Anda di halaman 1dari 15

KAJIAN DAN STRATEGI PENYAMPAIAN PENGUKURAN DI SD SERTA RAGAM

PERMASALAHANNYA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

Matematika 3

Dosen Pembimbing: Drs. Fansuri, M.Pd

Disusun Oleh:

Kelompok 12

Raden Ahmad S. M. Z : A1E307929

Tri Wibowo : A1E 307957

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 PGSD TERINTEGRASI

BANJARBARU

2009
TEKNIK MENGAJAR PENGUKURAN

A. PENDAHULUAN

1. Perbandingan : Setiap Pengukuran Didasarkan pada Perbandingan


Jenis
Contoh Perbandingan Ukuran Sama
Pengukuran
Panjang Mana yang lebih panjang Dua ruas garis AB dan CD
dihimpitkan. Jika ujung-ujungnya
saling berhimpitan, maka kedua
ruas garis itu sana panjangnya.

Luas Apakah luas A yang diletakkan di Dua daerah dikatakan sama


atas kertas B mempunyai luas luasnya jika masing-masing dapat
yang lebih atau kurang dari luas menutup dengan tepat daerah
kertas B lain.

Isi Objek A ataukah objek B yang Dua objek dikatakan mempunyai


mempunyai isi lebih besar ? isi yang sama bila keduanya
menempati besar ruang yang
sama.

Berat Mana yang lebih berat ? Dua objek dikatakan mempunyai


berat yang sama bila keduanya
ditarik oleh bumi dengan besar
gaya yang sama

Nilain uang Objek mana yang lebih berharga Dua objek dikatakan bernilai
uang yang sama bila jumlah nilai
jualnya sama.
Waktu Siapa yang memerlukan waktu Jika dua kejadian berangkat
lebih sedikit untuk mencapai bersama dan berakhir bersama,
garis finis ? maka dua kejadian itu
memerlukan waktu yang sama.

Perbandingan tidak dapat dibuat secara langsung, maka diperlukan suatu objek
untuk membandingkan dua keadaan tertentu. sering ditemukan persoalan persamaan
dan ketidaksamaan dua hasil pengukuran. Dalam hal ini, perlu dibantu oleh objek
lain untuk mengukur yang disebut dengan satuan dasar pengukuran.

2. Satuan (Tidak Baku)


Penentuan nilai kuantitatif hasil pengukuran memrlukan penggunaan satuan. Satuan
yang dapat dipilih tergantung dari jenis pengukuran yang akan dilakukan. Misalnya,
pengukuran panjang dapat dilakukan dengan jengkal, dengan langkah, dengan
sepotong kayu, atau dengan yang lain.
Jenis Satuan tidak Baku
Panjang Jarum Paku Lidi
Luas Kertas Tegak Perangko
Isi Bola Gelas Kotak
Berat Batu bata Buku Tutup botol
Nilai uang Tas Pensil Gula-gula
Waktu Nyala lilin Pengosongan air Bandul

Karena kemajuan teknologi, komunikasi antar manusia memerlukan adanya satuan,


misalnya komunikasi lewat surat dan komunikasi lewat telepon.

3. Satuan Baku
Setiap pengukuran mempunyai satuan baku. Berikut ini adalah daftar satuan baku
yang serin kita jumpai :
Jenis Satuan Baku
Panjang Inci Mil Meter
Kaki Sentimeter Kilometer
Yard
Luas Inci persegi Meter persegi Are
Hektar Sentimeter persegi Kilometer
Kaki petsegi Segi Persegi
Isi Liter Gelas Botol
Milliliter Sendol makan Sendok the
Berat Kilogram Gram Ons
Ton Kuintal
Nilai uang Rupiah Dollar Real
Mark Peso lire
Waktu Detik Menit Jam
tahun windu abad

4. Skala
Skala adalah suatu cara atau alat untuk menggabungkan satuan sehingga kelipatan
satuan dapat dilakukan dan ditentukan dengan cepat.

