Anda di halaman 1dari 36

1

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Daftar Isi
Mengenal Kabel Network ……………………………………………………………………. 2
Topologi Jaringan ………………………………………………………………………………. 5
IP Address ……………..…………………………………………………………………………. 8
Mengenal Lebih Dekat Wireless LAN …….…………………………………..………. 11
Standarisasi Dalam Pengkabelan …….………………………………………..………. 14
Konfigurasi Jaringan Berbasis TCP/IP .………………………………………..………. 19
Instalasi Access Point dan Wireless Client.…………………………………...………. 28

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


2

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Mengenal
K a be l N e t w or k
Sebelum ‘membangun’ network di rumah anda, kenali dahulu jenis-jenis
kabel network yang tersedia di toko-toko komputer untuk
memudahkan anda memilih dan membeli kabel yang diperlukan.

Kabel Network siap pakai kini dapat dibeli di toko-toko komputer, namun ada
baiknya anda mengenal kabel yang anda beli itu untuk memudahkan anda
ketika berkomunikasi dengan pihak toko komputer. Secara fisik kabel network
mirip kabel telepon hanya tampak lebih lebar. Konektor yang terpasang pada
ujung kabel telepon dikenal sebagai RJ11 sedangkan pada kabel network
dikenal sebagai RJ45.

Mulai dari kabelnya

Jaringan komputer sekarang menggunakan kabel UTP (unshielded twistedpair) dengan standar
100Base-TX Fast Ethernet. Standar sebelumnya yaitu 10Base-T tidak perlu anda perhatikan lagi
sekarang ini. Ada beberapa klasifikasi kabel yang digunakan untuk jaringan twisted-pair, tapi
yang paling populer adalah Category 5 (CAT 5). Masih ada beberapa klasifikasi untuk CAT 5 ini.

Untuk pemakaian biasa di gunakan CMR Cable. Kabel CAT 5 dijual dalam
bentuk rol di dalam karton berlubang untuk memudahkan
penanganannya. Kabel CAT 5 terdiri dari empat pasang kawat berulir
(twisted pair wire) sehingga pada kabel itu semuanya terdapat delapan
kawat. Setiap pasang kawat ini diberi kode warna, yang pertama warna
penuh (biru, jingga, hijau, atau coklat) dan pasangannya yang berulir
seputar yang utama tadi dengan warna putih dan strip warna yang sesuai
dengan pasangannya.
Kabel network dikemas
dalam rol yang diletakkan
di dalam karton berlubang.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


3

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Kabel CAT5 terdiri dari


empat pasang kawat
berulir (twisted pair wire)
dengan warna solid biru,
jingga, hijau, dan coklat
yang pasangannya ber-
warna strip yang sama.

Konektor dan pemasangannya

Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal


sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45
ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel
telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini empat
pasang.

Untuk memudahkan memilah-milah kabel di masa datang, konektor RJ-


45 dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan tersendiri. Untuk
melihat urutan kawat-kawat yang dipasang pada konektor RJ-45, anda
harus melihatnya dengan memegang 'klip' konektor ini di bagian bawah,
agar 'lubang'-nya (tempat memasukkan kabel) menghadap Anda.

Ada dua macam pemasangan, yang menghasilkan 'Ujung A'


(End A) dan 'Ujung B’ (End B). Urutan pemasangan kawat
pada konektor yang dikenal sebagai End A dan End B ini pada
masing-masing pada dasarnya adalah standar EIA568A dan
EIA568B. Kabel CAT 5 yang kedua ujungnya
Konektor RJ-45 yang sedikit lebih lebar
dibandingkan konekter telepon. Untuk melihat
urutan kawat, pegang ‘klip’ menghadap ke
bawah

Ujung B (End B)

Urutan kawat yang Urutan kawat yang


dipasangkan pada Ujung A dipasangkan pada Ujung B
(dari kiri ke kanan, dengan (dari kiri ke kanan, dengan
klip menghadap ke bawah) klip menghadap ke bawah)
adalah: adalah:
1 jingga-putih 9 hijau-putih
2 jingga 10 hijau
3 hijau-putih 11 jingga-putih
4 biru 12 biru
5 biru-putih 13 biru-putih
6 hijau 14 jingga
7 coklat-putih 15 coklat-putih
8 coklat 16 coklat

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


4

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

adalah Ujung A disebut sebagai straight-through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang
satu Ujung A dan yang lainnya Ujung B dinamakan cross-over cable (kabel silang).

