Anda di halaman 1dari 10

c c 

    
Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan
produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Stoikiometri reaksi adalah penentuan perbandingan
massa unsur-unsur dalam senyawa dalam pembentukan senyawanya. Pada perhitungan kimia secara
stoikiometri, biasanya diperlukan hukum-hukum dasar ilmu kimia. Stoikiometri meliputi:
A. Hukum-Hukum Dasar
1.Hukum Kekekalan Massa (Lavosier,1783)
2.Hukum Perbandingan Tetap (Proust,1799)
3.Teori Atom Dalton
4.Hukum Kelipatan Perbandingan
5.Hukum Perbandingan Sementara
6.Hukum Penyatuan Volume (Gay Lussac,1808)
7.Hukum Avogadro (1811)
B.Massa Atom Relatif dan Massa Atom Molekul Relatif
C. Konsep Mol
D.Rumus Senyawa, Rumus Empiris, dan Rumus Molekul
E. Bilangan Oksidasi
F. Penyetaraan Reaksi
G. Ekivalen
H. Pereaksi Pembatas
I.Hasil Reaksi Teoritis Dan Persaen Hasil


      



Lavosier (1783) merupakan orang pertama yang melakukan pengamatan ilmiah yang tepat untuk
mempelajari perubahan kimia. Sebagian besar pengamatannya menunjukkan bahwa massa semua zat
yang mengalami perubahan kimia sama dengan massa zat-zat yang terbentuk pada perubahan kimia itu.
Tentu saja penimbangan yang dilakukan terbatas pada batas-batas ketelitian pengamatan massa yang
dapat dilakukan pada saat itu. Oleh karena sifatnya yang sangat mendasar dan umum, maka penemuan
Lavosier itu disebut sebagai suatu hukum yang kemudian dikenal sebagai ð   

,
³Dalam reaksi kimia massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi kimia adalah tetap´.
Contoh:
1.39 gram Kalium direaksikan dengan 36,5 gram HCl.
Berapakah zat hasil reaksi?
Bila BA K = 39; BA Cl = 35,5; BA H = 1
Jawab: 2 K + 2 HCl 2KCl + H2
mol Kalium = 39 / 39
= 1 mol
2. Pada wadah tertutup, 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen, menghasilkan kalsium oksida. Jika massa
kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5,6 gram, maka berapa massa oksigen yang diperlukan?

ü
m Ca = 4 gram
m CaO = 5,6 gram
m O 2 = ..?

c
Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi
m Ca + m O 2 = m CaO

m O 2 = m CaO - m Ca

= (5,6 ± 4,0) gram


= 1,6 gram
Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1,6 gram.
Dengan cara pengamatan seperti itu, Lavosier dapat menunjukkan bahwa suatu logam bila
dipanaskan di udara, massanya bertambah karena membentuk apa yang dinamakan oksida. Penemuan
Lavosier tersebut sangat bertentangan dengan teori Flogiston yang telah menguasai kimia pada abad
sebelumnya.
Teori Flogiston menyatakan bahwa bila zat terbakar atau membentuk oksida maka dari zat itu akan
keluar apa yang disebut Flogiston, sehingga massa oksida zat lebih ringan dari zat itu sendiri.
Pengamatan Lavosier menunjukkan bahwa massa oksida logam lebih besar daripada massa logamnya.


 !"#
Proust (1799) menganalisis berbagai macam senyawa. Ia menunjukkan bahwa susunan dan
perbandingan jumlah unsur-unsur yang membentuk senyawa tertentu tidak bergantung pada tempat
senyawa itu diperoleh ataupun cara pembentukan senyawa. Pengamatan Proust kemudian dikenal
sebagai hukum perbandingan tetap,³perbandingan massa unsur-unsur yang membentuk senyawa tertentu
yang murni adalah tetap´.
Contoh:
Berepakah Ca:O dalam senyawa CaO?
Jawab :
Ca : O = BA Ca : BA O
= 40 : 16
= 5:2

_
$  "$"$
Pada tahun 1803 Dalton mengemukakan teori atomnya. Dalton menggunakan konsep atom yang
telah ada dan menerapkan pada zat-zat unuk menerangkan hasil pengamatannya.

