Anda di halaman 1dari 2

Ekonomi Islam Online

Akuntansi Murabahah (Konsep Dan Aplikasi)


Ditulis oleh Aji Purba Trapsila
Thursday, 03 December 2009
Terakhir Diperbaharui Thursday, 03 December 2009

A. Pendahuluan Dalam praktek perbankan syari’ah murobahah merupakan primadona hal ini ditunjukkan
dominasi transaksi produk ini sampai lebih dari 50% dari total DPK. Dominasi yang sedemikian besar tersebut
dikarenakan murobahah merupakan produk yang mempunyai resiko lebih rendah dibanding produk lain seperti
mudhorobah ataupun musyarokah, dengan demikian system akuntansi produk tersebut menjadi penting untuk
ditela’ah.
B. Pengertian Dan Ruang Lingkup Dalam aktivitas perbankan dikenal beberapa produk keuangan yang digunakan,
salah satunya adalah murobahah, landasan hukum produk ini adalah firman Allah dalam Al-Baqoroh:275: ' E 'D1( H -1
9 DDG 'D(J D ' H'-..... Sedangkan dalam literatur fiqih murbahah di definisikan sebagai jual beli barang pada harga asal
dengan tambahan keuntungan yang disepakati11. Dari definisi tersebut maka paling tidak skim murabahah mencakup
dua komponen yakni jual beli (bai) dan tambahan keuntungan yang disepakati, dari dua komponen tersebut maka
murabahah dapat digolongkan kepada akad tijaroh dengan bentuk natural certainty contracts12. Dari definisi di atas
murabahah mempunyai syarat sebagai berikut (a) Penjual memberitahu biaya modal kepada nasabah (b) Kontrak
pertama harus sah sesuai dengan rukun yang ditetapkan (c) Kontrak harus bebas riba (d) Penjual harus menjelaskan
kepada pembeli bila terjadi cacat atas barang sesudah pembelian (e) Penjual harus menyampaikan semua hal yang
berkaitan dengan pembelian. Dalam prakteknya transaksi murobahah dapat dilakukan dengan pesanan maupun tanpa
pesanan, untuk murobahah berdasarkan pesanan bank melakukan pembelian barang setelah ada pesanan dari
nasabah, sehingga secara operasional murobahah berdasar pesanan mempunyai karakteristik sebagai berikut: Pertama,
perjanjian murobahah dapat bersifat mengikat ataupun tidak mengikat, untuk perjanjian mengikat pembeli tidak dapat
membatalkan pesanannya, apabila aktiva pembeli murobahah yang telah dibeli bank sebagai penjual mengalami
penurunan nilai sebelum diserahkan kepada pembeli, maka penurunan nilai tersebut menjadi beban penjual (bank).
Kedua, pembayaran murobahah dapat dilakukan secara tunai atau cicilan, selain itu dalam transaksi ini diperkenankan
adanya perbedaan dalam harga barang untuk cara pembayaran yang berbeda. Ketiga bank dapat memberikan
potongan harga kepada nasabah apabila nasabah mempercepat pembayaran cicilan atau melunasi piutang murobahah
sebelum jatuh tempo. Keempat, harga yang disepakati dalam murobahah adalah harga jual sedangkan harga beli harus
diberitahukan. Jika bank mendapat potongan dari pemasok, maka potongan tersebut merupakan hak nasabah, namun
apabila potongan tersebut terjadi setelah akad maka pembagian potongan tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian
yang dimuat dalam akad. Kelima bank dapat meminta nasabah menyediakan agunan atas piutang murobahah, antara
lain dalam bentuk barang yang telah dibeli. Keenam, apabila nasabah tidak Dapat memenuhi piutang murobahah
sesuai dengan yang diperjanjikan, bank berhak mengenakan denda kecuali jika dapat dibuktikan bahwa nasabah tidak
mampu melunasi. Denda diterapkan bagi nasabah mampu yang menunda pembayaran. Denda tersebut didasarkan
