Anda di halaman 1dari 5

Gx Disfungsi Otonomik Somatoform simptom fisik atau meyakini adanya

gangguan fisik namun tidak disebabkan oleh


Kriteria diagnostik yang diperlukan : gangguan fisiologis.
a. ada gejala bangkitan otonomik ex, Gangguan somatoform adalah suatu
palpitasi, berkeringat, tremor, muka kelompok gangguan yang memiliki gejala
panas, yang sifatnya menetap dan fisik (sebagai contohnya, nyeri, mual, dan
mengganggu pusing) di mana tidak dapat ditemukan
b. gejala subjektif tambahan mengacu penjelasan medis yang adekuat. Gejala dan
pada sistem atau organ tertentu (tidak keluhan somatik adalah cukup serius untuk
khas) menyebabkan penderitaan emosional yang
c. preokupasi dengan penderitaan bermakna pada pasien atau gangguan pada
mengenai kemungkinan adanya kemampuan pasien untuk berfungsi di
gangguan yang serius yang dalam peranan sosial atau pekerjaan. Suatu
menimpanya, yang tidak terpengaruh diagnosis gangguan somatoform
oleh hasil Px maupun penjelasan dari mencerminkan penilaian klinisi bahwa
dokter faktor psikologis adalah suatu penyumbang
d. tidak terbukti adanya gangguan tang besar untuk onset, keparahan, dan durasi
cukup berarti pada struktur/fungsi dari gejala. Gangguan somatoform adalah tidak
sistem/organ yang dimaksud disebabkan oleh pura-pura yang disadari
kriteria ke 5, ditambahkan : atau gangguan buatan.
F.45.30 = JANTUNG DAN SISTEM
KARDIOVASKULAR b.Etiologi
F.45.31 = SALURAN PENCERNAAN BGN Sampai sekarang ini penyebab munculnya
ATAS somatoform disorder masih belum
F.45.32 = SALURAN PENCERNAAN BGN diketahui, mungkin terjadi masalah pada
BAWAH impuls saraf yang menghantarkan sinyal
F.45.33 = SISTEM PERNAPASan nyeri, tekanan, dan sensasi tidak nyaman
F.45.34 = SISTEM GENITO-URINARIA lainnya ke otak. Sampai sekarang juga
F.45.38 = SISTEM ATAU ORGAN LAINNYA belum diketahui nyeri dan masalah klinis
lainnya yang disebabkan oleh somatoform
Mengapa bisa muncul keluhan tersebut disorder itu benar-benar nyata, atau hanya
padahal hasil pemeriksaannya normal? khayalan.
Mrs. Cek Molek sebenarnya tidak Hal-hal yang mempengaruhi munculnya
mengalami gangguan pada tubuhnya, somatoform disorders:
namun karena pemikirannya yang i. Tekanan dalam keluarga
berlebihan membuat dia merasakan ii. Meniru orang tua (parental modeling)
symptoms. Karena tubuhnya sama sekali iii. Pengaruh kultur
tidak mengalami gangguan, sehingga hasil iv. Faktor biologis : genetik
pemeriksaan fisiknya normal. c. Epidemiologi
i. Prevalensinya lebih sering terjadi pada
Somatoform disorder merupakan gangguan wanita daripada laki-laki , wanita : laki:laki =
mental yang ditandai dengan gejala-gejala 10 : 1
yang menunjukkan kondisi medis yang ii. Biasanya dimulai saat masih anak-anak,
umum, tetapi tidak dijelaskan oleh kondisi remaja, dan dewasa muda. Tapi paling
medis yang umum, efek langsung bahan banyak terjadi pada orang dewasa sebelum
psikoaktif, atau gangguan mental lain atau usia 30 tahun.
dibawah kontrol volunter. iii. Prevalensinya 5 – 11% populasi.
Gangguan ini akan muncul simptom- iv. Pasien dengan riwayat keluarga pernah
menderita gangguan somatoform (berisiko tidak teratur, dll.
10-20X) 2) Pasien menunjukkan keluhan dengan
d.Faktor resiko cara histrionik, berlebihan, seakan
i. Riwayat orang tua tersiksa/merana.
ii. Pola asuh dalam keluarga yang salah 3) Berulang memeriksakan diri ke dokter,
iii. Wanita kadang menggunakan berbagai obat,
iv. Memiliki kepribadian yang mudah cemas dirawat di RS, bahkan dilakukan operasi
v. Orang yang tertutup 4) Sering ditemukan masalah perilaku atau
vi. Alkoholism hubungan personal seperi kesulitan dalam
vii. Penyalahgunaan obat pernikahan
e.Klasifikasi ii. Gangguan konversi
Ada 5 gangguan somatoform yang spesifik: 1) Kondisi dimana panca indera atau otot-
i. Gangguan somatisasi yang oleh banyak otot tidak berfungsi, walaupun secara
keluhan fisik yang mengenai banyak sistem fisiologis, pada siatem saraf atau organ-
organ. organ tubuh tersebut tidak terdapat
ii. Gangguan konversi ditandai olah satu gangguan/ kelainan.
atau dua keluhan neurologis. 2) Secara fisiologis, orang normal dapat
iii. Hipokondriasis ditandai oleh fokus gejala mengalami sebagian atau kelumpuhan total
yang lebih ringan dan pada kepercayaan pada tangan, lengan, atau gangguan
pasien bahwa ia menderita penyakit koordinasi, kulit rasanya gatal atau seperti
tertentu. ditusuk-tusuk, ketidakpekaan terhadap
iv. Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh nyeri, atau hilangnya kemampuan untuk
kepercayaan palsu atau persepsi yang merasakan sensasi (anestesi), kelumpuhan,
berlebih-lebihan bahwa suatu bagian tubuh kebutaan, tidak dapat mendengar, tidak
mengalami cacat. dapat membau, suara hanya berbisik, dll.
v. Gangguan nyeri yang ditandai dengan 3) Biasanya muncul tiba-tiba dalam kondisi
gejala nyeri yang semata-mata stres, adanya usaha individu untuk
berhubungan dengan faktor psikologis atau menghindari beberapa aktivitas atau
secara bermakna dieksarsebasi oleh faktor tanggung jawab.
psikologis. 4) Konsep Freud : energi dari insting yang
DSM-IV juga memiliki 2 kategori diagnostik direpres berbalik menyerang dan
residual untuk gangguan somatoform: menghambat fungsi saluran sensorimotor.
vi. Undifferentiated somatoform, termasuk 5) Kecemasan dan konflik psikologis diyakini
gangguan somatoform, yang tidak diubah dalam bentuk simptom fisik.
digolongkan salah satu di atas, yang ada iii. Hipokondriasis
selama 6 bulan atau lebih. 1) Meyakini / ketakutan atau pikiran yang
vii. Somatoform disorder NOS. berlebihan & menetap bahwa dirinya
memiliki suatu penyakit fisik yang serius.
