Teori ini diungkapkan James dan Harold Jeffreys (1919). Teori ini berasumsi bahw
a planet merupakan hasil percikan matahari yang disebut tidal. Tidal yang besar
selanjutnya menjadi planet. Keluarnya tidal dari matahari ini diakibatkan adanya
gaya tarik dari matahari lain yang bergerak melintas didekat matahari kita yang
menarik sebagian materi dari matahari kita keluar. Teori ini masih diyakini ole
h sebagian pengautnya sampai sekarang.
4) Teori Bintang Kembar
Teori ini berasumsi kalau matahari dulunya berasal dari dua buah bintang kembar
yang salah satunya meledak akibat gaya tarik gravitasi dimana pecahan-pecahannya
tetap berada disekitar bintang yang satunya. Bintang yang satu ini merupakan ci
kal bakal matahari dan pecahan-pecahan bintang lain merupakan bakal planet yang
bergerak mengitari matahari.
5) Teori Creatio Continua
Fred Hyle, Bindi dan Gold beranggapan bahwa alam semesta ini sebelumnya tidak, s
etelah diciptakan, alam semesta ini ada dan akan tetap ada. Alam semesta ini aka
n mengalami proses pengembangan (memuai).
Selama proses penciptaan dan pengembangan akan partikel yang dilahirkan dan adap
ula yang lenyap. 90% materi alam semesta ini berupa hidrogen, selama itu kandung
an hidrogen yang dimiliki akan berubah melahirkan helium dan zat–zat lainnya. Part
ikel–partikel tersebut selanjutnya bergabung membentuk embun–embun kabut spiral deng
an bintang–bintang dan jasad–jasad alam semesta. Mengem bangnya alam semesta ini dia
kibatkan oleh jumlah partikel yang terbentuk jauh lebih besar dari pada partikel
yang hilang.
Menurut mereka, proses pengembangan ini akan berlangsung selama 10 milyar tahun.
Selama itu akan dihasilkan kabut–kabut baru pula.
6) Teori Kuiper.
G.P Kuiper (1950) berteori bahwa terbentuknya alam semesta ini berasal dari gas
purba yang ada di ruang angkasa. Sebagian kabut gas yang tampak tipis memampatka
n diri menjadi sebuah benda yang memadat karena adanya gaya tarik antar molekul
gas.
Sifat gas yang selalu mengalami pergerakan menyebab kan benda yang terbentuk ber
gerak. Pergerakan benda yang memutar menyebabkan bentuk benda menjadi pipih dan
memadat dibagian tengah, beberapa gumpalan kecil gas akan keluar dari putaran be
nda ke lingkungan sekitarnya. Gumpalan gas yang memadat ditengah inilah yang mer
upakan cikal bakal matahari dan gumpalan gas yang terlontar keluar, merupakan ci
kal bakal planet.
Gesekan antar gas yang semakin memadat mulai menyalakan api, pancaran panas api
tersebut mengusir kabut–kabut gas yang menyelimuti benda cikal bakal planet menjad
i tak terbungkus gas lagi. Bakal planet yang jaraknya jauh dari matahari kurang
terpengaruh oleh hal itu, oleh sebab itu bakal planet akan kelihatan besar karen
a diliputi oleh kabut gas.
b. Pemodelan Tata Surya
Ada dua buah pemodelan mengenai tata surya kita, yang berkembang sejak dulu hing
ga kini seperti yang telah dikembangkan dimuka, yaitu : model geosentris dan mod
el heliosentris.
1) Model Geosentris
Model yang beranggapan bahwa matahari, bintang, planet, dan bulan bergerak menge
lilingi bumi ini telah diteri oleh orang lebih dari 2000 tahun yang lalu.
Model tata surya ini dikemukakan oleh Hipparcus (140 SM) seorang astronom Yunani
kuno. Model ini dikembangkan lebih lanjut oleh Ptolemaeus (abad ke-2 M). Ptolom
eus Seorang ilmuwan Yunani yang menyusun gambaran baku mengenai Alam semesta yan
g dipakai oleh para ahli astronomi hingga jaman Renaissance. Menurut Ptolomeus:
Matahari, Bulan, dan planet-planet beredar mengelilingi Bumi dengan suatu sistem
yang rumit.