pada pendekatan ta'zir yakni untuk membuat nasabah menjadi lebih disiplin terhadap kewajibannya. Besarnya denda
sesuai dengan yang diperjanjikan dalam akad dan dana yang berasal dari denda digunakan untuk dana sosial. Untuk
memperjelas operasional murabahah dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut:
Gambar II.1 Skema Operasional Murobahah Dari skema di atas dapat dijelaskan bahwa pertama kali nasabah akan
datang ke bank untuk memesan barang yang dibutuhkan pada langkah pertama negoisasi terjadi antara bank dengan
nasabah, berkenaan dengan jenis atau spesifikasi barang, pola pembayaran dan lain sebagainya, kemudian bank akan
memesan barang sesuai dengan permintaan nasabah kepada supplier selanjutnya barang kemudian dikirim kepada
nasabah, dan terakhir nasabah akan mulai membayar dengan pola pembayaran yang telah disepakati. Adapun harga
jual murabahah kepada nasabah dapat dirumuskan sebagai berikut: Harga Jual = Harga beli bank + Cost Recovery +
Keuntungan Cost Recovery = Proyeksi biaya operasi / Target volume murabahah C. Perlakuan Akuntansi Piutang
Murobahah Merujuk kepada PAPSI (Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia) tahun 2003 dan PSAK 59
tahun 2002 maka perlakuan akuntansi murobahah dapat dijelaskan sebagai berikut a. Dasar pengukuran 1).
Pengakuan dan pengukuran a). Pada saat akad murobahah piutang diakui sebesar biaya perolehan aktiva ditambah
keuntungan yang disepakati. b) Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murobahah dinilai sebesar nilai bersih
yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan piutang diragukan 2) Pengakuan keuntungan
murobahah a). Pada periode terjadinya, apabila akad berakhir pada periode laporan keuangan yang sama atau b).
Selama periode akad secara proporsional, apabila akad melampaui satu periode laporan keuangan 3) Potongan
pelunasan diakui dengan menggunakan salah satu dari metode berikut: a). Jika potongan pelunasan diberikan pada
saat penyelesaian, bank mengurangi piutang murobahah dan kuntungan murobahah atau b). Jika potongan pelunasan
diberikan setelah penyelesaian, bank terlebih dahulu menerima pelunasan piutang murobahah dari nasabah kemudian
bank membayar potongan pelunasan dengan mengurangi keuntungan murobahah. b Perlakuan akuntansi Pengakuan
dan pengukuran urbun (uang muka) a) Urbun diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima b)
Jika transaksi murobahah dilaksanakan, maka urbun diakui sebagai bagian dari pelunasan piutang c) Jika transaksi
murobahah tidak dilaksanakan, maka urbun dikembalikan kepada nasabah setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang
telah dikeluarkan bank c Pengakuan piutang Pada saat akad transaksi murobahah piutang murobahah diakui sebesar
nilai perolehan ditambah keuntungan (margin) yang disepakati d Pengakuan denda Denda dikenakan apabila nasabah
lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad, pada saat diterima denda diakui sebagai bagian dana sosial
e Pengukuran aktiva murobahah setelah perolehan adalah sebagai berikut: 1). Aktiva tersedia untuk dijual dalam
murobahah pesanan mengikat: a) Dinilai sebasar biaya perolehan b) Jika terjadi penurunan nilai aktiva karena usang
rusak atau kondisi lannya, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aktiva 2) Apabila dalam
http://ekisonline.com Powered by: Joomla! Generated: 24 June, 2010, 12:56
Ekonomi Islam Online

