Anda di halaman 1dari 15

KAJIAN DAN STRATEGI PENYAMPAIAN BILANGAN BULAT SERTA

RAGAM PERMASALAHANNYA

1. CARA MENANAMKAN KONSEP BILANGAN BULAT


Sebelum mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat kepada siswa
SD, siswa perlu memahami terlebih dahulu konsep bilangan bulat. Oleh sebab itu sebagai
seorang guru SD kita perlu memahami bagaimana cara mengajarkan konsep bilangan bulat.
Khususnya bilangan negatif.
Pada umumnya sebelum guru mengenalkan konsep bilangan negative kepada siswa
SD, mereka secara tidak sadar telah mengenal konsep tersebut dalam kehidupan mereka
sehari – hari.
Pernyataan berikut adalah contoh-contoh pernyataan yang mengungkapkan konsep
bilangan negatif yang telah dikenal anak :
1. Kapal selam itu berada 100 meter dibawah permukaan laut.
2. Sumur itu dalamnya 10 meter ( dasar sumur itu berada 10 meter di bawah tanah ).
3. Ali mempunyai hutang 500 rupiah.
Pernyataan-pernyataan tersebut dapat kita gunakan untuk mengenal konsep bilangan
negatif kepada siswa. Cara penyajiannya dapat berupa dialog berikut.
Guru : Misalkan kita mempunyai sumur, tinggi katrol 2 m, dalam sumur 5 m.
katrol berada berapa meter di atas permukaan tanah?
Siswa : 2 meter di atas permukaan tanah.
Guru : Benar, sekarang dasar sumur berapa meter dibawah permukaan tanah?
Siswa : 5 meter di bawah permukaan tanah.
Guru : jawabanmu tepat sekali, sekarang kita akan menyatakan kedua jawaban
itu dengan cara lain, yaitu kita akan menggunakan kata ketinggian, kalimat
katrol ada pada 2 m di atas permukaan tanah kita ganti dengan “ katrol
berada pada ketinggian positif dua (2) m. kalimat “ dasar sumur berada 5
m di bawah permukaan tanah “ kita ganti dengan “ dasar sumur berada
pada ketinggian negatif lima(-5) m”.
Kemudian guru menulis kedua kalimat terakhir dipapan tulis kemudian seluruh kelas
membaca kalimat itu. Guru juga menjelaskan cara menulis lambang bilangan negative dan
lambang bilangan positif.
Guru dapat memberi latihan agar siswa lebih mantap lagi, namun sebelumnya guru
dapat memberikan contoh soal:
1. Ali mempunyai uang 100 rupiah dan totok mempunyai hutang 1000 rupiah
Artinya:
Ali mempunyai uang 100(positif seratus) rupiah dan Totok mempunyai uang -1000
(negatif 1000) rupiah.
2. Suhu di Jakarta 33 derajat di atas nol dan suhu di kutub utara 20 derajat di bawah nol
Artinya :
Suhu di Jakarta 33 (positif tiga puluh tiga) derajat dan suhu di kutub utara….(……)
derajat.
3. Baling-baling kapal berada 1 meter dibawah permukaan air dan kemudian kapal berada
2 m diatas permukaan air.
Artinya:

Baling-baling kapal berada 1( positif satu) meter dibawah permukaan air dan kemudian
kapal berada ….(….) m diatas permukaan air.

Kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan menyajikan bilangan bulat pada sebuah garis
bilangan.

-5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4
Titik nol adalah titik yang mewakili bilangan nol. Titik-titik di sebelah kiri titik nol
mewakili bilangan negative dan titik-titik disebelah kanan titik nol mewakili bilangan
positif. Setelah guru menyajikan garis bilangan yang tidak lengkap tersebut di papan tulis, ia
meminta siswa menyalin garis bilangan itu di buku mereka masing-masing dan kemudian
melengkapinya. Kemudian guru meminta seorang anak maju ke depan melengkapi garis
bilangan yang ada di papan.
Kemudian guru menunjukkan bahwa letak titik 2 berlawanan dengan letak titik-titik
(-2) terhadap titik nol, oleh sebab itu -2 disebut lawan dari 2.
Setelah konsep bilangan bulat dipahami siswa, baru kita dapat memberikan operasi
penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

2. CARA MENGAJAR PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT.


Salah satu cara mengajarkan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat
adalah dengan menggunakan alat peraga yang disebut kertas-kertas warna. ( kertas yang
dipotong dengan ukuran yang sama, ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru
tapi boleh warna apa saja, asal 2 warna yang berbeda).
Kertas merah kita anggap sebagai bilangan positif dan kertas biru kita anggap
sebagai bilangan negatif

= Positif

= Negatif

Kemudian guru membuat susunan kertas dua warna, dan siswa diminta untuk meniru
dengan menggunakan kertas 2 warna masing-masing
1) 7 kertas warna merah
5 kertas warna biru
Kertas biru dan merah diletakkan berpasangan.