Pemakaian dalam LAN


Apabila anda menghubungkan dua komputer langsung (pada masing-masing terpasang Ethernet
card) dengan kabel network, maka anda memerlukan crossover cable. Hubungan komputer
dengan hub memerlukan straight through cable. Sebenarnya pada kabel CAT 5 tidak semua
kawat terpakai. Hanya kawat yang terhubung pada
pin nomor 1, 2, 3, dan 6 yang terpakai, sedangkan SIGNAL NAME
kawat yang terhubung pada pin nomor 4, 5, 7, dan 8 PIN # 1 TD + 1 TD +
tidak terpakai. Pin TX (transmitter) harus terhubung
dengan pin RX (receiver) dengan tanda yang sama, 2 TD - 2 TD -
plus ke plus dan minus ke minus. Koneksi PC ke
3 RD + 3 RD +
hub lewat cross-obver cable dari PC ke PC terlihat
pada diagram di sebelah ini. 6 RD – 6 RD –

Peralatan untuk Menyiapkan Kabel


Walaupun tidak bermaksud menyiapkan kabel sendiri, ada baiknya anda
mengenal peralatan apa yang digunakan oleh toko komputer. Pertama
adalah alat untuk memotong kabel dari rolnya, yaitu Diagonal Cutter
(4" sampai 6"), kedua adalah alat untuk mengupas kabel yaitu Universal
Diagram sederhana cara
menghubungkan dua komputer UTP Stripping Tool, dan terakhir adalah untuk memasangkan konektor
membentuk LAN sederhana tanpa RJ-45 pada kabel CAT 5, yaitu Modular Plug Crimp Tool.
melalui hub. Antara komputer
dengan komputer digunakan crossover
cable (ujung yang satu A dan
ujung yang lain B)

Diagram sederhana cara menghubungkan komputer-


komputer
dalam LAN ke sebuah hub. Antara komputer dan hub
digunakan
straigjht-through cable (kedua ujungnya A).

Alat-alat untuk menyiapkan kabel network (dari atas): Diagonal


Cutter (4" sampai 6"), kedua adalah alat untuk mengupas kabel yaitu
Universal UTP Stripping Tool, dan terakhir adalah untuk memasangkan
konektor RJ-45 pada kabel CAT 5, yaitu Modular Plug Crimp Tool.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


5

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Topologi Jaringan
Network atau jaringan, dalam bidang komputer dapat diartikan sebagai dua atau lebih
komputer yang dihubungkan sehingga dapat berhubungan dan dapat berkomunikasi,
sehingga akan menimbulkan suatu effisiensi, sentralisasi dan optimasi kerja.

Topologi Jaringan
Topologi jaringan merupakan gambaran bagaimana satu komputer dengan komputer
lainnya terhubung satu sama lainnya. Apabila dilihat dari jenis hubungannya, maka topologi
jaringan dapat dibagi menjadi lima, yaitu :

a. Topologi cincin (ring topology)


Topologi jenis cincin ini menghubungkan satu komputer di
dalam suatu loop tertutup (lingkaran). Pada topologi jenis
ini data atau message berjalan mengelilingi jaringan
dengan satu arah pengiriman ke komputer selanjutnya
terus hingga mencapai komputer yang dituju. Waktu yang
di butuhkan untuk mencapai terminal tujuan disebut walk
time (waktu transmisi).

Topologi Jaringan Tipe Cincin

Ada dua hal yang dilakukan oleh suatu terminal ketika menerima data dari komputer
sebelumnya, yaitu :
1. Memeriksa alamat yang dituju dari data tersebut dan menerimanya jika terminal ini
merupakan tujuan data tersebut.
2. Terminal akan meneruskan data ke komputer selanjutnya.

Apabila ada komputer yang tidak berfungsi maka hal tersebut akan mengganggu jalannya
jaringan.

b. Topology bus (bus topology)


Topologi jaringan jenis ini menggunakan sebuah kabel pusat yang merupakan media
utama dari jaringan. Terminal-terminal yang akan membangun jaringan dihubungkan
dengan kabel utama yang merupakan inti dari jaringan.

