Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS KEUANGAN

Laporan Keuangan dalam suatu unit bisnis merupakan output dari Bagian
Akuntansi atau Pembukuan. Akan tetapi menjadi input bagi pihak lain yg
akan memanfaatkan sbg dasar keputusan manajerial, yaitu antara lain :
- direksi
- pemegang saham
- investor serta pemerintah (pajak)
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses pencatatan berbagai
transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Ada 2 laporan
keuangan pokok yang disusun, yaitu :
A. Neraca ( Balance Sheet )
B. Laporan Rugi/Laba (Income Statement)
Karena laporan keuangan diperlukan oleh berbagai pihak, maka
penampilannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti :
1. Relevan
2. handal, dapat dipercaya
3. akurat
4. tepat waktu
5. lengkap
A. Neraca ( balance sheet )
Secara sederhana, Neraca perusahaan merupakan : POSISI KEUANGAN
PERUSAHAAN PADA SAAT TERTENTU
Dalam neraca, disatu sisi dinyatakan jumlah HARTA (asset atau aktiva)
yang dimiliki. Disisi lain, tampak jumlah UTANG (liabilitas atau kewajiban )
serta MODAL SENDIRI (capital) perusahaan, atau disebut juga Pasiva.
Pada hakikatnya, utang dan modal merupakan sumber dana yang
digunakan untuk memiliki harta perusahaan. Pada dasarnya dlm neraca
ada persamaan pokok
HARTA = UTANG + MODAL
Dg kata lain, jumlah hak, kekayaan (Harta) akan selalu sama dg jumlah
sumber dana, kewajiban (Utang dan Modal)
1. HARTA
Harta perusahaan merupakan kekayaan atau hak yang dimiliki
perusahaan dengan klasifikasi pokok sebagai berikut :
a. Harta Lancar (Current Assets)
b. Penyertaan saham (Investments)
c. Harta Tetap (Fixed Assets)
d. Harta Tetap tak Berwujud ( Intangible Assets)
e. Harta lain-lain (Others Asset)

a. Harta Lancar (Current Assets)


