Aku Dan Mamaku

Pagi itu aku pulang sekolah lebih awal, karena memang minggu ini kami menjalani ujian semester 2 untuk kenaikan kelas 3 SMU. Sesampai dirumah nampak sebuah mobil sedan putih parkir didepan rumah. Siapa ya ? dalam hatiku bertanya. Padahal mama hari ini jadwalnya tennis. Untuk menghilangkan penasaranku segera kumasuki rumah. Ternyata di ruang tamu ada mama yang sedang berbincang dengan tamunya. Mama masih menggunakan pakaian olah raganya, sedangkan tamu itu masih berpakaian kerja dan berdasi. “Sudah pulang sekolahnya ya sayang” Tanya mama padaku. “Oh iya, ini perkenalkan om Ari relasi bisnis papamu, kebetulan pulang tennis tadi ketemu, jadi mama diantar pulang sekalian”. Kami saling berjabat tangan untuk berkenalan. Mereka kutinggalkan masuk kekamarku untuk berganti baju seragam sekolah. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku perempuan melanjutkan sekolah SMU-nya di kota “M” dan tingalnya indekost disana. Alasannya karena mutu sekolahnya lebih baik dari yang ada dikotaku ( padahal daripada tidak naik kelas dan jadi satu kelas denganku ). Jadi tinggal aku sendirian yg menemani mamaku, karena papa sering pergi ke luar kota untuk melakukan kegiatan bisnisnya. “Indra, tolong kesini sebentar sayang.” tiba-tiba terdengar suara mama memanggilku. “Ya ma !” aku segera beranjak untuk menemui mama di ruang tamu. “Om Ari mau minta tolong di belikan rokok ke warung sayang” pinta mama. Aku segera mengambil uang dan beranjak pergi ke warung untuk beli rokok. Sepulangnya dari warung tidak kutemui mama maupun om Ari di ruang tamu, padahal mobil om Ari masih parkir di depan rumah. Rokok kuletakkan di meja tamu lalu kutinggalkan kembali ke kamarku. Melewati kamar mama nampak pintu sedikit terbuka. Dengan rasa penasaran kuintip melalui celah pintu yang terbuka tadi. Didalam kamar nampak pemandangan yang membuat jantungku berdegup kencang dan membuatku sering menelan ludah. Nampak mama yang telanjang bulat tidur di atas ranjang dengan om ari menindih dan mengulum payudara mama tanpa menggunakan celana lagi. Dengan gerakan teratur naik turun menyetubuhi mamaku. Sambil mengerang dan meggeleng ke kiri dan kekanan, nampak mamaku menikmati puncak dari birahinya. Tak lama kemudian nampak om Ari mengejang dan rubuh diatas pelukan mama. Mungkin sudah mengalami orgasme. Tanpa sengaja dengan wajah kelelahan mama melihat kearah pintu tempat aku mengintip dan mebiarkan aku berlalu untuk kembali ke kamarku. Sesampainya di dalam kamar pikiranku berkecamuk membayangkan pemandangan yang baru kulihat tadi. Takterasa tanganku melakukan aktifitas di penisku hingga mengeluarkan cairan yang membuatku merasakan kenikmatan sampai aku tertidur dengan pulas.

Malam harinya aku belajar untuk persiapan ujian besok pagi. Tiba tiba pintu kamar terbuka. “Sedang belajar ya sayang” nampak mama masuk kekamarku menggunakan daster tidur. “Iya ma, untuk persiapan ujian besok pagi” mamaku duduk di ranjangku yang letaknya dibelakang meja belajarku. “Kamu marah sama mama ya ?” tiba tiba mama memecahkan keheningan. “Kenapa harus marah ma ?” tanyaku heran. “Karena kamu sudah melihat apa yang mama lakukan dengan om ari siang tadi”. “Enggak ma, memangnya om Ari telah menyakiti mama ?” aku balik bertanya. “Enggak, malah om Ari telah memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu. Papamu kan sering keluar kota, bahkan mama dengar papamu punya istri muda lagi.” “Kenapa mama diam saja ?” tayaku. “Yang penting bagi mama segala keperluan kita terpenuhi, mama tidak akan mempermasalahkan itu.” “Kamu mau membantu mama sayang ?” tiba tiba mama memelukku dari belakang. Dapat kurasakan payudaranya yang ukurannya sedang menempel di punggungku. “Menolong apa ma ?” jawabku dengan suara bergetar dan sesekali menelan ludah. “Memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu.” “Tapi, aku kan anakmu?” “Kamu kan laki-laki juga, jadi kalau kita sedang melakukannya jangan berpikir kalau kita ini adalah ibu dan anak.” sambil berkata begitu tiba tiba mamaku sudah memegang batang penisku yang sudah menegang dari tadi. “Wow, ternyata punyamu besar juga ya” goda mamaku, aku jadi tersipu malu. Tiba tiba mamaku mengeluarkan penisku dari celana pendek yang kupakai, kepalanya mendekati penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sambil mengocok ngocok dan memainkan lidahnya di ujung penisku. Kurasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan, tiba tiba “crot…crot. .” keluar cairan kenikmatan yang langsung ditampung mulut mama. “Yah, sudah keluar deh, padahal mama belum kebagian” kata mamaku sambil menelan cairan sperma yang ada dalam mulutnya. Aku jadi malu sendiri, maklum yang pertama kali kulakukan. “Pindah ke ranjang yuk” ajak mamaku sambil berdiri menuju ranjangku. Aku ngikut aja bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Mamaku tidur terlentang diatas ranjang masih menggunakan dasternya. Ketika kakinya diangkat agak ditekuk tampak mem*k mamaku yang dikelilingi bulu halus itu terbuka. Ternyata mamaku tidak memakai celana dalam dibalik dasternya. Membuat dadaku jadi berdebar debar melihat pemandangan yang indah itu. “Ayo kesini!” kata mamaku sambil menarik turun celana kolor yang aku pakai. Dasar si kecilku nggak bisa melihat barang aneh, langsung terbangun lagi. “Nah, itu sudah bangun lagi.” seru mamaku. Kudekati bagian pangkal paha mamaku, tercium olehku aroma yang keluar dari mem*k mamaku yang membuaku makin terangsang. Sambil perlahan kusibak belahan lobang kenikmatan yang didalamnya berwarna merah jambu itu. Kujilat cairan yang keluar dari dalamnya, nikmat rasanya.

“Teruskan indra, jilati bagian itu” lenguh mamaku yang merasakan kenikmatan. Kujilat dan terus kuhisap cairan yang keluar sampai tak bersisa. Setelah sekian lama bermain didaerah vagina mamaku, kuangkat kepalaku dari jepitan paha mamaku. Kulihat mamaku sudah tergolek tanpa selembar benangpun yang menutupi tubuhnya. Mungkin waktu asyik bermain dibawah tadi, mamaku mulepaskan daster yang dikenakannya. Kubuka kaos yang sedang kupakai, sehingga kami sama-sama dalam keadaan telanjang bulat. Kudekati tubuh mamaku sambil perlahan lahan kutindih sambil menghujani ciuman ke bibir mamaku. Kami berciuman sambil memainkan payudara mamaku, kuremas remas dan kupuntir puting payudara yang dulu menjadi sumber makananku pada waktu masih bayi. Tangan mamaku sudah memegang batang penisku dan dibimbingnya kearah lobang kenikmatannya yang sudah basah. “Tekan sayang…” pinta mamaku. Dengan ragu-ragu kutekan penisku dan bless menancap masuk ke lobang vagina mamaku yang sudah licin. Oh..nikmatnya, sambil kutarik keluar masuk kedalam lobang kenikmatan itu. Desahan napas mamaku semakin membuat aku terpacu untuk mempercepat irama pemompaan batang penisku kedalam lobang kenikmatan mamaku. Tak lama kemudian… “Oh, aku sudah sampai sayang, kamu benar benar hebat”. Terasa lobang kenikmatan mamaku bertambah basah oleh cairan yang keluar dari dalam dan menimbulkan bunyi yang khas seirama keluar masuknya batang penisku. Tiba-tiba mama mencabut batang penisku, padahal sedang keras-kerasnya. “Sebentar ya sayang, biar ku lap dulu lobangya, sambil kita rubah posisi.” Disuruhya aku telentang dengan batang penis yang tegak hampir menyentuh pusarku. Mamaku jongkok tepat diatas batang penisku. Sambil membimbing batang penisku memasuki lobang kenikmatan yang sudah mongering karena di lap dengan ujung kain daster, ditekannya pantat mamaku hingga bless, kembali si kecilku memasuki goa kenikmatan mamaku, meskipun agak seret tapi rasanya lebih enak, sambil perlahan lahan diangkatnya naik turun pantat mamaku, yang membuat aku jadi tambah merem melek. Lama kelamaan jadi tambah licin dan membuat semakin lancarnya batang penisku untuk keluar masuk. Semakin cepat irama naik turunya pantat mamaku, tiba tiba tanganya mencengkeram kuat dadaku dan… “Aku sudah sampai lagi sayang” desah mamaku. Tubuhnya melemah dan menghentikan irama naik turun pantatnya. Tubuhnya mengelosor telentang disampingku, dan membiarkan batang penisku masih tegak berdiri. ” Aku sudah tidak sanggup lagi sayang, terseah mau kamu apain saja ” kata mamaku pelan. Aku hadapkan mamaku kekiri, sambil kuangkat kaki kanannya hingga nampak tonjolan lobang vaginanya mulai terbuka. Kumasukkan batang penisku lewat belakang sambil perlahan lahan ku pompa keluar masuk kedalamnya. Irama pemompaanku makin lama makin kupercepat sampai akhirnya tubuhku mengejang hendak mengeluarkan peluru cairan dari lobang penisku, dan crot… crot…crot muntahlah lahar dari lobang penisku. Bersamaan dengan itu mamaku mengerang lemah ” Oh sayang, aku keluar lagi “. Batang peniskupun melemah, dan keluar dengan sendirinya dari lobang petualangan. Kamipun tertidur pulas dalam keadan telanjang bulat sambil berpelukan ( kaya telletubis aja ).

Pagi harinya aku terbangun dengan keadaan segar, mamaku sudah tidak ada disampingku. Ku ambil handuk dan kulilitkan menutupi kemaluanku menuju ke kamar mandi. Di ruang makan aku berpapasan dengan mama yang sudah segar bugar habis mandi. Kudekati mamaku dan kucium pipinya dengan mesra, aroma sabun mandi tercium dari tubuh mamaku. ” Semalam kamu hebat sayang, untuk itu mama siapkan telor setengah matang dan susu hangat untuk memulihkan lagi staminamu ” bisik mamaku lembut. Sambil duduk dengan hanya dililit oleh handuk kuminum susu hangat dan kumakan dua butir telur setengah matang dengan kububuhi merica bubuk dan garam. Mamaku mendampingiku berdiri disampingku, karena tercium aroma segar sabun mandi membuat birahiku jadi naik. Perlahan lahan batang penisku berdiri menyibak lilitan handuk yang menutupinya. Mamaku terseyum melihat kejadian itu, sambil dipegangnya batang penisku berbisik ” Nanti siang aja sepulang kamu dari sekolah kita lakukan lagi “. Dengan kecewa aku beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap siap ujian semester di hari terakhir. Tak sabar rasanya untuk segera menyelesaikan ujian hari ini, agar bisa berpetualang penuh kenikmatan

Setelah Pesta Ulang Tahun
Setelah my husband b’day party.. semua berjalan normal, suami gw tetap bekerja seperti biasanya dan gw tetap di rumah. gw gak tau apa hubungannya ama si dini berlanjut ato gak, yg jelas sejak saat itu mas eko sering pulang larut malam bahkan pagi. katanya ada Kerjaan yg gak bisa ditinggal. gw pun mulai sering telepon2an ama tony, walau dia memaksa untuk datang ke rumah gw, gw tetap aja nolak biarpun gw udah pernah janji, alasan gw takut ketauan, dia ngajak ML di luar gw juga tetap nolak, karena gak mau ninggalin rumah dan takut kalo mas eko pulang gw gak ada di rumah.. Paling banter kita phone sex sampe berjam2. gw berupaya nolak dengan berbagai cara.. tapi ditinggal terus menerus bikin gairah gw semakin tinggi…apalagi setiap pulang kantor mas eko selalu menolak berhubungan dengan alasan keletihan.. ntar aja an, wekeend aja ya.. gila seminggu sekali buat pasangan baru nikah..mmh bikin gw pusing… kejadian yg gak disangka2 pun terjadi.. suatu pagi, selasa pagi, setelah mas eko ke kantor. entah setelah pesta itu, gw semakin berani aja berpakaian, gw sering banget gak make bra, kalo keluar kemana2.. karena kompleks rumah kami dekat ama pasar, gw memutuskan untuk ke pasar, hanya make daster, dan itupun tanpa bra.. setelah pulang dari pasar, gw lucuti daster gw, tinggal make CD doank, sambil masak.. selesai masak, gw nyantai nonton dvd semiblue.. Gak lama kemudian bel berbunyi, kontan gw kaget, gw kecilin volumenya, lantas ke belakang ngambil baju handuk trus ke pintu.. pas gw buka ternyata om gw ( adik nyokap gw ). om gw ini emang akrab banget ama gw, bisa dibilang gw ponakan paling disayang lah..hehehe ( maklum imut ), doi emang sering mampir ke rumah. dia sendiri udah berkeluarga anaknya dua, masih kecil2 tapi, dulu sebelum married gw sering banget nginep di rumahnya buat ngurusin anaknya, maklum mereka berdua pada bekerja sebagai PNS, lagian dulu waktu gw masih kecil om gw sering ngurusin gw. om gw di dephankam sedang istrinya di depkominfo… gw kaget aja liat om gw, maklum keadaan gw lagi

sedang ‘in’, eh om.. darimana.. ini tadi dari kantor tapi gak ada kerjaan ya om mampir aja kesini sekalian nengokin kamu, gimana udah isi belom ?.. isi apaan? wong mas eko sibuk melulu. sambil melangkah ke ruang dalam.. ani lagi ngapain nih, baru abis mandi?… baru abis masak, mau juga mandi.. oya om mau makan gak? ani tadi masak udang tuh?.. udah om tadi baru makan di kantor, minum aja deh.. gw lantas kebelakang,buatin kopi. gw balik k ruang tamu, nyediain kopi, otomatis gw nunduk didepan doi, baju handuk gw talinya rada kendor, so doi bisa ngeliat nenen gw.. gw mikir ah biasalah.. doi langsung ngomong.. doi emang blak2an orangnya dan sangat dekat ama gw.. weh udah gede aja itu, sambil matanya tertuju ke payudara gw, dulu waktu kamu masih kecil om yg ngurusin kencing beraknya, gak nyangka sekarang udah besar.. idih om bisa aja, yee lagian dulu om udah liat donkh, ani malah blom liat punyanya om..hihihi.. eh, tambah pintar aja sekarang? gimana kabar papa mama? .. tuh kan paling pintar alihkan perbincangan, baik2 aja kok om.. diminum kopinya.. iya, udah kamu mandi aja sana, om mo liat tv bentar.. gak mau mandiin nih om? tantang gw sambil nyalain tv.. eh kamu mulai berani ya? kan sekarang udah gede, jadi bisa mandi sendiri.. alah bilang aja takut ada yg bangun.. eh nakal kamu ya, awas om bilangin papa loh.. udah sana mandi.. duh lagi malas mandi nih om, kan enak kalo bau keringat gini, lagian kalo ada yg bangun, ntar ani yg beresin deh.. beresin apanya.. ah om masa perlu penjelasan lagi ( om gw biar kulitnya kecoklat2an/hitam tapi badannya tegap banget kayak tentara ) .. beresin baju maksud kamu .. bikin tenang yang bangun lah om gimana sih.. emang kamu bisa tenanginnya.. yaelah om, emang ani masih kecil apa.. siapa yg ngajarin kamu an? Gak ada suami kamu juga kok ngomong2 yg engak2.. nah tuh kan pasti udah mulai tegang tuh, lagian ani jarang gituan om, mas eko sibuk melulu trus sedari kuliah, ani suka terkagum2 ama bodynya om.. ingat gak waktu kita berenang dulu, ani suka meluk om dari belakang kan.. ah kamu bisa aja, sana kamu mandi.. emang abis mandi mau diapain ani?… eh nih anak, biar segar lah… masa sih gak tertarik ama ani om? … hush.. tertarik sih tertarik, tapi ingat kamu kan ponakan saya, masa om tega sih ama ponakan… kalo ani yang mau gimana?.. hush ngaco kamu, udah sana mandi.. gw lantas berdiri, tapi gak ke belakang, gw ke pintu dpan, nutupin pintu trus gw locked, ga balik lagi ke ruang tamu tengah, gw liat om gw lagi nonton tv, gw buka aja tali baju handuk..bluup baju handuknya sekarang gak terikat, trus gw jalan ke depan om gw sambil ngambil remote.. om motornya diparkir disamping kan.. om gw tampak kaget.. an kamu ngapain.. kunci pintu depan om biar aman.. sambil gw lepasin baju handuk gw di depan om gw.. trus ngapain kamu buka handuknya.. lha tadi katanya disuruh mandi gimana sih.. iya kamu kan bisa lepasin di dalam kamar mandi.. lha katanya waktu kecil udah ngeliat punya ani kan.. emang beda ya om sama waktu kecil.. sambil tangan gw nurunin CD gw.. gw benar2 polos, jembi yg sedkit bulunya, ditambah payudara gw yg masih mengkal, kulit putih gw, udah gitu gw naikin tangan gw buat rapihin rambut gw, otomatis bulu2 halus di ketiak gw pun kelihatan.. om gw tambah bengong, tak berkedip ngeliat gw.. gw langsung duduk di sampingnya.. an kkkkaaamu bennnneran nnihh.. gw yg udah ‘in’, langsung aja tangan gw merayap ke paha om gw.. om mau kan puasin ani? kita jaga deh rahasianya..

