Anda di halaman 1dari 12

RANCANGAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI


NOMOR TAHUN 2008

TENTANG

PEDOMAN ORGANISASI BADAN PENANGGULANGAN


BENCANA DAERAH

MENTERI DALAM NEGERI,

Menimbang : a bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-


. Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana, dipandang perlu
mengatur mengenai pedoman organisasi
badan penanggulangan bencana daerah;
b bahwa badan penanggulangan bencana
. daerah merupakan bagian dari perangkat
daerah yang dalam pembentukan dan
penyusunannya harus berpedoman pada
ketentuan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007
tentang Pedoman Organisasi Perangkat
Daerah;
c bahwa berdasarkan pertimbangan
. sebagaimana dimaksud pada huruf a dan
huruf b perlu disusun Pedoman Organisasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang
ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri;

Mengingat : 1 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004


. tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 8
Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5458);
2 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007
. tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4723);
3 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007
. tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Propinsi dan Kabupaten/Kota (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4723);
4 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007
. tentang Pedoman Organisasi Perangkat
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3952);
5 Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008
. tentang Badan Nasonal Penanggulangan
Bencana (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3952);
6 Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 130
. Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen dalam Negeri ;

MEMUTUSKAN :

2
Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG
PEDOMAN ORGANISASI BADAN
PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud


dengan :
1. .........
2. Badan Penanggulangan Bencana
Daerah yang selanjutnya disingkat BPBD adalah
perangkat daerah yang dibentuk dalam rangka
melaksanakan tugas dan fungsi untuk
melaksanakan penanggulangan bencana di
daerah yang keanggotaannya terdiri dari unsur
pengarah dan unsur pelaksana.
3. .....
4.

BAB II
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA
DAERAH

Pasal 2

Badan Penanggulangan Bencana Daerah


terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Propinsi, Kabupaten dan Kota.

Pasal 3

3
(1) Badan Penanggulangan Bencana Daerah
wajib dibentuk di setiap propinsi.
(2) BPBD di Kabupaten/Kota dibentuk
dengan memperhatikan norma, standar,
prosedur dan kriteria yang ditetapkan oleh
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Nasional.

Pasal 4

Badan Penanggulangan bencana Daerah


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
terdiri atas unsur :
a. Pengarah penanggulangan bencana; dan
b. Pelaksana penanggulangan bencana.

Pasal 5

BPBD mempunyai tugas :


a. menetapkan pedoman dan pengarahan
sesuai dengan kebijakan pemerintah
daerah dan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana terhadap usaha
penanggulangan bencana yang mencakup
pencegahan bencana, penanganan
darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi
secara adil dan setara;
b. menetapkan standardisasi serta
kebutuhan penyelenggaraan
penanggulangan bencana berdasarkan
Peraturan Perundang-undangan;
c. menyusun, menetapkan, dan
menginformasikan peta rawan bencana;
d. menyusun dan menetapkan prosedur
tetap penanganan bencana;

4
e. melaksanakan penyelenggaraan
penanggulangan bencana pada
wilayahnya;
f. melaporkan penyelenggaraan
penanggulangan bencana kepada kepala
daerah setiap sebulan sekali dalam kondisi
normal dan setiap saat dalam kondisi
darurat bencana;
g. mengendalikan pengumpulan dan
penyaluran uang dan barang;
h. mempertanggungjawabkan penggunaan
anggaran yang diterima dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah; dan
i. melaksanakan kewajiban lain sesuai
dengan Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 6

BPBD mempunyai fungsi:


a. perumusan dan penetapan kebijakan
penanggulangan bencana dan penanganan
pengungsi dengan bertindak cepat dan
tepat, efektif dan efisien; serta
b. pengoordinasian pelaksanaan kegiatan
penanggulangan bencana secara
terencana, terpadu, dan menyeluruh.

Pasal 7

(1) BPBD Propinsi merupakan perangkat


daerah Propinsi yang wilayah kerjanya
meliputi Kabupaten dan Kota diwilayah
propinsi yang bersangkutan dan dipimpin
oleh Kepala BPBD.

5
(2) Kepala BPBD sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) berkedudukan sebagai
pemimpin BPBD dalam menjalankan tugas
dan fungsi BPBD, berada dibawah dan
bertanggungjawab kepada Gubernur.

BAB III
ORGANISASI

Bagian Pertama
Susunan Organisasi BPBD Propinsi

Pasal 8

BPBD terdiri atas:


a. Kepala
b. Unsur Pengarah
c. Unsur Pelaksana

Pasal 9

Kepala mempunyai tugas memimpin,


menjalankan tugas dan fungsi BPBD.

Pasal 10

(1) Kepala BPBD dijabat oleh Sekretaris


Daerah
(2) Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
kepala BPBD dilaksanakan oleh seorang
Kepala Pelaksana Harian (KALAKHAR)
yang ditunjuk dan diangkat oleh Gubernur
atas usul Sekretaris Daerah.

Bagian Kedua
Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana

6
Paragraf 1
Kedudukan, Tugas dan Fungsi

Pasal 11

Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana


Daerah berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Kepala BPBD.

Pasal 12

Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana


mempunyai fungsi :
a. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan
penanggulangan bencana daerah;
b. memantau; dan
c. mengevaluasi dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana daerah

Pasal 13

Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana


Daerah mempunyai tugas memberikan
masukan dan saran kepada Kepala BPBD
dalam penanggulangan Bencana.

Pasal 14

Unsur Pengarah BPBD terdiri dari Ketua


yang dijabat oleh kepala BPBD dan 7 orang
anggota.

Pasal 15

7
(1) Anggota Unsur Pengarah BPBD terdiri
dari :
a. 4 (empat) Pejabat Pemerintah Daerah
dan Muspida yang penunjukannya
diusulkan oleh Sekretaris Daerah dan
Pimpinan instansi vertikal melalui
Gubernur.
b. 3(tiga) anggota yang berasal dari
masyarakat profesional yang terdiri dari
:
a. unsur LSM yang bergerak dibidang
kemanusiaan
b. unsur pakar/akademisi
c. unsur tokoh masyarakat.
(3) Pejabat pemerintah daerah dan Muspida
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berasal dari unsur :
a. dinas teknis daerah (PU, Sosial,
Kesehatan, dan Perhubungan).
b. Unsur TNI;dan
c. Unsur Polri.
(4) keanggotaan unsur pengarah
sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf b dipilih melalui uji kepatutan dan
kelayakan yang dilakukan oleh Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah.
(5) Mekanisme dan tata cara rekruitmen
unsur pengarah sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) huruf b berpedoman pada
pedoman yang diterbitkan oleh Badan
Penanggulangan Bencana Nasional.

Paragraf 2
Unsur Pelaksana Penanggulangan Bencana

8
Pasal 16

Unsur Pelaksana Penanggulangan Bencana


Daerah berada dibawah dan
bertanggungjwab kepada Kepala BPBD

Pasal 17

Unsur Pelaksana Penanggulangan Bencana


mempunyai tugas melaksanakan
penanggulangan bencana secara terintegrasi
yang meliputi prabencana, saat tanggap
darurat dan pascabencana,

Pasal 18

Unsur Pelaksana Penanggulangan Bencana


menyelenggarakan fungsi :
a. koordinasi;
b. komando; dan
c. pelaksana dalam penyelenggaraan
penangggulangan bencana di daerah

Paragraf 3
Susunan Organisasi

Pasal 19

(1) Susunan Organisasi Unsur Pelaksana


Penanggulangan Bencana terdiri dari :
a Sekretaris Badan;
b. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan;
c. Bidang kedaruratan;
d. Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

9
(2) Bagan susunan Organisasi Unsur
Pelaksana sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tercantum dalam Lampiran 1 dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Peraturan ini.

Paragraf 4
Sekretaris Badan

(1) Sekretaris Badan berada dibawah dan


bertanggungjawab kepada Kepala BPBD.
(2) Sekretaris Badan dipimpin oleh
Sekretaris.

10
11
12