Susunan kertas warna semacam ini menyatakan bilangan 2 karena 2 buah kertas merah yang
bernilai positif tidak memiliki pasangan.

2) 5 buah kertas warna merah


9 buah kertas warna biru
Di letakkan berpasangan

Susunan kertas tersebut menyatakan bilangan – 4 karena 4 kertas biru yang bernilai negatif
tidak memiliki pasangan.

3) 5 buah kertas warna merah


5 buah kertas warna biru

Menyatakan bilangan nol karena semua kertas warna berpasangan.

Selanjutnya kita menggunakan kertas berwarna untuk mengajarkan penjumlahan dan


pengurangan.

Penjumlahan
4) Misalnya kita hendak mencari hasil penjumlahan -2 + 3 = ……

= 1( sebab satu
kartu merah tidak
berpasangan)

Jadi -2 + 3 = 1

2) 3 + -6 = ………

3 -6

-3

Karena tiga kertas berwarna biru tidak memiliki pasangan.


Pengurangan

Untuk pengurangan apabila menggunakan kertas berwarna memiliki syarat tertentu, jadi untuk
bilangan pertama (yang dikurangkan ) harus menyediakan kartu warna berpasangan sebanyak
bilangan pengurangan, ini tidak berpengaruh terhadap nilai bilangan karena kertas berwarna
berpasangan bernilai nol, brtujuan hanya untuk mempermudah perhitungan.

Contoh:

3 – (-5)

-
Jadi 3 – (-5) = 8 karena kertas warna merah yang tidak berpasangan ada 8.

(-2) – 3 = ……..

0 (-2)

-5

Jadi (-2) – 3 = -5

Karena kertas warna biru yang tidak berpasangan 5.

Selain alat peraga manik-manik atau kartu bilangan, terdapat alat peraga lain yang dapat
dijadikan media untuk menjelaskan operasi hitung pada bilangan bulat yaitu: Tangga Garis
Bilangan, Pita Garis Bilangan, dan Balok Garis Bilangan. Ketiga alat ini lebih cebderung
merupakan alat permainan matematika, dan pada umumnya ketiga alat ini digunakan untuk
mengenalkan atau melakukan operasi hitung dasar pada sistem bilangan bulat. Tangga garis
bilangan terbuat dari triplek yang bentuknya memanjang. Pada potongan triplek tersebut dibuat
skala yang berurutan dan jarak antar skalanya sama. Alat ini disebut tangga garis bilangan, sebab
pada saat menggunakannya harus meniti mistar yang bersklala tersebut. Selanjutnya untuk
memperagakan alat tersebut biasanya diperlukan pemeraga (model) yang diperankan oleh siswa
(siswa melakukan loncatan-loncatan maju ataupun mundur di atas mistar dan setiap loncatannya
mengandung makna atau mewakili bilangan-bilangan yang dioperasikan).

--6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6

B. cara mengajar perkalian dan pembagian bilangan bulat

Mengerjakan perkalian bilangan bulat dapat dikerjakamsecara bertahap. Yaitu:

1. Perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif


2. Perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negative
3. Perkalian bilangan bulat negative dengan bilangan bulat positif
4. Perkalian bilangan bulat negative dengan bilangan bulat negative

Namun dalam makalah ini kami hanya membahas perkalian pada no2,3 dan 4 karena
permasalahan perkalian no 1 sudah dibahas kelompok sebelumnya yaitu pada perkalian bilangan
cacah.

1. Perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negative


Untuk mengajarkannya mula-mula siswa kita ajak melihat kembali pengertian perkalian
yang telah dipelajari yaitu bahwa perkalian adalah penambahan bilangan yang sama
berulang kali. Misalnya 3 x -2 = -2 + -2 + -2 = -6.
Selanjutnya kita bisa mengajak siswa menjawab soal-soal seperti yang ada pada table
berikut

Perkalian bilangan cacah Perkalian bilangan bulat


2x3=6 2 x -3 = -3 + -3 = -6
2x4=8 2 x -4 = -4 + -4 = -8
3x2=6 3 x -2 = -2 + -2 +-2 = -6
3 x 3 =…. 3 x -3 =….+….+…. = ….
3 x 4 =…. 3 x -4 =….+….+…. = ….
3 x 5 =…. 3 x….= -5 + -5 + -5 = ….

Kemudian ajak anak untuk memperhatikan hasil perkalian disebelah kanan dan disebelah kiri.
Ajak anak menarik kesimpulan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui Tanya jawab
dengan siswa. Setelah siswa mengerti kemudian guru dapat menyatakan hubungan tadi
dengan menggunakan lambang.

+ (- ) = (- x )
Soal-soal semacam di bawah ini dapat digunakan untuk melatih keterampilan mengalikan
bilangan cacah dengan bilangan bulat negatif.

(1a) 4 x 5 = (1b) 4 x-5 =

(2a) 5 x = 35 (2b) 5 x = - 35

Untuk mengajarkan perkalian bilangan bulat negatif dengan bilangan cacah kita dapat
menggunakan pola. Misalnya kita hendak mencari hasil perkalian – 3 x 4 = . kita
gunakan pola berikut:
Perkalian bilangan bulat
3x4= isi kotak adalah 12
3x4= isi kotak adalah 8
3x4= isi kotak adalah 4
3x4= isi kotak adalah 0
3x4= isi kotak adalah -4
3x4= isi kotak adalah -8
3x4= isi kotak adalah -12

Gambar 8.6
Ajak siswa berdiskusi untuk mengisi kotak pada gambar 8.6 dan kemudian membuat
kesimpulan. Minta anak untuk memperlihatkan bahwa pengali 4 turun satu-satu
sedangkan hasil kalinya turun empat-empat. Karena dari nol turun satu menjadi -1 dan
dari 0 turun empat menjadi 4, -1 x 4 = - 4.
Kesimpulan dari diskusi ini adalah

- x = (- x )

Ajak siswa untuk menggabungkan kesimpulan ini dengan kesimpulan untuk gambar 8.5
sehingga diperoleh kesimpulan.

x- =(- x ) = (- x )

untuk mengajarkan perkalian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negative anda juga
dapat menggunakan pola. Dengan diskusi atau dialog ajak siswa anda untuk melengkapi pola
perkalian berikut:

3 x-5 = isi kotak -15

2 x -5= isi kotak -10

1 x-5 = isi kotak -5


0 x-5 = isi kotak -0

-1 x-5= isi kotak 5-

-2 x-5= isi kotak 10-

-3 x-5= isi kotak 15-

Kemudian bimbing siswa anda untuk sampai pada kesimpulan

- x- = x

Setelah siswa anda diberi latihan yang cukup, akhirnya mereka dapat anda ajak untuk membuat
kesimpulan berikut:

1) Bilangan bulat posotif kali bilangan bulat positif sama dengan bilangan bulat
positif.

2) Bilangan bulat positif kali bilangan bulat negatifsama dengan bilangan bulat
negative

3) Bilangan bulat negative kali dengan bilangan bulat positif sama dengan
bilangan bulat negative

4) Bilangan bulat negative kali bilangan bulat negative sama dengan bilangan
bulat positif.

5) Bilangan nol kali bilangan bulat sama dengan nol, dan bilangan bulat kali
bilangan nol sama dengan bilangan nol.

Misalnya kita hendak mengajarkan 6 : -2 = ….

Anda dapat menggunakan analogi dari pembagian bilangan cacah yaitu:

Dari kalimat “karena 2 x 3 = 6, 6 : 2 = 3” diperoleh analogi

“karena -2 x -3 = 6, 6 : -2 = -3”
Gambar 8.7 di bawah ini dapat anda gunakan untuk menanamkan konsep
pembagian bilangan bulat negative oleh bilangan bulat positif.

