Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MAKALAH

MATA KULIAH
PENGANTAR SOSIOLOGI

Hubungan antarkelompok

Oleh:
Muhamad Iqbal 0906533991
Fatimah Dwi Respati 0906533890
Muhamad Patria 0906534022

Program Sarjana Jurusan Ilmu Administrasi Negara


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia
Depok
LATAR BELAKANG

Manusia tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk
sosial. Disebut sebagai makhluk sosial karena manusia memiliki dorongan atau kebutuhan
untuk bersosialisasi atau melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi yang terjadi
disebabkan oleh adanya rasa saling membutuhkan dan ketergantungan dari masing-masing
individu. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya
masing-masing.

Oleh karena itu sifat dasar dari diri manusia ialah selalu ingin berkumpul dengan
individu lain dan membentuk suatu kelompok atau masyarakat. Di dalam kelompok tentunya
terdapat interaksi atau hubungan antara individu satu dengan individu yang lain. Begitu juga
dengan hubungan yang terjadi diluar kelompok dimana terdapat hubungan atau interaksi
antara kelompok satu dengan kelompok yang lain yang secara langsung maupun tidak
langsung mempengaruhi perilaku individu di dalam kelompok tersebut.

Indonesia adalah negara multikultur dimana terdapat berbagai macam kebudayaan


dan masing-masing membentuk suatu kelompok yang disebut sebagai kelompok etnik. Setiap
etnik memiliki sikap atau sifat yang berbeda satu sama lain dan tidak jarang menimbulkan
pertentangan atau konflik. Karena setiap kelompok etnik memiliki ciri yang berbeda tentunya
memberikan pengaruh yang berbeda juga terhadap individu di dalam kelompok. Pengaruh
kelompok yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung itulah yang dapat
memunculkan prasangka, streotipe, dan jarak sosial dalam masyarakat

PERMASALAHAN

a. Faktor apa yang melatarbelakangi pemilihan kelompok etnik yang dapat menjadi
pasangan membentuk keluarga ?
b. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya hubungan antar kelompok tersebut?
c. Apakah faktor tersebut dapat menyebabkan terjadinya jarak sosial?
KERANGKA KONSEPTUAL

KELOMPOK ETNIK
• Konsep kelompok etnik didasarkan pada persamaan kebudayaan
• Francis mengemukakan kelompok etnik merupakan sejenis komunitas yang
menampilkan persamaan bahasa, adat kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap, dan sistem
politik
KLASIFIKASI KELOMPOK YANG TERLIBAT DALAM HUBUNGAN ANTAR
KELOMPOK
Klasifikasi konsep hubungan antar kelompok oleh Kinloch (1979)
• Kriteria Fisiologis yang didasarkan pada persamaan jenis kelamin (laki-perempuan),
usia (tua-muda), dan ras (antaralain hitam-putih)
• Kriteia Kebudayaan kelompok yang diikat oleh persaman kebudayaan, seperti
kelompok etnik
• Kriteria Ekonomi
• Kriteria Perilaku
POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK

Barton mengemukakan kontak antara dua kelompok ras dapat diikuti oleh proses

• Akulturasi terjadi manakala kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur.
Akulturasi sering terjadi antara kebudayaan dua masyarakat yang posisinya sama,
namun ini tidak menutup kemungkinan terhadap bentuk akulturasi antara dua
masyarakat yang posisinya tidak sama
• Dominasi terjadi bilamana suatu kelompok ras menguasai kelompok lain
• Paternalisme adalah suatu bentuk dominasi ras pendatang atas kelompok ras pribumi.
• Integrasi adalah pola hubunganyang mengakui adanya perbedaan ras dalam
masyarakat tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut.
Pluralisme merupakan suatu pola hubungan yang didalamnya mengenal pengakuan
persamaan hak politik dan hak perdatasemua warga masyarakat namun memberikan arti
penting lebih besar pada kemajemukan kelompok ras daripada dalam pola integrasi.