Data yang dikirimkan akan langsung menuju terminal yang dituju tanpa harus melewati
terminal-terminal dalam jaringan, atau akan di routingkan ke head end controller. Tidak
bekerjanya sebuah komputer tidak akan menghentikan kerja dari jaringan, jaringan akan
tak bekerja apabila kabel utamanya dipotong atau putus.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


6

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Jaringan ini merupakan jaringan yang banyak digunakan karena hanya dalam beberapa meter
kabel dapat dihubungkan ke banyak terminal client. Jaringan ini biasanya menggunakan kabel
tunggal berupa kabel coaxial sebagai media transmisinya. Ujung-ujung dari kabel coaxial ini
harus ditutup dengan tahanan (terminator) untuk menghindari pantulan yang dapat menimbulkan
gangguan yang menyebabkan kemacetan jaringan. Ujung kabel yang terhubung ke komputer
menggunakan konektor BNC, sementara itu pada setiap network card (LAN card) dipasang
konektor BNC tipe T yang bercabang.

Kabel coaxial dilihat dari bentuk fisiknya mirip dengan kabel antena. Kabel ini mempunyai
kecepatan 10 Mbps, sehingga apabila dihubungkan dengan banyak terminal akan terlayani
dengan baik.

Topologi Jaringan Tipe Bus

c. Topologi bintang (star topology)

Jenis topologi jaringan ini menggunakan satu terminal sebagai terminal sentral berupa hub/
switch yang menghubungkan ke semua terminal client. Terminal sentral ini yang mengarahkan
setiap data yang dikirimkan ke komputer yang dituju.
Jenis jaringan ini apabila ada salah satu terminal
client tidak berfungsi atau media transmisi putus atau
terganggu maka tidak akan mempengaruhi kerja dari
jaringan, karena gangguan tersebut hanya
mempengaruhi terminal yang bersangkutan.

Topologi Star (bintang)

Media transmisi yang digunakan untuk topologi ini adalah kabel UTP categori 3 atau 5.
Kelemahan dari jenis topologi jaringan ini adalah ketergantungan terhadap suatu terminal sentral.
Hal tersebut merupakan suatu gangguan yang sangat berarti apabila terminal sentral tersebut
mendapatkan gangguan, sehingga dicari suatu solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut.
Salah satu solusi yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan dua buah terminal
sebagai server, sehingga apabila satu server dalam keadaan down dapat dialihkan ke server
yang kedua dan begitu seterusnya.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


7

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

d. Topologi Star-Bus (Tree)

Merupakan topologi gabungan antara star dan bus.


Topologi ini paling banyak digunakan pada jaringan kantor
atau jaringan yang sifatnya lebih besar dengan banyak
komputer. Komputer-komputer dihubungkan ke hub/switch
kemudian hub/switch tersebut dihubungkan dengan
hub/switch lainnya.

Topologi Star-Bus (Tree)

e. Topologi Mesh
Jaringan yang mempunyai jalur ganda pada setiap peralatan yang ada dalam jaringan
komputer. Semakin banyak komputer yang
terhubung semakin sulit untuk pemasangan
kabelnya. Karena itu, jaringan mesh yang
murni, dimana setiap peralatan yang ada
dihubungkan satu dengan lainnya, jarang
digunakan karena relatif sulit. Umumnya
yang biasa dipakai adalah membuat jalur
ganda (backup) untuk hubungan utama
sebagai jalur cadangan jika terjadi kesulitan
di jalur utama.

Topologi Mesh

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


8

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

IP Address
IP (Internet Protocol) address (alamat IP) adalah suatu identitas yang unik dari suatu node atau
host dalam suatu jaringan. Format alamat IP adalah W.X.Y.Z. Masing-masing huruf tersebut
terdiri dari 8 bit sehingga kalau ditampilkan dalam desimal berupa angka dari 0 sampai dengan
255 (dikenal dengan bilangan octets) dan dipisahkan oeh notasi titik (dot).
Misal :
11000000.10101000.00000001.00000001
192 . 168 . 1 . 1

Aturan penggunaan IP tidak diperbolehkan penggunaan semua nilai 0 atau 1 dalam


bentuk binary untuk network ID maupun host id. Angka 255 dalam desimal sama dengan
11111111 dalam binary dan angka 0 dalam desimal sama dengan 00000000 dalam binary.

Pembagian kelas IP
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network id)
dan bagian host (bit-bit host/host id). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari
network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network.
Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama.
Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network id, sedangkan
sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung
kepada kelas network. Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B
dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan
menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara
berikut :
• Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini
dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir
merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor
0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari
16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat
pada gambar berikut.

0-127 0-255 0-255 0-255


0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host

Struktur IP Address Kelas A

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


9

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

• Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua
bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit
terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B
(64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B
mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar
berikut.