Teori ini akhirnya ditentang dan dibuktikan kesalahannya oleh Copernicus. Ptolom
eus menulis ensiklopedi besar astronomi Yunani yang disebut Almagest.
2) Model Heliosentris
Model yang beranggapan matahari sebagai pusat peredaran planet dan benda-benda l
angit lainnya ini bermula dari pemikiran Aristrachus (310-230 SM) yang pada awal
nya belum mendapat tempat dalam bidang astronomi.
Adanya revolusi ilmiah yang dilakukan Copernicus (1473-1543) dan disempurnakan K
eppler (1571-1630). Kepler menentukan sifat orbit planet berdasarkan analisis da
ta teleskop astronomi Brache mengemukakan tiga buah hukum yang yang menguatkan p
emodelan tata surya ini.
Ketiga hukum tersebut dikenal dengan hukum Kepler (hukum I, II dan III).
Hukum I Kepler mengenai bentuk orbit tatasurya (1609), bentuk orbit tata surya a
dalah elips dan matahari berada pada salah satu titik fokusnya (pada sumbu panja
ngnya).
Hukum II Kepler mengenai luas sapuan orbit tatasurya (1609), luas bidang yang di
lalui oleh garis penghubung antara planet dan matahari dalam interval waktu yang
sama adalah sama. Hukum ini menyatakan bahwa kecepatan masing-masing orbital ti
dak sama.
Hukum III Kepler mengenai perbandingan jarak yang harmonik (1609), perbandingan
pangkat tiga (kubik) jarak rata-rata planet terhadap matahari (d) dengan pangkat
dua (kuadrat) periode revolusinya (T) terhadap matahari adalah sama untuk semua
planet.
Tata-Surya yang Teratur Sempurna
Bila Anda pergi ke luar, sinar matahari menerpa wajah Anda tanpa mengganggu Anda
, dan keadaan yang menguntungkan Anda ini disebabkan oleh adanya tatanan sempurn
a dalam tata surya. Matahari, yang memberikan kehangatan dan cahaya menyenangkan
bagi kebaikan kita, sebenarnya hanyalah seperti sebuah lubang dalam yang terdir
i atas awan gas berwarna merah. Matahari terbuat dari pusaran nyala api raksasa
yang memancar sampai berjuta-juta kilometer jauhnya dari permukaan yang mendidih
, serta topan raksasa yang naik ke permukaan dari dasarnya. Hal ini dapat beraki
bat mematikan bagi umat manusia. Tetapi, atmosfer (lapisan udara) dan medan magn
et bumi menyaring semua sinar matahari yang membahayakan dan mematikan ini sebel
um sempat sampai kepada kita. Keteraturan sempurna dalam tata surya inilah yang
menjadikan bumi planet yang dapat dihuni.
Bila kita tinjau struktur tata surya, akan kita temukan keseimbangan yang sangat
halus dan teliti. Yang menahan planet-planet dalam tata surya agar tidak terlep
as dari tata surya dan terlempar ke dalam suhu dingin membeku di angkasa luar ad
alah keseimbangan antara gravitasi (gaya tarik) matahari dan gaya sentrifugal pl
anet-planet. Matahari menarik semua planet dengan gaya tarik kuat yang ditebarka
nnya, sementara planet-planet secara terus-menerus mengimbangi tarikan ini denga
n menggunakan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh gerakan planet-planet terse
but pada jalur lintas atau orbitnya. Tetapi bila planet-planet ini berputar pada
sumbunya (gerak rotasi) dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah, planet akan
ditarik oleh matahari dengan sangat kuat sehingga jatuh ke dalam raksasa mataha
ri dan tertelan suatu ledakan hebat. Hal yang sebaliknya juga mungkin terjadi. J
ika planet-planet berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, kali ini gravitas
i matahari tidak akan cukup kuat untuk menahannya dan planet-planet akan terlemp
ar ke ruang hampa di angkasa luar. Tetapi, sebuah keseimbangan yang sangat halus
cermat telah ditetapkan, dan sistem ini dapat terus berlangsung karena memperta
hankan keseimbangan ini.
