P. 1
Statistik Deskriptif

Statistik Deskriptif

|Views: 2,750|Likes:
Dipublikasikan oleh Tri Cahyono

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Tri Cahyono on Dec 15, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

Mean biasa diterjemahkan dengan rata-rata atau rerata. Mean dilambangkan
dengan tanda X yang diberi garis di atasnya (X) biasa disebut X bar. Pada
mean suatu populasi biasa dilambangan dengan , sedangkan untuk sampel
dilambangkan X. Mean merupakan angka yang dapat mewakili suatu data
untuk ukuran tendency central.
a. Mean data yang tidak berkelompok
Mean biasa dirumuskan dengan jumlah seluruh angka yang ada pada
data dibagi dengan banyaknya angka pada data, dengan notasi rumus
sebagai berikut :

N

X

X

i

atau menggunakan rumus

N

d

X

X

i

d

.

Keterangan:

X = rata-rata
Xi = angka anggota data

39

N = banyaknya angka pada data

d

X = angka yang diduga sebagai rata-rata (guess mean)

di =

selisih antara rata-rata yang diduga dengan angka anggota data

d

i

X

X

Contoh :
35, 45, 36, 42, 38, 36, 48, 38, 40, 34, 34

N

X

X

i

11

34

34

40

38

48

36

38

42

36

45

35

X

73
,
38

X

atau menggunakan rumus

N

d

X

X

i

d

misalnya yang diduga sebagai rata-rata angka 36, maka

NO ANGKA (Xi) YANG DIDUGA (d

X) = 36 di = Xi - 36

1.

35

-1

2.

45

+9

3.

36

0

4.

42

+6

5.

38

+2

6.

36

0

7.

48

+12

8.

38

+2

9.

40

+4

10.

34

-2

11.

34

-2

JUMLAH

+30

N

d

X

X

i

d

40

11

30

36

X

73
,
38

X

misalnya yang diduga sebagai rata-rata 40, maka
NO ANGKA (Xi) YANG DIDUGA (d

X) = 40 di = Xi - 40

1.

35

-5

2.

45

+5

3.

36

-4

4.

42

+2

5.

38

-2

6.

36

-4

7.

48

+8

8.

38

-2

9.

40

0

10.

34

-6

11.

34

-6

JUMLAH

-14

N

d

X

X

i

d



11

14

40

X

73
,
38

X

b. Mean data yang berkelompok
Data yang telah tersusun pada tabel distribusi frekuensi menggunakan
rumus sebagai berikut :

N

X

f

X

i

i

.

atau menggunakan rumus

N

d

f

X

X

i

i

d

.

atau

menggunakan rumus

I

N

U

f

X

X

i

i

d

.

.

Keterangan:

X = rata-rata
fi

= Frekuensi

41

Xi

=

titik tengah interval kelas (batas bawah tidak nyata kelas + ½
lebar interval kelas)
N = banyaknya angka pada data (total frekuensi)

d

X =

Angka (titik tengah interval kelas) yang diduga sebagai rata-rata
(guess mean)

di

=

selisih antara rata-rata yang diduga dengan titik tengah interval
kelas

d

i

X

X

Ui = working unit


I

di

I = lebar interval kelas

Contoh :

TINGGI BADAN MASYARAKAT KALIMAS TAHUN 2006
NO.

TINGGI BADAN

JUMLAH

1.

140 – 149

6

2.

150 – 159

22

3.

160 – 169

39

4.

170 – 179

25

5.

180 – 189

7

6.

190 – 199

1

JUMLAH

100

Menggunakan rumus

N

X

f

X

i

i

.

NO. TINGGI BADAN JUMLAH (fi)

Xi

fi.Xi

1.

140 – 149

6

144,5

867,0

2.

150 – 159

22

154,5

3399,0

3.

160 – 169

39

164,5

6415,5

4.

170 – 179

25

174,5

4362,5

5.

180 – 189

7

184,5

1291,5

6.

190 – 199

1

194,5

194,5

JUMLAH

100

16530,0

42

100

16530

X

30
,
165

X

Menggunakan rumus

N

d

f

X

X

i

i

d

.

, misalnya diduga mean = 175

NO. TINGGI BADAN JUMLAH (fi) Xi di = Xi - 175 fi.di

1.

140 – 149

6

144,5

-30,5 -183,0

2.

150 – 159

22

154,5

-20,5 -451,0

3.

160 – 169

39

164,5

-10,5 -409,5

4.

170 – 179

25

174,5

-0,5 -12,5

5.

180 – 189

7

184,5

9,5

66,5

6.

190 – 199

1

194,5

19,5

19,5

JUMLAH

100

-970,0



100

970

175

X

30
,
165

X

Menggunakan rumus

I

N

U

f

X

X

i

i

d

.

.

, misalnya diduga mean=165

NO. TINGGI BADAN

JML
(fi)

Xi di=Xi -165 Ui=


I

di

fi.Ui

1.

140 – 149

6 144,5

-20,5

-2,05 -12,30

2.

150 – 159

22 154,5

-10,5

-1,05 -23,10

3.

160 – 169

39 164,5

-0,5

-0,05 -1,95

4.

170 – 179

25 174,5

9,5

0,95 23,75

5.

180 – 189

7 184,5

19,5

1,95 13,65

6.

190 – 199

1 194,5

29,5

2,95

2,95

JUMLAH

100

3,00

43

10
.

100

3

165

X

30
,
165

X

Secara empirik modus, median dan mean memiliki hubungan matematis
sebagai berikut ;

Modus – Mean = 3 Mean – Median

Aplikasi ukuran tendency pada distribusi data dapat memperlihatkan
kemiringan / kemencengan (skewness) seperti pada kurva di bawah ini.

Kemencengan ke kanan.

Kemencengan ke kiri.

Kurva normal.

44

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->