Anda di halaman 1dari 17

KERANGKA BERPIKIR, LANDASAN TEORI DAN

HIPOTESIS
(guna pemenuhan tugas mata kuliah metodologi penelitian bisnis)

Disusun oleh :

RAKHMAT AFFANDI (0810220162)

YAN PRASETIYO (0810220181)

YUNUS TRY ROCHMADI (0810220186)

ARIEF BUDI WIBOWO (0810223005)

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2009-2010
Variabel

1
Variabel adalah apa pun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai.
Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu
yang sama untuk objek atau orang yang berbeda. Contoh variabel adalah unit produksi,
absensi, dan motivasi.

Jenis Variabel

Empat jenis variabel utama adalah sebagai berikut:

1) Variabel terikat (dependent variable, disebut juga variabel kriteria/criterion variable).

2) Variabel bebas (indipendent variable, disebut juga variabel prediktor/prediktor


variable).

3) Variabel moderator (moderating variable)

4) Variabel antara (Intervening variable)

Variabel bisa diskrit (misalnya, pria/wanita) atau kontinu (misalnya, usia seseorang).

Variabel Terikat

Variabel terikat merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan
peneliti adalah memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau
memprediksinya. Dengan kata lain, variabel terikat merupakan variabel utama yang menjadi
faktor yang berlaku dalam investigasi. Melalui analisis terhadap terikat (yaitu, menemukan
variabel yang mempengaruhinya), adalah mungkin untuk menemukan jawaban atau solusi
atas masalah. Untuk tujuan tersebut, peneliti akan tertarik untuk menguantifikasi dan
mengukur variabel terikat, sama sepert variabel lain yang mempengaruhi variabel tersebut.

Contoh:

 Seorang manajer merasa prihatin bahwa penjualan sebuah produk yang baru saja
diluncurkan setelah dilakukan uji pemasaran tidak memenuhi harapannya. Variabel
terikat di sini adalah penjualan. Karena penjualan produk dapat bervariasi, bisa
rendah, sedang atau tinggi sehingga hal tersebut adalah variabel bebas sedangkan
penjualan merupakan fokus utama manajer, hal tersebut adalah variabel terikat.

2
 Seorang peneliti dasar berminat untuk menyelidiki rasio utang terhadap modal (debt
to equity ratio) perusahaan manufaktur di selatan California, disini variabel terikat
adalah rasio utang terhadap modal.

 Seorang wakil direktur merasa prihatin bahwa karyawannya tidak loyal terhada
organisasi, dan tampaknya mereka mengalihkan loyalitas pada intitusi lain. Variabel
terikat dalam kasus ini kemungkinan adalah loyalitas organisasi.

Dalam hal ini, terdapat varians (perbedaan) yang ditemukan dalam tingkat loyalitas
karyawan terhadap organisasi. Direktur tersebut mungkin ingin mengetahui apa saja
yang menyebabkankan varians dalam loyalitas anggota organisasi dengan tujuan
untuk mengendalikannya. Bila ia menemukan bahwa kenaikan gaji akan memastikan
loyalitas dan retensi mereka, ia kemudian dapat menawarkan insentif bagi karyawan
sebagai kenaikan gaji, yang akan berperan mengendalikan variabilitas dalam loyalitas
organisasi dan untuk mempertahankan karyawan dalam organisasi.

Adalah mungkin untuk mempunyai lebih dari satu variabel terikat dalam sebuah
studi. Misalnya, selalu ada pergesekan antara kualitas dan volume keluaran, produksi
berbiaya rendah dan kepuasan pelanggan, dan seterusnya. Dalam kasus semacam itu, manajer
ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi semua variabel terikat yang diminati
dan bagaimana sebagian dari mereka mungkin berbeda dalam kaitannya dengan variabel
terikat yang lain. Investigasi tersebut bisa menggunakan analisis statistik multivariat
(multivariat statistical analysis).