Jenis Pengukuran Contoh Perbandingan


Panjang Penggaris
Luas Alat tempat pemotong kertas
Isi Gelas ukur
Berat Alat penimbang berat badan
Nilain uang Lima rupiah
Sepuluh rupiah
Dua puluh rupiah
Waktu skala
5. Pengukuran Langsung dan Pengukuran tidak Langsung
Beberapa cara pengukuran tidak langsung yang telah digunakan manusia.
Jenis
Contoh Perbandingan
Pengukuran
Panjang Radar dapat digunakan untuk menentukan jarak
Luas Kertas millimeter
Isi Penurunan ketinggian air dalam gelas
Berat Penimbangan berat badan denga timbangan skala
Nilain uang Kartu kredit
Cheque
Waktu Penggunaan alat radioaktif untuk menentukan umur batu atau
fosi;

Ketika siswa mulai mengadakan pengukuran secara langsung dan tidak langsung
maka akan ditemukan satuan-satuan yang besarnya berbeda untuk jenis pengukuran
tertentu. Mereka akan mengetahui bahwa makin kecil satuan pengukuran maka
makin besar tingkatan ketelitiannya. Mereka juga akan mengetahui bahwa
pengukuran itu tidaklah eksak tetapi hanyalah merupakan pendekatan.

6. Konversi
Terdapat dua jenis konversi yang harus diajarkan kepada siswa SD. Jenis konversi
utama yang perlu diajarkan adalah nilai nol pada jenis satuan tertentu sama dengan
nilai nol pada jenis satuan lain. sebagai contoh, nol sentimeter sama dengan nol
meter. Bila dua satuan pengukuran mempunyai nilai nol persekutuan dan bila
keduanya mempunyai skala hubungan yang linier, maka konversi dari satu unit
(satuan) ke satuan yang lain dapat dicapai dengan menggunakan pendekatan
perbandingan. Maka dapat mengkonversika 8 meter ke sentimeter dengan cara
sebagai berikut :
100 cm perbandingan konversi dasar
1m
100 p
1 8 100 x8 p
p 800
Jadi 8 m = 800 cm
Konversi yang banyak dijumpai siswa sekolah dasar berkaitan dengan perbandingan.
konversi yang bukan perbandingan dibatasi pada konversi suhu (terperatur).

7. Penerapan Aturan Penggabungan


Daftar berikut memberikan gambaran bagaimana menggambarkan enam jenis
pengukuran untuk mendapatkan pengukran-pengukuran yang baru.
Panjang Luas Isi Berat Nilai Waktu
uang
Kecepatan x x
Tekanan x x
Harga x x
Aliran x x

Meskipun penerapan aturan penggabungan dikembangkan secara luas setelah


sekolah dasar, terdapat banyak pengakjian aturan penggabungan yang dapat
diberikan ditinggalkan sekolah dasar, beberapa diantaranya adalah :
Contoh
Harga nilai uang per penjang Seratus tali yang harganya 200 rupiah per meter

Harga nilai uang per luas Selembar kain yang harganya 500 rupiah per
meter persegi
Harga nilai uang per isi Harga bensin premium 450 rupiah per liter

Harga linear per waktu Mobil yang bergerak dengan kecepatan 30 km per
jam
B. MENGEJAR WAKTU

Secara umum siswa perlu diajarkan membaca jam. Dalam hal ini diharapkan
untuk membuat sendiri gambar jam dengan skala waktu menurut kemauan mereka.
Pengembangan setengah jam, seperempat jam, selang lima menit, menit-menit
menjelang dan menit-menit setelah semuanya dilakukan setelah penjelasan konsep jam.
Hal-hal yang perlu diajarkan misalnya “ lima belas menit berturut-turut disebut
seperempat jam”, atau “tiga puluh menit berturut-turut disebut setengah jam”.

