Anda di halaman 1dari 27

BAB I

LANDASAN TEORI

Programmable Logic Controller (PLC) pada dasarnya dirancang untuk


menggantikan sistem logika yang menggunakan relay dan panel control logika yang
menggunakan hard-wired dengan peralatan solid-state. Oleh karena itu hingga saat ini
pengetahuan tentang rangkaian sistem logika dan relay tetap merupakan dasar yang
sangat penting serta diperlukan untuk pemrograman dengan PLC. Keuntungan PLC
dibanding dengan sistem logika konvensional terutama adalah mudah/ dapat diprogram,
fleksibel, dan dapat dihandalkan.
Programmable Logic Controller (PLC) menguji status input dan meresponnya,
melakukan pengendalian proses, dan memberikan hasil pengendalian ke keluaran.
Kombinasi dari data input dan output mengacu kepada logikanya. Beberapa kombinasi
logika akan selalu dibutuhkan sebagai rencana pengendalian atau program pengendalian.
Program pengendalian ini tersimpan dalam memory. Program tersebut secara periodik
tertentu dijalankan oleh microprocessor

Programeble logic controller 1


A. Definisi PLC
Programmable Logic Controller (PLC) merupakan alat listrik dan elektronik yang
dapat diprogram untuk mengontrol berbagai fungsi secara berurutan pada mesin-mesin
atau sistem listrik. PLC mengumpulkan informasi melalui input, memeriksa program,
kemudian mengatur output sesuai dengan hasil yang diperoleh sebelumnya, seperti yang
terlihat pada Gb.1.
Definisi PLC menurut NEMA (National Electrical Manufacturer's Association)
adalah: Peralatan elektronik yang bekerja secara digital yang menggunakan memory yang
bisa diprogram untuk menyimpan instruksi internal guna menerapkan fungsi-fungsi
khusus, seperti logic, sequencing, pengukuran waktu, penghitungan, dan aritmatik, untuk
mengontrol modul-modul input/ output secara analog atau digital, berbagai jenis mesin
atau proses. Komputer digital yang digunakan untuk mengerjakan fungsi-fungsi
controller yang dapat diprogram dianggap termasuk di dalam bagian ini.

MASUKAN PLC PERALATAN


(VARIABEL KEADAAN) KEADAAN

Gb.1. Skematis Cara Kerja Sistem PLC

Programeble logic controller 2


B. Sistem Pengendalian pada PLC

M eng-Update
Output

M embaca
Input

M engeksekusi
Program

M embaca Status
M enyelesaikan Program
Pengendalian
dan menentukan output
Internal

M eng-Update Output

Gb.2. Cara Kerja Sistem PLC dengan scan time-nya

Programmable Logic Controller (PLC) akan menguji status/ nilai dari inputnya,
dan memberikan respon untuk mengontrol proses atau mesin melalui outputnya.
Kombinasi dari data input dan output mengacu kepada program logikanya. Beberapa
kombinasi logika digunakan untuk menghasilkan perencanaan kontrol atau program.
Perencanaan kontrol/ program disimpan dalam memory, dan pada periode waktu tertentu
program tersebut di-scan oleh processor, biasanya menggunakan mikroprocessor, untuk

Programeble logic controller 3


memperhitungkan perintah sequensial. Periode untuk mengevaluasi program dari PLC
disebut sebagai “scan time”. Jadi langkah kerja dari PLC yang dilakukan adalah
memonitor masukan (variabel keadaan), melakukan evaluasi sesuai dengan hukum-
hukum logika kendali yang sudah diprogram, kemudian menghasilkan keluaran kontrol
untuk dihubungkan dengan peralatan keluaran dan kemudian berulang sesuai dengan scan
time yang ada. Secara skematis dapat dilihat pada Gb.2.

Programeble logic controller 4


C. Perangkat Keras PLC
Perangkat utama dalam PLC adalah:
 Processor
 Memory
 Input/ Output (Interface)
 Power Supply
 Baterai Backup
Input diterima dari sensor (misalnya: relay, pulsa, transmitter (untuk signal
analog)) akan direkam dalam memori, untuk kemudian diproses sesuai dengan program
kerja yang telah direncanakan sebelumnya (bekerja sesuai program yang telah dibuat)
oleh prosessor, kemudian melalui Output, hasil yang diperoleh adalah perintah ke
peralatan keluaran (misalnya: untuk On/Off pompa, untuk On/ Off selenoid Valve).
Skematis sistem pada PLC dapat dilihat pada Gb.3.