tau gak dari dulu ani udah pengen ngerasainnya. kan sekarang bukan masa subur..... makanya ani gak mau beranjak. padahal kalo om mau bantuin make baju si layla. inget gak. biar d mobil om bisa liatin punya ani kan... harusnya kan kta berhadapan.. gw udah kuliah semester 7. yg emang gede.sampai si dicky masuk trus teriak papa lagi ngapain..ani tau kalo saat itu om juga udah habis akal. abis gw kulum kontolnya..lalu om kaget. apalagi ani masih make baju renang. abis itu gw jongkok didepan dia. tapi ani tetap gak beranjak. turunin celananya. coba om pikir dalam kamar mandi cowok. trus hitam mengkilat diterpa air. sambil tangan gw turunin resleting baju pnsnya.inget gak waktu kita sering berenang.kenapa om gak mau nyentuh susu ani?. kontol om udah tegang banget..... karena om menghadap ke tembok tapi otomatis gw ngeliat pantat om. padahal om gesek2in punya om persis di belahan pantat ani.terbukti pas di mobil ani duduk depan.ingat gak?. maksud om apaan.pasti om tau ani juga menikmatinya... padahal om tau ada gw disitu. tangan om megang pinggul ani sambil om terus gesek2in kontol om di pantat ani. trus om suruh dicky tunggu di luar. ani sengaja goyang2in pantat. tapi karena sepi dan butuh org buat ngurusin mereka. bajunya doi lepas tangan gw masih ngocokin kontolnya. om nyuruh gw mandiin diki dan layla. tau gak om ani sampe ngumpet dalam hati... makanya pas pulang waktu di mobil. gw mainin lidah gw di ujung kontolnya. trus waktu di kamar mandi. malah ani bantu om kan. udah gitu om suruh layla tunggu di luar. dan om semakin cepat nusuk pantat ani. karena ani tau om konak. udah gitu kita perginya siang jam 2an. dari telur. yang tembem itu. tapi ani sama sekali gak protes kan. sambil ddempetin punya om kan... berempat ama diki dan layla ( kedua anaknya yg masih sd kls satu dan tk ). waktu om udah gak nahan lagi.untung kamar mandinya gak ada pintu.om ngeliatin aja meqi ani… tangan gw udah ngocok2in kontol om gw. kontol om gede banget. gw .. ani sengaja make rok mini tanpa $$CD. tapi om seolah cuek aja.. ani tau om. trus gw peluk om dari belakang abis tubuhnya sexy abis sih. yg cuman celada dalam dan bra gitu. waktu tante gak bisa ikut.. sekarang om gakperlu canggung karena ani udah dewasa dan kita sama2 mau kan?. berurat dan hitam kecoklat2an .cepat2 masuk ke kamar kecil. ani tau om tanggung... iya sih waktu itu gw gak ngeliat kontol om. iyaaaa nnni tapi kalo kamu hamil gimana? jgn takut om. baju renang ani emang sexy. om cuma ngelilit handuk doankh di pinggang trus berbalik.. gak ada lampu dan kita sedikit terbantu dengan suasana sepi. tapi om gak juga mau nyingkirin handuk. tangan om sampai meluk perut ani. om gw mulai horny. udah gitu om pura2 berdiri di belakang ani. panjang. mandi. ani ngerasa ada yang keras banget di belahan pantat ani. gila pasti besar banget nih. kolam renangnya masih sepi banget. langsung gw isap kontolnya. ani ngeliat bagian depannya kok nonjol banget. yg jelas saat itu gw kan udah gak kecil lagi. padahal itu kan kamar mandi cowok. ani narik naik rok ani. ani kan dengar suara om udah ngos2an..... keras. waktu pura make-in baju buat dicky... trus om buka celana renang om sambil menghadap ke tembok..udah gitu om julurin tangan alasan buat megang baju si layla padahal om nyenggol toket ani kan. om bisa leluasa ngeliat buah dada ani kan.. cowok hanya make handuk megang pinggul cewek yg hanya make baju renang berduaan sendirian. abis itu. gak bakal.. lagian banyak dokter ahli kan….. tangan gw langsung remas2 kontolnya.

. dan kita terkulai lemas…makasih om..suka omm…om juga suka meqi ani. ani mau kontol om.. enak ommm.om gw lalu berbalik suruh gw balik badan..gak papa om.. gw ikutin ke belakang. pintu ada yg gedor…. kamu dimana ? nnneennnnggak. tangannya mainin susu gw. mampir aja kok…o ya udah. ngapainn.... kontol om gede banget. enak an? . bluuupp. emang punya tante gak om. gak lama kemudian. bye too….... om terus omm. ke perut gw. gak kok aakku di di rumah anii.... kan kontol om hitam. gak lama kemudian telpon berdering. om gw lalu menunduk.. iya ponakan sayang.. ntar sore aja telpon lagi ya mas.. ganti posisi. aaannnnniiii oomm tumppaahhh. gw jilatin sampe ke dubur2nya.. ah mas eko gak ada apa2nya om..doi mendesah di telepon. gw cepat2 jongkok..... lebih putih suami kamu kan. gw langsung kulum mulut om gw…pantat gw pas diatas kntolnya. turun ke pusar.... sampai di kamar mandi gw jongkok di pantatnya. ngeliat kontol om gw yg udah pada ngaceng llagi. abis diremas2. masukin kontolnya yg udah tegang pelan2.... doi jilatin susu gw. om gw lantas cabut kontolnya. pentil susunya yg hitam gw sedot.mmmmhh gw rasain orgasme yg dasyhat… om gw masih terus memompa. ooo oke deh bye.kamu masih mau sayang. mengulum sisa2 spema di kontol om gw.annnnniiiii keluar ommmmmm... gw jadi horny lagi. yg benar ahhh om. Ahirnya gw cengkeram leher om gw. sambil terus memompa dan gw pun terus goyang2in pantat gw.ani gak papa nih om rasain punya ani.. ani suka kontol om?.om gw keliatan kaku banget… tapi doi menikmati.enak aniii.. lantas doi ngangkat pinggul gw dan.. ntar kalo ketauan gimana... isapin…om gw gak bisa nahan. ditidurin gw di sofa. gw nungging dan doi masukin dari belakang…mmmhhh gak lama kemudian om gw muncrat. gw buru2 lari ke ruang tengah( mas eko emang suka nelpoan siang2 ) ngangkat telpon. gentian doi yg jilatin pantat gw..iya om. abis itu doi mainin meqi gw.crot Aku Dan Kakak Ku . doi jongkok di belakang gw sambil jilatin pantat gw…mmmhh.. gak lama kemudian om gw bangkit menuju kamar mandi.. om gw menahan nafas ( awal dari masalah ).egghh ommm ennnaaaaakkkkk.. tangan gw diangkat keatas.klek.dan blup begitu kontolnya masuk gw goyang2 in sambil berciuman… gak lama kemudian.... lagi ngantuk nih. dari bibirnya sampe kedalam2 nya.. klek.. kontol om juga enak . liat pantatnya yg montok hitam mengkilat. punya om 3 kali lipat…om masukin donk.. lama2 gerakan makin liar. tumpahin om di memek ani.. akhirnya kita berpagutan mulut. lagi bicara di telepon eh tau2nya om gw udah nyusul. kok telpon di kantor gak ada... genjot trus ommm… setelah kontolnya ditarik gw langsung balik badan. om sering2 kesini ya..merangkak naik jilatin dadanya... tangan doi megang tubuh gw.sambil gw goyangin pantat gw. mainin lidah gw di telinga sebelahnya. dan….an kamu ngapain? nggak gpp kok. ah punya tante banyak bulunya. lagi ommmmmmm…oooommmmmmmmm.yee...mmh bau keringat lelaki semakin bikin gw bergairah.egghh ommm enak bangetttttttssss… Gak lama kemudian hp om gw bunyi. kamu nakal an.. ani mauu ommm.mmmhhhh ommmm. doi jilat ketiak gw. mmh punya ani wangi. annii punya kamu enak banget. doi cepat2 ngangkat.. apalagi gw naiki tubuhnya... udah om ygpenting kesini aja dulu ntar kita liat sikon…kontol om enakk banggeeett..

desahnya. makasih ya. Awalnya. hubunganku yang pertama dengan kakakku terjadi awal tahun 2000. spontan aku mendongakkan wajah dan kulihat matanya berlinang. sebab kakakku sendiri adalah seorang gadis. tapi hubungannya dengan mantan-mantan pacarnya tetap berjalan baik. Tentu saja meskipun orang tuaku ada di rumah mereka tak menaruh curiga. mungkin ia teringat pada kekasihnya. aku menciumi kuduknya dan ia menggelinjang kegelian. dan ternyata ia menyambutnya dengan reaksi lain. Kembali pada masalah tadi. aku sering mendengar suara-suara aneh. kekasih yang dicintainya dan menjadi tumpuan harapannya ternyata telah menikah dengan orang lain karena ia telah menghamilinya..Ini mungkin sebuah pengalaman yang paling gila (menurutku). kakakku sama sekali tidak berusaha menampiknya. dan kakakku sendiri berusia 23 tahun. mau nemenin aku”. karena aku menyadari ada faktor psikologis yang mendorong kakakku untuk berbuat seperti itu. yang kemudian kusadari adalah suara rintihan dan kadang pula teriakan-teriakan tertahan. “Oh. antara tiga orang cewek yang samasama lesbian. “Aku sayang kamu. Pembaca. Ia bercerita. dan ia mulai mengelus-elus rambutku. dan di sana ia menjilat ke dalam lubang telingaku yang membuat aku semakin kegelian dan nafsuku tiba-tiba saja naik. Waktu itu aku merasa jijik sekaligus iba padanya. Aku tak peduli lagi meski ia adalah kakakku sendiri. Begitulah kadang-kadang. pikiranku jadi ngeres sendiri. Di balasnya kecupanku dengan ciuman lembut dari pipi hingga ke telingaku. selama menjalani kehidupan sebagai lesbian. dan kami menonton beberapa CD porno. Ia mengakui terus terang kalau ia masuk sebuah klub lesbian di kampusnya.”. Mendengar hal itu. all. Kekasihnya pernah mengecewakannya. toh hubungan ini tak akan membuatku kehilangan keperawanan. ketika ia baru saja putus dengan pasangannya. begitu juga dengan kekasihnya. ketika ia kembali mengajak pasangannya untuk tidur di rumah. . Ia memintaku menemaninya tidur di kamarnya. Karena ia sering mengajak teman perempuannya untuk tidur di rumah. Ketika ia menunduk untuk melepaskan kancing-kancing kemejaku. dan karena kamarku berada persis di sebelah kamarnya. aku mencium pipinya untuk menenangkan. Jadi kuladeni saja dia. Aku sering membayangkan kenikmatan yang tengah dirasakannya ketika telingaku menangkap suara erangan dan rintihan. katanya berbisik di telingaku. sejak itu aku jadi sering berbincang-bincang dengan kakakku mengenai pengalaman seksnya yang menurutku tidak wajar itu. karena orang pertama yang mengajarkan seks kepadaku adalah kakak kandungku sendiri. dan aku merinding karena terangsang secara hebat mengingat kakakku sendiri juga seperti itu. Sudah lama aku mengetahui kelainan yang ada pada diri kakakku. Refleks. Aku semakin liar menjilati bagian tengkuknya dan memberi gigitan-gigitan kecil yang rupanya disukai olehnya. Aku tergoda untuk melakukannya. Aku adalah seorang gadis berumur 18 tahun (sekarang). aku meletakkan kepalaku di paha kakakku. ia sudah empat kali berganti pasangan. Ketika aku mencoba menanyakannya pada awal Agustus 1998..

belum. Ketika ia menunduk dan menjilati puting susuku yang rupanya telah mengeras. dan merasakan jemariku menyentuh clitorisnya. tapi aku ingin lebih agresif dari pada dia.. celoteh kakakku dengan ributnya. menjilat dan mengecup.”.. “Sudah Kak?” Ia mengangguk kecil dan tersenyum. sudah terasa begitu basah oleh cairan yang menandakan kakakku benar-benar sedang bergairah. Aku juga melepaskan sendiri celana jeans pendek yang tengah kupakai. kubelai payudaranya yang kencang dan begitu indah. Kakakku demikian lihai mempermainkan lidahnya. aku tak peduli dengan erangan itu. aku merasa tertantang. jadi kubelai lembut kemaluannya. ahh”. sementara ia mendesah dan kemudian meremas rambutku kuat-kuat. serta kuberi gigitan kecil sehingga kakakku sering berteriak keenakan. dan tiba-tiba kurasakan tubuhnya mengejang kuat-kuat.”. kemudian aku turun. kulepaskan ritsluiting rok kakakku. “Yah. aku membasahi jemariku dengan cairan yang ada di liang senggamanya kemudian kuusap clitorisnya. “Kamu suka?”. Aku memeluknya erat-erat. Kukeringkan jemariku sekaligus kemaluan kakakku. terus... aku mengedik. yeah. dan kadangkala kukulum. Ketika aku meraba ke pangkal pahanya. Aku belum puas. dan aku membalas melepaskan T-shirt yang ia kenakan. “Ohh. Ia mengerti dan segera kami saling menjilat. teruss. teruskan terus. mengisap kemudian membelai sementara jemariku bermain di pahanya yang tidak tertutup. “Thanks yah”. Kaakk. kujawab malu-malu. terus. Aku memandang ke wajahnya yang bersimbah keringat. Ia kembali mempermainkan lidahnya. ahh.. “Oh. “Oohh. Ukkhh. lembut pelan.Ketika kusadari bahwa kemejaku telah terlepas. kurasakan nafasnya panas di perutku. Aku menyibakkan rok panjang yang dipakainya kian lebar. kemudian aku memutar badanku sehingga kemaluanku berada tepat di atas wajah kakakku. . dan aku sendiri mengusap punggungnya yang telanjang (kakakku tak biasa pakai bra ketika hendak tidur) dengan kukuku. Aku terus mengusap clitoris kakakku.. Ia mendongak kepadaku menatap mataku yang setengah terkatup. Yeahh... dan kutarik celana dalamnya yang berwarna merah sementara ia sendiri mengangkat pantatnya dari kasur untuk memudahkanku melepaskan CD yang tengah dipakainya. Kurasakan jemarinya bergerak mengelusi pantatku sementara tangan kirinya merayap ke pinggir dipan. lantas kukecup pelanpelan sambil lidahku terjulur. dan menciumi pahanya. dan mengajaknya rebah di peraduan. Aku sendiri terus menggelinjang karena remasannya di payudaraku. aku mendesakkan kepalaku di antara kedua pahanya dan sementara aku mulai menjilati selangkangannya. jemarinya meremas punggungku. lantas kutarik tubuhku sehingga ia berada dalam posisi telentang. lantas ia merebah lemas. mengakui.. Aku terus menjilati clitorisnya. pantat serta pinggul kami terus berputar diiringi desahandesahan yang makin menggila. kuremas punggungnya. geli”. aku menggelinjang. ah. dan tersenyum. dan menariknya turun.

kaakk. bisikku tak percaya. aku kembali ke posisi semula dengan ia terus menjilati clitorisku. dari dekat lagi. kucium paha kakakku dan kumasukkan penis silikon itu lebih cepat. Malam ini Tante mengenakan daster pendek tak berlengan. masukkaan. “okh. dan tahu-tahu aku menegang kuat-kuat.. sampai suatu ketika aku merasakan ada sesuatu di dalam tubuhku yang membuatku seolah merinding seluruh tubuh karena nikmatnya. Lantas ketika ia bertanya. pinggulnya berputar kian hebat dan kadang ia mendorong pantatnya ke atas. “Dekat. Tante Yani [2] Selasai mandi hari sudah hampir gelap. Lama kami berada dalam posisi seperti itu. kusaksikan benda tersebut menerobos liang senggamanya dan aku membayangkan sedang bersetubuh dengan seorang lelaki tampan yang tengah mencumbui kemaluanku. kumasukkan penis buatan itu perlahan-lahan. “Kamu suka main voli ?” “Di Kampung saya sering olah-raga Tante” Aku mulai berani memandangnya langsung. kemudian perut. aku mencium clitorisnya.. aku sendiri menyaksikan penis itu masuk ke lubang kemaluan kakakku dan asyik dengan pemandangan itu. bahu dan lengan atasnya putih banget! “Pantesan badanmu bagus” Senang juga aku dipuji Tanteku yang rupawan ini. ahh. ahh!” Tubuhku serasa luluh lantak dan aku tahu aku telah mengalami orgasme. Di ruang keluarga Tante sedang duduk di sofa nonton TV sendiri. dari atas ke bawah. kamu tidur siang” “Iya Tante. tadi main voli di situ” jawabku tangkas. ada kancing-kancing di tengahnya. payudara dan bibirnya. dan kurasakan ia meremas pantatku kuat-kuat. dan terus-terang. “Nyesel nggak?” aku menggeleng dengan tegas. di Tebet Timur Dalam”. ia menarik tanganku dan menyerahkan sebuah penis silikon kepadaku.. Terakhir. Ih. aku menikmati pemandangan yang tersaji di depanku ketika ia mencapai orgasme. dan pada ritme-ritme tertentu. . “Masukkan. Malam itu kami tidur dengan tubuh telanjang bulat. “Senamnya di mana Tante ?” Aku coba membuka percakapan. Aku memberanikan diri duduk di sofa yang sama sebelah kanannya. “Tumben. please. dan sekarang kami kian sering melakukannya. kumasukkan lebih dalam.Sebelum aku menyadari apa yang ia lakukan. “Kak?”.. kakakku mengerang dan merintih.” Ragu.

