PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO

DINAS KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA JL. BHAYANGKARA NO. 38 TELP. (0321) 322700 FAX. 394341 MOJOKERTO 61313

LAPORAN PENCAPAIAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA DI KOTA MOJOKERTO BULAN JULI 2008
I. PENDAHULUAN. Sesuai mekanisme pencatatan dan pelaporan pelaksanaan Program Keluarga Berenana dan Keluarga Sejahtera yang berlaku, bahwa setiap awal bulan dilakukan pencatatan dan pelaporan baik kegiatan keluarga berencana maupun keluarga sejahtera . Pada awal bulan Agustus kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2008. Sedangkan uraian Laporan adalah sebagai berikut : I. PENCAPAIAN PROGRAM 2008 ini merupakan laporan

A Pasangan Usia Subur ( P U S ).
Keadaan pasangan usia subur (PUS) pada Juli 2008 Sebesar 20.106. Dari jumlah pasangan usia subur tersebut yang saat ini menggunakan alat kontrasepsi atau ikut KB ( Peserta KB Aktif ) sebesar 16.234 Peserta. Pasangan Usia Subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi ( bukan peserta KB ) sebesar 3.872 pasangan, dengan kondosi saat ini : Hamil Ingin Anak Segera Ingin Anak di Tunda Tidak ingin anak lagi : : : 650 orang 670 Orang 805 Orang : 1.747 Orang

B. Peserta KB Aktif.
Peserta KB Aktif pada bulan Juli sejumlah 16.234 peserta atau 80,74 % dari Pasangan Usia Subur sebesar 20.106 , yang dilayani oleh klinik swasta sebesar 10.629 orang , sedang yang dilayani oleh klinik pemerintah sebesar 5.605 peserta.

Rincian pemakaian alat kontrasepsi sebagai berikut : Peserta KB IUD Peserta KB MOW Peserta KB MOP Peserta KB KONDOM Peserta KB IMPLANT Peserta KB SUNTIK Peserta KB PIL Jumlah : 2.649 : 1.749 : : : 54 352 536

: 8.627 : 2.267 : 16.234

Pencapaian peserta KB Aktif untuk Kota Mojokerto sudah cukup baik , ini dapat dilihat dari prevalensinya sebesar 80,74 %, Prevalensi yang ideal ialah antara 60 sampai 70 %. Sedangkan Pencapaian Peserta KB Aktif untuk masing-masing kelurahan yang terendah di Kota Mojokerto adalah Kelurahan Mentikan dengan Prevalensi 77,11 %, dan yang tertinggi adalah Kelurahan Sentanan dengan prevalensi sebesar 87,17 %.

C. Peserta KB Baru.
Pencapaian peserta KB Baru untuk Kota Mojokerto sampai dengan bulan Juli 2008 ( 7 Bulan ) mencapai sebesar 904 Peserta atau 51,66 % dari target sebesar 1.750 peseta , hal ini perlu untuk dipacu perolehannya karena masih banyak PUS yang perlu di KB. Sedangkan sampai saat ini yang pencapaiannya masih rendah yaitu : Kelurahan Kedundung………. : 28,87 % Pencapaian Kelurahan ini sangat rendah karena masyarakatnya banyak yang berusaha di luar rumah atau pemulung ( Liposos) sehingga sulit ditemui untuk dimotivasi. Sedangkan sampai saat ini yang pencapaiannya tertinggi yaitu : Kelurahan Purwotengah Peserta KB IUD Peserta KB MOP Peserta KB MOW Peserta KB IMPLAN T Peserta KB SUNTIK Peserta KB PIL Peserta KB KONDOM Jumlah : 85,00 % : : : : 118 8 29 57 Adapun rincian peserta KB Baru tersebut adalah :

: 569 : 103 : 20 : 904

Momentum ini digunakan untuk menyampaikan Program KB. pertemuan BKB.D. Sedangkan persediaan alat kontrasepsi yang dipergunakan untuk operasional dilapangan masih sangat cukup di seluruh tempat pelayanan atau klinik KB di Wilayah Kecamatan Magersari dengan perincian : IUD KONDOM IMPLANT SUNTIK PIL : : : : : 38 20 263 1. serta Tokoh Agama ( Toga) dan Tokokoh Masyarakat ( Toma ). Sedangkan Usia Perkawinan Pertama Wanita yang usianya kurang dari 20 tahun di Kota Mojokerto sampai dengan bulan ini sebanyak 78 pasangan dari total perkawinan pada tahun 2008 sebanyak 532 perkawina 61 atau % . sehingga hubungan dengan para ibu PKK seluruh kelurahan berjalan dengan baik. KEGIATAN OPERASIONAL . sehingga nantinya para ibu-ibu dapat menyampaikan di wilayah masing-masing.693 Biji Biji Vial Strip.07 %. F. Adapun umur kawin pertama wanita yang paling banyak berada pada kelompok 21 s/d 25 tahun sebesar 46 Perkawinan atau 41. PERSEDIAAN ALAT KONTRASEPSI. sedang di kecamatan Prajuritkulon terjadi 47 perkawinan. 75.66 . Dan Kelurahan yang paling banyak Usia Perkawinan Pertama Wanita yang usianya kurang dari 20 tahun adalah Kelurahan Kranggan Orang. di kecamatan Magersari sebesar 65 Perkawinan.5 Lusin sebayak 14 14. Kegiaan – kegiatan yang dilaksanakan oleh Petugas Lapangan (PKB) adalah melaksanakan pembinaan di masing-masing wilayah dengan cara melakukan pertemuan di tingkat RW atau Sub PPKBD. mengikuti Pos Yandu. Pada bulan Juli 2008 di Kota Mojokerto terjadi 112 perkawinan. Petugas Lapangan juga ikut rapat Pleno PKK setiap bulan di masing-masing kelurahan. Usia Perkawinan Pertama Penduduk Wanita. BKL dan BKR serta mengadakan kunjungan rumah kepada para calon akseptor KB. E .

041 Biji Vial 13.333 Biji Biji Vial Strip. 85 Lusin Dan persediaan yang ada di Gudang Dinas KB dan KS Kota Mojokerto adalah sebagai berikut : IUD KONDOM IMPLANT SUNTIK PIL II.022 Lusin 236 5. . Jumlah keluarga yang ikut kegiatan dan hadir dalam pertemuan sebanyak 553 Orang.023 orang. Jumlah keluarga yang ikut kegiatan dan hadir dalam pertemuan sebanyak 98 Orang. Jumlah keluarga yang menjadi anggota kelompok ( sasaran ) kegiatan sebanyak 1.657 orang .635 Orang.887 Strip. Jumlah Kelompok Kegiatan BKL yang ada sebanyak 17 kelompok. PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA. Bina Keluarga Lansia ( BKL ). Jumlah keluarga yang menjadi anggota kelompok ( sasaran ) kegiatan sebanyak 203 orang. Jumlah Kelompok Kegiatan BKB yang ada sebanyak 56 kelompok. Jumlah pertemuan / penyuluhan 61 kali. Bina Keluarga Balita ( BKB ). Bina Keluarga Remaja ( BKR ) Jumlah Kelompok Kegiatan BKR yang ada sebanyak 5 kelompok. Jumlah keluarga yang ikut kegiatan dan hadir dalam pertemuan sebanyak 1. : : : : : 103 Biji 1. Jumlah pertemuan / penyuluhan 4 kali.Sedangkan untuk Wilayah Kecamatan Prajuritkulon dengan perincian : IUD KONDOM IMPLANT SUNTIK PIL : : : : : 40 6 250 1. Jumlah keluarga yang menjadi anggota kelompok ( sasaran ) kegiatan sebanyak 2. Jumlah pertemuan / penyuluhan kegiatan 17 kali .