OUTPUT S I/O SYSTEM POWER


& HOUSING SUPPLY
INPUT S

PROCESSOR

PROGRAMMING MEMORY
DEVICE UNIT

Gb.3. Skematis Sistem PLC

Pada PLC berskala kecil (PLC mikro), bagian-bagian dari PLC dikonstruksikan
pada sebuah papan rangkaian elektronik yang tidak terlalu luas, sedangkan pada PLC
yang berskala sedang dan besar, sistem PLC dikonstruksikan dalam bentuk modular.
Cara ini sangat memudahkan dalam pengembangan, instalasi, perawatan, serta trouble
shooting-nya. Dan dari kapasitas memory, PLC ukuran kecil umumnya mempunyai

Programeble logic controller 5


kapasitas memory yang tidak besar dan tetap, yaitu berkisar antara 300 hingga 1000
instruksi. Dan untuk PLC yang besar ada yang dapat dikembangkan dalam kapasitas
memory-nya.

a. Processor
Processor yang biasanya dilakukan oleh Central Processing Unit (CPU)
(mikroprocessor) pada PLC bertugas melakukan kontrol serta pengawasan terhadap
seluruh operasional kerja dari PLC. Termasuk juga melakukan kerja sesuai dengan
program kerja yang telah disimpan dalam memori, dan melakukan transfer informasi
melalui internal bus antara CPU (central Processing Unit), memory, dan I/O juga
dibawah kontrol CPU. Dan kecepatan/ ritme kerja dari CPU diatur dan dikendalikan oleh
suatu generator yang disebut clock diluar dari CPU. Frekuensi dari clock sangat
bervariasi tergantung dengan tipe dari CPU yang digunakan. Dan dari clock ini juga
dilakukan sinkronisasi kerja dari seluruh elemen dalam sistem PLC.
Mikroprocessor dapat didefinisikan sebagai pengumpul element rangkaian digital
yang dihubungkan secara bersamaan untuk membentuk unit pengolah informasi. Pada
Gb.4. ditampilkan blok diagram mikroprocessor yang mempunyai lima element yang
penting adalah sebuah clock sistem yang berfungsi untuk mensingkonisasi respon dari
komponen-komponen sistem, memory program yang digunakan untuk menyimpan
program yang akan dieksekusi, memory data digunakan untuk menyimpan data-data
proses, I/O port yang digunakan untuk menghubungkan dengan peralatan eksterior, dan
Central Processing Unit (CPU) yang digunakan untuk melakukan operasi perhitungan
berdasarkan program yang terdapat pada memory program. Sebagai contoh apabila ingin
dilakukan penjumlahan dari angka-angka, maka angka-angka akan disimpan dalam
memory data, program penjumlahannya disimpan pada memory program, dan proses
penjumlahannya dilakukan di CPU dan hasilnya dimasukkan ke memory data.