128-191 0-255 0-255 0-255


10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host

Struktur IP Address Kelas B

• Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga
bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit
terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C
(32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network
kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada
gambar dibawah.

192-223 0-255 0-255 0-255


110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host

Struktur IP Address Kelas C

Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas
D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan
untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi
(bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang
memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang
berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan
lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir
adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya
dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.

Subnetting

Agar komputer dapat saling berhubungan, komputer-komputer tersebut harus memiliki network id
yang sama tapi harus mempunyai host id yang berbeda. Jika dua komputer atau lebih
mempunyai perbedaan pada network id, berarti komputer-komputer tersebut tidak berada pada
satu jaringan dan tidak dapat berhubungan secara langsung (kecuali melalui router).

Subnet merupakan suatu metode untuk memperbanyak network id yang berasal dari satu
network id. Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi bagian-bagian yang

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


10

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

lebih kecil lagi. Caranya yaitu sebagian dari host id dikorbankan untuk digunakan dalam
membuat network id tambahan. Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
• Membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
• Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
• Keteraturan
– Kelas A subnet : 11111111.0000000.00000000.00000000 (255.0.0.0)
– Kelas B subnet : 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0)
– Kelas C subnet : 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0)

Misal suatu jaringan dengan IP jaringan 192.168.10.0 ingin membagi menjadi 5 jaringan kecil
(masing-masing 48 host), yang artinya harus dilakukan proses subnetting dalam jaringan
tersebut. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membagi IP jaringan tersebut
(192.168.10.0 <- kelas C) menjadi blok-blok yang masing-masing blok minimal terdiri dari 48
host.
Seperti kita telah ketahui bahwa tiap-tiap kelas C mempunyai 255 IP maka
perhitungannya adalah sebagai berikut :
255/5 = 51
Masing-masing subnet mempunyai 49 alamat IP (masing-masing diambil 2 untuk IP broadcast
dan IP network).

Berikut adalah pengelompokan dari jaringan-jaringan tersebut :


• 192.168.10.0 - 192.168.10.50 digunakan oleh jaringan 1
• 192.168.10.51 - 192.168.10.101 digunakan oleh jaringan 2
• 192.168.10.102 - 192.168.10.152 digunakan oleh jaringan 3
• 192.168.10.153 - 192.168.10.203 digunakan oleh jaringan 4
• 192.168.10.204 - 192.168.10.224 digunakan oleh jaringan 5

Subneting diperlukan agar host pada satu jaringan tidak dapat mengakses host pada
jaringan lain secara langsung.

Untuk pembagian 51 host : 51 = 00110011 (biner). Nilai 8 bit tertinggi dari subnetting
kelas C adalah : 255 = 11111111
00110011
------------- (negasi)
11001100 (8 bit terakhir dari subnet kelas C) = 204

maka IP subnetmask nya : 255.255.255.204

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


11

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Mengenal Lebih Dekat


Wireless LAN
Wireless LAN mengalami perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini.
Dengan diluncurkannya perangkat yang menggunakan protokol 802.11x,

Prinsip dasar pada jaringan Wireless LAN (WLAN) pada dasarnya saja dengan jaringan yang
menggunakan ethernet card, perbedaan yang utama adalah media transmisinya, yaitu melalui
udara dengan memanfaatkan gelombang radio. Sedangkan pada jaringan ethernet card
menggunakan media transmisi melalui kabel.

Access Point (AP) pada WLAN berfungsi mirip seperti sebuah hub atau switch. Tanpa
menggunakan access point, peralatan
wireless (komputer yang mempunyai
wireless adapter ) hanya dapat
berkomunikasi secara point to point (2
komputer atau lebih). Dalam jaringan yang
menggunakan kabel, tipe point to point ini
mirip dengan sistem jaringan kabel tanpa
hub atau yang biasa disebut cross link.

Secara sederhana, dalam sebuah sistem


WLAN, access point akan mengeluarkan
sinyal (code) SSID (Service Set
Identification) dalam radius tertentu.
Sementara, agar semua komputer yang
masih dalam jangkauan access point
dapat terhubung di dalam jaringan
wireless tersebut, masing-masing
komputer yang memiliki perangkat
wireless harus mengisi SSID yang sama
seperti yang dikeluarkan oleh access point tersebut. Dengan begitu masing-masing komputer
maupun perangkat akan terhubung dalam suatu jaringan berbasis wireless.

