Anda di halaman 1dari 17

c 

Posted on 23 November 2010 by sam

Enol (juga disebut sebagai alkenol) adalah alkena yang mempunyai gugus hidroksil yang
melekat pada karbon berikatan rangkap dua. Enol dan senyawa karbonil (seperti keton dan
aldehida) sebenarnya adalah isomer; ini dikenal sebagai tautomerisme keto-enol: Bentuk enol
ditunjukkan pada gambar sebelah kiri. Biasanya ia tidak stabil dan berubah dengan cepat
menjadi bentuk keto (keton) pada gambar sebelah kanan. Hal ini dikarenakan oksigen lebih
elektronegatif daripada karbon, sehingga oksigen membentuk energi ikatan rangkap yang
lebih kuat. Ikatan ganda karbon-oksigen (karbonil) lebih kuat dua kali lipat daripada ikatan
tunggal karbon-oksigen, namun ikatan ganda karbon-karbon lebih lemah daripada dua ikatan
tunggal karbon-karbon. .(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Generasi enolat keton adalah pada kali menantang karena mereka menimbulkan masalah
dalam keton dapat memiliki proton enolizable di kedua sisi karbonil kelompok. Masalahnya
tidak begitu banyak bila satu sisi keton tidak memiliki proton enolizable (acetophenone
misalnya) atau keton adalah simetris (misalnya 3-pentanone). Masalah sebenarnya adalah
dengan keton tidak simetris di mana proton enolizable yang hadir pada Sisi. Untuk reaksi
yang sukses, kita harus mengontrol sisi enolat terbentuk. Jika salah satu dari dua proton
secara signifikan lebih asam, pembentukan enolat selektif adalah lurus ke depan. Misalnya
dalam kasus acetoacetate etil, ada dua jenis enolizable protons. Namun, hanya satu dari dua
proton adalah terdeprotonasi pertama (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
Prinsip ini dapat diperpanjang lebih jauh dimana perbedaan dalam keasaman dari proton. di
kedua sisi ini tidak diucapkan. dua enolat yang mungkin seperti yang ditunjukkan. Sekarang
enols dan enolat adalah alkena dan karenanya semakin menggantinya, semakin stabil akan.
Jadi, ketika kesetimbangan adalah mungkin, enolat lebih stabil akan membentuk. Hal ini
dimungkinkan jika tersedia sumber proton, dalam hal ini yang sedikit berlebihan keton itu
sendiri dapat bertindak sebagai sumber proton. Sekarang bandingkan situasi dimana kami
menggunakan yang kuat, basis besar seperti LDA. LDA is too LDA terlalu menghambat dan
menyerang paling tidak terhalang ikatan Į CH ke grup karbonil. Ini juga suka untuk
menyerang asam CH obligasi lebih dan ikatan CH pada diganti karbon kurang memang
Selain itu, statistik membantu dengan proton lebih hadir pada kurang diganti atom karbon
Faktor-faktor ini mengkombinasikan dan memastikan bahwa kita membentuk diganti kurang
enolat (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )

Di era industri seperti saat ini meningkatnya pencemaran di lingkungan kita ini berdampak
negative pada kesehatan yang diakibatkan oleh banyaknya Radikal bebas. Tetapi radikal
bebas tidak dipengaruhi oleh factor external saja tetapi pola makan dan kebiasaan kebiasaan
kurang sehat yang kita lakukan atau kita makan . apa yang dimaksud Dengan Radikal bebas
««««..?.
Radikal bebas adalah suatu molekul yang kehilangan electron , molekul molekul tesebut akan
menetralisir dirinya dengan cara menagambil electron dalam sel tubuh manusia hal ini
membuat ketidak seimbangan electron pada tubuh yang mempengaruhi susunan rantai
electron dan menimbulkan kerusakan pada ratusan molekul yang masih sehat.
Radikal bebas yang yang menyerang structure tubuh mengakibatkan bermacam peyakit
seperti Kanker, Diabetis, Prematur kelahiran , kerusakan liver, pernafasan, gangguan Syaraf ,
dll. Untuk menanggulangi tersebut yang harus kita lakukan adalah memperbaiki pola makan
yang lebih sehat tidak merokok, makan yang tidak berpengawet, pewarna , penyedap rasa
yang banyak mengandung bahan kimia berbahaya., olah raga teratur makan buah atau
sayuran yang banyak menandung anti oksidan.
Sayuran dan buah buahan yang bisa menghambat / Menetralisir Radiakal Bebas Karena
mempunyai sifat anti oksidan yang sangat besar Brokoli, apel, kembang kol,
seledri,Tomat.Dll Brokoli Ada juga yang menyebut kembang kol hijau, andungan mineralnya
sangat tinggi seperti Kalium, belerang dan Fosfor, Brokoli juga banyak mengandung Vit ±A
sehingga baik sekali bagi penderita gangguaan penglihatan. Tapi fungsi utamanya adalah
sebagai anti oksidan alami yang membersihkan sisa metabolisme, dan radikal bebas jadi
bermanfaat pula sebagai anti kanker karena mampu menetralisir unsur-unsur yang bersifat
Karsinogen/merugikan Kandungan mineralnya : zat Besi, Magnesium, silicon, Potasium,
Fosfor, Kalsim, dan Belerang.
Kandungan Vitamin : A, B, C, G Fungsi : anti oksidan alami yang membersihkan sisa
metabolisme, dan radikal bebas, untuk diet karena apel kaya dengan serat, dan kandungan
asamnya mampu membantu proses pencernakaan , menghaluskan kulit dan menyembuhkan
peradangan dalam tubuh.
Kembang KOL Atau Blumkool termasuk jenis sayuran , dan 90% kandunagn kembang Kol
terdiri dari Air dan sisanya berupa Protein serta mineral Belerang , Fosfor, Potasium, karena
kandungan Kalori yang rendah dan kandungan serat yang tinggi maka kembang kol dapat
digunakan untuk diet , tetapi kalau makan kembang kol telalu banyak mengganggu fungsi
ginjal. Kandungan kembang kol yang sangat penting lagi adalah Betacaroten yang mampu
melibas zat zat yang bersifat karsinogen ( Pemicu kanker )
Tomat Kandungan mineralnya : Magnesium, Potasium, Fosfor, Kalsim, Iodin dan Chlor.
Kandungan Vitamin : A, B, C, dan GKasiat Tomat : untuk meningkatkan Libido , tomat juga
menunjang kelancaran metabolisme tubuh kalau disantap mentah
³Aktivitas antioksidan dalam segelas air teh sama dengan 7 buah apel.´ Kalimat ini berasal
dari iklan teh celup yang ditayangkan oleh televisi. Antioksidan di sini menjadi salah satu
bahan persuasi terhadap konsumen agar membeli produk yang dipromosikan. Namun jika
line layanan konsumen kurang memuaskan dalam menjawab segala sesuatunya tentang
antioksidan, semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang berguna tentang
antioksidan.
Antioksidan sebenarnya didefinisikan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi
dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang
relatif stabil. Tetapi mengenai radikal bebas yang berkaitan dengan penyakit, akan lebih
sesuai jika antioksidan didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek
berbahaya radikal bebas oksigen reaktif.