ya yang kancingnya lepas tadi. Putih licin. Ke bawah lagi ada sedikit paha atas dan terakhir. Adikku mungkin yang “lapar” “Oom tadi nelepon ada acara makan malam sama tamu dari Singapur. Kalau ada yang bisa saya bantu Tante. duluan aja” “Nanti aja Tante. ujung kain daster itu tidak “ikut”. “Kamu betah di sini ?” Ia membungkuk memijit-mijit kakinya. Celah pertama. Cuman saya banyak waktu luang Tante. nanti Tante kasih tugas” “Kenapa kakinya Tante ?” Sekedar ada alasan buat menikmati betisnya. menanam. “Pegel. ada perutnya. tomat” Hampir saja aku ketahuan mataku memelototi pahanya. biasa kerja di kampung. Tante. Tante” Wow. Kalau ini mungkin saya dari kecil kerja keras di kebun. pulangnya malam” “Saya belum lapar” jawabku supaya aku tidak kehilangan momen yang bagus ini. tadi senamnya habis-habisan” Di antara kancing daster yang satu dengan kancing lainnya terdapat “celah”. Kentang. “Kalau kamu mau makan. “Apa saja yang kamu tanam ?” tanyanya lagi sambil mengubah posisi duduknya.“Ah. Waktu sebelah pahanya menaiki pahanya yang lain. “Kerja apa di kebun ?” “Mengolah tanah. Ada yang sempit. ada yang lebar. lebar karena busungan dadanya. Celah berikutnya walaupun sempit tapi cukup membuatku tahu kalau celana dalam Tante warna merah jambu. buah putih itu mengintip di antara kancing pertama dan kedua di tengah dasternya. memupuk. kamu biasakan dulu di sini. jagung. Tante. Ada yang bergerak di celanaku. “Macam-macam tergantung musimnya. saya siap” “Ya. Yang tadi bergerak di celanaku. Kancing terakhir daster itu sudah terlepas. . menyilangkan sebelah kakinya. ada yang tertutup. Celah kedua memperlihatkan kutang bagian bawah. celah keempat tak begitu lebar. Celah ketiga rapat. panen” Buah dada itu rasanya mau meledak keluar. Betisnya itu… “Kerasan sekali. sih. nunggu Oom” Aku memang belum lapar. jadi 70 % paha Tante tersuguh di depan mataku. menyuguhkan bagian kanan atas buah dada kiri. berangsur membesar.

sampai di pinggang turun menukik. Mataku ke betis lainnya mengamati bulu-bulu halus. halusnya kulit itu. Masa numpang di sini engga kerja apa-apa” “Pijit kaki Tante. di punggung mendaki lagi. Aah. Hampir seluruh tubuh Tante pernah kulihat. tapi dia lagi engga ada” “Tapi saya engga bisa mijit Tante. Aku mulai dari pergelangan kaki kirinya. Tanganku pindah ke betis kanannya aku menggeser dudukku ke tengah. Hatiku bersorak.“Mau bantu Tante sekarang ?” “Kapan saja saya siap” “Betul ?” “Kewajiban saya. sekarang aku betul-betul keras. mata jelalatan. tapi baru inilah aku merasakan mulus kulitnya. cuma sekali saya pernah mijit kaki teman yang keseleo karena main bola” Aku berharap ia jangan membatalkan perintahnya. Kalau ada lalat hinggap di paha itu.. Akupun ke paha belakangnya. dan. kurang keras engga ?” “Cukup segitu aja. Huuuh. enak kok” Tangan memijit. “Maaf Tante” “Engga apa-apa. Lekukan pantat itu bulat menjulang. perintahnya. “Begini Tante. Jangan di situ. Tante ambil bantal dulu” Goyang pinggulnya itu… Sekarang ia tengkurap di karpet. “Engga apa-apa. mungkin tergelincir karena licin! . Tante.terobosan mataku ke celah paha sampai ke celana dalam merah jambu itu. Ke atas saja” Ke Atas ? Berarti ke pahanya ? Apa tidak salah nih ? Jelas kok. Ampuuun. sakit. Kakinya sedikit membuka. memungkinkan mataku menerobos ke celah pahanya. Kulit Tante memang istimewa. mau ?” Hah ? Aku tak menyangka diberi tugas mendebarkan ini “Biasanya sama Si Mar. “Aah” teriaknya pelan ketika tanganku menjamah ke belakang lututnya. Indah. halusnya paha itu.

Kenyal. Terus memijit. “Eeh” desahnya pelan. Dengan gemas malah! Keras dan padat. Tepi dasternya dengan sendirinya terangkat karena gerakan pijitanku. To ?” tanyanya lagi. Aha. menindihkan kelaminku yang keras ini ke dua gundukan itu. tanganku terus ke atas menerobos dasternya. bahkan sebagian pantatnya yang melambung itu tampak. “Sama sekali engga. Kini seluruh paha kirinya terbuka gamblang. tidak protes! Kedua tanganku ada di paha kirinya terus memijit. terkadang mengelusnya. geli To. jangan di situ terus” ujarnya menggelinjang kegelian. Kedua paha yang diluar. dari luar daster tentunya. Tapi Tante diam saja. yang tak tertutup daster selesai kupijit. Udah ah. entah karena mijit atau terangsang. bukan memijit. “Ke atas lagi To” suaranya jadi serak. Nafas mulai tersengal. Barusan aku memang meremas pinggir pinggulnya. padat. “Ih. Rasanya aku ingin menubruk. kamu pintar juga memijit” Aku hampir saja berkomentar :”Paha Tante indah sekali”. Aku tak hanya memijit. sekali-kali mengelus. Ini yang kuimpikan! Sudah lama aku ingin meremas pantat yang menonjol indah ke belakang itu.Aku mulai tak tenang. “Bener nih ? Kalau masih mau terus. Tante” jawabku cepat. “daerah jamahan” baru! Bahunya kanan dan kiri kupencet. Tante tidak tahu dengan begini justru menyiksa saya! kataku dalam hati. Pindah ke paha kanan aku tak ragu-ragu lagi menyingkap dasternya. sekarang punggung. “Enak To. kini aku disuruh memijitnya! Dengan senang hati Tante! Aku betul-betul meremas kedua gundukan itu. khawatir saat menyenangkan ini berakhir. Hanya mendesah. Tante. Ah. “Eeeh” desahnya pelan. atau keduanya. Entah karena aku sudah “tinggi” atau aku mulai nakal. dengan sengaja! “Cape. Untung aku masih bisa menahan diri. habis tak tahan. Pasti lebih nikmat dibandingkan ketika memeluk tubuh mbak Mar dari belakang. ya ?”. .

hitam.Turun ke sekitar kedua tulang belikat. Aku makin bebas. Tante sampai menoleh melihatku. Tidak langsung sih. “Kaki depannya ‘kan belum Tante” aku cepat-cepat meralat usulku. Lutut aku lompati. aku menelusuri pinggangnya. Jari-jariku menyentuh “tumpahan” buah itu. Rajin bercukur. urut lagi ke atas. Lagi pula aku masih bisa menikmati “sisanya”: sepasang paha dan kaki indah! Aku mulai memijit tulang keringnya. disingkap atau jangan. Silakan ditutup saja Tante. Nafasnya terengahengah. mengkilat. Daster tak berlengan ini menampakkan keteknya yang licin tak berbulu. ke paha. Punggungnya sedikit berguncang. Ke bawah lagi. Ketika beroperasi di bawah belikat. Lagi-lagi melenguh. Ke bawah lagi. karena gerakan berbalik tadi. Ia tengkurap total. Kulihat wajahnya. tapi kenyalnya buah itu terasa. terus meremas. geli”. Takut dikiranya aku ingin memijit “depannya punggung” yang artinya buah dada! “Boleh aja kalau kamu engga cape”. “Iih. sah-sah saja kalau jempol tanganku menyentuh selangkangannya. dan lebat. Ah. matanya terpejam. tanganku bergerak ke samping. diurut saja. mungkin. “Cukup. Ia cepat menarik dasternya ke bawah. Dengan cara begini. Lancang benar kau To. Singkap ? Jangan! Ada akal. bagaimana aku bisa bertahan nih ? Tubuh molek terlentang dekat di depanku. kaget barangkali atas usulku yang berani itu. takut kalau ia kesakitan. Wow! Guncangan tadi menunjukkan “eksistensi” kemolekkan buah dadanya! Aduuh. menerobos daster sampai pangkal paha. To.. aku makin terangsang.” Kedua tangannya lurus ke atas. untuk mencapai paha atas aku ragu-ragu. Jelas rambut-rambut itu. Dengan sendirinya tepi daster itu terangkat karena terdorong tanganku. Ya jelas engga dong! Tante berbalik terlentang. rambut-rambut halus agak lurus. Paha selesai. kuremas dengan gemas. Aaah lagi. jadi buah itu “terbuang” ke samping. Samar-samar ada bayangan hitam di celana dalam tipis itu. sebagai reaksi atas mataku yang menatap ujung celana dalamnya yang tiba-tiba terbuka. Sepertinya basah di sana. Nakalku kambuh. langsung ke atas lutut. di bawah ketek itu ada pinggiran buah putih. Singkat saja karena aku ingin cepat-cepat sampai ke atas. Tooo …. Mulai dari lutut tanganku mengurut ke atas. “Depannya Tante ?” usulku nakal. “Aaaah. Aku tak peduli.” Biar saja. Coba ulangi lagi . Ah masak. toh aku sudah tahu apa yang ada dibaliknya. Sekejap aku sempat menangkap guncangan dadanya ketika ia berbalik. masih ada lapisan kain daster dan kutang. Dada busungnya tergencet.

kedua tanganku ada di balik dasternya. isteri Oommu! Iya. basah! Kenapa basah ? Ngompol ? Aku tidak mengerti. Memangnya kenapa. Ya. Aku memandangnya. matanya tetap memandangiku. Urut lagi. “To …” panggilnya tiba-tiba. Tangan kirinya memeluk punggungku dan tangan kanannya di belakang kepalaku. aku melayang. He!. Kami saling bermain lidah. dan kenyal! Ooooohhhh. Habis tak tahan. mulut setengah terbuka. kudekati wajahnya dengan merangkak di atas tubuhnya bertumpu pada kedua lutut dan telapak tanganku. Besar. “Ehhmmmm” Tante tidak menolak.untuk meyakinkan. Aku menggeser tubuhku sehingga tepat di antara pahanya yang baru saja ia buka. bahkan menyambut ciumanku. sudah kepalang. setengah tertutup. . Keterlaluan aku sekarang. Aku tidak lagi bertumpu pada lututku. Kulepas tanganku. Dia tak menyahut. tidak menindihnya. Kutekan. Tante” panggilku mesra. membelai. Kini tak memijit lagi. Matanya sayu menantang mataku. Ada apa nih ? Apakah Tante …. To! Aku meneruskan pekerjaanku. tapi kalau mengajak ? Jangan terlalu berharap. dadanya naik-turun. “Ada apa.. mungkin saja. ? Ah. kucium bibir Tante perlahan. tapi menelusuri lengkungan pinggulnya yang indah itu. Dia tersengal-sengal. ” panggilnya lagi. padat. Kalau Tante terrangsang. kedua tanganku berhenti di pangkal pahanya. mana mungkin. “Uuuuh” desahnya lagi menanggapi kenakalanku. ini Tantemu. Aku nekat. Kelaminku yang keras tepat menindih selangkangannya. tubuhku menindih tubuhnya. benar. mengelus mengikuti lengkungan samping pinggul. Matanya kemudian terpejam. Nafasnya terdengar memburu. Menekan. “Ya. Mukaku sudah dekat dengan wajahnya. betul. Sedapnya! Aku terengah-engah. nafasnya memburu. Ini sih ajakan. Tante” mendadak suaraku serak. “Too …. Nikmatnya! “Ehhhmmmmmm” reaksinya atas aksiku. Tangan kananku meremas dada kirinya. Ia membuka kakinya.

“Besar sekali” Ia mempermainkan penisku. dasternya jatuh ke lantai. dan mengeluarkan “isinya” “Eehhh” Ia melepas ciuman. meremas. . Menggenggam. Buah dada itu serasa mau meledak mendesak kutangnya! Kupeluk lagi dia. Dadanya merapat di dadaku. hhehhhhhhh” katanya gemas seperti menahan sesuatu. “Ke kamarmu saja” Sebelum sampai ke dipanku. Kami berciuman lagi. dia menahan dadaku. “Uuuuuhhh” lenguhnya lagi. melihat ke bawah. Kulepas seluruh kancingnya. Main lidah lagi. meremas-remas kelaminku di balik celana.Mengapa kamu cium. Berdiri di samping dipan. membuka resleting celanaku. dan ia tak menolak. kubopong ia ke kamarnya. kamu remas dadanya. Habis enak. “Eehhmmmmmm” dengusnya Dengan kesulitan ia membuka ikat pinggangku. padat. To” katanya terputus-putus oleh nafasnya. “Jangan di sini. beres. Selain besar. “Tooo. Tinggal kutang dan celana dalam. Tangannya menyusup ke celanaku. dan kenyal. tanganku menyusup ke balik kutangnya. ternyata juga halus dan hangat! Tiba-tiba Tante melepas ciumanku. Dua kancing dasternya telah kulepas. Tante minta turun. Aku memeluknya. “Kunci dulu pintunya” Okey. merogoh celana dalamku. Tanpa menjawab aku mengangkat tubuhnya. “Ada apa Tante” Tanyaku disela-sela dengus nafasku.

Diajarinya aku bagaimana jariku harus bermain di sana : menggesek-gesek antara benjolan dan pintu basah itu. Aku tak jadi “keluar” Kulepas tali kutangnya. ke bawah melebar lengkungannya indah. Rambut-rambut halus itu menggemaskan.sekarang! Kutarik tangannya dari penisku. mana cukup lubang sesempit itu menampung kelaminku yang lagi tegang ? Tante membuka pahanya lebih lebar lagi. Buah dada itu terbuka. Tante. . Disapu-sapukannya kepala penisku di pintu itu. tapi macet! “Kelaminmu besar. Ah. Ditariknya aku mendekat tubuhnya. singletku. Dibawah rambut-rambut itu terasa basah. dituntunnya menyelip ke celana dalamnya. Aku manut saja seperti kerbau dicucuk hidung. Tante memelukku. ditempelkannya di selangkangan. Geliii. Belum masuk ternyata. Tangannya pindah ke pantatku. Belum sempat aku menikmat buah itu. enak! Pantatnya bergoyang lagi. Aku telanjang bulat. “Aaaaahhh” teriak kami berbarengan.” Dilepasnya bajuku. Aku ingin pengalaman baru. Aku nurut saja. Luar biasa. Ingin memasuki kelaminmu. jangan sampai keluar.. Pinggang itu ramping. celanaku luar dalam. Ia menggoyang pantatnya dan…bless. Ditariknya aku ke dipan. Ia telanjang bulat juga. hangat. Stop Tante.. diapit oleh sepasang paha yang nyaris bulat. Kepalanya sudah separoh tenggelam. Tooo. Wow. Terasa ada sesuatu yang menjepit penisku. “Uuuuuuhhhhhh. Masuk separoh. Tangannya memegang penisku lagi. Rasanya terlalu ke bawah. Padahal barusan ia mengaguminya. Dipegangnya kelaminku. tumitnya mendorong pantatku. Tante membantu. Memang belum pengalaman! Didorongnya lagi pantatku. perut itu rata. ditariknya. Kakinya ditekuk lalu dibuka lebar. Meleset! Pernah kupikir waktu pertama kali aku melihat kelamin Tante beberapa hari lalu. mengarahkan penisku lagi. tapi yang belakang susah dilepas. sih!”keluhnya. Tante. Seluruhnya dibalut kulit yang putih dan mulusnya bukan main!.luar biasa indahnya. geliii sekali. dan aku sekarang yang mendorong. dia ‘kan yang lebih tahu. Sesuatu yang hangat terasa di ujung penisku. Sementara ia menggoyang pantatnya. Kutarik juga celana dalamnya. Meraih tangan kananku. Ia merebahkan diri.Geli. Untung Tante menurut.

agak keras. digesek begini enak. “Ayo.. Mengejang. melayang.. berdenyut. To” Aku sudah selesai! Tante masih menggoyang . Terasa gesekan. Tariik. Geliiiiiiiiiiiiiiii! Kutarik pelan. Nikmaaaaaaaat! Tante menjepit. Masuk semuanya Seedaaaaaaaaap! Tante bergoyang. To” Tak mungkin.masuk lagi. enak.lalu. makin sedap. “Aaaaaahhhhhhh” teriakku. melepas lagi. Geli di ujung sana. sudah geli sekali. Tarik sedikit lagi. sedaaaaapp Too” Tante berteriak.! “Genjot lagi. aku dorong sekarang.Blesss. melepas. Aku melambung. dan geli... Ya. enak. dan kudorong lagi. Geli sekali… Tak tahaaaaaann… “Tahan dulu. melepas lagi. Goyang lagi. “Idiiiiiiiiiiih. dorooong Makin geli. To” teriaknya Mana bisa. nikmat sekali.. Nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Makin hangat.