adalah uang kas dan harta-harta lain yg diharapkan akan dapat dicairkan
menjadi uang kas dalam satu siklus perusahaan yg normal.
sebagai contoh adalah piutang dagang, persediaan barang dagangan, dan
uang muka pembelian.
b. Penyertaan Saham (Investments)
Perusahaan seringkali memegang kepemilikan atas sebagian atau seluruh
perusahaan lainnya. Dengan kata lain, perusahaan menanam sebagian
dananya pada perusahaan lain. Nilai yang tercantum dalam Penyertaan
Saham ini merupakan nilai sebagian atau seluruh saham perusahaan lain
yg dimiliki tersebut.
c. Harta tetap ( Fixed Assets)
Perusahaan memiliki harta yg digunakan untuk menunjang kegiatan
operasionalnya, seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan dsb. Jadi jenis
apapun yg dibeli perusahaan, sepanjang tidak untuk diperjualbelikan
dalam kegiatan pokoknya, termasuk dalam harta tetap.
d. Harta tetap tak berwujud (Intangible Assets)
yg termasuk dalam kelompok ini adalah yg memiliki ciri seperti Harta
Tetap, namun yg tidak memiliki bentuk fisik.
sebagai contoh adalah Hak Paten, Hak Guna Usaha, Hak Cipta
e. Harta Lain-lain
Yang tidak termasuk dlm empat kelompok diatas, seperti Piutang Jangka
Panjang dan Bangunan dalam proses pelaksanaan.
2. UTANG
Utang merupakan kewajiban perusahaan yg harus dilunasi. Utang atau
kewajiban pada hakekatnya merupakan sumber dana dari luar
perusahaan.
Klasifikasi dasar yang biasa digunakan adalah :
a. Utang Lancar (Current Liabilities)
b. Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
a. Utang Lancar
merupakan kumpulan utang atau kewajiban yang harus dilunasi dalam
jangka waktu satu tahun yang akan datang atau dalam siklus operasi
normal. Batasan waktu siklus usaha ini sesuai dengan masa yang
digunakan dalam penggolongan harta lancar.
Terdiri dari :
1. Utang Dagang, uatang yg timbul dari pembelian barang dagangan.
2. Utang pajak
3. Utang Bank (kredit modal kerja)
4. Angsuran kredit jangka panjang, yg sudah atau segera jatuh tempo
b. Utang Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang adalah berbagai kewajiban yg tidak akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun mendatang atau dalam satu siklus usaha
tersebut. utang Obligasi, Kredit Investasi
3. MODAL SENDIRI
Modal sendiri merupakan kewajiban perusahaan kepada pemilik
(pemegang saham) perusahaan. Dalam perusahaan yg berbentuk
perseroan (PT), modal sendiri terdiri dari unsur-unsur pokok sbb :
1. Modal saham
2. Agio saham
3. Laba ditahan
>Modal saham adalah juml yg disetor oleh pemegang saham.
>Agio Saham yg merupakan selisih antara nilai nominal (yg tercantum
dalam saham) dg harga jual di hari perdana. Agio muncul bila nilai jual
lebih besar dibanding nilai nominal, Disagio jika nilai jual lebih kecil
dibanding nilai nominal.
>Laba ditahan, merupakan bagian dari laba bersih sesudah PPh yg
ditahan/ditanam lagi di perusahaan. Sebagian lagi dibagi sebagi Dividen.
b. Laporan rugi laba
adalah Prestasi Keuangan Perusahaan dalam Periode Tertentu. Prestasi
akhir keuangan perusahaan disini dinyatakan berupa Laba yg merupakan
akibat dari Hasil Penjualan atau Pendapatan dikurangi segala Biaya untuk
memperoleh pendapatan tersebut.
Unsur-unsur pokok dalam Laporan Rugi Laba :
1. Hasil Penjualan atau Pendapatan
2. Biaya
3. Laba atau Rugi
1.Hasil Penjualan
Meliputi nilai penjualan barang atau jasa selama periode tertentu yg
diperoleh secara tunai atau kredit.
2.Harga Pokok Penjualan
Merupakan Nilai Pokok untuk sejumlah barang yg dijual selama satu
periode.
Merupakan hasil dari : Nilai persediaan awal + Pembelian – Nilai
Persediaan akhir
3.Biaya Umum dan Administrasi
Biaya ini berisi seluruh pengorbanan yg diperlukan untuk kegiatan
administrasi perusahaan. Ex: gaji, keperluan kantor dll
4.Biaya Pemasaran
Mencakup segala jenis biaya yg berkaitan dengan fungsi pemasaran atau
penjualan barang/jasa. Ex: biaya iklan
5.Biaya Bunga
Bunga pinjaman merupakan akibat kebijakan keuangan, shg hrs
dikelompokkan tersendiri.
6.Pendapatan/Biaya lain
Yang dimaksud dengan pendapatan lain-lain adalah penghasilan yg
diperoleh bukan dari operasi pokok perusahaan. Ex: hasil bungan Bank
(deposito) .
Biaya lain-lain adalah segala biaya yg terjadi diluar kegiatan pokok
perusahaan.
misalnya : kerusakan barang, selisih kurs
7.Laba
Laba merupakan hasil kegiatan. Untuk bahan analisis, laba bisa
dikalsifikasikan sbb :
a. Laba kotor = Hasil penjualan – Harga Pokok Penjualan.
b. Laba Operasi atau Laba Usaha =
Laba kotor – Biaya Adm & umum – Biaya pemasaran.
c. Laba sebelum pajak = Laba Operasi +/- Pendapatan/biaya lain-lain –
biaya bunga
d. Laba bersih = Laba sebelum pajak – Pajak penghasilan

Laporan Perusahan Dagang

HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)

1. Pengertian Harga Pokok Penjualan.


Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan
dari barang yang dijual.

Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan.


1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual
lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan
sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan
akan diperoleh kerugian.

2. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.


Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari
pendapatan Perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:
- penjualan kotor;
- retur penjualan;
- potongan penjualan;
- penjualan bersih.
Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan
penjualan.

Contoh:
Diketahui penjualan Rp. 25.000.000,-
Retur penjualan Rp. 125.000,-
Potongan penjualan Rp. 150.000,-
Hitunglah penjualan bersih!
Penjulan bersih = Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,- = Rp.
24.725.000,-

3. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.


Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung
harga pokok penjualan.
Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:
- pembelian kotor;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- retur pembelian;
- potongan pembelian.
Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur
pembelian – potongan pembelian.

4. Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan.


Untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih
dahulu unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan.
Unsur-unsur itu antara lain:
- persediaan awal barang dagangan;
- pembelian;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- potongan pembelian

Rumus harga pokok penjualan:


HPP = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih –
persediaan akhir
HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir

Keterangan :
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan +
pembelian bersih.
Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur
pembelian – potongan pembelian.
Atau
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian +
beban angkut
Pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Persediaan akhir barang yang tersedia (dikuasai) pada akhir periode
akuntansi.
Untuk menghitung Harga Pokok Penjualan.
Perhatikan bagan di bawah ini.

5. Pengertian Laporan Laba Rugi


Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan
dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Laba bersih = laba kotor – beban usaha.
Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung
dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:
Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan.
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga –
potongan penjualan.

6. Menyusun Laporan Laba Rugi.


Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan
multiple step.
A. Single Step/Langsung.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua
pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya,
kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.

B. Multiple Step (Bertahap)


Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba
rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan
usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban
usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga
akan diperoleh laba atau rugi usaha.
7. Perusahaan Unsur Laporan Perubahan Modal.
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan
perubahan modal selama satu periode akuntansi.
Perubahan modal diakibatkan oleh adanya pengambilan pribadi,
diperolehnya laba, dideritanya kerugian atau adanya setoran pribadi.
Unsur-unsur laporan perubahan modal yaitu:
- modal awal
- laba atau rugi
- pengambilan pribadi
- setoran pribadi
- modal akhir.

8. Unsur-unsur Laporan Neraca.


Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan
perusahaan pada saat tertentu unsur-unsur neraca terdiri dari :
- harta
- kewajiban/utang
- modal
Bentuk laporan neraca terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk laporan dan
bentuk scontro/sebelah menyebelah.
PT Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom


Indonesia atau Telkom saja) (IDX: TLKM LSE: TKID NYSE: TLK) adalah
perusahaan informasi dankomunikasi serta penyedia jasa dan
jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklaim
sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah
pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler
sebanyak 50 juta.

Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki
oleh Pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%.
Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor
asing, dan sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri. Telkom juga
menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT
Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Presiden direktur Telkom saat ini adalah Rinaldi Firmansyah yang


menggantikan Arwin Rasyid pada 28 Februari 2007.

Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Sejarah
o 1.1 Era kolonial
o 1.2 Perusahaan Negara
o 1.3 Perumtel
o 1.4 PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero)
o 1.5 PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk
• 2 Layanan
o 2.1 Telepon
o 2.2 Data/Internet
o 2.3 Satelit
• 3 Anak perusahaan
• 4 Serikat karyawan
• 5 Lihat pula
• 6 Pranala luar
• 7 Referensi
[sunting]Sejarah

[sunting]Era kolonial

Logo PN Postel.

Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia


layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan
oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf
Telefoon (PTT). Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai
pengoperasian layanan jasa telegraf elektromagnetik pertama yang
menghubungkan Jakarta (Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg).[1] Pada
tahun 2009 momen bersejarah tersebut dijadikan sebagai patokan hari
lahir Telkom.
[sunting]Perusahaan Negara
Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara
Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN
Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos &
Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
[sunting]Perumtel

Logo Perumtel.

Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya


menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang
menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.
Tahun 1980 seluruh saham PT Indonesian Satellite Corporation Tbk.
(Indosat) diambil alih oleh pemerintah RI menjadi Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi
internasional, terpisah dari Perumtel. Pada tahun 1989, ditetapkan
Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, yang juga
mengatur peran swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
[sunting]PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)

Logo Telkom hingga 2009, "Commited to you".

Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan


Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991.
[sunting]PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Logo baru Telkom mulai 2009, "The world in your hand".


Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana
saham Telkom. Sejak itu saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di
Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa Saham New
York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham Telkom juga
diperdagangkan tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo.

Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang


Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi. Memasuki abad
ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan diregulasi di sektor
telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan
demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia.

Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat


sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa
telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan
kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat.
Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi
lokal.

Pada 23 Oktober 2009, Telkom meluncurkan "New Telkom" ("Telkom


baru") yang ditandai dengan penggantian identitas perusahaan.
[sunting]Layanan

Telkom menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wireline), jasa


telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile
service), data/internet serta jasamultimedia lainnya.

Berikut adalah beberapa layanan telekomunikasi Telkom:


[sunting]Telepon

 Telepon tetap (PSTN), layanan telepon tetap yang pernah menjadi


monopoli Telkom di Indonesia
 TelkomFlexi, layanan telepon fixed wireless CDMA

[sunting]Data/Internet

 TelkomNet Instan, layanan akses internet dial up


 TelkomNet Astinet, layanan akses internet berlangganan dengan
fokus perusahaan
 Speedy, layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broad
band) menggunakan teknologi ADSL
 e-Business (i-deal, i-manage, i-Settle, i-Xchange, TELKOMWeb
Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)
 Solusi Enterprise - INFONET
 TELKOMLink DINAccess
 TELKOMLink VPN IP, layanan komunikasi data any to any connection
berbasis IP MPLS.
 TELKOMNet Whole Sale (VPN Dial), Layanan akses dial up ke
intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile
melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada
TELKOMNet.
 TELKOM ISDN, jaringan digital yang menyediakan layanan
telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem
telepon yang telah terintegrasi.

[sunting]Satelit
 TELKOMSatelit (Sewa Transponder)
 TELKOMVSAT (VSAT)

[sunting]Anak perusahaan

 PT Telekomunikasi Selular
 Telkomsel Finance B.V.
 Telekomunikasi Selular Finance Limited
 PT Multimedia Nusantara
 PT Sigma Cipta Caraka
 PT Finnet Indonesia
 PT Metra-Net
 PT Telekomunikasi Indonesia International
 PT Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd
 Aria West International Finance B.V.
 PT Pramindo Ikat Nusantara
 PT Infomedia Nusantara
 PT Balebat Dedikasi Prima
 PT Dayamitra Telekomunikasi
 PT Indonusa Telemedia
 PT Graha Sarana Duta
 PT Napsindo Primatel Internasional

Laba Telkom

PT Telkom sukses membukukan kenaikan laba selama kuartal pertama


2010 ini. Kenaikan tersebut salah satunya dipicu naiknya keuntungan kurs
Rp 164 miliar.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berhasil membukukan kinerja


yang cukup menggembirakan di awal tahun ini. Sepanjang kuartal
pertama 2010, laba bersih TLKM naik 13 persen menjadi Rp 2,8
triliun.Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan, salah satu
penyebab kenaikan laba bersih perseroan adalah untung selisih kurs.
"Kuartal pertama 2010, Telkom mencatat laba kurs Rp 164 miliar,"
katanya di Jakarta, kemarin. Pada periode yang sama tahun lalu, Telkom
masih rugi kurs sekitar Rp 211 miliar.

