Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

MATAKULIAH : RISET AKUNTANSI KRITIS


SEMESTER : GENAP 2009/2010
PROGRAM : DOKTOR ILMU AKUNTANSI/FE UNIBRAW
KODE : -
SKS : 3
DOSEN : PROF. IWAN TRIYUWONO, SE., AK., MEC., PHD
GUGUS IRIANTO, SE., AK., MSA., PHD

1. DESKRIPSI MATAKULIAH
Matakuliah ini menjelaskan dan memberikan pemahaman pada
mahasiswa tentang landasan filosofis penelitian dengan
menggunakan paradigma kritis. Dengan bekal landasan filosofis
ini, mahasiswa dapat merancang model-model penelitian secara
kreatif dan bebas. Di samping itu, matakuliah ini juga membekali
mahasiswa dengan teknik pengambilan dan analisa data serta
materi sosiologi kritis. Sosiologi kritis memperkaya mahasiswa
untuk memahami akuntansi selain dalam konteks sosialnya, juga
dalam konteks perubahan sosial (social transformation). Teori-
teori sosiologi kritis juga dapat digunakan sebagai alat analisis
dalam penelitian. Untuk lebih mengenal dan memahami
penelitian dengan paradigma kritis, matakuliah ini juga
menyajikan contoh-contoh hasil penelitian akuntansi kritis.

2. KOMPETENSI MATAKULIAH
Setelah mengikuti matakuliah ini diharapkan bahwa mahasiswa
dapat: (1) memahami landasan filosofis penelitian akuntansi
paradigma kritis, (2) memahami beberapa teori sosiologi kritis,
(3) memahami konteks sosial akuntansi, (4) memahami cara
menggunakan teori-teori sosiologi kritis sebagai alat analisa
dalam penelitian, (5) memahami hasil-hasil penelitian akuntansi
dengan paradigma kritis, dan (6) melakukan perubahan pada diri
sendiri baik secara rasional, mental, dan spiritual.

1
3. METODE PEMBELAJARAN
Matakuliah ini menggunakan teknik pembelajaran
©
TRANSFORMASI INTUITIF ESTIBRA , sebuah teknik
pembelajaran yang meliputi olah-akal, olah-rasa, dan olah-batin
yang dapat mengantarkan mahasiswa untuk berani melakukan
kritik dan melakukan perubahan. Teknik ini memberdayakan
potensi akal dan hati yang dimiliki oleh mahasiswa dengan tetap
tidak menegasikan materi yang disampaikan pada matakuliah ini.

4. POLA BERPIKIR
Untuk memudahkan pemahaman, maka mahasiswa perlu
memahami pola berpikir yang digunakan matakuliah ini. Pola
berpikir hakikatnya adalah dasar pola pikir generik yang
digunakan (materi) matakuliah ini. Penguasaan pola berpikir ini
selain memudahkan dalam memahami materi, tetapi juga dapat
mengantarkan mahasiswa untuk mampu belajar sendiri (learning
to learn).

Adapun pola pikir dari matakuliah ini adalah:


1. pola-pikir kritis; artinya, menganggap segala sesuatu selalu
dalam proses perubahan. Sesuatu yang dianggap mapan
(statis) harus digoyang dan dirobah
2. melakukan perubahan (transformation/emancipation)
3. inisiasi (ide) perubahan dapat diperoleh melalui akal atau
intuisi

5. SISTEM PENILAIAN
RANKING
BOB
NILAI
O
NO DISKRIPSI RAN
T NILA
G
% I
E
1. Partisipasi Kelas >80-
1
10 A
0
0

2
2. Olah-rasa/olah-batin >75-
20 8 B+
0
3. Tugas Kelompok >69-
20 7 B
5
4. UTS [Proposal Penelitian: Bab >60-
Pendahuluan dan Bab 25 6 C+
Metodologi (Metode) Penelitian] 9
5. UAS (Proposal Penelitian: Bab >55-
Kajian Teori Sosiologi Kritis 25 6 C
sebagai Alat Analisa) 0
Total >50-
100 5 D+
5
>44-
5 D
0
0-44 E