Teori atom Dalton adalah sebagai berikut:


a) Setiap zat tersusun atas atom-atom. Atom merupakan bagian terkecil dari zat. Zat
tidak dapat dibagi lagi dan tidak dapat diubah menjadi zat lain.
b) Atom-atom tidak dapat dibentuk atau dirusak.
c) Atom-atom suatu unsur tertentu mempunyai ukuran, bentuk, massa dan sifat-sifat
lain yang sama (identik) satu dengan yang lain.
d) Senyawa adalah gabungan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda, jadi reaksi
kimia adalah proses penggabungan atau pemisahan atom-atom berbagai unsur.
Pandangan mengenai atom sekarang adalah sebagai berikut:
a) Atom terdiri atas partikel-partikel yang lebih kecil dari sub atom seperti elektron,
proton, netron, positron, dan sebagainya.
b) Adanya gejala keradioaktifan memungkinkan untuk mengubah atom suatu unsur
menjadi atom unsur yang lain.
c) Adanya isotop menunjukkan bahwa atom-atom suatu unsur tidak lagi identik
dalam ukuran, massa, maupun sifat-sifatnya.
d) Terdapat reaksi-reaksi kimia yang tidak menyangkut penggabungan dan atau
pelepasan atom-atom, seperti reaksi pelepasan atau penangkapan elektron.
Teori atom Dalton meramalkan suatu sifat yang sampai saat ini belum pernah teramati, yaitu yang
kemudian dikenal sebagai ³Hukum Kelipatan Perbandingan´yang berbunyi:
c     
        
 
    

 
 
 
 
 
  

     
   
      
 
Contoh:
MnO : Mn2O7 (Mr Mn = 55, O = 16)
Berat O = 8 gram
Mn = 55 x 8 = 16 gram (dalam MnO )
55 + 16
Mn= 2x55 x 8 = 3,96 gram (dalam Mn2O7 )
(16x7)+(55x2)

%
 !"
³Bila ada unsur bergabung dengan unsur yang lain, maka perbandingan massa kedua unsur tersebut
adalah perbandingan massa ekivalennya, atau suatu kelipatan sederhana darinya´. Massa ekivalen suatu
unsur adalah massa unsur tersebut yang bereaksi dengan 8 gram oksigen atau yang setara dengan itu.

&
'"($
³Pada kondisi tekanan dan temperatur yang sama, perbandingan volume gas-gas
pereaksi dan gas-gas hasil reaksi merupakan bilangan yang mudah dan bulat.

)
 *$!$+,-
³Pada tekanan dan temperatur yang sama, maka volume yang sama dari semua gas mengandung
jumlah molekul yang sama. Hipotesis Avogadro yang terpenting adalah:
a.Gas-gas yang umum adalah diatomik.
b.Massa molekul relative suatu gas kira-kira dua kali rapat uapnya.
Contoh:
Berapa volume 8.5 gr amoniak (NH3) pada suhu 27o C dan tekanan 1 atm ?
(Ar: H = 1 ; N = 14)
Jawab:
85 g amoniak = 17 mol = 0.5 mol
Volume amoniak (STP) = 0.5 x 22.4 = 11.2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
1 x 112.1 / 273 = 1 x V2 / (273 + 27) . V2 = 12.31 liter


c
    . / 0   . . . /
Hidrogen digunakan sebagai unsur standar dalam menentukan massa atom dan massamolekul
relatif, karena hidrogen merupakan unsur yang mempunyai atom paling ringan diantara atom-atom
lainnya.
Massa Atom = Massa 1 suatu atom unsur
Massa 1 atom Hidrogen
Massa atom relatif adalah harga rata-rata massa atom suatu unsur. Massa atom relatif
diberi simbol (Ar) yang sampai sekarang digunakan sebagai pengganti berat atom.
Massa Atom Relatif (Ar) = Massa 1 atom unsur / 1/12 Massa 1 Atom C-12
Massa molekul relatif diberi symbol Mr adalah massa 1 mol zat.
Penentuan massa atom relatif dan massa molekul relatif :

1.Hukum Dulong and Petit 1819,


Untuk unsur logam, hasil kali massa atom relative dan kalor jenisnya pada
temperature kamar kira-kira 27 Jg-1K-1

2.Metode Cannizaro 1856


Metode Cannizaro digunakan untuk menentukan massa atom relatif unsur-unsur non-logam, seperti
nitrogen, karbon belerang dan sebagainya yang tidak dapat menggunakan hukum Dulong dan Petit.

3.Metode spektrometri massa


Perkembangan pengetahuan tentang atom dan inti serta dengan ditemukannya isotop-isotop unsur
menyebabkan skala relatif tentang massa atom mulai dipertanyakan karena ada kekhawatiran bahwa
kelimpahan isotop ( komposisi isotop) dapat berubah yang berakibat skala secara keseluruhan harus
diperbaharui.Jalan keluarnya adalah menentukan baik massa isotop maupun kelimpahan isotop.Hal ini
dapat dipenuhi dengan menggunakan alat yang disebut spectrometer massa.

4.Massa ekuivalen
Massa ekuivalen suatu unsur ialah jumlah bagian massa unsur yang bereaksi atauyang menggantikan
satu bagian massa hydrogen atau delapan bagian massa oksigen. Massa ekuivalen dapat dikatakan
sebagai massa atom relatif suatu unsure dibagi denagn valensinya.