Secara bertahap guru memperluas konsep waktu ke hari, minggu, bulan, tahun
dan seterusnya. Perluasan konsep pengukuran waktu juga perlu dikaitkan dengan
pengukuran yang lain, misalnya tahun cahaya sebagai jarak yang ditempuh sinar
matahari dalam satu tahun, kilometer per jam sebagai ukuran baku kecepatan, dan
sebagainya.

Mengkaji konsep tersebut diperlukan alat bantu pendorong yang bermanfaat


dalam mengkaji konsep pengukuran waktu :

1. Sekumpulan banyak jenis model jam


2. Demonstrasi penggunaan model-model jam
3. Permainan yang dapat mengidentifikasi peranan pengukuran dalam periode sejarah
tertentu
4. Kegiatan-kegiatan yang mengajak anak untuk dapat menceritakan waktu
5. Permainan-permainan yang melihatkan anak untuk kreatif menggunakan pengukuran
waktu
6. Majalah dinding yang menampilkan potongan Koran atau majalah tentang peranan
waktu di masyarakat
7. Penelusuran sejarah pengukuran waktu oleh anak

C. MENGAJARKAN PENGUKURAN LINEAR

Sebelum masuk sekolah, anak telah dapat membedakan panjang dari objek-
objek tertentu, misalnya berkaitan dengan lebih panjang, lebih pendek, lebih tinggi, lebih
rendah, lebih dekat, dan lebih jauh.
Meskipun anak telah mempunyai pengalaman dalam membedakan panjang anak
masih memerlukan bantuan dalam memperbaiki kesalahan konsep yang dimilikinya.
Guru perlu mendemonstrasikan cara membandingkan penjang dengan meletakkan sisi
dengan sisi, atau dengan menggunakan perantaraan alat lain seperti nilai tali, potongan
kertas, atau penggaris.

Guru perlu menjelaskan dan mendefinisikan pengertian benda yang sama


panjangnya. Konsep “sama” ini penting dan memerlukan pengembangan yang hati-hati.
Konsep tentang jarak terpendek antara dua titik sebagai ukuran ruang garis dan ujung-
ujung kedua titik itu, serta konsep tentang perbandingan tegak untuk membandingkan
tinggi, merupakan dua hal yang harus dikembangkan oleh guru.

Cara yang terbaik untuk menjelaskan konsep-konsep tersebut dengan


menggunakan demonstrasi. Jarak terpendek antara 2 titik dapat mendemonstrasikan
dengan tali. Setelah anak memahami pengembangan konsep satuan dan skala. Sekali
lagi, anak perlu dorongan untuk mengambil atau memilih sembarang satuan.

Untuk mengajarkan benda-benda yang “tidak lurus” misalnya keliling lingkaran,


guru hendaknya dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya sehingga anak dapat
mengembangkan kemampuannya untuk secara kreatif dapat menyelesaikan masalahnya.
Guru hendaknya mendorong anak untuk dapat mencari sendiri cara mengukurnya.

Alat ukur berputar juga perlu diajarkan kepada anak dalam rangka
mengembangkan konsep dan keterampilan pengukuran. Meskipun alat ukur ini
umumnya berupa lingkaran, guru dapat membuatnya tidak berupa lingkaran.

Pengukuran jarak dan panjang dalam keadaan sehari-hari tidak perlu


menggunakan penggaris. Radiasi, laser, gelombang radio dan gelombang suara adalah
bentuk satuan-satuan lain untuk mengukur jarak, tinggi dan panjang.

Pengukuran linear baku yang diajarkan pada anak yaitu dengan inci, kaki,
sentimeter, meter dan sebagainya. Disamping itu dibiasakan dengan pengukuran tertentu,
anak juga dibawa untuk “merasakan” apa makna dari pengukuran.