Variabel bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, entah secara
positif atau negatif. Yaitu jika terdapat variabel bebas, variabel terikat juga hadir, dan dengan
setiap unit kenaikan dalam variabel bebas, terdapat pula kenaikan atau penurunan variabel
terikat. Dengan kata lain, varians variabel terikat ditentu kan oleh variabel bebas. Untuk
membangun hubungan sebab akibat, variabel bebas dimanipulasi (manipulated) sebagaimana
dijelaskan dalam bab 7 mengenai Desain Eksperimen.

3
Contoh:

 Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan produk baru berpengaruh


terhadap harga saham perusahaan. Yaitu, semakin sukses peluncuran produk baru,
semakin tinggi pula harga saham perusahaan. Karena itu, kesuksesan produk baru
(success of the new product) adalah variabel bebas, dan harga saham perusahaan
(stock market price) merupakan variabel terikat. Tingkat keberhasilan pengembangan
produk baru yang dirasakan akan menjelaskan varians dalam harga saham
perusahaan. Hubungan tersebut dan penamaan terhadap variabel diperlihatkan dalam
diagram berikut ini:

Diagram hubungan antara variabel bebas (kesuksesan produk baru) dan variabel
terikat (harga saham perusahaan).

Harga saham
Kesuksesan produk baru
perusahaan
Variabel bebas Variabel terikat

Variabel Moderator

Variable moderator adalah variable yang mempunyai pengaruh ketergantugan yang kuat
dengan hubungan variabel terikat dan variabel bebas. Yaitu, kehadiaran variabel ketiga
mengubah hubungan awal antara vriabel bebas dan terikat. Diagram hubungan antara variabel
bebas dan terikat.

Dalam contoh kasus, ditemukan bahwa ada hubungan antara ketersediaan Buku
Pedoman Referensi yang dapat di akses oleh karyawan perusahaan manufaktur, dan produk
cacat. Yaitu, jika pekerja mengikuti prosedur yang ditentukan dalam buku pedoman, mereka
mampu menghasilkan produk yang tidak cacat. Meskipun hubungan tersebut bisa dikatakan
diyakiibenar benar secara umum bagi semua karyawan, namun hal tersebut bergantung pada
kecenderungan atau keinginan karyawan untuk membaca Buku Pedoman setiap kali sebuah
prosedur baru diterapkan. Dengan kata lain, hanya mereka yang memerhatikan dan ingin
mengacupada buku pedoman setiap kali sebuah proses baru digunakan yang akan
menghasilkan produk cacat. Pengaruh tersebut, tidak akan memetik manfaat dan akan terus
menhasilkan produk cacat. Pengaruh atribut karyawan ini terhadap hubungan antara vaiabel
bebas dan terikat terlihat dalam figur berikut.

4
Ketersediaan Produk
Buku cacat

Minat dan

Kecenderunga
n

Dalam kasus di atas, kapan pun hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
menjadi trgantung pada variabel lain, kita mengatakan bahwa variabel ketiga mempunyai
pengaruh moderat terhadap hubungan variabel bebas dan terikat. Variabel yang memodertkan
hubungan disebut variabel moderator.

Perbedaan Variabel Bebas dan Variabel Moderator

Sering muncul kebingungan mengenai kapan sebuah variabel diperlakukan sebagai


variabel bebas dan kapan variabel tersebut menjadi variabel moderator. Sebagai contoh, studi
menunjukkan bahwa kesediaan karyawan untuk mempelajari cara-cara barudalam melakukan
pekerjaan adalah tidak dipengaruhi oleh kualitas program pelatihan yang diberikan oleh
organisasi kepada semua rang tanpa perbedaan apapun. Hanya mereka dengan kebutuhan
pertumbuhan yang tinggi yang tampaknya mempunyai hasrat untuk mempelajari cara-cara
baru melalui pelatihan khusus.

Dalam situsasi diatas, kita mempunyai tiga variabel, yaitu kualitas program pelatihan
mrupakan variabel bebas yang memengaruhi kesedian karyawan untuk belajar merupakan
variabel terikat., kekuatan kebutuhan pertumbuhan menjadi variabel moderator. Dengan kata
lain hanya mereka dengan kebutuhan pertumbuhan tinggi yng menunjukkan keinginan dan
kemampuan adaptasi yang lebih besar untuk belajar melakukan hal-hal yang barujika kualitas
program pelatihan ditingkatkan. Dengan demikian, hubungan antara variabel bebas dan
terikat sekarang menjaadi tergantung pada kehadiran sebuah moderat.