BAB II
PEMBAHASAN

1. ENOLAT KARBANION
Enol (juga disebut sebagai alkenol) adalah alkena yang mempunyai gugus hidroksil yang
melekat pada karbon berikatan rangkap dua. Enol dan senyawa karbonil (seperti keton dan
aldehida) sebenarnya adalah isomer; ini dikenal sebagai tautomerisme keto-enol: Bentuk enol
ditunjukkan pada gambar sebelah kiri. Biasanya ia tidak stabil dan berubah dengan cepat
menjadi bentuk keto (keton) pada gambar sebelah kanan. Hal ini dikarenakan oksigen lebih
elektronegatif daripada karbon, sehingga oksigen membentuk energi ikatan rangkap yang
lebih kuat. Ikatan ganda karbon-oksigen (karbonil) lebih kuat dua kali lipat daripada ikatan
tunggal karbon-oksigen, namun ikatan ganda karbon-karbon lebih lemah daripada dua ikatan
tunggal karbon-karbon. .(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Hanya dalam senyawa 1,3-dkarbonil dan 1,3,5-trikarbonil yang memiliki bentuk enol yang
stabil. Hal ini disebabkan oleh resonansi dan ikatan hidrogen antarmolekul yang terjadi pada
bentuk enol dan tidak mungkin terjadi pada bentuk keto. Oleh karenanya, pada
kesetimbangan, lebih dari 99% molekul propanadial (OHCCH2CHO) berbentuk monoenol.
Persentase tersebut lebih rendah untuk keton 1,3-aldehida dan diketon. Enol (dan enolat)
merupakan zat antara yang penting pada banyak reaksi organik.

1.1 Ion Enol


Perkataan enol dan alkenol adalah akronim dari alkena (-ena) dan alkohol (-ol).Ketika gugus
hidroksil (íOH) pada sebuah enol melepaskan ion hidrogen (H+), akan terbentuk enolat yang
bermuatan negatif: Enolat hanya akan terdapat pada kondisi yang bebas asam Brønsted
karena secara umum enolat bersifat sangat basa.(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas)
Senyawa 1,3-dikarbonil dan 1,3,5-trikarbonil sedikit asam karena adanya stabilisasi resonansi
yang kuat yang terjadi ketika satu atom hidrogen dilepaskan (dari bentuk keto maupun enol).
Resonansi enol memiliki analogi yang sama yang digunakan untuk menjelaskan keasaman
fenol, yakni terjadi delokalisasi muatan negatif ion enolat ke karbon alfa. Ion-ion enolat ini
sangatlah berguna dalam sintesis senyawa alkohol dan karbonil yang rumit. Ia sangat berguna
karena karbon-Į gugus enolat bersifat nukleofilik.(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas)
Pada keton (sejenis karbonil) dengan hidrogen-Į yang asam pada kedua karbon di sebelah
gugus karbonil, selektivitas deprotonasi dapat dicapai untuk mendapatkan enolat yang kita
inginkan. Pada temperatur rendah (-78 °C, yakni dengan penangas es kering), pelarut aprotik,
dan basa seperti LDA, proton ³kinetik´ dapat dilepaskan. Proton ³kinetik´ adalah proton
yang secara sterik lebih mudah dijangkau. Di bawah kondisi termodinamik (temperatur yang
lebih hangat, basa lemah, dan pelarut protik), kesetimbangan terjadi antara keton dengan dua
enolat yang memungkinkan. Enolat yang difavoritkan diistilahkan sebagai enolat
³termodinamik´ dan difavoritkan karena ia memiliki aras energi yang lebih rendah dari enolat
yang dimungkinkan lainnya.(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Enols dan Anion enolat: Proses dimana sebuah atom hidrogen terikat pada atom karbon
karbonil Į sebuah senyawa (di-hidrogen atom Į) bergerak ke atom oksigen karbonil dikenal
sebagai enolisasi atau-enol tautomerisme keto. Karbonil isomerik dan struktur enol adalah
tautomers. The Besarnya enolisasi tergantung pada keasaman-proton ± lebih asam di-proton,
yang lebih mungkin yang enolisasi dan karenanya konstanta kesetimbangan untuk
tautomerisme K T akan lebih tinggi. Biasanya, bentuk karbonil lebih disukai, namun faktor
struktural dapat secara signifikan mempengaruhi K T antara keto dan bentuk enol dikatalisis
oleh asam dan dasar. Dalam air asam, protonasi cepat gugus karbonil terjadi pertama, yang
diikuti dengan penghapusan Į-proton oleh air di tingkat mengendalikan langkah menuju ke
enol. (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
Pada kondisi dasar, abstraksi dari atom hidrogen-Į adalah tingkat awal pengendali. langkah.
Proton abstraksi dari pelarut menyelesaikan proses enolisasi. Seperti dapat dilihat, proses ini
pada dasarnya reaksi asam-basa dan melibatkan keseimbangan. senyawa Karbonil jauh lebih
asam (kita jelas mengacu Bronsted keasaman) dari Analog hidrokarbon mereka. enolat anion
adalah dari dasar dan senyawa karbonil konjugasi adalah resonansi stabil. Hal ini juga dapat
bertindak sebagai nukleofil ± fakta ini dalam adalah dasar dari reaktivitas mereka dalam
berbagai reaksi antara dari alkilasi, reaksi aldol lebih reaksi iodoform kompleks. Ide umum
sebuah nilai-nilai berbagai asam karbon akan membantu kita untuk memahami reaksi-reaksi
yang lebih baik dan juga akan memungkinkan kita untuk memutuskan apa dasar dapat
digunakan untuk deprotonasi diberikan proton dalam kondisi tertentu. tergantung pada
sumber sedikit variasi dalam jumlah yang mungkin sedemikian rupa sehingga keseimbangan
akan hampir secara eksklusif terhadap enolat.(Kami menyebutnya sebagai deprotonasi dalam
kondisi kinetik.) (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
Ada satu faktor lagi yang kita perlu diingat sebelum kita melangkah lebih jauhuntuk
deprotonasi aseton? Ideally Idealnya berbicara, ya, asalkan kita kebasaan hanya ke rekening.
pKa of conjugate acid is more pKa asam konjugat lebih dibandingkan dengan proton untuk
dicabut. Namun, satu lagi aspek kita harus khawatir tentang adalah nucleophilicity ± Meli
atau Buli juga nukleofil yang baik seperti Grignard reagen. Jadi mereka biasanya tidak
digunakan untuk deprotonasi melainkan non-nukleofilik, LDA besar (diisopropilamida
lithium) atau LiHMDS (hexamethyldisilazide lithium) adalah lebih sering digunakan. Kita
harus melihat pada C = O juga. Karena polarisasi ikatan C = O, itu dapat bertindak sebagai
elektrofil di pusat karbon atau sebagai nukleofil (atau dasar) melalui oksigen atau Į-karbon
(Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )

1.2 Keberadaan alami


Vitamin C adalah sejenis asam gula yang mengandung ikatan enol. Ia dapat melepaskan
proton seperti pada gambar di bawah (sehingga bersifat asam): .(Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas)

