Anda di halaman 1dari 23

Matakuliah : S0054 / Mekanika Fluida dan Hidrolika

Tahun : 2006
Versi :1

Pertemuan 26
Hidrolika Aliran Air Tanah

1
Learning Outcomes

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan


mahasiswa akan mampu :
• menjelaskan karakteristik air tanah di
daerah pantai

2
Hidrolika Aliran Air Tanah
B. ALIRAN TIDAK TUNAK (UNSTEADY FLOW)

Terdiri dari :
1. Tampungan freatik (PHREATIC STORAGE)
2. Tampungan kenyal (ELASTIC STORAGE)

(1) TAMPUNGAN FREATIK (PHREATIC STORAGE)

• Pori-pori akan diisi oleh air, sebelum air tanah mencapai


permukaan freatik.
• Pada sebuah aquifer tidak tertekan (unconfined aquifer)
yang terkena gelombang pasang surut, muka airnya dalam
aquifer juga mengalami fluktuasi (Gambar 8.1.)

3
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

Gambar 8.1.

• Persamaan neraca airnya adalah sebagai berikut:


 Q 2 t  Q 1t  n x h B

dengan n = porositas
t = selang waktu
B = lebar akuifer

4
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

• Jika n diganti dengan S, yaitu merupakan koefisien


tampungan, maka :

Menurut DARCY - DUPUIT

•Bila T = kh, maka

h Q  2h
Q  T B dan  T B
x x x 2

5
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

• Jika B = 1 maka

• Persamaan (2) merupakan persamaan diferensial aliran tidak


tunak dengan tampungan freatik. Dalam matematika persamaan (2)
diubah menjadi:
h T  2 h
 (3)
t S x 2

yang dinamakan persamaan difusi (T = transmisivitas).

6
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
• FLUKTUASI MUKA AIR AKIBAT GELOMBANG PASANG SURUT
(Lihat gambar 8.1.)

Pada :
x = 0, h = H + H sin (  t )
x = , h = H
x = x, h = H + f(x) sin (  t ) + g(x) cos (  t )
Dengan asumsi bahwa h adalah periodik dengan frekuensi , maka

h
 f (x )  cos( t )  g(x ) cos ( t )
t
T  d 2 f (x ) d 2 g( x ) 
  
sin ( t )  
cos ( t ) (4)
S  dx 2 dx 2 

7
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
Penyelesaian persamaan differensial tersebut adalah sebagai
berikut :

Dari persamaan (5) dapat dilihat adanya faktor e- x yang


berarti bahwa semakin besar x pengaruh fluktuasi H makin
kecil, atau makin besar x, h makin mendekati H.

Gambar 8.2.

8
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

Panjang daerah pengaruh fluktuasi dapat diperkirakan sebesar

18T 20T
 L  3 atau L  
S S

Rumus (3) dapat diselesaikan dengan cara Finite Difference (Beda


Terbatas), yaitu seperti yang diuraikan di bawah ini.

h T  2 h

t S x 2

Jika h =  dan T = c, maka


S

9
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

  2 (6)
t
t x 2
dan dengan memisalkan  = c ( t ) / ( x )2 akan didapat

Prosedur perhitungan tersebut di atas akan stabil bila dipenuhi


syarat 0 <  < 0,5. Nilai  yang baik = 0,25. Sedangkan bila
dihitung dengan tangan sebaiknya diambil  = 0,5, sehingga

10
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
Contoh :
Sebuah pulau panjang tidak terhingga mempunyai lebar
L = 80 m, transmisivitas T = 10 m2 / hari dan koefisien
tampungan S = 0,2.

H = 10 m H = 10 m
h (konstan)

L = 80 m

Gambar 8.3.

11
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
Permukaan air di sebelah kiri dipengaruhi oleh gelombang pasang
surut dengan permukaan air rata-rata H = 10 m, sedangkan di
sebelah kanan permukaan airnya konstan H = 10 m.

