Anda di halaman 1dari 3

ARTIKEL HIV / AIDS

APA YANG DIMAKSUD DENGAN AIDS?


AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit
ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini
kememungkinkan terinfeksi HIV melalui seks secara oral atau melalui ciuman terutama jika memiliki
luka terbuka atau sariawan pada mulut seseorang yang telah terinfeksi
AIDS yaitu sindrom yang menyerang sistem kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh virus yang
bernama HIV, Human Immunodeficiency Virus. Jika Anda mendapatkan diri Anda terinfeksi HIV,
tubuh akan mencoba melawan infeksi tersebut. Tubuh akan membuat antibodi berupa molekul khusus
untuk melawan HIV
HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus
oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu
diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya
mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian
akan membentuk virus-virus baru
CIRI-CIRI ORG TERKENA PENYAKIT HIV/AIDS
ciri-ciri penyakit HIV/AIDS adalah seseorang bisa mengalami penurunan imunitas atau daya tahan
tubuh, hal ini bisa kita lihat seorang yang terinfeksi virus tersebut akan mudah sakit seperti flu yang
lama sekali sembuhnya..jika sudah stadium lanjut akan menjadi sangat rentan sekali dia bisa
mengalami komplikasi berbagai penyakit. seperti diare, infeksi saluran pernafasan, lepuh kulit, berat
badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus dan kering,.
Ciri secara kasat mata utk HIV suliut terdeteksi. Untuk Aids biasanya dibarengi dgn infeksi lain jika
kondisinya sdh sangat serius. Yang paling umum adalah radang paru2 dan radang selaput otak .
Sebaiknya ngga perlu menduga duga dari gejala phisik.
Utk memastikannya periksa darah adalah cara terbaik

PENANGGULANGAN AIDS
HIV/AIDS telah ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak tahun 1987. Karena stigma yang
melekat dengan HIV/AIDS, masalah kesehatan ini selalu diliputi nuansa ketakutan dan rasa malu.
Berakar dari sana, muncul berbagai persoalan lain yang harus dihadapi orang yang terinfeksi HIV
selain urusan kesehatannya itu sendiri. Pandangan negatif dari masyarakat, penolakan oleh tenaga
kesehatan dan penyedia layanan lainnya, peraturan yang diskriminatif, pemberitaan media massa yang
sensasional, dan pembocoran status HIV seseorang adalah beberapa masalah yang dialami oleh cukup
banyak orang yang terinfeksi HIV. Selain itu, keterbatasan informasi dan kesiapan tenaga kesehatan,
serta kurangnya akses pada pengobatan dilihat sebagai kendala yang sangat membatasi orang HIV-
positif untuk memperpanjang masa tanpa gejala atau masa produktifnya sebagai manusia.
beberapa asas dalam segala upayanya menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia:
* Upaya penanggulangan HIV/AIDS nasional harus memperhatikan aspek dukungan dan perawatan,
selain aspek pencegahan.
* Pengembangan program untuk orang HIV-positif diminta untuk mengutamakan:
o Penyebarluasan informasi yang lengkap dan benar untuk masyarakat supaya dapat menerima
keberadaan orang HIV-positif dengan wajar dan tidak menghakimi.
o Mendukung pembentukan kelompok dukungan (support group) di tingkat lokal dan wilayah.
o Penyediaan Informasi lebih lanjut mengenai topik-topik terkait dengan hidup HIV.
o Peningkatan ketersediaan layanan dan tenaga kesehatan yang bersahabat dengan orang HIV-positif.
o Pemberdayaan dan kesempatan bagi orang HIV-positif untuk bisa bekerja dan berpenghidupan yang
layak. Hak orang HIV-positif untuk memperoleh pekerjaan agar dilindungi.
o Mendorong adanya keterlibatan orang HIV-positif secara bermakna dalam tiap tahapan pembuatan
(perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi), serta memberikan keterampilan agar orang HIV-positif bisa
memenuhi peran tersebut dengan nyata.
o Tersedianya dukungan sebelum dan sesudah tes agar orang HIV-positif dapat menerima hasil tes dan
menjalani hidup secara positif dan bermartabat.
o Memberikan keterampilan pada orang HIV-positif yang berbicara di depan umum agar lebih percaya
diri.
* Upaya penanggulangan AIDS harus dilakukan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Perlindungan dan Penegakan hak asasi manusia untuk orang HIV-positif perlu ditingkatkan.
* Pemerolehan obat-obatan antiretroviral dan obat-obatan untuk infeksi oportunistik dengan standar
yang baik dengan harga terjangkau perlu segera ditingkatkan dan lebih merata.
* Hak orang HIV-positif untuk mempunyai keturunan agar dilindungi dan segala upaya dilaksanakan
agar bisa dilakukan dengan cara yang paling aman untuk ibu dan bayi.mampuan untuk
mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang.
Tes darah dilakukan untuk melihat apakah ada antibodi di dalam tubuh. Jika terdapat antibodi tersebut
di dalam darah maka telah terinfeksi oleh HIV. Manusia yang memiliki antibodi HIV disebut dengan
HIV Positif. Positif terjangkit HIV atau memiliki penyakit HIV, tidaklah sama dengan memiliki AIDS.
Banyak yang telah terinfeksi HIV positif namun tidak jatuh sakit untuk beberapa tahun. Namun
penyakit HIV menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dengan perlahan-lahan. Virus, parasit,
jamur dan bakteri yang biasanya tidak menyebabkan jatuh sakit dapat membuat Anda jatuh sakit jika
sistem kekebalan tubuh mulai rusak atau melemah.
BAGAIMANA AIDS DAPAT MENULAR?
Sebenarnya Anda tidak langsung terkena AIDS. Namun terinfeksi dengan HIV dan kemudian
berkembang menjadi AIDS. Anda terkena HIV dari seseorang yang telah terinfeksi dengan HIV,
meskipun seseorang itu tidak kelihatan sakit dan bahkan belum terbukti HIV Positif karena memang
belum pernah di uji. Darah, cairan vagina, semen (cairan dari alat kelamin pria) dan air susu ibu dari
orang-orang yang terinfeksi dengan HIV dapat menularkan virus tersebut ke orang lainnya. Sebagian
besar tertular virus HIV dengan cara :
a. berhubungan seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi
b. menggunakan jarum bersama-sama (jarum suntikan) dengan seseorang yang telah terinfeksi
c. dilahirkan oleh wanita yang telah terinfeksi atau menyusu air susu ibu dari wanita yang telah
terinfeksi
Mendapatkan transfusi darah dari darah yang terinfeksi HIV dulunya adalah jalan bagi orang lain
terkena AIDS, namun sekarang persediaan darah telah di periksa dengan hati-hati dan risikonya jauh
lebih rendah.
Tidak ada penelitian yang menunjukkan penularan HIV melalui air mata atau air ludah, tetapi