Sama-sama diinginkan oleh keduanya. Aku egois. Kenikmatan berhubungan kelamin. . Terlihat tadi. . Aku sudah selesai! “Eeeeeeeeehh” keluhnya. yang baru kali ini aku melakukan. gelisah. ia ingin terus sementara aku sudah selesai.Aku ikut saja. Aku menangkap wajah kecewa pada Tante. Bergerak-gerak tak karuan. menendang. Kepuasan ? Aku memang puas sekali. Nikmatnya susah digambarkan. kecewa. di dalam sana.. sepertinya kecewa. Berdua pula yang melanjutkan. Tante berangsur diam. Aku jadi merasa bersalah. lalu sama sekali diam. Hubungan kelamin antara pria yang mulai menginjak dewasa dengan wanita dewasa muda. Tante Yani. tapi Tante ? Itulah masalahnya sekarang. menggeliat. Aku mendapatkan kenikmatan luar biasa sementara aku tak mampu memberi kepuasan kepada “lawan mainku”. Beberapa menit yang lalu aku mengalami peristiwa yang luar biasa.. keterusan dan…kepuasan. Keduanya yang memulai. Penisku mulai menurun. goyangnya tak kubalas. pasif “Tooooo. Baru kali ini pula aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tinggal aku yang bingung.” Tante gelisah. Perilakunya yang gelisah juga menandakan itu.

To” “Harus Tante. Saya belum pengalaman Tante. Syukurlah kalau kamu tadi bisa menikmati” “Nikmaaat sekali. mengelus-elus punggungku. “Ya. Baru kali ini saya melakukan itu” “Betul ? Baru pertama kamu melakukan ?” “Sungguh Tante” “Engga apa-apa. tadinya sayapun mau bilang begitu” Tiba-tiba aku ingat sesuatu. saya tadi nikmat sekali. Aku harus ambil inisiatif. Aku masih menindih tubuhnya. Tante” Tante diam lagi. “Maafkan saya.Aku bingung bagaimana mengatasi kebisuan ini. Tante” “Ini rahasia kita berdua saja ya ? Tante minta kamu jangan katakan hal ini pada siapapun” “Tentu Tante. Nyaman sekali aku seperti ini. Hanya karena belum biasa saja. Saya engga mampu. Sementara aku agak lega. Pandangannya lurus ke atas melihat plafon. Tante tak marah. tersenyum dan balas mencium pipiku. penuh perasaan. Tante. “Tante ” . Buah dadanya masih terasa kencang mengganjal dadaku. Penisku masih di dalam. Tante bisa mengerti. Kamu bukannya tidak mampu. Kucium pipinya mesra. Mendadak aku jadi cemas. “To ” panggilnya. Tante” Tante menoleh. “Kamu engga perlu minta maaf. To. sebaliknya Tante belum merasakan.

” Aku tak berani meneruskan. “Nanti apa ?” “Akibat perbuatan tadi. “Sana mandi. Sekarang Tante harus mandi. Buah dada itu belum sempat aku nikmati. ketika aku mencabut kelaminku. Lebih istimewa lagi. Aku bangkit hendak mencabut.” “Hamil ?” potongnya. “Ya ” “Engga usah kamu pikirkan. . lain kali saja ya Tante jelasin. Pertama kali penisku memasuki kelamin wanita. Lain kali pasti! “Tante ” aku memanggil ketika ia sudah rapi kembali. Tante” lalu kucium pipinya. Malam ini pertama kali aku ciuman dengan nikmat. lalu matanya terpejam “Eeeeeehhh” desahnya hampir tak terdengar.“Hhmm” “Gimana kalau Tante nanti . celaka. “Pelan-pelan To” katanya sambil menyeringai. Sampai lupa waktu. Kupeluk ia erat sekali. Oommu ‘kan sebentar lagi datang” Ah. kubisikkan di dekat kupingnya “Terima kasih. pacaran sampai “keterusan”. Pertama kali aku menumpahkan “air” ku ke dalam tubuh wanita. cuci yang bersih niih” katanya lagi sambil menggenggam penisku waktu bilang ‘niih’ Ooohhh. Kubantu ia mengenakan kutangnya.. tidak ke perut atau ke lantai.. lalu Tante . nikmatnya hari ini aku. “Ya ” jawabnya singkat. Tante sudah jaga-jaga” “Saya engga mengerti Tante” “To. wanita itu adalah Tante Yani.

Kesimpulannya : salah kami berdua! Tapi. Yang masih mengganjal. Bentuknya. siapa yang tahan ? Aku masih 16 tahun. isteri Oom Ton. aku ingin mengulangi ………. Padahal wanita itu sudah 26 tahun. Mungkin karena ada perasaan bersalah. Aku. aku meniduri isteri Oomku! Aku mendapatkan pengalaman baru dari isterinya! Aku memperoleh kenikmatan dari meniduri isterinya. Aku sekarang jadi pengkhianat! Mengkhianati adik misan ayahku! Tapi. padatnya. kenapa pakai mengelus ? Pakai meremas pantat ? Habis. . bisa saja memberontak waktu ia merogoh celana dalamku. Ya. mudah terrangsang.! *** Paginya. halusnya. putihnya. seharusnya memijat saja.. seolah tak terjadi apa-apa. bulunya…. kenapa tidak menolak ? Bisa saja ia menempelengku ketika aku mau mencium bibirnya di karpet itu. tapi sudah matang secara seksual. biasa-biasa saja. dan Tante. Bisa saja ia menolak waktu aku membopongnya ke kamarku. kami sarapan bertiga. Oom. lebih indah dari Si Rika yang seumurku. Tante sendiri. keliru kalau semua kesalahan ditimpakan kepadaku. lebih manis dari Si Yuli yang sepantaranku. yang memberiku makan dan tempat tinggal! Betapa jahatnya aku. Tapi lebih padat dari Si Ani yang 17 tahun. waktu ia menggenggam kelaminku dan diarahkan ke kelaminnya…. Tak ada pembicaraan penting waktu makan. Isteri orang yang membiayai sekolahku. Dan aku. Aku jadi tidak berani menatap mata Oom waktu kami berbicara. potongannya. Sikapnya kepadaku wajar. masih sangat muda.Wanita dengan tubuh yang luar biasa. Siapa yang menyuruh memijat ? Okey. sepuluh tahun di atas usiaku. Betapa kurangajarnya aku. wanita itu Tanteku. Sedangkan Tante.

! Aku ingin lagiiiiii. Justru aku yang kelimpungan. aku langsung “naik”. Hampir saja aku menumpahkan air minum karena kaget. Bayangkan. terbayang. Ooh. ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka. Siang ini aku makan sendirian. belum sempat minum. dan tiba-tiba mencium pipiku erat. tubuh yang ada di depanku ini. Mestinya sedikit lebih mesra kepadaku. Dua hari terakhir ini sikap Oom kepadaku tak ada perubahan apa-apa. Apakah Oom Ton tak ke kantor hari ini ? Atau jangan-jangan Oom tahu kalau aku .. Tante juga tentunya. dan terangsang lagi. Tadi pagi sikapnya biasa saja. apakah ia ingin lagi ? Aku meragukannya. Susah sekali aku berkonsentrasi menerima pelajaran hari ini. “Sudah pulang. Mungkin mereka sedang …? Siang-siang ? Biar saja. Aku ingin lagi…! Tante bagaimana ya. Kelihatan ia baru bangun tidur. mengenakan baju tidur. Pikiranku ke rumah terus.. Ah. *** Dua hari kemudian ketika aku pulang sekolah. lenganku merasakan lembutnya sesuatu yang menandakan Tante tak memakai kutang. Setiap hari ketemu Tante. ‘kan ada suaminya. Rasanya aku tak percaya. Aku ngaceng lagi. Kupandangi tubuhnya. Bagaimana aku mulai belajar “menggesek”. kulihat ada mobil Oom di garasi. terpesona oleh Tante dengan baju tidurnya. Tante keluar. toh suami-isteri. yang sekarang tertutup rapat. Aku terpana. Selama dua hari ini aku betul-betul tersiksa. Lebih baik begitu. Aku jadi ingat peristiwa semalam. terus keenakkan. jangan berpikir begitu. Terlihat paha Tante yang sedikit tersingkap saja. melihatku. Memangnya kamu ini siapa. Lalu. Oom pasti ada di dalam. mobilnya ada. Bagaimana ia “menuntunku” masuk. Sikap Tante juga wajar-wajar saja. To” “Udah dari tadi Tante” Ia tutup pintu kamarnya kembali lalu mendekatiku. . Sekejap ada rasa tak nyaman. kemudian mengangkat gelas. Kamar Tante tertutup rapat. Tanteku sedang ditiduri suaminya…! Aku iri! Memangnya kamu siapa ? Baru saja aku selesai menyantap sendok terakhir makananku.. Tanganku yang sedang memegang gelas berhenti. Aku selalu membayangkan “dalam”-nya. aku sudah pernah menjamah tubuh itu. mengingat semalam ia tidak puas. walau pakaian Tante tertutup rapat. ke Tante. wajar saja. sudah pernah aku tiduri. Jangan-jangan ia kapok.Tante bangkit menuangkan minuman buat Oom.

Kamu jaga rumah ya ?” Ini rupanya kabar gembira itu! “Baik. Oom Ton berpakaian rapi berdasi. serta pada kabar gembira apa ? Ketika Ia kembali lagi. “Tarto” Oom Ton memanggilku. Tante menempelkan telunjuknya ke mulut sambil matanya melirik ke kamar. jam tiga” Dua hari Oom tak ada di rumah. Tante sudah beranjak ke belakang meninggalkanku. “Papa berangkat ya. Eit. aku berdiri untuk memuaskan rasa penasaran tadi. hati-hati di jalan. Ia biasa-biasa saja. Terlihat segar. Pa. kapan Oom berangkat ?” “Sebentar lagi. baru saja mandi. “Ya. Aku mengerti isyarat ini. Sejam kemudian kulihat Oom Ton duduk di sofa ruang tengah bersama Tante. Dua malam bersama Tante ? Bukan main!. tentunya dua malam juga. Penasaran pada benda lembut yang mendesak lenganku tadi. Dua malam aku menjaga rumah. masuk garasi menghidupkan mesin mobil. ya. Aku jadi penasaran. jangan berharap dulu. dua hari. bersama Tante. Oom” “Oom mau ke Bandung. seperti hendak ke kantor. Pak Dadan datang membawa tas di bahunya. ‘Kan tadi Ia bilang kabar gembira ? Kok kamu yakin kabar gembiranya Tante adalah karena Oom ke Bandung ? Jangan sok pasti ya! Aku melirik Tante. sedangkan Tante mengenakan daster pendek tak berlengan berkancing tengah. Jangan ganggu.”katanya berbisik. ada suaminya.“Ada kabar gembira. daster kesukaanku. ya ?” “Mama juga hati-hati di rumah” . Sebelum aku berreaksi atas aksinya itu. Ma” “Ya. Oom. mungkin.

Aku tak tahan lagi. kenyal. melepaskan diri. Kesempatan. lalu berbalik membalas pelukanku. dong To” “Tante …” Serak suaraku. Oom” Seisi rumah mengantar Oom sampai depan pintu pagar. tetap membaca. Wah.Oom mencium pipi Tante. Hatiku bersorak. Tante tak memakai kutang. Sekarang baru jam setengah empat sore. Tante. Tante sedikit kaget. Dadaku penuh berharap dan kepalaku penuh rencana. halus. berbulu lembut. Dengan begini aku bisa meremasremas tangannya sambil merasakan lembutnya paha. ya To” “Ya. “Sabar. Kupeluk Tante dari belakang. Mbak meneruskan pekerjaannya di belakang. Tante membaca. Aku tak sanggup lagi menunggu. Ditariknya tangannya untuk membuka halaman buku bacaannya. lama sekali. Tinggal aku dan Tante. Aman. Ia sesekali membalas remasanku. Betul ‘kan. Masih tetap membaca. Mbak Mar menyetrika di belakang. . tolonglah aku. Aman! Kupegang tangan Tante yang sedang ada di pahanya. “Jaga baik-baik. Aku nonton TV. Kuusap lembut pahanya. sedikit berjarak. rencana di kepalaku bisa terlaksana malam ini. Luki dibawa pengasuhnya ke rumah sebelah. padat. “Nanti malam saja ” Aha. Semuanya masuk ke rumah kembali. Cuma sebentar. sudah lama sekali aku tak menyentuhnya. tanganku “tertinggal” di pahanya. Paha itu masih seperti yang kemarin. lalu menciumi Si Luki. Kami duduk berdampingan di sofa. Berapa jam lagi aku mesti menunggu ? Oh. melambai sampai mobilnya berbelok ke jalan Tebet Timur Raya. penisku sudah tegang dari tadi. Kuberanikan diriku. Luki masih sama si Tinah di tetangga. Kulihat sekeliling meyakinkan situasi.

saya membayangkan terus setiap . Dada itu mengagumkan. Halusnya buah itu dapat kurasakan di kedua belah pipiku. saya . aku belum sempat menikmati buah dada ini. Waktu itu kami sudah sama-sama terangsang sehabis aku memijatnya. Aku berlutut di depannya. kucium belahan dadanya yang seperti parit kecil di antara dua bukit.. . “To. waktu aku pertama kali meniduri Tante (memang baru pertama kali aku berhubungan sex). “Eeeeeeehhh” desahnya. To” “Tolonglah. bergerak maju mundur seirama nafasnya. Sekaranglah kesempatan untuk menikmati dada itu. Situasi sekeliling aman. bulat.hari” kataku setengah memohon. dua. Ditariknya tanganku dari paha. apa lagi selain berlanjut ? “Saya mohon.. Tante sudah keburu menuntun kelaminku memasukinya. tiga. tanganku bergerak ke atas menyusup dasternya. Aku sudah sampai pada titik yang tak mungkin surut kembali. besar. menonjol.. Putih. kamu engga sabaran. Aku baru sempat meremasnya.Aku makin berani. Tiga hari lalu.engga kuat lagi Tante. Kuusap celana dalamnya. Kubuka kancing dasternya. Kuremas buah dada itu yang hanya ditutupi selembar kain daster. kusingkirkan daster itu. putingnya kecil agak panjang tegak lurus ke depan berwarna merah jambu. Nafasnya mulai terdengar meningkat “volume”nya. Kelaminku juga mendesak.. Lalu ketika kutangnya sudah terbuka. satu. Tante. Tante” kini aku betul-betul memohon. Jadi. Tante” Kataku terputus-putus menahan birahi yang mendesak. itupun dibalik kutang. Aku yakin Tantepun sebenarnya telah terangsang. saya. “Masih sore. ya ?” katanya sambil memegang tanganku di bawah sana. Diletakkannya buku itu sambil menghela nafas panjang.. “Maafkan saya Tante. saya ingin lagi. Permohonanku diterima. terlihat dari nafasnya dan aku merasakan basah di celananya. lalu dituntun ke dadanya.

Tante masih tergolek duduk. telapak tanganku merambah pula. aku mulai menggigit. Bila bibir dan lidahku merambahi seluruh permukaan buah yang sangat halus itu. Kancing tengah dasternya sudah semuanya terlepas. Seperti bekas gigitan.. “Jangan. ke dada bagian atas. sehingga ada sedikit yang tak halus di sebelah puting agak ke bawah menarik perhatianku. Kamu. ingin memeriksa. Ini pasti “hasil kerja” Oom Ton di kamar yang terkunci tadi. Betapa enaknya menggigit buah kenyal ini. kulit itu haluuus sekali! Tangannya mengusap-usap belakang kepalaku. Oh. habis gemas sih.” “Yahhh.engga apa-apa. Kamu harus ingat. Sudah saatnya untuk pindah ke kamar. menyibak kesamping. geser sedikit. dong” katanya sambil terengah-engah.mikir. terasa di antara telunjuk dan ibujari tangan kananku. kupermainkan dengan lidahku. Kalau mulutku mengulum puting. “Aaaaaaaahhh” lenguhnya pelan sekali. Penelusuranku berakhir di puncaknya. sekarang dada kiri dengan mulutku. bodohnya aku. akan curiga! “Maafkan saya Tante. Sementara tangan kananku mengusapi buah kirinya. Aku ingat tadi siang waktu makan. kukemot. Di sebelah puting dada kiri Tante ada bercak merah. Luar biasa. Ah.Mulutku bergerak ke kiri. yang kanan dengan tangan kiriku…. Puting satunya lagi juga mengeras. Seluruh permukaan dada itu demikian halus. Tangannya menekan kepalaku. jelas pemilik sahnya. Ada kesamaan gerak antara mulut dan tangan kananku. Aku bangkit berdiri. tinggal celana dalamnya saja. putting itu mengeras. To. Dada itu rasanya makin besar saja. Kukemot lagi. terus turun. . kutelusuri permukaan bukit halus itu dengan bibir dan lidahku. Oom Ton. ini rahasia kita saja” Dipegangnya dadanya sendiri lalu disodorkannya ke mulutku. Kumasukkan putting itu kemulutku. Kucium puting itu kembali.. Akupun ingin. Kuperhatikan dan kuraba. Kulepaskan muluku dari dadanya. kuhisap. jari-jariku memilin puting sebelahnya. Kalau kugigit tentu nanti berbekas. Dada kanan bagianku. Tiba-tiba Tante mendorong kepalaku. Gantian.

kadang menjerit kecil. merah. kubimbing ia ke kamarku sambil masih memegang senjataku. Kembali aku bertemu dengan rambut halus hitam mengkilat itu. kulucuti pakaianku. Kejadian tiga hari lalu berulang. menarik dan mendorong. “Uuuuuuuuuhhhh” Tante melenguh pelan memegang kelaminku. Kamipun berciuman. lalu kancing celanaku. Sekarang aku tak perlu dituntun lagi. tertatihtatih kami berdua.Kutarik kedua tangan Tante. geli lagi. Kutindih tubuhnya lalu kakinya menjepit tubuhku. kurebahkan Tante perlahan di dipanku. dan ditariknya resleting dan celana dalamku. mendesah. kenapa begini ? Aku tak bisa . Melenguh. sampai mentok. Dibukanya gesperku. Toooo. “Idiiiiiiiiiiiiih. Kenapa kupikirkan ? Yang penting enak. Sambil memegangi kedua belah dadanya. Entah mana yang benar. dengan bertelanjang bulat kudekati Tante. aku mendorong lagi. Nikmaaaaaaaaaat! Aku heran. Kubuka kakinya lebar. Ada cairan bening di sana. “Kok besar sekali sih To. “Aaaaaaaaaaahhhhh. Aku sudah tahu. saling menggigit lidah. Kutempelkan kepala penisku ke lubang sempit itu. punyamu ini” Kuraih badannya. enak lagi. tapi ia melepaskannya. dielusnya. Lagi kudorong. sedaaaaaap” Kepalanya sudah masuk. Lalu akupun tak tahan lagi. Kukunci pintu kamarku. Mulut Tante mengeluarkan bunyi-bunyian setiap aku mendorong. Aaah lagi. Lubang sempit itu terbuka sedikit. Dengan perlahan kupelorotkan celana merah jambu itu. Nampaknya aku tak mampu menahan lagi. enak sekali” Nyaman. Enak-enak geli atau geligeli enak. lalu kudorong hati-hati. To. Aku tahu tugasku. Penisku yang tegang itu keluar dengan gagahnya persis di depan mukanya. lubang sesempit itu bisa “menelan” kepala penis besarku. Pinggul Tante mulai berputar. Aku bangkit. sampai habis. Ah. sudah didalam seluruhnya. Baru beberapa kali “tusuk” aku sudah merasakan geli luar biasa. atau kata-kata yang tak bermakna. Kudorong lagi.