Selanjutnya, tidak hanya SSID yang wajib diisi oleh masing-masing perangkat. Untuk mencapai
keamanan yang lebih tinggi, semua perangkat wireless sekarang ini juga dilengkapi dengan fitur
keamanan yang harus diisi agar dapat terkoneksi dengan access point seperti MAC address
(Medium Access Control), WEP (Wired Equivalent Privacy), dan lain-lain. Tujuan dari pemberian
fitur-fitur tambahan ini agar seleksi koneksi dapat diabatasi sehingga tidak semua orang tidak
dengan mudahnya masuk ke dalam jaringan.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


12

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Grup Standar 802


Dengan berkembang pesatnya teknologi wireless, maka terdapat banyak jenis produk dan
protokol yang tersedia. Teknologi wireless yang paling awal misalnya adalah telepon seluler
generasi pertama yang kemampuan transfer datanya hanya 9600 byte sampai dengan 54 Mbps
yang yang dapat diperoleh dengan wi-fi dengan protokol 802.11a dan sekarang 802.11x. Masing-
masing teknologi ini mempunyai pasar sendiri-sendiri serta membawa hardware maupun
protokolnya sendiri-sendiri pula. Standar 802.11 mendefinisikan protokol-protokol yang mengatur
lalu lintas wireless berbasis ethernet. Standar ini mempunyai beberapa substandar yang bersaing
satu sama lain di pasar. Kita akan membahas substandar utama, yaitu 802.11 yang kini tersedia
dalam 802.11a, 802.11b, dan 802.11g.

Jauh sebelum wireless network populer seperti sekarang ini, Institute of Electrical and Electronics
Engineers (IEEE) telah menyusun suatu sistem untuk mensertifikasi teknologi- teknologi yang
akan muncul. Sertifikasi IEEE memastikan bahwa suatu produk yang menggunakan suatu
teknologi akan kompatibel dengan produk lain yang menggunakan teknologi yang sama. Salah
satu teknologi yang melewati proses penelaahan dan sertifikasi IEEE adalah Local Area Network
(LAN). Suatu LAN pada dasarnya adalah sekumpulan komputer yang saling terhubung satu
sama lain, yang hardware dan software pendukungnya memungkinkan komunikasi di antara
komputer-komputer itu. Untuk menangani sektor teknologi ini, IEEE menetapkan 802 group.

S
Perangkat Wireless 802.11x

1
WIRELESS NIC CARD
2 3
ACCESS POINT WIRELESS ROUTER

Bila hanya untuk Access point (AP) Kini tersedia pula wireless
mengakses wireless membentuk infrastruktur router yang selain
LAN (wi-fi), yang diperlukan wi-fi. Access Point dapat mempunyai fungsi
hanyalah wireless NIC dihubungkan ke Internet sebagai access point juga
card, yang bentuknya dapat lewat modem dan DHCP server (wired
bermacam-macam: komputer-komputer maupun wireless)
PCMCIA card (untuk lain dengan wireless NIC yang menetapkan IP
laptop), USB adapter (laptop akan terhubung ke Internet address bagi semua
atau desktop), PCI card lewat AP ini yang bertindak komputer lain yang
(untuk desktop), ataupun CF sebagai gateway. terhubung secara wireless
card/SD card (untuk Pocket (maupun wired) padanya.
PC/Palm).

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


13

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Sertifikasi 802 mencakup banyak subset, yang masing-masing mewakili bidang yang berbeda-
beda dari networking. Sebagai contoh, 802.3 adalah standar yang mendefinisikan bagaimana
Ethernet bekerja. Suatu produk agar dapat disebut suatu produk Ethernet harus memenuhi
semua persyaratan yang dispesifikasikan dalam 802.3. Selanjutnya wireless Ethernet
diklasifikasikan dan dikendalikan oleh 802.11. 802.11 selanjutnya dipecah lebih jauh ke sertifikasi
yang lebih rinci lagi, seperti 802.11a, 802.11b, dan 802.11g. Masing-masing mendefiniskan
metode yang berbeda dalam menyediakan wireless Ethernet.

CSMA/CD
Salah satu standar yang populer dalam grup 802 adalah standar 802.3, yaitu untuk sertifikasi
perangkat-perangkat yang Ethernet-ready. Sebagai contoh, suatu perangkat Ethernet haruslah
mendukung teknologi yang dikenal sebagai Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection
(CDSMA/CD).

