Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

STOMATA

IKA PUSPITA NINGRUM (1507 100 059)


ASISTEN: FRANSISCA GALUH
PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2009

ABSTRAK

Praktikum stomata dilakukan untuk mengetahui pengaruh turgor terhadap membuka dan
menutupnya stomata. Praktikum ini menggunakan daun Rhoeo discolor, daun pandanus sp., daun
Pterocarpus indicus, dan daun Codiaeum variegatum. Larutan yang digunakan sebagai
pembanding adalah air dan larutan gula 50%. Hasilnya adalah jika ditetesi air stomata akan
membuka, sedangkan jika ditetesi larutan gula stomata akan menutup. Hal ini berkaitan dengan
tekanan turgor. Ketika ditetesi air, tekanan turgor sel penjaga meningkat sehingga stomata
membuka. Ketika ditetesi larutan gula, tekanan turgor sel penjaga menurun sehingga sel menutup.
Selain dipengaruhi tekanan turgor, membuka dan menutupnya stomata juga dipengaruhi oleh
akumulasi ion K+ dan akumulasi asam absisat.

Kata Kunci : stomata, tipe stomata, tekanan turgor, asam absisat

PENDAHULUAN dikelilingi oleh beberapa sel tetangga.


Mekanisme menutup dan membuka-nya
Air di dalam jaringan tanaman selain stomata tergantung dari tekanan turgor sel
berfungsi sebagai penyusun utama jaringan tanaman, atau karena perubahan konsentrasi
yang aktif mengadakan kegiatan fisiologis, karbondioksida, berkurangnya cahaya dan
juga berperan penting dalam memelihara hormon asam absisat (Lestari, 2005).
turgiditas yang diperlukan untuk pembesaran
dan pertumbuhan sel. kekurangan air di Walaupun tidak ada ketentuan umum
dalam jaringan tanaman dapat disebabkan tentang mekanisme membukanya stomata,
oleh kehilangan air yang berlebihan pada saat akan tetapi kebanyakan teori menganggap
transpirasi melalui stomata dan sel lain bahwa mekanisme ini melibatkan mekanisme
seperti kutikula atau disebabkan oleh turgor. Tekanan turgor adalah keadaan sel
keduanya. Namun lebih dari 90% transpirasi dimana dinding selnya kaku karena
terjadi melalui stomata di daun. Selain mengalami peningkatan volume vakuola dan
berperan sebagai alat untuk penguapan, protoplasma akibat absorbsi air. Pada
stomata juga berperan sebagai alat untuk keadaan tersebut sel tumbuhan mengalami
pertukaran CO2 dalam proses fisiologi yang turgid. Tekanan turgor dapat mempengaruhi
berhubungan dengan produksi. Stomata membuka dan menutupnya stomata karena
terdiri atas sel penjaga dan sel penutup yang
perbedaan perubahan potensial air (Pandey menonjol terjadi selama pemaksaan sel
dan Sinha, 1983). penutup. Perkembangan stomata daun
relative dalam waktu yang lama (Mulyani,
Praktikum ini dilakukan untuk 2006).
mengetahui pengaruh turgor terhadap
membuka dan menutupnya stomata. Tahap pertama diferensiasi adalah
pembelahan tak simetris sel protoderm.
Sebelum sel membelah, inti berpindah ke
ujung, dan vakuola menempati ujung sel
yang lain, kemudian inti membelah. Salah
TINJAUAN PUSTAKA satu anak inti yang dekat dengan vakuola
Pada epidermis terdapat lubang kecil menjadi lebih besar. Inti yang lebih kecil
yang dibatasi oleh dua sel khusus, yang membelah membentuk kedua sel penutup.
disebut sel penutup. Sel penutup dengan Sebelum terbentuk sel penutup, sel inti
lubangnya disebut stoma (stomata). Pada menyebabkan sel ini menyebabkan sel
beberapa tumbuhan, stoma ada yang epidermis tetangganya membelah secara tak
mempunyai sel tetangga. Sel ini secara simetris juga. Sel anak yang lebih kecil yang
morfologi berbeda dari sel epidermis lain, lebih dekat dengan sel induk sel penutup
yaitu terdiri atas dua atau lebih sel tetangga akan menjadi sel tetangga. Setelah
yang mengelilingi sel penutup yang pembentukan sel tetangga, barulah sel induk
tampaknya berhubungan secara fungsi. sel penutup membelah membentuk sel
Stoma dengan sel tetangga disebut stomata penutup. Setiap pembelahan tak simetris
apparatus atau stomata kompleks. Sel tampak adanya pita mikrotubula pada bagian
tetangga biasanya berkembang dari sel tepi sitoplasma (Mulyani, 2006).
protoderm yang berdekatan dengan sel induk
stoma, tetapi dapat juga berkembang dari Stomata pada umumnya terdapat
saudara sel induk (Mulyani, 2006). pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna
hijau, terutama sekali pada daun-daun
tanaman. Pada submerged aquatic plant atau
tumbuhan yang hidup dibawah permukaan
air terdapat alat-alat yang strukturnya mirip
dengan stomata, padahal alat-alat tersebut
bukanlah stomata. Pada daun-daun yang
berwarna hijau stomata terdapat pada satu
permukaannya saja (Kertasaputra, 1988).
Pandey dan Sinha (1983) menyebutkan ada 5
type penyebaran stomata pada tanaman,
yaitu:

