Anda di halaman 1dari 6

Belajar Bareng matematika-nurani.Comli.

Com
Copyright © 2009 matematika-nurani.Comli.Com

PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA


ORDE SATU DAN DUA
Dosen Pengampu : Usman Pagalay, M.Si.
Posting : Administrator
Email : f1d4_mtknurani@yahoo.co.id
http://www.matematika-nurani.comli.com

Lisensi Dokumen :
Copyright © 2009 Matematika-Nurani.Comli.Com
Seluruh dokumen ini dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas
untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau
merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin
terlebih dahulu dari Matematika-Nurani.Comli.Com

1. PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang persamaan diferensial orde satu dan
dua, alangkah bijaknya kita mengenal dan tahu dulu siapa, dimana persamaan diferensial
itu. Untuk mengenali pertemuan kita, terlebih dahulu kita berkenalan dengan definisinya ;

Definisi 1.1 Persamaan Diferensial


Sebuah persamaan diferensial adalah sebuah persamaan yang terdapat satu atau lebih
turunan – turunan.

Definisi 1.2 Persamaan Diferensial biasa


Suatu Persamaan Diferensial yang melibatkan satu atau lebih turunan – turunan dari
sebuah fungsi dengan satu variabel tak gayut (variabel yang diturunkan hanya satu),
maka persamaan diferensial ini kita sebut persamaan diferensial biasa

Definisi 1.3 Persamaan Diferensial Parsial atau Sebagian


Suatu Persamaan Diferensial yang melibatkan satu atau lebih turunan – turunan dari
sebuah fungsi dengan lebih dari satu variabel tak gayut (variabel yang diturunkan
lebih dari satu), maka persamaan diferensial ini kita sebut persamaan diferensial
parsial.

Definisi 1.4 Orde dari Persamaan Diferensial


Orde dari Persamaan Diferensial adalah orde dari turunan orde tertinggi yang terdapat
dalam persamaan diferensial.

Wah, kok banyak definisinya?, enjoy ja, semakin kita banyak silaturohim, maka semakin
panjang umur atau usia kita, jadi semakin banyak kita kenal teman baru, maka semakin
Sesungguhnya aku menjadi hina karena menuntut Ilmu, tetapi aku menjadi mulia setelah
dituntut menyebarkan Ilmu ...
-1-
Belajar Bareng matematika-nurani.Comli.Com
Copyright © 2009 matematika-nurani.Comli.Com
banyak relasi yang kita punya, dan itu pasti bermanfaat bagi kita, Langsung Ja Coy, ke
contoh persamaan diferensial, lihat cermati dan resapilah ;

Æ persamaan diferensial biasa orde pertama derajat pertama


dy
= 2x
dx
2
 dy 
  = 4− y
2
Æ persamaan diferensial biasa orde pertama derajat kedua
 dx 
2
d 2 y  dy 
+  + y = 0 Æ persamaan diferensial biasa orde kedua derajat pertama
dx 2  dx 
Æ persamaan diferensial parsial orde pertama derajat pertama
dz dz
+ =z
dx dy
d 2u d 2u
+ + x + y − uz = 0 Æ persamaan diferensial parsial orde kedua derajat pertama
dx 2 dy 2
2
d 3u  d 2z 
 2  − xz + 10 = 0 Æ persamaan diferensial parsial orde ketiga derajat
dz
3
+ x
dx  dx  dx