Dimensi sikap
• Prasangka yaitu sikap bermusuhan yang ditunjukkan terhadap suatu kelompok
tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak
menyenangkan.
Stereotip

• Stereotip merupakan suatu konsep yang erat kaitannya dengan konsep prasangka:
orang yang menganut stereotip mengenal kelompok lain cenderung berprasangka
terhadap kelompok lain.
• Menurut Kornblum stereotip merupakan citra kaku mengenal suatu kelompok ras atau
budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut.
• Menurut Banton stereotip mengacu pada kecenderungan bahwa sesuatu yang
dipercayai bersifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta objektif.
Stereotip terdiri stereotip positif dan negatif

HUBUNGAN ANTARKELOMPOK: DIMENSI SEJARAH

• Menurut Noel stratifikasi etnik (ras, agama, kebangsaan) terjadi karena 3 hal:
1. Etnosentrisme :
Didefinisikan oleh sumber sebagai suatu sudut pandang yang menempatkan
kelompok sendiri di atas segala-galanya dan menilai kelompok lain dengan
memakai kelompok sendiri sebagai acuan.
2. Persaingan :
Persaingan ada karena adanya etnosentrisme
3. Perbedaan kekuasaan
Dalam hal ini stratifikasi etnik tidak terjadi bila yang terpenuhi hanya satu atau dua prasyarat
saja.

RASISME

• Menurut Kornblum rasisme didefinisikan sebagai suatu ideologi yang didasarkan pada
keyakinan bahwa ciri tertentu yang dibawa sejak lahir menandakan bahwa pemilik ciri
tersebut lebih rendah sehingga dapat didiskriminasi.
RASIALISME
• Merupakan praktik diskriminasi terhadap kelompok ras lain. Contoh, penolakan-
penolakan yang didasarkan pertimbangan rasisme.
PEMBAHASAN

KELOMPOK ETNIK

Indonesia adalah negara multikultur dimana terdapat berbagai macam


kebudayaan, adat istiadat, dan bahasa. Karena perbedaan-perbedaan itulah etnik-etnik
yang sama cenderung berkumpul dan membentuk suatu kelompok yang disebut
sebagai kelompok etnik. Di Indonesia terdapat berbagai macam kelompok etnik
seperti etnik jawa, batak, sunda, betawi, lampung dll. Sebagai suatu kelompok,
kelompok etnik memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung
terhadap individu yang ada di dalam suatu kelompok etnik tersebut. Sebagai contoh
dalam hal ini adalah keluarga. Dalam keluarga Fatimah dimana kedua orang tuanya
berasal dari etnik jawa secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh kepada
diri Fatimah karena sejak lahir seorang anak di didik tidak lepas dari pengaruh latar
belakang etnik keluarganya. Sebagai contoh dalam melakukan sesuatu perbuatan ada
larangan – larangan yang tidak boleh dilanggar atau biasa disebut sebagai pamali. Hal
tersebut tentunya dipatuhi oleh diri fatimah karena selain memiliki konsekuensi juga
hal tersebut merupakan ajaran dari ibunya yang merupakan suatu peraturan yang telah
turun temurun ada dan diajarkan kepada setiap generasi. Berbeda dengan keluarga
Iqbal dan Patria dimana kedua orang tua mereka berasala dari kelompok etnik yang
berbeda sehingga tidak ada penanaman kebudayaan yang kuat dari kedua orang tua
mereka sehingga mempengaruhi mereka dalam memlih pasangan hidup dan
memberikan jarak sosial pada kelompok – kelompok etnik tertentu.

KLASIFIKASI KELOMPOK YANG TERLIBAT DALAM


HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK

Menurut konsep hubungan antar kelompok kriteria yang digunakan dalam


memilih pasanghan hidup dalam keluarga fatimah adalah kriteria kebudayaan yang
didasarkan pada persamaan kebudayaan. Hal ini disebabkan oleh kedua orang tua
fatimah yang berasal dari kelompok etnik yang sama. Sehingga dalam memilih
pasangan hidup fatimah cenderung memilih pasangan hidup yang memiliki latar
belakang etnik yang sama. Berbeda dengan keluarga Iqbal dan Patria dimana mereka
bebas dalam memilih pasangan hidup karena latar belakang etnik kedua orang tua
Patria dan Iqbal yang berbeda. Meskipun begitu dalam diri Patria dan Iqbal dalam
memilih pasangan hidup menggunakan kriteria fisiologis dan yang didasarkan pada
kriteria fisik dan sikap. Dimana Iqbal dalam memilih pasangan hidup ingin mencari
seseorang yang memiliki kulit putih, cantik, dan baik dalam segi sikap. Begitu juga
dengan Patria yang memiliki kriteria dalam memilih pasangan hidup kurang lebih
sama dengan Iqbal.
Dalam hal memilih teman tidak ada kriteria yang khusus baik dalam keluarga
Patria, Iqbal, dan Fatimah. Karena dalam hal memilih teman tidak dilihat berdasarkan
fisik, kebudayaan, atau fisik, tetapi lebih dilihat berdasarkan kesamaan pikiran dan
sikap.

POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK

Akulturasi terjadi pada saat kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur.
Dalam hal ini terjadi di keluarga yang umumnya terbentuk dari keluarga yang
memiliki perbedaan latar belakang ras seperti di keluarga patria dan iqbal. Sehingga
kebudayaan yang dibawa masing-masing orang tua mereka mulai bercampur dan
memulai terbentuk kebudayaan baru. Dalam hal ini yang terjadi di keluarga Patria dan
Iqbal yang tidak terlalu mendapatkan pewarisan kebudayaan yang secara spesifik dari
masing-masing orangtuanya karena kebudayan yang dibawa telah bercampur dan
cenderung tidak mewarisi kebudayaan-kebudayaan yang ada. Berbeda dengan
keluarga fatimah yang memiliki orang tua dari suku yang sama. Sehingga tidak
terjadinya akulturasi dalam keluarga Fatimah. Sehingga yang terjadi di keluarga
Patria dan Iqbal mangarah pada dekulturasi karena tidak adanya penanaman
kebudayaan-kebudayaan asli yang berujung pada hilangnya kebudayaan tersebut.
Intergrasi juga terjadi masing-masing keluarga karena masing-masing
keluarga mengakui adanya perbedaan ras yang berasal dari masing-masing orangtua
dan tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut karena Hak dan
Kewajiban yang terkait dengan ras seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu saja
dan tidak ada sangkut-pautnya dengan bidang pekerjaan atau statusnya yang diraih
dengan usaha.
Dimensi sikap terjadi di keluarga kami karena adanya prasangka tetapi tidak
sampai menyebabkan adanya permusuhan atau membatasi interaksi antar kelompok
atau etnis. Adanya dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak
menyenangkan. Sebagai contoh ibu dari Iqbal menyarankan untuk tidak menikahi
wanita yang berasal dari padang dan ibu dari Fatimah menyarankan untuk tidak
menikahi laki-yang berasal dari daerah timur indonesia dan orang tua patria yang
menyarankan untuk memilih pasangan hidup yang mempunyai keyakinan yang sama.
Namun hal itu tidak menyebabkan sampai ada batasan interaksi pada etnis dan suku
tertentu hanya terjadi perbatasan antar beberapa aspek saja .
Dalam hubungan antar kelompok tentu sering terjadi dugaan-dugaan mengenai
kelompok etnik yang berbeda. Contoh yang bisa kita ambil adalah pada iqbal dimana
ibunya memberikan label kalau orang padang itu perhitungan atau pelit dan pada
fatimah orang tuanya berpandangan bahwa orang yang berasal dari indonesia timur
cenderung berperilaku kasar dan pada keluarga patria berprasangka bahwa orang yang
berasal dari suku batak cenderung kasar. Tetapi asumsi asumsi kita tidak
mejerumuskan kita untuk membatasi interksi kita dengan suku atau etnis yang telah
kita prasangkakan, tetapi hanya sekedar pemberitahuan saja.
Etnosentrisme tidak terjadi pada masing-masing keluarga kami. Pada keluarga
yang mengalami perkawinan antar suku contoh: patria ( suku lampung dengan suku
batak ) dan iqbal ( suku padang dengan suku betawi ) dan perkawinan yang sama suku
contoh : fatimah ( perkawinan antar suku jawa ). Tidak terjadi etnosentrisme karena
tidak adanya dominasi yang diambil dari pihak manapun dan adanya “liberal sense”
yang bisa diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab.
DESKRIPSI KASUS