To” “Maafkan lagi saya. Tante merasa enak. aku sudah hampir tiba di puncak. lama-lama kamu akan mampu. Tante. gimana Tante. Barangmu kerasnya luar biasa” “Gimana caranya supaya saya bisa lama.tahan lama. muntah lagi… Tante berhenti berputar. aku tak akan berhasil menahan diri. Seluruh bagian tubuh yang di dalam sana memeras-meras kelaminku. Oh. Selesai menggetar. Tante ?’ . makin cepat dan semakin cepat. Langsung saja aku bergerak lagi. pantat Tante langsung berputar. kamu lumayan tadi” “Lumayan gimana Tante ?” “Ada kemajuan dibanding yang lalu. Rasanya aku mengeluarkan banyak sekali Lalu akupun ambruk di atas tubuh Tante. selesai melepas. selesai mengejang. memuntahkan. Tanteku selesai terpaksa. Memang Tante merasa belum “tuntas”. To. Ocehan Tantepun makin ngawur. persis kalau aku menahan kencing. tadi” “Tante bohong! Tante cuma menghibur saya” “Benar. saya engga bisa menahan lagi …” “Hmmm. selesai semuanya. lalu ……. To. makin cepat malah. Aku agak tenteram. “Tante. Aku selesai. tapi kocokanmu tadi bisa Tante nikmati”. Tapi begitu aku diam. mengejang lagi. Tapi bagaimana lagi. lalu menjepit kakiku. Saya gagal” “Sudahlah. To” “Saya hanya memuaskan diri sendiri” “Tante bilang sudahlah. Aku cemas jangan-jangan Tante nanti kecewa lagi. menerima pelepasanku. mengejang. Aku coba berhenti bergerak sambil menahan agar jangan sampai keluar dulu. Tante yakin. berulang. Aku jadi cepat. badanku bergetar hebat. “Ini karena kamu belum biasa. Aku yakin ia kecewa lagi.

barusan aku merasa meniduri isteriku. pukul empat sore.Tante” Tanpa kusadari. “Tante mandi dulu. mandi sana” Tante ke luar kamarku . penisku bangun lagi.“Nanti kamu akan tahu sendiri” “Ajarin saya ya. agak lama. “Tante” “Apa. Merapikan karet celana dalamnya. lalu bangkit mencari-cari pakaiannya yang berserakan. Akupun berdiam diri. Tante jangan kapok. Dipandangnya mataku lurus-lurus. pokoknya saya sayang sama Tante. Lama kami berdua membisu. mengkaitkan kutangnya. To ?” “Tarto sayang Tante” kataku tiba-tiba. Kupeluk Tante erat sekali. Tante” Tante tak menjawab. Tante” “Juga harus hati-hati” “Iya. “Apa maksudmu To” “Engga tahu Tante. “Sudah. Aku merasa demikian “mesra” membantunya berpakaian. itu maksudmu. ya ?” Aku membantunya berpakaian. Ada sesuatu yang lain kurasakan. mengancingkan dasternya. Asal kamu bisa jaga rahasia” “Bisa. ya ? Tarto ingin kita terus begini” “Oh. Lalu kucium pipinya dalam-dalam. Tante melihat jam. Aku serasa membantu isteriku! Ya.

*** Malam itu aku nonton TV sendirian. belum ada tanda-tanda. Pukul 9. Ayolah Tante. raba-raba. atau malam masih ada kesempatan. Kemarilah Tante. Jam 9 malam.30. Aku kesepian. Itu kurang ajar. Oom Ton menginap di Bandung dua malam. Toh besok siang. Aku mengharapkan Tante akan ke luar dari kamar menemaniku di sini. Kenapa engkau tidak ke luar ? Barangkali Tante memang tidak membutuhkannya. lalu ciuman. Kelamin berambut halus itu tak ada yang memasukinya malam ini. kalau ia butuh tentunya akan mendekatiku. baru tadi sore aku dipuaskan oleh Tante di kamarku. dan …diakhiri dengan hubungan suami-isteri. Ya. Aku putuskan. Buah dada putih itu tak ada yang mengelusnya. sore. Aku tetap menunggu. namanya. Kemudian aku mendekatinya. Tante belum juga muncul. Biar sajalah. malam ini memang Tante tak mau diganggu. Tante ada di kamarnya. Malam ini adalah malam pertama Oom tak ada di rumah. Tubuh indah itu sendirian di kamar. lalu aku masuk ? Ah jangan. Yah. Paling tidak malam ini. Tapi aku ingin malam ini! Aku ingin malam ini kelaminku masuk dan kemudian mengeluarkan cairan dengan nikmat! . tertutup. Jam 10. tidak juga. Heran aku. ini kesempatan yang tak boleh dilewatkan. malam ini aku ingin lagi! Aku ingin kenikmatan itu lagi. Atau kuketuk saja pintunya. aku merindukanmu. besok sajalah.

Tante tahu. Mumpung ada kesempatan. Sebab aku belum pernah lihat punya orang lain. “Tante” “Ehm ?” “Tarto sayang Tante” “Aku udah ada yang punya. Aku lega. Tante tak tahu perbuatanku semalam yang menyelinap ke kamar Mbak Mar. Pokoknya saya sayang” Jangan-jangan aku jatuh cinta benar-benar sama Tanteku ini. Saya tunggu-tunggu” “Ya. berangkat sana. kamu To. “Ya. Karena tidak ada Oom Ton. Entah benar-benar besar. Kamu masuk kamar jam 10 ‘kan ? Masa’ mau terusterusan”. Membayangkan apa yang akan kuperbuat nanti bersama Tante. “Hati-hati. seharian aku ingat Tante terus. aku tak tahu. “Semalam Tante ke mana. Seperti waktu sarapan tadi. Sekarang juga saya mau” kataku nakal. To” “Ya. . janji dulu” “Lihat dulu nanti” Bagaimana tidak mengganggu sekolah. Awas jangan sampai mengganggu sekolahmu!” “Habis Tante betul-betul menggemaskan” Aku ngaceng lagi! “Udah ah. Aku mengelus-elus bahu dan lengan atasnya yang terbuka di meja makan. To” katanya sambil mencubit pahaku. nanti telat” “Tapi nanti lagi ya Tante. Aku senang. aku jadi makin berani menggoda Tanteku.Kemudian aku mengeluarkan penisku yang sudah tegang itu. kamu nonton TV. “Gila. Kata Tante punyaku ini besar. Tante. “Iya dong. Kan saya lihat-lihat keadaan dulu” “Mar ada di belakang” katanya. Bahkan mencium pipinya.

Aku bersorak. Tante mungkin ada di kamar. Akan kureguk semua kenikmatan dari tubuh Tante. kemanakah engkau. Ditambah lagi acara TV menyajikan fashion show di Sydney. sehingga samar-samar celana dalam dan kutangnya terlihat. kamar pribadi Oom dan Tante.Tante Yani [3] Di kelas aku jadi sering melamun. Oh. berharap Tante akan keluar dari kamarnya. Kepala Tante lenyap. Jelas ini isyarat ajakan masuk. tapi bagaimana dengan Tante ? Dua kali aku berhubungan kelamin dengan Tante. juga Tante. Aku masuk langsung menutup pintu kamarnya dan mengunci. Aku tambah tegang. Diam-diam punyaku mulai tegak. Apalagi peragawati yang punya dada besar. . Membayangkan bagaimana kelaminku secara perlahan memasukinya… Bel tanda pulang berbunyi. Tak ada siapapun. belahan dadanya jelas. Tapi Tante tidak. bengong saja belum bereaksi atas isyaratnya. Sekali lagi Tante mengangguk. yang kedua kemarin tante bilang aku ada kemajuan. padahal hanya membayangkan yang kemarin. Peragawati cantik-cantik yang berlenggok di catwalk itu umumnya tak memakai kutang. kali ini sambil mengedipkan kedua matanya. Dengan pasti aku melangkah menuju kamarnya. Aku jadi cemas. Tante sayang. Ingat ke rumah. Kuselesaikan makan siangku dengan cepat. sampai puas. lalu duduk saja di meja makan. Kalau model bajunya berdada rendah. Mudah-mudahan yang ketiga nanti dengan bertambahnya pengalamanku. Di rumah sepi-sepi saja. Memang aku bisa puas. Kalau bahannya tipis. dua-duanya aku bisa mengeluarkan spermaku ke dalam lubang kelamin Tante. Aku membutuhkanmu sekarang! Tiba-tiba pintu kamar Tante terbuka. sampai puas. Kepala Tante nongol memberi isyarat padaku dengan mengangguk-angguk. makin pusing karena terangsang. Aku ke ruang keluarga nonton TV. membayangkan waktu aku menyelusuri seluruh permukaan dada Tante dengan mulut dan lidahku. jangan-jangan nanti aku juga begitu. Pokoknya nanti akan kunikmati seluruhnya. Tapi aku ingat. Mengenakan baju tidur tipis. Aku ragu. Aku menoleh. buahnya berguncang waktu ia melenggang. sampai puncak. Hal ini sedikit menghiburku. Duduk di sofa lalu ingat. Aku makan siang sendirian. Nasibku memang beruntung. Australia. putingnya menonjol. Setengah jam berlalu. kemarin di sini aku menikmati buah dada Tante dengan tuntas. masih sendiri. Tapi masak di kamar itu. mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. ingat malam ini Tante menjadi milikku. Aku agak tenang sekarang. pintu kamarnya tertutup. ada kemajuan lagi. Di ranjang besar itu Tante terlentang.

Tante sudah basah! Benjolan dan pintu itu licin. “Aaaaaaaahhhh” teriak Tante. Kembali aku kecewa. pakaianmu” perintahnya. Disingkirkannya tanganku yang sedang asyik di bawah. lalu diarahkannya ke ‘pintu’. segera saja aku menghampirinya. Eh.” Tante tak mampu melenguh karena bibirnya aku kunci dengan bibirku. Okey. To!” Tante mengaduh. berkaca-kaca. aku tak sanggup lagi menahan untuk jangan sampai ke puncak dulu. sementara Tante belum terpuaskan benar. Kelamin berambut halus dan perutnya terbuka terhidang di depanku. Kembali aku berusaha menetralkan suasana yang tak enak ini. kulumat bibirnya sambil meremas sebelah dadanya. Aku terrangsang oleh bayanganku dan peragawati tadi. Rupanya Tante ingin memulai sekarang. Aku tak tahan melihat pemandangan yang menggairahkan ini.”kataku tersengal. Jika sudah geli begitu. Belum sempat aku bergerak. dipegangnya kelaminku. tapi aku tak sempat. sudah samasama terangsang lebih dulu sebelum bergumul.. Kucium rambutrambut halus itu sebentar. Kamipun saling menggenjot. juga rasa geli luar biasa. Tante terangsang entah oleh apa. “Maaf Tante. Tante menyajikan ’strip tease show’ di depanku! Ada-ada saja Tante ini. kelamin kami sudah saling pagut… Hasilnya. . Tante memelorotkan celana dalamnya dengan posisi masih terlentang. Kembali aku gagal memuaskan Tante. Mungkin sama dengan aku. Gemasnya aku.Matanya sayu memandangku. Buka dulu dong. Aku mulai ‘masuk’ “Aduhh! Pelanpelan. Tapi… “Tunggu dulu. Ditariknya gaun tidur tipis itu perlahan.. Lucu kelihatannya kali ini. memang masukku tadi agak kasar. tanpa dimintapun aku akan membuka. Dengan ’senjata’ yang tegak keras aku menghampiri tubuh indah ini. disamping rasa nikmat. Luar biasa. Sementara aku membuka pakaian sampai telanjang bulat. Tanganku sebelah lagi bergerak ke bawah. Ditarik lagi keatas sampai pusarnya nongol. Aku berpindah ke atas. Kini di balik baju tidur tipis itu nampak rambut-rambut halus yang menggemaskan itu. Kuelus buah dada yang putingnya masih tegang itu dengan penuh perasaan. Aku ‘keluar’ lebih dulu. Kentara dari pinggulnya yang masih mencoba menggoyang sambil kakinya menjepit pinggangku. Kutang itu perlu disingkirkan dulu seharusnya. ada lagi ‘ulah’ Tante. habis engga tahan sih. seperti kemarin. Kalau kelaminku sudah bergesekan dengan kelamin Tante. memperlihatkan paha bulat itu. Kutang itu bergerak naik-turun menandakan nafas Tante sudah memburu. Tante masih mengenakan gaun tidur dan kutangnya. “Hhhhhhhhmmmmmmmm.

Diciumnya pipiku. Kamu udah mulai pintar mengocok tadi” “Saya bisa merasakan Tante tadi belum puas” “Iya.. sudah ada kemajuan” “Tapi Tante kan belum …” “Engga usah kamu pikirin. Tante mengerti” katanya menentramkan sambil mengelus-elus dadaku. halus lagi” kataku sambil melihat dekat-dekat buah itu. Saya merasakan kenikmatan luar biasa.” “Udahlah. Tante tadi juga merasa nikmat. Kamu tadi lumayan. Kamu engga usah merasa apaapa. Putting itu mulai mengeras. “Saya engga bisa bertahan lama. Tante maklum kok.. Tante mengerti” “Terima kasih Tante” Kupeluk tubuhnya erat. “Tante” “Hmm ?” “Apa setiap buah dada ujungnya begini ?’ “Begini gimana” “Panjang. Tante. Itupun dari luar” “Pernah kamu pegang ?” Tangannya masih mengelus. “Jujur aja. Punyamu .” “Hmmm” “Saya. “Kelaminmu besar sekali” “Ah. Erat sekali. masa Tante. “Siapa saja” Aku pura-pura terpancing. Kulirik punyaku. “Tante. licin.. To” tangannya tidak menggenggam lagi. memang wanita membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding laki-laki. tapi mengelus kelaminku. “Besar. To. Dada siapa yang pernah kamu lihat” katanya lagi. “Iya. Bisa gempar. kok. “Ih. engga lah. lalu merebahkan kepalanya di dadaku. punya Tante paling besar” Ujung jariku mempermainkan putingnya.engga. masa. Dulu saya kerja di kebun. ya” Kubalikkan badannya. “Buah dada siapa yang kamu lihat” tanyanya sambil menggoyang-goyang kelaminku yang masih berada digenggamannya. tapi keras” “Mungkin. kenyal. Tapi kamu tadi ada kemajuan dibanding kemarin” “Tak adil rasanya. Saya kira biasa-biasa saja” “Apalagi kalau lagi tegang”. mengabaikan pujianku. Dibanding punya siapa” pancingnya. aku mulai terangsang. Tak perlu kamu pikirkan. “Benar Tante” “Kok tahu bagus ?” “Saya hanya lihat punya teman-teman sekolah. “Sungguh mati Tante. Dadamu bidang” katanya sambil tangannya menelusuri dadaku. Tante penasaran rupanya. “Tubuhmu atletis sekali. To. dari mana ?” “Pokoknya. “Tubuh Tante luar biasa” balasku. mungil. Tante” “Sudah lumayan.. Saya juga sering olahraga” Tiba-tiba tangan Tante ke bawah menggenggam punyaku. sedangkan Tante belum” “Sudahlah.Tante tahu. Aku mengelus rambutnya. “Buah dada Tante indah sekali” “Ah.lalu kucium perlahan. dong” “Jadi. tahunya punya Tante bagus. Tante. bulat. “Kalau lagi tegang keras dan panas” komentarnya lagi masih tentang penisku. “Berarti kamu sering lihat buah dada. “Cuma baru ini” jawabku sambil mulai merabai permukaan dadanya. Cuma punya Tante yang pernah saya lihat” “Yang bener. sudah agak surut. Kucium pipinya dengan mesra. Tante mengusap kepalaku. putih. dari luar.