1.3 Kinetika dan Termodinamika enolat


Generasi enolat keton adalah pada kali menantang karena mereka menimbulkan masalah
dalam keton dapat memiliki proton enolizable di kedua sisi karbonil kelompok. Masalahnya
tidak begitu banyak bila satu sisi keton tidak memiliki proton enolizable (acetophenone
misalnya) atau keton adalah simetris (misalnya 3-pentanone). Masalah sebenarnya adalah
dengan keton tidak simetris di mana proton enolizable yang hadir pada Sisi. Untuk reaksi
yang sukses, kita harus mengontrol sisi enolat terbentuk. Jika salah satu dari dua proton
secara signifikan lebih asam, pembentukan enolat selektif adalah lurus ke depan. Misalnya
dalam kasus acetoacetate etil, ada dua jenis enolizable protons. Namun, hanya satu dari dua
proton adalah terdeprotonasi pertama (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
Prinsip ini dapat diperpanjang lebih jauh dimana perbedaan dalam keasaman dari proton. di
kedua sisi ini tidak diucapkan. dua enolat yang mungkin seperti yang ditunjukkan. Sekarang
enols dan enolat adalah alkena dan karenanya semakin menggantinya, semakin stabil akan.
Jadi, ketika kesetimbangan adalah mungkin, enolat lebih stabil akan membentuk. Hal ini
dimungkinkan jika tersedia sumber proton, dalam hal ini yang sedikit berlebihan keton itu
sendiri dapat bertindak sebagai sumber proton. Sekarang bandingkan situasi dimana kami
menggunakan yang kuat, basis besar seperti LDA. LDA is too LDA terlalu menghambat dan
menyerang paling tidak terhalang ikatan Į CH ke grup karbonil. Ini juga suka untuk
menyerang asam CH obligasi lebih dan ikatan CH pada diganti karbon kurang memang
Selain itu, statistik membantu dengan proton lebih hadir pada kurang diganti atom karbon
Faktor-faktor ini mengkombinasikan dan memastikan bahwa kita membentuk diganti kurang
enolat (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
sebagai produk utama yang disediakan kami tidak mengijinkan ekuilibrium yang akan
dicapai yang akan mengarah pada pembentukan enolat lebih stabil. Hal ini dapat dicapai
dengan mengendalikan beberapa hal ± suhu biasanya dipertahankan pada -78. reaksi biasanya
kali pendek dan menggunakan kelebihan dasar dibandingkan dengan keton pada semua
waktu yang dapat dengan mudah dicapai dengan menambahkan keton drop-bijaksana untuk
basis. Enolat ini yang dibentuk lebih cepat (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )

1.4 Reaksi dari enolat:


Enolat adalah nukleofil dan dengan demikian dapat bereaksi dengan berbagai electophiles.
Tergantung pada jenis elektrofil digunakan kita memiliki kelas yang berbeda reaksi
a. Reaksi aldol:
Sebelumnya, di bawah kondisi dasar yang kita akan bentuk enolat. Berdasarkan pKa dari
siapa pun, Anda akan menyadari bahwa pembentukan enolat tidak akan lengkap (hidroksida
tidak kuat dasar cukup untuk memastikan deprotonasi lengkap) dan sebagian besar
keseimbangan akan terhadap aldehida dan natrium hidroksida. Dengan demikian, hanya
sejumlah kecil dari enolat nukleofilik terbentuk. Enolat yang terbentuk akan bereaksi dengan
asetaldehida yang molekul yang tidak enolized untuk membentuk alkoksida tersebut.
alkoksida ini akan terprotonasi oleh air yang awalnya dibentuk pada langkah pertama. The
product of this step is a Hasil dari langkah ini adalah yang mengandung senyawa aldehida
(µsedang dioperasikan pada poros¶) serta sebuah hidroksil (µol¶) kelompok yang nama umum
adalah µaldol¶. Namun nama itu aldol digunakan untuk seluruh kelas reaksi melibatkan suatu
enolat dan senyawa karbonil Perhatikan bahwa katalis basa (hidroksida ion) adalah regenerasi
di langkah terakhir, jadi ini memang merupakan proses katalitik. (Prof. Santosh Gharpure
Prof Santosh Gharpure )
Secara umum, dalam reaksi konsentrasi dasar harus dikontrol. With higher Dengan lebih
tinggi dehidrasi produk aldol akan terjadi lebih mudah karena pembentukan konjugasi stabil
senyawa karbonil tidak jenuh. penghapusan ini adalah contoh dari Kondensasi aldol Salah
satu cara untuk memastikan bahwa produk aldol aldol kondensasi bukan produk dari adalah
diperoleh adalah dengan menggunakan kondisi kinetik dibahas sebelumnya untuk melakukan
reaksi aldol. Reaksi aldol dapat dikatalisis dalam kondisi asam juga. Namun, dalam kondisi
ini biasanya produk kondensasi aldol diperoleh yaitu dehidrasi produk aldol awal
berlangsung cepat. Untuk diskusi mekanistik, mari kita pertimbangkan contoh
cyclopentanone dengan asam. Dalam media asam, keton tautomerizes nya Para enols jauh
kurang nukleofilik daripada enolat Namun, protonasi oksigen karbonil membuat akseptor
lebih baik (elektrofil) dari keton unprotonated! (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh
Gharpure )
b. Claisen kondensasi atau reaksi:
Generasi enolat dan selanjutnya reaksi tidak terbatas pada keton dan aldehida. Bahkan proton
Į untuk ester kelompok fungsional asam cukup dan dapat terdeprotonasi dengan dasar untuk
membentuk enolat. Enolat ini adalah nukleofilik dan dapat bereaksi dengan berbagai karbonil
ester bisa sendiri bertindak sebagai elektrofil. Jadi, etil bila bereaksi dengan natrium etoksida
mengarah pada pembentukan ȕ-keto ester, yaitu etil acetoacetate. (Prof. Santosh Gharpure
Prof Santosh Gharpure )
Reaksi ini dikenal sebagai reaksi Claisen atau kondensasi Claisen. condensation involves
kondensasi melibatkan serangkaian ekuilibria. Semua kesetimbangan adalah bergeser ke arah
produk karena stabilitas dari anion dari yang diperoleh sendiri oleh acidifying reaksi. Cara
lain untuk menggeser kesetimbangan ke kanan adalah untuk menyaring off alkohol dengan-
produk seperti yang terbentuk. Pembentukan enolat pada langkah awal yang terpisah dari
reaksi dengan menggunakan basa kuat dan kemudian bereaksi dengan asil klorida juga
meningkatkan hasil dari ȕ-keto ester. Ini jauh lebih baik metode banyak terutama untuk
mempersiapkan produk campuran ester kondensasi yang biasanya menghasilkan campuran
produk. (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
c. Reaksi Dieckmann
Molekul kondensasi intra diesters menuju pembentukan siklik ȕ-keto ester dikenal sebagai
reaksi Dieckmann. Reaksi ini secara mekanis mirip dengan Claisen reaksi dan ini terutama
bermanfaat dalam pembentukan lima dan enam beranggota cincin. Catatan: Sangat penting
untuk diingat bahwa sama seperti reaksi aldol dan reaksi Claisen Dieckmann adalah reaksi
reversibel. (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
d. Alkilasi Enolat:
Enolat dari aldehida, keton dan ester biasanya mengalami kondensasi reaksi karena mereka
juga mengandung sebuah gugus karbonil elektrofilik. Pembentukan enolat anion jauh lebih
lancar ketika dua kelompok yang berdekatan dapat menstabilkan muatan negatif. Jenis
senyawa yang sering disebut sebagai senyawa metilen aktif ± mereka. pKa memiliki nilai
yang kurang dibandingkan dengan air dan alcohol. enolat dihasilkan dari senyawa metilen
aktif sangat nukleofilik dan dapat mudah alkilasi dengan berbagai alkil halida (elektrofil).
Ketika dua atom hidrogen asam yang hadir pada atom karbon yang sama, mono-dan
dialkylation keduanya mungkin. Produk yang diperoleh merupakan fungsi sederhana
kuantitas reaktan yang digunakan. Dialkylation atau alkilasi berturut-mono dengan dua yang
berbeda ȕ-keto pemakan menjalani dekarboksilasi melalui asam ȕ-keto yang sesuai yang
sangat meningkatkan utilitas mereka dalam sintesis organik. Produk setelah dekarboksilasi
adalah dasarnya mirip dengan yang diperoleh pada alkilasi enolat keton yang sesuai. (Prof.
Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
e. Reaksi Michael Olefin
Olefin sendiri tidak begitu baik mitra dalam reaksi dengan nukleofil yaitu, mereka tidak
begitu baik akseptor. Tapi ketika terkonjugasi dengan gugus penarik elektron seperti aldehid,
keton, ester, amida, nitril, dll, olefin mengalami penambahan nukleofil agak mudah. melihat
struktur resonansi dari jenis senyawa cepat mengungkapkan kenyataan bahwa ȕ-karbon
kekurangan elektron dan dapat diserang oleh nukleofil. Ketika penambahan nukleofil hasil
dengan modus seperti itu sering disebut sebagai 1,4-tambahan. Jenis 1,4 ± atau penambahan
konjugat dari Karbanion atau equilant untuk Į, ȕ-unsaturated senyawa umumnya dikenal
sebagai reaksi Michael. Mereka alkilasi reaksi dalam dimana substrat konjugasi agen
alkylating. (Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )
f. Robinson annulation:
Selain Conjugate reaksi cukup berguna dan dapat digunakan bersama dengan aldol
kondensasi untuk pembentukan struktur siklik. Hal ini dikenal sebagai Robinson annulation.
(Prof. Santosh Gharpure Prof Santosh Gharpure )

