P. 1
Konsep Dan Prinsip Promosi

Konsep Dan Prinsip Promosi

|Views: 599|Likes:
Dipublikasikan oleh Henry Irawan Sianturi

More info:

Published by: Henry Irawan Sianturi on Dec 16, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

KONSEP DAN PRINSIP PROMOSI KESEHATAN

Dalam Kesehatan Masyarakat pada 11 April 2010 oleh muhammadidris1970 Ditandai: Promosi Kesehatan 1. Pengertian Promosi Kesehatan Sehat :
• • • •

Andrea Waas (1994), …no examination of health promotion is possibly without first considering what health is. WHO, …a complete state of physical, mental and social wellbeing, and not merely the absence or infirmity WHO (1986), …a resource for everyday life, not the objective of living. UU 23/1992, …Keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan sosial.

Promosi Kesehatan :

Soekidjo Notoatmojo (2005) :

Pertama : …promosi kesehatan dalam konsep Level and Clark (4 tingkat pencegahan penyakit) berarti peningkatan kesehatan. Kedua : …upaya memasarkan, menyebarluaskan, memperkenalkan pesan-pesan kesehatan, atau upayaupaya kesehatan sehingga masyarakat menerima pesan-pesan tersebut.

• •

WHO (1984), merevitalisasi pendidikan kesehatan dengan istilah promosi kesehatan, kalau pendidikan kesehatan diartikan sebagai upaya perubahan perilaku maka promosi kesehatan tidak hanya untuk perubahan perilaku tetapi juga perubahan lingkungan yang memfasilitasi perubahan perilaku tersebut. Green (1984), …promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Ottawa Charter (1986),… “the process of enabling people to control over and improve their health”. (Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya). Victorian Health Fundation – Australia (1997),…a program are design to bring about ‘change’ within people, organization, communities and their environment. Bangkok Charter (2005),… “the process of enabling people to increase control over their health and its determinants, and thereby improve their health”

kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif. Menciptakan suatu keadaan. Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS yang dikembangkan dalam 5 tatanan yaitu di rumah/tempat tinggal (where we live). yakni tatanan rumah tangga. Sasaran Promosi Kesehatan Secara prinsipil. Sasaran promosi kesehatan juga dapat dikelompokkan menurut ruang lingkupnya. di sekolah (where we learn). yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. tatanan tempat kerja. Promosi kesehatan. Promosi Kesehatan sebenarnya juga lebih menekankan pada proses atau upaya. Pada promosi kesehatan. keluarga maupun individu. lebih luas dari Pendidikan atau Penyuluhan Kesehatan. juga perlu dibarengi dengan upaya advokasi dan bina suasana (social support). 1. keterbukaan (transparancy) dan saling memberi manfaat (mutual benefit). selain tetap menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang selanjutnya disebut gerakan pemberdayaan masyarakat. Promosi Kesehatan adalah upaya perubahan/perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan Promosi Kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif (peningkatan) sebagai perpaduan dari upaya preventif (pencegahan). Tujuan Promosi Kesehatan Memampukan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka. yang diberi definisi : Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara. 1. Kemitraan ini dikembangkan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Prinsip-prinsip Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan (Health Promotion). sasaran promosi kesehatan adalah masyarakat.1. dan di pihak lain Penyuluh/Pendidikan Kesehatan merupakan bagian penting (core) dari Promosi Kesehatan. dan institusi pelayanan kesehatan. peran kemitraan lebih ditekankan lagi. juga secara lintas program dan lintas sektor. tatanan sekolah. tatanan tempat-tempat umum. dengan tanpa mengecilkan arti hasil apalagi dampak kegiatan. yang dilandasi oleh kesamaan (equity). Jadi sebenarnya sangat susah untuk . di tempat-tempat umum (where we play and do everything) dan di sarana kesehatan (where we get health services). di tempat kerja (where we work). Promosi Kesehatan meliputi Pendidikan/ Penyuluhan Kesehatan. Masyarakat dapat dilihat dalam konteks komunitas. meningkatkan dan melindungi kesehatannya (the process of enabling people to control over and improve their health).

yaitu perubahan atau peningkatan perilaku individu dan masyarakat. gerakan sehat masyarakat. . Metode Promosi Individual Bimbingan dan penyuluhan Interview (wawancara) 1. Metode dan Media Promosi Kesehatan Metode : 1. Metode Promosi Kesehatan Massal Public Speaking Media Massa Media : Lihat Sukidjo (2005) halaman 290. Metode Promosi Kelompok a) b) a) b) c) d) e) f) Kelompok Besar Ceramah Seminar Kelompok Kecil Diskusi Brain Storming Snow Ball Buzz Group Role Play Permainan Simulasi 1. 1.mengukur hasil kegiatan. Yang lebih sesuai untuk diukur: adalah mutu dan frekwensi kegiatan seperti: advokasi. bina suasana. dll.