Demikian laporan kegiatan program keluarga berencana dan keluarga sejahtera pada bulan ini. tempat pelaksanaan di Gedung pertemuan Dinas KB dan KS Jln. Jumlah anggota yang berusaha 383 orang dan jumlah keluarga Pra S dan KS I yang berusaha sebanyak 253 orang. Jumlah kelompok kegiatan UPPKS yang ada sebanyak 44 kelompok . III. Mojokerto. dengan harapan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan untuk intervensi program pada bulan-bulan berikutnya. junlah Keluarga yang menjadi anggota kelompok kegiatan UPPKS orang.665 orang. 1. Jumlah Pra S dan KS I yang menjadi anggota kelompok kegiatan 318 . 8 Agustus 2008 sebanyak . 2. 3. Pertemuan Kelompok UPPKS dan PPKBD se Kota Mojokerto. KEGIATAN – KEGIATAN LAIN PADA BULAN INI. Jumlah keluarga Pra S dan KS I yang menggunakan bantuan modal sebanyak 225 orang. P E N U T U P.Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera ( UPPKS). Bhayangkara No 38 Mojokerto tanggal 11 Juli 2008. IV. Jumlah anggota yang menggunakan bantuan modal sebanyak 337 orang.. Pada minngu keempat bulan Juli 2008 dilakukan Pemantauan Pendataan Keluarga di seluruh kelurahan secara acak ke kader pendata. Pendataan Mikro Keluarga Tahun 2008 dimulai pada tanggal 1 Juli 2008 sampai dengan tanggal 30 September 2008 yang diilaksanakan oleh para kader Pendataan yang telah terlatih di seluruh kelurahan.

Program ini dapat memberikan kontribusi terhadap indikator median pertama usia perkawinan dan sekaligus dapat diketahui tingkat ASFR 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate atau wanita kelompok usia 15-19 tahun yang melahirkan per 1000 wanita).Satuan Indikator: Persentase (%) 3) Penerapan rumus Cakupan PUS 350 PUS Yang isterinya = —————– x 100 % = 3. Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KIE KB dan KS) 1.% ∑ PUS yang usia isterinya 15-49 tahun Keterangan: . Definisi operasional Cakupan PUS yang usia isterinya di bawah 20 tahun adalah proporsi PUS yang isterinya di bawah usia 20 tahun dibandingkan dengan seluruh PUS yang ada dalam suatu wilayah. Untuk mengukur dampak hasil suatu daerah dalam Pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi pendewasan usia kawin pertama dapat dihitung dari jumlah PUS yang isterinya berusia dibawah 20 tahun.000.Lampiran II : PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KB DAN KS Nomor : 55/HK-010/B5/2010 Tanggal : 29 JANUARI 2010 . dibawah usia 20 tahun. Upaya peningkatan cakupan dilakukan melalui: (1) Peningkatan akses informasi.5%) berarti daerah tersebut telah berhasil dalam menyelenggarakan program pendewasaan usia perkawinan. Dengan demikian yang dimaksud Pasangan Usia Subur (PUS) yang isterinya di bawah usia 20 tahun adalah suatu keadaan pasangan suami istri yang isterinya masih di bawah usia 20 tahun yang dapat menyebabkan resiko tinggi bagi seorang ibu yang melahirkan dan anak yang dilahirkan. jaringan serta keterpaduan program PIK-Remaja. ∑ PUS yang usia isterinya < 20 tahun —————————————————– x 100% = …. b. Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) yang isterinya di bawah usia 20 tahun a. (3) Peningkatan kualitas dan pengelolaan. Sehingga remaja dapat meningkatkan pengetahuan. Sedangkan PUS yang usia isterinya < 20 tahun sebesar 350.000 PUS . (2) Peningkatan akses pelayanan PIKRemaja. c.Pembilang : Jumlah PUS yang usia isterinya < 20 tahun.5 % berusia < 20 tahun 10. Pengertian Pasangan Usia Subur adalah pasangan suami istri yang usia istrinya antara 15 – 49 tahun yang kemudian dibagi menjadi 3 (tiga ) kelompok yakni.Penyebut : Jumlah PUS yang usia isterinya 15 – 49 tahun. Maka persentase cakupan PUS yang usia isterinya dibawah 20 tahun adalah : 2) Rumus Persentase cakupan PUS yang usia isterinya di bawah 20 tahun..Departemen/LPND : BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA DI KABUPATEN/KOTA A. Sedangkan Cara menghitung indikator keberhasilan adalah jika proporsi PUS yang usia isterinya dibawah 20 tahun semakin menurun (di bawah 3. antara 20 – 35 tahun dan usia diatas 35 tahun. Berdasarkan pertimbangan fisik dan mental usia terbaik melahirkan adalah antara 20 – 35 tahun. sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak-hak reproduksi bagi remaja secara terpadu dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. . . Cara perhitungan 1) Contoh: Misalkan suatu wilayah Kabupaten/Kota memiliki jumlah PUS yang usia isterinya 15-49 tahun sebesar 10. sehingga sangat dianjurkan bagi setiap wanita dapat menikah diatas 20 tahun.

• Membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja KRR. Peraturan kepala ini memuat materi-materi antara lain: ♣ Kebijakan KRR ♣ Peningkatan komitmen program KRR ♣ Seksualitas ♣ HIV dan AIDS ♣ NAPZA ♣ Life skill ♣ Pendewasaan Usia Perkawinan ♣ Komunikasi Orang Tua dan Remaja ♣ Panduan Pengelolaan PIK.5% dibagi 4.5%. i. h.5% dikali 100 sama dengan 77. selebaran. 3) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi KB. PUS yang usia isterinya di bawah 20 tahun pada akhir tahun 2014 sebesar 3. 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 148/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Kesehatan Reproduksi Remaja. dll) • KIE KRR melalui media luar ruang (pamflet. artinya program pendewasaan usia perkawinan di wilayah tersebut telah melampau target. umbul-umbul. Informasi dan Edukasi(KIE). Sumber Data 1) Pendataan Keluarga (setiap tahun). .Perencanaan : • Menyusun rencana kegiatan Pendewasaan Usia Perkawinan yang dituangkan dalam RPJMD. g.Artinya : PUS yang usia isterinya < 20 tahun di wilayah tersebut sebesar 3. Jika suatu daerah cakupan PUS yang usia isterinya di bawah 20 tahun berjumlah 450 dari 10. yang memuat jenis pelayanan program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dengan kegiatan advokasi dan KIE KRR. dll).8 atau sebaliknya jika suatu daerah cakupan PUS yang usia istrinya di bawah 20 tahun berjumlah 200 dari 10. 2) Petugas yang membidangi KRR dan KIE-KB. 2) Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) setiap tahun.5%. kondisi dan potensi wilayah. maka daerah tersebut telah mencapai nilai 100. • Pengembangan dan produksi materi dan media KIE KRR (media elektronik. • Membina kader pengelola PIK Remaja KRR. • Melatih kader dalam pengelolaan PIK Remaja KRR.Pelaksanaan : • KIE KRR melalui media elektronik (Radio ) • KIE KRR melalui media cetak (surat kabar.5% dari PUS seluruhnya. 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. Langkah-langkah kegiatan. SDM 1) Petugas yang membidangi Keluarga Berencana. poster. • Melakukan analisis remaja. lembar balik.000 PUS atau 2% maka pencapaian daerah tersebut adalah 3. Apabila di suatu daerah Cakupan Pasangan Usia Subur yang isterinya di bawah usia 20 tahun pada akhir tahun 2014 mencapai target 3.Remaja 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi. e. d. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN No. booklet. Penanggung Jawab kegiatan SKPD-KB Kabupaten/Kota. f. kemampuan. Advokasi dan KIE tentang KRR: .5% maka pencapaian daerah tersebut adalah: 3.5% dibagi 2% dikali 100 sama dengan 175. Target Hasil perhitungan makin kecil makin baik. spanduk. • Melakukan kegiatan PIK Remaja KRR. media cetak dan media luar ruang) • Orientasi pengelola KIE KRR • Latihan petugas KIE KRR .000 PUS atau 4.