f. Manifestasi klinis 2) Adanya reaksi yang berlebihan terhadap
i. Gangguan somatisasi sensasi fisik / tubuh (salah interpretasi
1) Adanya beberapa keluhuan fisik (multiple terhadap gejala fisik yang dialaminya). Misal
symptom) yang berulang, dimana ketika : otot kaku, pusing / sakit kepala, berdebar-
diperiksa secara fisik/medis, tidak debar, kelelahan.
ditemukan adanya kelainan tapi ia tetap 3) Melakukan banyak tes lab, menggunakan
kontinyu memeriksakan diri. Gangguan banyak obat, memeriksakan diri ke banyak
tidak muncul karena penggunaan obat. dokter atau rumah sakit.
Keluhan yang umunya, misalnya: sakit 4) Keyakinan ini terus berlanjut, tidak mau
kepala, sakit perut, sakit dada, menstruasi menerima nasehat / penjelasan dokter,
walaupun hasil pemeriksaan medis tidak terkadang diperlukan obat anti-anxietas
menunjukkan adanya penyakit dan sudah atau obat anto-depresan jika ada mood atai
diyakinkan. anxietas disorder. Tricyclic antidepresant
5) Keyakinan ini menyebabkan adanya dan selective serotonin reuptake inhibitors
distress atau hambatan dalam fungsi sosial, (SSRI) mungkin bisa membantu.
pekerjaan atau aspek penting lainnya d.Psikoterapi
iv. Gangguan dismorfik tubuh i. Cognitif-behavioural therapy
1) Keyakinan akan adanya masalah dengan ii. Terapi keluarga
penampilan atau melebih-lebihkan iii. Hipnosis
kekurangan dalam hal penampilan (individu Konsep penggabungan psikoterapetik dan
merasa yakin bahwa dirinya mengalami pengobatan medis, yaitu pendekatan yang
masalah dengan penampilannya, misalkan menekankan hubungan pikiran dan tubuh
keriput di wajah, bentuk atau ukuran tubuh) dalam penbentukan gejala dan gangguan,
2) Keyakinan / perhatian berlebihan ini memerlukan tanggung jawab bersama di
menyebabkan stress, menghabiskan banyak antara berbagai profesi. Permusuhan,
waktu, menjadi mal-adaptive atau depresi, dan kecemasan dalam berbagai
menimbulkan hambatan dalam fungsi proporsi adalah akar dan sebagian besar
social, pekerjaan atau aspek penting lainnya gangguan psikomatik. Kedokteran
(menghindar / tidak mau bertemu orang psikosomatik terutama mempermasalahkan
lain, keluar sekolah atau pekerjaan), juga penyakit-penyakit tersebut yang
sering menyebabkan dirinya harus menampakkan manifestasi somatik.
konsultasi untuk operasi plastik. Terapi kombinasi merupakan pendekatan di
3) Bagian tubuh yang diperhatikan sering mana dokter psikiatrik menangani aspek
bervariasi, kadang dipengaruhi budaya psikiatrik, sedangkan dokter ahli penyakit
v. Gangguan nyeri dalam atau dokter spesialis lain menangani
1) Gangguan dimana individu mengeluhkan aspek somatik. Tujuan terapi medis adalah
adanya rasa nyeri yang sangat & membangun keadaan fisik pasien sehingga
berkepanjangan, namun tidak dapat pasien dapat berperan dengan berhasil,
dijelaskan secara medis (bahkan setelah serta psikoterapi untuk kesembuhan
pemeriksaan yang intensif). totalnya. Tujuan akhirnya adalah
2) Rasa nyeri ini bersifat subjektif, tidak kesembuhan, yang berarti resolusi
dapat dijelaskan, bersifat kronis, muncul di gangguan struktural dan reorganisasi
satu atau beberapa bagian tubuh. kepribadian. Psikoterapi kelompok dan
3) Rasa nyeri ini menyebabkan stres atau terapi keluarga. Terapi keluarga
hambatan dalam fungsi social, pekerjaan menawarkan harapan suatu perubahan
atau aspek penting lainnya. dalam hubungan keluarga dan anak,
4) Faktor2 psikologis sering memainkan mengingat kepentingan psikopatologis dari
peranan penting dalam memunculkan, hubungan ibu-anak dalam perkembangan
memperburuk rasa nyeri. gangguan psikosomatik. keluarga dan anak,
mengingat kepentingan psikopatologis dari
a. Berhubungan dengan primary care hubungan ibu-anak dalam perkembangan
practitioner gangguan psikosomatik.
→ memonitoring gejala yang dialami
pasien, apakah ada gejala baru, dan · motivasi: perlu motivasi dari orang lain,
pengobatan yang diberikan. Diperlukan juga karena penderita sering kali berpikir bahwa
untuk berkonsultasi dengan psikiatri. mereka tidak memerlukan terapi
b.Medikamentosa · konfrontasi: merespon dengan cara
c. Pasien dengan somatoform disorder mendukung mereka melalui konfrontasi
terhadap akibat dari pemikiran dan pola INDIKASI Depresi endogen.
perilaku mereka. Lebih efektif bila dilakukan
oleh teman sebaya & psikoterapis KONTRA INDIKASI
· peran keluarga dan kelompok: Epilepsi atau ambang rangsang lebih
· dorongan dan partisipasi sanga efektif bagi rendah, intoksikasi akut oleh alkohol,
penderita gangguan hantaran jantung, glaukoma
· bila terdapat cemas dan depresi maka sudut sempit, retensi urin, hepatitis berat,
berikan anti-depresan namun terkadang gangguan ginjal.
tidak efektif  Pengguanaan bersama obat analgesik,
Terapi jangka panjang: hipnotik, atau psikotropik.
· terapi wicara:psikoterapi yang
dimaksudkan untuk membantu penderita Prognosis pada gangguan somatoform
mengerti apa penyebab kecemasan dan sangat bervariasi, tergantung umur pasien
mengenal perilakunya yang tidak pantas, dan sifat gangguannya itu (kronik atau
sebagai landasan untuk pengobatan lainnya episodik). Umumnya, gangguan
· psikoanalisis: bila ditemukan gangguan somatoform prognosisnya baik, dapat
kepribadian seperti, narsis atau obsesif ditangangi secara sempurna. Sangan sedikit
kompulsif sekali yang erngalami eksarsebasi.
Dapat bervariasi dari mild – severe dan
Emergency kronis
→ Untuk gejala yang semakin parah dan Pengobatan yang lebih awal dan
akut. menjadikan prognosis menjadi lebih baik
ECT → untuk depresi pada gangguan Secara independen tidak meningkatkan
somatoform risiko kematian. Kematian lebih disebabkan
Sedatif IV atau oral (benzodiazepine) karena upaya bunuh diri.