Selain kurs, kenaikan laba bersih ini juga ditopang kenaikan pendapatan.
Pada kurtal pertama 2010 BUMN telekomunikasi itu berhasil membukukan
pendapatan Rp 16,6 triliun atau naik 6,2 persen dari periode yang sama
tahun lalu sebesar Rp 15.6 triliun.Selain membukukan laba, manajemen
Telkom juga memperoleh komitmen pinjaman siaga (standby loan) dari
tiga bank domestik senilai Rp 3-3.5 triliun. Kendati belum mau
menyebutkan nama bank tersebut. Telkom mengungkapkan, hampir 90
persen dari standby loan itu berasa) dari bank milik pemerintah.

"Secara verbal kami sudah ada kesepakatan. Namun resminya kami


harapkan bisa dilaksanakan Mei atau awal Juni," ujar Sudiro.Menurut dia,
pinjaman siaga tersebut dipersiapkan jika perusahaan memiliki proyek-
proyek yang harus dilaksanakan dan berada di luar dugaan perusahaan.
Selain itu, dana tersebut juga tidak harus terserap seluruhnya pada tahun
ini dan bisa di-carry over untuk tahun berikutnya.

"Kami dan bank pemberi pinjaman sedang membahas format standby


loan yang akan dibuat," terang Sudiro Sudiro juga menyatakan,
perusahaan memiliki total pinjaman hingga akhir Maret 2010 senilai Rp
19,6 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 7,8 triliun akan jatuh tempo pada
tahun ini, di mana utang itu berasal dari PT Telkomsel Rp 6 triliundan
Telkom Rp 1,7 triliun.

Di tempat terpisah, Kepala Riset Paramitxa Alfa Securities Pardomuan


Sihombing menilai, kondisi perekonomian global dan domestik pada 2010
masih mengancam kinerja sejumlah BUMN. Bahkan, kinerja tiga BUMN
yang mengalami penurunan laba bersih di 2009 diperkirakan masih terus
berlanjut."Kondisi ekonomi di 2010 akan Jebih berat dibandingkan tahun
lalu bagi perusahaan dalam negeri. Potensi terjadinya krisis keuangan
kembali di 2010 sangat terbuka," kata Sihombing. din pwi

Laba Telkom

Jakarta – PT Telkom Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar


Rp 11,3 triliun selama 2009. Perolehan laba itu meningkat 6,7 persen
dibanding periode sama pada 2008 yang mencapai Rp 10,6 triliun.

Dalam laporan kinerjanya, PT Telkom Indonesia mencatat pertumbuhan


operasi yang signifikan pada jumlah pelanggan dan user layanan pita
lebar, baik fixed maupunmobile, yaitu Speedy dan Flash. Keduanya
mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 78 persen dan 709
persen.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pendapatan operasi


adalah pertumbuhan dari pendapatan selular yang mencapai 7,4 persen,
dari Rp 25,3 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 27,2 triliun pada tahun
2009.

“Sebagai hasil dari kinerja operasi yang terus bertumbuh, kinerja


keuangan juga menunjukkan hasil yang positif. Pendapatan operasi
perseroan mencapai Rp 64,6 triliun, atau tumbuh sebesar 6,4 persen
dibandingkan pencapaian 2008, yakni Rp 60,7 triliun,” ujar Eddy Kurnia,
Vice President Public and Marketing Communication Telkom, dalam
keterangan laporan keuangannya Jumat 9 April 2010.

“Pertumbuhan pendapatan selular ini sejalan dengan pertumbuhan


pelanggan selular yang mencapai 25 persen, yakni menjadi 81,6 juta
pelanggan pada tahun 2009,” lanjut Eddy Kurnia.

Sementara untuk layanan telepon tetap dan selular, Telkom masih


menempati posisi sebagai market leader dengan jumlah total pelanggan
mencapai 105,1 juta pelanggan. Total pelanggan tersebut masing-masing
terdiri dari 23,5 juta pelanggan telepon tetap dan 81,6 juta pelanggan
telepon selular.

Dari total pelanggan telepon tetap sebesar 23,5 juta tersebut, 15,1 juta
pelanggan di antaranya adalah pelanggan Flexi.