5
Progran pelatihan

Kebutuhan pertumbuhan

Variabel Antara

Variabel antara adalah variabel yang mengemuka antara waktu variabel terikat, dan
waktu pengaruh variabel bebas terasa pada variabel terikat. Dengan demikian, terdapat
kualitas temporal atau dimensi waktu pada variabel antara. Variabel antara mengemuka
sebagai fungsi variabel bebas yang berlaku dalam situasi apapun, serta membantu
mengonsepkan dan menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Contoh
yang menjelaskan dari poin diatas sebagai berikut.

Ilustrasi mengenai pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat jika sebuah
variabel moderator berlaku dalam situasi.

Pengaruh bagi mereka yang


tinggi

dalam kebutuhan
pertmbuhan

Pengaruh bagi merek yang


rendah dalam kebutuhan
pertumbuhan

Program pelatihan

6
Diagram hungan antara variabel bebas, antara, dan terikat.

Waktu(time--t) : t1 t2 t3

Keragaman tenaga Efektifitas


Sinergi kreatif
kerja organisasi
Variabel bebas variabel antara variabel terikat

Dimana variabel bebas keragaman tenaga kerja memengaruhi variabel teikat efektifitas
organisasi, variabel antar yang mengemuka sebagai fungsi keragaman dalam tenaga kerja
adalah sinergi kreatis. Sinergi kreatif ini berasal dari tenaga kerja multietnis, multiras, dan
multinasional (yaitu, keragaman) yang berinteraksi dan secara bersama-sama memberikan
keahlian multi-faset mereka dalam pemecahan masalah. Hal tesebut membantu kita untuk
memahami bagaimana efektifitas organisasi bisa berasal dari keragamn dalam tenaga kerja.

Malihat perbedaan antara variabel bebas, variabel antara, dan variabel


moderator.variabel bebas membantu menjelaskan varians dalam variabel terikat, variabel
antara mengemuka pada waktu t2 sebagai fungsi dari variabel bebas, yang juga membantu
kita mengonsepkan hubungan antara variabel bebas dan teikat, dan variabel moderator
mempunyai pengaruh ketergantungan pada hubungan antara dua variabel. Untuk
membedakannya, ketika variabel bebas menjelaskan varians dalam variabel terikat, variabel
antara tidak menambahkan varians yang telah dijelaskan oleh variabel bebas. Sedangkan
variabel moderator mempunyai pengaruh interaksi dengan variabel bebas dalam menjelaskan
varians. Yaitu, kecuali variabelmoderator hadir, teori mengenai hubungan ntara kedua varibel
lain yng dipertimbangkan tidak akan terbukti.

KERANGKA TEORETIS

Kerangka teoritis merupakan fondasi di mana seluruh proyek penelitian didasarkan.

Kerangka Teoritis adalah jaringan asosiasi yang disusun,dijelaskan,dan dielaborasi secara


logis antar variabel yang dianggap relevan pada situasi masalah dan di indentifikasi melalui
proses seperti wawancara,pengamatan,dan survei literatur.

Pada tahap ini pertama-tama seseorang harus mengidentifikasi masalah dengan benar,dan
kemudian variabel yang mempengaruhinya.Pentingnya mengadakan wawancara yang
memiliki tujuan dan melakukan tinjauan literatur secara menyeluruh kini menjadi

7
jelas.Selanjutnya adalah mengelaborasi jaringan asosiasi antar variabel ,sehingga hipotesis
yang relevan dapat disusun dan kemudian diuji.

Hubungan antara survei literatur dan kerangka teoritis adalah bahwa yang pertama
menyediakan fondasi yang kuat untuk menyusun yang terakhir.yaitu survei literatur
mengidentifikasi variabel yang mungkin penting, sebagaimana ditentukan oleh temuan
peneliti sebelumnya.hal tersebut, sebagai tambahan untuk hubungan logis lainnya yang dapat
dikonsepkan, membentuk dasar untuk model teoritis.

