Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

PENGELOLAAN KELAS DALAM PKR

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


Pembelajaran Kelas Rangkap
Dosen Pengampu: Drs. H. Fansuri, M. Pd

Disusun Oleh:
Arif Rahman Prasetyo A1E3079
Nurul Azizah A1E3079
Wahyu Setyo Agustina A1E3079
Asri Fatimah A1E3079
Hadiatul Hasanah A1E3079
Ita A1E307926
Aulia Rahman A1E307927
Musfi Rosmaini A1E307932
Agustina Pusvitasari A1E307940
Ernadi Hipreyadi A1E307943

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI S1 PGSD TERINTEGRASI
BANJARBARU
2009
PENGELOLAAN KELAS DALAM PKR
Sub Unit1
A. Penataan Ruang Kelas
Salah satu unsur dari pengelolaan kelas adalah penataan kelas. Penataan
kelas memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam
proses pembelajaran. Dalam PKR penataan ruang kelas penting untuk
dilakukan dengan terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas
murid dan mobilitas belajar sangat tinggi. Dimana murid dalam PKR dituntut
untuk belajar mandiri, mengerjakan tugas, mengambil dan mengembalikan
bahan belajar, menyimpan alat, melakukan pengamatan baik secara individual
maupun kelompok, semuanya dilakukan secara terarah dan tidak diawasi guru
secara terus menerus.
Karena murid harus melakukan kegiatan sendiri dalam kelas, maka murid-
murid tersebut harus akrab dengan ruang kelasnya. Mereka harus merasa
seperti ada dalam rumahnya sendiri, proses belajar berjalan lancar karena
murid telah mengenal ruang kelas dengan baik, dimana mereka
mengambil,mengembalikan, menyimpan sesuatu yang berkaitan dengan
bahan pembelajaran sudah dihafalnya.
Untuk mendukung kegiatan murid tersebut , maka ruangan kelas harus
ditata dengan sangat baik, agar tercipta suatu lingkungan yang kondusif agar
para murid dapat belajar dengan efektif.
1. Penataan ruang kelas
Pada umumnya model atau bentuk ruang kelas di SD sama, yaitu
persegi. Sebaiknya guru mengidentikasikan dan mendaftar semua benda
yang ada danmenempatkan di ruang kelas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. Daerah pajangan
Hasil karya murid sebaiknya dipajang di tempat yang telah
ditentukan guru. Gunakan ruang kelas yang ada dengan sebaik-baiknya.
Guru dapat menempelkan karya murid pada bahan yang mudah
diperoleh dari lingkungan sekitar.
b. Kemudahan bergerak
Kemudahan bergerak bagi guru dan murid juga perlu dipikirkan.
Guru dan murid dapat leluasa bergerak dari kelompok yang satu ke
kelompok yang lain, dari murid ke murid, dari dan ke tempat sumber
belajar tanpa menimbulkan gangguan yang berarti.

c. Sinar atau cahaya


Pengaturan tempat duduk murid harus diperhatiakan, pandangan
murid jangan menantang matahari. Sinar atau cahaya akan lebih baik
datang dari samping murid-murid. Dan jika dikaitkan dengan saat
belajar murid, yaitu saat menulis atau membaca kena bayangan maka
sinar dari sebelah kiri sangat baik.

d. Panas dan ventilasi.


Murid jangan duduk di tempat yang langsung kena sinar matahari.
Ventilasi dalam ruang kelas cukup baik. Bila ada tempat yang kurang
kena panas dan lembab, disudut misalnya berilah perhatian khusus yaitu
dengan menyuruh murid membersihkan atau jangan menaruh barang
apapun di sudut itu.

e. Papan tulis
1) Penggunaan dua papan tulis dalam PKR akan lebih baik.
2) Papan tulis yang bisa dipindah-pindah untuk kerja kelompok akan
sangat berguna
3) Papan tulis dipasang pada ketinggian yang dapat dijangkau murid.
4) Jangan letakkan papan tulis yang menutup jendela atau di tempat
yang biasanya murid menjadi silau.

f. Bangku dan kursi


Jangan menggunakan bangku dan kursi yang menjadi satu. Hal ini
akan menyulitkan dalam mengatur bangku dan kursi saat kerja
kelompok. Ukuran bangku dan kursi juga harus disesuaikan dengan
ukuran besarnya murid.
g. Meja guru
Meja guru diletakkan di tempat yang memungkinkan guru dapat
memandang seluruh murid saat guru duduk. Tetapi guru yang efektif
pasti tidak akan duduk sepanjang waktu dikursinya, karena ia harus
bergerak untuk membantu kegiatan muridnya.

h. Sudut aktivitas
Pikirkan tempat sudut aktivitas, sehingga murid dapat bekerja atau
belajar di sudut itu tanpa mengganggu murid lainnya. Bila perlu buatlah
penyekat dari bahan yang sederhana, misalnya disekat dengan kayu,
bambu, daun nipah/sagu.
Contoh sudut aktivitas.
1) Sudut membaca
Sudut ini harus tenang dan menyenangkan, bila mungkin
lengkapilah dengan tikar, kursi, dan bantal sebagai alas duduk.
Murid-murid datang ke tempat ini untuk mencari tempat yang
tenang dan kemudian membaca.
2) Sudut IPA
Setiap kelas sebaiknya punya sudut IPA, karena murid SD
mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kita harus bias
menyalurkannya. Untuk mengisi sudut IPA ini guru dan murid
secara bersama-sama pengumpulkan benda-benda yang menarik
perhatian murid. Misalnya tanaman dalam pot-pot kecil, botol-
botol berisi binatang reptil, ikan dalam bak kaca, biji-bijian dan
sebagainya.
3) Sudut hasil karya murid.
Jika memungkinkan sudut hasil karya murid berupa hasil seni
dan kerajinan tangan di tempatkan di sudut tertentu. Sudut ini
penting untuk mengembangkan nilai estetika dan daya cipta murid.
4) Warung
Sudut ini berupa warung-warungan yang isinya kaleng kosong,
botol-botol,bekas – bekas bungkus sabun, odol, dan benda-benda
lain. Sudut ini digunakan oleh murid untuk bermain peran sebagai
penjual dan pembeli secara bergilir. Mereka juga menggunakan
uang-uangan dari kertas.
5) Sudut rumah tangga
Sudut ini perlu untuk mengembangkan kemampuan sosial,
kepribadian dan sikap yang positif. Murid-murid dapat bermain
peran seolah-olah mereka berada di rumah atau di rumah sakit.
Permainan seperti ini dapat dilakukan pada saat-saat tertentu saja,
misalnya saat guru rapat.
6) Gudang/tempat menyimpan peralatan
Lemari atau rak-rak dapat dimanfaatkan untuk keperluan ini.
Murid-murid dengan mudah dapat memanfaatkan sesuai dengan
keperluan Bimbinglah murid-murid secara berkala untuk
membersihkan dalamnya dan mengatur barang-barang yang
tersimpan dengan rapi.