Hubungan antar kelompok dalam kehidupan Patria

Saya lahir dan dibesarkan di Jakarta. Orang tua saya berasal dari kelompok etnik yang
berbeda. Dimana ayah saya berasal dari etnik lampung dan ibu saya berasal dari etnik batak.
Karena kedua orang tua saya berasal dari etnik yang berbeda, tidak ada penanaman
kebudayaan yang spesifik. Begitu juga dengan memilih pasangan hidup saya tidak
memandang etnik manapun, saya hanya ditekankan oleh orang tua saya untuk memilih
pasangan yang seiman dengan diri saya. Namun tidak mengkhususkan saya untuk memilih
pasangan yang berasal dari suku atau etnik tertentu. Dalam menjalin hubungan pertemanan
saya juga terbuka untuk semua orang tanpa memandang latar belakang suku ataupun etnik.
Yang terpenting dalam memilih teman bagi diri saya adalah kesamaan jalan pikiran dalam
beberapa hal. Faktor-faktor yang menyebabkan saya berhubungan dengan kelompok lain
menurut saya tidak menyebabkan terjadinya jarak sosial dengan masyarakat karena saya tidak
memiliki kriteria-kriteria tertentu untuk berhubungan dengan masyarakat asalkan dapat
berhubung dengan baik dengan saya.

Hubungan antar kelompok dalam kehidupan Fatimah

Saya lahir dan dibesarkan di Jakarta. Orang tua saya berasal dari kelompok etnik yang
sama. Dimana ayah dan ibu saya berasal dari etnik jawa. Karena kedua orang tua saya berasal
dari etnik yang sama dalam hal mendidik anak terkadang disertakan unsur-unsur etnik jawa
seperti dalam melakukan suatu perbuatan ada larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar
atau biasa disebut dengan pamali. Namun, penanaman-penanaman tradisi itu tidak terlalu
kuat ditanamkan pada diri saya. Hanya ibu saya yang terkadang menanamkan tradisi-tradisi
tersebut. Sedangkan ayah saya lebih bersifat terbuka dan mengikuti perkembangan zaman
dalam mendidik anak-anaknya. Dalam hal memilih pasangan hidup saya diarahkan oleh
orang tua saya terutama ibu saya untuk tidak memilih suku-suku di daerah timur indonesia
karena menurut pandangan negatif dari ibu saya orang-orang dari daerah timur indonesia
memiliki watak yang keras. Namun tidak mengkhususkan saya untuk memilih pasangan yang
berasal dari etnik yang sama yaitu jawa. Dalam hal menjalin pertemanan saya cenderung
tidak melihat latar belakang etnik seseorang, saya lebih melihat kepada persamaan sifat,
minat, dan pikiran. Oleh karena itu faktor-faktor yang membuat saya berhubungan dengan
orang atau etnik lain tidak mengakibatkan jarak sosial karena faktor-faktor tersebut tidak
akan mempengaruhi hubungan pertemanan saya dan hubungan saya sebagai individu dalam
bermasyarakat.

Hubungan antar kelompok dalam kehidupan Iqbal

Saya lahir di Jakarta. Orang tua saya berasal dari kelompok etnik yang berbeda.
Dimana ayah saya berasal dari etnik padang, sedangkan ibu saya berasal dari etnik betawi.
Karena berasal dari etnik yang berbeda dalam hal mendidik anak orang tua saya tidak pernah
menanamkan nilai-nilai budaya dari masing-masing etnik. Oleh karena itu dalam hal menjalin
hubungan pertemanan saya bersifat terbuka dan tidak memilih-milih teman atas dasar latar
belakang etnik. Begitu juga dalam memilih pasangan hidup, saya secara pribadi tidak melihat
latar belakang etnik dan diberi kebebasan penuh oleh orang tua saya untuk menentukan
pasangan hidup saya sendiri. Akan tetapi terkadang ibu saya menyarankan saya agar tidak
mencari pasangan yang berasal dari etnik padang karena pandangan negatif yang dimiliki ibu
saya terhadap etnik padang. Sesuatu hal yang aneh karena ayah saya sendiri berasal dari etnik
padang. Dalam hal menjalin pertemanan yang terpenting bagi saya adalah kesamaan sifat,
jalan pikiran, dan minat. Faktor-faktor dalam menentukan pasangan hidup tidak
menimbulkan jarak sosial karena kriteria-kriteria yang saya miliki tidak berarti memberi jarak
bagi orang-orang tertentu.