1.5 Tautomeri Keto Enol


Reprotonasi terhadap ion enolat dapat terjadi pada karbon menghasilkan keton atau terjadi
pada oksigen menghasilkan enol. Keton selalu benda dalam kesetimbangan dengan bentuk
enolnya pada kondisi yang sesuai (hampir semua kondisi). Perubahan bolak-balik keto-enol
dapat dikatalisis oleh asam atau basa, dan proses terjadi secara bertahap ataupun bersamaan.
Dengan katalis basa:

Dengan katalis asam:

Proses transfer proton secara bersamaan:

Posisi kesetimbangan tergantung pada struktur senyawa dan pada kondisi (solvent,
temperatur, konsentrasi, dan lain-lain). Perlu diketahui bahwa bentuk keto dan bentuk enol
dari suatu senyawa adalah molekul-molekul yang berbeda (jangan dikacaukan dengan bentuk
resonansi yang kadang keberadaannya tidak nyata). Bentuk keto dan enol disebut tautomer
satu sama lainnya, dan perubahannya dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya disebut
tautomeri. Tautomer-tautomer dengan mudah dan cepat berubah dari satu bentuk ke bentuk
yang lain pada kondisi biasa. Beberapa contoh senyawa aldehida dan keton yang ada dalam
kesetimbangan bentuk keto enolnya adalah sebagai berikut:
a. Halogenasi
Halogenasi aldehida terhadi menurut skema berikut:
Reaksi dapat dipercepat dengan penambahan asam atau basa. Telah ditemukan bahwa
kecepatan halogenasi suatu keton berbanding langsung dengan konsentrasi keton dengan
konsentrasi asam yang ditambahkan, tetapi tidak tergantung pada konsentrasi atau jenis
hologen yang digunakan (klor, brom atau iod). Oleh karena itu langkah lambat reaksi adalah
langkah yang tidak melibatkan hologen, yaitu langkah pembentukan enol. Jadi mekanisme
reaksinya adalah sebagai berikut:
Halogenasi terhadap keton asimetris seperti metil propil keton memperlihatkan bahwa
orientasi halogenasi terhadi lebih dominan pada karbon ±a yang lebih tersubstitusi. Hal ini
tampaknya disebabkan oleh kestabilan yang tinggi untuk enol yang karbon ikatan rangkapnya
lebih tersubstitusi.
Didalam halogenasi terkatalis-basa terhadap keton, ditemukan juga bahwa kecepatan reaksi
sama sekali tidak tergantung pada konsentrasi dan identitas halogen. (Kita gunakan istilah
terpromosi karena basa dikonsumsi secara stoikimetri dalam reaksi keseluruhan). Didalam
reaksi ini, langkah pertama dan langkah penentu kecepatan reaksi adalah langkah pelepasan
proton dari karbon-a menghasilkan ion enolat.
Orientasi substitusi selalu terjadi pada karbon-a yang kurang tersubstitusi.
Jika halogen yang digunakan berlebihan maka dapat terjadi trihalometil keton, yang
selanjutnya pecah menghasilkan asam dan tirhalometan.Reaksi ini dikenal sebagai reaksi
haloform.

b. Kondensasi aldol
Jika suatu aldehida sederhana diolah dengan larutan basa encer akan mengalami reaksi
kondensasi aldol.

Adapun mekanisme reaksinya adalah sebagai berikut:


Langkah I : pembentukan ion enolat

Langkah 2 : adisi nukleofilik

Langkah 3 : perpindahan proton

Dimungkinkan pula terjadi kondensasi campuran dari dua aldehida yang berbeda. Sebagai
contoh adalah kondensasi asetaldehida dengan propionaldehida yang menghasilkan empat
macam produk alkol.

Aldol aromatis yang memungkinkan membentuk system konjugasi sulit untuk diisolasi
karena mereka akan mengalami dehidrasi dalam kondisi pembuatannya menghasilkan
senyawa karbonil a,b-tak jenuh:

Reaksi kondensasi aldol dapat pula dikatalis dengan asam menghasilkan senyawa karbonil
a,b-tak jenuh.

1.6 Reaksi Enol atau Enolat Aldehida dan Keton


Posisi kesetimbangan tergantung pada struktur senyawa dan pada kondisi (solvent,
temperatur, konsentrasi, dan lain-lain).Perlu diketahui bahwa bentuk keto dan bentuk enol
dari suatu senyawa adalah molekul-molekul yang berbeda (jangan dikacaukan dengan bentuk
resonansi yang kadang keberadaannya tidak nyata). Bentuk keto dan enol disebut tautomer
satu sama lainnya, dan perubahannya dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya disebut
tautomeri. Tautomer-tautomer dengan mudah dan cepat berubah dari satu bentuk ke bentuk
yang lain pada kondisi biasa. Beberapa contoh senyawa aldehida dan keton yang ada dalam
kesetimbangan bentuk keto enolnya adalah sebagai berikut:
1.7 Kimia karbanion
Karbanion adalah sejenis anion dari karbon yang memiliki satu pasangan elektron
menyendiri. Karbanion memiliki geometri trigonal piramida dan secara formal merupakan
konjugat basa dari asam karbon:
R3C-H + Bí ĺ R3Cí + H-B dengan B merujuk pada basa. Karbanion merupakan salah satu
dari beberapa zat antara reaktif kimia organik. Karbanion merupakan sejenis nukleofil.
Stabilitas dan reaktivitas karbanion ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Efek induktif. Atom-atom elektronegatif yang berada di sekitar muatan akan
menstabilisasikan muatan tersebut;
2. Hibridisasi dari atom yang bermuatan. Semakin banyak karakter s dari atom bermuatan
tersebut, semakin stabil anion tersebut;
3. Konjugasi dari anion. Efek resonansi dapat menstabilisasi anion. Hal ini terutama terjadi
pada anion yang terstabilisasi oleh karena aromatisitas.
Karbanion merupakan zat antara reaktif dan sering ditemukan pada reaksi kimia organik
(misalnya pada reaksi eliminasi E1cB dan reaksi kimia organologam (misalnya pada reaksi
Grignard). Walaupun merupakan zat antara, terdapat pula karbanion yang stabil. Pada tahun
1984, Olmstead berhasil membuat garam litium eter mahkota dari karbanion difenilmetil,
dibuat dari difenilmetana, butil litium, dan 12-mahkota-4 pada temperatur rendah.[1]:
Dengan menambahkan n-butillitium ke trifenilmetana dalam THF pada tempratur rendah dan
diikuti penambahkan 12-mahkota-4, dihasilkan larutan berwarna merah dan kompleks garam
mengendap pada suhu -20 °C. Panjang ikat C-C pusat adalah 145 ppm dengan cincin fenil
terdesak pada sudat rata-rata 31,2°. Salah satu cara mendeteksi karbanion dalam larutan
tersebut adalah dengan menggunakan NMR proton [2]. Spektrum dari siklopentadiena dalam
DMSO menunjukkan empat proton vinilik pada 6,5 ppm dan 2 proton metilena pada 3 ppm,
sedangkan anion siklopentadienil memiliki penyerapan tunggal pada 5,50 ppm.
Pembentukan ikatan CC mendasar untuk sintesis organik. Dari sekitar sepuluh produk
petrokimia yang banyak tersedia ± apa yang kita sebut sebagai alam hari ini, kita mampu
membuat jutaan senyawa obat mulai dari ke dyes. pewarna. kemajuan kimia ini mungkin
sebagian besar disebabkan karena perkembangan organik ± dan khususnya kemampuan para
ahli kimia sintetik untuk mengubah struktur melalui CC yang lebih baru obligasi formasi
Sebagian besar reaksi ini melibatkan intermediet Karbanion. Kita semua terbiasa dengan
faktor-faktor yang menstabilkan karbanion. Pada bagian ini, kita akan harus fokus pada salah
satu serbaguna Karbanion paling intermediate yaitu enolat, dengan utilitas mereka dalam
berbagai formasi ikatan CC menjadi isu sentral dalam diskusi kita.
Mekanisme reaksi substitusi elektrofilik unimolekuler (SE1) terdiri dari dua tahap, yaitu
tahap ionisasi yang berlangsung lambat dan merupakan tahap penentu laju reaksi, dan tahap
penggabungan karbanion dengan elektrofil yang berlangsung cepat.
lambat
Tahap 1. R-X R- : + X+
cepat
Tahap 2. R- : + Y+ R ± Y
Elektrofil

