Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BAHASA INDONESIA

Mengarang Cerpen
Lugu Dibalas Malu
Siapa yang tak kenal dengan Pulau semasyhur dan seindah Pulau Komodo.
Bukit-bukit terjal bermantel pohon hijau rindang, buih-buih ombak yang menjadi
tempa dino bermainnya mollusca, hingga kebudayaan masyarakatnya yang masih
asli, menjadi magnet besar yang setiap tahunnya, beribu-ribu wisatawan
mengunjungi pulau itu karena satu sebab, mereka ingin melihat kadal terbesar di
seluruh dunia, naga Komodo atau ‘ora’ dalam bahasa setempat..

Wilayahnya terletak di kepulauan Nusa Tenggara, sebelah timur Pulau


Sumbawa, dan merupakan habitat asli hewan komodo (Varanus Komodoensis)
yang termasuk biosphere reserve yang dinobatkan UNESCO pada tahun 1910.
Hingga Agustus 2009, terhitung ada 2500 ekor komodo di wilayah Pulau Komodo
dan sekitarnya. Karena kekayaannya pulau ini menjadi salahsatu nominasi New
Seven Wonder Of Nature. Setiap hari, Pulau ini dijadikan foto model oleh
wisatawan.

Lebih kedalam, terdapat sekelompok masyarakat yang masih lekat dengan


kebudayaan tradisional. Demografi populasinya sekitar 2000 kelompok etnik
Bugis.

Setelah mengunjungi pulau Komodo, sebagian wisatawan, terutama wisatawan


dari Eropa, melanjutkan kegiatan dengan menjelajahi pedalaman Flores. Ruteng
merupakan daerah tujuan pertama yang dapat ditempuh sekitar 4 jam melalui
perjalanan darat dari Labuan Bajo. Kota yang didominasi oleh suku Manggarai ini
berada di pusat kawasan Manggarai, pada kaki gunung dengan hamparan
persawahan di sekelilingnya. Tidak jauh dari Ruteng wisatawan dapat
mengunjungi perkampungan tradisional dengan rumah adatnya yang unik dan
melihat suasana indah dan alami di danau Ranamese. Setelah bermalam di sebuah
hotel kecil di Ruteng, pada pagi hari wisatawan dapat mendaki Gunung Poco
Ranaka (2.140 meter) dengan menggunakan kendaraan bermotor, sambil
menikmati pemandangan spektakuler. Atraksi menarik lainnya adalah pertunjukan
tarian ‘Caci’, yaitu pertarungan antara dua lelaki dalam kostum tradisional; yang
seorang bersenjata cambuk sebagai penyerang dan seorang lainnya menggunakan
perisai untuk bertahan. Persinggahan berikutnya adalah Bajawa dengan jarak
tempuh 5 jam perjalanan dari Ruteng. Kota berudara sejuk ini, berada pada
ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, dikelilingi oleh gunung-gunung api.
Bajawa merupakan pusat dari kawasan Ngada yang dihuni oleh suku Ngada, salah
satu suku paling tradisional di Flores. Banyak kampung-kampung tradisional yang
dapat dijumpai di sini, diantaranya adalah kampung Bena. Kampung yang
berlokasi tidak jauh di Bajawa ini masih memiliki rumah-rumah tradisional
lengkap dengan bebatuan megalitnya. Selain itu barang kerajinan tenun ikat
menarik dan unik juga dapat diperoleh di Bena. Banyak wisatawan Eropa yang
mengunjungi tempat ini sehingga fasilitas akomodasi dan restoran tersedia cukup
baik di Bajawa. Kegiatan ini berpengaruh dalam pemasukan devisa. Selain itu,
kawasan Bajawa tentunya menjadi tempat yang lebih modern dari sebelumnya.
Namun, keadaan ini tidak berpengaruh bagi Gebzeanak Sila Togodly.

Bawi bakat buya mantal

Ete range teruk mata

Ngesit no pele kuping

LambertBernieKopong, Payong, Kia, Laba, Terong, Deram, Bengan, Lipat, Ola, Kotak

Robertus, Lambertus, Heribertus, Yohanes, Gregorius, Yakobus, Bonefasius…. Jadi,


akan ‘aneh’ kalau orang Flores menggunakan nama baptis berbau Inggris/Amerika
seperti John, Gregory, James, David
Kini, ketika orang Flores makin tersebar ke berbagai daerah, terpengaruh dengan
budaya lain, standar penamaan pun tidak seketat dulu. Jangan heran kalau ada
anak muda Flores, kulit gelap, rambut ikal, namanya Ignatius Gatot Prasetyo!
Yomanak, Kogoyanak, Owaganak, Anggenak, Tabenak, Wendanak

Suku Korowai mempunyai populasi 3.000 orang dan merupakan salah satu suku
paling aneh di dunia. Mereka tinggal di Papua New Guinea dan budaya mereka
masih tetap terisolasi dari peradaban modern. Mereka memiliki banyak kebiasaan
aneh dan beberapa dari mereka juga ada yang kanibal.

Seperti kenyataannya bahwa mereka hidup dengan cara suku mereka sendiri yang
cukup aneh, mereka membangun rumah mereka di pohon-pohon yang sangat tinggi
supaya tidak diganggu oleh binatang.
Di sini Anda dapat melihat beberapa foto yang menunjukkan beberapa rumah
mereka yang megah dan beberapa foto yang menunjukkan proses pembangunan
bangunan tersebut.