Gambar 1. Stomata dan Bagian-Bagiannya. 1. Type apel atau murbei dimana stomata
didapatkan hanya tersebar pada sisi
Stomata berkembang dari protoderm. bawah daun saja, seperti pada apel,
Protoderm membelah menjadi sel besar dan peach, murbei, kenari dan lain-lain.
sel kecil. Sel kecil membelah menjadi dua 2. Type kentang dimana stomata didapatkan
dan berdiferensiasi menjadi sel penutup. tersebar lebih banyak pada sisi bawah
Mula-mula, selnya kecil dan tidak berbentuk daun dan sedikit pada sisi atas daun
khusus, tetapi kemudian berkembang, seperti pada kentang, kubis, buncis,
membesar menjadi bentuk yang khusus. tomat, pea dan lain-lain.
Selama perkembangannya, lamella tengah 3. Type oat, yaitu stomata tersebar sama
diantara kedua sel penutup ini membengkak banyak baik pada sisi atas maupun pada
dan berbentuk seperti lensa, kemudian terurai sisi bawah daun, misalnya pada jagung,
membentuk lubang stomata. Pembentukan oat, rumput dan lain-lain.
lubang dimulai secara enzimatis. Pemisahan 4. Type lily hutan, yaitu stomata hanya
kedua sel penutup dilakukan oleh kekuatan terdapat pada epidermis atas saja,
osmosis dan dari hidrolisis tepung. Proses misalnya lily air dan banyak tumbuhan
terbentuknya stomata yang tenggelam atau air.
5. Type potamogeton yaitu stomata sama
sekali tidak ada atau kalau ada vestigial,
misalnya pada tumbuhan-tumbuhan
bawah air.