obat dan cara kontrasepsi.25%. Artinya cakupan sasaran PUS menjadi PA di daerah tersebut belum mencapai target yang telah ditetapkan karena kurang dari 65%.Pembilang : Jumlah PUS yang menggunakan kontrasepsi (Peserta KB Aktif) .Satuan Indikator : Presentase (%) 3) Penerapan pada rumus 2.000. Sumber Data 1) PPM-PA hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program KB Provinsi tahun yang bersangkutan.000 dikali 100% sama dengan 50%. 4) Mini Survey (dua tahunan). 4) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 145/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Peningkatan . dimana 2. Pencapaian peserta KB aktif di suatu Kabupaten/Kota dihitung/diperkirakan setiap tahun berdasarkan perkiraan perhitungan penurunan angka kelahiran total (Total Fertility Rate=TFR) yang telah ditetapkan secara Nasional dan didistribusikan ke provinsi melalui Rapat Kerja Daerah program KB Provinsi dan atau Kabupaten/Kota.000 Artinya : Cakupan sasaran PUS menjadi peserta KB aktif adalah 71.Kab/F/I/Dallap/2007.2. 2) Rumus Jumlah Peserta KB Aktif Sasaran PA/PUS = x 100 % =….000 diantaranya menjadi peserta KB aktif. dimana 2. 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 144/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Penanggulangan masalah Kesehatan Reproduksi. Apabila di suatu daerah terdapat PUS sebanyak 4.Penyebut : Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) . Hal ini dilakukan dengan mengajak PUS untuk menjadi peserta KB baru (PB yakni PUS yang baru pertama kali menggunakan salah satu alat.62. 2) Pencapaian PA melalui Rek. Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur menjadi peserta KB aktif a.850 Cakupan Sasaran PA/PUS = X 100 % = 71.850 diantaranya menjadi peserta KB maka kesertaan ber-KB di daerah tersebut adalah 71.000. Definisi Operasional Cakupan sasaran PUS menjadi peserta KB aktif (PA) adalah jumlah peserta KB aktif (PA) dibandingkan dengan seluruh PUS dalam suatu di wilayah pada kurun waktu tertentu. Dengan demikian dari contoh di atas nilai daerah tersebut adalah 71. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. obat atau cara kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dalam kurun waktu tertentu.25% dibagi 65% dikali 100 sama dengan 109. Peserta KB Aktif adalah merupakan jumlah kumulatif dari peserta KB yang terus menerus menggunakan salah satu alat. Maka kesertaan ber-KB di daerah tersebut adalah 2. e.000 dibagi 4. 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 143/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Jaminan dan Pelayanan Keluarga Berencana. obat dan cara kontrasepsi ditambah dengan jumlah peserta KB baru pada tahun berjalan. b.% Jumlah PUS Keterangan: . c. atau yang menjadi peserta KB setelah melahirkan atau keguguran) dan membina peserta KB aktif. Cara Perhitungan 1) Contoh: Dalam Kabupaten/Kota terdapat PUS sebanyak 4.25% 4. 3) Pendataan Keluarga (setiap tahun). Artinya cakupan sasaran PUS menjadi PA di daerah tersebut sudah melebihi target yang telah ditetapkan. Pengertian PUS menjadi peserta KB aktif adalah pasangan suami isteri yang sah yang isterinya atau suaminya masih menggunakan alat.25%. d.

sisa PUS bukan peserta KB terdiri dari: 500 sedang hamil. 2. d) Melakukan penerimaan. Cakupan ini untuk mengukur akses dan kualitas pelayanan KB yang tidak terpenuhi di suatu daerah. b.Partisipasi Pria. dan kualitas (tenaga. Pengertian PUS yang ingin anak ditunda dan tidak ingin anak lagi. kondisi dan potensi wilayah. dan 700 PUS tidak ingin punya anak lagi dan ingin anak ditunda. c) Menyediakan kebutuhan alat. 4) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi KB.500 menjadi peserta KB. b) Melakukan orientasi/pelatihan KB. 4) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Melakukan analisa sasaran (PUS). Bayi dan Anak. e) Memberikan pelayanan KIE dan KIP/konseling KB. Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi disebut Unmet Need dikarenakan: (1) ingin anak ditunda (2) tidak ingin punya anak lagi dan yang bersangkutan tidak ber KB. ingin ber KB tetapi belum terlayani yang besar kemungkinan akan terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmet Need) a. Penanggung Jawab Kegiatan SKPD-KB Kabupaten/Kota. 3) Petugas medis. data pencapaian KB baru dan aktif setiap bulan. h. c. obat. 2) Melakukan pertemuan persiapan pelayanan KB. sarana dan prasarana) pelayanan KB. dukungan dana. sebanyak 7. Langkah-Langkah Kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. Kondisi ini dipengaruhi oleh komitmen daerah dalam pemenuhan akses informasi. i) Monitoring dan evaluasi. 5) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 146/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pascapersalinan dan Pascakeguguran untuk Kelangsungan Hidup Ibu. 3) Menyusun rencana kegiatan PPM–peserta KB Aktif yang dituangkan dalam RPJMD. ingin ber KB tetapi belum terlayani disebut unmet need. f. f) Menyediakan sarana dan prasarana pelayanan KB. PUS berjumlah 10. g) Menyediakan tenaga pelayanan KB terstandarisasi. 2) Petugas yang membidangi KIE-KB. h) Melakukan pengayoman KB dan pelayanan rujukan.000. i. Sasaran Peserta KB aktif (PA) sebesar 65% pada tahun 2014. Cara perhitungan 1) Contoh : Dalam Kabupaten/Kota. g. Informasi dan Edukasi(KIE). 3. dan cara kontrasepsi sesuai target yang ditetapkan. Target Hasil perhitungan makin besar makin baik.300 PUS ingin anak segera (IAS). jangkauan. 6) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi.000 sedang tidak hamil yakni 1. SDM 1) Petugas yang membidangi Keluarga Berencana. 2) Rumus : ∑ PUS (tak KB) iat+tial Persentase Unmet Need = —————————– x 100 % ∑ PUS 15-49 th Keterangan: . Definisi operasional Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin anak ditunda dan tidak ingin anak lagi. penyimpanan serta penyaluran alat dan obat kontrasepsi.

e. 6) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi. Sumber data 1) Pencatatan dan Pelaporan BKKBN (setiap bulan). h. 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 144/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Penanggulangan masalah Kesehatan Reproduksi.Satuan Indikator : Persentase (%) 3) Penerapan rumus 700 PUS iat+tial Unmet Need = ———————– x 100 % = 7. f. 4. Langkah-langkah kegiatan 1) Melakukan analisis data hasil pendataan keluarga. Cakupan Anggota Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB . . 2) Menyusun rencana kegiatan pelayanan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi yang dituangkan dalam RPJMD.000 PUS Artinya : Cakupan PUS yang ingin ber KB tapi tidak terpenuhi adalah sebesar 7. i. 2) Petugas yang membidangi KIE KB. 4) Mini Survey (dua tahunan). c) Operasional tim penjaga mutu. transmigrasi. 3) Petugas medis. 4) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi KB. b) Operasional pelyanan KB dengan mitra kerja. SDM 1) Petugas yang membidangi Keluarga Berencana. 4) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 145/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Peningkatan Partisipasi Pria.0% (unmet need).43. kemampuan. d. Dari contoh di atas daerah tersebut angka umnet need-nya sebesar 7.Kab/F/I/Dallap/2007. Apabila suatu daerah mencapai unmet need 5% nilainya = 100.0 % 10. Target Hasil perhitungan makin kecil makin baik. 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 143/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Jaminan dan Pelayanan Keluarga Berencana. 2) Pencapaian unmet need melalui Rek. 3) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Operasional pelayanan KB di daerah kumuh.0%. e) Monitoring dan evaluasi. maka nilainya sama dengan 5% dibagi 7% dikali 100 sama dengan 71. d) Menyediakan pelayanan KIE dan kontrasepsi yang mudah diakses. g. Bayi dan Anak. 3) Pendataan Keluarga (setiap tahun). Artinya masih di bawah nilai 100.0% menggunakan standar nasional tahun 2014. kondisi dan potensi wilayah. Penanggung Jawab kegiatan SKPD-KB Kabupaten/Kota. pantai/nelayan dan daerah tertinggal. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah.. Informasi dan Edukasi(KIE).Penyebut : ∑ PUS 15-49 th = Jumlah PUS di wilayah tersebut . terpencil dan perbatasan (galciltas).Pembilang : ∑ PUS (tak KB) iat+tial = Jumlah PUS yang ingin anak ditunda atau tidak ingin anak lagi dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. 5) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 146/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pascapersalinan dan Pascakeguguran untuk Kelangsungan Hidup Ibu. Daerah Aliran Sungai (DAS). Unmet Need 5.

