Anda di halaman 1dari 2

Sarah Records

Perayaan, Perlawanan dalam Pop

Bicara tentang gerakan musik harga


“The Sarah aesthetic
indiepop tak akan lepas dari Sarah terjangkau,
Records, sebuah label rekaman dengan was another ‘radical’
legendaris asal Inggris yang telah packaging rejection of the whole
menjadi landmark gerakan tersebut dan liner notion of trying to be
karena nilai-nilai yang mereka usung note yang cool, trying to be
dengan kokoh serta peran mereka dikemas
tough, trying to be
dalam dunia musik. sendiri,
Sarah sexy, and –maybe most
Jauh dari hingar-bingar pusat
importantly– trying to
industri rekaman di London, Sarah
Records lahir dari kota kecil Bristol be masculine” (Nitsuh
pada tahun 1987. Tanpa gedung Abebe, Pitchfork
kantor, tanpa jajaran direksi; yang ada Media)
hanya dua muda-mudi Matt Haynes memberikan hal yang personal dan
dan Clare Wadd. Keduanya merupakan eksklusif. Bukan dalam arti mewah,
penulis fanzine (Kvatch dan Are You melainkan eksklusif seperti surat dari
Scared to Get Happy?) yang kerap sahabat terdekat kita.
membagikan flexidisc musik bersama
Sejalan dengan root mereka, band-
zine mereka. Dari kerjasama
band rilisan Sarah menunjukkan suatu
keduanya lahirlah Sarah Records,
perlawanan
dengan single “Pristine Christine” oleh
terhadap hegemoni musik mainstream
The Sea Urchins sebagai rilisan
saat itu yang mengagungkan skill
perdana.
selangit, alat musik
Selain scene do-it-yourself (DIY) canggih, citra glamor, kejantanan pria
yang berakar dari subkultur punk akhir serta seksualitas wanita. The Field
70-an dan label seperti Factory dan Mice hanya beranggotakan dua orang,
Creation, budaya fanzine yang marak yang menampilkan petikan gitar clean
dekade itu begitu kuat mempengaruhi dan lantunan suara lembut diiringi
Sarah. Layaknya fanzine – sebuah mesin drum. Heavenly memainkan
bentuk publikasi berisikan pandangan musik pop riang, dengan senandung
pribadi sang penulis yang dikemas dan vokalis Amelia Fletcher yang jelas
disebarkan sendiri secara sederhana – tidak memenuhi teknik bernyanyi yang
rilisan Sarah Records pun baik dan benar. Selain itu masih ada
mencerminkan etos manusiawi Blueboy, Another Sunny Day, St.
tersebut. Melalui rilisan piringan hitam Christopher dan banyak lagi.
(vinyl) 7 inci dalam jumlah terbatas,
Perjalanan Sarah Records berakhir
pada tahun 1995 dengan rilisan ke-100
mereka, There and Back Again Lane.
Matt Haynes kemudian mendirikan
Shinkansen Records yang merilis
sejumlah mantan roster Sarah. Dengan
umur yang terbilang singkat, Sarah
Records telah memberi inspirasi bagi
pelaku musik di seluruh dunia, tak
terkecuali di Indonesia. (*)

Kontributor: Eka J. Ayuningtyas


(eka@deadmediafm.org)