ANGGARAN BERDASARKAN FUNGSI DAN AKTIVITAS UNTUK PERUSAHAAN DAGANG

1. Anggaran Perusahaan Dagang
Perusahaan besar maupun kecil seyogyanya membuat anggaran, karena penganggaran itu penting untuk membuat perencanaan dan untuk mengendalikan kegiatan. Perencanaan melihat ke masa depan, yaitu menentukan tindakantindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran dan tujuan suatu organisasi. Sedangkan pengendalian melihat ke belakang, yaitu menilai hasil kerja dan membandingkan dengan rencana yang ditetapkan. Hasil perbandingan ini melahirkan varian. Varian harus dianalisis dan dicari sebabnya kemudian digunakan untuk memperbaiki perencanaan, anggaran, dan pelaksanaan (pengendalian). Hubungan perencanaan dan pengendalian seperti tersaji di bawah ini.

1

Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif untuk jangka waktu tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang. Dalam penyusunan anggaran dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: 1) Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan 2) Data masa lalu 2 .Hubungan Perencanaan dan Pengendalian Perencanaan (Strategis) Tujuan Jangka Panjang Tujuan Jangka Pendek Rencana Kerja Jangka Pendek Anggaran Induk (Master Budjet) Pelaksanaan Kerja Transaksi Bisnis Klasifikasi Laporan Hasil Kerja (Laporan Keuangan) .Arus Kas Pengendalian Evaluasi Kerja: Hasil Kerja versus Anggaran Umpan Balik Varian (Analisis Varian) Tindakan Koreksi Anggaran adalah suatu rencana kuantitatif (satuan jumlah) periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan.Neraca .Laba Rugi . anggaran bukan tujuan dan tidak dapat menggantikan manajemen. Jadi. Anggaran merupakan alat manajemen dalam mencapai tujuan. tetapi dapat juga dinyatakan dalam satuan barang/jasa.

Luther Gullick mengemukakan bahwa penganggaran termasuk salah satu fungsi manajemen. karena pada perusahaan dagang tidak terdapat penghargapokokan produk per unit. Perusahaan dagang yang besar pada umumnya memiliki tiga divisi besar yaitu divisi operasi. pengoordinasian (coordinating). dan penganggaran (budgeting). anggaran tetap dan anggaran variabel juga terdapat pada perusahaan dagang. pelaporan (reporting). dan gerak-gerik pesaing 5) Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah 6) Penelitian untuk pengembangan perusahan. dan produk dalam proses. overhead pabrik. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang untuk dijual tanpa mengubah bentuk barang yang dibeli tersebut. Divisi pemasaran mencari pelanggan atau mencari order. Penyusunan anggaran perusahaan dagang lebih sederhana dibandingkan dengan penyusunan anggaran perusahaan manufaktur karena dalam perusahaan dagang tidak terdapat istilah bahan baku. pelaksanaan (directing). penempatan staf (staffing).3) Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi 4) Pengetahuan tentang taktik. Menurut Gullick fungsi manajemen terdiri atas perencanaan (Planning). Manajemen harus mengadakan estimasi persediaan awal dan akhir barang dagangan agar dapat dibuat anggaran pembelian barang dagangan. Divisi operasi bertugas mengadakan pembelian dan penjualan barang dagangan serta menentukan harga poko barang daganag yang dijual. strategi pesaing. Pengorganisasian (organizing). divisi pemasaran dan divisi administrasi. Harga pokok barang terjual atau harga pokok penjualan pada perusahaan dagang merupakan 3 . Produk jadi dan bahan baku terdapat dalam perusahaan manufaktur sedangkan barang dagangan terdapat dalam perusahaan dagang. sedangkan divisi administrasi menyajikan laporan kinerja perusahaan. produk jadi. tetapi pada perusahaan dagang tidak menggunakan metode penghargapokokan penuh untuk menyusun anggaran tetap seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Seperti halnya perusahaan manufaktur. tenaga kerja langsung.