Pertumbuhan pelanggan Flexi dan selular ditunjang oleh pertumbuhan


total BTS, yang mencapai 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya,
yakni menjadi 36.535 unit, dimana 30.992 unit di antaranya merupakan
BTS selular (Telkomsel).

Dalam rangka mendorong pertumbuhan BTS ini, Telkom telah


mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 19,2 triliun selama tahun 2009.
Di tahun 2010, Telkom akan mengalokasikan belanja modal lebih dari Rp
20 triliun dengan porsi Telkomsel mencapai kisaran 70 persen.

Kerugian

Telkom Taksir Kerugian Aset di NAD Rp160 Miliar

Kapanlagi.com - Kerugian PT Telkom di Propinsi Nangroe Aceh


Darussalam (NAD) akibat gempa dan tsunami ditaksir bisa mencapai
Rp160 miliar, meski demikian seluruh aset tersebut diasuransikan.

"Kerugian Telkom tersebut berupa infrastruktur jaringan dan aset


perkantoran, belum termasuk rugi potensial akibat hilangnya tagihan dari
pelanggan," kata Dirut PT Telkom, Kristiono, di Jakarta, Rabu (12/01).

Menurut Kristiono, hampir 60% infrastruktur Telkom di NAD rusak, 30% di


antaranya rusak berat, termasuk setengah dari sekitar 98.900 satuan
sambungan telepon (sst) pelanggan di wilayah itu.

"Kami berharap dengan upaya perbaikan secara bertahap pada akhir


Februari 2005, seluruh infrastruktur jaringan bisa diselesaikan, termasuk
menambah kapasitas 20% pelanggan dari sekitar 50% yang telah aktif
kembali," kata Kristiono.
Ia menjelaskan, saat ini pihak asuransi sedang mendata dan menghitung
nilai pertanggungan akibat kerusakan jaringan yang terjadi di 22 titik
Sentral Telepon Otomat (STO) dari 44 STO di NAD.

Hingga kini, pemulihan dan perbaikan STO telah mencapai 92%, sehingga
tinggal 6 STO saja yang belum beroperasi.

Kerusakan yang dialami Telkom di Aceh tersebut, diakui Kristiono, tidak


berdampak pada kinerja keuangan perseroan pada 2004, namun akan
terlihat pada 2005.

Meski demikian, Kristiono menjelaskan, kerugian itu relatif kecil bila


dibanding pendapatan Telkom secara keseluruhan dan di wilayah NAD
yang setiap tahun bisa mencapai sekitar Rp200 miliar.

"Potensi kerugian Telkom lain, yakni dari pendapatan pelanggan. Karena


hampir dua minggu pascabencana, operasional Telkom di NAD tidak
optimal," katanya.

Untuk pembangunan infrastruktur Telkom di wilayah NAD, Kristiono


menjelaskan, kemungkinan akan mendahulukan layanan telekon tanpa
kabel (fixed wireless access/FWA).

Selain karena investasinya lebih murah, juga pembangunan


infrastrukturnya lebih fleksibel sambil melihat struktur tata kota yang
akan dilakukan pemerintah dalam rangka pembangunan Aceh.

"Tergantung kebutuhan, kalau misalnya direlokasi pembangunan dan


layanan telepon bagi pelanggan lebih efektif dengan FWA maka akan
cepat dipenuhi. Tetapi bila kebutuhan bandwith-nya tinggi terutama bagi
perkantoran, ya kami juga akan membangun jaringan kabel optik juga.
Kami tunggu keputusan pemerintah saja," tandasnya.

Sebelum bencana, jumlah pelanggan FWA di NAD mendapai 2.600 nomor,


sedangkan secara nasional pada akhir September mencapai 1,5 juta
nomor dan pada 2005 diproyeksikan akan terjadi peningkatan hingga
menjadi 3 juta nomor.

Sementara pelanggan telepon tetap (fixed) ditargetkan tumbuh sekitar


300.000 sst, dari saat ini sekitar 6,8 juta nomor. (*/lpk)