Laju reaksi yang mengikuti mekanisme SE1 tidak dipengaruhi oleh konsentrasi elektrofil
karena tahap penentu laju reaksi adalah tahap ionisasi (pembentukan karbanion). Contohnya
adalah reaksi brominasi pada atom karbon yang mengikat gugus penarik elektron yang
dikatalisis oleh basa. Pada reaksi brominasi 2-nitropropana, laju reaksi tidak dipengaruhi oleh
konsentrasi brom tetapi hanya dipengaruhi oleh konsentrasi 2-nitropropana.

Tahap 1:
Tahap 2:

Produk reaksi yang mengikuti mekanisme SE1 dapat menghasilkan produk dengan
mempertahankan konfigurasi semula (retensi), atau rasemisasi, atau pembalikan konfigurasi
(inversi) sebagian, tergantung pada faktor-faktor kestabilan karbanion, konsentrasi elektrofil,
kekuatan elektrofil, dan konfigurasi karbanion.
Reaksi akan menghasilkan produk rasemisasi jika :
1). Karbanion terstabilkan oleh delokalisasi dan konsentrasi elektrofil rendah atau kekuatan
elektrofilnya rendah,
2). Karbanion berstruktur datar dan muatan negatif terdelokalisasi sehingga elektrofil dapat
menyerang karbanion dari kedua sisi,
3). Karbanion berstruktur tetrahedral tetapi membentuk campuran kesetimbangan anion
enantiomerik dengan laju yang lebih cepat daripada laju pembentukan produk.
Karbanion yang berstruktur tetrahedral digambarkan sebagai berikut:

Contoh reaksi SE1 yang menghasilkan campuran rasemat adalah reaksi antara anion 2-fenil-
2-sianobutanoat dengan metanol:

Reaksi SE1 yang berlangsung dengan mempertahankan konfigurasi semula (retensi) dapat
terjadi dengan dua cara:
1). Karbanion berstruktur datar dan tersolvasi secara tidak simetris oleh elektrofil pada sisi
yang sama dengan kedudukan gugus pergi,
2). Karbanion berstruktur tetrahedral dan elektrofil terikat sebelum karbanion berubah ke
struktur enantiomernya.
Contoh reaksi SE1 yang berlangsung dengan mempertahankan konfigurasi semula adalah:

Reaksi SE1 yang menghasilkan produk dengan pembalikan konfigurasi (inversi) terjadi pada
sistem dengan karbanion berstruktur datar dan tersolvasi secara tidak simetris sebagai zat
antara (intermediate). Anion ini tersolvasi pada sisi yang sama dengan kedudukan gugus
pergi oleh molekul yang terbentuk dari gugus pergi dan elektrofil menyerang dari sisi yang
berlawanan.
Contoh:
Reaksi antara anion 3-fenil-2,3-dimetil-2-pentanol dengan etilena glikol.

karbanion tersolvasi tak simetris sebagai zat antara

2. RADIKAL BEBAS
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi
tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas
dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil
penyinaran ultra violet, zat kimiawi dalam makanan dan polutan lain. Penyakit yang
disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk
penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal
bebas adalah serangan jantung,kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal. Untuk
mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan.
Sebenarnya, tubuh manusia dapat menetralisir radikal bebas ini, hanya saja bila jumlahnya
terlalu berlebihan, maka kemampuan untuk menetralisirnya akan semakin berkurang.
Merokok, misalnya, adalah kegiatan yang secara sengaja memasukkan berbagai racun
kimiawi yang bersifat radikal bebas ke dalam tubuh. Tubuh manusia didesain untuk
menerima asupan yang bersifat alamiah, sehingga bila menerima masukan seperi asap rokok,
akan berusaha untuk mengeluarkan berbagai racun kimiawi ini dari tubuh melalui proses
metabolisme, tetapi proses metabolisme ini pun sebenarnya menghasilkan radikal bebas. Pada
intnya, kegiatan merokok sama sekali tidak berguna bagi tubuh, walau pun dapat ditemui
perokok yang berusia panjang.
Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan
perubahan struktur DNA sehingga timbullah sel-sel mutan. Bila perubahan DNA ini terjadi
bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat
menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan
radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan
oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh
manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya
saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh
menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi
kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.
Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas
karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena
manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan
usia, akibatnya pemunahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan
jaringan terjadi secara perlahan-lahan. Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan
elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun,
parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda
merupakan serangan empuk dari radikal bebas.
Radikal bebas merupakan suatu molekul yang relatif tidak stabil dengan atom yang pada orbit
terluarnya memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Karena kehilangan
pasangannya itu, molekul menjadi tidak stabil dan radikal. Supaya stabil molekul ini selalu
berusaha mencari pasangan elektronnya, yaitu dengan cara merebut elektron dari molekul
lain secara membabi buta. Karena itulah dia disebut radikal bebas.
Jika sudah merebut elektron molekul lain, akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan
radikal bebas baru yang jumlahnya terus bertambah. Perebutan elektron oleh radikal bebas,
berakibat tidak baik pada molekul yang elektronnya dicuri. Molekul ini akan mengalami
kerusakan molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, polisakarida, lemak, dan deoxyribo
nucleic acid (DNA).
Sel yang elektronnya diambil oleh radikal bebas akan rusak, mati atau bermutasi. Tak heran
bila radikal bebas dikenal sebagai zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan
manusia.Untuk mengurangi radikal bebas, Anda dapat berkontribusi dengan cara mengurangi
penggunaan kendaraan beremisi karbon, menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah
lingkungan, aktif mendaur ulang, dan mengurangi sampah plastik.Sedangkan untuk
mengurangi dampak negatif radikal bebas, Anda dianjurkan untuk tidak merokok, tidak
berolah raga di daerah polusi, menghindari pencemaran udara di rumah maupun di tempat
kita bekerja, dan menambah asupan anti-oksidan Anda.