6. BAHAN ACUAN (REFERENSI)


1. Burrell, Gibson and Gareth Morgan. 1979. Sociological
Paradigms and Organisational Analysis: Elements of the
Sociology of Corporate Life. London: Heinemann.
2. Chua, Wai Fong. 1986. Radical developments in accounting
thought. The Accounting Review LXI (4): 601-32.
3. Habermas, Jürgen. 1990. Moral Consciousness and
Communicative Action. (Translated by Christian Lenhart and
Shierry Weber Nicholsen). Cambridge: Polity Press.
4. Hardiman, F. Budi. 2009. Kritik Ideologi: Menyingkap
Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan Bersama Jürgen
Habermas. Yogyakarta: Kanisius.
5. Hashem, O. 2001. Agama Marxis: Asal-usul Ateisme dan
Penolakan Kapitalisme. Bandung: Penerbit Nuansa.

3
6. Held, David. 1980. Introduction to Critical Theory:
Horkheimer to Habermas. Berkeley: University of California
Press.
7. Magnis-Suseno, Franz. 1992. Filsafat sebagai Ilmu Kritis.
Yogyakarta: Kanisius.
8. Magnis-Suseno, Franz. 1999. Pemikiran Karl Marx: dari
Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
9. Willis, Jerry W. 2007. Foundations of Qualitative Research:
Interpretive and Critical Approaches. Thousand Oak: Sage
Publication.

7. TOPIK BAHASAN DAN BAHAN ACUAN


SES TOPIK KET.
I
1
Pengantar
 Olah-raga Kuliah
 Olah-akal

 Overview paradigma kritis &


sistem pembelajaran TRANSFORMASI
INTUITIF ESTIBRA©
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

2 Kuliah
Landasan Filosofis Paradigma Kritis
 Olah-akal:

 Asumsi Filosofis Paradigma Kritis


(Burrell & Morgan 1979; Chua 1986;
dll)
 Willis (2007; Ch. 1, 2 and 3)
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

3 Koleksi dan Analisa Data Diskusi


 Olah-akal:

 Koleksi dan Analisa Data (Willis


2007; Ch. 6, 7, and 8)

4
 Olah-rasa: Terima-kasih
 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani
4 Diskusi
Teori Sosiologi Kritis I
 Olah-akal:

 Class, class conflict and


development of capitalism: critical
theory and political economy (Held
1980; ch. 1)
 The culture of industry: critical
theory and aesthetics (Held 1980; ch.
2)
 The changing structure of the
family and the individual: critical
theory and psychoanalysis (Held 1980;
ch. 3)
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

5 Diskusi
Teori Sosiologi Kritis II
 Olah-akal:

 The critics of instrumental reason:


critical theory and history (Held 1980;
ch. 5)
 Horkheimer’s formulation of
critical theory: epistemology and
method 1 (Held 1980; ch. 6)
 Adorno’s conception of negative
dialectics: epistemology and method 2
(Held 1980; ch. 7)
 Marcuse’s notions of theory and
practice: epistemology and method 3
(Held 1980; ch. 8)
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

6 Diskusi
Teori Sosiologi Kritis III
 Olah-akal:

 Introduction to Habermas (Held

5
1980; ch. 9)
 Discourse, science, and society
(Held 1980; ch. 10)
 Interest, knowledge and action
(Held 1980; ch. 11)
 The formulation of the foundation
of critical theory (Held 1980; ch. 12)
 Olah-rasa: Terima-kasih
 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani
7 Diskusi
Teori Sosiologi Kritis IV
 Olah-akal:

 An assessment of the Frankfurt


school and Habermas (Held 1980; ch.
13)
 The concept of critical theory
(Held 1980; ch. 14)
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