2. Pengaturan denah
PAPAN TULIS

GURU
Sebenarnya dalam PKR pengaturan semacam ini kurang sesuai. Ini
disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Tidak luwes jika guru ingin beralih dari bentuk kegiatan klasikal
menjadi kegiatan kelompok kecil.
b. Sulit untuk melakukan beberapa bentuk kegiatan belajar yang bervariasi
dalam waktu yang bersamaan.
c. membatasi gerak Anda untuk melakukan supervise dan memberi umpan
balik secara individual.
Bandingkan dengan denah ruang kelas berikut ini.
RAK BUKU

RAK BUKU
MEJA

TIKAR
RAK BUKU

RAK BUKU

Tempat diskusi
MEJA

papan tulis

Gambar tersebut disajikan bukan berarti Anda harus memilih salah satu,
tetapi agar Anda dapat membandingkannya. Dengan demikian Anda akan
mempunyai wawasan yang luas dan dapat memutuskan denah mana yang
paling sesuai dengan keperluan kelas dan murid.
Beberapa keuntungan dari denah pada gambar diatas untuk PKR antara
lain adalah:
a. Semua sumber belajar ada di ruangan, guru harus mengatur
penggunaannya secara bergilir. Pengaturan ini dengan cara membagi
murid dalam bentuk kegiatan belajar yang berbeda.
b. Supervisi mudah dilakukan, karena semua murid dan kegiatan belajar
berlangsung di dalam satu ruang. Guru dapat menentukan bentuk
bantuan atau umpan balik yang diperlukan oleh siswa atau kelompok.
c. Kegiatan belajar lebih bervariasi, sehingga membuka peluang untuk
menghasilkan iklim kelas yang positif.
Berikut penulis sajikan contoh-contoh denah untuk PKR, antara lain

BAHAN MEJA RAK BUKU


RAK BUKU

RAK BUKU
MEJA

TIKAR
RAK BUKU

PENYEKAT

Tempat sumber
MEJA

MEJA

Diskusi mengajar

RAK

Papan tulis

Denah 1
Papan tulis papan tulis

GURU

Kelas III Kelas IV

Denah 2

GURU

Denah 3
GURU

Kelas I

Kelas III

Kelas II Kelas IV

Denah 4
6
5
GURU

6
2

Papan
2

tulis
6

2
2
6

Denah 5

Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhitungkan sebelum Anda


memutuskan denah kelas mana yang akan Anda ciptakan, yaitu:
a. Bentuk Kegiatan Belajar (BKB) apakah yang pada umumnya
berlangsung dikelas Anda?
b. BKB apakah yang ingin Anda lakukan sekarang?
c. Apakah Anda akan melangsungkan kegiatan belajar dalam bentuk
proyek kelompok?
d. Apakah akan ada murid yang menjadi tutor kakak atau tutor sejawat?
e. Apakah Anda akan menghadapi murid secara individu atau kelompok
kecil atau kedua-duanya?
f. Apakah Anda menginginkan agar murid mampu belajar mandiri dengan
sedikit saja campur tangan dari Anda?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda di
dalam menata kelas yang efektif untuk meningkatkan waktu keterlibatan
belajar murid. Bentuk kegiatan belajar dapat diciptakan secara lebih
bervariasi, berikut ini adalah contoh bentuk variasi tersebut.
a. Kegiatan tenang atau kerja perorangan/individual
b. Mengerjakan soal
c. Kerja berpasangan
d. Diskusi kelompok
e. Mendengar atau menyaksikan audio/visual
Dalam PKR, beberapa BKB dapat terjadi dalam waktu yang bersamaan.
Yang perlu Anda perhatikan adalah mengatur ruang kelas agar BKB yang
diinginkan dapat terjadi dengan pengarahan, supervisi, dan campur tangan
yang minimum. Dan yang perlu diingat jangan sampai ada dua BKB yang
berlawanan/kontras, misalnya kerja perorangan perlu ketenangan
didekatkan dengan diskusi kelompok. Anda juga dapat menggunakan
pemisah pandang sebagai pembatas tempat kegiatan belajar. Pembatas itu
dapat berupa lemari, rak buku, papan tulis dan sebagainya, sehingga dapat
mengurangi gangguan.