Salah satu sistem pengukuran yang banyak digunakan adalah system matrik.
Sistem ini seacra luas dipakai dalam ilmu pengetahuan karena dipandang lebih sederhana
dan lebih mudah bila dibandingkan dengan system lainnya.
Meter adalah satuan dasar pengukuran panjang dalam system mertik yang lain
dapat dikonversikan ke satuan meter, misalnya :

1 miriameter = 10000 meter

1 kilometer = 1000 meter

1 hektameter = 100 meter

1 dekameter = 10 meter

1 meter =

1 desimeter = meter

1 sentimeter = meter

1 milimeter = meter

Di dalam pengembangan konsep sistem matrik, hal penting yang perlu


diperhatiakan adalah pengembangan satu meter, satu sentimeter, 1 milimeter, 1 kilometer
dan seterusnya, dkkaitkan dengan panjang atau dari benda-benda yang ada di sekeliling
anak.

Pengalaman mengkonversikan satu system pengukuran ke system pengukuran


yang lain dapat mengembangkan rasa berbagai jenis satuan. Pendekatan perbandingan
merupakan cara yang sesuai untuk mengkonversikan sistem-sistem satuan yang
mempunyai harga nol yang sama (harga nol yang tidak dapat dijumapi dalam
pengukuran temperature atau pengukuran waktu setengah-hidup atom, yang mana
perhitungan dapat dilakukan dengan skala eksponensial).

D. TEKNIK MENGAJAR LUAS

Teknik menentukan luas dapat dilakukan dengan tahap awal sebagai berikut
yaitu dengan memilih satuan pengukuran, sebaiknya anak diberi kesempatan untuk
mencoba berbagai jenis satuan, baik yang berupa daerah lingkaran satuan, daerah segi
banyak satuan, atau daerah tak simetris satuan. Guru perlu mengarahkan anak sehingga
anak dapat melihat bahwa daerah lingkaran kurang baik untuk mengukur luas karena
adanya permukaan yang tidak dapat ditutupnya.

Dalam pengukuran linear kita dapat melakukan sampai dengan penelitian

satuan. Dalam pengukuran luas, ketelitian hanya dapat dicapai di antara banyaknya
satuan dalam permukaan dan banyaknya satuan penutup seluruh permukaan.

Alat bantu mengajar yang berguna dalam mengukur luas adalah lembaran tipis
berkotak bujur sangkar dengan berbagai ukuran. Tentunya kertas tipis ukuran ini dapat
dengan mudah diletakkan di atas gambar yang dicari luasnya. Cara yang lebih baik
adalah menggunakan beningan (transparansi) plastik.Guru perlu mendorong siswanya
agar mereka dapat menceritakan cara menentukan luas.

Setelah anak mempelajari konsep-konsep satuam jenis satuan skala, guru perlu
mengajarkan satuan baku yaitu cm persegi, meter persegi, are, hektar, dan sebagainya.
Perlu ditekankan pula pentingnya hubungan dalam sistem metrik yang berkaitan dengan
kelipatan desimal dalam meter persegi :

100 meter persegi = 1 are

1000 meter persegi = 1 hektar

Pendekatan perbandingan sangat membantu dalam konversi pengkuran.

Melukiskan beberapa perbandingan yang berguna dalam konversi system lain


dan sebaliknya.

6,45 cm persegi – 1 inci kuadrat ; cm persegi - ∆ inci kuadrat


0,093 m persegi – 1 kaki kuadrat ; cm persegi - ∆ kaki kuadrat

Bila mengajarkan system metric, tekanan adanya konversi dengan bentuk


kelipatan, misalnya 2,5 cm persegi menjadi 2,5 x 0,0001 m persegi

Selanjutnya mengembangkan konsep luas ini ke dalam bangun geometri.


Misalny jika luas bujur sangkar dipakai sebagai satuan, maka dengan mudah dapat
diketahui bahwa luas persgi panjang sama dengan p x l (banyak baris kali banyak kolom
setiap baris).
Menjelaskan bagaimana memotong bangun jajaran genjang dibentuk ulang
menjadi persegi panjang sehingga dapat ditekankan bahwa jajaran genjang = a x t.