Kelompok BKB pada hakekatnya merupakan wadah pembinaan kelangsungan ber-KB bagi para keluarga Balita anggota BKB. 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi. maka daerah tersebut mencapai nilai 80% dibagi 80% dikali 100 sama dengan 100%. . atau ibu yang mempunyai anak Balita. b.Satuan Indikator : Persentase (%) 3) Penerapan pada rumus 1. moral dan sosial. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. 2) Rek.Pembilang : Anggota BKB ber-KB . Apabila di suatu daerah cakupan anggota Kelompok BKB ber-KB pada akhir tahun 2014 dapat dicapai 80% sebagaimana contoh. 2) Rumus: Anggota BKB ber KB Cakupan Anggota = x 100 %=…. f. keterampilan dan sikap ibu serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang anak usia di bawah lima tahun (Balita). baik untuk mengatur jarak kelahiran maupun untuk membatasi jumlah anak yang sudah dimilikinya.a. Langkah-langkah Kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. g.Kab/F/I/Dallap/2007. 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 151/HK/-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Ketahanan dan Peningkatan kualitas lingkungan Keluarga. melalui optimalisasi rangsangan emosional.000 keluarga yang mempunyai balita.600 Cakupan Anggota = X 100 % = 80 % BKB ber-KB 2..800 diantaranya adalah PUS. kondisi dan potensi wilayah. c. ada 100 kelompok BKB beranggotakan 2.000 d. e.% BKB ber KB Seluruh PUS anggota BKB Keterangan: . Definisi Operasional Cakupan anggota kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB adalah upaya pembinaan oleh para kader BKB terhadap anggotanya. Sedangkan Keluarga Balita adalah pasangan suami istri yang mempunyai anak Balita. Sumber Data 1) Data potensi daerah (Rek. Informasi dan Edukasi(KIE). Cara Perhitungan 1) Contoh: Dalam Kabupate/Kota. Artinya daerah tersebut sudah mencapai target. 2) Menyusun rencana kegiatan kelompok Bina Keluarga Balita ber-KB yang dituangkan dalam RPJMD. 1. Target Hasil perhitungan makin besar makin baik. atau ayah yang mempunyai anak Balita.Kab/K/O/Kec-Dal/07). kesadaran.Penyebut : Seluruh PUS anggota BKB . dan 1. khususnya yang masih PUS. 3) Pendataan Keluarga (setiap tahun).600 menjadi peserta KB. Pengertian Bina Keluarga Balita (BKB) adalah kelompok kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan. PUS anggota BKB ber-KB sebesar 80% pada tahun 2014. khususnya yang masih PUS untuk menjaga kelangsungan ber-KB melalui pembinaan kelompok.

5. Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi. Dalam menjaga kelangsungan kesertaan ber-KB dilakukan upaya peningkatan pendapatan keluarga dalam rangka peningkatan tahapan keluarga sejahtera dan kemandirian ber-KB. c. c) Membentuk dan mengembangkan kelompok BKB. terdiri dari PUS sebanyak 1.000 anggota. prasarana dan materi pembinaan kegiatan kelompok BKB. d) Menyediakan sarana.Kab/K/O/Kec-Dal/07). . h.Penyebut : Seluruh anggota UPPKS peserta KB . 2) Rek. SDM 1. Cara Perhitungan 1) Contoh: Dalam Kabupaten/Kota terdapat 100 kelompok UPPKS yang mempunyai 2. Petugas yang membidangi Pembinaan Ketahanan Keluarga.Satuan Indikator : Persentase (%) 3) Penerapan Rumus: 200 Cakupan Anggota = ——– x 100 % = 13. g) Temu kreativitas kader BKB.500 peserta KB. Petugas yang membidangi Keluarga Berencana. f) Membina kader BKB. Pengertian UPPKS adalah kegiatan ekonomi produktif yang beranggotakan Keluarga Pra Sejahtera (KPS) dan Sejahtera I sampai Sejahtera III plus. Definisi operasional Kelompok UPPKS pada hakekatnya merupakan wadah pembinaan KPS dan KS I untuk memenuhi kebutuhan akses informasi dan pembinaan usaha ekonomi produktif bagi anggota kelompok dan pembinaan kelangsungan ber-KB dan bagi yang telah berhasil meningkatkan tahapan KS diarahkan ke pelayanan KB swasta sebagai upaya peningkatan kemandirian ber-KB.500 d. h) Monitoring dan evaluasi.800. baik yang belum maupun yang sudah menjadi peserta KB. b.2% UPPKS ber-KB mandiri 1. 3. Cakupan PUS anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB Mandiri a. 1500 peserta KB dan 300 bukan peserta KB. Penanggung Jawab Kegiatan : SKPD-KB Kabupaten/Kota. Dari 1.3) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Melakukan analisa data keluarga Balita setiap tahun. i. 200 peserta KB mendapatkan pelayanan KB swasta (mandiri) maka perhitungannya sebagai berikut: 2) Rumus: Anggota UPPKS ber KB mandiri Cakupan Anggota = x 100 % UPPKS ber KB mandiri Seluruh anggota UPPKS peserta KB Keterangan: . b) Melatih kader BKB. e) Operasional Kelompok Kegiatan (POKTAN) BKB.Pembilang : Anggota UPPKS ber KB mandiri . 2. Sumber data 1) Data potensi daerah (Rek. 3) Pendataan keluarga (setiap tahun).Kab/F/I/Dallap/2007.

Target Hasil perhitungan makin besar makin baik. Informasi dan Edukasi(KIE). tanggung jawab untuk melaksanakan penyuluhan. 3) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi. i.e. evaluasi dan pengembangan KB. Definisi Operasional Saat ini perbandingan antara jumlah desa/kelurahan dengan jumlah PLKB/PKB secara Nasional adalah antara 4-5 desa/kelurahan untuk 1 (satu) petugas. kondisi dan potensi wilayah. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. pelaporan. 2) Menyusun rencana kegiatan keluarga KPS dan KS I mendapat pembinaan bidang UPPKS yang dituangkan dalam RPJMD. 6) Memberikan bantuan akses permodalan. 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 143/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Jaminan dan Pelayanan Keluarga Berencana. 9) Membina kesertaan KB dan meningkatkan kemandirian ber-KB. Contoh tersebut peserta KB mandiri anggota UPPKS sebesar 13. SDM 1) Petugas yang membidangi Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. 5) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi. 5) Memberikan fasilitasi akses informasi dan pembinaan usaha ekonomi produktif. produksi. maka daerah tersebut mencapai nilai: (13. g. pelayanan. 6. Kondisi ini menyebabkan frekwensi penyuluhan dan pembinaan KB dan KS sangat terbatas. Cakupan anggota UPPKS peserta KB yang ber-KB mandiri sebesar 10% pada tahun 2014. 7) Memberikan pelayanan KIE KB. 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 145/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Peningkatan Partisipasi Pria. Ratio Petugas Lapangan Keluarga Berencana/Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB/PKB) di setiap Desa/Kelurahan a. 4) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 152/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). f.2% dari jumlah peserta KB anggota kelompok UPPKS. tanggung jawab wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat berwenang sebagai pejabat fungsional untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan. b.2 dibagi 10 dikali 100 sama dengan 132) Artinya daerah tersebut sudah mencapai target. h. evaluasi dan pengembangan program Keluarga Berencana Nasional. 3) Membentuk kelompok UPPKS. 10) Melakukan Monitoring dan evaluasi. Pengertian Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) adalah pegawai Negeri Sipil (PNS) atau non PNS yang diangkat oleh pejabat berwenang yang mempunyai tugas. 2) Petugas yang membidangi pemberdayaan ekonomi keluarga. dan pemasaran. Memberikan bantuan pendampingan. 4) Orientasi/pelatihan pemberdayaan ekonomi keluarga bagi pengurus kelompok UPPKS. . Keberadaan PLKB dan PKB merupakan ujung tombak penyuluhan KB yang langsung berhubungan dengan masyarakat di desa/kelurahan binaannya. Sedangkan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) adalah jabatan fungsional PNS yang diberi tugas. Langkah-langkah Kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. pelaporan. pelayanan. Penanggung jawab kegiatan SKPD KB Kabupaten/Kota.