KOMPONEN KERANGKA TEORETIS

Ada hal mendasar yang harus diperhatikan dalam kerangka teoretis:

1. Varabel yang dianggap relevan untuk studi harus diidentifikasi dan dinamai dengan
jelas dalam pembahasan.

2. Pembahasan harus menyebutkan mengapa dua atau lebih variabel berkaitan satu sama
lain.hal ini sebaiknya dilakukan untuk hubungan penting yang diteorikan berlaku
diantara variabel.

3. Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian
sebelumnya,maka harus ada indikasi dalam pembahasan mengenai apakah hubungan
akan positif atau negatif.

4. Harus ada penjelasan yang gamblang mengenai mengapa kita memperkirakan


hubungan tersebut berlaku.Argumen bisa ditarik dari temuan penelitian sebelumnya.

5. Suatu diagram skematis kerangka teoretis harus diberikan agar pembaca dapat melihat
dan dengan mudah memahami hubungan yang diteorikan.

Contoh:

DELTA AIRLINES

Dengan adanya deregulasi maskapai penerbangan,terjadi perang harga diantara


berbagai maskapai yang memangkas biaya dengan cara berbeda,menurut
laporan,Delta Airlines menghadapi tuntutan pelanggaran keselamatan penerbangan
ketika hampir terjadi beberapa tabrakan di udara,dan sebuah kecelakaan yang

8
mengakibatkan 137orang tewas pada tahun 1987.Empat faktor penting yang
tampaknya memengaruhi hal tersebut adalah komunikasi yang buruk di antara
anggota kru kokpit sendiri,koordinasi buruk antara petugas bandara dan kru
kokpit,pelatihan minimal yang diberikan kepada kru kokpit,dan filosofi manajemen
yang mendorong struktur terdesentralisasi.

Kerangka Teoretis untuk contoh di atas

Variabel terikatnya adalah :pelanggaran keamanan,yang merupakan variabel minat


utama,di mana varians dicoba di jelaskan dengan empat variabel bebas

Variabel bebasnya adalah:

1. komunikasi antar anggota kru,semakin sedikit komunikasi antar anggota kru


sendiri,semakin besar kemungkinan terjadi pelanggaran keselamatan penerbangan
karena sangat sedikit informasi yang di berikan antara mereka.

2. Komunikasi antara petugas kontrol bandara dan kru kokpit,semakin kurang koordinasi
antara petugas kontrol bandara dan kru kokpit,semakin besar kemungkinan terjadi
pelanggaran keselamatan penerbangan.

3. ,pelatihan yang diterima oleh kru kokpit,demikian pula jika anggota kru kokpit tidak
dilatih secara memadai,mereka mungkin tidak mempunyai pengetahuan yang cukup
mengenai standar keamanan atau mungkin tidak mampu untuk menangani situasi
darurat dan menghindari tabrakan.jadi pelatihan yang buruk juga bisa menambah
kemungkinan terjadinya pelanggaran keamanan.

Komunikasi antara
4. dan desentralisasi.
petugas kokpit

Komunikasi antara
petugas kontrol dan
kokpit Pelanggaran
keselamatan
penerbangan
desentralisasi

Pelatihan kru kokpit


Variabel terikat

Komunikasi
antara petugas
Variabel bebas
kokpit

Komunikasi
Pelanggaran
antara petugas
keselamatan Variabel
kontrol dan
penerbangan terikat
kokpiit

Desentralisasi

Kegugupan dan
Pelatihan kru
ketakutan
kokpit

Variabel bebas Variabel antara

Sekarang akan menarik untuk melihat jika kita bisa menyisipkan(intervening)sebuah


variabel antara ke dalam model.misalnya,kita mungkin mengatakan bahwa kurangnya
pelatihan yang memadai membuat pilot gugup dan takut, dan hal tersebut pada gilirannya
menjelaskanKomunikasi
mengapa mereka tidak mampu dengan percaya diri menangani situasi di udara
antara petugas
ketika banyak pesawat berbagi angkasa.kegugupan dan ketakutan merupakan fungsi dari
kokpit
kurangnya pelatihan dan membantu menjelaskan mengapa pelatihan yang tidak memadai
Komunikasi
akan mengakibatkan bahaya terhadap keselamatan penerbangan.Pelanggaran
antara petugas
kontrol dan keselamatan
kokpiit penerbangan