Programeble logic controller 6


INPUT BUS
SYSTEM
CLOCK

I/O DATA PROGRAM


CPU OUPUT BUS
PORT MEMORY MEMORY

ADDRESS BUS

Gb.4. Blok Diagram Mikroprocessor

b. Memory
Semua PLC menyimpan program kerjanya dalam suatu memory elektronik (chip
memory) untuk keamanan kerja, sering juga dalam PLC terdapat battery back-up yang
berfungsi untuk menjaga program kerja yang tersimpan dalam memori (RAM) supaya
tidak hilang pada saat terjadi gangguan pada power supply.
Elemen-elemen memory menyimpan bagian-bagian data yang disebut bit. Setiap
bit mempunyai dua kemungkinan keadaan, yaitu 1 atau 0, ON atau OFF, Benar atau
Salah dan sebagainya. Unit memory biasanya disimpan dalam bentuk IC (Integrated
Circuit) yang berjumlah dalam ribuan byte (1 byte=8 bit) yang disingkat K, dimana
1Kbyte = 1024 Byte. Dan setiap produk dari suatu perusahaan biasanya mempunyai
spesifikasi jumlah memory sendiri-sendiri. Memory dapat diklasifikasikan dalam dua
tipe, yaitu volatile dan nonvolatile memory.
- Volatile Memory
Volatile memory adalah suatu memory yang datanya akan hilang apabila semua power
supply operasinya mati/ lost, sebagai contohnya adalah RAM (Random Access
Memory). Tetapi volatile memory sangat mudah dalam memasukkan dan mengganti
program/ datanya. Oleh karena itu pada kebanyakkan PLC menggunakan memory ini
dan untuk keamanan datanya digunakan baterai back-up, yang berfungsi untuk

Programeble logic controller 7


mensupply power ke memory apabila power induk gagal/ mati. Dan baterai yang
digunakan biasanya bertipe rechargeable, jadi apabila power induk pada posisi normal
baterai tersebut dapat di-charge kembali.
Pada PLC, memory yang sering dilakukan perubahan, yang berupa volatile memory
terbagi menjadi dua, yaitu program memory dan data memory. Program memory
digunakan untuk menyimpan program kerja, yaitu berupa program pengendalian. Dan
data memory diperlukan untuk menyimpan data dan status Input/ Output (Interfacing
Information), menyimpan data/ informasi untuk fungsi-fungsi internal (timer, Counter,
dll). Data memory karena digunakan untuk berbagai data, maka data memory tersebut
sebenarnya masih terbagi dalam berbagai tipe-tipe data.

- Non Volatile Memory


Non volatile memory akan menjaga isi program bahkan apabila semua operating
powernya hilang, dan pada hampir semua kasus memory tersebut tidak dapat diubah,
ini merupakan memory yang mengontrol sistem pengoperasian PLC. Yang termasuk
Non volatile memory adalah Read Only Memory (ROM), Programmable ROM
(PROM), Erasable Programmable ROM (EPROM), dan Electrically Erasable ROM
(EEROM)

- Peta Memory (Memory Map)


Pada PLC terdapat peta memory (memory map), yaitu berupa susunan memory
pada PLC. Peta memory ini digunakan untuk menampilkan lokasi dari sistem memory
dan memory aplikasi. Contoh dari peta memory dapat dilihat pada Gb.5, yang terdiri dari:
executive, processor work area, input/ output table, data table, dan user program.
Biasanya programmer tidak dapat mengakses executive dan processor work area,
memory ini disebut memory sistem. Dan data table, user program dan input/ output
image table digunakan oleh programmer untuk merancang system pengendalian. Oleh
karena itu memory ini disebut sebagai memory aplikasi (application memory). Dan
memory pada PLC, sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu: sistem
memory, aplikasi memory, dan tabel input/ output.

Programeble logic controller 8


EXECUTIVE
SYSTEM
MEMORY PROCESSOR WORK AREA

DATA TABLE

APPLICATION USER PROGRAM


MEMORY

INPUT/ OUTPUT
IMAGE TABLE

Gb.5. Contoh Peta Memory

Memory Aplikasi menyimpan instruksi-instruksi program pengendalian dan data-data


I/O yang digunakan CPU untuk melakukan fungsi pengendalian. Contoh dari memory
aplikasi dapat dilihat pada Gb.6. Memory aplikasi dapat dibagi menjadi dua bagian
utama, yaitu data table dan user program. Semua data tersimpan dalam data table dan
untuk instruksi programnya disimpan dalam user program.