Lambat laun pemberantasan cacing tambang tumbuh menjadi apa yang dinamakan “Medisch Hygienische Propaganda”. yaitu : (1) Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (healthy public policy). untuk mendirikan “brigade sekolah” dimana-mana. (4) Mengembangkan kemampuan perorangan (personnal skills) . Bentuk usahanya dengan mendorong rakyat untuk membuat kakus/jamban sederhana dan mempergunakannya. R. Mohtar 1. Era Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan (1960-1980) Munculnya istilah Pendidikan Kesehatan dan diterbitkannya UU Kesehatan 1960 Ditetapkannya Hari Kesehatan Nasional (12 November 1964) 1. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan II di Adelaide. munculnya istilah promosi kesehatan (Ottawa Charter. Perintisan Pendidikan Kesehatan Rakyat oleh Dr. Era propaganda dan Pendidikan Kesehatan Rakyat (masa kemerdekaan sampai 1960an) Pada tahun 1924 oleh pemerintah Belanda dibentuk Dinas Higiene. 1978) Munculnya PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa) Munculnya Posyandu Penyuluhan kesehatan melalui media elektronik (dialog interaktif. Sejarah Promosi Kesehatan 1. Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan melalui Media Elektronik (1975-1995) Peran serta dan pemberdayaan masyarakat (Deklarasi Alma Ata. sinetron dll) 1. (2) Makanan dan gizi. (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung (supportive environment). Australia (1988) Konferensi ini menekankan 4 bidang prioritas. dan (5) Menata kembali arah pelayanan kesehatan (reorient health services). Propaganda ini kemudian meluas pada penyakit perut lainnya. Era Promosi dan Paradigma Kesehatan (1995-2005) Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I di Ottawa. (3) Memperkuat gerakan masyarakat (community action). yaitu: (1) Mendukung kesehatan wanita.1. . Kanada. Timbullah gerakan. bahkan melangkah pula dengan penyuluhan di sekolah-sekolah dan pengobatan kepada anak-anak sekolah yang sakit. Kegiatan pertamanya berupa pemberantasan cacing tambang di daerah Banten. Era PKMD. 1986) memuat 5 strategi pokok Promosi Kesehatan. dan (4) Menciptakan lingkungan sehat. (3) Rokok dan alkohol.

Strategi tersebut juga menunjukkan ketiga strata masyarakat yang perlu digarap. Visi Promosi Kesehatan adalah: “PHBS 2010”. Strata primer adalah masyarakat . menunjukkan arah. yang mengindikasikan tentang terwujudnya masyarakat Indonesia baru yang berbudaya sehat. Visi. yaitu: Advokasi. Swedia (1991) Konferensi ini mengemukakan 4 strategi kunci. Selanjutnya strategi Promosi Kesehatan yang selama ini dikenal adalah ABG. Misi tersebut telah menjelaskan tentang apa yang harus dan perlu dilakukan oleh Promosi Kesehatan dalam mencapai visinya. dan (4) Menjadi penengah diantara berbagai konflik kepentingan di tengah masyarakat. (3) Melakukan advokasi kepada para pengambil keputusan dan penentu kebijakan. Misi tersebut juga menjelaskan fokus upaya dan kegiatan yang perlu dilakukan. PROMOSI KESEHATAN SAAT INI Promosi Kesehatan di Indonesia telah mempunyai visi. (2) Memberdayakan masyarakat dan individu agar mampu menjaga kesehatan dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan. Ketiga strategi tersebut dengan jelas menunjukkan bagaimana cara menjalankan misi dalam rangka mencapai visi. misi dan strategi yang jelas. Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan IV di Jakarta. Misi Promosi Kesehatan yang ditetapkan adalah: (1) Memberdayakan individu. Visi tersebut juga menunjukkan bahwa bidang garapan Promosi kesehatan adalah aspek budaya (kultur). Visi tersebut adalah benar-benar visioner. harapan yang berbau impian. yakni: (1) Memperkuat advokasi diseluruh lapisan masyarakat. Indonesia (Jakarta Declaration on Health Promotion. Dari misi tersebut jelas bahwa berbagai kegiatan harus dilakukan serempak. keluarga dan masyarakat untuk hidup sehat. 1193/2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. sebagaimana tertuang dalam SK Menkes RI No. 1997) Promosi Kesehatan abad 21 adalah : • • • • • Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam kesehatan. (2) Membina suasana atau lingkungan yang kondusif bagi terciptanya phbs di masyarakat. Meningkatkan kemampuan perorangan dan memberdayakan masyarakat. Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan. tetapi bukannya tidak mungkin untuk dicapai. Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan. (3) Membangun aliansi. Mengembangkan infra struktur promosi kesehatan. yang menjanjikan perubahan dari dalam diri manusia dalam interaksinya dengan lingkungannya dan karenanya bersifat lebih lestari. Visi tersebut juga menunjukkan dinamika atau gerak maju dari suasana lama (yang ingin diperbaiki) ke suasana baru (yang ingin dicapai).- Konferensi Internasional Promosi Kesehatan III di Sundval. misi dan strategi tersebut sejalan dan bersama program kesehatan lainnya mengisi pembangunan kesehatan dalam kerangka Paradigma Sehat menuju Visi Indonesia Sehat.

Dengan visi. misi dan strategi tersebut juga harus dapat dioperasionalkan secara lebih membumi di lapangan. melalui berbagai cara pendekatan sesuai keadaan. Posyandu. PKMD. misi dan strategi seperti ini. masalah dan potensi yang ada. perlu dibina atau diajak bersama untuk menumbuhkan norma perilaku atau budaya baru agar diteladani masyarakat. Promosi Kesehatan juga jelas akan melangkah dengan mantapnya di masa depan. masalah dan potensi setempat. Pos UKS. adat. yang memberikan dampak positif bagi kesehatan. Ini dilakukan melalui media massa. Poskestren. media tradisonal. Sedangkan strata tertier adalah para pembuat keputusan dan penentu kebijakan. dll). Namun sebagaimana konsep Promosi kesehatan yang disebutkan di muka. atau media apa saja sesuai dengan keadaan.langsung perlu digerakkan peran aktifnya melalui upaya gerakan atau pemberdayaan masyarakat (community development. yang perlu dilakukan advokasi. Strata sekunder adalah para pembuat opini di masyarakat. masalah dan potensi setempat . sesuai keadaan. visi. Ini dilakukan agar kebijakan yang dibuat berwawasan sehat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->