Contoh : penjualan direncanakan sebanyak 1000 unit. dengan demikian anggaran lainnya dibuat berdasarkan anggaran penjualan 1000 unit tersebut. Gambaran anggaran induk perusahaan dagang seperti tertera dibawah ini: Anggaran Penjualan (Unit & Rupiah) Anggaran Pembelian (Unit & Rupiah) Anggaran Harga Pokok Penjualan (Unit & Rupiah) Anggaran Biaya Umum & Admin (Unit & Rupiah) Anggaran Kas Anggaran Laba Rugi Anggaran Neraca 2. yaitu biaya overhead pabrik tetap (misalnya biaya depresiasi pabrik). sedangkan pada perusahaan manufaktur yang menggunakan metode penghargapokokan penuh terdapat unsur biaya variabel dan unsur biaya tetap.merupakan biaya variabel. Anggaran induk yang mengonsolidasikan rencana keseluruhan perusahaan untuk 4 . Anggaran tetap disebut juga dengan anggaran statis. Anggaran induk terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan. Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang Dalam menyusun anggaran perusahaan dagang yang pertama dilakukan adalah menyusun anggaran tetap. Anggaran tetap (fixed budget) adalah anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. dan yang diuraikan dalam penyusunan anggaran perusahaan dagang adalah berupa anggaran induk.

Contoh : anggaran penjualan dan anggaran pembelian (termasuk perkiraan persediaan barang dagangan akhir). Anggaran penjualan merupakan rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu. Anggaran Penjualan (sales budget) Kegiatan penjualan memegang peranan penting dalam meningkatkan penjualan. Anggaran tahunan dipecah lagi menjadi menjadi anggaran triwulan dan anggaran triwulan dipecah lagi menjadi anggaran bulanan. Tidak ada satu pun perusahaan yang mampu bertahan apabila perusahaan tersebut tidak mampu menjual barang atau jasa yang dihasilkannya. anggaran persediaan. Anggaran perusahaan merupakan anggaran dasar penyusunan anggaran lainnya dan umumnya disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya. anggaran jualan sering disebut anggaran kunci. anggaran utang. anggaran piutang. Contoh : anggaran kas. 5 . Anggaran keuangan (financial budget) adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran operasional (operating budget) adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran perusahaan disusun oleh fungsi penjualan (dalam hal ini fungsi manajer penjualan atau yang lebih luas lagi fungsi manajer pemasaran). Penjualan (selling) berarti proses menjual. anggaran beban penjualan dan administrasi.jangka pendek biasanya disusun atas dasar tahunan. Anggaran penjualan berarti anggaran hasil penjualan atau anggaran hasil proses menjual. serta anggaran laba rugi. dan anggaran neraca. Penyusunan Anggaran Operasional a. Menjual (sell) berarti menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu dan pada saat tertentu. yaitu dari kegiatan penetapan harga jual sampai produk didistribusikan ke tangan konsumen (pembeli). Penjualan (sales) adalah hasil penjualan atau hasil proses menjual. Oleh karena itu. 3.

Februari. Harga Pokok Penjualan (65%) c. 5 %xjualan bulan bersangkutan 0 b. selain ramalan penjualan. 9 xjualan dua bulan lalu % Ju la k sm s k m h a au Desem ber xx x Januari xx x xx x xx x xx x x x xx Februari xx x xx x xx x xx x x x xx Maret xx x xx x xx x xx x xx xx Kas masuk bulan Januari. Penjualan b. 40% dari penjualan bulan lalu. Pembayaran pembelian (dari pembelian bulan lalu) Janua ri xxxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Febru ari xxxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Mare t xxxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx April xxxx Mei xxxx (b+c ) (d-e) 6 . Contoh dari anggaran penjualan disajikan dalam tabel berikut: T oko ABC Anggaran Jualan tiap bulan untuk triwulan pertam tahun 2 10 a 0 K eterangan Nov ber em Jualan xx x a. Persediaan barang dagangan awal f. 4 %xjualan bulan lalu 0 b. Anggaran Pembelian Anggaran pembelian disusun beserta dengan anggaran harga pokok penjualan dan disajikan dalam contoh berikut : TOKO ABC Anggaran Pembelian Tiap Bulan untuk Triwulan Pertama Tahun 2010 (Dalam Rp) Keterangan a. b. Maret seperti tampak dalam tabel diatas dihitung dari kriteria pembayaran dari penjualan kredit yaitu 50% dari penjualan bulan yang bersangkutan. biasanya dibuat ramalan penjualan (sales forecast). Persediaan barang dagangan akhir d. Barang siap dijual e.Sebelum menyusun anggaran jualan. dan 9% dari penjualan 2 bulan lalu. perlu juga dipertimbangkan faktor yang dapat berpengaruh terhadap penjualan. Pembelian g.