. Basah di sana.” Memang .Hhheeeeeghh” Tante makin ribut. To. Kudorong perlahan..ampun. tepat di depan kelaminku. Tante..To..heeeehhhhhh” “Enak…Tante…?” “Wooow…. Kurasakan sentuhan seluruh relung kelaminnya pada kelaminku. mengikuti irama gosokanku. Luar biasa sedapnya. Aku mau lagi.”Tante mencoba bicara disela-sela nafasnya yang memburu. Oh my God. To. Kelaminku yang sudah keras kupegang pangkalnya. Oom Ton paling cepat besok siang pulangnya. Akhirnya… “Udah.. Terus saja menggenjot. keluar-masuk.kok…lama…” Baru aku menyadari. Tanganku ke belakang punggungnya.masih…lama. Enak.kamu…hhehh.luar biasa…” Genjot dan genjot lagi “Kamu..Uuhhmmmmm” desahnya agak keras. Tanganku ke bawah mencari-cari di antara ‘rambut-rambut’. tak ada orang ini.hhehh. nikmatnya…” teriaknya lagi. hheehh. Aku masuk. tapi aku tak merasakan geli seperti biasanya.. “Uuhmmmm…. sekarang…!” Aku bangkit.Aaahhhhhhh. Tante makin ribut. “Keenaapaa . Aku makin giat menggosoki tonjolan kecil di bawah sana. Sedaaaaaaaapp. “To… Hhheeeehhhggh. sekarang To. Segera saja kukulum putting yang sejak tadi kupermainkan.mulai keras” Aku seperti disadarkan.sedapnya….... Nikmaaaaaaaaaattt. menyuguhkan kelaminnya yang membasah. Kugosok yang basah itu. aku khawatir kalau sampai terdengar dari luar kamar. naik-turun. Teriak dia lagi.” Tante melenguh panjang.Ayo To. Ah. lalu aku mulai menggenjot. mamaaaa. Taanntee…hhehh” “Kamu…. “To…hhehh. Kelaminku diremas-remas. Kadang selagi punyaku didalam. Kurebahkan tubuhku menindih tubuhnya..” Sudah tenggelam separoh.” “To. sudah puluhan kali kelaminku kugenjot keluar. Kudorong lagi.masuk-putar. “Aduuuuhhhh. Yang kurasakan hanya nikmat. Tante membuka kakinya lebar-lebar. Memang aku sudah terangsang akibat percakapan tentang dada dan elusan Tante pada kelaminku. Aku nikmati benar gesekan kelaminku pada dinding vagina Tante. kali ini tak kurasakan! Heran! “Engga …tahu. Rasa geli yang tak bisa kutahan yang kemudian membuat aku ke ‘puncak’.?” “Masih…Tante. Sudah masuk seluruhnya..kok. Bertumpu pada kedua lututku.sedap. Kudorong lagi. Entah kata apa saja yang keluar dari mulut Tante aku tak peduli. Kenapa tidak ? Mumpung masih ada kesempatan. Tante “mengikat” pahaku dengan kakinya sambil memutar pantatnya. “Eeeeehhhhhmmmmmmm.. “Oooohhh.. aku menarik dan mendorong pinggulku. To. Demikian lebarnya sampai kedua lututnya ke atas. Kudekap erat tubuhnya... kuarahkan. menceracau tak karuan Gosok lagi.

Kumiringkan.. Tante lalu perlahan bangkit mendudukiku.melayang.”pujinya. aku mengangkat pantatku. hingga punyaku “masuk lagi”. tapi.. Makin geli. Entah sudah berapa lama akhirnya Tante capek juga. Tusukanku makin menggila.dan…….” Baru aku tahu maksud gerakan Tante ini. pantatnya naik-turun. “Terus. hanya nafas kami berdua yang terdengar. Tangan Tante memeluk erat punggungku. dulu. terus menjalar ke seluruh tubuh. gerakannya maju-mundur! Rasanya lain pula. “Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh….. Kupeluk.” Seeeerrr. Lalu. Aneh..kamu.. Entah sudah berapa kali seerr. Teriakannya makin keras..aku belum merasakan “geli menuju puncak” “Diam. Aku sampai lupa memperhatikan tingkah Tante. Sedangkan kepala terkulai. Tante mulai bergerak. Tante yang menindihku.. To” Aku menghentikan genjotanku. sehingga kelaminku sedikit tercabut.sampai…lepasss” Rupanya gerakan robohku terlalu cepat. “Gantian. Aku berhasil. Kelamin kami tak terlepas. Hanya sebentar. Untung Tante cepat mengimbangi gerakanku. Kuremas dada yang tambah licin kena keringat. tak tahu maksudnya.pintar. berguncang. dimulai dari ujung penis. serrrrr. tapi sama sedapnya! Dengan posisi begini gesekannya terasa lain. Kedua tanganku diraih.seer. Badannya telah bergeser ke atas karena ku”dorong” dengan tusukanku. Teriakannya ? Tak perlu kuceritakan. merasakan puncaknya kenikmatan hubungan kelamin……. “Kamu…udah. Kuikuti gerakannya. Bantalnya bukan lagi di kepala. Posisiku masih “di dalam”. Dengan hati-hati kami mengubah posisi. Lalu tubuhnya bergerak miring hendak merobohkan tubuhku. dituntun ke dadanya. seeerrr.. Tante…hampir…” Terus. Sekarang kami sudah sempurna berbalik posisi. To…Tante di atas. Kesemutan… mengambang.... Kadang Tante “jongkok”.. “Jangan. aku ingin di atas lagi. Agak lama juga aku dan Tante bergetaran begini. Makin cepat aku menarik-tusuk. Lagilagi Tante teriak.To. tapi di punggung. agar jangan terlepas. seperti diperas. Rasa geli datang. Begitu nikmat. Tante menurut. bergetar. bibir terkatub rapat seluruh tubuh gemetaran. Kadang diputar. mata melihat ke atas. Dia rebahkan tubuhnya. yang jelas setiap kali keluar aku merasakan kenikmatan yang tak bisa kugambarkan dengan kata-kata. Dengan posisi di atas aku jadi bebas menggenjot. Aku bertahan.. denyutdenyut.nakal” teriaknya ketika dia berjongkok membenamkan kelaminku. sedap juga. “Aaaahhhh. seolah berebut mengisap oksigen untuk . sementara kakinya mengikat pahaku.

susah diceritakan. Saya akan hati-hati.To. lebih lama. mudah-mudahan pengamatanku tak salah. “Saya sayang Tante” Kucium bibirnya. Tapi hati-hati. Tante . Lalu barangsur pelan. pokoknya …. To” Kami diam lagi. Tante. Tante. Manis sekali! “Ada apa ‘yang ?” Wuih. ya ?” “Pasti. teriak. “Auu” teriakku “To…luar biasa. Aku senang. Semoga begitu. Tapi Tante mau kan. Aku merasa bahagia sekali. mengerang.” panggilnya tiba-tiba. Pengalaman baru tentang rasa nikmat. kamu hebat” Diciumnya pipiku dengan gemasnya.mengembalikan enerji yang keluar. udahlah. Tadi Tante bilang membutuhkan Tarto. Dan lagi. enak sekali ya Tante” “Kok kamu tadi bisa lama” “Engga tahu. bukan main. “Ooh. Ingat pesanku ‘kan ? Tante juga senang kita bisa begini terus. lebih bergetar. “Tante…. Ini keempat kalinya aku bersetubuh dengan Tante. Tante” “Saya butuh kamu” Nah ini baru pernyataan. Mungkin karena tadi ronde kedua” “Atau mungkin karena kamu udah mulai pandai” “Yang pandai gurunya” “Huuuu” cibirnya sambil mencubit tongkolku. lebih memuncak.sama seperti kamu. Masa Tante yang jelita begini mau ditinggalin” “Tante serius. To. “To.. Tante begitu menggelepar.sayang” “Jangan tinggalin Tante. Maksudnya gimana Tante ?” “Iya. Sangat!” Kupeluk tubuhnya. tiap hari” “Nanti kamu bosan” “Saya sudah bilang. engga dong. Tante. Tante kali ini kelihatan “selesai”.ah engga. Ini buktinya” Kusodorkan kelaminku. Ya” “Oo. Tarto butuh Tante. Agak kaget Tante memandangku. “Ya. To” “Saya juga serius. mesra banget. Saya membutuhkan Tante. Ini pernyataan baru. “Dan berpengalaman” godaku lagi. Tarto ingin menikmati setiap hari. “Tante sayang. menusuk perutnya. agak sedih kulihat.. Tante” “Kamu betul-betul lelaki” tambahnya “Memang dari dulu saya laki-laki.. Lebih nikmat. Yang terakhir inilah kurasakan sangat berbeda dibanding tiga kali yang terdahulu. “Guruku yang cantik” Dicubitnya hidungku. lalu tersenyum..” Aku berbisik semesra mungkin. Tarto sayang Tante. “Aaah. Tante memanggilku ‘yang’. berbeda dengan sebelumnya. Tante membutuhkanku ? Bukankan ia punya suami ? “Oom Ton gimana Tante” Tiba-tiba wajah Tante berubah. “Hhmmmmmmm” lenguhnya.. makin beraturan. Saya ingin begini setiap hari. “Laki-laki yang jantan” diremasnya penisku dengan gemas. Pokoknya kita harus hati-hati. Tante masih “terkapar” Aku lunglai di atas tubuhnya. Tante ?” “Wow. “Enak engga tadi.” Tak putus-putusnya ia memujiku. “Apanya yang hebat. “Kalau lama. lebih banyak aku mengeluarkan “air”ku.

Enak juga. Aku benar-benar beruntung mendapatkannya. Apakah ini yang dinamakan cinta ? Ya. Tante” “Sudah tidur sini aja. saling memuaskan. temanin Tante” “Saya senang sekali Tante. Dua ronde permainan makan waktu hampir 3 jam. tapi besok Oom ‘kan pulang ?” “Paling cepat besok siang” Aku memperhatikan Tante yang dengan malas bangkit. tanpa pakaian. “Kamu memang nakal. Elusan ini yang membuat aku terbangun.saling menyayangi. Bayangkan. saling membutuhkan. bersih-bersih dulu baru kita tidur” Di dalam kamar tidur Tante yang luas ini ada kamar mandi yang luas pula. ah aku tidur di kamar pribadi Oom Ton dan Tante Yani! Ada rasa enak di bawah sana. apakah kami saling mencintai ? Aku memang tak ingin kehilangan Tante. Pantas saja aku lelah. Ooh. yang bisa membuatku melayang-layang di puncak kenikmatan. permainan lama yang betul-betul menguras tenagaku. Setiap bangun pagi. mesra sekali. Terutama yang terakhir tadi. Aku sekarang ingin istirahat. Kulihat sekeliling. Tante sedang asyik mengeluselus penisku yang tegang. To” Tante merasa aku tatap begitu. Tante menyabun tubuhku sementara aku mengguyur tubuhnya. Dengan tergagap aku terbangun. Dimana aku in ? Tante masih ada di pelukanku. Ah. bath-tube.juga ingin setiap hari” Klop ‘kan ? Keinginan yang sama. “Kenapa. Di bath-tube kami saling membersihkan. lalu gantian. dan…. Yang penting. “Mau ke mana To ?” “Saya ingin tidur. Tante yang punya ide begini. tapi mana berani aku menanyakan langsung kepada Tante. Ah. dan tempat untuk mengguyur (douce) yang berpintu kaca agak buram. Tubuh wanita ini memang luar biasa. aku sekarang punya kekasih yang luar biasa. Masih telanjang bulat Tante berjalan menuju kamar mandi. tanpa dieluspun penisku memang tegang. Ada dua wastafel cermin lebar. Tak lepas mataku menatapnya. Sudahlah. Masih agak sempoyongan aku bangkit mengumpulkan pakaianku. Lalu berdua kami tidur berpelukan dibawah selimut yang hangat. itu tak penting. Lelah benar aku malam ini. . “Tante memang indah” kataku sambil bergantian menatap dada dan ‘rambut’ bawahnya. tapi Tante sendiri bagaimana ? Apakah ia membutuhkanku karena mencintai keponakannya ini ? Atau karena aku baru saja memuaskannya ? Bagaimana dengan suaminya ? Jangan-jangan ia tak mendapatkan kepuasan dari Oom Ton ? Aku ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan terakhir ini.32. Jam dinding menunjuk waktu 11. malam ini dua kali aku “bertempur”.

mencegah “kicauan”nya yang makin keras. di kamarku. ia sudah siap di dipanku memakai selimutku sebatas dada dan tak memakai apa-apa lagi di balik selimut itu. aku harus siap-siap. “Punyamu udah keras. aku makin yakin seperti yang Tante katakan. sudah pagi. tambahan ronde. ia duduk di atas pahaku berhadapan. Si Luki bermain dengan pengasuhnya di rumah sebelah. Saat yang lain lagi. Pernah juga di kursi belajarku. Sudah basah rupanya. dan saat Oom Ton belum pulang kantor.Kulihat jam dinding. Karena aku memang sangat menikmati hubungan ini. atau acara “pembukaan”. Ganti posisi Percepat lagi.17. Aku duduk di kursi yang dirapatkan ke dinding. Pagi yang melelahkan sekaligus menyegarkan……! Tante memberikan bukti. Bertumpu pada lututnya ia ‘nungging’. aku ‘masuk’ sambil tetap berdiri. Mengingat waktu. Ah . Kami bersetubuh hampir tiap hari. Kembali aku melakukan ‘pertempuran’ panjang melawan Tante. pukul 05. aku ingin segera mulai. Entah itu posisi berhubungan. khawatir terdengar Mar yang sangat mungkin sudah bangun. ada saja ide Tante untuk membuat kejutan untukku setiap berhubungan kelamin. Aku terangsang. menghilangkan “bekas”. Dengan posisi begini ia bebas “memilih” posisi tusukan kelaminku di . bukan hanya janji. Ia duduk di pinggiran meja membuka kaki. kecuali kalau Tante senam. Aku jauh dari bosan. Siang hari memberikan Tante cukup waktu untuk membersihkan diri. Rasanya jalan ke puncak masih lama. Lain kali lagi ia memintaku “masuk” dari belakang. Seperti yang kukemukakan di awal tulisan ini. Kejutan yang membuatku “terbakar”. jantan. Langsung saja aku raih buah indah itu. Tante memandangku. Tantepun paham. waktu saya baru pulang sekolah. Faktor lain yang membuat aku tak bosan adalah kreativitas Tante. kami ‘bertempur’ di atas meja belajarku. Pernah sekali waktu ketika aku pulang sekolah. Ini demi keamanan. To” Buah dada itu menyembul karena terpepet dadaku. tanganku ke bawah sana. Waktu yang dipilihnya adalah siang hari. Aku terus melumat bibir Tante. Putingnya sudah keras. aku bermain sambil memegangi pantatnya yang bahenol itu. hebat…. Aku mempercepat “pompaan”ku Belum juga. dan lain-lain yang membuat aku merasa “lain”. seperti biasa : manis. Aku ingin tahu kesiapan Tante pagi ini. seperti yang dikhawatirkan Tante.. tersenyum. Kami berpagutan. Saat Si Mar sedang sibuk bekerja di belakang. Hampir Ubah posisi Akhirnya. Tapi Tante ini. Siang hari adalah saat yang paling aman. bahwa aku lelaki tulen.

Lalu perutnya. karena sejak “semalam 3 ronde” itu aku tak pernah lagi making love di kamar itu. kupeluk Tante dari belakang. Tante mungkin ada di kamarnya. Tante mengenakan kimono sedang mengikat rambutnya. aku langsung menemui Tante meminta “jatah” bersetubuh. semua bagian dari alat vitalku itu dibersihkan dengan sabun lalu diguyur. kulihat mata Tante merem-melek keenakan.vaginanya. Siang begini terkadang si Luki suka masuk ke kamar. Diusapnya dengan sabun ‘rambut’ bawahku. Tante membuka kimononya. kapan-kapan bolehlah” Tanganku yang bersabun menggosoki dadanya.sebentar ya ‘yang. Karuan saja batang itu membesar.” Aku menghentikan aksiku. kulihat pintunya sedikit terbuka. kemudian dipegangnya batang kelaminku. Tante mau mandi dulu” “Engga usah mandi juga Tante tetap wangi” kataku terus menjelajahi tubuhnya. pulang sekolah setelah ganti baju... Aman. sekarang kita mandi dulu. tapi jatah suaminya. Selesai mengeringkan badan aku langsung menubruk Tante. Aku masuk kamarnya. Tante juga menggosok dadaku dengan sabun. Di bagian putting sengaja kutekan-tekan. Seperti yang sudah-sudah. Posisi atau gaya apapun. tentu diikuti si Tinah. “Hiiiiii. “Hush. Kukunci pintu. jangan disini To. Enak. Kalau aku lagi menggosok “pintu” kelaminnya. yang jelas membuat kami berdua menuju puncak bersamaan atau hampir berbarengan. digosok juga. Aku ingin masuk ke kamarnya. hanya pakaian luar . Aku sebut jatah karena kalau malam hari Tante bukan milikku lagi. “Ayolah. To” ajaknya. “Kita main di sini Tante ?” nakalku timbul. Berbahaya. menuntun Tante memasuku kamar mandi. kita mandi bareng” Tak kusangka Tante menganggapnya serius. bertelanjang bulat juga. “Entar biar segar. bangunnya cepet bener” Aku menikmati gosokannya. Tak ada apa-apa lagi di balik kimono itu. kali ini aku ingin main di kamarnya. dan ke bawah lagi. Tante benar-benar teliti. “Heee. masuk ke ruang douce. Tangan Tante juga ke bawah. Sabar dulu ya. “Saya ikut mandi Tante” kataku bercanda. selalu di kamarku. “Ayo. Seluruh bagian kelaminnya aku bersihkan. kalau begitu. menggerayangi. “Hhmmmmm. Tak bosan-bosannya aku memandangi tubuh indah ini. Kejutan yang susah kulupakan serta merupakan pengalaman baru bagiku adalah seperti yang akan kuceritakan di bawah ini. Aku langsung bertelanjang. Kuperiksa keadaan sekeliling dulu. Aku ikut-ikutan. Aku berpakaian. Siang itu ruang tengah sepi. ingat dong” Oh ya. Ayo. padahal hampir tiap siang aku menggumulinya.