Stomata dapat dibagi menjadi beberapa


bagian diantaranya. Yaitu (a) bagian sel
penutup/sel penjaga (guard cell), (b) Bagian
yang merupakan sel tetangga, dan (c) ruang
udara dalam (Kertasaputra, 1988).
Gambar 2. Stomata Phaneropare
Sel penutup terdiri dari sepasang sel
yang kelihatannya semetris, umumnya - Stoma kriptophore yaitu stoma yang sel
berbentuk ginjal, pada dinding sel atas dan penutupnya berada jauh dipermukaan
bawah tampak adanya alat yang berbentuk daun, biasanya terdapat pada tumbuhan
birai (ledges), kadang-kadang birai tersebut yang hidup di daerah kering yang dapat
hanya terdapat pada dinding sel bagian atas. langsung menerima radiasi matahari.
Adapun fungsi birai pada dinding sel bagian Dengan demikian fungsinya untuk
atas itu adalah sebagai pembatas ruang depan mengurangi penguapan yang berlebihan,
(Front Cavity) diatas porusnya sedangkan membantu fungsi epidermis, mempunyai
pembatas ruang belakang (Basic Cavity) lapisan kutikula yang tebal serta rambut-
antara porus dengan ruang udara yang rambut. Biasanya sering terdapat pada
terdapat dibawahnya. Keunikan dari sel tumbuhan golongan kaktus
penjaga adalah serat halus sellulosa
(cellulose microfibril) pada dinding selnya
tersusun melingkari sel penjaga, pola susunan
ini dikenal sebagai miselasi Radial (Radial
Micellation). Karena serat sellulosa ini relatif
tidak elastis, maka jika sel penjaga menyerap
air mengakibatkan sel ini tidak dapat
membesar diameternya melainkan
memanjang. Akibat melekatnya sel penjaga Gambar 3. Stomata Criptophore
satu sama lain pada kedua ujungnya
memanjang akibat menyerap air maka (Kertasaputra, 1988).
keduanya akan melengkung ke arah luar.
Kejadian ini yang menyebabkan celah Sel tetangga pada stomata adalah sel-
stomata membuka (Kertasaputra, 1988). sel yang mengelilingi sel penutup (guard
cell). Sel-sel tetangga ini terdiri dari dua buah
Keadaan letak sel penutup yang sel atau lebih yang secara khusus
berbeda dapat menentukan macam-macam melangsungkan fungsi secara berasosiasi
stomata seperti : dengan sel-sel penutup. Ruang udara dalam
- Stoma phanerophore yaitu stoma yang sel- (substomatal chamber) merupakan suatu
sel penutupnya terletak pada permukaan ruang antar sel (intersellular space) yang
daun, seperti pada tumbuh-tumbuhan besar, yang berfungsi ganda bagi fotosintesis
hidrophyt. Stoma yang letaknya dan transpirasi (Kertasaputra, 1988).
dipermukaan daun ini dapat
menimbulkan banyaknya pengeluaran Berdasarkan hubungan ontogeni
secara mudah dan selain itu epidermisnya antara sel penutup dan sel tetangga, stomata
tidak mempunyai lapisan kutikula. dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Stomata mesogen
Sel tetangga yang mempunyai asal-
usul sama dengan sel penutup.

2. Stomata Perigen
Sel tetangga yang berkembang dari antara lain terdapat pada
sel protoderm yang berdekatan Caryophillaceae dan Acanthaceae.
dengan sel induk stomata.
5. Tipe Aktinosit
3. Stomata Mesoperigen Tipe aktinosit merupakan variasi dari
Sel di sekeliling stomata, yaitu satu tipe diasit. Stomatanya dikelilingi sel
atau lebih sel tetangga yang tetangga yang teratur menjari. Tipe
mempunyai asal-usul yang sama ini antara lai terdapat pada the
dengan sel penutup, sedangkan sel (Camellia sinensis).
yang lain tidak.
(Mulyani, 2006).

Berdasarkan hubungan stomata


dengan sel epidermis tetangganya, stomata
dikelompokkan menjadi berbagai tipe.
Meskipun terdapat tipe yang berbeda pada
familia yang sama, bahkan dalam daun dari
spesies yang sama, struktur stomata rumit
dapat digunakan untuk mempelajari
taksonomi. Secara morfologi, ada lima
stomata pada dikotil, yaitu :