2.1 Efek Berbahaya Radikal Bebas


Saat ini ditemukan bahwa ternyata radikal bebas berperan dalam terjadinya berbagai
penyakit. Hal ini dikarenakan radikal bebas adalah spesi kimia yang memiliki pasangan
elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein,
lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada
timbulnya suatu penyakit.
Efek oksidatif radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan penuaan dini. Lipid yang
seharusnya menjaga kulit agar tetap segar berubah menjadi lipid peroksida karena bereaksi
dengan radikal bebas sehingga mempercepat penuaan. Kanker pun disebabkan oleh oksigen
reaktif yang intinya memacu zat karsinogenik, sebagai faktor utama kanker. Selain itu,
oksigen reaktif dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein) yang kemudian
menjadi penyebab penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Akibatnya timbullah
atherosklerosis atau lebih dikenal dengan penyakit jantung koroner. Di samping itu
penurunan suplai darah atau ischemic karena penyumbatan pembuluh darah serta Parkinson
yang diderita Muhammad Ali menurut patologi juga dikarenakan radikal bebas.
Tipe radikal bebas turunan oksigen reaktif sangat signifikan dalam tubuh. Oksigen reaktif ini
mencakup superoksida (O`2), hidroksil (`OH), peroksil (ROO`), hidrogen peroksida (H2O2),
singlet oksigen (O2), oksida nitrit (NO`), peroksinitrit (ONOO`) dan asam hipoklorit (HOCl).
Jenis-jenis Kerusakan yang terjadi akibat radikal bebas antara lain sebagai berikut: Penuaan
yang cepat, Penyakit jantung, Sistem kekebalan tubuh menurun, Katarak, Rematik, Kanker,
dan Kencing manis / Diabetes

2.2 Sumber Radikal Bebas


Sumber radikal bebas, baik endogenus maupun eksogenus terjadi melalui sederetan
mekanisme reaksi. Yang pertama pembentukan awal radikal bebas (inisiasi), lalu perambatan
atau terbentuknya radikal baru (propagasi), dan tahap terakhir (terminasi), yaitu pemusnahan
atau pengubahan menjadi radikal bebas stabil dan tak reaktif.
Penjelasan mengenai sumber radikal bebas endogenus ini sangat bervariasi. Sumber
endogenus dapat melewati autoksidasi, oksidasi enzimatik, fagositosis dalam respirasi,
transpor elektron di mitokondria, oksidasi ion-ion logam transisi, atau melalui ischemic.
Autoksidasi adalah senyawa yang mengandung ikatan rangkap, hidrogen alilik, benzilik atau
tersier yang rentan terhadap oksidasi oleh udara. Contohnya lemak yang memproduksi asam
butanoat, berbau tengik setelah bereaksi dengan udara. Oksidasi enzimatik menghasilkan
oksidan asam hipoklorit. Di mana sekitar 70-90 % konsumsi O2 oleh sel fagosit diubah
menjadi superoksida dan bersama dengan `OH serta HOCl membentuk H2O2 dengan
bantuan bakteri. Oksigen dalam sistem transpor elektron menerima 1 elektron membentuk
superoksida. Ion logam transisi, yaitu Co dan Fe memfasilitasi produksi singlet oksigen dan
pembentukan radikal `OH melalui reaksi Haber-Weiss: H2O2 + Fe2+ ²> `OH + OH- + Fe3
+. Secara singkat, xantin oksida selama ischemic menghasilkan superoksida dan xantin.
Xantin yang mengalami produksi lebih lanjut menyebabkan asam urat.
Sedangkan sumber eksogenus radikal bebas yakni berasal dari luar sistem tubuh, diantaranya
sinar UV. Sinar UVB merangsang melanosit memproduksi melanin berlebihan dalam kulit,
yang tidak hanya membuat kulit lebih gelap, melainkan juga berbintik hitam. Sinar UVA
merusak kulit dengan menembus lapisan basal yang menimbulkan kerutan.

Jenis-jenis sumber radikal bebas antara lain sebagai berikut:


a) Metabolisme tubuh kita sendiri
b) Pencemaran udara
c) Bahan kimia dari makanan dan air
d) Alkohol
e) Rokok
f) Radiasi ultra violet
g) Obat-obatan
h) Stress

2.3 Antioksidan Dan Radikal Bebas\


Antioksidan adalah senyawa yang mencegah proses oksidasi oleh radikal bebas Radikan
bebas adalah suatu atom atau molekul yang bermuatan positif atau negate. Dimana sifat dari
atom atau molekul yang bermuatan tadi sangat reaktif dan tidak stabil, karena akan berusaha
menetralisir dirinya dengan cara menarik electron dari molekul atau atom yang ada di
dekatnya., sehingga terjadi reaksi berantai.
Sifat dari radikal bebas tadi akan merusak sel-sel bahkan sampai ke inti sel yang bisa
mengakibatkan terjadinya mutasi gen sehingga menyebabkan timbulnya kanker.
Antioksidan dapat berupa : vitamin, mineral atau enzim
a. Sumber Radikal Bebas
Metabolisme tubuh kita sendiri
Pencemaran udara
Bahan kimia dari makanan dan air
Alkohol
Rokok
Radiasi ultra violet
Obat-obatan
Stress
b. Kerusakan akibat radikal bebas
Penuaan yang cepat
Penyakit jantung
Sistem kekebalan tubuh menurun
Katarak
Rematik
Kanker
Kencing manis / Diabetes
c. Sumber antioksidan
Sebenarnya, secara alami tubuh memproduksi antioksidan. Untuk menetralkan radikal bebas,
antioksidan yang dihasilkan tubuh dibantudengan antioksidan yang berasal dari luar tubuh.
Antioksidan yang berasal dari luar tubuh pada umumnya bersumber dari makanan, terutama
sayuran dan buah-buahan.
Vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan senyawa flavanoid yang diperoleh dari tumbuhan
dinyatakan sebagai antioksidan terbaik. Namun, tidak semua manusia mengonsumsi sayuran
dan buah sejumlah yang dibutuhkan tubuh. Sebab itu, asupan antioksidan menjadi tidak
mencukupi. Di samping kebutuhan antioksidan yang tidak mencukupi, tingkat polusi udara
yang merupakan sumber radikal bebas meningkat terus menerus. Hingga, komposisi radikal
bebas dengan antioksidan menjadi sulit untuk dikontrol.
Setiap orang harus mampu mengetahui kondisi fisik dan mengukur kadar antioksidan yang
dibutuhkannya. Tidak semua orang membutuhkan suplemen antioksidan. Suplemen
antioksidan sangat dianjurkan bagi mereka yang konsumsi gizinya tidak mencukupi dan yang
tingkat polusinya tinggi. Khususnya bagi perokok. Satu batang rokok saja menghasilkan
radikal bebas dalam jumlah yang sangat besar.
Dengan kandungan flavanoid yang tinggi, HD Bee Propolis berperan dalam meningkatkan
antioksidan yang sekaligus menjadi sistem pertahanan tubuh terhadap radikal bebas. Sebagai
antioksidan, HD Propolis juga dapat membantu menghambat peroksidasi lemak pada otak
dan hati. Sempurnakan gaya hidup sehat Anda dengan mengonsumsi HD Propolis sesuai
dengan dosis yang tepat untuk kondisi tubuh Anda! [HD]