3. Mengatur pajangan
Untuk menjadikan ruang kelas yang menarik dan membuat murid betah
dikelas salah satunya adalah memasang pajangan. Pajangan dapat
berbentuk gambar, grafik, hasil karya murid yang mengandung pesan
kependidikan. Kelas yang tanpa pajangan tampak kosong dan
menimbulkan suasana yang seram dan menyedihkan. Tetapi kelas yang
penuh dengan pajangan dekorasi belum tentu mengandung kualitas pesan
pendidikan. Guru yang sukses adalah guru yang selalu berusaha untuk
menjadikan lingkungan kelasnya menggairahkan dan membuat murid
tenang di dalamnya. Saran - saran yang dapat Anda pertimbangkan untuk
dilaksanakan antara lain adalah:
a. Manfaatkanlah tempat yang ada untuk pajangan.
b. Ciptakan lingkungan kelas yang menarik, semua murid merasa seolah-
olah kelas itu miliknya.
c. Pekerjaan murid diamati sungguh-sungguh, sehingga ada kesan Anda
menghargai upaya mereka.
d. Bila ada teman guru yang lebih ahli dalam menata pajangan, mintalah
petunjuk.
e. Libatkan murid-murid dalam memilih benda-benda yang akan dipajang.
f. Diskusi kelas untuk menentukan mana benda yang lebih menarik untuk
dipajang perlu dilakukan.
g. Jagalah keseimbangan karya yang dipajang antara yang dihasilkan
murid yang pintar dan kurang pintar, murid kelas rendah dan kelas
tinggi.
h. Murid akan merasa bangga bila melihat namanya tertera pada karya
yang dipajangkan.
i. Hindarilah memajang karya murid dalam waktu yang terlalu lama.
Lakukan perubahan dan pergantian secara teratur.
j. Gunakan bahan pajangan dari bahan lokal, sehingga dapat menghemat
biaya.
Anda dapat menggunakan papan sebagai tempat untuk menempelkan
pajangan baik yang dibuat oleh murid atau oleh guru. Papan pajangan
tersebut hendaknya berfungsi sebagai alat pengajaran yaitu untuk :
a. memberi informasi
b. memamerkan karya murid
c. menampilkan soal atau teka-teki
d. mendorong murid untuk bekerja sama
Sub unit 2
B. Pengelolaan Murid
1) Kelompok Belajar
Kelompok belajar merupakan salah satu forum atau tempat untuk
melakukan belajar mandiri, karena dalam kelompok belajar murid dapat
berlatih dan bekerja bersama, saling membantu dalam belajar dan saling
mendorong atau member semangat dalam belajar. Kelompok belajar
menjadi sangat penting karena tidak selamanya dapat bersama murid-
murid di satu kelas. Guru kadang-kadang harus pergi ke kelas lain untuk
membelajarkan kelas tersebut. Pada saat itulah kelompok belajar menjadi
sangat penting. Kelompok belajar adalah sekumpulan murid yang terdiri
dari beberapa orang (5-6 orang) yang diorganisasikan untuk mencapai
tujuan belajar secara bersama dan dalam waktu yang telah ditetapkan
(dimodifikasi dari J. Snyder, 1986 : 211).
Bagaimana dengan sekolah Anda, apakah sudah ada kelompok belajar?
Segeralah membentuk kelompok belajar dulu dan perhatikan ketentuan-
ketentuan yang ada pada materi berikut ini.
Dalam pembentukan kelompok belajar harus dipertimbangkan baik-baik,
agar guru dapat menggerakkan kelompok belajar menjadi kelompok yang
aktif belajar(KAB). Bagaimanakah cara membentuk kelompok belajar itu?
Danbagaimana pula cara merencanakan kegiatan kelompok belajar agar
kelompok tersebut dapat memanfaatkan alat/bahan, dan sumber yang
tersedia? Baiklah marilah kita lanjutkan membahas materi berikut.

a. Cara membentuk kelompok belajar


Kelompok belajar dibentuk dengan maksud untuk membuat murid-
murid aktif belajar secara mandiri agar mencapai hasil belajar yang
diharapkan. Kelompok belajar dibentuk sesuai dengan kebutuhannya.
1) Kelompok belajar berdasarkan persamaan kemampuan.
Dalam kelompok belajar ini murid-murid dikelompokkan
berdasarkan tingkat kemampuannya. Contoh: Kelompok A terdiri
dari murid-murid yang berkemampuan cepat, kelompok B terdiri
dari murid-murid yang berkemampuan sedang, dan kelompok C
terdiri dari murid-murid yang lambat. Keuntungan dari kelompok
belajar seperti ini adalah sebagai berikut:
a. memungkinkan murid-murid bekerja sama dengan tingkat
kemampuan yang sama. Yaitu cepat, sedang dan lambat.
b. memudahkan guru untuk memberikan materi dan tugas-tugas
sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan murid
tersebut.
Setiap murid dalam kelompok tersebut diberikan materi dan
tugas-tugas yang sama, tetapi untuk setiap kelompoknya dapat
diberikan tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat
kemampuannya. Keuntungan dari pengelompokan belajar seperti
ini adalah bagi murid dari kelompok cepat, mereka tidak terhambat
oleh murid yang lambat. Sedangkan bagi murid dari kelompok
lambat tidak akan merasa terseret oleh murid yang lebih cepat.
2) Kelompok berdasarkan kemampuan yang berbeda.
Dalam kelompok belajar seperti ini, murid-murid terdiri dari
anak yang kemampuannya berbeda satu sama lain. Kelompok
seperti ini cocok untuk kegiatan bersama misalnya pengamatan,
kunjungan wisata, olah raga, kesenian dan sebagainya, dimana
guru dan tutor bekerja bersama-sama dengan murid-murid untuk
memberikan pengarahan dan membantu bila diperlukan.
Keuntungan dari kelompok seperti ini adalah, bagi murid yang
kemampuannya kurang dapat melaksanakan tugas bersama. Di
samping itu murid yang pandai dapat membimbing murid yang
kurang dan mereka ini akan lebih berkembang. Kelompok seperti
ini cocok dilakukan dalam satu kelas atau gabungan dari kelas
misalnya terdiri dari kelas VI saja atau dari kelas VI dan kelas V.
3) Pengelompokan Sosial
Jenis kelompok ini didasarkan pada kecocokan antara murid-
murid. Kelompok ini mencerminkan keharmonisan dalam
lingkungan belajar. Kelompok seperti ini bermanfaat untuk
meningkatkan keyakinan pada diri murid yang lemah. Mereka
tidak akan ragu atau segan untuk mengeluarkan pendapatnya,
karena teman sekelompoknya adalah teman akrabnya. Kelompok
seperti ini dibentuk berdasarkan pilihan dan kesukaan murid murid
untuk memilih teman kelompoknya. Pengelompokan ini cocok
untuk kelompok dalam kelas, maupun kelompok dalam kelas
gabungan. Misalnya dalam mata pelajaran PKK, olah raga, dan
kesenian.
Contoh
Pak Ari mengajar merangkap kelas III dan kelas IV. Mata pelajaran
yang diajarkan Pak Ari baik di kelas III maupun di kelas IV sama
yaitu IPS dengan pokok materi “Pemerintahan Desa”. Murid dari
kedua kelas tersebut digabung menjadi satu, kemudian dibentuk
menjadi beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari
campuran murid kelas III dan kelas IV. Kelompok ini dibentuk atas
pilihan murid sendiri berdasarkan kesenangannya. Setiap kelompok
dipimpin oleh seorang murid tutor.
4) Pengelompokan siswa atas dasar rombongan belajar
Dengan cara ini kelas I, II, III, IV, V dan VI masing-masing
diperlakukan sebagai suatu kesatuan. Artinya bila PKR
dilaksanakan di satu ruangan mesalnya kelas III, IV, dan V, di
dalam ruangan itu terdapat tiga kelompok siswa sesuai kelasnya.
Pengelompokan itu bersifat formal sesuai dengan status
administratif siswa.
5) Pengelompokan siswa berdasarkan kesamaan usia (same age
group)
Pengelompokan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa
kelompok siswa yang usianya sama memiliki kemampuan dan
kecepatan belajar yang kurang lebih sama. Seperti diketahui bahwa
siswa dalam suatu rombongan belajar atau kelas di SD terdiri atas
siswa dalam kelompok usia tertentu misalnya kelas I terdiri atas
siswa berusia 6 - 7 tahun kelas II berisi siswa berusia 7 – 8 tahun
dan sebagainya. Artinya suatu rombongan belajar dapat dipecah ke
dalam kelompok siswa berdasarkan persamaan usia.
6) Pengelompokan siswa sesuai kebutuhan pembelajaran
Cara ini digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan dari
pembelajaran suatu topik dengan model pembelajaran tertentu.
Misalnya pada kegiatan ekskursi/karyawisata siswa dapat
dikelompokan sesuai dengan kebutuhan pada saat kegiatan itu.
Misalnya ada yang bertugas mengamati dan mencatat,
mewawancarai dan mencatat, mengambil foto, dan lain-lain.