1. Tipe anomositik (Ranunculaceous)


Pada tipe anomosit, sel penutup
dikelilingi sejumlah sel tertentu yang
tidak dapat dibedakan bentuk dan
ukurannya dari sel epidermis yang Gambar 4. Tipe Stomata pada Dikotil a)tipe
lain. Tipe ini biasa terdapat pada anomositik; b)tipe anisositik; c)tipe diasitik; d)tipe
Ranunculaceae, Geraniaceae, parasitik (Anonim, 2009).
Capparidaceae, Cucurbitaceae,
Malvaceae, Tamaricaceae, Sedangkan pada monokotil ada empat tipe
Scholpulariaceae, dan Papaveraceae. stomata, yaitu :
1. Sel penutup dikelilingi oleh 4 sampai
2. Tipe Anisositik (Cruciferous) 6 sel tetangga. Tipe ini biasa terdapat
Pada tipe anisosit, sel penutup pada Araceae, Cannaceae, dan
dikelilingi oleh tiga sel tetangga yang Zingiberaceae
tidak sama ukurannya. Tipe ini
antara lai terdapat pada Cruciferae, 2. Sel penutup dikelilingi oleh 4 sampai
Nicotiana, Solanum, dan Sedum. 6 sel tetangga, 2 diantaranya
berbentuk bulat dan lebih kecil dari
yang lain, terletak pada ujung sel
3. Tipe Parasitik (Rubiaceous) penutup. Tipe ini terdapat pada
Pada tipe parasit, setiap sel penutup spesies dari Palmae, Pandanaceae,
didampingi oleh satu atau lebih sek dan Cyclanthaceae.
tetangga yang letaknya sejajar
dengan stomata. Tipe ini biasa 3. Sel penutup didampingi oleh 2 sel
terdapat pada Rubiaceae, tetangga. Tipe ini terdapat pada
Magnoliaceae, Convolvulaceae, dan Pontederiaceae, Flagellariaceae,
Mimosaceae, beberapa genus dari Butomales, Alismatales, Cyperales,
Papilionaceae, dan berbagai spesies Potamogetonales, Xyridales, dan
dari familia lain. Juncales.

4. Tipe Diasitik (Caryophillaceous) 4. Sel penutup tidak mempunyai sel


Pada tipe diasit, setiap stomata tetangga. Tipe ini terdapat pada
dikelilingi oleh dua sel tetangga yang Liliales (kecuali Pontederiaceae),
letaknya memotong stomata. Tipe ini Dioscorales, Iridales, dan Orchidales.
(Mulyani, 2006).
Pertama-tama dibuat sayatan
BAHAN DAN METODE epidermis bawah dari masing-masing daun
dan diletakkan pada gelas objek dan ditetesi
Peralatan pada praktikum ini adalah dengan setetes air. Hal ini bertujuan untuk
mikroskop, gelas objek dan penutupnya, mengetahui bagaimana keadaan stomata
pipet tetes, silet, dan kertas saring. apabila terdapat air. Selanjutnya ditutup
Sedangkan bahan-bahan dalam praktikum ini dengan kaca penutup dan diamati di bawah
adalah larutan gula pasir 50 % (50 gr gula mikroskop untuk mengetahui apakah stomata
pasir dalam 100 gr aquades), daun Rhoeo membuka atau menutup. Kemudian air
discolor segar, daun pandanus sp., daun tersebut diganti dengan larutan gula 50%.
Pterocarpus indicus, dan daun Codiaeum Hal ini dilakukan untuk mengetahui
variegatum. pengaruh gula terhadap membuka dan
menutupnya stomata. Selanjutnya diamati di
Daun tiap spesies disayat epidermis bawah mikroskop.
bawah daun, dan diletakkan pada gelas objek
dengan setetes air dan selanjutnya ditutup
dengan gelas penutup. Diamati di bawah Hasil pengamatan yang didapatkan
mikroskop apakah stomata dalam keadaan pada saat stomata diberi air adalah stomata
membuka atau menutup. Sambil diamati di pada keempat daun membuka. Hal ini
bawah mikroskop, air diganti dengan larutan disebabkan karena karena konsentrasi
gula 50 % dengan cara larutan gula lingkungan di luar sel hipotonis dan
diteteskan pada sisi gelas penutup dan konsentrasi didalam sel hipertonis sehingga
dihisap dengan kertas saring pada sisi. sel mengalami osmosis, cairan masuk ke
Selanjutnya diamati perubahan apa yang dalam sel sehingga stomata membuka. sel
terjadi pada stomata. stomata mengambil atau menyerap air dari
lingkungan sehingga dapat menyebabkan sel
HASIL DAN PEMBAHASAN penjaga bertambah panjang (sel penjaga
Praktikum stomata ini bertujuan turgid), terutama dinding luarnya, hingga
untuk mengetahui pengaruh turgor terhadap mengembang ke arah luar, dan menyebabkan
membuka dan menutupnya stomata. Bahan stomata membuka. Hal ini dapat
yang digunakan adalah daun Rhoeo discolor membuktikan bahwa membuka dan
segar, daun pandanus sp., daun Pterocarpus menutupnya stomata dipengaruhi oleh
indicus, dan daun Codiaeum variegatum. tekanan turgor.