Antioksidan adalah zat yang anti terhadap oksidan. Oksidan yang lebih dikenal dengan
radikal bebas adalah molekul oksigen yang memiliki atom dengan jumlah elektron yang tidak
berpasangan. Molekul yang tak berpasangan tersebut kemudian selalu berusaha mencari
pasangan elektron dengan cara yang radikal, yakni merebut elektron dari molekul lain. Tak
heran bila ia disebut sebagai radikal bebas. Radikal bebas merebut elektron dari molekul lain.
Molekul yang elektronnya direbut, kehilangan elektron dan menghasilkan radikla bebas yang
baru. Radikal bebas yang baru tersebut merebut elektron dari molekul lain, demikian
seterusnya. Peristiwa yang sama akan terjadi lagi, menghasilkan hal yang sama lagi. Artinya,
jumlah radikal bebas dalam tubuh menjadi bertambah. Molekul-molekul dalam tubuh akan
saling berebut elektron dan menghasilkan semakin banyak radikal bebas.
Radikal bebas dapat membahayakan karena radikal bebas dapat merusak protein, karbohidrat,
senyawa lemak, membran sel dan DNA tubuh, Selain itu, peristiwa perebutan elektron antar
molekul dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel. Bahkan, mengakibatkan sel
bermutasi serta menimbulkan sel kanker.
Beberapa waktu terakhir, radikal bebas sering disebut sebagai musuh yang harus diperangi.
Muncullah berbagai suplemen antioksidan. Namun, saat radikal bebas dinyatakan sebagai
sesuatu yang sangat merusak tubuh, para peneliti justru menemukan bahwa dalam kadar
tertentu, radikal bebas justru diperlukan untuk pertahanan tubuh. Sel darah putih (lekosit)
membutuhkan bantuan radikal bebas untuk menghancurkan kuman yang masuk ke dalam
tubuh. Hanya saja, radikal bebas yang dibutuhkan hanya dalam jumlah tertentu sehingga
perlu dijaga komposisi yang seimbang antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.
Radikal bebas juga dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi dalam
tubuh. Sayangnya, radikal bebas bersifat reaktif sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel
dan mengurangi kemampuan adaptasi sel dan juga kematian sel yang menyebabkan beragam
penyakit.
Selama manusia hidup, radikal bebas akan senantiasa ada dalam tubuh. Secara tidak sengaja,
radikal bebas diproduksi dalam tubuh pada saat pembentukan energi. Dalam proses
metabolisme, radikal bebas dihasilkan sebagai produk sampingan. Selain itu, dari luar tubuh,
radikal bebas dihasilkan dalam setiap proses pembakaran seperti merokok, memasak dan juga
pembakaran BBM pada mesin kendaraan bermotor. Kenyataan ini menunjukkan bahwa
keberadaan radikal bebas dalam tubuh sangatlah tidak mungkin dihindari. Akibatnya,
dibutuhkan antioksidan agar radikal bebas tidak merusak sel-sel tubuh.
Apa jadinya bila dalam tubuh tidak ada antioksidan sementara setiap proses metabolisme
pembentukan energi dihasilkan juga radikal bebas? Belum lagi dengan radikal bebas yang
berasal dari eksternal. Jumlah radikal bebas akan terus meningkat dalam tubuh, berbagai
macam penyakit pun kemudian muncul.
Zat antioksidan merupakan substansi yang dapat menetralisir maupun menghancurkan radikal
bebas. Jika dibiarkan, radikal bebas akan menimbulkan dampak-dampak yang buruk bagi
kesehatan. Radikal bebas dapat mempercepat proses penuaan akibat rusaknya sel. Yang lebih
berhaya lagi, bila radikal bebas bereaksi dengan low density lipolprotein (LDL)-cholesterol
menghasilkan bentuk reaktif, risiko penyakit jantung pun meningkat.

2.4 PENUAAN
Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas
karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena
manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan
usia, akibatnya pemunahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan
jaringan terjadi secara perlahan-lahan. Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan
elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun,
parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda
merupakan serangan empuk dari radikal bebas.

2.5 Anti Oksidan


Ketika anti oksidan menyerang radikal bebas, mereka saling berikatan ,dan bersatu.
Selanjutnya terbentuk radikal bebas yang baru yang relatif lemah dan tidak membahayakan.
Antioksidan adalah senyawa yang mencegah proses oksidasi oleh radikal bebas
Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang bermuatan positif atau negatev. Dimana
sifat dari atom atau molekul yang bermuatan tadi sangat reaktif dan tidak stabil, karena akan
berusaha menetralisir dirinya dengan cara menarik electron dari molekul atau atom yang ada
di dekatnya., sehingga terjadi reaksi berantai.
Sifat dari radikal bebas tadi akan merusak sel-sel bahkan sampai ke inti sel yang bisa
mengakibatkan terjadinya mutasi gen sehingga menyebabkan timbulnya kanker. Antioksidan
dapat berupa : vitamin, mineral atau enzim.
Vitamin A Vitamin A larut dalam lemak, dilaporkan dapat bereaksi dengan radikal bebas
melalui struktur ikatan rangkapnya.Vitamin E Vitamin E adalah anti oksidan yang larut
dalam lemak ,yang perlu ditambahkan dalam makanan. Cara kerja Vitamin E sebagai anti
oksidan adalaha Vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya
Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk radikal bebas.
Oksidasi dari lipoprotein ini merupakan langkah awal pembentukan: Atherosclerosis
,pengerasan pembuluh darah dan berperan pada kerusakan hati
Vitamin C Vitamin C larut dalam air, tidak dapat dibentuk oleh tubuh jadi harus dari
makanan atau supplement ( buah-buahan dan sayuran). Vitamin C ini secara kuat dapat
melemahkan radikal bebas serta mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan
system kekebalan tubuh. Vitamin C dan vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul
yang namanya Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk
radikal bebas. Selenium terdapat di air minum, brokoli, kuning telur, bawang merah, bawang
putih dan anggur merah Sebenarnya selenium bukan antioksidan tetapi berguna untuk
produksi enzym-enzym yang berfungsi sebagai antioksidan

2.6 Dampak Penggabungan Antioksidan


Di Packer Laboratorium, menemukan bahwa beberapa antioksidan bila digabung mempunyai
kemampuan yang lebih kuat. Contohnya: ketika vitamin E tidak berdaya terhadap radikal
bebas, akan dengan sendirinya menjadi radikal bebas yang lemah, kemudian vitamin E dapat
didaur ulang sehingga kembali menjadi vitamin E lewat bantuan Vitamin C. Kerja sama
tersebut dengan cara mennyumbangkan electron ke vitamin E sehingga dapat kembali
menjadi anti oksidan. Jadi kerjasama tersebut bermaksud untuk melindungi sesama anti
oksidan agar tidak teroksidasi, siklus ini berjalan terus, dan dapat memelihara tubuh dari
keseimbangan anti oksidan Selenium juga dapat bekerjasama secara sinergis dengan vitamin
E sehingga mempunyai effek yang lebih kuat lagi