ß
0.
1 mol suatu zat adalah jumlah zat yang mengandung L atau 6, 02.1023 partikel zat tertentu.
Jumlah mol zat = massa zat
massa 1 mol zat
(yang dimaksud zat adalah : atom, molekul, ion atau partikel)
Jumlah mol molekul = massa zat
massa molekul

Jumlah mol atom = massa zat


massa atom
Penerapan konsep mol pada gas dan larutan
Persamaan gas idealPV = nRT
Dengan
R = tetapan gas
n = jumlah mol zat
Pada keadaan standar yaitu temperature 0 o C(273k) dan tekanan 101325 Pa (1 atm) 1mol gas
menempati volume 22,414 liter yang biasanya di sederhanakan sebagai 22,4 Ldalam larutan, konsep
mol banyak di hubungkan dengan volume 1 liter larutan, dan menghasilkan istilah satuan Molar.
Larutan 1 molar zat adalah larutan yang mengandung 1 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.
ß  

   
   
 
  

  ! "
  ## $
$"% 
      %&%'!''  

   (    #(  (   % (  ( #( )*+
  
 (  ( #( 
##   (       #( )      #( ,
+- ( 
 
. (  '% % 
.  #( '%  )  %    #( ,+


  01 2 3      0   . .
Rumus empiris, yaitu rumus kimia yang menyatakan perbandingan mol atom ± atom penyusun
suatu senyawa yang paling sederhana. Rumus molekul, yaitu rumus kimia yang menyatakan jumlah
atom - atom penyusun sebuah molekul senyawa.
Contoh:
Suatu senyawa hidrokarbon mengandung 85.7% massa karbon dan sisanya massa hidrogen . Jika
ditentukan Ar:H=1, C=12 dan molekul relatif senyawa hidrokarbon 56 tentukan rumus empiris dan
rumus molekul senyawa tersebut?
Jawab:
1. Cari massa dari hidrogen dan karbonnya % massa hidrogen = 100% - %massa karbon
= 100% - 85.7%
2. Cari perbandingan molnya
Perbandingan mol C : mol H
C H
] :
Ar C Ar H
 85.7 14.3
] :
 12 1
] 7.14
3. Dari perbandingan : 14.3 rumus empiris senyawa=CH 2
diperoleh
4. Hitung rumus ] 1: 2
molekul
' (Mr CH 2 )n=56
' (12+2)n=56
' n=4
Jadi rumus molekul dari unsur (CH 2 ) 4 atau C 4 H 8


c. 04 0 
Adalah muatan yang seolah-olah dimiliki oleh suatu atom dalam suatu senyawa.

/
01 0  
Reaksi kimia digambarkan melalui suatu persamaan reaksi yang secara singkat harus
menggambarkan keadaan sebenarnya dari suatu reaksi. Reaksi kimia terdiri atas dua bagian yaitu
pereaksi dan hasil reaksi yang dipisahkan dengan tanda .Suatu persamaan reaksi hanya
menyatakan jumlah dan keadaan zat-zat sebelum dan sesudahreaksi, tetapi tidak menyatakan sesuatupun
mengenai jalannya reaksi.
Dalam menyatakan keadaan zat-zat, maka diberikan tansa (s) untuk padat, (l)untuk zat cair, (g)
untuk gas dan (aq) untuk larutan air. Dalam suatu reaksi kimia yangumum seperti:
aA + bB cC + dD
maka besaran a, b,c dan d disebut 
. Koefisien menggambarkan hubungan kuantitatif pereaksi
dan hasil reaksi. Setiap a mol A dapat bereaksi dengan b mol B,menghasilkan c mol C dan d mol D.
Contoh reaksi yang lengkap :

1.Hidrogen direaksikan dengan oksigen menghasilkan air


H2 + ½ O2 H2O
Artinya, bila 1 mol H2 bereaksi dengan ½ mol O2 maka akan menghasilkan 1 mol H2O

2.MnO2(g) + 4 HCl (aq) MnCl2(aq) + 2H2O(l) + Cl2(g)


Artinya, bila 1 mol MnO2 bereaksi dengan 4 mol HCl maka terjadi 1 mol MnCl2, 2
mol H2O dan 1 mol Cl2.
Reaksi kimia dikatakan
  apabila jumlah atom, ion pereaksi sama dengan
jumlah atom, molekul, ion hasil reaksi. Reaksi
Cu(s) + CuSO4(aq) CuSO4(aq) + H2O(l) + SO2(s)

dikatakan 
  karena jumlah atom S dan O pereaksi tidak sama dengan jumlah atom S dan O
hasil reaksi. Agar supaya reaksi tersebut setara, maka koefisien reaksi harus diisi sedemikian rupa
sehingga jumlah atom, molekul, ion pereaksi sama dengan jumlah atom, molekul, ion hasil reaksi,
yaitu:
Cu(s) +2H2SO4(aq) CuSO4(aq) +2H2O(l) + SO2(g).