Sedangkan ketika stomata diberi


larutan gula, keempat stomata menjadi
menutup. Stomata menutup karena
konsentrasi cairan di dalam sel hipotonis
dan konsentrasi di luar sel hipertonis
sehingga air keluar. Sel penjaga flasid
lalu stomata menutup.

Pterocarpus indicus Rhoeo discolor

Pandanus sp. Codiaeum variegatum


No. Tumbuhan Gambar keseluruhan Gambar stomata keterangan

1. Rhoeo – Stomata membuka


discolor + air – Rhoeo discolor
termasuk
tumbuhan
monokotil
– Sel penutup
dikelilingi 4-6 sel
tetangga

2. Rhoeo – Stomata menutup


discolor + – Rhoeo discolor
gula termasuk
tumbuhan
monokotil
– Sel penutup
dikelilingi 4-6 sel
tetangga

3. Pandanus sp. – Stomata membuka


+ air – Pandanus sp.
merupakan
tumbuhan
monokotil
– Sel penutup
dikelilingi 2 sel
tetangga yang
tidak sama
besarnya

4. Pandanus sp. – Stomata menutup


+ gula – Pandanus sp.
merupakan
tumbuhan
monokotil
– Sel penutup
dikelilingi 2 sel
tetangga yang
tidak sama
besarnya
5. Codiaeum – Stomata membuka
variegatum + – Codiaeum
air variegatum
termasuk
tumbuhan dikotil
– Tipe stomata
adalah parasitik

6. Codiaeum – Stomata menutup


variegatum + – Codiaeum
gula variegatum
termasuk
tumbuhan dikotil
– Tipe stomata
adalah parasitik

7. Pterocarpus – Stomata membuka


indicus + air – Pterocarpus
indicus termasuk
tumbuhan dikotil
– Tipe stomata
adalah parasitik

8. Pterocarpus – Stomata menutup


indicus + – Pterocarpus
gula indicus termasuk
tumbuhan dikotil
– Tipe stomata
adalah parasitik