seperti : beban gaji pimpinan dan staff. Begitu juga dengan pembayaran pembelian. dan beban umum lainnya. hapusan piutang d. Contoh anggaran beban Penjualan dan Administrasi disajikan sebagai berikut: T K AC OO B A g a a B b nP n a nd nA m is r s U u ) n g r n e a e ju la a d in t a i m m t pb la u t ktr u np r a at h n2 1 ia u n nu iw la e t m a u 0 0 K eterang an a. Beban D epresiasi e. dan bagian umum. Beban jualan dan adm inistrasi Variabel (1 % Penjualan) 0 x Tetap B eban Peng hapusan piutang(1 x % penjualan) Ju la B b nU a a m h ea sh c Beban peng . Beban administrasi dan umum biasanya bersifat tetap. yaitu pembelian bulan lalu dibayar bulan yang akan datang. beban pemeliharaan kantor. Anggaran Laba Rugi Setelah menyusun anggaran beban usaha. Anggaran laba rugi merupakan 7 . c.Persediaan barang dagangan awal merupakan persediaan barang dagangan akhir bulan lalu. Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi Anggaran penjualan dan administrasi merupakan unsur dari beban usaha. beban depresiasi kantor. Beban penjualan adalah beban yang terjadi untuk kepentingan penjualan produk utama. Harga pokok penjualan sesuai contoh adalah sebesar 65% dari penjualan. Pembelian bulan bersangkutan merupakan utang dagang pada bulan bersangkutan. B eban Usaha Tunai (b-e) xx x xx x xx x xx x xx xx xx x xx x xx xx xx xx Januari Februari xx x xx x xx x xx x xx xx xx x xx x xx xx xx xx xx x xx x xx x xx x xx xx xx x xx x xx xx xx xx Maret Beban penghapusan piutang sesuai dengan contoh diasumsikan sebesar 1% dari penjualan. Jualan b. kemudian disusun anggaran operasional yang terakhir yaitu anggaran laba rugi. Beban usaha tidak tunai f. d. Sedangkan beban administrasi adalah beban yang umumnya terjadi pada bagian personalia. bagian keuangan.

Laba sebelumpajak Januari xx xx xx x xx x xx x xx x xx x xx xx Februari xx xx xx x xx x xx x xx x xx x xx xx Maret xx xx xx x xx x xx x xx x xx x xx xx April xx xx xx x xx x xx x xx x xx x xx xx 4. Karena masih cukupnya waktu maka terdapat lebih banyak alternative sumber dana. Jualan 2. Anggaran laba rugi disusun dari beberapa perhitungan dan anggaran yang baru disebutkan tadi dan disajikan seperti contoh berikut ini: T K AC OO B A g aa L b R g ngr n aa ui T pB la u tu T iw la P r m T h n2 1 ia u n n k r u n e ta a a u 0 0 (D la R ) a m p K eterangan 1. Anggaran Kas Anggaran kas adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu . laba kotor (1 ) -2 4. Harg pokok jualan a 3. maka dapatlah direncanakan sebelumnya penentuan sumber dana yang akan digunakan untuk menutupi defisit tersebut. dan anggaran beban penjualan dan administrasi. untuk menyusun anggaran laba rugi diperlukan juga perhitungan bunga pinjaman di bank. dan makin 8 . maupun perubahan yang berupa pengeluaran kas. akan dapat diketahui kapan perushaan dalam keadaan defisit kas atau surplus kas karena operasi perusahaan. Bung a 7.kewaktu selama periode yang datang.tujuan dari penyusunan anggaran operasional. dalam penyusunan anggaran laba rugi diperlukan beberapa unsur dari anggaran operasional seperti : anggaran penjualan. Dengan menyusun anggaran kas. Penyusunan anggaran kas bagi suatu perusahaan perusahaan sangatlah penting artinya bagi penjagaan likuiditas. Penyusunan Anggaran Keuangan a. Laba Usaha (3 ) -4 6. baik yang berupa perubahan penerimaan kas. Disamping itu. Beban Usaha 5. Dengan mengetahui adanya defisit kas jauh sebelumnya. Oleh karena itu. anggaran pembelian.