Atau ya itu tadi..sed ap. Aku mulai mencium.. “Hiiiii. toh aku sudah sering mencium ‘rambut-rambut’ halusmu itu.. lucu. Betul juga kata Tante. Bahkan. lebih segar.! Sungguh ini pengalaman baru bagiku. langsung berbugil.pintar . kepalanya naik-turun berirama.sedaaaaaaaaaap. To. Lebih kaget lagi. tangannya menggenggam kelaminku dan mulai menciumi barang yang sudah mengeras itu! Bukan main! Geli-geli nikmat.. Sejurus kemudian Tante menyusul. jelas kurasakan lidah Tante ikut bermain menggelitiki penisku. Woooow sedapnya tak terkira . tak biasanya Tante begitu. Tantepun hanya memakai daster. Aku masuk kamarku duluan. menyingkat waktu. Entah apa yang dirasakan oleh Tante. Bagaimana nanti kalau aku tak mampu menahan diri ? Masa aku menyemprotkan spermaku ke mulut Tante ? Ah. disapunya barangku dengan kain dasternya yang tergeletak di dipan. saling raba dan saling pagut. Lalu…dikulum lagi…! Nikmaaaaat.” kata Tante mengomentari tonjolan di celanaku. barangkali mau dilap lagi. “Aaaahhhhhhh…hhmmmmmmmm…ssssshhhhhhhh. …Tante. . Dilepaskannya lagi. badannya digeser sehingga kaki Tante berpindah ke arah kepalaku.sekali…” celotehku menahan nikmat. mandi dulu sebelum main. “Ke bawah lagi. dong To.saja. Sewaktu di dalam. Ternyata tidak. juga langsung bertelanjang bulat. tanpa pakaian dalam. Dikeringkan. Tiba-tiba Tante melepas “makanan”nya.”katanya terengah. Aku merasa kehilangan sesuatu.. ayo cium. . Kali ini mungkin tak ada kejutan yang dibuat Tante.” . Tante. Okey. “Aaaaaaaahhhh” aku mengerang ketika kepala penisku dimasukkan ke mulutnya! Luar biasa nikmatnya.. terus saja asyik melahap barangku. “Tante…” Tante seolah tak mendengar panggilanku. Tante sanggup memasukkan barang itu hingga separohnya. Ini rupanya mengapa Tante begitu teliti membersihkan kelaminku waktu mandi tadi. Aku perhatikan bagaimana ia sibuk mengeluarkan-memasukkan penisku. “Kamu cium ini…” katanya kemudian sambil menunjuk ke selangkangannya. Tapi.. Aku sih keenakan. Nikmatnya terasa lain. pakaian dalam aku bawa. yang penting sekarang…. Kok mau-maunya ia melakukan ini.. Tante. Ini mungkin kejutannya. Tante terus ke bawah menciumi ‘rambut’ku. Sejenak aku bengong tak mengerti permintaannya.. Aku meringkik kegelian ketika Tante menciumi pusarku. bagaimana nanti saja. “To. Kami langsung bersatu.

Untung saja aku berhasil menahan diri untuk tidak keluar. Asyik juga bermain seperti ini. Di kemudian hari aku baru tahu bahwa yang sedang aku dan Tante lakukan sekarang ini namanya “posisi 69″ Dalam mengulum ini Tante pintar sekali. Kalau tidak. Kurang apa lagi ? *** Tak ada yang kurang pada diri Tante. Menggelitik ‘lubang’ dengan lidahku. Bersama menuju puncak. banyak variasinya. Sampai akhirnya…. Kreativitas Tante tercermin dari cara bersetubuh. betapa bahagianya aku. dan kreatif. Entah sudah berapa lama kami bermain begini. tubuh bagus. permainan di tempat tidur luar biasa.Ke bawah ? berarti disitunya ? Hal baru. Kebutuhan lahir dan batin terpenuhi. Untuk kesekian kalinya kami saling menggenjot. Masing-masing sibuk. sedap To. putih. Aku sudah membuka resleting celanaku. menggigit kelentitnya (pelan. masih berpakaian lengkap. Selalu ada hal baru dalam setiap permainannya. Tante juga amat menikmati permainan lidahku di vaginannya. di kamar Tante yang sudah kukunci. Sudah itu Samasama lemas Sama-sama puas. “Aaaaaaaahhhhhhhh. Ketika dengan kurang ajar aku mendekatkan . Ada saja yang dilakukannya yang membuatku merasa bersetubuh dengan orang baru. masa aku menyiram mulut Tante dengan maniku. Seperti biasa sepulang sekolah aku mendekati Tante untuk melaksanakan ‘tugas’ rutin. mengeluarkan penisku yang tegang di dekat Tante yang sedang duduk di tepi ranjang. To…. masing-masing merasakan nikmatnya. Tante menerima dengan antusias. Sejak Tante memperkenalkan “posisi 69″. Aku sekarang memiliki ketrampilan baru untuk mengontrol diri. tentu saja).” Aku memutar tubuhku. menyapu bibirku ke “bibir”nya. bermain lidah. Yah. sesekali menggigit (aku langsung teriak). Cantik. kenapa tidak ? Kucium tonjolan kecil yang sudah keras itu. aku selalu minta dikulum penisku sebagai acara pembukaan. Ia hanya mengelus-elus. Berbarengan menggelepar. Tapi tante menyambut dengan dingin. siap menerima tusukanku. Keluar-masuk. yaaaaaa…begitu enak…” katanya sambil mulutnya menyergap lagi batang kelaminku. Akupun diajarinya bermain.sekarang. Aku masuk dengan gemas. kadang menyedot-nyedot. semacam pemberitahuan bahwa aku sudah siap. Asin rasanya. Ada cairan yang asin rasanya. tak seperti biasanya. sementara Tante rebah terlentang membuka kakinya. bersetubuh.To…. terus…” Kini lidahku yang menyapu-nyapu pintu dan tonjolan tadi “Yaaaahhh. Oh. “Ayo. mengatur diri kapan saatnya ‘keluar’.

“Engga bisa To. minta dikulum. *** Sengaja aku datang ke sekolah lebih pagi. Bahkan ditunjukkannya kepadaku celana dalamnya yang berbalut itu. Malamnya. Pukul 10. jadwal senam Tante berikutnya.15 mereka masih asyik menonton TV. mana tahan ? “Tapi Tante. “Engga dong. Pulang sekolah agak kaget aku mendapati Tante duduk di sofa. Wanita yang normal pasti mengalami” Lalu Tante memberiku kuliah tentang menstruasi itu. Di rumah aku tak bisa konsentrasi belajar. Tante. ia hanya mengecup lembut kepalanya. terkantuk-kantuk aku menunggu Oom Ton dan Tante masuk kamar. gimana ?” Benar juga kata Tante. ‘yang ?” “Engga. Tante. “Maafkan saya. paling-paling hanya menggenggam. Kamu bisa puas. Paling tidak aku harus menunggu 2 hari lagi.” “Lagi apa. setiap bulan wanita yang sudah dewasa mengalami masa menstruasi. ya. saya ingin …” “Engga. Saya sungguh-sungguh belum tahu” kataku sambil memeluknya dengan mesra.” “Mens ? Apa itu Tante ?” “Kamu engga tahu ?” “Bener. lalu ditutupnya resleting celanaku. Kucium pipinya. dengan mesra juga. mana bisa aku menunggu 4 – 5 hari tanpa bersetubuh. “Begini. Mesra sekali. lampu tengah juga. Masa mens biasanya sekitar seminggu.. “Engga apa-apa. Setengah jam berikutnya kudengar TV dimatikan. menunggu 4 – 5 hari. celana dalamku dibetulkan letaknya. To” “Kenapa Tante ?” “Tante lagi …itu.. “Kalau begitu. Tante” pertanyaan bodoh memang. Tante maklum” Dimasukkannya penisku. Itu namanya kamu egois. “Engga senam.” Wah. Saya sungguh engga tahu” Memang aku tidak tahu. “Bagaimana kalau begini saja Tante.kelaminku ke mulutnya. To. lalu kudengar suara pintu ditutup dan dikunci. membaca. yang…” Aduh. kamu. pusing juga aku. Tante. ingatanku . tidak dikulum seperti biasanya. gelisah. “Engga bisa juga. Emangnya apaan.” Ternyata ada yang belum aku ketahui tentang wanita Sekarang masalahku. Sabar aja ya. To. Tapi berarti hilang juga kesempatanku siang ini menyatroni mBak Mar. Hari in ada ulangan Fisika dan aku merasa belum siap. atau menunggu sampai Tante “bersih”. Tapi kalau Tante sekitar 4 – 5 hari. Kucium kedua belah pipi Tante. Ya mens-nya” Aku mengerti.” Kataku sambil menempelkan penisku ke bibir Tante. Aku masuk kamar duluan. keinginan sudah sampai ke kepala. “Awas. Jangan cari sasaran lain” katanya. tapi kalau Tante terangsang. Tante ?” “Lagi mens. besok saja ya. “Tante engga bisa sekarang. lagi banyak-banyaknya” “Apanya yang banyak ?” “Ah. To. setelah hampir tiap hari menikmati.

Ah seandainya . sebatas dalam pelajaran lho! Sering saling meminjam buku catatan. tapi cukup membuatku “berdiri”. Makin dekat kurasakan Yuli makin menarik. Kuperiksa keadaan sekeliling. Ini dia. Tak ada reaksi. Belum banyak kawan yang datang. “Ah engga. diskusi soal-soal PR. Hanya ada 2 kawan yang tadi. Lalu dia dengan serius memelototi catatanku itu. Mataku tak lepas memperhatikannya. dadanya menonjol wajar dan wajahnya manis.. Tangannya halus bener . Segera saja tangan kananku merangkul bahu Yuli.?” tegurnya sambil duduk di sebelah kananku.. apalagi kalau senyum. Di sela-sela kancing bajunya. Masih sepi. Edi dan Rika yang lagi ngrumpi. Tapi kemarin gua engga sempet nyatet jawaban soal kemarin” Aku ulurkan buku Matematik.ke Tante melulu. mojok. mana bisa belajar di rumah. Aksi kuteruskan dengan . Aku sudah berada di pelukan Tante sih. dadanya makin menonjol aja. Dito belum nongol. tapi pura-pura tidak tahu. Hanya sedikit sih. Apalagi sekarang udah beberapa hari aku tak bersetubuh. tak akan melihat bila aku “menggarap” Yuli. Yuli memang manis. aku sempat “mencuri” keindahan sebelah buah yang tumbuh di dadanya. Ah . cuma ada Tono. pembaca ? Yuli teman sekelasku yang kugambarkan badannya biasa-biasa saja. Akhir-akhir ini kami makin akrab. without any words.. pusing aku.khayalanku melayang tinggi. sampai seseorang datang menghampiriku dengan senyuman yang amat manis. memang masih pagi sih. belajar Fisika ya. Juga beberapa rumus sempat “masuk’ ke otakku. Apalagi daging itu terlihat sedikit naik-turun seirama tarikan nafasnya. sambil memgang tangannya. Lumayanlah dalam setengah jam aku bisa memecahkan soal-soal yang kuperkirakan akan keluar nanti. Pagi ini kesempatan terakhirku untuk belajar Fisika menghadapi ulangan nanti. meskipun kemudian dia tarik tangannya. lagi asyik menulis. baru sempet belajar sekarang” sahutku “Pinjam catatan Matematiknya dong Tar” “Matematik ? Kan entar ulangan Fisika” “Iyyaa. Anak ini memang serius banget kalau belajar. “Rajin bener. Aku ambil bangku paling belakang. Dia mungkin tahu aku melihatnya. Entah ini hanya ge-er saja. Sekaranglah waktunya! Toh 2 teman tadi menghadap ke depan kelas. atau cuma ngomongin guruguru.. lalu mencoba berkonsentrasi. Yuli membiarkan tanganku meremas tangannya. Tanda “penerimaan”. Justru karena aku males. kulihat Yuli begitu ceria kalau berdekatan denganku. Masih ingat dengan Yuli. jadi aku kurang memperhatikan Yuli.

Yuli masih perawan . Jariku mencari-cari putingnya. tak ada waktu lagi. lalu mulai menusuk. tapi tak ada tanda-tanda penolakan.? Mungkin juga.memegang dagu dan menariknya. Yuli melenguh. Apa betul. Halus. Aku tak sanggup menahan lagi. dan lumayan besar.. Kucium bibirnya. tunggu apa lagi.pelan ..sakiiit…” Desahnya pelan dan terbata-bata. Aku tusuk lagi lebih kuat. Kancing bajunya sudah terbuka semuanya. Kutempatkan penisku ke “tempat yang layak”. Kupelorotkan celana dalam krem-nya… Amboi … bulu-bulu halus. Suara Yuli! Aku tersadar.. “Uuuuhhhhhh . di kelas ? Biar saja. Keras. Lamunan bersetubuh dengan gadis yang duduk di sebelahku ini. Lagi pula Yuli sudah merintih-rintih sambil membuka pahanya agak lebar. Aku meremas. “Aaaahhhhh . Kembali dari lamunan nakal. bibir merah membasah yang menggairahkan.. merata di seluruh permukaan kewanitaanya. Kuciumi habis-habisan kedua bukit perawan itu. Masa aku kerjain di sini. Kenapa aku begini ? Gara-gara . tapi meriamku sudah nongol tegak dari rits celana. Mentok. Aku yakin bukit kembar ini belum tersentuh oleh “pendaki” manapun. padat.. terus kebawah. Kalau nanti ketangkap basah gimana ? Peduli amat. Aku kembali ke alam nyata. Kulepas baju seragamnya. Sebab biasanya kalau sama Tante Yani tusukan begini sudah mampu mencapai “dasar”. lalu empat jariku menyusup ke balik BH-nya. “Heh! ngelamun aja!”kudengar suara agak membentak. mereka masih tak acuh sibuk sendiri.” Yuli melenguh. We got the point no return! Mulai sekarang ? Ya. bahkan sekuat tenagaku. Kusingkap rok abu-abu itu jauh-jauh ke atas. lalu kudorong Yuli hingga rebah di bangku sekolah! Aku menindihnya hingga tubuh kami “lenyap” dari pandangan teman-teman tadi kalau mereka menengok ke belakang. mana bisa “delay”. Tangannya kepangkuanku. apalagi “cancel”. Mata Yuli sedikit membelalak. dan padat. Vagina yang satu ini sempit benar. Biar saja. aku melirik dua temanku tadi. agak kaget mungkin. Gadis yang baru saja mengagetanku! Ah. Mengeras.. siap.sialan. Meremas juga. Menyapu-nyapu sebentar di seputar pintu-basahnya. Padahal baru “kepala”ku yang tenggelam.! Tanganku mulai membuka kancing baju putih itu. Ah.pelan . Dan … Yuli membalas ganas ciumanku. Walaupun pakaianku masih lengkap nempel di badan. Buset! Susah bener. Aman! Bibirku menelusuri lehernya yang licin. Luar biasa. BH-nya masih nempel. Kalau sudah begini.. Tusuk lagi dengan menambah tekanan. Dan …. Sambil masih berciuman.

belum bersih” jawabnya sambil menuntun tanganku ke bawah perutnya. Lalu. indahnya dunia ini. Ini dia kejutannya. terus diciumi ‘kepala’-nya. Jelas belum bisa bersetubuh. Begitu datang aku langsung menyingkirkan kain sulamannya. Belum puas aku bermain dengan dada. hanya kancing gaunnya telah dibuka sampai perut. Tante” “Kamu itu. dong” katanya sambil menggenggam selangkanganku. “Pokoknya kamu mandi dulu” Aku mandi dan mengganti baju dengan penuh harap. Cuma ketagihan. engga sabaran. Tante ada di rumah mengajakku ngobrol. bertelanjang dada di ruang tengah. lagi pergi…” Dibukanya resleting celanaku. ada kejutan baru untukku. gimana dong Tante” kuremas dadanya yang tak berkutang. “Eeeeehhhhmmmmmm” Dengan gemasnya aku mengacakacak buah indah itu dengan mulut dan tanganku. Udah biasa setiap hari…” “Sabar. nikmat sekali permainan baru ini. Aku langsung tahu bahwa dibalik gaun merah jambu.. warna kesukaannya.Tante membuka kancing jeansku! “Tante… Si Mar nanti…. “Tante…” panggilku dengan suara serak” “Hmm ?” “Saya pengin. udah keras. Saya siap setiap saat” kataku meniru iklan “Dasar……. Hanya ngobrol. Sembulan dada bagian atas Tante dan sedikit belahannya cukup membuatku kepingin. digenggam pangkalnya. *** Hari berikutnya aku kurang beruntung. Tante masih duduk di situ. “Ooohhhhhhhhh. mempertontonkan sepasang buah dada yang mengagumkan. puas sekali.” “Engga ada. Masih ada pembalut di sana. Tidak bersetubuh sih. Tante. “Eh. aku jadi melayang.mengintip sedikit buah Yuli. Suasana baru. Saya puas.. lalu dikeluarkannya penisku yang langsung tegang. tapi kelakuan Tante ini menandakan ada permainan apa lagi nih.! Dua hari lagi” “Lama bener.” katanya lagi. Sayang sekali tubuh molek ini belum bisa “dipakai”.. engga pernah puas” “Bukan begitu. Luar biasa. “Iya. Tante. Langsung saja kuserbu buah dada itu.. tapi menyenangkan. Tante mengulumnya dengan bertelanjang dada! Oh. lalu kucium pipi dan kemudian bibirnya. lalu masuk mulutnya! Ooooohhh.” Besok siangnya lagi. kesitu aja pikiranmu. berdua masih berpakaian. aku hanya mengeluarkan kelaminku. “Ih. Bayangkan. habis enak sih. …sedaaaaappp. Tante mendorongku sampai aku berdiri di depannya.” . “Mandi dulu sana. “Jadi. barangkali ada kreativitas baru dari Tante. To” “Udah bisa. Berani benar Tante ini. diturunkannya celana dalamku. Belum. Tante tak memakai BH. Tante sedang duduk di sofa menyulam. Di ruang tengah. Tante. Tante ?” tanyaku cerah. Aku keluar kamar.