dimungkinkan 1 (satu) desa/kelurahan dibina oleh 1 (satu) orang PLKB/PKB atau lebih.Kab/F/I/Dal/07. 7) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 150/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pelembagaan Keluarga Kecil dan Jejaring Program Keluarga Berencana. 2) Rek. e. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah.Kab/K/O/Kec-Dal/07). Cara Perhitungan 1) Contoh: Kabupaten/Kota yang memiliki 15 Kecamatan dengan 210 Desa/Kelurahan terdapat 70 PLKB/PKB.Aspek wilayah teritorial (jumlah desa/kelurhan). 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 143/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Jaminan dan Pelayanan Keluarga Berencana. .Satuan Indikator : Ratio 3) Penerapan rumus: 210 Desa/Kelurahan Ratio PLKB/PKB = ————————— = 3 70 PLKB/PKB Artinya 1 orang PLKB/PKB membina 3 desa/kelurahan. Sumber data 1) Data potensi daerah (Rek. 5) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 146/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pascapersalinan dan Pascakeguguran untuk Kelangsungan Hidup Ibu. 4) Pengecualian Berdasarkan pertimbangan aspek demografis.PLKB dan PKB merupakan ujung tombak penyuluhan KB yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan atau sebagai penggerak masyarakat di desa/kelurahan binaannya agar mendapatkan akses dan kualitas pelayanan KB dan KS yang memadai. Bayi dan Anak. 9) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 152/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Usaha . Peraturan Kepala BKKBN Nomor 151/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Ketahanan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Keluarga. dengan memperhatikan: .Aspek geografi (Luas wilayah dan daerah kepulauan). 3) Profil daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 144/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Penanggulangan masalah Kesehatan Reproduksi.Penyebut : PLKB/PKB . 6) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 148/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Kesehatan Reproduksi Remaja. .Aspek demografi (jumlah Kepala Keluarga). 4) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 145/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Peningkatan Partisipasi Pria. c. 2) Rumus Jumlah Desa/Kelurahan Ratio PLKB/PKB = ———————————PLKB/PKB Keterangan : . d. Untuk itu perlu diupayakan penyediaan dan pemberdayaan tenaga fungsional penyuluh KB dalam penyuluhan KB dan KS (PLKB dan PKB sebagai PNS atau non PNS) yang diangkat oleh pejabat berwenang sehingga di setiap 2 (dua) Desa/Kelurahan minimal tersedia seorang (satu) PLKB/PKB.Pembilang : Jumlah Desa/Kelurahan (dengan mempertimbangkan 3 aspek) .

7. 3) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi. h) Temu kretivitas PLKB/PKB. 2) Petugas yang membidangi ketenagaan di daerah. h. c) Pelayanan KIE program KB oleh PLKB/PKB.67. 12) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 155/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemberdayaan Tenaga Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana. o) Operasional Mobil unit Pelayanan KB (MUYAN). Dari contoh di atas dimana ratio PLKB/PKB adalah membina 3 (tiga) Desa/kelurahan. Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) disetiap Desa/Kelurahan a. Pengertian Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) adalah seorang atau beberapa orang kader yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan/mengelola Program Keluarga Berencana Nasiona di tingkat Desa/Kelurahan. media cetak dan media elektronik. k) Penyediaan sarana kerja PLKB/PKB.Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). l) Menyiapkan ketersediaan petugas. 3) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Melakukan analisis kondisi dan potensi daerah. n) Operasional Mobil unit Penerangan KB (MUPEN). Penanggung jawab kegiatan Kepala SKPD-KB Kabupaten/Kota. i) Melaksanakan Hari Keluarga Nasional. Langkah-langkah kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. tanggung jawab wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat berwenang sebagai pembantu pembina penyelenggaraan program KB di Desa/Kelurahan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelayanan KB dan KS. maka daerah tersebut mendapat nilai 2 dibagi 3 dikali 100 sama dengan 66. u) Monitoring dan evaluasi. g) Pelatihan teknis/fungsional PLKB/PKB. f. kondisi dan potensi wilayah. e) Pelatihan dasar umum PLKB/PKB baru. Memiliki tugas. mencatat dan melaporkan kegiatan yang dilakukan secara rutin. membina kelompok kegiatan. Definisi Operasional PPKBD sebagai mitra PLKB/PKB merupakan ujung tombak penyuluhan KB yang berhubungan . j) Forum konsultasi/pembinaan PLKB/PKB. d) Pengadaan KIE Kit untuk PLKB/PKB. q) Operasional Tim KB Keliling (TKBK). t) Mengembangkan prestasi/karier kerja. SDM 1) Petugas SKPD-KB. Target Hasil perhitungan makin besar makin baik. 10) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi. i. Informasi dan Edukasi(KIE). p) Operasional KIE KB melalui media tradisional. b) Bimbingan dan Pembinaan KB oleh PLKB/PKB. r) Operasional KIE jalur keagamaan dan kemitraan. g. 11) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 154/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengelolaan Informasi Data Mikro Kependudukan dan Keluarga. b. 2) Menyusun rencana kegiatan PLKB/PKB yang dituangkan dalam RPJMD. media luar ruang. f) Pelatihan penyegaran PLKB/PKB. Artinya daerah tersebut belum mendapat nilai yang diharapkan (lebih kecil dari nilai 100). s) Memfasilitasi terselenggaranya akreditasi PKB. m) Melatih petugas. Minimal setiap 2 (dua) Desa/Kelurahan terdapat seorang PLKB/PKB pada tahun 2014.

Aspek demografis (jumlah Kepala Keluarga). e. pembinaan.Aspek geografis (Luas wilayah dan daerah kepulauan). c. penilaian dan penghargaan terhadap peran PPKBD dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan KS yang dikukuhkan oleh pejabat berwenang sehingga di setiap 1 (satu) Desa/Kelurahan minimal tersedia 1 (satu) PPKBD. 5) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 146/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pascapersalinan dan Pascakeguguran untuk Kelangsungan Hidup Ibu. Sumber data 1) Data potensi daerah (Rek. .Pembilang : Jumlah Desa/Kelurahan . 2) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 143/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Jaminan dan Pelayanan Keluarga Berencana.langsung dengan masyarakat dan atau sebagai penggerak masyarakat di Desa/Kelurahan binaannya agar mendapatkan akses dan kualitas pelayanan KB dan KS yang memadai. Cara Perhitungan 1) Contoh: Suatu wilayah Kabupaten/Kota terdiri dari 17 Kecamatan dengan 200 Desa/Kelurahan yang memiliki 200 PPKBD.Kab/K/O/Kec-Dal/07). . Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Kepala BKKBN Nomor 151/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Ketahanan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Keluarga. 4) Pengecualian Berdasarkan pertimbangan aspek demografis. Bayi dan Anak. Informasi dan Edukasi(KIE). dimungkinkan 1 (satu) Desa/Kelurahan dibina oleh 2 (dua) PPKBD atau lebih. demografis dan geografis) . 10) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 153/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Advokasi dan Komunikasi. 2) Rek. 6) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 148/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Kesehatan Reproduksi Remaja.Aspek wilayah teritorial (jumlah desa/kelurhan). d. pemberdayaan. 9) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 152/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 144/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Penanggulangan masalah Kesehatan Reproduksi. 2) Rumus Jumlah Desa/kelurahan Ratio PPKBD per Desa/Kelurahan = —————————— Jumlah PPKBD Keterangan : . 3) Profil daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. dengan memperhatikan: .Kab/F/I/Dal/07. 7) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 150/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pelembagaan Keluarga Kecil dan Jejaring Program Keluarga Berencana. Untuk itu perlu diupayakan pembentukan. 4) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 145/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Peningkatan Partisipasi Pria.Satuan Indikator : Ratio 3) Penerapan rumus 200 Desa/Kelurahan Ratio PPKBD = —————————– = 1 200 PPKBD Artinya satu desa/Kelurahan dibina oleh satu PPKBD.Penyebut : Jumlah PPKBD (dengan mempertimbangkan aspek teritorial. .