Tabel 1. Hasil pengamatan

1. Rhoeo 1. Cel
No Tumbuhan Gambar keterangan discolor ah
. 2. Sel
pen
utu
p
3. Sel
teta membuka jika kedua sel penjaga
ng meningkat. Peningkatan tekanan turgor
ga sel penjaga disebabkan oleh masuknya air
kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan
2. Pandanus 1. Cel air dari satu sel ke sel lainnya akan selalu
sp. ah dari sel yang mempunyai potensi air lebih
2. Sel tinggi ke sel ke potensi air lebih rendah.
pen Tinggi rendahnya potensi air sel akan
utu tergantung pada jumlah bahan yang
p terlarut (solute) didalam cairan sel
3. Sel tersebut. Semakin banyak bahan yang
teta terlarut maka potensi osmotik sel akan
ng semakin rendah. Dengan demikian, jika
ga tekanan turgor sel tersebut tetap, maka
secara keseluruhan potensi air sel akan
3. Codiaeum 1. Cel menurun. Untuk memacu agar air masuk
variegatum ah ke sel penjaga, maka jumlah bahan yang
2. Sel terlarut di dalam sel tersebut harus
pen ditingkatkan (Lakitan, 1993).
utu Stomata membuka karena sel
p penjaga mengambil air dan menggembung
3. Sel dimana sel penjaga yang menggembung akan
teta mendorong dinding bagian dalam stomata
ng hingga merapat. Stomata bekerja dengan
ga caranya sendiri karena sifat khusus yang
terletak pada anatomi submikroskopik
4. Pterocarpus 1. Cel dinding selnya. Sel penjaga dapat bertambah
indicus ah panjang, terutama dinding luarnya, hingga
2. Sel mengembang ke arah luar. Kemudian,
pen dinding sebelah dalam akan tertarik oleh
utu mikrofibril tersebut yang mengakibatkan
p stomata membuka (Salisbury dan Ross,
3. Sel 1995).
teta
ng Stomata tumbuhan pada umumnya
ga membuka pada saat matahari terbit dan
menutup saat hari gelap sehingga
Tabel 2. Stomata tiap tumbuhan memungkinkan masuknya CO2 yang
diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari.
Tekanan turgor adalah keadaan sel Umumnya, proses pembukaan memerlukan
dimana dinding selnya kaku karena waktu 1 jam dan penutupan berlangsung
mengalami peningkatan volume vakuola dan secara bertahap sepanjang sore. Stomata
protoplasma akibat absorbsi air. Pada menutup lebih cepat jika tumbuhan
keadaan tersebut sel tumbuhan mengalami ditempatkan dalam gelap secara tiba-tiba
turgid. Tekanan turgor dapat mempengaruhi (Salisbury dan Ross, 1995). Loveless (1991)
membuka dan menututpnya stomata karena dalam literaturnya menyebutkan terbukanya
perbedaan perubahan potensial air (Pandey stomata pada siang hari tidak terhambat jika
(1983). tumbuhan itu berada dalam udara tanpa
karbon dioksida, yaitu keadaan fotosintesis
Mekanisme membuka dan tidak dapat terlaksana.
menutupnya stomata yang dipengaruhi
oleh tekanan turgor. Stomata akan
Skema mekanisme membukanya umumnya adalah asam malat dimana ion-ion
hydrogen terkandung didalamnya. Asam
stomata :
malat adalah hasil yang paling umum
Cahaya fotosintesis dalam sel- didapati pada keadaan normal. Karena ion
hydrogen diperoleh dari asam organic, pH di
sel mesophyl berkurangnya CO2
sel penjaga akan turun (akan menjadi
dalam ruang antar sel menaikan pH semakin asam), jika H+ tidak ditukar dengan
K+ yang masuk (Salisbury dan Ross, 1995).
dalam sel penutup perubahan
enzimatik menjadi gula menaikkan Penutupan stomata terjadi setelah
tumbuhan mengakumulasi ABA (Asam
kadar gula menaikkan tekanan
Absisat). Pada daun asam absisat dapat
osmotik dari getah sel Menaikkan berada pada tiga bagian sel yang berbeda,
yaitu :
turgor stomata membuka (Pandey
1. Pada sitosol, dimana ABA disintesis
dan Sinha, 1983). 2. Pada kloroplast, dimana ABA
diakumulasikan
3. Pada dinding sel, yang dapat merangsang
penutupan stomata. ABA pada dinding sel
berasal dari sel-sel mesophyl daun dimana
ABA disintesis. Jika asam absisat di
aplikasikan pada daun tumbuhan pada
konsentrasi yang sangat rendah maka akan
menyebabkan stomata menutup. (Lakitan,
1993).

Bila zat pengatur tumbuh asam


Gambar 5. mekanisme membuka dan menutup stomata absisat diberikan pada konsentrasi rendah,
(Anonim, 2009) stomata akan menutup. Selanjutnya bila daun
mengalami rawan air, ABA dijaringannya
Membuka dan menutupnya stomata akan meningkat. Bila daun mongering secara
diantaranya disebabkan oleh normal perlahan-lahan ABA meningkat
(1) Mekanisme Turgor sebelum akhirnya stomata tertutup, diduga
(2) Akumulasi Ion Kalium penutupan stomata ini karena responnya
(3) Akumulasi Asam abisat terhadap rawan air melalui peranan ABA
(4) Pengaruh Lingkungan seperti Suhu, (Salisbury dan Ross, 1995).
Kelembapan dan Cahaya (Lakitan, 1993).
Fungsi stomata yaitu:

Pada saat stomata membuka akan 1. sebagai pengatur penguapan (transpirasi)