DATA STORAGE REGISTERS

INPUT IMAGE TABLE


DATA
TABLE OUTPUT IMAGE TABLE
INTERNAL STORAGE BITS

CONTROL PROGRAM
USER INSTRUCTIONS
PROGRAM

Gb.6. Contoh dari Peta Memory Aplikasi

Data table terbagi dalam empat area, yaitu: data storage register, input image
table, output image table, dan internal storage bits.
Data storage Register, biasanya terdiri dari tiga tipe data, yaitu input register,
holding register, dan output register. Input register akan digunakan untuk menyimpan

Programeble logic controller 9


data-data analog dari lapangan yang telah diubah menjadi data digital atau data-data
digital (bukan data diskret) yang berasal dari luar. holding register digunakan untuk
menyimpan nilai-nilai variabel yang dibangkitkan oleh instruksi-instruksi program, yaitu
seperti dari timer, counter. Dan output register digunakan untuk menyimpan signal
analog atau signal digital yang akan dikeluarkan oleh PLC. Signal tersebut dapat dikirim
ke analog meter, control valve, atau tampilan LED alphanumeric.
Input Image Table digunakan untuk menyimpan input dari lapangan/ field yang
berupa status dari input diskret. Jadi tabel ini berhubungan dengan modul diskret input.
Jika input dari lapangan ON, maka tabel yang berhubungan dengan input tersebut akan
ON (1) dan jika inputnya menjadi OFF, maka tabel tersebut akan OFF (0). Tabel ini akan
selalu melihat kondisi di lapangan, sehingga apabila kondisi di lapangan berubah, maka
data pada tabel tersebut juga berubah.
Output Image Table digunakan untuk menyimpan keluaran dari signal diskret,
yang akan dikirim ke output diskret, yaitu berupa modul output diskret. Harga-harga pada
Output Image Table ditentukan dari hasil perhitungan yang dilakukan pada CPU (Central
Processing Unit) berdasarkan pada program yang ada dan data-data dari bagian inputnya.
Internal Storage Bits juga disebut internal output, internal coil, atau internal
control bit. Internal storage bit digunakan untuk menyimpan data output yang tidak
dikeluarkan ke lapangan tetapi digunakan untuk kepentingan pemrograman.
Peta memory ini untuk setiap produk PLC tidak sama, yaitu dari pembagiannya dan
pemberian nama-nama area. Tetapi semua peta memory mempunyai fungsi yang sama,
yaitu memetakan memory kedalam area-area, sehingga akan dapat mempermudah dalam
identifikasi data-data pada PLC (terutama untuk input dan output).

Programeble logic controller 10


c. Input/ Output
Pada umumnya PLC bekerja dengan informasi data dan keluarannya yang
dinyatakan dalam bentuk tegangan listrik, arus listrik, dan saklar (switch). Dan signal
(isyarat) yang digunakan dapat berbentuk signal disket dan analog. Dan untuk tegangan
dan arus listrik yang digunakan pada PLC cukup bervariasi tergantung keperluan dari
user. Bagian Input/ Output dimaksudkan bekerja sebagai „interface‟, yaitu untuk
menghubungkan instrument di lapangan dengan PLC. Contoh rangkaian internal untuk
interface input & output diskret dapat dilihat pada Gb.7.a - Gb.7.e. Untuk blok diagram
dari input & output analog dapat dilihat pada Gb. 8, dan untuk contoh rangkaian internal
untuk interface input & output analog dapat dlihat pada Gb. 9.a dan Gb.9.d.

Gb.7.a. Modul Diskret Input (120 Volt AC Isolated Input Module - IC693MDL230)

Programeble logic controller 11


Gb.7.b. Modul Diskret Input
(24 Volt AC/DC Pos/Neg Logic Input Module - IC693MDL241)

Gb.7.c. Modul Diskret Output


(120/240 Volt AC Output, 2 Amp Module -IC693MDL330)

Programeble logic controller 12


Gb.7.d. Modul Diskret Output (4 amp Relay Output module IC693MDL930)

Gb.7.e. Modul Diskret Output


(12/24 volt DC positive logic 2 amp Output module IC693MDL730)

Programeble logic controller 13


Gb.8. Blok Diagram: (a) Analog Input dan (b) Analog Output

Gb.9.a. Modul Analog Input


(16-Channel Analog Current Input Module - IC693ALG223)

Programeble logic controller 14


Gb.9.b. Modul Analog Output
8-Channel Analog Current/Voltage Output Module, IC693ALG392

d. Power Supply
Untuk tipe power supply dari suatu produk PLC biasanya tidak hanya satu tipe
saja, yaitu ada yang untuk tegangan 120, 240 V AC dan ada juga yang digunakan untuk
tegangan 24, 48 V DC. Power supply pada PLC digunakan untuk men-supply tegangan
ke semua sistem PLC pada satu unit yang sama. Bahkan mungkin juga power supply
dilengkapi untuk menyediakan tegangan + 5V dan 24 V DC sebagai supply keluaran
untuk relay atau untuk kepentingan I/O card.

e. Baterai backup
Baterai backup banyak digunakan pada PLC yaitu digunakan untuk memberikan
supply tegangan ke memory (RAM) apabila power gagal mensupply tegangan ke PLC.