Desentralisasi

10

pelatihan
Variabel terikat

Variabel bebas Variabel


moderator
Kita juga dapat mengubah model secara substansial dengan menggunakan
pelatihan(yang buruk)sebagai variabel moderator seperti di tunjukkan dalam figur ini.di
sini,kita membuat teori bahwa komunikasi dan koordinasi yang buruk,serta desentralisasi
kemungkinan besar mengakibatkan pelanggaran keselamatan penerbangan hanya di dalam
kasus,dimana pilot yang bertugas menerima pelatihan yang tidak memadai.Dengan kata
lain ,mereka yang menerima pelatihan yang memadai dalam menangani situasi berbahaya
secara tangkas melalui sesi pelatihan simulasi,dan seterusnya,tidak akan terhalang oleh
komunikasi dan koordinasi yang buruk ,dan dalam kasus di mana peswat dikemudikan oleh
pilot yang dilatih dengan baik,komunikasi dan koordinasi yang buruk tidak akan
menimbulkan bahaya terhadap keselamatan penerbangan.

PENYUSUNAN HIPOTESIS

Setelah kita mengidentifikasi variabel penting dalam suatu situasi dan menetapkan
hubungan antarvariabel melalaui pemikiran logis dalam kerangka teoritis, kita berada dalam
posisi untuk menguji apakah hubungan yang diteorikan benar-benar terbukti kebenarannya.
Hasil pengujian tersebut memberi kita beberapa solusi mengenai apa yang dapat diubah
dalam situasi yang dihadapi untuk memecahkan masalah.merumuskan pernyataan tersebut
disebut penyusunan hipotesis.

Definisi hipotesis

Dari segi bahasa terdiri dari 2 kata, yaitu:

• Hipo = di bawah (lemah)

• Thesis = dalil = kaidah = hukum

11
Beberapa pengertian dari hipotesis

• Pernyataan tentang suatu dalil atau kaidah, tetapi kebenarannya belum terujikan secara
empirik

• Jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan untuk selanjutnya diuji secara
empirik melalui penelitian yg dilakukan.

• Penjelasan sementara yang diajukan untuk menerangkan fenomena problematik atau


persoalan penelitian yang dihadapi.

• Hubungan yang diperkirakan secara logis di antara 2 variabel yag diungkapkan dalam
bentuk pernyataan yang dapat diuji (uma sekaran; 135)

Dari pengertian di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis hubungan
yang diperkirakan dan belum teruji yang dirumuskan untuk studi penelitian sehingga
diharapkan bahwa dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah dihadapi.

Fungsi hipotesis

1. Hipotesis menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara rasional.

2. Hipotesis menyatakan variabel-variabel penelitian yang perlu diuji secara empiris.

3. Hipotesis digunakan sebagai pedoman untuk memilih metode-metode pengujian data.

4. Hipotesis menjadi dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.

Pengembangan hipotesis

Hipotesis dikembangkan dari telaah teoritis atau literatur. Sumber literatur dapat
berasal dari literatur yang dipublikasikan (jurnal, buku teks, text-database) atau literatur yang
tidak dipublikasikan (skripsi, tesis, disertasi paper, makalah seminar). Creswell mengusulkan
model sebagai parameter dalam menelaah lireatur, yang terdiri atas lima komponen, yaitu:

1. Bagian pendahuluan telaah literatur berisi pengenalan mengenai pokok bahasan dalam
telaah literatur dan sistematika pembahasannya.

12
2. Telaah literatur mengenai variabel-variabel independen, jika terdapat lebih dari satu
macam variabel independen. Telaah literatur harus dibatasi pada topik yang releven
dengan variabel independen.