Penerimaan lain-lain (Non Operating). biaya bunga. Sebaliknya dengan mengetahui jauh sebelumnya bahwa akan terdapat surplus kas. Penyusunan anggaran kas mencakup dua sektor. penghasilan sewa. dan sebagainya. Bayar Bunga 10.banyaknya alternative sumber dana berarti. penghasilan deviden. pembayaran pajak. Bayar sebelum pinjaman : Belian Beban usaha tunai Bayar sebelum pinjaman 5. Sektor Pengeluaran Kas Yang pada umumnya berupa pengeluaran untuk biaya-biaya umum dan administrasi. Bayar Pinjaman Bank 11. Contoh dari penyajian anggaran kas (metode langsung) adalah : Toko ABC Anggaran Kas Tiap akhir bulan untuk triw ulan pertama tahun 2010 (dalam Rp. Kas Akhir xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxx xxxx xxxx xxx xxx xxx xxxx Januari xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxx xxxx xxxx xxx xxx xxx xxxx Februari xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxx xxxx xxxx xxx xxx xxx xxxx Maret 9 . Terima pinjaman bank 9. Kas masuk dari jualan 3.) Keterangan 1. Jumlah kas diperlukan (4+5) 7. Kas aw al 2. untuk pembelian barang dagangan dan lain sebagainya. Kas minimum 6. Sektor Penerimaan Kas Yang pada umumnya berasal dari: a. pembelian aktiva tetap. 2. Penjualan aktiva tetap d. Kas tersedia (1+2) 4. seperti misalnya penghasilan bunga. kita dapat mengadakan pemilihan sumber dana yang biayanya paing rendah. Surplus/ defisit (3-6) 8. Penagihan utang c. maka jauh sebelumnya sudah dapat direncanakan bagaimana menggunakan kelebihan dana secara efisien. Penjualan tunai barang dagangan b. yaitu : 1.

Kas akhir bulan bersangkutan adalah menjadi kas awal bulan berikutnya.Contoh anggaran kas metode tidak langsung adalah sebagai berikut : Toko ABC Anggaran Kas Tiap akhir bulan untuk triwulan pertama tahun 2010 (dalam Rp. b. sedangkan piutang dan persediaan naik mengurangi laba bersih. Anggaran Neraca Menyusun anggaran neraca merupakan tujuan dari anggaran keuangan. utang naik menambah laba bersih dan sebaliknya. 10 .) Keterangan Laba bersih Depresiasi Utang bank naik (turun) Utang dagang naik (turun) Utang bunga naik (turun) Piutang dagang turun (naik) Sediaan barang turun (naik) Arus kas masuk bersih Kas aw al Kas akhir Januari xxxx xxxx (xxxx) xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx Februari xxxx xxxx xxxx (xxxx) xxxx xxxx (xxxx) xxxx xxxx xxxx Maret xxxx xxxx xxxx xxxx (xxxx) xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx Depresiasi menambah laba bersih. Anggaran neraca yang disusun berasal dari anggaran kas dan anggaran operasional terdahulu. Piutang dan persediaan turun menambah laba bersih.

Adapun biaya diartikan dalam arti luas. yaitu biaya variabel. 11 .) Keterangan ASET Kas Piutang dagang bersih* sediaan barang dagangan aset tetap bersih** Jumlah aset UTANG DAN MODAL Utang bank Utang dagang Utang bunga Modal saham Laba ditahan*** Jumlah utang dan Modal Januari xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx Februari xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx Maret xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx 5. dan biaya tetap. yaitu meliputi harga pokok dan beban. Penyusunan Anggaran Variabel Anggaran variabel mengklasifikasikan biaya menjadi dua jenis.Contoh dari anggaran neraca adalah sebagai berikut : Toko ABC Anggaran Neraca Tiap akhir bulan untuk triwulan pertama tahun 2010 (dalam Rp.