Selain itu, juga penting untuk dicatat bahwa keseimbangan yang disebutkan di ata
s diciptakan secara tersendiri untuk setiap planet, karena jarak masing-masing p
lanet dari matahari adalah berlainan. Di samping itu, massa setiap planet juga b
erbeda. Karena itulah, untuk setiap planet, kecepatan rotasi yang berbeda juga d
itetapkan. Hal ini dimaksudkan, agar planet-planet tersebut dapat menghindari ta
brakan dengan matahari maupun lontaran ke ruang angkasa.
Contoh ini hanya merupakan sebagian kecil bukti dari keseimbangan luar biasa di
dalam tata surya. Siapa pun yang memiliki akal dapat memahami bahwa keseimbangan
yang menempatkan planet-planet besar dan seluruh tata surya dalam keteraturan,
dan yang memelihara keteraturan ini hari demi hari dan abad demi abad, tidak mun
gkin terjadi secara kebetulan. Tampak jelas bahwa keteraturan ini telah diperhit
ungkan dengan sangat cermat. Allah, yang Mahakuasa, menunjukkan kepada kita, den
gan berbagai kesempurnaan rinci yang telah Dia ciptakan di alam semesta, bahwa s
egala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya. Para ahli astronomi seperti Kepler
dan Galileo, ilmuwan yang bekerja untuk menyingkapkan keseimbangan yang luar bia
sa pekanya dalam tata surya, beberapa kali menyatakan bahwa sistem ini mengisyar
atkan perancangan yang sangat jelas dan merupakan bukti kekuasaan Allah di seant
ero jagat raya. Allah menciptakan dan berkuasa atas segala sesuatu dengan penget
ahuan-Nya yang tak terbatas; Dialah Yang Mahaperkasa.
Anggota Tata Surya
Tata Surya (bahasa Inggris: solar system) terdiri dari sebuah bintang yang diseb
ut matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk
sembilan buah planet dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, dan
satelit alami. Tata Surya dipercaya terbentuk semenjak 4.600 juta tahun yang lal
u, merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang membentuk matahari
dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya kecuali planet Pluto. Tata Surya
terletak dalam galaksi Bima Sakti.
Tata Surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi matahari dan sistem yang seta
ra tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun kecepatan cahaya, ditandai ada
nya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort ber
bentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam.
Disebabkan oleh orbit planet yang membujur, jarak dan kedudukan planet berbandin
g kedudukan matahari berubah mengikut kedudukan planet di orbit.
Marilah kita berkenalan dengan anggota tata surya kita satu persatu:
Merkurius
Merkurius merupakan sebuah planet yang keberadaanya paling dekat dengan matahari
. Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57 juta kilometer. Suhu di sana C dimala
m hari. C disiang hari dan 178 sangat panas sekitar 427
Merkurius adalah planet terkecil setelah Pluto. Ukurannya hanya 27% dari ukuran
Bumi . Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-
benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.
Planet ini merupakan planet yang paling panas dan paling padat/pejal. Kenapa dem
ikian?
Hal ini disebabkan oleh hampir 80% bahan penyusun merkurius adalah besi. Sangat
susah sekali melihat merkurius di langit karena kedudukannya sangat dekat sekali
dengan matahari. Merkurius hanya dapat nampak terlihat untuk saat-saat tertentu
dan kedudukan tertentu, sperti yang terlihat pada gambar
Penampakan planet merkurius
Kala rotasi planet ini adalah 58,6 hari. Kala revolusinya 88 hari. Bandingkan de
ngan Bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,25 hari).
Venus
Venus adalah planet tetangga terdekat. Ukurannya pun hampir sama dengan Bumi , b
erdiameter 12100 km (Bumi memiliki diameter 12755 km). Kala rotasinya adalah 243
hari, sedangkan kala revolusinya adalah 225 hari.