3. Telaah literatur yang berkaitan dengan variabel-variabel dependen, jika ada lebih dari
satu macam variabel dependen, perlu dipertimbangkan untuk menitik beratkan pada
satu variabel dependen yang paling penting.

4. Telaah literatur yang berkaitan dengan hubungan antara variabel independen dan
dependen. Bagian ini merupakan inti dari telaah literatur untuk mengembangkan
hipotesis bedasarkan penalaran deduktif dari teori-teori yang dihasilkan oleh penelitin
sebelumnya. Literatur yang ditelaah harus dapat memberikan perspektif teori pada
jawaban masalah atau petanyaan penelitian yang dinyatakan dalam rumusan
hipotesis.

5. Bagian akhir dari telaah literatur berupa rangkuman yang memberikan penjelasan
mengenai pokok bahasan yang penting dalam lieratur.

Telah literatur, terutama yang bersumber dari penelitian sebelumnya, disamping


diarahkan untuk memperoleh perspektif ilmiah yang menjadi landasan pengembangan
hipotesis, juga dimaksud untuk menghindari kemungkinan duplikasi dalam penggunaan
metode pengumpulan data dan analisis data.

Telaah literatur merupakan sumber utama penyusunan kerangka teoritis penelitian.


Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan kerangka teoritis adalah :

• Kerangka toeritis membahas identifikasi variabel-variabel yang relevan dengan


masalah penelitian dan diberi nama yang jelas dalam pembahsan kerangka teoritis.

• Kerangka teoritis menyatakan sifat atau hubungan atau perbedaan antara dua atau
lebih variabel yang diteliti

• Hubungan dan perbedaan antar variabel penelitian yang divisualisasikan dalam


bentuk diagram.

• Menjelaskan perspektif yang menjadi landasan pengembangan hipotesis berdasar


padatemuan penelitian sebelumnya.

13
Rumusan hipotesis

Kriteria

Rumusan hipotesis yang baik setidaknya mempetimbangkan kriteria-kriteria sebagai berikut :

• Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian.

Tujuan penelitian adalah memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian.

• Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara
empiris. Agar dapat diuji, hipotesis harus menyatakan secara jelas variabel-variabel
yang ditelitidan dugaan mengenai hubungan antar variabel.

• Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih


kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya.

Beberapa teori kemungkinan bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya atau
teori yang satu lebih kuat daripada teori yang lain. Hipotesis yang dikembangkan oleh
peneliti harus mempunyai dukungan teoritis yang lebih kuat daripada alternatif
hipotesis lainnya yang kemungkinan dapat dikembangkan berdasar teori-teori yang
lain.

Format

Rumusn hiptesis dapat dinyatakan daam berbagai bentuk rumusan, yaitu :

• Pernyataan “jika-maka” (if-then statement)

Hipotesis penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan “jika-maka”


atau berupa proposisi yang menyatakan hubungan antar variabel dan perbedaan antara
dua kelompok atau lebih dalam kaitanya dengan variabel tertentu yang dapat diuji.

Contoh :

Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka akan
mengalami kepuasan kerja yang lebih tinggi.

• Hipotesis direksional dan nondireksional

14
Jika, dalam menyatakan hubungan antara dua variabel atau membandingkan dua
kelompok, istilah-istilah seperti positif, negatif, lebih dari, kurang dari dan semacamnya
digunakan, maka hipotesis tersebut direksional, yaitu hipotesis yang menyatakan sifat atau
arah hubungan antar variabel.

Contoh :Semakin besar stres yang dialami dalam pekerjaan, semakin rendah
kepuasaan kerja karyawan.

Wanita lebih bermotivasi dibanding pria.

Hipotesis nondireksioanl adalah hipotesis yang mendalilkan hubungan atau


perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan atau perbedaan
tersebut. Dengan kata lain, meskipun kemungkinan ada hubungan antara variabel, tapi kita
tidak dapat mengatakan apakah hubungan tersebut positif atau negatif.

Contoh : ada hubungan antara usia dan kepuasan kerja

Jika kita memperkirakan terdapat perbedaan antara dua kelompok pada satu variabel
tertentu, kita tidak dapat mengatakan kelompok mana yang lebih dan yang kurang pada
variabel tersebut

Contoh : terdapat perbedaan antara nilai etika kerja karyawan amerika dan asia.

Rumusan ini disebabkan diantaranya oleh:

• Belum ada teori-teori yang menjadi landasan untuk menentukan arah


hubungan antar variabel yang diteliti

• Menurut penelitian-penelitian yang sebelumnya, ada konflik atau ketidak


jelasan hubungan variabel yang diteliti.

• Format hipotesis nol

Merupakan hipotesis yang menyatakan suatu hubungan antar variabel yang definitif
atau eksak sama dengan nol, atau secara umum dinyatakan bahwa tidak ada hubungan atau
perbedaan (signifikan) antarvariabel yang diteliti.

• Format hipotesis alternatif

15
Merupakan lawan pernyataan dari format hipotesis nol, format ini menunjukkan
adanya hubungan atau perbedaan (signifikan) antar variabel yang diteliti.

PENGUJIAN HIPOTESIS DENGAN PENELITIAN KUALITATIF: ANALISIS


KASUS NEGATIF

Hipotesis juga dapat diuji dengan data kualitatif. Misalnya, anggap saja bahwa
seorang peneliti membuat kerangka teoritis setelah wawancara yang ekstensif, bahwa
perilaku tidak etis oleh karyawan merupakan fungsi cari ketidakmampuan mereka untuk
membedakan antara benar dan salah, atau karena kebutuhan yang mendesak akan uang yang
lebih banyak, atau ketidakacuhan organisasi terhadap perilaku semacam tersebut. Untuk
menguji hipotesis bahwa ketiga faktor tersebut merupakan sebab utama yang mempengaruhi
perilaku tidak etis, peneliti akan mencari data yang menyangkal hipotesis. Bahkan jika suatu
kasus tunggal tidak mendukung hipotesis, teori tersebut harus direvisi. Katakanlah bahwa
peneliti menemukan satu kasus dimana seseorang dengan sengaja melakukan perilaku tidak
etis dalam hal menerima pembayaran kembali (meskipun faktanya ia cukup mampu untuk
membedakan benar dari salah, tidak membutuhkan uang, dan mengetahui bahwa organisasi
tidak akan membiarkan perilakunya), hanya karena ia ingin “kembali” ke sistem yang tidak
“tidak akan menerima sarannya.”Penemuan baru ini melalui penolakan atas hipotesis semula,
disebut sebagai metode kasus negatif (negative case method), memungkinkan peneliti untuk
merevisi teori dan hipotesis hingga waktu ketika teori tersebut menjadi kukuh.

KEUNTUNGAN MANAJERIAL

Pada titik ini, cukup mudah untuk mengikuti gerak maju penelitian dari tahap pertama
ketika manajer merasakan masalah, ke pengumpulan data awal (termasuk survei literatur), ke
penyusunan kerangka teoritis berdasarkan survei literatur dan dipandu oleh pengalaman dan
intuisi, serta ke perumusan hipotesis untuk diuji.

Jelas pula bahwa setelah masalah didefinisikan, pengertian yang baik mengenai
keempat jenis variabel yang berbeda memperluas pemahaman manajer, misalnya dalam hal
bagaimana berbagai faktor bergesekan dengan keadaan organisasi. Pengetahuan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa kerangka teoritis dibangun dan hipotesis disusun
memampukan manajer untuk menjadi hakim yang cerdas terhadap laporan penelitian yang
diberikan oleh konsultan. Demikian pula, pengetahuan mengenai arti signifikansi, dan

16
mengapa sebuah hipotesis yamg diajukan diterima atau ditolak, membantu manajer untuk
bertahan dalam, atau berhenti dari dugaannya yang walaupun masuk akal, tidak terbukti. Jika
pengetahuan semacam tersebut tidak dimilik, banyak temuan penelitian tidak akan terlalu
berguna bagi manajer dan pengambilan keputusan akan memunculkan kebingungan.

17