“He.segera sampai…. aku tak tega kalau sampai menumpahi mulut Tante dengan spermaku. muncrat. Segera. terjulur kutempelkan di pipi Tante. Tanganku dituntun ke buah dadanya. cuci dulu sana. Tante. ia masih menggenggam dengan saputangan. Aku tak mampu menahan lebih lama lagi. saya tahu.”. Tante.. “Aauuu” aku teriak. gimana dong. engga aman!” “Iya Tante. “Terima kasih.!” Tante kaget. Sewaktu aku sedang makan siang sendiri.Kepala Tante bergerak maju-mundur. “Masukkin. atau karena suasana yang aneh ini. tertampung di saputangan. Ih. Tante. Tante ?” “Engga apa-apa. Lepas sudah…” Keteganganku memang lepas. Ada lagi.. makin sedikit…. ia mempercepat gerakannya.. *** Sejak peristiwa ‘penguluman di ruang tengah’ kemarin itu aku jadi makin berani ‘kurang ajar’ kepada Tante. Aku makin sayang saja sama Tanteku ini. Tante…! Ya. Sedaaaaaaap. sangat dekat sehingga perutnya hanya berjarak . “Aaaaaaaaaahhhhhh” sambil berteriak aku muncrat. Tante…” “Enak. Habis sedap sekali sih! Kedua tanganku meremasi sepasang buah kenyal itu. Tante terus bekerja. Kucium mulutnya. Mungkin karena pintarnya bibir dan lidah Tante merayapi permukaan kulit kelaminku. Terasa sekali bibirnya menjepit dan bergerak menelusuri permukaan penisku. Tante rupanya tahu kalau aku hampir sampai. nikmat. Seperti siang ini. remas…. Dilepasnya kulumannya. enak. “Tante. Aku sampai lupa diri tak berbuat apa-apa pada Tante. Tapi lebih nikmat ke sini…” jawabku sambil memegang benda yang masih berpembalut itu. kakiku goyah. geli. habis sudah tiga hari engga keluar. Tante mendekatiku. aku mendekatinya dari belakang dengan kelaminku sudah kukeluarkan. “Tante sendiri. Beberapa detik aku terbang. “Masih pusing ?” “Hilang. Entah mengapa kali ini aku cepat mendaki. banyaknya…. ngawur kamu.. sedap. Muncrat lagi. lalu mendarat ditubuh Tante. “Sudah. Geli. Masih ada muncratan lagi. To ?” “Sedaaaaaaap. “Terima kasih. tangannya yang memegang sapu tangan secepat kilat menutupi kelaminku dan digenggam. Cuma bercanda” Di hari berikutnya Tante membalas. Ini ‘kan cuma membantu kamu” Kupeluk lagi Tante lebih erat.” “Iya. Aku hampir ke puncak.Tante…enaaaaaaaak. muncrat. Ditariknya punyaku.ya.. Tarto makin sayang sama Tante” kataku jujur. Tante meremas. Tante. Beberapa saat aku masih menubruk Tante. Waktu Tante sedang duduk membaca di ruang tengah.” Tante terus saja. meremas lagi. sangat perlahan. remas. Bagaimana kalau keluar.

blessss aku langsung masuk…! Gila! Tanpa pemanasan dulu Tante langsung main. Tapi itu tak lama. Aku masuk kamar. Tante semangat sekali nampaknya. Kucium bawah perutnya. Kelaminku langsung membesar lagi. kenapa musti sewot ? Kelaminku mulai surut. mobilnya ada di garasi. sialan. Tante dengan tergopoh-gopoh membuka resleting celanaku. lahir dan batin. Buah itu masih berkeringat. Disodorkan buah dadanya ke mulutku. Lalu Tante meraih tanganku. Tapi Oom Ton merebutnya. juga wajahnya. mengeluarkan isinya yang sudah keras menjulang. Di kursi lagi. tak tahan di situ. besok ulangan.. masih duduk di kursi belajarku. Setelah mencoba menyadari posisiku. Dengan posisi berpangku berhadapan ia di atas. Aku langsung tegang. Atau jangan-jangan ia belum puas dengan suaminya lantas melanjutkan di sini ? Hanya Tante yang tahu. Aku gagal mencoba berkonsentrasi membaca Fisika. Jadilah kami ‘berkudaan’ di kursi. Ah. Aku makin tegang ketika setengah jam kemudian lamatlamat mendengar suara erangan Tante dari kamar. berarti siang ini bisa. Tante ?” “Sudah.. langsung vaginanya terpegang. Aku serbu dada itu. ya. Bayangan Tante disetubuhi suaminya yang muncul. memeluknya. Merebut ? Memang Oom Ton pemilik sah. sebelum ia mengunci kamar. Hanya kadang-kadang saja menusuk. . dan…. soalnya berat. sementara suaminya (mungkin) sedang pulas di kamar sebelah! Seakan ia tak ada puasnya.beberapa senti dari pipiku. Tak peduli. Tiba-tiba Tante masuk.” Katanya sambil meninggalkanku masuk ke kamarnya. Aku lebih pasif. seharusnya siang ini ia milikku. Aku langsung berdiri meninggalkan makanku. Ia melangkah naik ke pahaku. sekarang ia berkudaan denganku. Aku ‘kan hanya kemenakannya yang dibantu. harus mengangkat tubuhnya dengan pinggulku. Seharusnya aku tahu. aku jadi agak tenang. Untung aku cepat siap.. “Tunggu dulu” kata Tante sambil mendorongku terduduk kembali. dimasukkan ke balik gaunnya.. Tante masih sempat melihatku sambil tersenyum. Mengarahkan kelaminku ke vaginanya.” Kuangkat gaun itu sehingga ‘rambut’ yang menggemaskan itu nampak. Kurang ajar! Oom Ton ada di kamar. Betapa trampilnya ia menggenjot. Tante leluasa mengeksplorasi penisku. langsung mengunci pintu kamarku. “Kali ini Oommu dulu. Tante sudah selesai mens-nya. Tak ada celana dalam di balik gaun Tante. Edan! Setengah jam yang lalu aku mendengar Tante mengerang di kamarnya bersama Oom Ton. “Sudah bersih.

?” “Iya. cuma hampir sampai. “Kamu engga usah tahu” “Ayolah. engga pemanasan dulu” “Tante tadi senewen. To. Tubuhnya bergetar hebat. Tante belum mencabut. melepas.. Tante ikut menikmati ejakulasiku. lalu mendadak berhenti menggenjot. Tante kan isteri ku juga” buah dadanya kucium. Tante masih mencekeram erat.. “Kok diam. Geli sekali. Tiba-tiba tangannya mencekram kepalaku kuat sekali. Heran. Tante tiap siang tak menolak aku setubuhi. “Ah masa. justru kamu yang hebat. saya jadi ngiri. tapi ‘kan ada jarak waktu” “Sebenarnya Tante tadi cuma sekali” “Yang benar. “Pantesan……” “Pantesan apa ?” tanya Tante “Tadi Tante langsung masuk. seharusnya aku yang teriak.” “Iya. Akupun hampir sampai. bahkan menikmati. Hanya nafas kami berdua yang masih berkejaran. Aku sekarang yang menggenjot. Tante” “Itulah kenyataannya. cerita dong. “Ini kan masalah Tante dengan Oom-mu. berulang-ulang. waktu malam itu. Oom-mu engga bisa memuaskan Tante” Mungkin inilah sebabnya. Aku tak peduli. To. masa. masih berpelukan. Mengerang. sebab aku belum.” “Tadi saya mendengar. Tante. makin geli aku.Vaginanya begitu menjepit dan mengurut penisku. Barusan Tante ‘kan sampai puncak. Getaran tubuhnya makin hebat. Tante mengerang lagi. “Sama Oommu Tante belum sampai …. Sejurus kemudian kami diam. Tante. secara pasif mengikuti gerakan tusukanku yang naik-turun. waktu Tante sama Oom” “Ah. Tante teriak. Tante diam saja... Tante tadi ‘kan duluan” “Ah. Di dalam sana berdenyut-denyut. Tante mengerang. “Tante hebat…” aku membuka percakapan “Apanya yang hebat. Tante” aku benar-benar ingin tahu. Jadi. Tante sedang melayang di puncak.” Kaget juga aku. rahasia dong” “Please.” “Kan kamu dapat juga” “Itulah makanya Tante bisa dua kali” “Kamu juga bisa dua kali.. Bahuku digigitnya. Begitu rupa ia menstimulasi kelaminku. Cuma itu. putingnya masih keras.” “Iya. Vaginanya menjepitku teratur menandakan Tante telah orgasme. engga juga sih. kita hampir bersamaan kok tadi” “Jadi apa maksudmu hebat” “Tante bisa dua kali berturutan” “Ooh itu.” aku mulai menyelidik tentan hubungan Oom dan Tanteku ini. . mengejang. Lalu…. tak berhasil orgasme dengan suaminya lalu melanjutkan denganku. Sama kamu” “Tadi sama Oom. lalu…akupun mengejang. Tante” Tante diam lagi agak lama. membuat aku cepat naik. Makin cepat dia. terus menggenjot.

kamu bisa lihat ke kamar Tante dari lubangnya….. Kamu tahu kamar si Luki ?” “Tahu Tante” kamar Luki bersebelahan dengan kamar Tante. Tapi ide gila. Tempat terbuka ? Aneh. “Ide brilian! Setuju banget tante!” kataku gembira. Kita coba nanti malam ya. yang tidak” jawabku sekenanya. Tante. Tapi aman engga ? “Itu masalahnya” “Kita cari kesempatan. silakan saja Tante. Kucium bibir Tante dengan gemas. setuju apa ?” “Aku akan mengintip Tante sama Oom. aku bisa lihat kejadian tempat tidur Tante. sebagai pemanasan” “Kamu cerdas. Jangan kaget kalau tiba-tiba Tante pengin. “Disitu kan ada pintu yang tembus ke kamar Tante” “Saya engga perhatikan. Betul. ide yang hebat. Ini sih hebat banget. Menurut kamu ini gila. ada yang harus dituntaskan” “Untung saya tadi udah siap” “Sory ya To…” “Engga apa-apa. lalu.kamu ngerti apa yang Tante maksud ?” “Belum. kamu gimana” “Saya terangsang. Tante harus mencapai orgasme.hebat. Tante” “Kalau kunci pintu itu Tante cabut. Tante. Hubungannya dengan pemanasan. Saya suka Tante. Tante kreatif. “Itu kalau kita sempat. kamu perlu pemanasan” “Yang biasanya kita lakukan sudah dengan pemanasan ‘kan. Tante” “Iya sih. Tanpa pemanasanpun saya engga apa-apa. Saya juga menikmatinya.. saya menikmatinya” ‘Jangan kaget. Berarti. Tante” “Okey.?” “Semangat banget” “Pengalaman baru” Aku sangat ingin melihat bagaimana Tante melayani Oom. Tante” “Lubang kunci itu lurus ke tempat tidur. ya. Kalau tidak Tante bisa gila. “Ide Tante memang hebat-hebat. Seperti yang Tante bilang dulu. bagaimana permainan Oom Ton! Tante diam lagi. Hanya sekejap. Tadi saya bilang begitu. Tante ada ide buat pemanasan kamu. Saya senang sekali. gimana ?” tanyanya lagi. Saya tadi juga puas. mungkin” “Silakan.” Amboi. “To. Maksud Tante supaya kamu lebih nikmat. To. kalau aku mengintip lewat lubang itu.Ada rasa menggantung. To. Cuma tadi saja. Tante. “Waktu kamu denger Tante sama Oom tadi. To ?” “Seperti inilah Tante” jawabku sambil menciumi dadanya. Tante. “Kan saya siap. Pemanasan gimana yang kamu inginkan. Tante ingin main sama kamu di tempat terbuka…” kaget lagi aku. To. Tante. Kapanpun Tante butuh saya. itu hanya akan lebih nikmat kalau dengan pemanasan. Tante butuh kamu. Pertanyaan Tante sulit kujawab. Nikmat.” “Saya siap. Kalau tidakpun engga apa-apa” “Syukurlah. engga” “Engga! Saya mau Tante. . Cuma lebih nikmat kalau pemanasan dulu” “Kamu harus mulai terbiasa begini. “Ntar dulu. Aku ingat kemarin. Tante mengulumiku di ruang tengah. Kalau kaya tadi. berarti….

dari arah bawah ini aku akan bisa lihat kelamin mereka berdua. aku sudah berada dalam kamar Luki yang sudah pulas. Tak melihat apa-apa.itulah To. Tante tersenyum. Jadi setiap Oom bangkit. Pelan-pelan aku masuk. Aku ke kamar mandi. Dari lubang kunci aku lihat mereka sedang membaca. baik posisi ‘biasa’. Kuncinya hanya bisa dicabut dari arah kamar Tante. Kubayangkan. Oom sedang tidur pulas. Aku kecewa. hati-hati pintunya kukunci. kutanyakan pada Tante tentang semalam aku tak jadi menyaksikan ‘pertunjukan’ Tante dan Oom main. masuk lagi ke kamarnya. paling-paling dada Tante. Kecil kemungkinannya mereka akan main malam ini. Kecuali kalau mereka memutar posisi dengan kakinya ke arah bantal. Di pintu kamarku Tante nengok kanan-kiri sebelum keluar. Esok siangnya. segar sekali nampaknya. karena Tante mengangkat sebelah kakinya.Pasti nikmat deh” Tante pelan-pelan bangkit. Aku mencari Tante. aku engga perlu bereaksi. Benar. “Yaa. melepas. “Eeeeeeeeeehhhhhhhhh” lenguhnya mengiringi pencabutan ini. Ia harus membantuku. Selesai dari kamar mandi aku lihat kamar Luki. Sekarang aku bisa dengan jelas melihat celana dalam merah jambu itu. saya mau coba” bisikku. Hanya sekali-sekali mereka bicara. Ah. kosong. Aku menyadari sebenarnya berbahaya aku disini. Makanya Tante butuh ini” jawabnya sambil mencekal . hanya bercelana tidur. “Tante. Oom mematikan lampu baca. aku harus siapsiap. lagi di kamarnya. Dengan kecewa aku kembali ke kamar dan tidur…. Tante memakai daster. ketika kami baru saja melaksanakan ‘tugas’ nikmat dan masih terlentang berdua tanpa busana. kuncinya masih menggantung. Oom-mu memang jarang meminta. lalu tidur. Kamar itu walaupun hanya diterangi lampu tidur. Lebih baik aku makan dulu sambil menunggu Tante keluar. Luki sedang dibawa pengasuhnya keluar. Bisa saja tiba-tiba Oom membuka pintu ini untuk melihat anaknya. paling dua kali atau bahkan cuma sekali seminggu. cabut dulu kuncinya. atau Tante di atas. *** Malam itu sekitar pukul 10. Kalau Tante sih. Tante keluar. Ini dia pintu penghubung tadi. aku hanya bisa melihat kepala mereka. ternyata Tante juga berpakaian ‘lengkap’. Aku mengintip. Oom Ton mengenakan pakaian tidur lengkap. Dari lubang kunci di kamar Luki aku bisa melihat dengan jelas dari arah kaki. tapi cukup jelas aku bisa melihat tubuh mereka. Tegang juga aku. Tante di bawah. Setengah jam aku capek menunggu.

memiliki badan sebagus ini tak optimal dimanfaatkan” kataku sambil mengelus buah dadanya. memang. Lebih baik Oom-mu yang mulai. itu artinya dia betul-betul butuh” “Sayang. Aku mendorong. Rika. Penisku mencari-cari. Begitu ‘gila’nya kami bermain. cuma untuk kenikmatan.” komentarku juga. Reproduksi bukan untuk mendapatkan keturunan. Pegal-pegal nikmat …. Tante ‘kan melayani Oom-mu” “Tak ada salahnya Tante yang mulai” “Betul. Tak bosan-bosannya aku pada buah kembar yang indah ini.aku masuk lagi. “Sekarang sudah optimal” “Ya. “Supaya optimal. Aku berguling. Bahkan lupa bahwa kami berdua manusia. Kurasakan bagian dalam vaginanya berdenyut-denyut meremas penisku. To…” komentar sesudahnya. kami lebih mirip hewan.kenikmatan kami dapatkan secara bersamaan. Tapi. Sekarang ia tak kaget lagi. Permainan yang melelahkan. “Heeeeh!’ Tante teriak kaget. Tante juga. Dan sayalah yang beruntung” “Tante juga beruntung punya kamu” Kamipun berpelukan erat. Tante. Gila! Sesiang ini kami telah dua kali bersetubuh! Memang edan. “Eeeeeeeehhhhhh” lenguhnya. Pahaku mendesak di antara pahanya. Aku tak ingat bahwa ia tanteku. Aku jadi lemas. Tante lupa bahwa aku kemenakannya.. Aku menarik dan mendorong. Dan…. Lupa pada Yuli. “Kenapa engga Tante yang minta” “Ah. Hewan yang sedang menikmati reproduksi. atau mBak Mar. “Edan kamu. Oom-mu kan hobinya kerja. jadi menindihnya. jadi mungkin capek. Dan. sering Tante malah kecewa.kelaminku.. Kalau sudah begini. Aku menikmati.! . penisku jadi pegal. aku bisa lupa semuanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful