Anda di halaman 1dari 2

SISTEM KESEIMBANGAN PADA ESSENSE

AROMA SINTETIS
BAB I

PENDAHULUAN

A. Perisa, Essense atau Penyedap Sintetis

Penyedap sintetis atau sering disebut sebagai penyedap artificial adalah komponen atau zat yang
dibuat menyerupai aroma penyedap alami. Penyedap sintetis dapat dibuat dari bahan penyedap
aroma baik campuran dengan bahan alami maupun dari bahan sintetis itu sendiri. Beberapa
komponen penyedap sintetis berperan sebagai penguat aroma pada penyedap alami, contohnya
asetaldehida dapat digunakan sebagai penguat aroma jeruk.. Masing-masing penyedap dapat
memberikan aroma yang spesifik, misalnya penggunaan etil butirat atau 3-hidroksi butirat dapat
memberikan aroma anggur atau bersifat sinergis dengan aroma anggur. Beberapa contoh
senyawa pembentuk aroma sintetis ditunjukkan pada tabel 1. berikut :

Tabel 1. Senyawa Pembentuk Aroma Sintetis

Senyawa Sifat Aroma Penggunaan


Asetaldehida tajam, aroma buah kuat rasapenyedap buah, apel, jeruk
daun hijau dan mentega
Asetaldehid benzyl metal
etil asetat aroma susu (krim), tumbuhan penyedap buah : vanili

Asetoin ( asetil metal bau yoghurt dengan fattymentega, susu yogurt,


karbinaol) creamy, rasa mentega strawberry

Alil butirat aroma buah apel, bau nenas,apel, nanas, peach, apricot
rasa apel
Alil sinamat penyedap berry, anggur, dan
bau menyerupai bumbu manispeach
Benzaldehid dengan rasa buah
almond, cherry, peach,
Borneol ( bomil alcohol) aroma dan rasa almond apricot, kacang

2-etil butiraldehid bau dan rasa mint, lime, nut penyedap mint, bumbu
bau dan rasa cokelat cokelat

Sumber : Tranggona ( 1989) dalam Wisnu Cahyadi, 2006: 99

B. Ester

Penyedap sintetis yang memberikan aroma seperti buah, pada umunya golongan senyawa ester.
Alkil alkanoat atau yang disebut juga ester merupakan turunan dari asam karboksilat, yang mana
atom H pada gugus karboksil diganti dengan alkil. Tata nama IUPAC ester mengikuti pola alkil
alkanoat sedangkan tata nama trivial ester mengikuti pola alkil alkanoat tetapi alkanoatnya
menggunakan nama trivial, atau boleh disebut juga alkil yang diikat O- karboksil yang diikuti C-
karboksil dan diakhiri kata ester. Ester (alkil alkanoat) sering sekali digunakan dalam kehidupan
sehari-hari karena mempunyai bau yang khas, seperti wangi buah-buahan dan bunga-bungaan
yang biasa digunakan untuk parfum dan pewangi makanan contohnya, seperti oktil asetat sebagai
essense yg beraroma jeruk, butil butirat sebagai essense beraroma nanas, amil asetat sebagai
essense beraroma pisang, isoamil valerat sebagai essense yang beraroma apel,dll. selain sebagai
essense buah-buahan dan pembuatan parfum, ester dapat juga sebagai bahan baku pembuatan
sabun, bahan baku pembuatan lilin, dan mentega buatan (margarine).

BAB II

PEMBUATAN DAN REAKSI

A. Reaksi Pembuatan Ester

Ester dapat dibuat dengan mereaksikan asam karboksilat dan alkohol yang dipanaskan dengan
katalis asam ( HCl atau H2SO4 ) :