Dengan jalan yang sama, yaitu menunjukkan hubungan luas segitiga dengan
luas jajaran genjang. Tentunya dapat juga menggunakan cara pemotongan bangun
segitiga untuk memperoleh rumus luas segitiga = x a.t

Langkah 1 Langkah 2

Tiang h
h

Alas b

Luas segitiga = x at

E. MENGAJARKAN PENGUKURAN ISI

Pengalaman awal yang perlu diberikan kepada anak dalam pengukuran isi
adalah membuat perbandingan isi, yaitu berkaitan dengan “lebih dari”, “kurang dari”, da
“sama”. Perbandingan semacam ini dapat dilakukan dengan menggunakan gelas minum,
bola, kaleng, yang semuanya diusahakan untuk membandingkan kesadaran intuitif
tentang isi.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan ide satuan isi
adalah pemindahan air. Dengan mengidentifikasi satuan isi sebagai jumlah air yang
dipindahkan oleh kelereng pertama, dapat membandingkan isi dari berbagai objek
terhadap kelereng satuan. Cara ini dapat digunakan untuk menentukan isi dari objek-
objek yang bentuknya tidak beraturan, misalnya perhiasan, batuan, dan sebagainya.
Dapat pula dengan model kotak yang disusun dengan satuan kubus. Setelah
kotak dibuat, sejumlah satuan diisikan ke dalamnya untuk mengetahui isi kotak.

Dengan menggunakan model kotak satuan kubus, guru dapat mengembangkan


pemahaman isi untuk menemukan generalisasi aturan umum dalam menentukan isi kotak
: p x l x t.

A 1 1 1 1
B 2 2 2 8
C 2 3 2 12
D 4 5 2 40

Mintalah kepada siswa untuk melihat tabel dan mencari hubungan antara
panjang, lebar, tinggi, dan isi. Model kegiatan ini secara tidak langsung dapat digunakan
mencari isi kotak pejal (padat) dengan mengukur panjang, lebar, dan tingginya, dan
dengan perhitungan isi = p x l x t.

Dengan membawa anak ke banyak cara mencari isi, telah memberikan


kesempatan kepada anak untuk menghargai kerumitan pengukuran isi penerapan sehari-
hari. Anak dapat mengkaji satu atau lebih masalah berikut ?

1. Bagaimana caranya seorang tukang kayu dapat memperkirakan jumlah kayu yang
diperoleh dari sebatang pohon ?
2. Bagaimana caranya seorang penambang dapat memperkirakan jumlah emas yang
dihasilkan ?
3. Bagaimana caranya seorang pemilik pebrik mobil dapat memperkirakan banyak baja
yang perlukan oleh sebuah mobil ?
4. Bagaimana caranya seorang pemborong jalan dapat mengetahui banyaknya tanah
yang diperlukan untuk mengisi jalan ?
Sementara anak mempelajari hakikat isi, peranan satuan baku juga perlu
dikembangkan. Pengalaman awal yang perlu ditanamkan adalah adanya ragamsatuan
baku dan pemilihan satuan baku yang sesuai untuk mengukur objek tertentu.

Hal lain yang perlu diperhatikan guru adalah pengembangan konversi umum
pengukuran yang dijumpai sehari-hari. Tetapi penting juga mengajak anak memperluas
pemahaman pengukuran isi sehingga di masa mendatang anak dapat
menginterpretasikan dan menstranlasikan dari sebuah pengukuran lain atau dapat bekerja
dengan satuan tertentu yang belum pernah dikenalnya.
Masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam penyampaian pengukuran antara lain sebagai
berikut :

1. Berdasarkan pengamatan, anak biasanya binggung tentang pengertian keliling dan


luas. Mereka umumnya hanya menghafal rumus untuk mencari keliling atau luas.
Akibatnya, ada anak yang menentukan panjang keliling suatu bidang tetapi dengan
menerapkan rumus untuk mencari luas, atau sebaliknya mereka menentukan luas
suatu bidang tetapi dengan menerapkan rumus keliling bidang tersebut.
2. Siswa hanya menghafal rumus luas tanpa memahami makna apa itu luas dan tidak
tahu darimana asal luas.

Pemecahan masalah :

1. Untuk mencagah anak binggung pengertian tentang keliling dan luas, mungkin
sebaiknya kita jelaskan apa itu keliling. Mengukur keliling suatu bidang berarti
mengukur panjang yang mengelilingi bidang tersebut. Setelah anak paham berilah
mereka kesempatan untuk mengukur keliling bidang dari benda-benda di sekitar
mereka dengan menggunakan penggaris centimeter. Misalnya keliling dari sampul
buku, keliling dari permukaan meja. Mereka juga dapat dilibatkan untuk melakukan
pengukuran keliling dari kelas, lapangan olah raga, atau tempat-tempat lain disekitar
sekolah dengan menggunakan pita meteran. Setelah anak melakukan kegiatan-
kegiatan seperti tersebut dan mereka paham apa yang disebut keliling, mereka baru
digiring untuk menemukan rumus keliling persegi, persegi panjang, segitiga sama sisi,
dan seterusnya.
2. Berdasarkan kurikulum matematika, sewaktu disekolah dasar anak mempelajari
rumus untuk menentukan luas permukaan. Yang perlu diingat adalah bahwa berilah
kesempatan anak untuk menentukan luas permukaan suatu bangun dengan
menggunakan benda-benda kongkrit yang mengarah untuk menentukan rumus luas
permukaan sehingga anak tidak hanya menghafal rumus tanpa tahu dari mana asalnya.
Misalnya dalam mentukan luas permukaan benda yang berbentuk persegi, sediakan
berbagai karton yang berbentuk persegi yang telah ditandai persegi kecil satuan
sebagai satuan sentimeter persegi.
Mintalah anak untuk menentukan luas permukaan suatu bangun yang berbentuk
persegi yang tersedia tersebut dengan menghitung banyaknya persegi satuan.
Mintalah mereka untuk mengukur panjang sisi persegi tersebut.
Tanyakanlah pada mereka, apa yang dapat mereka katakan tentang hubungan
antara luas dan panjang sisi persegi tersebut
Dengan prosedur yang sama seperti diatas, mintalah anak untuk menentukan luas
persegi yang lain dengan menghitung banyaknya persegi satuan. Kemudian
mengukur panjang sisinya, setelah itu tanyakan pada mereka hubungan antara luas
dan panjang sisi.
Mintalah anak untuk bekerja dengan menggunkan persegi-persegi lain.
Berilah anak arahan untuk menentukan rumus luas persegi, mintalah mereka
untuk menjelaskan rumus persegi tersebut. Kemudian salah seorang maju
menjelaskan di depan teman-temannya. Teman-teman lain menanggapi. Akhirnya
mereka menemukan rumus luas persegi adalah, L= s x s, L menatakan luas dan s
menyatakan sisi.
Kegiatan ini dapat diulang dengan memberikan tugas kepada siswa menggambar
berbagai bangun pesegi pada keras berpetak dan pengulang prosedur seperti
diatas. Tentu saja dalam hal ini satuan luasnya adalah satuan persegi yang telah
tercetak pada kertas berpetak tersebut.

Dengan kegiatan yang serupa dengan di atas. Anda dapat mengarahkan bagaimana
menentukan rumus luas permukaan bangun yang berbentuk persegi panjang. Anak
hendaknya memahami bagaimana proses menentukan luas persegi panjang. Mereka
tidak hanya dapat hafal bahwa rumus luas persegi panjang dapat diperoleh dari
mengalikan panjang dan lebar persegi itu, tetapi mereka benar-benar paham proses
bagaimana memperolah rumus tersebut.

Anda mungkin juga menyukai