pertama, pada tulisan ini hanya akan dibahas persamaan diferensial biasa terutama orde
satu dan dua, nah persamaan diferensial biasa umumnya ditulis ;
dny
= f (x)
dx n
umumnya juga, ketika kita menghadapi teka – teki persamaan diferensial biasa, maka
pertanyaan yang sering muncul adalah tentukan solusi umum maupun khusus dari
persamaan diferensial yang diberikan, jadi inti dari diberikannya persamaan diferensial
adalah menaksir kira – kira persaman sejak awal sebelum diturunkan itu apa ?. Kemudian
di makalah ini akan dibahas klasifikasi persamaan diferensial biasa orde pertama dan
orde kedua, kemudian mencari solusi atau penyelesaian dari persamaan diferensial.
Sebelum kita lebih jauh membahas persamaan diferensial biasa, maka kita refresh
dulu otak dan pikiran kita … (dari godaan syaitan yang terkutuk, udah pasti masuk
neraka, kutuan lagi rambutnya, he3x). Cari entah di mana tempatnya, penyelesaian
persamaan diferensial berilkut ini ; (ojo akeh – akeh soale, oke coy)
d2y 1
1. 2
= 20 x 3 − 3 , jika diberikan f(0) = 1, apabila sudah tahu f(x) nya, masukkan ke
dx x
dalam persamaan diferensial diatas, apakah memenuhi ?.
--- Sudah Selesai Pertanyaannya ---
Gymana soalnya, mudahkan ?.
Sesungguhnya aku menjadi hina karena menuntut Ilmu, tetapi aku menjadi mulia setelah
dituntut menyebarkan Ilmu ...
-2-
Belajar Bareng matematika-nurani.Comli.Com
Copyright © 2009 matematika-nurani.Comli.Com
II. Klasifikasi Persamaan Diferensial Orde satu dan dua
Umumnya, yang ada di buku – buku dan sedikit penjelasan dari dosen, persamaan
diferensial biasa orde satu dan dua terdiri atas ; (dalam perspektif orde, derajat dan
macam - macamnya).
a. Persamaan Diferensial Orde pertama ;
1) Persamaan Diferensial Orde pertama Linier
2) Persamaan Diferensial Orde pertama yang dapat dipisahkan
3) Persamaan Diferensial Orde pertama Homogen
4) Persamaan Diferensial Orde pertama Eksak
5) Persamaan Diferensial Orde pertama Tak Linier
6) Persamaan Diferensial Orde pertama Non Homogen
7) Persamaan Diferensial Orde pertama Bernoulli
b. Persamaan Diferensial Orde dua ;
1) Persamaan Homogen dengan Koefisien Konstan
2) Persamaan Diferensial Bergantung Linier dan Wronskian
3) Persamaan Diferensial Tak Homogen dengan Koeffisien tak Tentu
4) Persamaan Diferensial Tak Homogen ; variasi parameter
Kira – kira itulah klasifikasi dari persamaan diferensial biasa orde satu dan dua,
kemudian kita akan bahas satu persatu, selanjutnya ditambah aplikasi dari persamaan
diferensial, dan tak lupa secangkir pemodelan matematika sebagai penutup dari tulisan
ini.
Pembaca yang budiman dimohon untuk memperhatikan proses penurunan rumus
– rumusnya, karena semakin panjang episodenya, jalan cerita, banyak liku – liku yang
dihadapai maka akan semakin mesra, romantis dalam menikmati indahnya matematika,
apabila menemui kejanggalan dalam penjabaran rumusnya, mohon dikritik, dibenarkan
mana yang salah, kemudian bisa langsung diberikan penulis, baik di kampus, di kos atau
waktu ketemu di jalan, jika tidak memungkinkan bisa dikirim lewat email website
matematika nurani yang tertera di kop tulisan ini. Dan mohon maaf jika ada kesalahan
dalam penulisan, pengguanaan simbol, no body is perfect, karena kisah ini hanya fiktif
belaka, jika terdapat pengguanaan nama, kejadian yang sama maka hal itu hanya
kebetulan belaka. Ocrey bos, Lanjuuut.
Sesungguhnya aku menjadi hina karena menuntut Ilmu, tetapi aku menjadi mulia setelah
dituntut menyebarkan Ilmu ...
-3-
Belajar Bareng matematika-nurani.Comli.Com
Copyright © 2009 matematika-nurani.Comli.Com
II.1 Persamaan Diferensial Orde Pertama Yang Dapat Dipisahkan
Misalkan variabel yang diberikan dari persamaan diferensial biasa orde pertama
ada dua, variabel bebasnya x dan terikatnya y, dikatakan dapat dipisahkan apabila fungsi
hanya dengan variabel x didepan dx kemudian fungsi dengan variabel hanya y didepan dy
atau ditulis ;
M ( x)dx + N ( y )dy = 0
kemudian penyelesaian umum dari persamaan diferensial tersebut adalah ;
M ( x)dx + N ( y )dy = 0

∫ (M ( x)dx + N ( y)dy ) = ∫ 0
∫ M ( x)dx + ∫ N ( y)dy = c
f ( x) + g ( y ) = c

dimana f ( x) = ∫ M ( x)dx dan g ( y ) = ∫ N ( y )dy dan c adalah konstanta.

II.2 Persamaan Diferensial Orde Pertama Yang Homogen


Kita akan gunakan konsep diatas (persamaan diferensial orde pertama yang dapat
dipisahkan) untuk menyelesaikan persamaan diferensial orde pertama yang homogen, hal
pertama yang kita harus ketahui adalah sebuah persamaan diferensial biasa orde pertama
dikatakan homogen dengan bentuk persamaan ;
M ( x, y )dx + N ( x, y )dy = 0
dipanggil homogen jika M(x,y) dan N(x,y) adalah fungsi-fungsi homogen yang berderajat
sama dalam x dan y, karena jika dia homogen, maka kita dapat melakukan pemisahan
variabelnya sehingga menjadi persamaan diferensial orde pertama yang dapat dipisahkan
dengan melakukan subsitusi dari variabel – variabelnya. Pandang penjabaran rumusnya ;
misal ; y = v.x Æ dy = v dx + x dv
M ( x, y )dx + N ( x, y )dy = 0
dy M ( x, y )
=−
dx N ( x, y )
dy t.M ( x, y ) 1
=− dengan t , x ≠ 0 dan t =
dx t . N ( x, y ) x

Sesungguhnya aku menjadi hina karena menuntut Ilmu, tetapi aku menjadi mulia setelah
dituntut menyebarkan Ilmu ...
-4-
Belajar Bareng matematika-nurani.Comli.Com
Copyright © 2009 matematika-nurani.Comli.Com

y y
M (1 ,
) M (1, )
dy
=−
M (t.x, t. y )
Æ dy
= − x , misal ; F  y  = − x
dx N (t.x, t. y ) dx y
N (1 , )
 
x y
N (1, )
x x
 y
= F   kemudian kita subsitusikan y = v.x Æ
dy dy dv
= v + x. , didapatkan
dx x dx dx

= F (v) Æ v − F (v) = − x. Æ dx(v − F (v)) = − x.dv


dv dv
v + x.
dx dx
(v − F (v))dx + xdy = 0
dx dv
+ =0
x v − F (v )
terlihat bahwa variabel - variabel x dan v sudah terpisah, sehingga menjadi ;
M ( x)dx + N (v)dv = 0
kemudian kita cari penyelesaian umumnya seperti persamaan diferensial orde pertama
y
terpisah, setelah selesai, kita kembali subsitusikan v = , untuk merubahnya dalam
x
variabel x dan y.
II.3 Persamaan Diferensial Biasa Orde Pertama Eksak
Algoritmanya ;
d d
M ( x, y ) = N ( x, y ) ↔ M ( x, y )dx + N ( x, y )dy = 0
dy dx
1. Integralkan M(x,y) ke x menggantikan tetapan pengintegralan biasa dengan
sebuah fungsi f(y) dari y.
F ( x, y ) = ∫ M ( x, y )dx = G ( x, y ) + f ( y )

2. Diferensiasikanlah F(x,y) = G(x,y) + f(y) yang diperoleh dari langkah 1 ke y dan


bandingkanlah dengan N(x,y) dari persamaan diferensial yang akan diselesaikan
d
untuk mendapatkan nilai f ( y) .
dy
dG d dN d dN dG
+ f ( y) = → f ( y) = −
dy dy dy dy dy dy

Sesungguhnya aku menjadi hina karena menuntut Ilmu, tetapi aku menjadi mulia setelah
dituntut menyebarkan Ilmu ...
-5-
Belajar Bareng matematika-nurani.Comli.Com
Copyright © 2009 matematika-nurani.Comli.Com
d
3. Integralkanlah f ( y ) ke y untuk mendapatkan f(y).
dy
d
∫ dy f ( y )dy = f ( y)

4. Penyelesaian, dari langkah 1 dan 3 adalah ;


F ( x, y ) = G ( x, y ) + f ( y ) + C = 0

II.4 Persamaan Diferensial Orde pertama Linier


Sebuah persamaan diferensial orde pertama dikatakan linier apabila terdapat
variabel bebas dikalikan variabel tergantung, sehingga dapat dibentuk ;
dy
+ y.P( x) = Q( x)
dx

To Be Continou ...

Sesungguhnya aku menjadi hina karena menuntut Ilmu, tetapi aku menjadi mulia setelah
dituntut menyebarkan Ilmu ...
-6-

Anda mungkin juga menyukai