penyimpanan dan penyaluran) alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat adalah merupakan upaya penyediaan oleh Pemerintah Pusat (BKKBN) sebesar 30% untuk Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I. tepat waktu. Pengertian Penyediaan (pengadaan. b. Upaya tersebut untuk mewujudkan Jaminan Ketersedian Kontrasepsi (JKK) di Kabupaten/Kota dengan pemenuhan prinsip. dan tepat tempat. d) Pengadaan KIE Kit untuk PPKBD. c) Pelayanan KIE program KB oleh PPKBD. Langkah-langkah kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. 3) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi. Penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi Cakupan penyediaan alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat a. h. 2) Petugas yang membidangi ketenagaan di daerah. tepat sasaran. kekurangannya dipenuhi oleh pelayanan swasta sekitar 40% dan sekitar 30% oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Provinsi. tepat produk. c. Cara Perhitungan . i) Penyediaan sarana kerja PPKBD. g) Jambore PPKBD. tepat jumlah. (c) Penyaluran ke tempat-tempat pelayanan menggunakan mekanisme yang telah ditetapkan di masing-masing Kabupaten/Kota. m) Monitoring dan evaluasi. g. j) Operasional KIE KB melalui media tradisional. l) Operasional KIE jalur keagamaan dan kemitraan. media luar ruang. Minimal setiap Desa/kelurahan ada satu PPKBD pada tahun 2014. Artinya daerah tersebut telah mencapai target untuk aspek teritorial dan geografis. SDM 1) Petugas SKPD-KB. maka daerah tersebut mendapat nilai 1 dibagi 1 dikali 100 sama dengan 100. i. Dari contoh di atas ratio PPKBD adalah 1. tepat harga. serta (d) Pencatatan dan Pelaporan alat dan obat kontrasepsi dilaksanakan di setiap tingkatan. Target Hasil perhitungan makin kecil makin baik. h) Forum konsultasi/pembinaan PPKBD. f. media cetak dan media elektronik. (b) Penyimpanannya harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Definisi Operasional Cakupan alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat adalah upaya penyediaan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi meliputi: (a) Pengadaan sejumlah 30% oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. e) Membantu kegiatan KIP/K KB. 2) Menyusun rencana program dan kegiatan PPKBD yang dituangkan dalam RPJMD. B. b) Bimbingan dan Pembinaan KB oleh PPKBD. 3) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Melakukan analisis kondisi dan potensi daerah. k) Membantu operasional Tim KB Keliling (TKBK).11) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 154/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengelolaan Informasi Data Mikro Kependudukan dan Keluarga. Penanggung jawab kegiatan Kepala SKPD-KB Kabupaten/Kota. kondisi dan potensi wilayah. f) Orientasi pengelolaan KB Desa/Kelurahan.

2) PPM PA dan PB KPS dan KS I hasil Rakerda Provinsi tahun yang bersangkutan. g) Monitoring dan evaluasi. e. Penanggung Jawab Kegiatan SKPD-KB Kabupaten/Kota. Rujukan 1) Peraturan Kepala BKKBN No. Sehingga beban Pemerintah Daerah diperkirakan sebesar 30% dari seluruh kebutuhan. f) Pencatatan dan pelaporan. g. LSOM dan organisasi profesi dalam pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi.Kab/F/I/Dal/07 dan Rek. Pengertian Penyediaan data mikro keluarga di setiap Desa/Kelurahan adalah ketersediaan data mikro keluarga dan pemanfaatannya dalam pelayanan KB dan KS serta pembinaan keluarga di masing-masing Desa/Kelurahan. Artinya Kabupaten/Kota telah melaksanakan SPM. i. b.Contoh : Dalam Kabupaten/Kota kebutuhan kontarsepsi pada tahun berjalan adalah 100%. data KB dan data tahapan KS untuk menunjang kegiatan operasional program KB di Desa/Kelurahan. SDM 1) Petugas SKPD-KB. c) Menyimpan alat dan obat kontrasepsi di gudang yang sesuai standar pergudangan yang berlaku. Target Makin tepat makin baik. obat dan cara kontrasepsi yang dituangkan dalam RPJMD dan RKPD. 2) Petugas yang membidangi logistik kontrasepsi di daerah. d.Kab/F/II/KB/07. 5) Laporan Gudang Alat dan Obat Kontrasepsi (F/V/KB/05). C. 4) Menggerakkan dan pemberdayaan sektor swasta. Penyediaan Informasi Data Mikro Cakupan informasi data mikro keluarga disetiap desa a. Sumber Data 1) PPM-PB dan PA hasil Rakerda Provinsi tahun yang bersangkutan. 2) Menyusun rencana kegiatan permintaan masyarakat alat. 3) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Menghitung kebutuhan alat. obat dan cara kontrasepsi untuk kebutuhan 1 (satu) tahun. 3) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi. d) Mendistribusikan alat dan obat kontrasepsi ke tempat pelayanan kontrasepsi sesuai kebutuhan setiap bulan. h. Dari jumlah tersebut dipenuhi oleh Pemerintah (BKKBN) untuk KPS dan KS-I sebesar 30% dari kebutuhan Kabupaten/Kota. b) Mengadakan alat. Langkah-langkah Kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. Definisi Operasional Penyediaan data mikro keluarga di Desa/Kelurahan dilakukan dengan metoda pendataan keluarga . Apabila di Kabupaten/Kota dalam pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi yang disediakan oleh Pemerintahan Daerah minimal 30%. Sekitar 30% setiap tahun. kondisi dan potensi wilayah berdasarkan PPM PB & PA serta PPM PB & PA miskin. sisanya diperkirakan dipenuhi dari swasta sekitar 40%. maka daerah tersebut telah mencapai nilai sama dengan 100. 3) Hasil Pendataan Keluarga (setiap tahun). 149/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Penyediaan Kontrasepsi dan Non Kontrasepsi f. obat dan cara kontrasepsi untuk kebutuhan 1 tahun. 4) Rek. Apabila digunakan rumus adalah 100% – 30% – 40% = 30%. pemasok. e) Melaksanakan dan mengembangkan program Jaminan Ketersediaan Kontrasepsi (JKK). Data mikro keluarga memuat informasi individu dan anggota keluarga yang mencakup aspek data demografi.

(2) dilakukan oleh kader pendata dengan bimbingan dan pembinaan PLKB/PKB. kondisi dan potensi wilayah. Target Setiap tahun seluruh Desa/Kelurahan mempunyai data mikro keluarga (100%) di wilayah Kabupaten/Kota. c) Operasional pendataan Desa/Kelurahan. 2) Instruksi Kepala BKKBN Nomor 373/HK-012/D1/2006 tentang Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Pendataan Keluarga yang disempurnakan. c. Rujukan 1) Instruksi Kepala BKKBN Nomor 142/HK-011/D1/2002 tentang Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Pemutahiran Data Keluarga dalam Pelaksanaan Pendataan Keluarga. dilakukan analisis demografi. g) Monitoring dan Evaluasi. e. f) Pengolahan dan Analisis Data. b) Orientasi/refreshing kader pendata. KB dan tahapan KS sebagai bahan penyusunan kegiatan intervensi pelayanan KB dan KS. (3) dilaksanakan dengan instrumen yang sudah tersedia (formulir pendataan). 3) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 1562 Tahun 2006 tentang Penjabaran Program dan Kegiatan Bidang KB dan KS. 2) Petugas yang membidangi data dan informasi. Langkah kegiatan 1) Melakukan analisis kemampuan. 3) Menyusun rencana kerja SKPD-KB yang meliputi : a) Penyediaan instrumen Pendataan keluarga. maka cakupan data mikro keluarga di tingkat Desa/Kelurahan adalah : Rekap data mikro keluarga Desa/Kelurahan Ketersediaan data = ———————————————— x 100 mikro keluarga Jml Desa/Kelurahan 200 Ketersediaan data = ——– x 100% = 100% mikro keluarga 200 d. sedangkan jumlah Desa/Kelurahan sebanyak 200. e) Sarasehan pemanfaatan hasil Pendataan keluarga. g. 2) Hasil pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi.KB. d) Operasional dan pengolahan analisis data. dalam Instruksi Kepala ini meliputi Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Kontrasepsi Program KB Nasional Tahun 2008 dan Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Pengendalian Lapangan Program KB Nasional Tahun 2008. 2) Menyusun rencana kegiatan Pendataan Keluarga yang dituangkan dalam RPJMD dan RKPD. 3) Hasil pencatatan dan pelaporan pengendalian lapangan. Untuk mendapatkan data mikro keluarga yang dinamis di Desa/Kelurahan setiap bulan dilakukan pemutakhiran yang bersumber dari hasil pencatatan pelaporan dan pengendalian lapangan. pencatatan/ pelaporan pelayanan kontrasepsi dan pengendalian lapangan. . SDM 1) Petugas SKPD. Cara perhitungan Contoh: Dalam suatu wilayah Kabupaten/Kota terdapat 200 Rekap data mikro keluarga. 3) Petugas yang membidangi monitoring dan evaluasi. Hasil pendataan keluarga yang dilaksanakan setiap tahun. 4) Instruksi Kepala BKKBN Nomor 257/HK-010/D1/2008 tentang Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Program Keluarga Berencana Nasional. h. 5) Peraturan Kepala BKKBN Nomor 154/HK-010/B5/2009 tentang Pedoman Pengelolaan Informasi Data Mikro Kependudukan dan Keluarga f. Sumber data 1) Register Pendataan Keluarga (R/IKS/07) dan rekapitulasi hasil pendataan.yang dilakukan setiap tahun dalam waktu bersamaan melalui: (1) kunjungan dari rumah ke rumah dengan cara observasi langsung dan wawancara.