Data anggaran (estimasi) jualan 25. 0. 12 .Sebagai ilustrasi untuk menjelaskan tentang anggaran variabel perusahaan dagang. Untuk lebih lengkapnya berikut ini tersedia data anggaran (estimasi) dengan data sesungguhnya (actual) pada bulan April 2009. 0. berikut ini diberikan contoh sebuah perusahaan dagang yang memperdagangkan satu jenis barang dagangan berupa lamang.200 Rp. 8.000 kg. 6.30 Rp.00 Rp. Selama bulan April 2009 perusahaan menganggarkan (memperkirakan) lamang terjual 25. 2.000 kg : Harga jual per kg Biaya variabel per kg : Harga pokok jualan per kg Angkutan penjualan per kg Komisi penjualan per kg Pernik penjualan per kg Jumlah biaya variabel per kg Biaya tetap per bulan : Depresiasi alat penjualan Gaji penjualan Gaji administrasi Depresiasi alat kantor Administrasi lainnya Rp.000 kg. tetapi pada kenyataannya (actual) perusahaan dapat menjual sebanyak 27. 3. 5 Rp. a.20 Rp. 750 . 3 Rp.750 Rp. 500 Rp.000 kg.50 Rp.800 Rp. kapasitas toko dan gudang misalkan 30. 0.

Anggaran variabel yang disusun pada tingkat jualan 5.000 Dari data tersebut dapat disusun anggaran variabel. 1.000 kg.000 b.20 Rp.000kg. 20. 3.710 Rp. 900 . tampak sebagai berikut : 13 . 485 Rp. 0.10 Rp. 30. Data realisasi (sesungguhnya) jualan 27. 20. laporan realisasi anggaran.18 Rp. 11.250 Rp.52 Rp. 20.000 kg. 2 Biaya tetap per bulan : Depresiasi alat penjualan Gaji penjualan Gaji administrasi Depresiasi alat kantor Administrasi lainnya Rp. 10. 0.Jumlah biaya tetap per bulan Rp. 12.000 kg. Jumlah biaya tetap per bulan Rp.500 Rp. 6 Rp. 0. dan analisis selisih.000kg. 15.000 kg : Harga jual per kg Biaya variabel per kg : Harga pokok jualan per kg Angkutan penjualan per kg Komisi penjualan per kg Pernik penjualan per kg Jumlah biaya variabel per kg Rp.

000 5. Jualan 2.000 50.000.30. Margin Kontribusi 4.000 3.000 kg) untuk bulan April 2009 Keterangan 1.Perusahaan Dagang Lamang Anggaran Variabel Laba Rugi Kapasitas 5.000.00 60.000 9.000.000 30.000 15.000 45.200 500 750 20. Analisis selisih harga pokok penjualan mencakup analisis selisih harga dan analisis selisih volume.00 5000 kg 25.00 50.000 60. Biaya Variabel: H. Analisis Selisih Analisis selisih pada perusahaan dagang terdiri atas analisis selisih harga pokok penjualan dan analisis selisih volume jualan.750 8.200 500 750 20.000.500 5.000. Biaya tetap: Depresiasi alat penjualan Gaji penjualan Gaji Administrasi Depresiasi alat kantor Administrasi lainnya Jumlah biaya tetap 5.00 3.00 3.000.750 8.000 7.000 Kg .000 3.00 20.000 75. Laba (3-4) 3.200 500 750 20.000 30.000. Selisih harga pokok penjualan adalah selisih anggaran harga pokok penjualan dengan realisasi harga pokok penjualan.00) 3.750 8.800 6.000 30.00 3.000 15000 kg 75.750 8.200 500 750 20.800 6.500 7.000 30000 kg 150.000.000 20.000.500 1.00 10.000 10.000 1.000 90.000 20000 kg 100.000 40.30 0.000 Rugi Impas laba laba laba laba 6.000 (10.200 500 750 20.800 6.000 10.800 6. Pokok Jualan Angkutan penjualan Komisi penjualan Pernik penjualan Jumlah biaya variabel 3.750 8.00 40. 14 .000 20.00 30.000 15.000 10.000. Anggaran harga pokok penjualan adalah anggaran kuantitas barang yang dijual dikali dengan harga pokok per unit.500 2.750 8.00 Per Kg 5.800 6.500 12.000 2.00 2.000 6. Bila anggaran harga pokok penjualan lebih kecil daripada realisasi harga pokok penjualan maka terjadi selisih rugi.000 4.000 25000 kg 125. Realisasi harga pokok penjualan adalah realisasi kuantitas barang yang dijual dikali dengan harga pokok per unit.000 kg (selisih kapasitas 5.50 0.500 3.200 500 750 20.20 3.000.000 4.800 6.000 40.000 6.00 2.000 10000 kg 50.000 60.00 0.