Penanganan psiksosial Aksis I:


Konsultasi: psikiatris F 40-48 = gangguan neurotic, gangguan
Medikamentosa somatoform, dan gangguan terkait stress.
→ Antidepresan → F 45.30 = Disfungsi otonomik
· Imipramine (Tofranil) somatoform (jantung dan system
→ menghambat reuptake norepinefrin atau kardiovaskuler)
serotonin (5-hydroxytryptamine, 5-HT)
Dosis: 50-75 mg PO qd initial; titrate Aksis II:
gradually to 150 mg qd according to F 60.4 = gangguan kepribadian histrionic
tolerance; range, 75-300 mg/d hs or in
divided doses Aksis III:
Tidak ada (none)
· Fluoxetane (Prozae)
→ menghambat reuptake sertonin Aksis IV:
presinapsis dengan efek minimal atau tidak Masalah psikososial dan lingkungan
ada efek pada reuptake norepinefrin atau
sertonin. Aksis V:
Dosis: 10-20 mg/d PO initial; 20-60 mg PO GAF = 80 – 71 (gejala sementara dan dapat
maintenance diatasi, disabilitas ringan dalam sosial,
pekerjaan, sekolah, dll).

Maprotilin HCl Dengan prognosis : baik

Anda mungkin juga menyukai