Sugiri Syarief. dto DR.i. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 29 januari.2010 Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Penanggung jawab kegiatan SKPD KB Kabupaten/Kota. MPA . dr.

BKL. merupakan salah satu program pemerintah yang perlu mendapat dukungan semua pihak. MSi. telah menghantarkan keberhasilan secara berkelanjutan Program KB di Kabupaten Cianjur. dan Posyandu. pembinaan ketahanan keluarga. Dibagian lain Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Pemkab Cianjur. upaya untuk terus meningkatkan Program KB ini. dalam setiap kesempatan bertemu dengan masyarakat selalu mengingatkan. Angka kematian satu tahun terakhir. Kelompok umur 20-30 tahun sebanyak 180. Sedangkan kematian bayi umur 1 tahun sepanjang tahun 2008sebanyak 159 orang. Dengan pengaturan kelahiran yaitu. UP2K.Upaya-upaya yang dilakukan sejalan dengan Program KB Nasional. PUS tahun 2008 sebanyak 465.24 persen mengalami penurunan menjadi 2. dan tahun 2009. naik menjadi 193. melalui berbagai upaya yang telah. 512 orang. karena sejatinya Program KB serta upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya. menjadi 1. Pembinaan ketahanan keluarga dengan mengikuti kelompok kegiatan BKB. untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu. Sedangkan angka kelahiran total dari 6. MM.452 orang. antaralaln dengan upaya bersama dalam meningkat-kankan pendewasaan usia perkawinan. dan kelompok ekonomi produktif lainnya. yang telah berusia 20 tahun. jarak kelahiran ideal antara tiga sampai lima tahun.45 persen dengan laju pertumbuhan penduduk pun mengalami penurunan dari 2. 625 tahun 2009 dengan selisih angka sebanyak 9.Sukses KB Berkat Komitmen dan Partisipasi Masyarakat 11 Feb 2010 • • Nasional Pelita CIANJUR-Bupati Cianjur. Perbandingan Suprayogi menyodorkan perbandingan hasil pendataan keluarga tahun 2008. ibu hamil/melahir-kan. penurunan pertumbuhan penduduk.dan sebanyak 268. Tingkat kesertaan KB saat ini di Kabupaten Cianjur.57 persen. BLK. tengah.383 orang. dan terus dilakukan. Sebagaimana dikemukakan Bupati Cianjur. dan tahun 2009 meningkat menjadi 29. merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan. 800 orang. Apa yang dilakukan Bupati Cianjur itu. sebanyak 259. 924 orang dengan selisih kenaikan 11. Drs Suprayogi. dan semakin meningkatnya derajat kesehatan masyarakat serta kesejahteraan penduduk Cianjur pada umumnya. dan tahun 2009 sebanyak 155 orang dengan selisih angka penurunan sebanyak empat orang. dan tahun 2009 sebanyak 626. dan laki-laki 25 tahun. 156 orang. sebagai bentuk komitmennya yang cukup kuat terhadap Program KB. tahun 2008 sebanyak 24 orang dan tahun 2009 sebanyak 26 orang dengan selisih angka kenaikan dua orang.472 orang. antaralain jumlah wanita usia subur tahun 2008 sebanyak 615.808 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka 13.877 orang dan tahun 2009 mengalami kenaikan menjadi 492. 956 orang dengan selisih angka sebanyak 3. Memanfaatkan asil pendataan keluarga sebagai landasan operasional pada masing-masing tingkatan.389 orang dengan selisih angka 26. waktu ideal menikah bagi perempuan. pengaturan kelahiran. Sedangkan PUS menurut kelompok umur usia 20 tahun sepanjang tahun 2008 sebanyak 26. peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil. dan anak. dan mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan Program Keluarga Berencana (KB). Peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan kelompok UUPKS. sebanyak 69 persen dari seluruh PUS (Pasangan Usia Subur).296 orang pada tahun 2008. Kenaikan juga terjadi pada kelompok umur 30 tahun keatas." katanya kepada PeiUa Rabu (10/2). BKR. bahagia dan sejahtera menuju keluarga berkualitas. Jawa Barat (Jabar) Drs H Tjetjep Muchtar Soleh. .329 orang. mengemukakan. "Hal itu dapat dilihat dari trend penurunan angka kelahiran.425 orang tahun 2008.35 pertahun.

kata Suprayogi. PUS yang ingin memiliki anak segera sebanyak 36. Kelompok umur 20-30 tahun sebanyak 180.519 orang juga mengalami penurunan pada tahun 2009 menjadi 2.594 orang dengan selisih angka 807 orang. Sedangkan ingin anak ditunda sebanyak 45. Akseptor KB suntik pada tahun 2008 sebanyak 124. tahun 2008 sebanyak 15.863 orang tahun 2009 dengan kenaikan sebanyak 2. Sedangkan kematian bayi umur 1 tahun sepanjang tahun 2008sebanyak 159 orang. Disamping perbandingan hasil pendataan keluarga tahun 2008 dan tahun 2009. peserta MOW tahun 2008 sebanyak 2. PUS bukan peserta KB antaralain terdapat pada kehamilan (hamil). 760 orang. pengguna IUD sepanjang tahun 2008 sebanyak 31. pengguna IUD sepanjang tahun 2008 sebanyak 31. pada tahun 2008 naik menjadi 38.808 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka 13.056 orang pada tahun 2008. Kontrasepsi Peserta KB aktif lainnya menggunakan Implant sebanyak 24. masih terdapat perbandingan sasaran peserta KB baru unmemeed. naik menjadi selisih angka sebanyak 9. naik menjadi 33.084 orang turun menjadi 5.807 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka 9.214 *Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin.323 orang.673 orang tahun 2009 dengan selisih angka 617 orang. naik menjadi 45.323 orang. Peserta MOP tahun 2008 sebanyak 6.086 orang. 903 orang pada tahun 2008 naik menjadi 25. Peserta MOP tahun 2008 sebanyak 6. naik menjadi sebanyak 102. ibu hamil/melahir-kan. Pengguna alat kontrasepsi kondom pada tahun 2008 sebanyak 1. Dan PUS yang tidak ingin anak lagi padahal bukan peserta program KB pada tahun 2008 sebanyak 55. 553 orang tahun 2009 dengan angka kenaikan sebanyak 650 orang. tahun 2009 naik menjadi 56. yakni pada tahun 2008 sebanyak 101. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.493 orang. naik menjadi 1.594 orang dengan selisih angka 807 orang.485 orang dengan selisih angka penurunan sebanyak 34 orang. naik menjadi 33. 079 orang. naik menjadi 133.056 orang.988 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka penurunan sebanyak 96 orang.787 orang dan tahun 2009 sebanyak 16.485 orang dengan selisih angka penurunan sebanyak 34 orang. tahun 2008 sebanyak 15.609 orang.102 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka kenaikan sebanyak 1. tahun 2008 sebanyak 24 orang dan tahun 2009 sebanyak 26 orang dengan selisih angka kenaikan dua orang.519 orang juga mengalami penurunan pada tahun 2009 menjadi 2.326 orang pada tahhun 2008. Sedangkan PUS peserta KB aktif berdasarkan jenis kontrasepsi yang dipergunakan antara lain.102 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka kenaikan sebanyak 1.279 orang dengan angka kenaikan sebanyak 519 orang. . (man suparman) Entitas terkait8sebanyak | Angka | Bupati | Cianjur | Dibagian | Disamping | Drs | Implant | IUD | Kabupaten | KB | Kelompok | Kenaikan | Kontrasepsi | Memanfaatkan | MOW | Pembinaan | Pengguna | Peningkatan | Perbandingan | Program | PUS | Sebagaimana | Suprayogi | Tingkat | Akseptor KB | Bupati Cianjur | Dan PUS | Jawa Barat | Keprotokolan Pemkab | Partisipasi Masyarakat | Pasangan Usia | Peserta KB | Peserta MOP | Program KB | Sedangkan PUS | Ua Rabu | Kepala Bagian Humas | Program Keluarga Berencana | Drs H Tjetjep Muchtar | Sukses KB Berkat Komitmen | Ringkasan Artikel Ini Angka kematian satu tahun terakhir. Jumlah Jumlah Ratio kata kata di di : Artikel Summary : : 872 187 0.383 orang.609 orang. dan tahun 2009 sebanyak 155 orang dengan selisih angka penurunan sebanyak empat orang.787 orang dan tahun 2009 sebanyak 16. 204 orang tahun 2009. Pengguna obat vaginal sebanyak 1.988 orang pada tahun 2009 dengan selisih angka penurunan sebanyak 96 orang. naik menjadi 193.Sedangkan PUS peserta KB aktif berdasarkan jenis kontrasepsi yang dipergunakan antara lain.084 orang turun menjadi 5. peserta MOW tahun 2008 sebanyak 2.049 orang.925 orang tahun 2009 dengan angka kenaikan sebanyak 599 orang.425 orang tahun 2008. PUS bukan peserta KB antaralain terdapat pada kehamilan (hamil).814 orang.493 orang.