b. Merencanakan Kegiatan Kelompok Belajar


Merencanakan kegiatan dalam kelompok merupakan suatu
keharusan, agar kelompok tersebut ingin berhasil. Salah satu
keuntungan dari perencanaan ini adalah dapat menentukan waktu yang
tepat, dan memprogramkan kegiatan yang mantap. Bagaimana saudara
mahasiswa, apakah Anda sudah siap untuk membuat perencanaan
kegiatan kelompok belajar? Bagus! Ada lima aspek dalam perencanaan
kegiatan kelompok bekerja yang harus Anda perhatikan (Cohen, 1986).
1) Menentukan bagaimana cara murid bekerja bersama-sama. Apakah
murid akan bekerja pada pusat sumber belajar? Apakah akan bekerja
pada kelompok belajar? Apakah murid-murid akan terlibat dalam
latihan, praktik,pengamatan kelompok atau diskusi kelompok?
Berdasarkan perencanaan ini guru dapat menetapkan hasil belajar
yang ingin dicapai.
2) Menentukan program training (latihan) bagi pengembangan
keterampilan bekerja sama. Bagaimana murid belajar keterampilan
bekerja sama, apakah guru akan mencoba mempersiapkan mereka
lebih dahulu dengan instruksi-instruksi langsung atau membentuk
model dan contoh terlebih dahulu?
3) Memberikan tugas yang dapat dihasilkan oleh kelompok. Tugas
yang Anda pilih tergantung pada apa yang Anda inginkan dari murid
untuk dipelajari. Ada beberapa panduan yang dapat meningkatkan
keberhasilan pemberian tugas ini. Pilih tugas yang memungkinkan
bagi Anda.
a. Mempunyai lebih dari satu jawaban/cara untuk memecahkan
masalah.
b. Tugas tersebut menarik dan menantang untuk dikerjakan bersama.
c. Memungkinkan murid yang berbeda memberikan pendapat yang
berbeda pula.
d. Memungkinkan menggunakan multimedia.
e. Memerlukan penggunaan pengamatan, pembahasan dan
keterampilan motorik.
f. Memerlukan beranekaragam keterampilan.
g. Memerlukan kegiatan mengamati, mencobakan dan melaporkan.

Tugas yang diberikan tidak akan berjalan dengan baik apabila:


a. Tidak menantang, dan perlu satu cara/jawaban saja.
b. Dapat diselesaikan dengan cepat oleh seorang murid dan bukan
oleh kelompok.
c. Tugas yang diberikan terlalu mudah.
d. Hanya memerlukan ingatan yang sederhana atau cara belajar yang
biasa (Cohen, 1986: h.57-58).
4) Meletakkan dasar-dasar kerja secara teliti:
a. Bagaimana komposisi/pengaturan kelompok bejaran?.
b. Bagaimana menata ruang kelas ?
c. Bagaimana dan kapan Anda menugaskan murid ke kelompok?
5) Memutuskan bagaimana belajar bersama akan dievaluasi.
a. Akan adakah pertemuan sesudah belajar bersama untuk
mengevaluasi?
b. Apakah dilakukan pengamatan selama belajar bersama, dan
apakah umpan balik?
c. Apakah murid akan diwawancarai?
Keberhasilan dari belajar bersama ini terletak pada “kejelasan”,
murid harus memahami apa yang harus mereka kerjakan, dan kapan
murid dapat giliran untuk memperoleh bantuan apabila ada masalah.
Kejelasan dapat diperoleh melalui perencanaan yang mantap dan
melatih peran dan cara kerja sama lebih dulu.

c. Cara meningkatkan keterampilan belajar kelompok


Seperti halnya keterampilan lainnya, keterampilan kerja kelompok
dapat diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran, misalnya
membentuk model atau contoh, instruksi langsung, bermain peran,
simulasi, pengamatan, umpan balikdan pemantapan. Morris(Cohen,
1986) memberikan ilustrasi tentang jenis keterampilan yang diperlukan
sebagai panduan agar semua murid aktif berpartisipasi.Oleh karena itu,
murid harus diberikan penjelasan sebagai berikut:
1) Setiap murid diharuskan mengemukakan gagasan.
2) Setiap murid diberikan kesempatan untuk berbicara
3) Murid memperperhatikan dan dapat menangkap gagasan atau
pendapat orang lain.
4) Menanyakan pada murit lainnya apakah mempunyai gagasan.
5) Berikan alasan untuk setiap gagasan , dan diskusikan bila ada
gagasan yang berbeda.
6) Mendorong murid – murit untuk bertanya.

d. Memaksimalkan pemanfaatan sumber belajar


Sekolah dan guru dapat berhubungan dengan lingkungannya, dan
sumberbelajar yang lain yang dapat digunakan oleh murid-murid
sebagai sumber belajar. Guru dapat mengungkap, menggali dan
memanfaatkan kekayaan alam yang serba melimpah untuk menunjang
pendidikan. Yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana Anda
dapat menggunakan sumber belajar dengan sebaik-baiknya
Agar guru dapat memanfaatkan sumber belajar, salah satunya
adalah dengan cara mengaktifkan murid untuk bekerja. Lembar Kerja
Murid (LKM) merupakan sarana untuk mengaktifkan murid-murid
untuk belajar secara mandiri atau kelompok.
Tentunya Anda sudah sering memberi tugas kepada murid, namun
sebagian besar tugas yang Anda berikan adalah untuk mengerjakan
soal. Sekarang mari kita coba memberi penugasan dengan
memanfaatkan LKS.
Lingkungan belajar sekurang-kurangnya mencakup dua kelompok,
yakni :
1) Prasarana dan sarana belajar seperti ruangan, tempat duduk
(meja-kursi atau bangku) dan papan tulis.
2) Sumber belajar yang mencakup segala sesuatu seperti manusia,
benda, alam sekitar, masyarakat, kepustakaan, dan hasil
kebudayaan yang berpotensi memberi informasi kepada siswa
dalam belajar.
Bila dirinci, sumber belajar meliputi hal-hal sebagai berikut :
1) Lingkungan sosial atau manusia antra lain guru, siswa lain, orang
tua, dan anggota masyarakat.
2) Lingkungan hidup seperti flora, fauna.
3) Lingkungan alam seperti tanah, air, udara, awan, hujan.
4) Lingkungan budaya seperti peralatan, pranata sosial, pengetahuan,
dan teknologi.
5) Lingkungan religius seperti kitab suci dan acara keagamaan.

e. Lembar Kerja Murid


LKM merupakan panduan untuk melakukan sesuatu kegiatan yang
berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan, misalnya melakukan
pengamatan ,percobaan, demonstrasi dan simulasi. LKM ini berisi
tuntunan langkah-langkahdalam melakukan pengamatan, percobaan,
demonstrasi atau simulasi. Kegiatan yang dituntut adalah mulai
persiapan, proses pelaksanaan, hasil dan cara mengevaluasinya.
Kegiatan belajar dengan menggunakan LKM, sangat mengaktifkan
murid-murid untuk belajar. Kelompok belajar sangat berperan sekali
untuk kegiatan seperti ini, misalnya pengamatan seperti diatas bisa
dilakukan secara bersama-sama, ada yang berperan sebagai pengamat,
pencatat, mengatur alat dan bahan, dan sebagainya.
Berikut ini contoh penggunaan LKM:
1) Percobaan perkembangan biji kacang(IPA)
2) Pengamatan tentang cirri-ciri binatang serangga(IPA)
3) Pengukuran berbagai lingkaran atau segi empat untuk
membuktikan rumus (matematika).
4) Simulasi tentang musyawarah dan mufakat (PMP, IPS)
5) Pengamatan tentang keteraturan berlalu lintas(PMP)
6) Mengamati cara murid dalam mematuhi tata tertib sekolah, dalam
berbaris, membuang sampah, dan sebagainya(IPS)
7) Mengamati cara menggunakan bahasa Indonesi di sekolah (bahasa)
LKM mempunyai peran untuk mengaktifkan murid dalam belajar,
di sini tutor dapat mengambil peran lebih banyak sebagai orang yang
membantu murid belajar. LKM juga dapat berperan untuk membuat
siswa belajar mandiri, sehingga guru PKR tidak memperoleh kesulitan
lagi dalam membelajarkan murid di dua kelas atau lebih, karena murid
dapat belajar secara mandiri.

f. Memanfaatkan Pusat Sumber Belajar


Pusat Sumber Belajar (PSB) adalah cara yang baik untuk
memantapkan dan memperkaya belajar murid-murid. Pada pola
kelompok belajar, dimana peran guru sebagai pengatur dan pengawas
belajar terasa masih dominan, tetapi dalam memanfaatkan PSB peran
guru tidak sebesar pada kelompok belajar. Oleh karenanya penyiapan
kegiatan dan bahan memerlukan perencanaan dan pengorganisasian
secara lebih baik.
Contoh memanfaatkan PSB, adalah sebagai berikut:
1) Mengembangkan keterampilan atau konsep.
a. Kecermatan : menggunting, merekat, mengamati, membuat
diagram, dsb.
b. Penerapan konsep: memasukkan, mengurutkan, memasang,
mendaftar, dsb.
2) Menempatkan semua lembar kerja, permainan, diagram, hasil
praktikum dan sebagainya di tempat dimana murid lain dapat
belajar secara mandiri.
3) Mengembangkan beberapa bentuk penyimpanan, sehingga guru
dan murid dapat belajar di PSB.

g. Tutor sebagai organisator kelas.


Dalam PKR adanya tutor sangat diperlukan. Tutor adalah orang
yang dipilih dari murid atau orang lain yang mempunyai kemampuan
lebih untuk membantu murid lain dalam belajar. Apabila tutor dipilih
dari murid, tentu saja murid yang lebih pandai dari murid lain,
meskipun begitu bukan berarti harus murid yang paling pandai. Murid
yang pandai, biasanya lebih cepat dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Apabila murid tersebut tidak diberikan tugas lain ia akan
mengganggu suasana kelas, atau mengganggu teman-temannya yang
belajar. Sedangkan murid yang lamban akan panik karena melihat
murid lain sudah selesai tugasnya, bahkan guru menyuruhnya pulang
dan mereka akan mengerjakan tugas dengan tergesa-gesa.
Oleh karena itu anak yang lamban dapat dibantu, sedangkan anak
yang pandai bisa lebih berkembang, maka anak yang pandai dapat
dimanfaatkan membantu temannya yang lamban, misalnya memberi
petunjuk, bagaimana hasil yang benar, mendiskusikan kesulitan dan
sebagainya. Peran seperti ini adalah peran tutor. Tutor terdiri dari
beberapa jenis, yaitu tutor sebaya, tutor kakak, tutor tamu dari
masyarakat, dan penjaga sekolah. Berikut ini adalah bagaimana cara
merencanakan pemanfaatan tutor. Sebelum program tutorial
dilaksanakan, ada lima hal yang perlu Anda perhatikan dalam
perencanaan Anda.
1) Menetapkan tujuan yang ingin dicapai.
Tutorial mempunyai pengaruh yangpositif terhadap berbagai aspek
belajar pada waktu yang bersamaan. Namun semua itu tergantung
pada tujuan yang ingin dicapai.
2) Menetapkan siapa yang akan ikut dalam tutorial.
Memilih dan memasang tutor dengan murid yang akan ditutori
merupakan langkah yang sangat penting. Bagaimana memilih
murid yang ikut tutorial, tingkat kemampuan murid, kemampuan
apa yang perlu dimiliki, bagaimana karakteristikmurid dan
sebagainya.
3) Menetapkan tempat dimana tutorial dilaksanakan.
Dalam mengorganisasi kelas untuk tutorial, Anda perlu
mempertimbangkan apakah tidak ada kegiatan lain selama tutorial
berlangsung. Apabila Anda memilih tutorial dalam bentuk
berpasangan selama pelajaran membaca, maka seluruh ruangan
akan menjadi ruang tutorial. Dan bila Anda ingin beberapa murid
yang lamban saja yang diberikan bantuan, maka perlu
mempersiapkan tempat khusus untuk tutorial. Ini dapat dilakukan
baik di dalam kelas maupun di luar kelas, tergantung pada situasi
saat itu. Apapun rencana Anda harus mempunyai gagasan tentang
situasi tutorial yang dikehendaki, dengan demikian tempat tutorial
dapat ditentukan dengan tepat.
4) Penjadwalan tutorial
5) Menentukan materi mana yang diberikan dalam tutorial
Sesuai dengan kurikulum, apapun materinya yang akan diberikan
dalam tutorial perlu didukung oleh pengetahuan Anda tentang
kebutuhan murid.