CS pada carrier sense, pada dasarnya berarti hanya satu orang (atau perangkat) yang boleh
bicara pada suatu waktu. Selanjutnya, multiple access, adalah cara teknis untuk mengatakan
bahwa ada lebih dari satu orang yang ikut bicara. Namun, bila suatu perangkat berbicara pada
satu perangkat tertentu saja, maka informasi yang disampaikan tidak relevan untuk yang lain dan
bisa diabaikan oleh yang lain.

Collision detection artinya setiap Ethernet dapat mengetahui kapan dua perangkat mulai
berbicara pada saat yang bersamaan. Apabila hal ini terjadi, perangkat akan berhenti dan secara
acak memilih waktu tunggu untuk kemudian bicara lagi, dan yang memilih waktu tunggu yang
lebih pendek yang akan berbicara lebih dulu.

Integrated Wi-Fi

4
CENTRINO LAPTOP
5 6
POCKET PC / PALM PC SEBAGAI ACCESS
POINT
Semua laptop Centrino Pocket PC atau Palm
pasti menggunakan Intel handheld kelas atas Intel menjadwalkan pada
Pentium M processor, Intel hampir dipastikan pertengahan 2004 akan
chipset 855GM, dan menyediakan fasilitas wi-fi melunculkan Grantsdale
Integrated Intel PRO 802.11b, selain juga akses chipset yang
Wireless 2100 (802.11b) wireless Bluetooth, seperti memungkinkan sebuah PC
atau 2100A (802.11a/b) halnya iPAQ 5450 dan menjadi wireless access
seperti misalnya Acer Palm Tungsten C ini. point, khususnya ditujukan
TravelMate 290 series ini. untuk Intel Prescott
processor. Chipset ini juga
mendukung PCI Express
yang akan menyaingi AGP
graphics port.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


14

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Standarisasi Dalam Pengkabelan

Tujuan Standarisasi dalam Pengkabelan

1. Menekan biaya dan waktu untuk administrasi system


2. Memudahkan dalam pemeliharaan
3. Memudahkan untuk mengadaptasi perubahan dalam sistem yang ada

The EIA/TIA-568 Commercial Building Telecommunications Wiring Standard Standar


pengkabelan ini dikeluarkan pada tahun 1991, yang secara garis besar menjelaskan adanya 6
sub sistem dalam standarisasi sistem pengkabelan.

a. Entrance Facility
Suatu area di mana pengkabelan dari luar akan bertemu dengan interfaces yang ada di
dalam gedung atau bangunan. Biasanya merupakan secure room. Area ini merupakan
batas tanggung jawab antara provider dengan end user

b. Equipment Room
Suatu area di mana alat-alat komunikasi diletakkan, seperti PABX, router, switch, server,
dlls. Prioritas tempat ini termasuk secure dan di dalamnya harus mempunyai sistem
ventilasi yang cukup dan tersedia rak-rak peralatan

c. Backbone Cabling
Secara definitif disebut sebagai jalur utama yang menghubungkan antara rak peralatan
telekomunikasi dengan equipment room atau entrance facility. Biasanya menggunakan
topologi star. Media yang biasa digunakan adalah UTP (800m), STP (700m), Fiber
(2000m), Coaxial (500m)

d. Telecommunication Closet
Suatu area di mana terdapat peralatan telekomunikasi beserta sistem pengkabelannya
yang merupakan batas antara backbone wiring dengan horizontal wiring

e. Horizontal Wiring
Sistem pengkabelan dari Telecommunication Closet (TC) menuju ruang kerja user.
Ada 4 macam media yang sering digunakan:
- Four pair 100-ohm UTP
- Two pair 150-ohm STP
- 50-ohm Coaxial Cable
- Two-fiber 62.5/125 um Fiber

f. Work Area
Suatu area di mana user berada atau bekerja. Kabel-kabel patch dari TC langsung
disambungkan ke end user. Alat-alat yang biasa digunakan seperti modem, fax, telepon
dlls.

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


15

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Cabling
Kabel digunakan untuk menghubungkan komputer ke kemputer lain atau komputer ke
peralatan jaringan.
Ada 3 jenis kabel yang biasa digunakan: Twisted Pair, Coaxial, Fiber Optic

Dasar Pemilihan Jenis Kabel :


Cost / harga
Distance / jarak
Jumlah komputer yang terhubung
Kecepatan transfer data dalam jaringan

Twisted Pair
Unshielded Twisted Pair (UTP)
Shielded Twisted Pair (STP)

