Anda di halaman 1dari 3

AL-HAUDH

BULETIN ILMU DAN PENGETAHUAN ISLAM


YOUNG GENERATION OF MUSHOLLA AL-MUHSININ
SMA NEGERI 1 MATARAM
Al-HAUDH : 003/Rab.Akhir/1426

Bismillahirahmanirrahim

EMBRIOLOGI DI DALAM AL QURAN

Al-Quran merupakan petunjuk bagi orang- keduanya. Bahkan pada tingkatan ini,
orang yang bertakwa. Berisi tentang embrio tersebut mengambil makanan dari
tauhid, kisah-kisah serta hukum-hukum. darah si ibu, sehingga sama dengan sikap
lintah yang mengambil makanan dari
Ternyata, dalam beberapa Al-Quran darah manusia.
disinggung beberapa fenomena yang Makna kedua dari kata alaqah adalah
berkaitan tentang alam. Yang dengannya sesuatu yang tergantung. Pada tingkat ini
semakin menguatkan bahwa Al-Quran kita akan menemukan embrio yang
adalah wahyu dari Allah bukan ciptaan tergantung pada rahim.
muhammad. Nah, diantara hal yang Makna ketiga dari kata ‘alaqah’ adalah
disinggung Al-Quran adalah hal-hal yang segumpal darah. Pada tingkatan ini kita
berkaitan dengan embriologi alias tentang menjumpai penampilan luar daripada
tahapan-tahapan penciptaan manusia. embrio dan kantung-kantungnya sama
“Dan sesungguhnya kami telah dengan segumpal darah. Hal ini karena
menciptakan manusia dari suatu saripati adanya sekumpulan darah yang
(berasal) dari tanah. Kemudian kami berhubungan dalam jumlah besar. Bahkan
jadikan saripati itu air mani (yang dalam tingkatan ini kumpulan darah
disimpan) dalam tempat yang kokoh tersebut tidak mengalir sampai akhir
(rahim).kemudian air mani itu kami minggu ketiga. Sehingga embrio pada
jadikan segumpal darah, lalu segumpal tingkatan ini penampakanya seperti
darah itu kami jadikan segumpal segumpal darah.
daging,dan segumpal daging itu kami Jadi, makna dari kata alaqah pada ayat
jadikan tulang belulang, lalu tulang diatas secara pasti menunjukan gambaran
belulang itu kami bungkus dengan daging. tentang embrio pada tingkatan ini.
Kemudian kami jadikan dia makhluk yang Tingkatan selanjutnya yang disebut pada
(berbentuk)lain. Maka Maha Suci Allah, ayat diatas adalah mudhghah. Dalam
Pencipta Yang Paling Baik. (Al- bahasa arab kata mudhghah berarti sesuatu
Mukminun: 12-14). yang seperti habis digigit. Jika salah
seorang makan permen karet dan
Makna Alaqah menggigitnya maka ia menemukan
kesamaannya dengan sebuah embrio pada
Secara harfiah kata ‘alaqah’ yang tingkatan mudhghah ini. Hal ini karena
terdapat pada ayat di atas mempunyai tiga pada punggung dari embrio tersebut mirip
makna. dengan bekas gigitan. Tampaknya tak
Makna pertama dari kata alaqah mungkin Rasulullah Saw mengetahui
adalah lintah, ketika membandingkan semua ini pada lima belas abad silam, di
seekor lintah dengan sebuah embrio pada mana para ilmuwan baru saja menemukan
tingkatan alaqah maka kita akan hal ini dengan menggunakan peralatan
menemukan kemiripan bentuk antara yang maju dan mikroskop-mikroskop yang
canggih, yang tidak ada pada masa itu? embrio manusia yang merupakan sesuatu
Hamm dan Leuwenhoek adalah ilmuwan yang menakjubkan semenjak dicatat pada
pertama yang meneliti sel-sel sperma abad ketujuh. Walaupun Aristotele,
manusia (protozoa) dengan menggunakan seorang pencetus ilmu tentang embrio
mikroskop tercanggih pada tahun 1677 yakin bahwa embrio anak ayam
(lebih dari seribu tahun setelah diutusnya berkembang pada tingkatan-tingkatan. Ini
Rasulullah Saw. Mereka telah salah dia peroleh dari studinya tentang telur
berpendapat bahwa sel sperma ayam betina pada abad keempat sebelum
mengandung benda kecil yang membentuk masehi, akan tetapi ia tidak memberikan
kehidupan manusia yang tumbuh pada saat penjelasan lebih detail tentang tingkatan-
masuk ke dalam alat kelamin wanita. tingkatan tersebut. Sepanjang diketahuinya
hal tersebut dari ilmu pengetahuan embrio,
Ilmu Pengetahuan Mengakuinya akan tetapi hanya sedikit orang-orang yang
mengetahui tentang tingkatan-tingkatan
Profesor Emeritus Kith L. Moore tersebut beserta pengelompokan embrio
adalah salah seorang ilmuwan terkemuka manusia sampai pada abad kedua belas
di dunia dal;am bidang anatomi dan masehi. Dengan alasan tersebut di stas
embriologi. Dan ia adalahseorang penulis maka penjelasan tentang embrio manusia
buku yang berjudul The Developing yang terdapat di dalam Alquran tidak bisa
Human (perkembangan manusia) yang dirujukkan kepada ilmu pengetahuan alam
diterjemahkan ke dalam delapan bahasa. pada abad ketujuh masehi. Hanya ada
Buku ini adalah buku rujukan ilmiah dan sebuah kesimpulan yang masuk akal,
dipilih oleh komite khusus di Amerika bahwa penjelasan yang diajukan oleh
sebagai buku terbaik yang pernah ada. Rasulullah Saw berasal dari Allah SWT.
beliau tidak mungkin mengetahui secara
Pada konferensi kesehatan ke VII detail hal tersebut karena beliau adlah
Saudi Arabia, dia berkata, “saya dengan seorang yang tidak bisa baca tulis yang
senang hati membantu menjelaskan secara pasti tidak pernah mengadakan
pernyataan-pernyataan yang ada di dalam penelitian-penelitian ilmiah.”
Alqur’an tentang perkembangan manusia.
Sudah jelas bagi sayabahwa pernyataan- Nah tambah yakin kan dengan
pernyataan ini haruslah sesuatu yang Alquran? Tapi ingat lo, kamu tidak perlu
diturunkan kepada nabi Muhammad Saw menarik-narik ayat Alquran atau hadits
oleh Allah. Karena hampir semua ilmu nabi dipas-paskan dengan ilmu
pengetahuan tentang ini tidak menemukan pengetahuan!!!
sampai abad belakangan.” Akhirnya
profesor Moore ditanya dengan pertanyaan
berikut ini: “apakah ini berarti Anda
meyakini Alqur’an sebagai kalamullah?”
Ia menjawab: “sudah jelas!”

Ia menambahkan dalam sebuah


konferensi, “….karena tingkatan-tingkatan
embrio sangat kompleks dan proses
berkelanjutan selama perkembangan,
diusulkan bahwa setiap sisitem baru
pengelompokan bisa dibangun dengan
menggunakan istilah-istilah yang ada di
dalam Alquran dan Assunah. Sistem yang
disebutkan cukup sederhana,
komprehensif dan cocok dengan ilmu
pengetahuan yang ada.”kuliah singkat
tentang Al-quran dan hadits pada empat
tahun terakhir telah mengungkapkan
sebuah sisitem dalam pengelompokan
NB: Mohon disimpan di tempat semestinya