Programeble logic controller 15


Baterai backup ini sangat besar peranannya, yaitu untuk menjaga supaya data yang
berada pada memory (RAM) tidak hilang saat power gagal. Dan ini sangat membantu
apabila PLC akan dijalankan lagi, karena dengan data yang dalam memory tidak hilang
maka saat PLC dijalankan lagi tidak perlu melakukan loading program lagi. Dan baterai
backup yang digunakan biasanya bertipe rechargeable, jadi apabila power induk pada
posisi normal baterai backup tersebut dapat di-charge kembali.

Programeble logic controller 16


Bahasa Pemrograman PLC
Bahasa pemrograman PLC digunakan untuk dapat mengkomunikasikan antara
user/ pemakai dengan peralatan PLC. Dan untuk masing-masing produk PLC mempunyai
cara yang spesifik untuk melakukan pemrogramannya, tetapi semua bertujuan sama yaitu
untuk dapat melakukan komunikasi dengan peralatan PLC. Hasil program pengendalian
yang telah dibuat dengan bahasa pemrograman PLC akan menjadi dasar untuk
pengoperasian dari PLC tersebut.
Pada beberapa PLC terdahulu memiliki bagian programmer sebagai bagian dari
PLC, tetapi PLC modern menawarkan pilihan programmer yang seukuran tangan. Dan
saat ini yang paling populer adalah pemrograman dengan menggunakan PC (Personal
Computer) dengan menggunakan software yang dibuat oleh pabrik PLC yang
bersangkutan. Dan komunikasi informasi antara PLC dan programmer dilakukan
menggunakan kabel. PLC akan berfungsi tanpa sebuah programmer apabila dari
programmer telah melakukan loading program ke PLC. Gambaran dari sistem PLC dalam
berhubungan dengan programmer dapat dilihat pada Gb.10.
Program yang telah di-load ke PLC akan disimpan dalam memory PLC, yang
biasanya berupa RAM (Random Access Memory). Program tersebut (apabila PLC telah
di RUN) akan selalu mengambil data dari input sesuai dengan yang tertulis dalam
program dan dengan menggunakan program tersebut maka PLC akan memberikan output
ke peralatan eksternal.
Gambaran dari program yang ada dalam PLC dan hubungannya dengan eksternal
dapat dilihat pada Gb.11. Bahasa pemrograman yang sering digunakan dalam
perancangan sistem pengendalian pada PLC adalah menggunakan Ladder Diagram.

Programeble logic controller 17


Input Output
Input Processor Output
Module Module

Programm er

Gb.10. Sistem PLC yang terhubung dengan Programmer

Input Processor Output

Mem ory

Power Supply

Gb.11. Gambaran Sistem PLC dalam hubungannya antara


Program dan Peralatan Eksternal

Programeble logic controller 18


D. Ladder Diagram
Bahasa Pemrograman PLC yang paling sering digunakan adalah Ladder Diagram,
hal ini karena ladder diagram bentuknya relatif sederhana. Walaupun terdapat bentuk lain
dalam pemrogramannya, seperti boolean mnemonic, gerbang Logika, dan sequential
function chart.
Pada dasarnya PLC dirancang untuk menggantikan sistem kontrol yang menggunakan
relay listrik. Sistem ini sering dirancang oleh teknisi dan Engineer dengan menggunakan
bahasa simbol yang disebut Ladder Diagram. Ladder diagram terdiri dari simbol-simbol
yang dihubungkan dalam suatu jalur untuk menunjukkan aliran arus pada beberapa
peralatan. Pada penggambaran Ladder ada dua pemikiran dasar, pertama adalah sumber
daya dalam bentuk sisi-sisi ladder (rail) dan yang kedua adalah arus yang melewati
variasi rangkaian peralatan logika yang dalam bentuk rung dari ladder. Contoh untuk
rangkaian elektrik dalam bentuk ladder diagram dapat dilihat pada Gb.12. dan untuk
perancangan dengan bahasa pemrograman PLC dapat dilihat pada Gb.13. Pada ladder
diagram, sisi sebelah kiri, merupakan bagian input, yaitu berupa kondisi dari input dan
sisi sebelah kanan, merupakan bagian output, yaitu berupa aksi yang akan diberikan ke
keluaran berdasarkan kondisi dari inputnya.