(KR x HA) Dimana : KR = Kuantitas realisasi barang yang dijual HR = Harga pokok per unit realisasi KA = Kuantitas anggaran barang yang dijual HA = Harga pokok per unit anggaran Selisih harga anggaran = KR x HA Selisih harga realisasi = KR x HR Bila selisih harga anggaran lebih besar dari selisih harga realisasi. maka terjadi selisih harga laba. sebaliknya selisih volume anggaran lebih kecil dari selisih volume realisasi maka terjadi selisih volume laba.(KR x HR) = (KA x HA) . jika selisih harga anggaran lebih kecil dari selisih harga realisasi. Selisih Volume Anggaran = KA x HA Selisih Volume Realisasi = KR x HA Bila selisih volume anggaran lebih besar dari selisih volume realisasi maka terjadi selisih volume rugi. maka terjadi selisih harga rugi. 15 .Selisih harga pokok jualan terdiri dari selisih harga dan selisih volume Selisih harga Selisih Volume = (KR x HA) .

social dan politik tidak stabil atau ada perubahan yang cepat. social dan politik stabil. oleh karena itu dalam menyusun anggaran. laba harus ditentukan dahulu. kemudian disusun strategi dan program kerja untuk mencapai sasaran laba. selanjutnya menentukan aktivitas bisnis dan perusahaan. social dan politik. Dalam menentukan sasaran laba manajemen harus mempertimbangkan volume penjualan. ekonomi. dan politik.Para penyusun anggaran atau tim anggaran menyusun anggaran berdasarkan teori. maka data histotis tetap dijadikan dasar pembuatan anggaran dengan diadakan penyesuaian hasil ramalan perubahan kondisi ekonomi. Model ini adalah penggabungan data histories yang diolah secara kuantitatif dengan data kualitatif tentang ramalan perubahan kondisi ekonomi. social. tim anggaran dapat menggunakan data histories. Penyusunan anggaran berdasarkan teori ialah pembuatan anggaran berdasarkan pengetahuan ekonomi perusahaan. laba merupakan tujuan pokok suatu organisasi bisnis. tetapi jika masa depan ekonomi. social dan politik. maka akan terjadi perubahan aktivitas ekonomi. perubahan kondisi politik global menjadi acuan pokok dalam penyusunan anggaran. dimana titik sentral perusahaan adalah mencari laba. social. praktek dan prediksi perubahan situasi ekonomi. Oleh sebab itu. kapasitas produksi. Jika masa depan ekonomi. dan politik ialah pembuatan anggaran berdasarkan ramalan para ahli ekonomi. social dan politik stabil. keadaan pulang pokok. Penyusunan anggaran berdasarkan prediksi perubahan situasi ekonomi. Penyusunan berdasarkan praktek ialah pembuatan anggaran berdasar pengalaman praktek atau berdasarkan data historis. karena lebih mudah dan dapat digunakan jika kondisi ekonomi. sosial dan politik. social dan ahli politik. Bagi perusahaan yang berskala internasional. Jika terjadi perubahan politik. Cara ini lazim digunakan. Para penyusun anggaran harus menyadari bahwa kondisi perusahaan ditentukan oleh kondisi bisnis. Dunia bisnis adalah dunia perubahan dan rasional yang berorientasi laba. 16 . Data historis tersebut diolah secara alamiah kemudian dijadikan bahan untuk menyusun anggaran.

17 . Sasaran laba tersebut berupa laba jangka panjang dan jangka pendek.laba atas modal yang digunakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful