ANALISIS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 23 TAHUN 1998 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN METODE RIA

(REGULATORY IMPACT ASSESSMENT)

SATRIO ANINDITO H14104127

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

1

Perda Nomor 23 Tahun 1998 Pemerintah Kabupaten Bogor tentang Retribusi Izin Trayek merupakan studi kasus yang akan diangkat dalam tulisan ini yang merupakan satu dari sekian kebijakan yang telah dihasilkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Oleh karena itu. yang kemudian dirubah melalui UU Nomor 32 Tahun 2004 dan UU Nomor 35 Tahun 2004. identifikasi tujuan. penentuan opsi terbaik. Ini dapat terlihat dari perjalanan satu tahun saja dari kebijakan otonomi daerah diduga 1053 Perda yang diinventarisasi Departemen Dalam Negeri. perumusan strategi implementasi kebijakan. 2003). Akibat yang dihasilkan dari penerbitan regulasi demi regulasi pun menimbulkan masalah. Undang-undang tersebut memberikan kewenangan hukum dan administrasi kepada pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk mengatur dan mengadministrasikan perdagangan dan industri. mengomunikasikan informasi kepada para pengambil keputusan. pemerintah daerah di Indonesia telah mengeluarkan ratusan Perda yang menerapkan pengenaan pajak. 105 Perda diantaranya bermasalah (Hardjasoemantri. Perdaperda bermasalah tersebut diantaranya telah dipertimbangkan untuk dicabut. masalah berpangkal pada Ketidakteraturan dalam kegiatan usaha angkutan penumpang (trayek). analisis manfaat dan biaya. 2007). RIA (Regulatory Impact Assessment) adalah metode yang secara sistematis dan konsisten mengkaji pengaruh yang ditimbulkan oleh tindakan pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi permasalahan substansial dan prinsipil Perda Nomor 23 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek dalam implementasi pada tataran kebijakan publik.RINGKASAN SATRIO ANINDITO. retribusi dan pungutan lainnya. Dalam penelitian ini tahap yang dilakukan dibatasi sampai dengan tahap penentuan alternatif terbaik Hasil penelitian menunjukkan pada tahap perumusan masalah. Analisis Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 1998 Kabupaten Bogor tentang Retribusi Izin Trayek dengan Metode RIA (Regulatory Impact Assessment). Sebagai contoh Kabupaten Bogor. iklim regulasi di Indonesia mengalami perubahan besar. komunikasi dengan stakeholders. pemerintah daerah berhak mengenakan regulasi dan perizinan usaha. identifikasi alternatif. pemerintah daerah Kabupaten Bogor telah menginventaris perda-perda yang masih berlaku yang seharusnya sudah di revisi atau dicabut sebanyak 31 perda (Setwilda Kabupaten Bogor. Semenjak otonomi daerah dicanangkan melalui Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. (Dibimbing oleh HENNY REINHARDT). Hal ini disebabkan oleh kurangnya partisipasi pengusaha angkutan pada 2 . Walaupun otonomi daerah memberikan harapan besar bagi perubahan daerah tetapi dinamika pelaksanaan otonomi itu sendiri sebenarnya tidak lepas dari tantangan dan permasalahan. Pada tahun pertama desentralisasi. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode RIA (Regulatory Impact Analysis) sebagai masukan untuk memperbaiki Perda No 23 tahun 1998. serta turut memberikan alternatif pemecahan masalah dalam Perda tersebut. Metode RIA memiliki 7 tahapan review regulasi yaitu: perumusan masalah.

Selain itu opsi kedua akan memberikan net present value sebesar 63. bagi pihak subjek dan objek hukum semakin meningkat. (2) kesadaran. Namum ada kalanya regulasi dan penerapannya ternyata masih bermasalah. Oleh karena itu. namun dikaji sesuai dengan kebutuhan yang proporsional. dan pengusaha angkutan di Kabupaten Bogor.Tengah. penegakan dan kepastian hukum. maka perlu digarisbawahi bahwa otonomi daerah berkaitan dengan proses penerapan regulasi di setiap daerah. Alternatif-alternatif tersebut diantaranya adalah: (a) Do nothing (tidak melakukan apa-apa). dan (5) terciptanya persaingan usaha yang sehat di antara pengusaha angkot. dan Timur. baik bagi sisi pamerintah dan pengusaha angkot. Mengacu pada analisis manfaat dan biaya yang muncul pada opsi kedua. agar perda yang baru dapat secara efektif dan efisien sampai pada masyarakat. Dari hasil wawancara peneliti dengan para pihak terkait pun menunjukkan bahwa opsi tersebut merupakan salah satu upaya terbaik yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki sebuah sistem regulasi dan bentuk penerapannya. Setwilda bagian hukum.658 miliar rupiah atau 531. Melalui metode RIA dan tahap-tahap penelitian yang telah dilakukan dalam studi ini. cenderung bersifat teknis.Sedangkan di sisi biaya. maka dapat diketahui manfaat yang diperoleh adalah : (1) dasar hukum Perda menjadi relevan dengan prinsip dasar regulasi. (4) bertambahnya jumlah PAD yang diperoleh dari retribusi.784 juta rupiah lebih tinggi dari opsi ketiga. studi ini menentukan bahwa opsi kedua adalah opsi terbaik dengan beragam manfaat yang kualitatif dan juga biaya sedikit yang cenderung dibutuhkan secara teknis saja. 3 . (c) Tindakan non regulasi berupa penertiban yang melayani rute jalan Kabupaten Bogor wilayah Bogor Barat. Oleh karena itu studi RIA dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperbaiki dan merevisi regulasi tanpa mengubah secara keseluruhan sistematika yang telah ada. Tahap konsultasi publik pada analisis Perda no 23 tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek dilakukan dengan cara wawancara mendalam (in-depth interview) dengan beberapa pihak yaitu pihak Dinas Perhubungan. Hal ini merupakan hasil dari meningkatnya partisipasi pengusaha angkutan pada implementasi perda dan meningkatnya fungsi pengawasan dan pengendalian dari aparatur dalam implementasi perda Melihat perumusan masalah dan identifikasi tujuan dari Perda No 28 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek penulis dapat merumuskan 3 alternatif opsi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada sehingga tujuan review regulasi tercapai. Sedangkan review regulasi mempunyai tujuan yaitu teraturnya kegiatan usaha angkutan penumpang (trayek). Hal tersebut pula yang diajukan sebagai saran dalam studi ini. yaitu dibutuhkannya anggaran biaya yang dialokasikan guna proses sosialisasi dan penyuluhan. tahap selanjutnya adalah melakukan analisis manfaat dan biaya untuk masing-masing opsi dari sudut padang setiap stakeholders. Bappeda. (b) Revisi Perda No 23 Tahun 1998 tentang retribusi Izin Trayek yang disesuaikan dengan revisi atau perubahan beberapa peraturan dan melakukan sosialisasi terhadap perda tersebut. (3) terciptanya standar pelayanan administrasi yang baik. Setelah alternatif teriidentifikasi.implementasi perda dan kurangnya fungsi pengawasan dan pengendalian dari aparatur dalam implementasi perda.

ANALISIS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 23 TAHUN 1998 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN METODE RIA (REGULATORY IMPACT ASSESSMENT) SATRIO ANINDITO H14104127 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 4 .

Menyetujui. Dosen Pembimbing Henny Reinhardt. M. SP. MS NIP: 131 846 872 5 .Ir.Sc NIP: 132 321 419 Mengetahui. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Dr. Rina Oktaviani.DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian yang disusun oleh: Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Satrio Anindito : H14104127 : Ilmu Ekonomi : Analisis Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No 23 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek dengan Metode RIA (Regulatory Impact Assessment) dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi.

Mei 2008 Satrio Anindito H14104127 6 .Tanggal Kelulusan : PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Bogor.

dari pasangan dr. Untuk menambah pengetahuan tentang metode Regulatory Impact Assessment (RIA) yang menjadi alat analisis pada skripsi ini. Manggarsasi Arum Wardhani. Selama menjadi mahasiswa. penulis aktif dalam kepanitiaan acara kemahasiswaan di lingkungan IPB. penulis mengikuti pelatihan metode RIA di Bappeda Kabupaten Bogor pada tahun 2007.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Satrio Anindito lahir pada tanggal 20 November 1986 di Jakarta. Waloejo Djati dan dr. Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Depok dan lulus pada tahun 2004. Penulis anak terakhir dari 4 bersaudara. 7 . Penulis masuk IPB melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan diterima sebagai mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen. penulis menamatkan sekolah dasar pada SDN Beji I Depok. Pada tahun 2004 penulis melanjutkan studinya ke jenjang universitas di Institut Pertanian Bogor (IPB). kemudian melanjutkan ke SLTP Negeri 2 Depok dan lulus tahun 2001. Pada tahun 2006 penulis mengikuti lomba esai ekonomi yang dilaksanakan oleh HIPOTESA FEM IPB dan memenangkan juara III. Jenjang pendidikan penulis dilalui tanpa hambatan.

.4... Jenis dan Sumber Data ...... Kegunaan Penelitian ...................................................................................................2.................................................... DAFTAR TABEL................ DAFTAR LAMPIRAN..................... Identifikasi Tujuan .....................1............................... 26 26 26 28 28 29 29 30 30 31 32 32 11 13 13 14 16 18 24 1 8 9 9 vi vii viii ix 8 .......2...............DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI..........2.............6..2... TINJAUAN PUSTAKA 2................ Metode Pengambilan Contoh...........................1................ Retribusi Izin Trayek ....... 2.................... III.................. 3....................2.... 2............5....2...4...................... 3.......... Identifikasi Alternatif Penyelesaian Masalah........................................................................ 1....................4... Metode Analisis Data.................. 2................ 3....... DAFTAR GAMBAR ..... 3.... Penelitian-Penelitian Terdahulu ............2...... Analisis Manfaat dan Biaya (Costs/Benefits)...................................... Kerangka Pemikiran.................5........ 3........................4...... PENDAHULUAN 1.... Perumusan Masalah .... II.2.2........... 2........................2.4..................................4... Tahapan Review Regulasi dengan Pendekatan RIA...................... Konsultasi Publik ...................................4............................................................. 3.... 1..................................................2.....................3.... Reformasi Regulasi ...........................2........4............ 2... Regulatory Impact Assessment................3......................................................................1...........4..............2.................................. 3...............3............ I........... Penentuan Opsi Terbaik ..... METODE PENELITIAN 3.... 3..................... 3..4.....1...................... 3................................................... 1....4...... Retribusi Daerah ....................................................... 3...............2....1.................. Lokasi dan Waktu Penelitian ........... Teori Transportasi ........ Retribusi Secara Umum .........3.......... Tujuan Penelitian .. Latar Belakang . Perumusan Masalah ......4........1........................................ 2..........

.............2..... 5..........................................1..5..................................................... 4.... Net Present Value (NPV) ................................ Perkonomian Kabupaten Bogor ........ Rencana Strategis Pembangunan Kabupaten Bogor .......................................6........................ 5... Identifikasi Alternatif Penyelesaian Masalah ...4..................... Penduduk dan Ketenagakerjaan ......3...................... 5...... 34 36 36 37 37 38 38 39 40 42 50 57 62 63 64 72 76 78 80 82 85 9 ............. Tingkat Pengangguran .........................................................1................................. 5.......... 4...............2............................................ 4...1........ Kondisi Umum Kabupaten Bogor..................................... DAFTAR PUSTAKA ....5.......................1............ Sarana dan Prasarana Transportasi......................... 4....2....................................... Letak Geografi ........3............... 5... LAMPIRAN......... 4.................. 4.................... Penentuan Opsi Terbaik .................................................4....3....... Administrasi Pemerintahan ........4. V.............. Analisis Kuantitatif .3......................3...............................1... Analisis Kualitatif ........ 4..2..... KESIMPULAN DAN SARAN.......GAMBARAN UMUM KABUPATEN BOGOR 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 5... Laju Pertumbuhan Penduduk .......................................1..................3........ Analisis Manfat dan Biaya (Costs/Benefits) ............... 5..........................3... 4......................................................4..4............................ Identifikasi Tujuan ..................................................... Konsultasi Publik ........... IV....... Perumusan Masalah ........ 5.........2.............................................

................DAFTAR TABEL Nomor 1..................................................... 4................................ Panjang Jalan Menurut Keadaan dan Status Jalan di Kabupaten Bogor Tahun 2006 .............. 5.......................... 1. Tabel Perkiraan Biaya Opsi 2 ..................................... Tabel Ringkasan Manfaat dan Biaya Opsi 1...... 2.. Tabel Perhitungan Net Present Value Opsi 2......................................8...........................2.......... 10 .3............. 5.............. 4.4... 5.....................5.. Jumlah Sample Wawancara.. 5.......6.......1.2................1.. 5......................................... PDRB Kabupaten Bogor Tahun 2002-2006 ..1................................ Tarif Retribusi Izin Trayek dan Izin Operasi untuk Permohonan Baru....................1..... 3 4............ Tabel Perkiraan Penerimaan Retribusi...................................................................... Tabel Perkiraan Penerimaan Retribusi.... Ringkasan Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu ....2... 5.. 15 16 22 27 41 4........10..3..... Tabel Ringkasan Manfaat dan Biaya Opsi 2........................ 43 46 55 64 68 70 73 73 74 74 76 76 77 42 5.... 5.. Tabel Perkiraan Biaya Penertiban Angkutan ...... Tarif Retribusi Izin Trayek dan Izin Operasi untuk Permohonan Ulang...........4.......... 5............................................. 5........................3....................................................... Tabel Perhitungan Net Present Value ............................. Tabel Perkiraan Penerimaan Supir Angkutan ........... Halaman 6 7 Realisasi PAD Kabupaten Bogor Tahun 2006.7....................... Rasio Jumlah Penduduk dan Angkutan Umum ......... Rute dan Jumlah Angkutan Kota Kabupaten Bogor ....6... 2.......... 5.9......... 2.......................... Kontribusi Sektor dalam Perekonomian di Kabupaten Bogor Tahun 2006 ......... Tabel Ringkasan Manfaat dan Biaya Opsi 3..... Realisasi Retribusi Izin Trayek Kabupaten Bogor.....2.