Karena 2 x 3 = 6 6:2=3

2 x -3 = -6 -6 : 2 = -3

4 x -2 = -8 -8 : 4 = -2

x = -15 -15 : 3 =

x = -28 -28 : 4 =

x = -35 -35 : 7 =

Gambar 8.7

Ada kasus istemewa yang perlu anda ketahui dan ajarkan kepada siswa anda
yaitu:

0 : 0 tidak punya arti

x : 0 tidak punya arti

C. Cara Mengajar Relasi Urutan Bilangan Bulat

Setelah siswa memahami konsep bilangan beserta operasi penjumlahan dan


pengurangan maka tiba saatnya bagi anda untuk menyajikan konsep hubungan
antar bilangan bulat. Hubungan itu dapat berupa ketidaksamaan yaitu “kurang
dari” dan” lebih dari”. Bilangan bulat x kurang dari bilangan bulat y bila ada
bilangan bulat positif z sehingga x = y – z.

Lambang untuk kurang dari adala < sedangkan lambang untuk lebih dari
adalah >.

Gambar 8.9 dapat anda gunakan untuk membimbing anak kepemahaman


hubungan (relasi) kurang dari ( < )
x < y jika ada bilangan positif z sehingga x = y – z
3 < 4 sebab 3 = 4 -1 5 < 8 sebab 5 = 8 - 3
-5 < -2 sebab -5 = -2 - 3 -3 < 2sebab -3 = 2 -5
-4 < -1 sebab = - -12 < 1sebab = -
< sebab -10 = 3 - 13 < sebab -7 = -5 - 2

Bimbinglah siswa mengurutkan bilangan bulat dengan menggunakan garis


bilangan. Tetapkan lebih dahulu panjang satuannya dan sebuah titik yang
menyatakan sebuah bilangan tertentu (misalnya 2) pada garis bilangan yang
anda buat di papan tulis. Kemudian tentukan titik-titik yang berjarak 1, 2, 3
dan seterusnya ke kanan dan ke kiri titik 2 tadi. Setelah itu minta siswa secara
bergilir mengisi (melengkapi) garis bilangan tersebut, dengan pedoman
bilangan yang berada lebih lebih ke kiri kurang dari bilangan yang berada
lebih ke kanan. Selain itu sekarang tiba saatnya bagi anda untuk
menyederhanakan lambang yang digunakan yaitu:

LambLambang -x disederhanakan menjadi – x

Lambang x- disederhanakan menjadi x

D 2
C. Cara Mengajar Notasi Ilmiah

Sebelum anda dapat mengajar notasi ilmiah kepada siswa anda, anda perlu
lebih dahulu memberi mereka konsep bilangan berpangkat negatif. Anda
dapat menyajikan konsepbilangan berpangkat negative tersebut dengan
menggunakan pola sebagai berikut:
10000 = 104 104 adalah nama lain dari 10000

1000 = 103 103 adalah nama lain dari 1000

100 = 102 102 adalah nama lain dari 100

10 = 101 101 adalah nama lain dari 10

1= = 100 100 adalah nama lain dari 1

0,1 = = 10-1 10-1 adalah nama lain dari 0,1

0,01 = = 10-2 10-2 adalah nama lain dari 0,01

0,001 = = 103 103 adalah nama lain dari 0,001

Gambar 8.10

Selain gambar gambar 8.10 sampai garis keempat dipapan tulis. Ajak siswa
anda memperhatikan (membaca) baris demi baris. Kemudian minta siswa
untuk memperhatikan pangkat sepuluh dari satu baris ke baris berikutnya.
(pangkat turun satu – satu) setelah itu bersama-sama siswa anda tulis baris ke
5, 6, 7, dan 8. Kegiatan berikutnya member latihan serupa dengan
menggunakan soal pada gambit 8.11 yang mengarahkan siswa untuk
menentukan sendiri cara menulis bilangan dengan cara ilmiah.

1. 0,000001 = 10
2. = 10

3. =2x = 2 x 10

4. 0,0005 = 5 x = 5 x 10

5. = 1,3 x = 1,3 x 10
6. = 1,7 x = 1,7 x 10

7. =1,39 x = 1,39 x 10
Akhirnya katakanlah kepada siswa anda bahwa yang baru saja mereka pelajari adalah
menulis notasi ilmiah bagi sebuah bilangan.
Sebagai contoh:
Notasi ilmiah untuk 0,0012 adalah 1,2 x 10-3

Anda mungkin juga menyukai