Ditanya : perubahan permukaan air tanah di pulau tersebut setelah


16 hari.

Penyelesaian :

Digunakan cara Finite Difference dengan a = 0,5 dengan rumus (8) :

 (x, t  t )  0,5 { (x  x, t )   (x  x, t )}

T = 10 m2/hari, S = 0,2 ambil  x = 10 m.

T 10
c   50 m2 / hari
S 0,20

12
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

 (x) 2 0,5(10) 2
t    1 hari
c 50

Pada saat t = 0 hari, permukaan air di sebelah kiri adalah H = 10 m.


Perhitungan permukaan air tanah setelah t = 1, 2, 3, …….. 16 hari
dikerjakan dalam Tabel 1 dan digambar pada Gambar 8.4. pada jarak
0, 10, 20, 30, …… 80 m dari sebelah kiri.

13
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
Tabel 1. PERHITUNGAN FLUKTUASI MUKA AIR TANAH AKIBAT
GELOMBANG PASANG SURUT (X DALAM METR T DALAM HARI)

14
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

Gambar 8.4. Muka air tanah pada berbagai hari


0 10 20 30 40 50 60 70 80
EL 1500

EL 1333

EL 1000

EL 614

EL 300

EL 000

15
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
(2) TAMPUNGAN KENYAL (ELASTIC STORAGE)

• THEIS :
“Jika dari suatu sumber yang memasuki akuifer tertekan yang
luas, dipompa dengan laju konstan, pengaruh orbitnya meluas
dengan bertambahnya
waktu”. (Faktor waktu dan koefisien tampungan).

•Besarnya pengurangan head dikalikan dengan koefisien


tampungan, kemudian dijumlahkan untuk seluruh daerah
pengaruh, akan sama dengan debit.

•Karena airnya didapat dari pengurangan tampungan dalam


aquifer, maka headnya akan terus menurun selama aquifernya
bekerja dengan efektif secara tidak terbatas sehingga secara
teoritis tidak terjadi keadaan tunak (steady state).

16
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

• Tetapi, besarnya pengurangan head akan menurun terus jika daerah


pengaruhnya membesar sehingga menjadi sangat kecil dan karenanya
dapat dianggap sebagai keadaan tunak.
• Persamaan diferensial pada aliran radial dengan koordinat polar :

 2h 1 h S h
  .......... .......... .... ( 9 )
2 r  r kD  t
x

• Menurut “THEIS”, berdasarkan analogi antara aliran air tanah dengan


konduksi panas, maka:

dengan

17
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

permukaan plezometrik semula

kedap air

akwiler tertekan

Gambar 8.5.

18
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

19
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)
Untuk nilai-nilai u yang sangat kecil, jadi di dekat sumur, rumus (10) oleh
JACOB didekati dengan

Karena k D = T Q 2,246 T t / S
maka s n
4  kD r (14)

T T T0 S 0 T TS
Dengan memasukkan   0 0
S T0 S S 0 S T0 S

dan s0 dengan T0, S0 dan s0 merupakan besaran-besaran sebarang, maka didapat

s Q  2,246 T0 t / s T S 0 
  n  n  (15)
s0 2  T S0  r T0 S 

20
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

s 2,246 T0 t / S 0
Hubungan antara dengan n harus merupakan
s0 r

merupakan garis lurus.


Dari gambar 8.6. dapat dilihat, bahwa tg  = Q 0 / (2 TS 0)
sehingga T = Q / (2  S tg  )

• Garis lurus
• 

• a
t
ln
r

Gambar 8.6.

21
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

Sedang a = tg  ln { ( T S0 ) / ( T0 S )} dengan demikian

T So
 e  2 / tg
To S

sehingga

T  2 / tg
S  S0 e
T0

22
Hidrolika Aliran Air Tanah (3)

Tabel 2. Hubungan antara u dan W(u)

23