h. Memilih dan mempersiapkan tutor


1) Tutor sebaya
Tutor sebaya adalah seorang murid membantubelajar murid lainnya
dalam tingkat kelas yang sama.
2) Tutor kakak
Tutor kakak adalah tutor yang dipilih dari kelas yang lebih tinggi,
tentu saja tutor kakak ini kemampuannya harus di atas kemampuan
rata-rata, karena ia berperan untuk membantu adik-adik kelasnya
dalam belajar. Tutor kakak sebaiknya diambil dari kelas-kelas
tinggi misalnya kelas IV, V dan kelas VI. Sebagaimana pada tutor
sebaya, pada tutor kakakpun guru sudah pasti mengetahui murid
yang pintar dan yang lamban, sehingga guru dapat menetapkan
murid mana yang akan ditetapkan sebagai tutor. Satu hal yang
perlu disadari betul oleh guru bahwa tutor adalah bukan untuk
menggantikan guru, tetapi hanya untuk memperpanjang tangan
guru dan membawa murid lain dalam belajar.
Cara menggunakan tutor kakak. Penggunaan tutor kakak dapat
dilakukan dengan 2 cara yaitu:
a. Cara 1, pemanfaatan tutor kakak pada kelas yang dirangkap oleh
guru, misalnyakelas III dan kelas IV. Tutor yang dipilih dari
kelas IV untuk membantu dikelas III.
b. Cara 2, pemanfaatan tutor kakak pada kelas yang dirangkap oleh
2 guru.
Misalnya Pak Adi merangkap kelas III dan IV, sedangkan bu siti
merangkap kelas I dan V. Pak Adi menggunakan tutor dari kelas V
Bu Siti untuk membantu murid dikelas IV. Tentunya untuk cara
yang ke-2 ini harus adanya kerjasama antara Pak Adi dengan Bu
siti. Kerjasama tersebut misalnya apakah di kelas V anak – anak
yang pintar tidak sedang digunakan sebagai tutor sebaya di
kelasnya, selain itu perlu penyesuaian jadwal antara kelas Bu siti
dengan Pak Adi.
3) Tutor dari masyarakat.
Tutor yang berasal dari masyarakat berperan untuk membantu guru
dalam menangani kegiatan pembelajaran di sekolah. Peran tutor
dari masyarakat ini baru dapat dilaksanakan apabila keadaan
terpaksa , misalnya anda harusmerangkap 3 kelas atau lebih
sakaligus. Tidak ada kriteria khusus untuk ini, yang penting tutor
ini mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang lebih dari
muridnya itu sendiri. Mereka berijazah paling rendah SMP,
mempunyai dedikasi yang tinggi dan dapat bergaul dengan murid
SD. Tutor dari masyarakat ini dapat di manfaatkan oleh guru untuk
membantu kegiatan belajar murid, misalnya memeriksa pekerjaan
murid, membantu mencari informasi dari peta, membimbing
kegiatan di PSB, atau membina murid pada saat kunjugan keobjek
wisata. Tutor dari masyarakat ini bukan guru, sehingga kegiatannya
juga terbatas untuk murid dalam mengerjakan berbagai tugas.
4) Penjaga sekolah sebagai tutor.
Dalam keadaan tertentu penjaga sekolah dapat dimanfaatkan untuk
membantu guru dalam memberikan bantuan belajar kepada murid-
murid. Keadaan seperti ini dapat terjadi dimana-mana, terutama di
SD yang gurunya kurang. Berdasarkan aturan sebetulnya seorang
penjaga sekolah tidak layak mengajar menggantikan guru yang
tidak hadir mengajar.Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika
penjaga sekolah dimanfaatkan senagai tutor. Guru harus dapat
menganalisis.
a. Memilih materi yang ringan-ringan saja.
b. Materi yang sifatnya mengulang pelajaran.
c. Membacakan materi bacaan untuk murid yang belum lancer
membaca.
d. Membantu guru mengawasi murid ketika mengerjakan tugas.
e. Membantu murid yang belum mampu dalam mengerjakan tugas.
f. Mengawasi ketika sedang ulangan harian
g. Membimbing kegiatan ekstra kurikuler.