Spesifikasi Twisted Pair


Digunakan pada topologi token ring (4 / 16 Mbps), 10BaseT (Ethernet 10 Mbps),
100BaseT (Fast Ethernet 100 Mbps), 1000BaseT (Gigabit Ethernet 1000 Mbps)
Relatif murah dibandingkan dengan Fiber Optic
Mudah dalam proses terminasi
Fleksibel dalam pemakaian di dalam gedung (UTP)
Kapasitas bandwidth dari 10 Mbps s/d 1000 Mbps
Losses relatif sedang (short distances)
Category 1 => 1 Mbps (Telephone wiring)
Category 2 => 4 Mbps (Local Talk)
Category 3 => 10 Mbps (Ethernet / 10BaseT)
Category 4 => 16 Mbps (Token Ring)
Category 5 => 100 Mbps (Fast Ethernet / 100BaseT)
Category 5e => 155 Mbps (Fast Ethernet / 100BaseT)
Category 6 => 1 Gbps (Gigabit Ethernet / 1000BaseT)
Jarak maksimum untuk patch cable adalah 100 m

Unshielded Twisted Pair - UTP


Terdiri dari 4 pasang kabel
Menurut EIA/TIA, urutan pasangan kabel adalah:
Pair #1 -> white/blue, blue
Pair #2 -> white/orange, orange
Pair #3 -> white/green, green
Pair #4 -> white/brown, brown

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


16

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Disebut UTP karena tidak ada shield/pengaman pada pembungkus kabelnya


Konektor kabel UTP biasanya disebut RJ-45. Kode RJ merupakan singkatan dari
Registered Jack dan bilangan 45 mempunyai arti desain dari penomoran pinnya.
Konektor tersebut nantinya akan dipasangkan pada hub/switch atau pada NIC komputer
Menurut spesifikasi dari IEEE untuk Fast Ethernet 100BaseT, membutuhkan kabel
Category 5 dengan 2 pasang kabel untuk koneksinya:
> 1 pasang kabel dihubungkan ke pin no. 1 dan no. 2
> 1 padang kabel dihubungkan ke pin no. 3 dan no. 6

Skema Pengkabelan UTP:


> Straight Through Cable
> Crossover Cable

Straight Through Cable

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


17

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Digunakan untuk:
Hubungan antara hub/switch dengan PC
Hubungan antara hub/switch dengan hub/switch melalui port uplink

Crossover Cable

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


18

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Digunakan untuk:
Hubungan antara PC dengan PC
Hubungan antara hub/switch dengan hub/switch tanpa melalui port uplink

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


19

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Konfigurasi Jaringan
Berbasis TCP/IP

Konfigurasi TCP/IP pada Windows XP

Klik start --> Connect To --> Show all connections

Pada folder Network Connections, klik ganda icon LAN

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


20

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Pada tab General, klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik tombol Properties

Klik Use the following IP address, kemudian isikan IP address dan Subnet mask
komputer, misalnya seperti berikut:
> IP address : 192.168.1.5
> Subnet mask : 255.255.255.0
o) Isian lain dibiarkan kosong
Klik OK
Klik OK

Uji koneksi ke komputer lain (192.168.1.1) dengan perintah ping


Klik start --> Run, kemudian ketikkan:

ping 192.168.1.1

Klik OK

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


21

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Jika muncul pesan Reply from 192.168.1.1 : …


berarti koneksi ke komputer 192.168.1.1 sukses

Setting Nama Workgroup dan Nama Komputer

Buka program Windows Explorer, klik kanan start -> Explore

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


22

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Klik kanan icon My Computer --> Properties

Pada tab Computer Name, klik tombol Change

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


23

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Pada kotak Computer Name isikan nama komputer, sedangkan pada kotak Member of,
pilih Workgroup dan isikan nama workgroup komputer

Sharing File pada Windows XP


Buka program Windows Explorer, klik kanan start --> Explore

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


24

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Klik kanan folder yang akan di-share sehingga muncul menu pop-up, klik Sharing and
Security…

Klik pilihan Share this folder on the network


Pada kotak Share name, isikan nama folder sharing. Nama folder ini nanti akan muncul
pada komputer lain

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


25

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Jika proses sharing file sukses, maka pada icon folder yang di-share akan muncul
gambar tangan

Sharing Printer pada Windows XP


Klik start --> Printers and Faxes, akan muncul layar seperti berikut:

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


26

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Klik kanan printer yang akan di-share sehingga muncul menu pop-up, klik Sharing…

Klik pilihan Share this printer


Pada kotak Share name, isikan nama printer sharing. Nama printer ini nanti akan muncul
pada komputer lain