Venus terlihat sebagai bintang yang terang benderang, bentuknya hampir menyerupa
i Bumi . Planet ini dikenal dengan sebutan Bintang Fajar atau Binjang Senja. Jik
a langit cerah pada pagi atau senja, lihatlah ke arah matahari terbit (pada pagi
hari) atau tenggelam (pada sore hari), kamu akan melihat sebuah benda langit se
perti bintang bercahaya cukup terang, itulah planet Venus. Cahaya planet berasal
dari cahaya matahari yang dipantulkannya.
Mengapa Venus terlihat lebih terang dibanding planet lainnya ?
Venus memiliki atmosfir berupa awan tebal berwarna putih. Atmosfir inilah yang m
emantulkan cahaya matahari sehingga terlihat berkilau oleh mata kita di Bumi .
Misi perjalanan Mariner 10 ke merkurius
Pada tahun 1974 satelit Mariner 10 menemukan bahwa atmosfer venus ternyata terbe
ntuk dari carbon dioksida beracun dan tetesan asam sulfida.
Mars
Planet Mars dijuluki dengan sebutan planet Merah karena memang terlihat bercahay
a merah dari Bumi . Planet Mars dikenal oleh astrolog sebagai Dewa Perang dan pl
anet lambang agresivitas dan kekejaman
Kenapa mars terlihat merah?
Warna merah tersebut disebabkan oleh karena permukaan planet Mars diselimuti deb
u merah karat.
Mars sekarang ini merupakan planet yang terselimuti padang pasir dan bebatuan, s
erta bersuhu sangat dingin. Dibandingkan dengan Bumi , ukuran Mars hanya separuh
dari ukuran Bumi . Kala rotasi Mars adalah 25 jam (bandingkan dengan Bumi yang
24 jam) dan kala revolusinya adalah 687 hari.Mars memiliki 2 satelit yaitu Phobo
s dan Deimos sedangkan Bumi cuma satu.
Jupiter
Jupiter adalah planet terbesar di tata surya kita. Jupiter berdiameter 11 kali d
iameter Bumi . Volumenya diperkirakan sebanding dengan 1310 kali volume Bumi . B
eratnya hanya 2 ½ kali planet Bumi . Planet ini tidak padat, tetapi lembek seperti
bubur. Permukaannya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan ya
ng bergolak.
Jupiter bukanlah planet yang asyik untuk dikunjungi, kenapa demikian? Pesawat ru
ang angkasa manapun manusia, akan segera hancur karena tekanan yang kuat. Ini pe
rnah dialami pesawat ruang angkasa tak berawak, Galileo. Setelah di planet Jupit
er selama delapan tahun, Galileo kehabisan bahan bakar dan ketika memasuki atmos
fir Jupiter, Galileo hancur hanya dalam waktu 59 menit.
Jupiter berotasi sangat cepat yaitu 10 jam (rotasi tercepat di tata surya). Kece
patan rotasinya adalah 35400 km/jam (sedangkan Bumi 1610 km/jam, kecepatan mobil
F1 dan motor GP 320 km/jam). Namun kala revolusinya cukup lama yaitu 12 tahun.
Jupiter memiliki 16 buah satelit.
Kita dapat melihat planet Jupiter dengan mata telanjang pada arah Timur – Tenggara
setelah matahari terbenam di bulan April.
Saturnus
Saturnus merupakan planet ke-enam atau planet terbesar kedua setelah Jupiter dal
a tata surya. Saturnus dikenal sebagai planet kematian dan kehancuran. Planet in
i memiliki cincin yang mengitarinya. Cincin tersebut berupa potongan jutaan es.
Keberadaan cincin yang mengelilinginya menjadikan Saturnus sebagai planet yang t
erindah dan termegah dibandingkan planet lainnya.