murobahah tanpa pesanan atau murobahah pesanan tidak mengikat terdapat indikasi kuat pembeli batal melakukan
transaksi, maka aktiva murobahah: a) Dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi,
mana yang lebih rendah dan b) Jika nilai bersih yang dapat direalisasikan lebih rendah dari biaya perolehan, maka
selisihnya diakui sebagai kerugian. D. Aplikasi Akuntansi Berikut adalah Aplikasi pengukuran dan perlakuan
akuntansi dalam teknis pencatatan akuntansi: 1. Jurnal Standar a. Pada saat pembayaran uang muka kepada supplier
(penjual membeli dari supplier Uang muka kepada supplier xx Kas xx b. Pada
saat perolehan barang murabahah Persediaan/aktiva murabahah xx Uang muka pada supplier
xx Kas xx c. Bila terjadi penurunan nilai aktiva karenaq usang, rusak atau kondisi
lainnya Kas xx Beban Operasional lain xx Uang muka kepada supplier
xx d. Bila terjadi kenaikan nilai wajar persediaan melebihi harga perolehan maka keuntungan hanya boleh
diakui pada saat realisasi Kerugian penurunan nilai aktiva murabahah xx Persediaan/ aktiva
murabahah xx e. Pada saat penjualan kepada pembeli 1) Pembayaran secara tunai Kas xx
Pendapatan margin murabahah xx Persediaan/aktiva murabahah xx 2)
Pembayaran secara angsuran Piutang murabahah xx Margin murabahah tangguhan
xx Persediaan/ aktiva murabahah xx f. Urbun (uang muka) 1) Penerimaan urbun dari pembeli
Kas xx Titipan uang muka pembeli xx 2) Pembatalan pesanan Titipan uang
muka pembeli (urbun) xx Kas xx g. Apabila murabahah jadi dilakasanakan
Titipan uang muka pembeli xx Piutang murabahah xx h. Pada saat penerimaan
angsuran Kas xx Margin murabahah tangguhan xx Piutang murabahah
xx Pendapatan margin murabahah xx 2. Aplikasi dalam transaksi Misalnya Bank
KPS yang mengadakan transaksi jual beli X box 360 dengan nasabah bernama Lionel Messi. Bank melakukan
pemesanan X box 360 ke PT Sejahtera. Secara berurtutan transaksi tersebut dapat disajikan dalam ilustrasi-ilustrasi
berikut Ilustrasi 1: Tanggal 1 November 2009 atas pesanan tuan messi bank syari’ah KPS membeli X box
dari PT sejahtera seharga 110.000.000 Atas kejadian diatas maka jurnal transaksinya dapat disajikan sebagai berikut
Asset/Persediaan murabahah 110.000.000 Kas/rekening PT Sejahtera 110.000.000
Ilustrasi 2: Uang muka (urbun) a. Uang muka dari pembeli/nasabah Pada tanggal 2 November 2009 sebagai tanda
keseriusan pemesan X box 360 kepada Bank KPS, Messi menyerahkan uang muka sebesar Rp10.000.000. pada saat
penerimaan uang muka dari pembeli, jurnal yang dibuat oleh bank KPS adalah sebagai berikut; Kas/Rekening
Messi 10.000.000 Hutang Uang muka (Titipan uang muka pembeli 10.000.000 b.
Uang muka ke pemasok Pada tanggal 3 November bank KPS membayar uang muka kepada PT sejahtera sebesar
10.000.000 dan kekurangannya dibayar pada saat penyerahan barang. Maka jurnal yang dibuat adalah: Piutang
uang muka (uang muka ke pemasok) 10.000.000 Kas 10.000.000 c. Serah terima X
box 360 dari PT Sejahtera kepada Bank Syari’ah KPS Atas pesanan yang dilakukan Bank KPS kepada PT
Sejahtera diterima X box 360 yang dipesan, dengan harga beli sebesar 110.000.000 pembayaran sisa harga mobil
dibayarkan pada saat penyerahan tersebut dengan mengkredit rekening supplier. Atas transaksi tersebut jurnalnya
adalah Persediaan/Asset murabahah 110.000.000 Piutang uang muka 10.000.000
Rekening Supplier 100.000.000 Ilustrasi 3: Harga jual dan keuntungan murabahah Pada tanggal
4 November 2009 disepakati transaksi jual beli antara bank KPS dan Messi dengan harga jual sebesar 130.000.000
dengan keuntungan yang disepakati 20.000.000. pembayaran dilakukan secara tangguh dengan jangka wakti 15 tahun
sebesar 12.000.000 (10.000.000 pokok dan 2000.000 margin). Atas transaksi tersebut dan penyerahan kepada tuan
Messi bank membuat jurnal sebagai berikut Piutang murabahah 130.000.000 Persediaan/ asset
murabahah 110.000.000 Margin 20.000.000 Ilustrasi 4: pembayaran angsuran
pembiayaan Pada tanggal 10 Desember, jatuh tempo angsuran diterima pembayaran angsuran dari tuan Messi
sebesar 12.000.000 dan margin keuntungan 2000.000. maka jurnalnya adalah Kas/Rekening Messi
12.000.000 Margin murabahah tangguhan 2000.000 Pendapatan margin
2000.000 Piutang murabahah 12.000.000 E. Penutup Dari pemaparan tentang konsep
bagaimana aplikasi diatas telah jelas bagaimana penerapan akuntansi murabahah pada bank syari’ah mulai dari
pemesanan kepada pemasok sampai kepada angsuran oleh nasabah.

http://ekisonline.com Powered by: Joomla! Generated: 24 June, 2010, 12:56