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


27

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Untuk melihat file dan printer yang di-sharing pada jaringan, klik kanan start --> Explore

Klik Entire Network lalu klik Microsoft Windows Network. Akan muncul nama-nama
workgroup yang ada dalam jaringan

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


28

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Instalasi Access Point


dan Wireless Client

Contoh Konfigurasi WLAN-AP

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


29

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Instalasi Access Point


D-Link DWL-2000AP+

Hubungkan catu daya ke access point


Hubungkan access point ke komputer menggunakan kabel
UTP dengan konektor RJ-45. Skema pengkabelan bisa
straight through atau crossover
Ubah IP Address komputer ke 192.168.0.1 dengan Subnet
Mask 255.255.255.0

Buka browser Internet Explorer. Ketikkan pada URL: http://192.168.0.50 dan tekan
[Enter], akan muncul layar seperti berikut:

Ketikkan admin pada kotak User name, sementara biar kosong pada kotak Password.
Klik tombol OK. Akan muncul tampilan seperti berikut:

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


30

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Pada menu Home, klik sub-menu Wireless, akan muncul layar berikut:

Pada sub-menu Wireless, isi data-data sebagai berikut:


> AP Name : AP-Ruang_Pertemuan
> SSID : IAP-POLINPDG
> Channel : 11
> Authentication : Open System
> WEP : Disabled
o) Isian lain dibiarkan default
Klik tombol Apply

Klik tombol Continue

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


31

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Pada menu Home, klik sub-menu LAN, akan muncul layar berikut:

Pada sub-menu LAN, isi data-data sebagai berikut:


> LAN IP : Static IP Address
> IP Address : 192.168.1.250
> Subnet Mask : 255.255.255.0
> Gateway : 0.0.0.0
Klik tombol Apply

Klik tombol Continue

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


32

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Karena IP Address Access Point telah diubah menjadi 192.168.1.250 maka IP Address
komputer juga harus diubah ke network yang sama (192.168.1.x)
Ubah IP Address komputer ke 192.168.1.5 dengan Subnet Mask 255.255.255.0
Dari layar Internet Explorer, ketikkan pada URL: http://192.168.1.250 dan tekan [Enter]
Login dengan user name: admin, password dibiarkan kosong
Pada menu Home, klik sub-menu DHCP, akan muncul layar berikut:

Pada sub-menu DHCP, isi data-data sebagai berikut:


> DHCP Server : Enabled
> Starting IP Address : 192.168.1.220
> Ending IP Address : 192.168.1.240
> DNS Server : 0.0.0.0
> Lease Time : 2 Hours
Klik tombol Apply

Klik tombol Continue

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


33

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Instalasi Wireless Client


Compex WLAN USB Adapter
Hubungkan Wireless LAN USB Adapter ke komputer
melalui port USB menggunakan kabel USB perangkat
WLAN tersebut
PWR LED pada perangkat WLAN akan menyala,
menunjukkan perangkat tersebut mendapat daya dari
komputer
Komputer akan mendeteksi perangkat baru tersebut dan
muncul layar seperti berikut:

Klik pilihan No, not this time dan klik tombol Next

Masukkan CD Driver perangkat ke CD-ROM drive


Klik pilihan Install the software automatically (Recommended) dan klik tombol Next

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


34

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Klik tombol Next

Klik tombol Continue Anyway


Komputer sedang menginstall driver perangkat WLAN

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


35

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Klik tombol Finish


Jika driver perangkat WLAN adapter telah terinstall dengan benar maka perangkat
WLAN tersebut akan secara otomatis mendeteksi keberadaan suatu access point

Gambar icon pada taskbar di atas menunjukkan perangkat WLAN adapter telah
terkoneksi dengan sebuah access point dengan SSID “IAP-POLINPDG” pada kecepatan
11 Mbps
Untuk menguji koneksi, gunakan perintah ping pada menu Run…
Jika icon WLAN pada taskbar di-klik, akan muncul layar seperti di bawah:

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG


36

PELATIHAN ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT JARINGAN KOMPUTER, 28 - 30 November 2005

Informasi diatas menunjukkan bahwa perangkat WLAN memiliki IP Address


192.168.1.220 yang diperoleh secara otomatis dari access point yang berfungsi sebagai
DHCP Server
Untuk melihat semua access point yang berada dalam jangkauan perangkat WLAN, klik
kiri icon WLAN pada taskbar dan pilih View Available Wireless Networks

PUSLABKOM – POLITEKNIK NEGERI PADANG