Cincin Saturnus merupakan daya penarik bagi para pengamat. Cincin tersebut dikel
ompokkan menjadi tujuh lapis, namun pengamat dari Bumi hanya dapat mengenali tig
a lapisan cincin yang mengelilingi Saturnus. Cincin Saturnus sangat lebar, lebar
nya sekitar 14.600 km dan 25.500 km jauh lebih besar dibanding diameter Bumi (12
.756 km), apalagi kalau dibandingkan dengan panjang lapangan sepakbola yang hany
a 110 m (1 km = 1000m), berapa kalinya panjang lapangan sepak bola?.
Saturnus didominasi oleh gas (hidrogen, helium, metana, dan amonia). Saturnus be
rdiameter 9 kali diameter Bumi . Kala rotasinya 10 jam 14 menit (tercepat kedua
setelah Jupiter) sedangkan kala revolusinya 29,5 tahun.Tahukah kamu kalau Saturn
us ini memiliki jumlah satelit paling banyak yaitu 19 buah. Satelit terbesarnya
adalah Titan.
Massa jenis Saturnus (0,7), lebih kecil dibandingkan air, sehingga jika Saturnus
diletakkan di tempayan air raksasa, maka Planet ini akan terapung. Saturnus ada
lah planet terjauh yang bisa dilihat mata telanjang dari Bumi . Tanpa bantuan te
leskop, planet ini mirip sebuah titik di langit. Bedanya dengan bintang, ia tida
k berkelip.
Uranus
Uranus merupakan planet yang terdiri dari gas, bukan tanah seperti di Bumi . Suh
u udara disana sangat dingin dan membeku, shu di permukaannya C. Gas utama penyu
sun Uranus adalah C sampai -213 berkisar antara -233 Hidrogen, kemudian diikuti meth
ana dan Helium.
Uranus ternyata memiliki cincin, seperti saturnus, tetapi tipis dan sampai sekar
ang telah ditemukan 9 lapis cincin Uranus. Kala revolusi Uranus adalah 84 tahun
dan kala rotasinya 15 ½ jam.
Arah rotasi Uranus berlawanan dengan arah rotasi Bumi . Uniknya, Uranus berotasi
pada sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Akibatnya satu sisi planet terus
-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi lainnya terus-menerus m
engalami malam selama 42 tahun. Uranus memiliki 15 satelit, dua yang terbesar ad
alah Oberon dan Titania dan terkecil adalah Miranda.
Neptunus
Neptunus adalah adalah planet gas. Diameter Neptunus adalah 49.500 km. Volume Ne
ptunus bisa menampung 60 kali volume Bumi . Kala rotasinya adalah 18 jam sedangk
an kala revolusinya 165 tahun, wah lama sekali yah! Untuk sekali revolusi cukupk
ah umur kita untuk menantinya?.
Neptunus memiliki 8 satelit, yang terbesar adalah Triton. Pesawat angkasa Voyage
r 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling ti
dak 3 lapis cincin.
Pluto
Pluto dari air dan es.Berpuluh-puluh tahun sejak penemuannya, Pluto dianggap seb
agai planet kesembilan di tata surya, melengkapi delapan planet yang telah ditem
ukan sebelumnya.
Namun dibalik itu, spekulasi akan keberadaan anggota kesepuluh mulai berkembang.
Setelah simpang-siur kisah seputar Planet X tersebut beredar, barulah pada tahu
n 1992 para astronom mulai menyadari bahwa selepas orbit Neptunus terdapat sebua
h daerah orbit dimana terdapat 70.000 objek kecil beku yang berbalut es yang ber
gerak lambat mengorbit matahari. Objek-objek kecil tersebut kemudian dinamai Sab
uk Kuiper (Kuiper Belt) atau Kuiper Belt Object, namun lebih dikenal dengan sebu
tan Trans Neptunian Object.
Penemuan Kuiper Belt akhirnya malahan membuat status Pluto sebagai sebuah planet
mulai diragukan. Ini adalah kenyataan yang ironis mengingat, pencarian planet k
esepuluh dari sistem tata surya kita malahan membuat daftar yang sudah ada teran
cam berkurang satu. Status Pluto kemudian menjadi ajang perdebatan diantara para
astronom, apakah tetap digolongkan sebagai planet ataukah objek Kuiper Belt.