terjadi akumulasi ion kalium (K+) pada 2. pengatur masuknya CO2 dari udara dan
sel penjaga. Ion kalium ini berasal dari keluarnya O2 ke udara selama
berlangsungnya fotosintesis dan respirasi.
sel tetangganya. Cahaya sangat berperan
3. Sebagai jalan pernafasan (respirasi)
merangsang masuknya ion kalium ke sel KESIMPULAN
penjaga dan jika tumbuhan ditempatkan
dalam gelap, maka ion kalium akan Stomata adalah derivat epidermis
kembali keluar sel penjaga (Lakitan, yang merupakan lubang kecil yang berbentuk
1993). lonjong yang dikelilingi oleh dua sel penutup
Ketika ion kalium masuk ke dalam yang berfungsi untuk pertukaran gas di
sel penjaga, sejumlah yang sama ion
hydrogen keluar, dimana ion hydrogen atmosfer dengan ruang antarsel yang berada
tersebut berasal dari asam-asam organic yang di jaringan mesofil dibawah epidermis yang
disintesis ke dalam sel penjaga sebagai suatu biasa disebut rongga substomata, dimana
kemungkinan faktor penyebab terbukanya ruang substomata ini berfungsi ganda
stomata. Asam organic yang disintesis fotosintesis dan transpirasi. Membuka dan
menutupnya stomata diantaranya ada yang
sebabkan mekanisme turgor, akumulasi ion
kalium, akumulasi asam absisat dan pengaruh
lingkungan seperti suhu, kelembaban
maupun cahaya. Stomata yang ditetesi air
akan membuka, sedangkan yang ditetesi
larutan gula 50% stomata akan menutup.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Stomata.


http://biology.touchspin.com.
Diakses pada tanggal 1 Desember
2009 pada pukul 21.20 WIB
Kartasaputra, A.G. 1998. Pengantar
Anatomi Tumbuh-tumbuhan,
tentang sel dan jaringan. Bina
Aksara. Jakarta. Hal : 144 – 149
Lakitan, Benyamin. 1993. Dasar-Dasar
Fisiologi Tumbuhan. PT. Grafindo
Persada.. Jakarta.

Lestari, Endang G.. 2005. Hubungan antara


Kerapatan Stomata dengan
Ketahanan Kekeringan pada
Somaklon Padi Gajahmungkur,
Towuti, dan IR 64. Biodiversitas
Volume 7. Nomor 1
Loveless, A.R. 1991. Prinsip-prinsip Biologi
Tumbuhan untuk daerah tropik
dari Principles of Plant Biology For
The Tropics oleh Kuswara
Kartawinata. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.

Mulyani, Sri. 2004. Anatomi Tumbuhan.


Erlangga. Jakarta.

Pandey, S. N. dan B. K. Sinha. 1983.


Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan
dari Plant physiologi 3 th edition.
Oleh Agustinus ngatijo. Yogyakarta.
Hal : 92 – 98
Salisbury dan Ross. 1995. Fisiologi
Tumbuhan. ITB. Bandung.
LAMPIRAN
DISKUSI

1. Gambarkan stomata lengkap dengan keterangannya!

2. Terangkan apa yang dimaksud tekanan turgor dan mengapa dapat mempengaruhi
membuka menutupnya stomata!
Tekanan turgor adalah suatu keaadaan dimana dinding sel dapat menyebabkan sel
menjadi turgid.

Stomata akan membuka jika kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan


tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga
tersebut. Pergerakan air dari satu sel ke sel lainnya akan selalu dari sel yang
mempunyai potensi air lebih tinggi ke sel ke potensi air lebih rendah. Tinggi
rendahnya potensi air sel akan tergantung pada jumlah bahan yang terlarut (solute)
didalam cairan sel tersebut. Semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi
osmotic sel akan semakin rendah. Dengan demikian, jika tekanan turgor sel
tersebut tetap, maka secara keseluruhan potensi air sel akan menurun. Untuk
memacu agar air masuk ke sel penjaga, maka jumlah bahan yang terlarut di dalam
sel tersebut harus ditingkatkan (Lakitan, 1993).
3. Terangkan hasil praktikum anda berdasarkan perbedaan hasil antara perlakuan dalam
aquades dengan larutan gula!
Hasilnya adalah stomata yang ditetesi air adalah stomatanya membuka, sedangkan stomata
yang ditetesi larutan gula 50% hasilnya adalah stomata menutup. Hal ini dikarenakan sel
mengambil atau menyerap air dari lingkungan sehingga dapat menyebabkan sel penjaga
bertambah panjang (sel penjaga turgid), terutama dinding luarnya, hingga mengembang ke
arah luar, dan menyebabkan stomata membuka. Hal ini dapat membuktikan bahwa
membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh tekanan turgor.