70554 3.Chi-Square Table Like the Student's t-Distribution.54935 21.32511 4. 25 and 50).00690 35.52398 13.81947 4.26040 9.99579 27.25645 16.38527 7.04150 9.28988 11.03715 12. For example.63273 8.90652 10.71847 6.18818 2.03365 8.31224 11.975 .98926 1.84535 31.83816 0.94030 4.64168 48. See also.33850 19.59078 10.83311 4.38875 14.900 .33623 32.58788 52.57791 32.70837 19.07467 4.29907 12.41503 39.31410 46.81189 18.47341 19.55851 10.46134 13.59159 14.26214 7.35669 5.36597 4.23960 16.68366 16.74940 26.005 0.68479 26.95495 1.55821 3.76774 23.58437 1.81473 9.20413 3.990 .98942 28.62568 9.750 .02607 23.67573 0.57338 16.77297 46.63538 2.23904 1.27501 19.67529 17.99146 7.19572 11.43842 11.27774 1.69722 6.22603 6.77259 4.04149 17.025 .14329 13. 2.14353 32.81221 6.34441 1.33765 22.78672 14.44938 16.34032 14.33613 33.11327 43.00875 5.16024 12.86518 6.70069 17.16961 37.00098 0.33704 26.41174 0.81328 33.33688 27.40106 8.30704 20.33634 31.67514 21.46079 48.19815 13.01704 14.500 .07050 12.87209 1. Chi-square Distribution.73493 2.34283 11.21034 10.86494 13.37776 9.19451 46.23734 1.995 .68987 2.35185 0.34581 9.10834 6.01491 8.11972 14.33562 13. The animation above shows the shape of the Chi-square distribution as the degrees of freedom increase (1.33714 44.54758 0.30380 8.67057 35.23075 9.14548 1.21072 0.47888 38.33790 21.24115 33.90766 7.96294 49.100 .05064 0.34182 12.73720 9.47761 29.33885 34.99338 13.14134 32.52638 34.02389 6.64647 44.40866 35.79974 40.67176 10.00016 0.36408 42.78953 10.26042 10.36203 24.33646 30.89218 53.12115 14.10153 0.16816 5.01276 18.49266 20.29952 3.34412 10.21885 13.68855 13.40115 13.11693 21.60489 25.61509 32.24509 22.21253 2.89186 7.33886 18.03654 14.07172 0.65868 19.33673 28.60322 3.11390 21.64650 2.16735 2.57481 5.19101 33.47531 20.88623 10.72229 49.84540 18.23962 21.19624 36.43457 35.53455 20.92788 18.63840 44.14221 5.93924 22.48773 11. the values inside this table are critical values of the Chi-square distribution with the corresponding degrees of freedom.87944 0.39046 10.71781 27.68825 29.34487 12.51965 11.84390 15.17246 38.06414 23.54676 11.79193 16.23636 11.09051 14.97924 50.48442 0.26719 5.20357 30.83121 1.25139 7.43384 8.91898 19.57536 1.66599 23.13730 22.92256 3. the Chi-square distribution's shape is determined by its degrees of freedom.67196 .77944 9.02010 0.07064 7.60517 5.73560 27.01579 0.85233 36.76904 27.25 critical value for a Chi-square with 4 degrees of freedom is Right tail areas for the Chi-square Distribution df\area 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 .61141 16.33927 17.34812 7.28290 11.92005 24. To determine the value from a Chi-square distribution (with a specific degree of freedom) which has a given area above it.97982 45.71072 1.59923 24.250 .55430 0.010 .33818 20.82769 28.26094 8.30786 16.75685 3.33666 26.98391 19.99993 34. 10.02277 21.89883 8.03725 23.85081 12. As shown in the illustration below.11701 11.08790 2.11483 0.80132 5. 5.64272 9.36157 15.28936 42.26480 7.30713 24.40776 7.58711 30.50731 17.56623 39.050 .86930 31.48839 30.92789 11.56419 8.86026 0.34100 13.99685 8.06714 16.87850 14.62049 37.21697 28.33801 14.83250 15.84080 10.84843 15.80759 12. see Statistics in crosstabulation tables in Basic Statistics and Tables as well as Nonlinear Estimation . the .84146 5.20699 0.88514 41.72497 26.65091 14.79077 18.91222 15.56200 18.27824 50.74960 0.58414 10.60092 5.29711 0.93478 29.80531 37.56471 15.93217 41. go to the given area column and the desired degree of freedom row.04707 17.11895 29.27670 14.08627 16.15645 6.20925 25.62873 6.14124 31.44261 15.61031 2.64492 12.01003 0.40379 5.36886 23.48868 24.58935 2.03927 30.56659 28.07382 3.91592 41.05348 3.54886 15.22935 6.37916 17.33723 24.59663 0.09024 21.98232 12.96165 9.57063 7.15586 2.92444 36.57057 4.65716 27.92317 45.45494 1.33603 34.52841 36.66043 5.59131 13.25602 43.64464 12.16531 13.18128 9.84343 25.24697 3.78071 40.25485 6.38629 2.10259 0.55697 45.48318 23.15140 18.84397 7.950 .79565 9.38159 37.54183 26.41043 34.29623 28.00393 0.54249 10.67460 4.98718 18.56503 4.45460 5.85636 12.33976 15.65248 40.70039 3.34438 20.08747 42.06362 1.34840 11.41198 31.93934 24.63490 7.29188 20.17973 2.10692 5.33743 23.07563 41.19087 38.84796 18.32330 2.57778 7.21580 0.35146 6.71091 39.48954 5.56317 38.33659 29.08519 12.89720 10.95346 16.58226 7.00004 0.45177 19.31935 4.81575 4.74122 40.81193 22.73264 3. For examples of tests of hypothesis that use the Chisquare distribution.

This means that the area to the right of 5.38527 in a Chi-square distribution with 4 degrees of freedom is .25.5. .38527.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful