Anda di halaman 1dari 3

• Bedding (perlapisan), merupakan struktur pada batuan sedimen berupa penampakan

perlapisan pada batuan dengan tebal lapisan > 1 cm, struktur ini terbentuk karena
adanya pengaruh endapan lapisan atau arus gelombang yang tenang dan pengendapan
yang lama.

Sumber :dokumentasi kelompok filedtrip 1

• Laminasi adalah struktur pada batuan sedimen serupa dengan perlapisan namun
memiliki ketebalan amat tipis <1 cm, disebabkan adanya pengendapan material
sedimen dengan energi yang tetap.

Sumber :febryirfansyah.wordpress.com

• Graded bedding (perlapisan bergradual) adalah struktur sedimen yang terbentuk bila
butiran butiran dalam tubuh batuan sedimen berubah secara gradual, samakin
menghalus atau semakin mengkasar. Graded bedding yang normal mempunyai
kenampakan butiran yang makin ke bawah makin kasar dan berat, terjadi karena
adanya pengaruh gravitasi.

Gb. Perbedaan tipe Graded bedding (Pettijohn,1957 )\kanan semakin ke bawah semakin kasar, sedangkan yang kana semakin
ke bawah semakin kasar namun masih terdapa tbutiran halusnya
• Inverted Graded Bedding, merupakan kebalikan pada graded bedding yang normal,
semakin ke bawah maka akan ditemui butiran yang makin halus.

• Cross Bedding, merupakan struktur pada batuan sedimen dimana perlapisan yang satu
memotong perlapisan lainnya. Cross bedding terbagi dua yaitu planar dan wavy cross
bedding, dimana planar cross bedding berupa perlapisan yang satu memotong
perlapisan yang lain dalam bentuk garis-garis (linier), sedangkan wavy cross bedding
perapisan yang saling memotong menyerupai kurva.

• Load cast merupakan struktur pada batuan sedimen dimana kenampakannya berupa
lekukan yang timbul akibat beban yang berada di atas batuan sedimen tersebut.

• Slump, struktur sedimen berupa lengseran (longsoran)

• Wash Out, adanya endapan batubara yang hilang berbentuk saluran dan terisi oleh
endapan sedimen lain.

• Tool marks, merupakan jejak-jejak yang terjadi saat material – material pasir yang
terbawa arus menggerus permukaan lumpur dan meninggalkan jejak yang menjadi
tempat berkumpul material pasir tersebut.

• Track/trail, struktur sedimen yang terbentuk akibat seretan (jejak) dari suatu
organisme.

• Mud-Crack, merupakan bentuk dari permukaan lapisan sedimen selama proses


sedimentasi berupa bentuk-bentuk retak-retak pada lapisan lumpur, terbentuk karena
penghilangan air dalam kandungan lapisan lumpur tersebut, contoh nya karena
penguapan yang berlebihan.

Sumber :http://kebumianzone.blogspot.com/2010/07/struktur-batuan-sedimen.html

• Flame Structure, merupakan kenampakan berupa lidah api yang disebabkan saat suatu
lapisan lumpur di bawah lapisan batupasir. Batupasir ini membebani lumpur yang
lemah dan licin sehingga sebagian massa lumpur di bawah terbebani dan “muncrat”
menyeruak ke atas .
Sumber :febryirfansyah.wordpress.com

• Burrow merupakan galian yang ditinggalkan oleh suatu organisme, contohnya cacing,
umumnya ada yang terisi kembali oleh endapan yang berbeda.

• Rain prints merupakan adanya lubang-lubang cekungan pada permukan sedimen yang
disebabkan oleh adanya air hujan yang mengenai permukaan sedimen.

• Stromatoulite merupakan struktur organo-sedimen (simbiose antara ganggang-


sedimen gampingan) yang dihasilkan oleh setumpuk besar lembaran2 coccoid
cyanobacteria (dikenal juga sebagai ganggang biru-hijau, bakteri biru-hijau,
myxophyceae atauchyanophyta) , melalui pemerangkapan sedimen gampingan,
pengikatan, dan/atau pengendapan.