8  Ujian Tengah Semester -


9
Penelitian Akuntansi Kritis I Diskusi
 Olah-akal:

 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

10 Diskusi
Penelitian Akuntansi Kritis II
 Olah-akal:

 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

11 Diskusi
Penelitian Akuntansi Kritis III
 Olah-akal:

 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

12 Diskusi
Penelitian Akuntansi Kritis IV

6
 Olah-akal:
 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih
 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani
13 Diskusi
Penelitian Akuntansi Kritis V
 Olah-akal:

 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

14 Diskusi
Penelitian Akuntansi Kritis VI
 Olah-akal:

 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

15 Kuliah &
Penelitian Akuntansi Kritis VII Diskusi
 Olah-akal:

 Artikel Jurnal
 Olah-rasa: Terima-kasih

 Olah-batin: Berguru pada Hatinurani

16  Ujian Akhir Semester -

7. TUGAS
1. Terstruktur Kelompok. Tugas ini ditulis per kelompok berisi
pokok pikiran dan penilaian, dari materi yang akan dibahas
pada setiap minggu (mulai minggu ke-4 hingga ke-15). Tugas
ini ditulis pada kertas A4, 1 spasi sebanyak 3-5 halaman.
Tugas ini dikumpulkan setiap minggu.

2. Tugas Olah-rasa. Tugas ini adalah tugas olah-rasa ”terima


kasih” yang dibuat secara individu, ditulis pada kertas A4, 1
spasi sebanyak 1 halaman, dikumpulkan setiap minggu.
• Teknik olah-rasa:
o Masuklah ke alam alpha-tetha

7
o Bersyukurlah pada Tuhan atas segala karunia yang
telah Saudara peroleh
o Bertanyalah pada alam bawah sadar atau hati nurani
(atau Tuhan) Saudara ”apa yang harus saya berikan
pada orang lain atau mahluk lain?”
o Lakukan tindakan sesuai jawaban yang telah Saudara
peroleh

3. Tugas Olah-batin. Tugas ini adalah tugas olah-batin dibuat


secara individu dan ditulis pada kertas A4, 1 spasi sebanyak 1
halaman, dikumpulkan setiap minggu.
• Teknik olah-batin:
o Masuklah ke alam alpha-tetha
o Bertanyalah pada hati nurani Saudara ”perubahan apa
yang harus saya lakukan pada diri saya sendiri?”
o Lakukan tindakan sesuai dengan jawaban yang
diperoleh

4. Tugas Individu. Tugas ini pada dasarnya adalah membuat


proposal penelitian dengan paradigma kritis yang prosesnya
dibagi menjadi dua bagian, yang pertama meliputi Bab
Pendahuluan dan Metodologi (Metode) Penelitian. Bagian
pertama ini setara dengan Ujian Tengah Semester (UTS). Yang
kedua meliputi Bab Kajian Teori Sosiologi Kritis yang digunakan
sebagai alat analisa. Bagian kedua ini dianggap setara dengan
Ujian Akhir Semester (UAS) (dikumpulkan mejadi satu kesatuan
dengan Bab Pendahuluan dan Bab Metodologi (Metode)
Penelitian.

8. TATA-TERTIB PERKULIAHAN
a. Mahasiswa diharapkan dengan kesadaran sendiri hadir tepat
waktu dengan maksimum keterlambatan 5 menit.
Keterlambatan dosen selama 15 menit tanpa pemberitahuan
berarti kelas dinyatakan kosong
b. Mahasiswa dengan kesadarannya sendiri diharapkan
berpakaian rapi, tidak merokok di kelas, tidak berbicara dengan
rekannya di kelas, tidak mengganggu jalannya perkuliahan

8
c. Mahasiswa dengan kesadarannya sendiri tidak mengaktifkan
handphone di dalam kelas
d. Mahasiswa mempunyai hak untuk mengikuti ujian akhir
semester, jika:
 Mengikuti kuliah minimal 80%
 Mengumpulkan tugas

9. JAM KONSULTASI
Mahasiswa diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan dosen
setiap hari Rabu dan Juma’at Jam 13.30-16.00, di Gedung
Pascasarjana Lt-3, Ruang Ketua Program Studi Doktor Ilmu
Akuntansi - Fakultas Ekonomi Unibraw.