P. 1
Kumpulan Kultum Mutiara Penyejuk Hati

Kumpulan Kultum Mutiara Penyejuk Hati

|Views: 31,173|Likes:
Dipublikasikan oleh Eross Chandra
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdullilah, segala puji bagi Allah SWT. Salawat serta salam semoga slalu tercurah kepada Rasulullah Muhammmad SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang ang mengikuti beliau hingga hari kiamat kelak.
Baik-buruk atau bahagia-sengsaranya kehidupan seseorang tergantung apada keimanan yang ada pada dirinya. Jika imanna kuat, Insya Allah ia akan mendapatkan kebahagiaan. Namun jika imannya lemah, Insya Allah keburukan yang akan ia dapatkan. Kuat-lemahnya iman seseorang berbanding lurus dengan kondisi hatinya, sehat ataukah sakit, sebagaimana yang Rasulullah katakan bahwa kondisi iman itu” naik dan turun”.
Buku ini menyajikan berbagai tema yang dapat menyebarkan keimanan. Dikatakan “penyegaran” karena setiap kita akan merasakan saat-saat dimana iman itu lemah dan lesu, sehingga harus diberi stimulan yang dapat menegarkan kembali. Pada buku ini tidak disajikan teori yang molok-molok dan sulit dicerna. Bahkan sebaliknya, enak dibaca syarat dengan makna dan mengena.
Kumpulan-kumpulan kultum yang ada dalam buku ini, Insya Allah dapat menjawab kebutuhan kita untuk menyegarkan dan membangkitkan kembali semangat keimanan dalam diri kita.
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdullilah, segala puji bagi Allah SWT. Salawat serta salam semoga slalu tercurah kepada Rasulullah Muhammmad SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang ang mengikuti beliau hingga hari kiamat kelak.
Baik-buruk atau bahagia-sengsaranya kehidupan seseorang tergantung apada keimanan yang ada pada dirinya. Jika imanna kuat, Insya Allah ia akan mendapatkan kebahagiaan. Namun jika imannya lemah, Insya Allah keburukan yang akan ia dapatkan. Kuat-lemahnya iman seseorang berbanding lurus dengan kondisi hatinya, sehat ataukah sakit, sebagaimana yang Rasulullah katakan bahwa kondisi iman itu” naik dan turun”.
Buku ini menyajikan berbagai tema yang dapat menyebarkan keimanan. Dikatakan “penyegaran” karena setiap kita akan merasakan saat-saat dimana iman itu lemah dan lesu, sehingga harus diberi stimulan yang dapat menegarkan kembali. Pada buku ini tidak disajikan teori yang molok-molok dan sulit dicerna. Bahkan sebaliknya, enak dibaca syarat dengan makna dan mengena.
Kumpulan-kumpulan kultum yang ada dalam buku ini, Insya Allah dapat menjawab kebutuhan kita untuk menyegarkan dan membangkitkan kembali semangat keimanan dalam diri kita.

More info:

Published by: Eross Chandra on Dec 20, 2010
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

Mutiara Penyejuk Hati

1

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdullilah, segala puji bagi Allah SWT. Salawat serta salam semoga slalu tercurah kepada Rasulullah Muhammmad SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang ang mengikuti beliau hingga hari kiamat kelak. Baik-buruk atau bahagia-sengsaranya kehidupan seseorang tergantung apada keimanan yang ada pada dirinya. Jika imanna kuat, Insya Allah ia akan mendapatkan kebahagiaan. Namun jika imannya lemah, Insya Allah keburukan yang akan ia dapatkan. Kuat-lemahnya iman seseorang berbanding lurus dengan kondisi hatinya, sehat ataukah sakit, sebagaimana yang Rasulullah katakan bahwa kondisi iman itu” naik dan turun”. Buku ini menyajikan berbagai tema yang dapat menyebarkan keimanan. Dikatakan “penyegaran” karena setiap kita akan merasakan saat-saat dimana iman itu lemah dan lesu, sehingga harus diberi stimulan yang dapat menegarkan kembali. Pada buku ini tidak disajikan teori yang molok-molok dan sulit dicerna. Bahkan sebaliknya, enak dibaca syarat dengan makna dan mengena. Kumpulan-kumpulan kultum yang ada dalam buku ini, Insya Allah dapat menjawab kebutuhan kita untuk menyegarkan dan membangkitkan kembali semangat keimanan dalam diri kita.

Banjarbaru, Agustus 2010

Penyusun

Mutiara Penyejuk Hati

2

UCAPAN TERIMA KASIH

Buku ini dapat diterbitkan karena bantuan banyak pihak. Pertama-tama ucapan terima kasih kepada Pembina asrama PGSD Banjarbaru bapak Drs. H. Fansuri, M.Pd, ketua asrama PGSD Banjarbaru bapak Drs. H. Soemidjan, B.Sc. yang telah sudi membimbing kami hingga terbitlah karya sederhana namun bermakna ini. Demikian pula beliau telah membantu tim penyusun dalam mengoreksi bahan terbitan. Terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang luhur atas bantuan yang diberikan demi terbitnya buku ini.

Banjarbaru,

Agustus 2010

Tim Penyusun

Mutiara Penyejuk Hati

3

DAFTAR ISI halaman Kata Pengantar.............................................................................................................. Ucapan Terimakasih...................................................................................................... Daftar Isi........................................................................................................................ Makanan yang Haram.................................................................................................... Keistimewaan Perempuan Islam..................................................................................... Sabar terhadap Takdir................................................................................................... Segeralah Beramal........................... ............................................................................. i ii iii 1 8 12 20

Membangun Ketaatan Diri............................................................................................ 24 Tiga Cara Allah Mengawasi.......................................................................................... 29 Akhak Ialah Bunga Diri............................................................................................... 33 Kapan Saatnya Kita Bicara........................................................................................ 37

Pribadi Dewasa............................................................................................................ 43 Sebaik-Baik Manusia.................................................................................................... 49 Lakal Hamdu ............................................................................................................... 53 Indahnya Nasehat........................................................................................................ 57

Biodata Penyusun

Mutiara Penyejuk Hati

4

MAKANAN YANG HARAM Allah swt berfirman:

“Mengapa kamu tidak mau memakan (binatangbinatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.” (QS alA‟aam: 119).
Allah swt sudah menjelaskan kepada apa yang Dia haramkan atas kita dengan perincian yang jelas dan menerangkannya kepada kita dengan uraian yang sempurna, Allah swt berfirman: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging (hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, disembelih untuk dan (diharamkan bagimu) yang berhala.

Dan (diharamkan juga)

mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.” (QS alMaaidah: 3). “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya

Mutiara Penyejuk Hati

5

perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS al-An‟aam: 121). “Katakanlah, Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS al-An‟aam: 145).
Firman-Nya lagi:

“Dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram.” (QS alMaaidah: 96)
1. SESUATU YANG HUKUMNYA DISAMAKAN DENGAN BANGKAI Dipersamakan dengan bangkai dalam hal

keharamannya, yaitu apa (bagian tubuh) yang dipotong dari binatang ternak yang masih hidup, berdasarkan hadits Abu Waqid al-Laitsi, Rasulullah saw bersabda:

“Bagian tubuh yang dipotong dari binatang ternak yang berada dalam keadaan hidup adalah bangkai.” (Shahih: Ibnu Majah no. 2606, Ibnu Majah II hal. 1072 no. 3216, ‟Aunul Ma‟bud VIII hal. 60 no. 2841).

Mutiara Penyejuk Hati

6

2. YANG DIKECUALIKAN DARI BANGKAI DAN DARAH Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Telah dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah.

Adapun dua bangkai ialah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah ialah limpa dan hati.” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 210 dan ash-Shahihah no: 1118).
3. HARAM MAKAN KELEDAI JINAK (PIARAAN) Dari Anas bin Malik ra bahwa ada seseorang datang kepada Rasulullah saw, lalu berkata, “Keledai-keledai telah dimakan.” Kemudian orang (lain) datang kepada

Beliau, lalu berkata, “Keledai-keledai telah dimakan.” Kemudian orang (lain lagi) datang kepada Beliau, lalu berkata, ”Keledai-keledai telah dimakan.” Kemudian Beliau menyuruh seseorang agar berseru di tengah-tengah para sahabat, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mencegah kalian dari (memakan) daging keledai peliharaan; karena sesungguhnya ia kotor.” Kemudian periuk-periuk yang penuh daging mendidih ditumpahkan. (Muttafaqun‟alaih: Fathul Bari IX: 653 no: 5528, Muslim III: 1540 no: 35 dan 1940).
4. HARAM MAKAN SETIAP BINATANG BUAS YANG BERTARING BERCAKAR
Mutiara Penyejuk Hati
7

DAN

SETIAP

BURUNG

YANG

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, “Rasulullah saw melarang setiap binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar.” (Shahih: Mukhtashar Muslim nno: 1332, Muslim III: 1534 no: 1934, ‟Aunul Ma‟bud X: 277 no: 3785, Nasa‟i VII: 206 dengan tambahan NAHAA YAUMA KHAIBAR (=Beliau melarang(nya) pada perang Khaibar). 5. PENGAHARAMAN JALLALAH Jallalah ialah hewan yang mayoritas makanan

utamanya adalah barang yang najis, sehingga haram dimakan, haram diminum susunya, dan haram dikendarai:

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata, “Rasulullah saw melarang daging jallalah dan susunya.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 2582, Ibnu Majah II: 1064 no: 3189, ‟Aunul Ma‟bud X: 258 no: 3767, Tirmidzi III: 175 no: 1884). Darinya (Ibnu Umar) ra, katanya: “Rasulullah saw telah melarang jallalah dari kalangan unta, yaitu (tidak boleh) menunggangnya atau meminum susunya.” (Hasan Shahih: Shahih Abu Daud no: 3217 dan ‟Aunul Ma‟bud X: 260 no: 3769).

Mutiara Penyejuk Hati

8

6. KAPAN JALLALAH KEMBALI HALAL Jika binatang yang terkategori jallalah ditahan selama tiga (hari), lalu diberi makanan pokoknya barang bersih, maka boleh disembelih dan halal lagi dimakan.

Dari Ibnu Umar ra bahwa ia pernah menahan seekor ayam betina yang termasuk jallalah selama tiga (bulan). (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 2504 dan Ibnu Abi Syaibah VIII: 147 no: 4660).
7. SEGALA YANG HARAM MENJADI MUBAH KETIKA TERPAKSA Allah swt berfirman: “Tetapi

barangsiapa

dalam

keadaan

terpaksa

(memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS al-Baqarah: 173).
Firman-Nya lagi:

“Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS al-Maaidah: 3).

Mutiara Penyejuk Hati

9

Ibnu Katsir ra dalam Kitab tafsirnya II: 14, memberi komentar sebagai berikut, “Yaitu barangsiapa yang amat sangat membutuhkan memakan sesuatu yang berasal dari barang-barang yang haram yang telah dikemukakan Allah ta‟ala ini karena Allah Dia Sebab darurat, akan maka ia boleh dan memakannya, menyayanginya. dan mengampuni

mengetahui

kebutuhan

hamba-Nya yang berada dalam keadaan terjepit dan amat sangat membutuhkan barang tersebut. Jadi Dia akan mengampuni dosa orang yang memakan barang yang haram karena terpaksa itu.

Mutiara Penyejuk Hati

10

Mutiara Penyejuk : “Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita solehah dan sebaik-baik pakaian wanita adalah pakaian taqwa”

Mutiara Penyejuk Hati

11

KEISTIMEWAAN PEREMPUAN ISLAM 1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki 2. Wanita perlu meminta izin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya 3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki. 4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki. 5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. 6. Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pada isterinya. 7. Talak terletak di tgn suami dan bukan isteri. 8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki. Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?? Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan ? Itulah bandingannya dengan seorang wanita. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita ? Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki, tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu
Mutiara Penyejuk Hati
12

diserahkan kepada suaminya, sedangkan manakala lelaki menerima pusaka, maka ia perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid. Di akhirat kelak, seorang terhadap 4 lelaki wanita akan ini: dipertanggungjawabkan perempuannya. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bula Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya. Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara

Mutiara Penyejuk Hati

13

Masya Allah... demikian sayangnya Allah pada wanita... khan? Maka berbahagialah engkau wahai Wanita Muslim....

Sumber http://magazinefrum.blgspot.com/2010/08istem ewanya-kaum- wanita-islam-muslimah.tml

:

Mutiara Penyejuk Hati

14

Mutiara Penyejuk : “Kita selalu mengeluh dan merasa kesulitan untuk berkorban Bagi orang lain, tetapi kita tidak akan pernah tahu siapa Yang berjuang dan berkorban mati-matian Untuk kita.”

Mutiara Penyejuk Hati

15

SABAR TERHADAP TAKDIR Para pembaca yang budiman, sabar adalah kata yang mudah dan sering diobral manusia. Terlebih lagi ketika ada seseorang yang terkena musibah. Akan tetapi, belum tentu orang yang mengatakan tersebut bisa bersabar yang terkena musibah. Mudah di lisan berat dipraktekkan, itulah untuk sabar. Bahkan tidak jarang ada yang sampai mencela Alloh. Padahal semua takdir Alloh itu baik dan pasti didasari dengan keadilan dan hikmah-Nya. Hanya saja jika takdir ditinjau dari sudut pandang orang yang ditimpa takdir tersebut, ada takdir yang baik dan ada yang buruk. Jika seseorang telah meyakini bahwa musibah itu terjadi dengan izin Allah dan dibalik takdir tersebut tersimpan hikmah yang agung, maka dia akan ridho dengan keputusan Alloh dan berserah diri kepada-Nya. Ia juga akan bersabar atas musibah tersebut dalam rangka mengharap pahala dari Alloh. Akhlaknya semakin baik dan hatinya semakin tenang serta iman dan tauhidnya semakin kuat. Imam ahmad mengatakan, “Sabar disebutkan di dalam

Al-Qur‟an sebanyak lebih dari 70 ayat. Kaitan sabar dan iman seperti halnya kedudukan kepala dan jasad… Seorang yang tidak sabar dalam melaksanakan ketaatan,
Mutiara Penyejuk Hati
16

dalam menjauhi kemaksiatan serta ketika tertimpa musibah maka ia sudah kehilangan sebagian besar dari imannya.” (At Tamhid: 391)
1. Allah Tidak Pernah Salah Dalam

Menempatkan Musibah Para pembaca yang budiman, perlu kita ketahui bersama bahwa Alloh tidak akan pernah salah di dalam menempatkan musibah, kepada siapa, kapan dan dampak yang ditimbulkannya. Alloh berfirman, “Tidak

ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”
(At Taghobun: 11) Setiap musibah yang menimpa seseorang baik berkaitan dengan jiwa, harta atau yang lain pasti berasal dari takdir Alloh yang tidak akan bisa terelakkan. Barang siapa membenarkan dan yakin bahwa seluruh musibah itu datangnya dari Alloh maka Alloh akan memberikan taufik kepadanya untuk rela dengan musibah tersebut dan merasa tenang atas musibah tersebut karena meyakini adanya hikmah Alloh yang agung di balik itu semua. Hal ini karena ia meyakini bahwa Allohlah yang
Mutiara Penyejuk Hati
17

paling tahu yang terbaik bagi hambaNya. Oleh karena itu, saudara-saudara yang budiman, ungkapan „takdir memang kejam‟ adalah ungkapan yang sangat kejam. Ungkapan semacam ini tidaklah keluar kecuali dari orangorang yang lemah iman. Semoga Alloh memperbaiki keadaan kaum muslimin. 2. Iman dan Kekufuran Punya Cabang Saudara-saudara yang budiman, sesungguhnya sabar adalah cabang keimanan karena tidak sabar di dalam menerima taqdir Alloh merupakan salah satu cabang kekufuran. Rosululloh Sholallohu „alaihi wa sallam besabda, “Ada dua perkara yang masih dilakukan orang, padahal keduanya adalah bentuk kekufuran, yaitu mencela keturunan dan meratapi orang yang telah meninggal.” (Muslim). Lawan dari cabang kekufuran adalah cabang keimanan. Karena meratapi mayit adalah cabang kekufuran maka lawannya yaitu sabar menghadapi musibah adalah cabang keimanan Saudara-saudara sekalian, sabar ialah menahan hati dari marah, menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota badan dari melakukan perbuatan haram. Meratapi mayit adalah bentuk ketidaksabaran karena tidak menahan lisan dari ratapan. Dua hal yang disebutkan dalam hadits adalah adat jahiliyah, tetapi rosul
Mutiara Penyejuk Hati
18

telah mengabarkan bahwa kebiasaaan tersebut akan menurun pada umatnya. 3. Menahan Anggota Badan Dari Menampakkan Kemarahan Rosululloh Sholallohu „alaihi wa sallam bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliyah.” (Muttafaq alaihi) Para pembaca yang budiman, marilah kita mencoba untuk memperhatikan hadits di atas bagaimana Islam mengajarkan akhlak yang baik tatkala mendapat musibah. Seorang muslim dilarang untuk mengekspresikan ketidakpuasannya menimpanya, terhadap lagi takdir seperti buruk adat yang terlebih jahiliyah.

Perbuatan seperti ini bukanlah dari Islam sama sekali. 4. Musibah Adalah Bukti Kecintaan Alloh Rosululloh Sholallohu „alaihi wa sallam bersabda, “Apabila

Alloh menghendaki kebaikan bagi hambanya, maka disegerakan hukuman baginya di dunia. Sebaliknya apabila Alloh menghendaki keburukan pada seseorang maka ditangguhkan dosanya sampai dipenuhi balasannya di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Mutiara Penyejuk Hati
19

Alloh menimpakan musibah kepada hamba-Nya yang mukmin untuk membersihkan dosa dan kesalahannya, sehingga di hari akhir kelak beban keburukannya berkurang. Adapun orang yang tidak Alloh timpakan musibah padanya tatkala di dunia tidaklah bisa diambil kesimpulan bahwa Alloh cinta atau memuliakannya tapi mungkin saja hal ini merupakan istidroj ketika ia hidup sehingga ketika di hari akhir menjadikan dosa dan timbangan memberikan amal buruknya makin besar. Alloh dan nikmat kepada siapapun

menghalanginya dari siapapun. Alloh tidak ditanya tentang yang Dia perbuat tapi manusia lah yang akan ditanya tentang yang diperbuatnya. Bencana kepada mukmin adalah tanda kebaikan sepanjang bukan musibah agama meninggalkan kewajiban dan melaksanakan keharaman. 5. Ridho Diganjar Dengan Ridho, Marah

Diganjar Dengan Marah Reaksi seseorang ketika tertimpa musibah itulah yang akan menentuan penilaian Alloh terhadapnya. Rosululloh Sholallohu „alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya besar pahala berbanding lurus dengan besar cobaan. Apabila Alloh mencintai suatu kaum, maka Alloh uji mereka. Barang siapa yang ridho maka baginya
Mutiara Penyejuk Hati
20

keridhoan Alloh dan barang siapa yang marah maka baginya kemarahan Alloh.” (HR. Tirmidzi)
6. Tidak Ada Yang Bisa Menghalangi Takdir Alloh Para pembaca yang budiman, sesunguhnya tidak ada gunanya berteriak-teriak karena itu tidak akan menghilangkan musibah. Mencela Alloh juga tidak akan membuat Alloh mengurungkan keputusanNya, bahkan akan mendatangkan murkaNya. Rosululloh Sholallohu „alaihi wa sallam bersabda,

“Ketahuilah seandainya seluruh orang bersepakat untuk memberikan kebaikan kepadamu, maka mereka tidak akan bisa memberikannya kecuali dengan yang memang sudah ditakdirkan Alloh untukmu. Sebaliknya seandainya mereka bersepakat maka untuk mereka menimpakan tidak akan bahaya dapat kepadamu

mencelakaaknmu keculi dengan yang memang telah Alloh takdirkan atasmu.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata hadits
hasan shohih) Saudara-saudara yang budiman, karena kebaikan yang didapatkan itu dari Alloh, maka hendaknya kita semua menggantungkan seluruh harapan kepada Alloh dan tidak berpaling kepada makhluk. Wallohu a‟lam.
Mutiara Penyejuk Hati
21

Sumber : Tim Bulletin At-Tauhid Posted in Tausiah printer friendly version Submitted by ranu_u2 on February 22, 2007 - 17:49.

Mutiara Penyejuk Hati

22

Mutiara Penyejuk : “Harta yang paling menguntungkan adalah SABAR, teman yang paling akrab adalah AMAL, pengawal pribadi yang paling waspada adalah DIAM, bahasa ang paling manis adalah SENYUM, dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK”

Mutiara Penyejuk Hati

23

SEGERALAH BERAMAL Ada suatu kenyataan yang menyedihkan pada saat ulang tahun, banyak umat Islam sudah terpengaruh oleh budaya Barat dalam merayakannya.Ada kue tart, tiup lilin, lagu selamat ulang tahun (Happy Birthday to You), dan pesta.Pokoknya serba senang dan glamour. Tapi ingat! Seharusnya seorang muslim dalam hari ulang tahunya, ada 2 sikap yang penting dilakukan, yaitu : 1. Bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mencari bekal guna kehidupan akhirat nanti. 2. Menangis karena meskipun umur bertambah tapi usia kita hakekatnya berkurang dalam artian semakin dekat dengan saat-saat kematian. Ingat firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 34, yang artinya: “Alllah yang punya pengetahuan penuh tentang terjadinya kiamat tentang turunnya hujan dan tentang bayi yang masih dalam kandungan sedangkan manusia tidak ada yang tahu rizki apa yang bakal didapatkannya besok dan manusia tidak ada yang tahu ditempat mana dia akan mati.Hanya Allah Maha Tahu, Maha Waspada.”
Mutiara Penyejuk Hati
24

Apakah umur manusia panjang ? Tentu jawabanya adalah TIDAK!Karena paling

panjang umur manusia sekarang rata-rata kurang lebih 100 tahun.Bahkan kalau kita melihat sejarah Nabi kita hanya 63 tahun. Jadi kita perlu heran kalau masih ada orang yang belum menyadari kenyataan ini,contoh: ada tipe manusia yang diajak untuk beramal sholeh mereka menjawab,”Infaq, nanti saja kalau kaya.Taubat, nanti saja kalau sudah tua, nanti, nanti,….dan nanti.Orang yang senantiasa menunda amal karena merasa bakalan panjang umurnya pada hakekatnya telah terkena penyakit “Panjang Angan-angan“. Apa sebabnya seseorang bisa terkena penyakit ini? 1. Cinta dunia, karena merasa cukup dan tentram dengannya sehingga sangat enggan untuk meninggalkannya. 2. Kebodohan, dengan beranggapan bahwa kematian hanya datang pada orang tua saja.Tidak ingatkah kita akan buah kelapa yang bisa jatuh dari pohon, kapan saja begitu juga manusia.Kapan saja kita bisa meninggal, wawlahhualam.

Mutiara Penyejuk Hati

25

Waktu yang tersedia lebih sedikit dari aktivitas….itulah ungkapan yang sangat tepat bagi orang-orang yang mehargai hidup ini.Umur kita yang tidak panjang harus dibagi dalam aktivitas yang begitu banyak : tidur, sekolah, makan-minum, belajar, dan lain-lain. Adapun yang menjadi obat panjang angan-angan ada 4, yaitu : 1. Ingat maut yang akan mendatangi manusia secara tiba-tiba tanpa permisi. 2. Kesibukan dunia ini ibarat suatu lingkaran setan yang tidak akan ada habis-habisnya. 3. Sibukkanlah diri kita dengan mencari bekal untuk akhirat seperti shalat, berzakat atau berinfaq, berzikir dan sebagainya. 4. Ingat!waktu tidak akan pernah kembali seperti lilin. Jadi, marilah kita segera beramal denga rajin dan ikhlas sehingga ada bekal untuk keakhirat nanti dan mendapat tempat yang layak disana yaitu surga.Amin…Hanya inilah yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.Amin… Salah dan khilaf mohon dimaafkan.Wabillahitaufik Walhidayah Wassalammu Alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh. Sumber : Buku Kumpulan Dakwah Kelompok Studi Islam

Mutiara Penyejuk Hati

26

Mutiara Penyejuk : “Perbaikilah usia yang tersisa, niscaya akan diampuni dosa-dosamu yang telah lewat”

Mutiara Penyejuk Hati

27

MEMBANGUN KETAATAN DIRI Jangan menuntut Allah karena terlambatnya

permintaan yang telah engkau panjatkan kepada-Nya. Namun hendaknya engkau mengoreksi diri. Tuntut dirimu supaya tidak terlambat melaksanakan kewajibankewajibanmu kepada Allah. (Ibnu Athailah) Setiap orang pasti memiliki harapan. Namun tidak semua harapan bisa diwujudkan. Walau mungkin kita telah optimal berusaha atau dan berulang kali memanjatkan berdoa. Bila demikian apa yang salah, ikhtiarnya-kah atau doanya? Saudaraku, sangat bijak bila kita tidak terburu-buru menyalahkan atau berburuk sangka kepada Allah, saat doa-doa kita belum terkabul. Sebab, tidak ada yang menghambat ijabahnya doa dan datangnya pertolongan Allah selain diri kita sendiri. Ada nasihat menarik dari Ibnu Athailah, Jangan menuntut Allah karena terlambatnya permintaan yang telah engkau panjatkan kepada-Nya. Namun hendaknya engkau mengoreksi diri. Tuntut dirimu supaya tidak terlambat melaksanakan kewajibankewajibanmu kepada Allah. Jadi, terhambatnya pengabulan doa bukan karena Allah tidak mau memberi. Penyebab utamanya ada pada diri kita sendiri yang tidak bersungguh-sungguh dalam
Mutiara Penyejuk Hati
28

memenuhi hak-hak Allah. Karena itu, kita harus mulai mengoreksi diri. Sudah benarkan ibadah kita? Sudah totalkan pengharapan kita kepada Allah? Sudah bersungguh-sungguhkan kita dalam taat kepada Allah? Kalau belum, jangan menyalahkan siapa pun bila pertolongan Allah belum menghampiri kita. Penjabarannya, lihat ibadah kita, apakah sudah benar dan optimal. Apakah kita tergolong orang yang gemar melakukan amal-amal yang disukai Allah: mencintai masjid, menjaga shalat berjamaah dan tepat waktu, tahajud, bersedekah dalam senang atau susah, gemar menolong orang, zikir setiap waktu, dsb. Bila untuk kewajiban-kewajiban bersungguh-sungguh, utama maka saja kita kurang mungkin bagaimana

pertolongan Allah akan datang? Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan hamba-Ku itu selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah di luar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya, jika Aku telah mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memukul dan menjadi
Mutiara Penyejuk Hati
29

kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika ia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi. (HR Bukhari). Menurut hadis ini kunci datangnya pertolongan Allah, kunci pembuka pintu-pintu rezeki, ilmu dan segala kebaikan, adalah ketakwaan dan kesungguhan kita melaksanakan amal-amal yang dicintai Allah. Dalam QS Ath Thalaaq [65] ayat 2-3, Allah SWT menegaskan.

“ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkasangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”
Saudaraku, membangun ketaatan kepada Allah dalam ibadah-ibadah fardhu dan sunat plus keterkaitan hati kepada-Nya ketinggian ikhtiar akan adalah ilmu, atau berujung fondasi dasar bangunan manajemen, kekayaan. dan keimanan seorang hamba. Tanpa adanya fondasi ini, tidak berguna Semuanya kecanggihan melimpahnya pada optimalnya keputusasaan. Saudaraku, perlu ditegaskan lagi bahwa tugas kita ada tiga. Pertama, meluruskan niat. Kedua,
30

bencana

Mutiara Penyejuk Hati

menyempurnakan ikhtiar. Ketiga, bertawakal sepenuh hati kepada Allah. Andai kita sudah melaksanakan semua itu, namun apa yang kita dapatkan belum juga sesuai keinginan, maka yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan sekecil apapun amal hamba-Nya. Allah pasti akan memberikan yang terbaik. Hasil sepenuhnya ada dalam genggaman Allah. Wallaahu a'lam. Sumber : http://www.muallafmuslim.com

Mutiara Penyejuk Hati

31

Mutiara Penyejuk : “Kunci pembuka pintu-pintu rezeki, ilmu dan segala kebaikan, adalah ketakwaan dan kesungguhan kita melaksanakan amal-amal yang dicintai Allah”

Mutiara Penyejuk Hati

32

TIGA CARA ALLAH MENGAWASI Karena takut didatangi pencuri, maka warga suatu perumahan menyewa penjaga atau hansip. Tetapi terkadang pencurian masih terjadi walau hansip sudah dibayar. Hal ini bisa terjadi bila hansip tersebut lengah atau ketiduran, sehingga si pencuri bisa melakukan aksinya. Hansip juga manusia! Bagaimana dengan Yang Maha Mengetahui? Allah SWT mengawasi manusia 24 jam sehari atau setiap detik tidak ada lengah. Didalam melakukan pengawasan, ada 3 cara yang dilakukan Allah SWT: 1. Allah SWT melakukan pengawasan secara langsung. Tidak tanggung-tanggung, Yang Menciptakan kita selalu bersama dengan kita dimanapun dan kapanpun saja. Bila kita bertiga, maka Dia yang keempat. Bila kita berlima, maka Dia yang keenam (QS. Al Mujadilah 7). Bahkan Allah SWT teramat dekat dengan kita yaitu lebih dekat dari urat leher kita. “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf 16) 2. Allah SWT melakukan pengawasan melalui malaikat.

Mutiara Penyejuk Hati

33

“ketika

dua

orang

malaikat

mencatat

amal

perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qaaf 17) Kedua malaikat ini akan mencatat segala amal perbuatan kita yang baik maupun yang buruk; yang besar maupun yang kecil. Tidak ada yang tertinggal. Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada kita (QS. Al Kahfi 49). 3. Allah SWT melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri. Ketika kelak nanti meninggal maka anggota tubuh kita seperti tangan dan kaki akan menjadi saksi bagi kita. Kita tidak akan memiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut untuk memberikan kesaksian sebenarnya.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yaasiin 65)

Mutiara Penyejuk Hati

34

Kesimpulannya, kita hidup tidak akan bisa terlepas dimanapun dan kapanpun saja dari pengawasan Allah SWT. Tidak ada waktu untuk berbuat maksiyat. Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah SWT. Yakinlah bahwa perbuatan sekecil apapun akan tercatat dan akan dipertanyakan oleh Allah SWT dihari perhitungan kelak. Wallahu a‟lam bish showab.

Sumber

: http://www.manajemenqolbu.com/radio/ : KH. Abdullah Gymnastiar

Penceramah

Mutiara Penyejuk Hati

35

Mutiara Penyejuk : “Ikutilah perbuatan jelekmu dengan kebaikan yang akan menghapusnya. Tambahkanlah amalan kebaikan dengan amalan kebaikan lain, hapuslah perbuatan jelek dengan amalan kebaikan. Dan ketahuilah tanda-tanda tobat yang diterima adalah ketika tingkah lakumu setelah bertobat lebih baik dari sebelumnya”

Mutiara Penyejuk Hati

36

AKHLAK IALAH BUNGA DIRI Dalam sebuah syairnya Bilal mengatakan, Akhlak ialah bunga diri, indah dilihat oleh mata, senang dirasa oleh hati, setiap orang jatuh hati. Rasulullah mengatakan, “Orang– orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara kamu” (HR Tirmizi dari Abu Hurairah). Kemajuan zaman dan modernisasi diselimuti kekosongan Lagu kita jiwa, kekerasan menjadi dan keterampilan. adalah kebohongan

penindasan, sehingga kemesraan dan kebahagiaan hidup menjadi benda mahal yang sulit didapatkan. Dalam buku membentuk karakter muslim, Anis Matta mengatakan, “Kita hidup dalam dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus. Dunia kita telah berubah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik kita adalah penipuan, bahasa sosial kita adalah pembunuhan, dan bahasa jiwa kita adalah kesepian dan keterasingan. Kita adalah masyarakat sipil yang berwatak militer. Kita adalah masyarakat peradaban yang berbudaya primitif.
Mutiara Penyejuk Hati
37

Kita adalah manusia-manusia sepi di tengah keramaian. Kita adalah manusia-manusia merana ditengah kemelimpahan. Jika sikap mental tersebut telah tertanam kuat dalam hidup kita, berarti akhlak kita sedang dalam kondisi sekarat, karena akhlak, masih menurut Anis adalah nilai-nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan-tindakan dan prilaku-prilaku yang bersifat tetap natural dan refleks. Sakitnya fisik hanya kita yang akan merasakan, namun jika akhlak yang sakit, tidak saja diri, tapi masyarakat akan ikut merasakan dampak negatifnya. Jika kita hubungkan, maka tidak perlu heran krisis yang berkepanjangan ini bermula dari krisis akhlak yang melanda hampir sebagaian besar kita, yang telah lupa akan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang bersumber dari Ilahi. Betapa indahnya senyum tulus tulus, dan kasih sayang. Betapa bahagianya jika sikap ramah dan tolong menolong menjadi kebiasaan. Hidup penuh makna dan berarti hanya akan kita temui jika kita dapat mensinergikan kekuatan kebaikan yang ada pada diri kita, bukan justru mengembangkan potensi buruk yang senantiasa dipelihara oleh nafsu syeitan yang mempunyai

Mutiara Penyejuk Hati

38

singasana dalam diri kita. Akhlak terpuji, merupakan salah satu kunci keberhasilan, namun sayang, kenapa sulit sekali kita meraihnya, padahal ia adalah indikator sempurnanya iman kita, walahuaalam (elsandra). Sumber : http://www.mediaislaminet.com

Mutiara Penyejuk Hati

39

Mutiara Penyejuk : “Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemkainya tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat yang manjur”

Mutiara Penyejuk Hati

40

KAPAN SAATNYA KITA BICARA Ketahuilah, sebelum berkata-kata, sesungguhnya kata-kata itu tawanan kita. Akan tetapi, sesudah terlontar dari lisan, justru kitalah yang ditawan oleh katakata sendiri. Buktinya, betapa banyak orang yang sengsara, menanggung malu, terbebani batinnya, bahkan membuat nyawanya melayang gara-gara kata-kata salah ucap, yang keluar dari mulutnya sendiri. Begitu banyak contoh nyata dalam kejadian kesehari-hari yang bisa membuktikan semua ini. Mungkin suatu ketika kita baca di koran berita tentang beberapa pelajar SMA yang terlibat pergaulan bebas dengan sesama teman sebayanya. Biasanya mulut ini begitu gatal untuk segera berkomentar, "Mereka sebenarnya adalah korban-korban dari ketidak becusan para orang tuanya dalam mendidik anak-anaknya sendiri." Atau, kadang-kadang ketika berkumpul bersama teman-teman, tidak bisa tidak, kita sering dengan sadar dan bahkan dinikmati, terjebak dalam perbuatan ghibah, mengumbar-umbar aib dan keburukan orang lain, teman, atau bahkan beberapa sikap dan perilaku orang tua sendiri yang dalam penilaian hawa nafsu kita, tidak kita sukai.

Mutiara Penyejuk Hati

41

Nah, bila kita acap atau kerap kali senang menggelincirkan lisan ini ke dalam perbuatan-perbuatan demikian, maka pertanyaan yang harus segera diajukan terhadap diri sendiri adalah, mestikah saya berbicara? Haruskah saya mengomentari masalah ini? Mengapa saya harus ikut-ikutan memberikan penilaian, padahal kita sendiri mungkin tidak tahu permasalahan yang sebenarnya? Subhanallah! Siapa pun yang ingin memiliki lisan yang bermutu serta kata-kata yang mengandung kekuatan dahsyat untuk mengubah orang lain menjadi lebih baik, satu hal yang harus direnungkan, yakni bahwa kekuatan terbesar dari kata-kata kita adalah harus membuat orang senantiasa mendapatkan manfaat dari apa pun yang kita ucapkan. Kalau hanya sekadar berbicara, padahal kita sendiri tidak tahu akan membawa manfaat atau tidak maka sebaiknya diam saja. "Falyaqul khairan aw liyaskut," demikian sabda Rasulullah saw. Hendaklah berkata yang baik atau diam! Berkata itu bagus dan boleh-boleh saja, namun diam itu jauh lebih bagus kalau toh kata-kata yang kita ucapkan akan tidak membawa manfaat. Kalaupun kita memandang perlu untuk berkata-kata, maka sebaiknya berikan yang terbaik kepada orang yang mendengarkannya kata-kata yang paling indah, paling

Mutiara Penyejuk Hati

42

tulus, paling bersih dari segala niat dan motivasi yang tidak lurus. Karenanya, usahakanlah kata-kata yang keluar dari lisan ini kita kemas sedemikian rupa, sehingga membawa manfaat dan maslahat baik bagi diri sendiri maupun bagi jalan hidup serta tumbuhnya motivasi, kehendak, ataupun tekad seseorang. Hanya empat hal dari kata-kata yang paling tinggi nilai dan mutunya, yang seyogianya keluar dari lisan kita. Pertama, ketika mendapat karunia nikmat, suruhlah lisan ini banyak bersyukur kepada Allah. Kedua, ketika ditimpa musibah, segera suruh mulut ini bersabar dengan mengucap inna lillaahi wa inna ilayhi raaji'uun. Ketiga, ketika mendapat taufik dari Allah berupa kemamapuan beribadah yang lebih baik daripada yang bisa dilakukan orang lain, suruh bunyi pula, yakini bahwa semua kemampuan ibadah kita adalah semata-mata berkat karunia dari Allah Azza wa Jalla. Terakhir, ketika kita tergelincir berbuat dosa, lekas-lekas suruh lisan ini beristigfar memohon ampunan kepada Allah. Dan selebihnya adalah sikap hati-hati setiap kali lisan kita hendak berkata-kata. Hendaknya kita tidak membiarkan mulut ini sembarang berbunyi. Daripada berakibat sengsara, lebih baik menahan diri. Sebab, jangankan menyampaikan

Mutiara Penyejuk Hati

43

nasihat, bukankah untuk bertanya saja dalam ajaran Islam demikian tinggi adabnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau para ulama dan orang-orang yang saleh serta berkedudukan di sisi Allah, sangat hemat dengan kata-kata. Kendatipun, mungkin ilmunya sangat luas, pemahamannya begitu dalam dan jembar, hafal seluruh surat Alquran dan ribuan hadis Nabi, telah menyusun berpuluh-puluh kitab yang monumental, ibadahnya begitu dahsyat, sementara akhlaknya pun demikian cemerlang. Semua itu karena mereka sangat yakin bahwa kesiasiaan dalam berkata-kata pastilah akan mengundang setan dan niscaya pula akan menyeretnya ke dalam jurang neraka Saqar (Q.S. Mudatstsir: 45).

"Tidaklah seseorang itu mendapatkan kesempurnaan hakikat keimanan," demikian sabda Rasulullah, "sehingga suka meninggalkan berbantah-bantahan sekalipun ia merasa di pihak yang benar." (H.R. Ibnu Abiddunya).
Walhasil, marilah kita tata lisan yang cuma satusatunya ini. Percayalah, diam itu emas. Orang yang sanggup memelihara lisannya akan lebih kuat wibawanya daripada orang yang gemar menghambur-hamburkan kata-kata, tetapi kosong makna. Berusahalah senantiasa agar kata-kata yang kita ucapkan benar-benar bersih dari penambahan-penambahan dan rekayasa yang tiada

Mutiara Penyejuk Hati

44

artinya. Ukurlah selalu, di mana, kapan, dan dengan siapa kita berbicara agar setiap kata yang terucap benar-benar bermutu dan tinggi maknanya. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Menyaksikan segalagala senantiasa menolong kita agar selalu sadar bahwa rahasia kekuatan lisan yang bisa menggugah dan mengubah orang lain itu, berawal dari hati yang tulus ikhlas. Tidak rindu apa pun dari yang kita katakan, kecuali rindu kemuliaan bagi yang mendengarkannya, rindu demi senantiasa mulia dan tegaknya agama Allah, serta rindu agar segala yang kita ucapkan menjadi ladang amal saleh untuk bekal kepulangan kita ke akhirat kelak. Insya Allah! Wallahualam.***

Sumber

: http://www.muallafislmi.com

Mutiara Penyejuk Hati

45

Mutiara Penyejuk : “Menyebarkan kebaikan lebih baik ketimbang diam. Dan, diam itu lebih baik ketimbang menyebarkan kejelekan”

Mutiara Penyejuk Hati

46

PRIBADI DEWASA Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'alaaalihi washahbihii ajmai'iin,Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita. Mendengar kata dewasa, mungkin yang terbetik di benak kita adalah tua, tapi bukan itu, sikap dewasa seseorang tidak bisa diukur dari usia. Orang tua pasti dewasa, belum tentu. Coba kita lihat buktinya. Berikut ciri khas umat Dewasa diantaranya: 1. Diam Aktif (menahan diri) Yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya dari perkataan dusta, perkataan sia-sia , komentar spontan dan celetukan , kata-kata yang berlebihan , keluh kesah , niat riya dan ujub , kata yang menyakiti orang lain, sok tahu dan sok pintar. Lihat saja seorang anak kecil, apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari. Sedang orang tua yang
Mutiara Penyejuk Hati
47

kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari. Ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ;komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh. Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari komentar-komentarnya, makin terkendali Insya Allah akan semakin matang. 2. Empati Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum daspat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain, Insya Allah akan semakin bijak. Semakin mampu memahami dan menerima
Mutiara Penyejuk Hati
48

kekurangan orang lain, maka semakin dewasa. Percayalah tidak akan bijaksana dan dewasa orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri. 3. Hati-hati (Wara) Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara‟),dalam bertindak. Orang yang dewasa benarbenar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau jika harus menanggung akibat karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan. Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa (wara‟) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata yang syarat akan makna , mengambil keputusan dengan tepat ,mengambil sikap terbaik , karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh. 4. Sabar Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun seorang yang dewasa akan lebih tenang, mantap dan stabil. Seorang yang cepat marah, tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu
49

Mutiara Penyejuk Hati

menunjukan bahwa dirinya belum siap melakukan dan menerima sesuatu dengan baik. Muslim/muslimah yang dewasa,selalu sabar menerima ketentuan dari Allah, selalu sabar dalam menghadapi segala ujian. Belum bisa dikatakan dewasa seseorang yang belum mampu mengendalikan emosinya dan memelihara sikap sabarnya. 5. Amanah Seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung seseorang jawab. Untuk dilihat melihat dari kedewasaan dapat kemampuannya

bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat. Seorang guru bertanggungjawab terhadap ilmu yang diberikan kepada muridnya, seorang pelajar bertanggungjawab dengan ilmu yang diperolehnya.
Mutiara Penyejuk Hati
50

Seorang anak bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan orangtuanya. Jika semua bertanggungjawab, maka tidak akan ada permusuhan. Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan,jabatan,karena semua itu sebenarnya hanyalah semu, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika matang, dan semakin dewasa . Menahan diri, selalu berempati terhadap orang lain, hati-hati dalam bertindak, senantiasa sabar, amanah dan bertanggung jawab adalah bukti seorang mukmin yang mempunyai pribadi dewasa. Sumber : http://www.manajemenqolbu.com/radio/ : KH. Abdullah Gymnastiar kita semakin

Penceramah

Mutiara Penyejuk Hati

51

Mutiara Penyejuk : “Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan dan rasa sakit hati”

Mutiara Penyejuk Hati

52

SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai ALLOH kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan ALLOH kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi ALLOH aneka potensi kelebihan oleh-Nya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia. Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain" (H.R. Bukhari). Seakan hadis ini mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauhmana derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauhmana nilai manfaat diri ini? Kalau menurut Emha Ainun Nadjib, harusnya tanyakan pada diri ini apakah kita ini manusia wajib, sunat, mubah, makhruh, atau malah manusia haram? Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau adanya sangat dirindukan, sangat bermanfaat, bahkan perilakunya membuat hati orang disekitarnya tercuri. Tanda-tanda yang nampak dari seorang 'manusia wajib', diantaranya dia seorang pemalu yang jarang mengganggu orang lain, sehingga
Mutiara Penyejuk Hati
53

orang lain merasa aman darinya. Perilaku kesehariannya lebih banyak kebaikannya. Ucapannya senantiasa terpelihara, ia hemat betul kata-katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada hanya berbicara. Sedikit kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau ia berbuat kebaikan. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan mengendalikan diri, serta penuh kasihsayang. Sama sekali bukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik perilaku melaknat, bersikap memaki-maki, memfitnah, bakhil, menggunjing, tergesa-gesa, dengki,

ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena ALLOH, membenci karena ALLOH, dan marahnya pun karena ALLOH SWT, subhanallah demikian indah hidupnya. Sedangkan orang yang mubah ada dan tidak adanya tidak berpengaruh. Di kantor kerja atau bolos sama saja. Seorang pemuda yang ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan, dan kalau tidak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yang mubah. Ada dan tiadanya tidak membawa manfaat, dan tidak juga membawa mudharat
Mutiara Penyejuk Hati
54

Adapun orang yang makruh, keberadaannya justru membawa mudharat dan kalau dia tidak ada tidak berpengaruh. Artinya, kalau dia datang ke suatu tempat maka orang merasa bosan atau tidak senang. Misalnya, ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor suasana rumah sangat tenang, tetapi seketika klakson dibunyikan tanda bahwa ayah sudah datang, anak-anak malah lari ke tetangga, ibu cemas, dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah yang keberadaannya menimbulkan masalah.

Sumber : http://www.manajemenqolbu.com/

Mutiara Penyejuk Hati

55

Mutiara Penyejuk : Tidak sejenak pun hati mereka tertuju kecuali kepada Allah dihadapan bersama Al-quran, mereka senantiasa kebersamaan yang senatiasa tidak akan pernah terpisahkan.”

Mutiara Penyejuk Hati

56

LAKAL HAMDU Bagimu segala puji Wahai yang Maha Dermawan, wahai yang Maha Agung Wahai Pemberi Karunia, yang kuasa mengabulkan dan menolak siapa yang dikehendaki. Yaa Ilaahi, Penciptaku, Pelindungku, Tempatku Bernaung, Dalam genggamanMulah – penderitaan dan kebahagiaan. Ya Illaahi, bila dosaku begitu besar bila kesalahanku begitu banyak, Namun ku yakin, PengampunanMu lebih besar dari dosa dan kesalahanku Ya Illaahi, bila kuturuti kehendak nafsuku, niscaya aku senantiasa berada di kawah penyesalan. Ya Illaahi. bila Engkau menolak permohonanku, bila Engkau usir aku dari haribaanMu kepada siapa lagi kuharapkan pertolongan. Ya Illaahi, selamatkanlah aku dari siksaMu, sungguh aku adalah tawananMu yang hina dina penuh ketakutan, mendamba penuh harap dariMu. Ya Illaahi, berzikir mengingat karunia Mu,
Mutiara Penyejuk Hati
57

adalah penawar kepedihanku mengingat kesalahan dan dosa-dosaku air mata ini tiada henti membasahi mataku Ya Illaahi, ampunilah dosa-dosa maafkanlah kesalahan-kesalahanku. Sungguh aku mengaku dan kini dalam ketakutan dan aku bermohon padaMu. Ya Illaahi, karuniailah aku kedamaian dari sisimu aku tidak memiliki pintu keutamaan lain, senantiasa aku hanya mengatuk pintuMu. Ya Illaahi, bila Engkau jauhkan aku dariMu bila Engkau hinakan aku, Bagaimana lagi dan apa yang mesti kulakukan Ya Illaahi, demi Mustofa (Rasullulah) dan putra

pamanNya (Imam Ali Bin Abi Tholib) serta kemulyaan para pelaku kebajikan yang semuanya merunduk merendah di haribaanMu. Ya Illaahi, bangkitkanlah aku, sebagai pengikut Muhammad yang setia, Yang kembali dengan penuh ketakwaan, pengabdian dan kepasrahan padaMu.

Mutiara Penyejuk Hati

58

Ya Illaahi, Yaa Sayyidi, jangan tidak kudapatkan syafa‟at agung RasulMu. Yang kelak dapat menolongku. Sholawat bagi Rasulullah dan ahlilbaitNya, selama orang menyerukan Tauhid, selama pintuMu. Al Khamdulillah Robbil Alamin. Sumber : Nur Muhammad SAW (petikan qosidah ini disusun dan diilhami oleh : ucapan-ucapan dan munajat Imam Ali Bin Abi Thalib) orang-orang bijak bersimpuh bermohon di

Mutiara Penyejuk Hati

59

Mutiara Penyejuk : “Ya Ilaahi, Bangkitkanlah aku, sebagai pengikut Muhammad yang setia, dan kembali dengan Penuh ketakwaan, Pengabdian serta Kepasrahan PadaMu”

Mutiara Penyejuk Hati

60

INDAHNYA NASEHAT

Kalau ada pertanyaan kenapa seorang suami gagal dalam menasehati istrinya ?, kenapa seorang ibu susah menasehati anaknya ?, kenapa seorang guru susah menasehati muridnya ?, kenapa seorang pimpinan sulit menasehati bawahannya ? , jawabannya sederhana Orang hanya bisa memberikan nasehat dengan mantap ! kalau dia termasuk orang yang cinta dinasehati oleh oranglain

Repotnya kita ketika memberikan nasehat semangat, ketika memberikan saran semangat, ketika memberikan koreksi semangat tetapi ketika giliran kita dikoreksi justru kita tidak sanggup menerimanya. Oleh karena itu kepada siapapun yang akan memberikan nasehat syarat utamanya adalah kita harus menjadi orang yang terlatih untuk menerima nasehat, terlatih untuk menerima kritik dan terlatih untuk menerima koreksi.Sebelum kita sanggup untuk melatih diri kita, sulit sekali kita akan memiliki nasehat yang memiliki kekuatan yang menggugah dan merubah.Harusnya kita melihat saran, kritik dan nasehat dan koreksi itu menjadi sebuah kebutuhan. Rahasia sukses dalam menerima nasehat atau kritik yaitu :

Mutiara Penyejuk Hati

61

1.Rindu kritik dan nasehat, Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, rindu dinasehati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu

bagus.Pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu rindu dikoreksi oleh anggota atau bawahannya, seorang guru yang senantiasa mengharapkan saran agar lebih baik dalam cara mengajarnya tidak akan pernah menjadi hina jika ia meminta saran atau kritik dari murid-muridnya, bahkan Khalifah Umar Bin Khatab RA jauh lebih menghargai kritik dan koreksi dibandingkan pujian. 2.Cari dan tanya, Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan, milikilah teman yang mau jujur mengoreksi, tanya pula kepada istri, suami, anakanak, karyawan dan lain-lain.

3.Rahasia kita agar sukses ketika menerima kritik adalah Allah ; karena seseorang tidak akan mati karena dikritik, maka oleh karena itu jika di koreksi maka dengarkanlah, jangan sibuk membela diri karena makin sibuk membela diri maka tidak akan mendapatkan sesuatu. nikmati kritik itu sebagai karunia

Mutiara Penyejuk Hati

62

Memang orang yang lemah,orang yang sombong , orangorang yang penuh kebencian itu tidak pernah tahan terhadap kritik, jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan bisa maju. Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik, karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan.Dari pada kita sibuk menyerang orang lain dan membela diri, sebaikbaik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki kejelekan kita. Lalu bagaimana jika lalu kita dihina terus ? jangan risau , karena semua orang yang sukses dan mulia itu pasti ada yang menghina, tidak akan pernah didengki kecuali orang yang berprestasi, makanya jangan takut ! kalau kita dihina justru kita harus kita sibuk untuk memperbaiki menjadi orang diri. yang

4.Biasakanlah berterima kasih,

kalau kita berubah,..... jangan pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi oranglain.

Mutiara Penyejuk Hati

63

Jadi sahabat-sahabat sekalian , cita-cita kita nanti ciri khas seorang pemimpin negeri ini adalah seorang pemimpin yang rindu di nasehati,jadi ketika masyarakatnya

melakukan koreksi justru pemimpin tersebut senang, kelihatannya kita jangan pernah mau memiliki pemimpin dalam level manapun yang tidak bisa dikoreksi,nanti dia akan menipu dirinya sendiri , orang yang tidak bisa dikoreksi itu adalah orang yang sombong, merasa pintar sehingga menganggap rendah setiap nasehat. Ciri

pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang mencintai nasehat. Jadi memang seharusnya kita harus sadar ,bahwa keuntungan kita adalah ketika kita menerima nasehat dari orang lain dengan lapang dada dan rasa syukur , Belajarlah berterima kasih kepada orang yang mengoreksi, karena koreksi itu adalah bagian dari yang kita minta kepada Allah seperti yang sering kita ucapkan dalam bacaan shalat \" Ihdinashiraathal mustaqiim\" (tunjukilah kami jalan yang lurus)[Q.S1 ; 6] Dalam berkomentar atau melakukan kritik itu harus hatihati , karena setiap kita mengkritik dan mengoreksi sesorang sebetulnya yang keluar itu adalah diri kita.Nabi Muhammad SAW itu adalah seorang penasehat, tetapi nasehatnya itu betul-betul bil hikmah, semuanya penuh dengan kearifan dan kematangan.

Mutiara Penyejuk Hati

64

Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan.

Dengan nasehat kita harus membantu yang lupa agar menjadi ingat, membantu yang lalai agar menjadi semangat , yang tergelincir menjadi bangkit kembali, yang berlumur dosa menjadi bertobat, intinya kalau dilandasi niat yang baik akan melahirkan kebaikan juga.

Kalau niat sudah baik caranya juga harus benar, Ali Bin Abi Thalib .RA mengatakan \" kalau kita memberi nasehat tetapi di depan umum itu sama dengan memaki-maki atau mempermalukan seseorang\" , maka resep selanjutnya kalau kita ingin memberikan nasehat, nasehatilah dengan lemah lembut. "Tiadalah kelembutan itu ada pada seseorang kecuali memperindah” Rasullulah SAW memperbaiki peradaban yang begitu keras dan berat justru dengan kelembutan ,kita butuh nasehat yang tulus dari hati yang penuh kasih sayang dengan kata-kata yang terpilih yang tidak melukai diiringi dengan sikap yang tidak tidak menggurui, sehingga tidak orang

mempermalukan,

memojokan

Mutiara Penyejuk Hati

65

berubah bukan karena ditekan oleh kata-kata kita melainkan tersentuh oleh kata-kata kita. Sahabat-sahabat, marilah kita terus berlatih untuk menyayangi orang lain karena itulah sumber yang utama agar nasehat kita menjadi bijak dan penuh kemuliaan.Dan sebaik-baik nasehat adalah dengan suri tauladan, hancurnya orang-orang yang sibuk memberi nasehat adalah ketika apa yangdia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.

Mutiara Penyejuk Hati

66

Mutiara Penyejuk : “...dan ketahuilah, bahwa di dalam kesabaran terhadap apa yang tidak kamu sukai, terdapat banyak kebaikan.”

Mutiara Penyejuk Hati

67

Biodata Tim Penyusun

1. Nama NIM TTL Alamat

: Siti Zubaidah : AIE 307937 : Barabai, 21 September 1986 : Jl. Tri Kusuma RT 01 No. 35 Barabai, 71315

2. Nama NIM TTL Alamat

: Ahmad Bahruddin Jailani : AIE 307951 : Tanjung, 8 Juli 1989 : Jl. Pembangunan RT 03 Muara Uya, 71573

3. Nama NIM TTL Alamat

: Maida Mustika : AIE 307907 : Marabahan, 17 Mei 1989 : Jl. S.Parman RT 01 No 11 Marabahan 70500

4. Nama NIM TTL Alamat

: Noorhayati : AIE 307939 : Lok Besar, 10 Juni 1988 : Jl. Merdeka RT 02 No. 9 Birayang 71381

Mutiara Penyejuk Hati

68

5. Nama NIM TTL Alamat

: Hadiataul Hasanah : AIE 307953 : Murung Pudak, 26 Agustus 1989 : Jl. Musyawarah RT 3 No.22 Murung Pudak

6. Nama NIM TTL Alamat

: Syafariatul Jannah : AIE 307910 : Marabahan, 23 September 1989 : Jl. Haryono MT RT 02 No 38 Marabahan

7. Nama NIM TTL Alamat

: Adi Rusandy : AIE 307935 : Bangkal, 23 April 1989 : Jl. Pangeran A. yani No. 14 Bangkal 71361

8. Nama NIM TTL Alamat

: Santi Sartika : AIE 307952 : Pulau Ku’u, 6 April 1989 : Jl. Pasar Muara Uya Rt 10

Mutiara Penyejuk Hati

69

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->