220 V AC HOT
V AC NEUTRAL
START CONTROL
TANK LEVEL RELAY
NOT HIGH

SEAL

Gb.12. Ladder Diagram Rangkaian Elektrik

Programeble logic controller 19


TANK LEVEL OUTPUT
START NOT HIGH COIL

SEAL

Gb.13. Program Ladder Diagram

Instruksi/ Fungsi ladder diagram yang digunakan pada PLC modern cukup
banyak, hal ini karena semua kelebihan-kelebihan yang ada pada PLC sangat dipengaruhi
oleh banyaknya macam instruksi/ fungsi pada PLC tersebut. Dan dengan berkembangnya
teknologi juga memacu untuk harus menambah macam dari instruksi/ fungsi dari PLC
tersebut. Instruksi/ fungsi pada PLC adalah sebuah program (software) yang dirancang
untuk mempermudah dalam komunikasi antara PLC dengan manusia. Oleh karena itu
dengan PLC dapat dilakukan manipulasi data, perhitungan aritmatik, perbandingan, dan
lain-lain. Dan banyak nama-nama instruksi yang didekatkan dengan keadaan di lapangan,
sebagai contoh: contact, coil, Timer, counter, dan sebagainya, sehingga akan
mempermudah dalam memahami instruksi/ fungsi tersebut.

Programeble logic controller 20


E. Instruksi - Instruksi pada PLC
Instruksi-instruksi yang akan diuraikan adalah instruksi-instruksi yang cukup
sering dipakai dilapangan, jadi hanya sebagian dari instruksi-instruksi yang ada. Dan
sebagai referensi, instruksi-instruksi yang akan dipakai adalah instruksi-instruksi untuk
PLC GE Fanuc. Dan secara umum instruksi-instruksi tersebut banyak kesamaan dengan
PLC produk lain.
Seperti yang telah dibicarakan sebelumnya, bahwa pada semua PLC terdapat Peta
memory. Pada Peta memory terdapat tabel data yang digunakan untuk menyimpan data-
data yang diperlukan pada pengendalian dengan PLC ini. Yaitu berupa data input, data
output dan data-data lain yang dibutuhkan oleh PLC. Dan tiap-tiap data akan mempunyai
tipe dan nomer yang spesifik dari tiap datanya. Demikian juga pada PLC GE Fanuc ini,
dan data tersebut disebut user references. Pada PLC GE Fanuc, user references dibagi
menjadi Register References dan Discrete References. Dan untuk pembagiannya secara
rinci adalah sbb:

Register References
Type Description
%R System Register References
%AI Analog Input Register
%AQ Analog Output Register

Discrete References
Type Description
%I Discrete Input References
%Q Discrete Output References
%M Internal References
%T Temporary References
%S Status References
%G Global Data References

Programeble logic controller 21


F. Relay Functions
 Normally Open Contact
Simbol dari Normally Open Contact adalah sbb:

Normally Open Contact didefinisikan sbb:


Normally Open Contact A tersebut akan mengalirkan power apabila harga A=1 atau
saklar A pada posisi tertutup (ON).

Output
Contoh: Input

Input

Output

Dari Ladder Diagram tersebut dapat diuraikan bahwa coil Output akan energize
apabila contact Input pada posisi tertutup/ ON=1.

 Normally Closed Contact


Simbol dari Normally Closed Contact adalah sbb:

Normally Closed Contact didefinisikan sbb:


Normally Closed Contact A tersebut akan mengalirkan power apabila harga A=0
atau saklar A pada posisi terbuka (OFF).(kebalikan dari Normally open contact)

Programeble logic controller 22


Output
Contoh: Input

Input

Output

Dari Ladder Diagram tersebut dapat diuraikan bahwa coil Output akan energize
apabila contact Input pada posisi terbuka/ OFF=0.

 Coil
Simbol dari Coil sbb:

Coil didefinisikan sbb:


Coil akan energize/ bernilai 1 (ON) apabila padanya menerima aliran power. Jadi
coil ini akan menjadi output dari keadaan inputnya. Dan coil bersifat non-retentive.
Dari Ladder Diagram tersebut dapat diuraikan bahwa coil Output akan energize
apabila ada aliran power dari contact Input atau contact Input pada posisi tertutup/
ON=1.

G. Counter
Counter sama dengan input relay yang secara fisik tidak ada. Komponen ini
merupakan simulasi counter dan dapat diprogram untuk menghitung banyak pulsa,
dapat menghitung naik atau turun atau keduanya naik dan turun. Selama waktu
simulasi dapat dibatasi kecepatan hitungnya. Beberapa perusahaan membuat counter
berkecepatan tinggi dengan bantuan tambahan hardware.

Programeble logic controller 23


H. Tiner
Timer juga merupakan komponen maya yang secara fisik tidak dapat ditemui.
Komponen ini dibuat dengan banyak ragam dan yang paling umum adalah tipe tunda
saat ON (on delay) dan tunda saat OFF (off delay) dan dua tipe yang dapat
menyimpan data atau tidak dapat menyimpan data (retentive dan nen-retentive type),
variasi jenaikan 1 ms sampai dengan 1s.

Programeble logic controller 24


BAB II
PEMBAHASAN

Ruangan ujian memiliki kapasitas 20 mahasiswa dan 1 pengawas ujian. Pada saat
ruangan telah terisi 21orang maka pintu akan tertutup sendiri selama jam ujian
berlangsung ± 1jam 30 menit dan setelah itu bel berbunyi untuk menedakan bahwa ujian
telah selesai.
Dari maka dibuat ladder diagram seperti ini

I:001 CTR

0:01

TB=20

TE=21
0:02

0:01 0:04

0:02 0:05

0:02 TMR

TB=90 MENIT 0:03


4

0:02 0:06
4

0:03 0:07

Programeble logic controller 25


Keterangan :

I : 001 = input dari counter untuk menghitung banyaknya orang yang masuk
CTR = counter
TMR = timer
0:01 = coil dan kontak dari TB pada counter
0:02 = coil dan kontak dari TE pada counter
0:03 = coil dan kontak dari TB pada timer
0:04 = coil untuk lampu imdicator bahwa ada yang melewati pintu
0:05 = coil untuk lampu indicator bahwa ujian telah dimulia dan ruangan telah penuh
0:06 = coil untuk menutup pintu
0:07 = coil untuk membunyikan alarm bahwa ujian telah berakhir

Programeble logic controller 26


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan:
Dari Program PLC ini dapat disimpulkan kesimpulan sebagai berikut :
 Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu unit yang secara khusus
pengontrol berbasisi mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat
diprogram untuk menyimpan instruksi – instruksi dan untuk mengimplementasikan
fungsi – fungsi semisal logika, sequencing, pewaktu (Timing), pencacahan
(counting) dan aritmatika guna untuk mengontrol mesin – mesin dalam industri.

 Beberapa keuntungan penggunaan PLC adalah :


• Kehandalan
• Kebutuhan ruang yang lebih kecil
• Dapat diprogram untuk aplikasi baru
• Dapat melakukan lebih banyak fungsi
• Lebih mudah diperbaiki
• Relatif murah.
• dapat mengendalikan sistem kontrol pada mesin-mesin industri secara otomatis

 Didalam PLC Baterai backup sangatlah diperlukan dalam menjalankan rangkaian


ini. Semua rangkaian untuk system dapat manggunakan PLC tergantung logic yang
kita inginkan. Serta enempatan alamat pada ladder diagram sangatlah penting.

Programeble logic controller 27