i. Keuntungan digunakan tutor


Penggunaan tutor dapat menguntungkan beberapa pihak, baik bagi
murid yang dijadikan tutor, maupun bagi murid yang lemah, dan
bahkan tugas Anda sebagai guru menjadi lebih ringan. Keuntungan
tersebut antara lain sebagai berikut:
1) Memupuk rasa kerjasama dan saling membantu.
2) Meningkatkan kemampuan baik bagi tutor maupun yang ditutori.
3) Membentuk rasa bangga pada pada diri anak/orang yang menjadi
tutor
4) Menjadi teladan bagi murid dan masyarakat lainnya.
5) Bagi murid yang ditutori akan lebih mudah karena tutor akan
menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
6) Menularkan kemampuan yang dimiliki tutor yang selama ini hanya
digunakan untuk dirinya sendiri.
7) Murid-murid yang lambat dapat dibimbing secara individual
8) Kurangnya sumber belajar di sekolah dapat teratasi dengan adanya
tutor dari masyarakat.
Sub Unit 3
C. Disiplin Kelas
Disiplin kelas yang dimaksud disini adalah guru menciptakan aturan dan
kegiatan agar murid terikat oleh kegiatan belajar sehingga mereka tidak
sempat lagi melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu ketertiban dan
disiplin kelas. Aturan dan kegiatan tersebut dinamakan “Aturan Kegiatan
Kelas” (ARK) dan “Kegiatan Siap” (KS). Untuk jelasnya marilah ikuti uraian
materi berikut ini.
1. Aturan Rutin Kelas (ARK)
Aturan Rutin Kelas (ARK) adalah aturan-aturan dan prosedur yang
dirumuskan oleh guru serta dimengerti oleh murid, untuk mengatur
kegiatan dan perilaku sehari-hari(Ian Collingwood, h. 79), terutama dalam
kegiatan belajar. Jadi memiliki aturan yang jelas dan bagaimana cara untuk
melakukannya, merupakan sesuatu yang penting bagi seorang guru PKR.
Sebetulnya di kelas Anda sudah ada ARK, tetapi kebanyakan tidak
berkaitan dengan kegiatan pelajaran. Misalnya: berbaris sebelum masuk
kelas, mengucapkan salam, penggiliran piket. Ini merupakan bukti bahwa
ARK dapat dilaksanakan dalam kelas PKR. Dengan demikian guru PKR
dapat meningkatkan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Menciptakan
ARK yang sudah begitu melekat dalam tingkah laku murid merupakan
awal yang baik dalam melaksanakan PKR. Agar Anda dapat meningkatkan
kegiatan belajar dengan ARK, maka Anda harus memahami betul apa
yang dimaksud dengan ARK. ARK terdiri dari dua jenis, yaitu ARK untuk
murid dan ARK untuk guru. Untuk menciptakan ARK ini, Anda sebaiknya
bertitik tolak dari jadwal pelajaran dan persiapan pembelajaran yang Anda
susun.
Selain itu, ARK ini dapat dipersiapkan untuk kegiatan baik pagi hari
sebelum kelas dimulai, pada saat pembelajaran sedang berlangsung atau
pada saat selesai kegiatan kelas pada siang hari. Ini sangat penting bagi
Anda, dan Anda harus sudah mempunyai rencana yang jelas untuk
kegiatan hari itu sebelum murid-murid datang di sekolah.
Bagaimana Anda harus mempersiapkan ARK untuk diri sendiri?
Sebagai guru PKR Anda harus mempunyai ARK bagi diri sendiri.
Untuk ini Anda perlu melihat jadwal dan persiapan mengajar yang sudah
dipersiapkan.
Berdasarkan hal itu, Anda harus mempersiapkan ARK untuk kegiatan-
kegiatan yang cocok dilaksanakan pada pagi hari sebelum kelas dimulai,
pada saat kosong , atau untuk megisi kegiatan menjelang siang.
Berikut ini contoh ARK bagi guru
a. Papan tulis
Papan tulis harus sudah dibersihkan sebelum pelajaran dimulai.
Anda sudah membuat tugas-tugas sebelum kelas dimulai. Kalau Anda
mengajar merangkap dua kelas dalam satu ruangan, maka papan tulis
dibagi dua, dan tugas untuk kedua kelas tersebut sudah tersedia di
papan tulis. Sehingga pada saat mulai masuk kelas, mereka sudah siap
untuk mengerjakan tugas.
Kelompok A Kelompok B Kelompok C
1) Sendi
2) Nardi
Tugas:
Membaca buku hal 10 s/d 20
Tugas:
Mencari kota penghasil emas pada peta.
Tugas:
Mengenali gambar.
Tugas:
Membagikan buku latihan
b. Alat tulis
Memeriksa persediaan kapur tulis, penggaris dan penghapus
sehingga pada saatnya Anda tidak sibuk untuk mencari-cari kapur tulis.
c. Sumber bahan
Semua sumber bahan, alat peraga, dan alat pelajaran sudah disiapkan
sehingga pada saatnya Anda tidak repot mencarinya.
d. Tutor
Sudahkah Anda mempersiapkan tutor untuk membantu murid lain
yang memerlukan bantuan. Tutor harus sudah mengetahui tugas mereka
kapan saja diperlukan. Oleh karena itu Anda sebagai guru harus sudah
mempersiapkannya dengan baik.
ARK yang efektif adalah yang memungkinkan murid untuk dapat
memulai kegiatannya secara cepat dan terarah. Murid sudah mengetahui
apa yang harus mereka lakukan dan kerjakan, tugas Anda selanjutnya
untuk memotivasi belajar murid.

2. Kegiatan Siap (KS)


Kegiatan siap atau stand by activities adalah suatu kegiatan yang sudah
disiapkan guru jauh sebelumnya, dan apabila ditemukan masalah maka KS
dapatdigunakan. Pada umumnya KS ini disiapkan sendiri oleh guru, dan
tentunya Anda harus meluangkan waktu khusus untuk murid. KS ini harus
Anda simpan secara khusus yang sewaktu-waktu dapat Anda gunakan
apabila Anda menghadapi keadaan seperti yang digambarkan di atas,
misalnya ada murid atau kelompok murid yang sudah menyelesaikan
tugasnya lebih cepat dari yang Anda perkiraan.
Sebagai contoh KS, antara lain adalah di kelas telah ada sumber belajar,
sudut IPA dan sebagainya. Apabila murid lebih cepat menyelesaikan
tugasnya, maka guru dapat memberikan tugas baru dengan memanfaatkan
sumber belajar. Misalnya: “ Natan, selesaikan gambar yang belum selesai
kemarin!”, “Ambil kartu huruf di lemari, susunlah menjadi beberapa
kalimat Tanya”, “Adi, amati tanaman di sudut sana, apakah ada pengaruh
dari sinar matahari!” dan sebagainya.
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, bahwa PKR dapat digunakan
baik secara klasikal, kelompok ataupun individual. Tentu saja masing-
masing mempunyai kelemahannya, namun PKR dapat mengatasi
kelemahan tersebut.
Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana KS digunakan dalam
pembelajaran.
a. Pembelajaran secara klasikal
Pembelajaran klasikal sangat mudah untuk dilaksanakan, karena
selama ini Anda melaksanakan pembelajaran seperti ini. PPembelajaran
klasikal biasanya sangat berpusat pada guru, dimana guru banyak
bicara, sedikit Tanya jawab dan diakhiri dengan latihan tertulis. Dengan
pembelajaran klasikal ini membuat murid dalam posisi kurang aktif,
perbedaan murid yang pintar dengan yang lambat jauh, sedangkan
perlakuan terhadap perbedaan ini disamakan. Akibatnya bagi murid
yang maju akan kehilangan semangat, dan murid yang tertinggal
menjadi semakin bosan. Namun demikian, pembelajaran secara klasikal
ini tetap penting dalam PKR karena dapat digunakan sebagai kunci
dalam melaksanakan PKR. Pembelajaran klasikal dalam PKR dapat
digunakan antara lain dalam hal seperti berikut: pengajaran percakapan,
pengajaran bercerita, pelajaran olah raga, pelajaran kesenian, studi
lingkungan dan presentasi kelas.
Dalam pembelajaran tersebut, pembelajaran klasikal tetap
bermanfaat karena disini diperlukan kebersamaan antara murid dalam
bekerja. Dalam suasana ini tidak diperlukan persaingan dalam belajar,
namun diperlukan tukar pendapat, dan pengalaman sehingga dapat
memperkaya pengetahuan mereka. Yang penting bagi Anda, gunakan
setiap jenis pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan topiknya.
b. Pembelajaran individual
Dalam pembelajaran ini guru bekerja dengan murid secara
individual. Untuk ini Anda harus sudah mengetahui murid mana yang
memerlukan bantuan. Pengertian memberi bantuan bukan hanya bagi
murid yang mendapat kesulitan dalam belajar, tetapi berlaku juga bagi
murid yang maju, yang dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat
dari yang lain. Murid ini memerlukan bantuan, berupa perhatian Anda
apakah diberi pekerjaan lain, atau diminta untuk membantu temannya.
Dalam suasana pembelajaran seperti ini, persaingan sangat besar antara
sesama murid. Menjadi catatan bagi Anda bahwa pada pembelajaran
individual ini Anda tidak harus membantu satu per satu, tetapi hanya
diberikan pada yang membutuhkan saja agar Anda tidak repot dan
menghabiskan waktu.
c. Pembelajaran dalam kelompok
Berikut ini adalah cara-cara pembelajaran dalam KB.
1) Kelompok belajar campuran
Kelompok ini terdiri dari murid dari berbagai kemampuan dan
keterampilan. Kelompok ini akan berhasil pada “pengajaran proyek”,
dimana guru menyertakan murid dalam kegiatan yang berkaitan
dengan berbagai subyek. Misalnya ditentukan topik tentang
“kependudukan”. Topik ii dapat ditinjau dari berbagai mata pelajaran
baik IPS, PPKN, IPA, maupun Bahasa Indonesia. Dalam hal ini,
setiap murid akan memberi sumbangan pikiran sesuai dengan
kemampuan masing-masing. Jadi murid yang lemah tetap
mempunyai kekuatan dalam hal tertentu, temukan kekuatan itu
danterus dibina dan dikembangkan. Kelompok ini sebaiknya terdiri
dari 4-5 orang murid saja agar setiap murid memperoleh kesempatan
mengeluarkan pendapat. Oleh karena itu kembanglah diskusi ini dari
mulai yang ringan. Dalam rangka pengisian KS, Anda harus
memiliki berbagai macam permasalahan sebagai bahan KS yang
dapat digunakan setiap saat. Masalah tersebut dapat dibuat dalam
setiap mata pelajaran, antara lain sebagai berikut:
a. Bahasa Indonesia: Untuk mengetahui penguasaan kosakata,
misalnya mengenal benda-benda yang ada di warung.
b. IPA: Mengapa pada saat tertentu pohon jati gugur, mengapa
pohon lain daunnya dimakan ulat.
c. IPS: Mengapa kakek baru menanam rambutan? Kapan ia akan
merasakan buahnya?
d. PPKN: Ada dua anak berkelai merebutkan mainan, tiba-tiba
salah satu bapak dari anak tersebut memukul lawan anaknya.
Benarkah tindakan ayah anak itu? Bentuk KS ini berupa
permasalahan yang dapat Anda kembangkan sendiri, tergantung
dari kreativitas Anda. Begitu juga yang digunakan untuk
kegiatan pembelajaran klasikal. Anda dapat membuat
permasalahan yang diajukan kepada murid. Hal ini sangat baik
untuk melatih kemampuan murid, antara lain keberanian, daya
pikir, cara mengeluarkan pendapat, dan menangkap pendapat
orang lain.
2) Kelompok sama kemampuan.
Pengelompokan ini dapat berupa kelompok murid yang pintar,
sedang dan yang lambat. Keuntungan dari kelompok seperti ini
adalah murid dapat bekerja sama dengan murid yang tingkat
kemampuannya sama. Mereka dapat berbagi kesempatan
menggunakan bahan belajar yang sama dan diberikan tugas yang
sama.Oleh karena itu guru harus membuat persiapan yang berbeda
untuk kelompok-kelompok murid yang kemampuannya rendah,
sedang dan tinggi.
Kegiatan pembelajaran untuk kelompok sama kemampuan ini
adalah simulasi, pengamatan dan percobaan. Dengan demikian
murid akan bekerja dengan baik karena mereka bekerja dengan
kemampuan dan kecepatan yang sama untuk setiap kelompoknya.
Pembelajaran kelompok seperti ini mungkin lebih mudah bagi Anda,
karena Anda menghadapi murid yang kemampuannya sama untuk
setiap kelompok. Diharapkan dalam diskusi akan lebih lancar. Untuk
ini Anda dapat mengajukan persoalan kepada setiap kelompok
murid. Persoalan ini bisa berbeda tetapi bisa sama antara kelompok
satu dengan yang lainnya.
3) Kelompok Sosial
Kelompok ini tidak berbeda dengan kelompok campuran seperti
diuraikan sebelumnya. Kelompok ini baik untuk membina keyakinan
diri bagi murid yang lemah, karena kelompok ini dibentuk
berdasarkan keinginan murid sendiri, maka bagi anak yang
mempunyai masalah, misalnya pemalu, dan pendiam akan dapat
bercampur dengan baik bersama temannya. Keberadaan temannya
menjadi pendorong bagi dia untuk aktif berperan serta dalam
berbagai kegiatan. Kegiatan pembelajaran yang cocok untuk
kelompok ini adalah pengamatan, percobaan dan simulasi. Selain itu
mereka juga dapat diberikan kegiatan permainan.

Anda mungkin juga menyukai