4
( .0
Dalam beberapa hal untuk menyelesaikan perhitungan kimia, tidak perlu menuliskan
reaksi yang lengkap tetapi menggunakan besaran yang disebut ekivalen.


 *
Satu ekivalen asam lalah sejumlah asam yang menghasilkan 1 mol H+. Satuekivalen basa ialah
sejumlah basa yang dapat menghasilkan 1 mol OH- atau dapatmenetralkan 1 mol H+ .
Contoh :
1 mol HCl menghasilkan 1 mol H +
1 ekivalen HCl = 1 mol HCl=36,5 g.
2. Ekivalen Redoks
Satu ekivalen oksidator (zat pengoksidasi) ialah sejumlah zat tertentu yang dapatmenerima 1 mol
elektron.satu ekivalen reduktor (zat pereduksi) ialah sejumlah zattertentu yang dapat memberikan mol 1
elektron.
Contoh: jika 1 mol Fe diubah menjadi FeO,maka 1 mol Fe=2 ekivalen.
Penjelasan :
Fe Fe 2 + + 2e
1 mol Fe melepaskan 2 mol elektron ,jadi 1 mol Fe =2 ekivalen



  c  
Berdasarkan persamaan reaksi yang sudah setara dapat dihitung banyaknya zat yang bereaksi dan
hasil reaksi. Perhitungan ini didasarkan pada angka perbandingan mol pereaksi dan hasil reaksi.
Namun, dalam praktek ditemukan bahwa tidak semua pereaksi dapat bereaksi karena salah satu pereaksi
habis bereaksi.
Pereaksi #" adalah suatu pereaksi yang habis bereaksi karena membatasi
kemungkinan reaksi untuk berlangsung terus.
Contoh :
Jika direaksikan 28 gram serbuk besi dan 32 gram belerang, zat yang mana yang
disebut pereaksi pembatas dan berapa gram besi belerang (FeS) yang di hasilkan ?

Jawab :
Fe +S FeS
Jika 1 mol Fe bereaksi dengan 1 mol S, maka terjadi 1 mol FeS.
Dengan menggunakan rumus mol
Mol Fe = 28 = 0,5 mol
56
Mol S = 32= 1 mol
32
Fe + S FeS
Mula-mula = 0,5 1 _
Reaksi = 0,5 0,5 0,5
Sisa = _ 0,5 0,5

Pada pereaksi tersebut yang bertindak sebagai pereaksi pembatas adalah Fe, karena Fe habis bereaksi
sedangkan S yang bereaksi hanya 0,5 mol saja sehingga masih ada sisanya yang tidak bereaksi
sebanyak 0,5 mol.

Massa FeS yang dihasilkan :


Mol = gr gr = mol x Mr reaksi pembatasnya
Mr = 0, 5 m ol x 88
= 44 gram



.    0 0 .
Hasil reaksi teoritis menunjukkan banyak hasil dari suatu reaksi yang berlangsung secara
sempurna. Hasil reaksi diperhitungkan dari pereaksi pembatasnya. Sedang persen hasil ialah :
Persen hasil = massa hasil reaksi nyata x 100%
massa hasil reaksi teoritis
Persen hasil merupakan  


  



1. Jika3,86 gr C2H4 dibakar dengan 11,84 gr O2 di udara dan terbentuk 6,96 gr CO2, berapa
persen hasil reaksi tersebut?

 
C 2H 4 + 3 O 2  2CO2 + 2H2O
Setiap 1 mol C2H4 bereaksi dengan 3 mol O2
Sesuai dengan persamaan reaksinya, 0,1378 mol C2H4 harus bereaksi dengan 3 x 0,1378mol O2 =
0,4314 mol. Oleh karena O2 yang tersedia hanya 11,84 gr (=0,370 mol), makaO2 sebagai pereaksi
pembatasnya.

CO2 yang terjadi = 2/3 x 0,370 mol = 0,2467 mol


= 0,2467 x 44 gr = 10,85 gr
Padahal hasil reaksi nyatanya adalah 6,96 gr. Jadi persen hasil reaksinya:
=(6,96/10,85) x 100% = 64%

2. Pada 50 gram asam cuka mengandung 10 gr asam asetat. Hitunglah kadar asam cuka tersebut?
 
10 gram
% sam Cuka ] 100 % ] 20%
50 gram