2.7 Penggolongan Antioksidan


Untuk memenuhi kebutuhan antioksidan, sebelumnya kita perlu mengenal penggolongan
antioksidan itu sendiri. Antioksidan terbagi menjadi antioksidan enzim dan vitamin.
Antioksidan enzim meliputi superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase
(GSH.Prx). Antioksidan vitamin lebih populer sebagai antioksidan dibandingkan enzim.
Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E), beta karoten dan asam askorbat
(vitamin C).
Superoksida dismutase berperan dalam melawan radikal bebas pada mitokondria, sitoplasma
dan bakteri aerob dengan mengurangi bentuk radikal bebas superoksida. SOD murni berupa
peptida orgoteina yang disebut agen anti peradangan. Kerja SOD akan semakin aktif dengan
adanya poliferon yang diperoleh dari konsumsi teh. Enzim yang mengubah hidrogen
peroksida menjadi air dan oksigen adalah katalase. Fungsinya menetralkan hidrogen
peroksida beracun dan mencegah formasi gelembung CO2 dalam darah.
Antioksidan glutation peroksidase bekerja dengan cara menggerakkan H2O2 dan lipid
peroksida dibantu dengan ion logam-logam transisi. GSH.Prx mengandung Se. Sumber Se
ada pada ikan, telur, ayam, bawang putih, biji gandum, jagung, padi, dan sayuran yang
tumbuh di tanah yang kaya akan Se. Dosis Se yang terlalu tinggi bersifat racun.
Vitamin E dipercaya sebagai sumber antioksidan yang kerjanya mencegah lipid peroksidasi
dari asam lemak tak jenuh dalam membran sel dan membantu oksidasi vitamin A serta
mempertahankan kesuburan. Vitamin E disimpan dalam jaringan adiposa dan dapat diperoleh
dari minyak nabati terutama minyak kecambah, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan
sayuran hijau.
Sebagai antioksidan, beta karoten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar ada
dalam tumbuhan. Selain melindungi buah-buahan dan sayuran berwarna kuning atau hijau
gelap dari bahaya radiasi matahari, beta karoten juga berperan serupa dalam tubuh manusia.
Beta karoten terkandung dalam wortel, brokoli, kentang, dan tomat.
Antioksidan yang berasal dari sumber hewani walaupun menjadi penyumbang minoritas
tetapi peranannya tidak dapat disepelekan begitu saja. Hal yang mengejutkan ada pada
astaxanthin yang tergolong karoten. Menurut para ahli, astaxanthin 1000 kali lebih kuat
sebagai antioksidan daripada vitamin E. Udang, ikan salmon, kerang merupakan sumber
potansial astaxanthin. Tetapi kandungan astaxanthin terbanyak ada pada sejenis mikroalga,
yaitu Haematococos pluvalis. Astaxanthinnya melindungi alga dari perubahan lingkungan
seperti tingginya foto oksidasi ultraviolet dan evaporasi. Aktivitas antioksidan ini bekerja
melawan lipid peroksida dan bahaya oksidasi LDL kolesterol maupun UV, serta membantu
penglihatan, respon kekebalan, reproduksi dan pigmentasi bagi alga.
Sedangkan asam askorbat mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Dengan
demikian maka vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan
dalam tubuh dengan cara bertindak sebagai antioksidan. Vitamin C terkandung dalam
sayuran berwarna hijau dan buah-buahan.
Di samping penggolongan antioksidan di atas, ada pula senyawa lain yang dapat
menggantikan vitamin E, yaitu flavonoid. Hal ini dikemukakan oleh Department of
Environmental and Molecular Toxicology, Oregon State University. Flavonoid merupakan
senyawa polifenol yang terdapat pada teh, buah-buahan, sayuran, anggur, bir dan kecap.
Aktivitas antioksidan flavonoid tergantung pada struktur molekulnya terutama gugus prenil
(CH3)2C=CH-CH2-. Dalam penelitian menunjukkan bahwa gugus prenil flavonoid
dikembangkan untuk pencegahan atau terapi terhadap penyakit-penyakit yang diasosiasikan
dengan radikal bebas.
Dari penjabaran di atas, setidaknya kita telah dapat mengetahui berbagai sumber antioksidan
berikut mengapa antioksidan diperlukan bagi kesehatan. Prevention is much better than
curation, however. Jadi, mulailah dengan menjaga kesehatan dari makanan dan minuman
yang kita konsumsi setiap hari.
Radikal bebas merupakan suatu molekul yang relatif tidak stabil dengan atom yang pada orbit
terluarnya memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Karena kehilangan
pasangannya itu, molekul menjadi tidak stabil dan radikal. Supaya stabil molekul ini selalu
berusaha mencari pasangan elektronnya, yaitu dengan cara merebut elektron dari molekul
lain secara membabi buta. Karena itulah dia disebut radikal bebas.
Jika sudah merebut elektron molekul lain, akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan
radikal bebas baru yang jumlahnya terus bertambah. Perebutan elektron oleh radikal bebas,
berakibat tidak baik pada molekul yang elektronnya dicuri. Molekul ini akan mengalami
kerusakan molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, polisakarida, lemak, dan deoxyribo
nucleic acid (DNA).
Sel yang elektronnya diambil oleh radikal bebas akan rusak, mati atau bermutasi. Tak heran
bila radikal bebas dikenal sebagai zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia.
Untuk mengurangi radikal bebas, Anda dapat berkontribusi dengan cara mengurangi
penggunaan kendaraan beremisi karbon, menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah
lingkungan, aktif mendaur ulang, dan mengurangi sampah plastik. Sedangkan untuk
mengurangi dampak negatif radikal bebas, Anda dianjurkan untuk tidak merokok, tidak
berolah raga di daerah polusi, menghindari pencemaran udara di rumah maupun di tempat
kita bekerja, dan menambah asupan anti-oksidan Andas.

1. Sebutkan 3 sistem antioksida untuk melawan bahaya radikal bebas

Untuk melawan bahaya radikal bebas, tubuh telah mempersiapkan penangkal yaitu dengan
sistem antioksidan. Ada 3 golongan antioksidan dalam tubuh yaitu :
Antioksidan Primer : Berfungsi mencegah pembentukan radikal bebas, misalnya Transferin,
Feritin, albumin.
Antioksidan Sekunder : Berfungsi menangkap radikal bebas dan menghentikan pembentukan
radikal bebas, misalnya Superoxide Dismutase (SOD), Glutathion Peroxidase (GPx), Vitamin
C, Vitamin E, B-Caroten, dll.
Antioksidan Tersier atau repair enzyme : Berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak
oleh radikal bebas.

2. Apa Hubungan antara radikal bebas dengan pola hidup tidak sehat
Radikal bebas dan pola hidup yang tidak sehat saling berkaitan erat sebagai salah satu faktor
penting yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker dan penyakit kronik lainnya,
seperti:
Sering mengkonsumsi makanan berlemak termasuk junk food. Makanan dengan kadar lemak
tinggi merupakan salah satu sumber LDL (kolesterol jahat). LDL mudah teroksidasi oleh
radikal bebas dan sangat berbahaya karena LDL teroksidasi inilah yang memicu berbagai
mekanisme terbentuknya benjolan pada dinding pembuluh darah yang disebut sebagai palk
aterosklerosis.
Kurang mengkonsumsi makanan berserat. Makanan berserat seperti sayur, buah, kacang
merah, havermut merupakan sumber serat yang dapat membantu mengangkut kolesterol
dalam darah untuk dibuang. Selain itu sayuran dan buah yang berwarna merah mengandung
antioksidan yang dapat menjada agar LDL tidak mudah teroksidasi oleh radikal bebas
Memiliki kebiasaan merokok. Asap rokok yang merupakan sumber radikal bebas dapat
menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah, sehinggak kolesterol terperangkap
dan tertimbun pada dinding pembuluh darah. Selain itu radikal bebas yang terdapat dalam
asap rokok juga mengoksidasi LDL sebagai proses awal aterosklerosis. Oleh sebab itu
perokok pasif sama beresikonya dengan perokok aktif.
Kurang berolahraga. Selain meningkatkan kebugaran tubuh dan mengurani kelebihan berat
badan serta menghilangkan timbunan lemak, berolahraga secara teratur dan hidup aktif setiap
hari dapat membantu menurunkan darah tinggi.

3. jelaskan apa itu radikal bebas


Radikal bebas didefinisikan sebagai atom/molekul/senyawa yang mengandung satu atau lebih
elektron yang tidak berpasangan. Karena secara kimia, molekulnya tidak berpasangan,
radikal bebas cenderung untuk bereaksi dengan molekul sel tubuh. Kemudian menimbulkan
senyawa tidak normal (radikal bebas baru yang lebih reaktif) dan memulai reaksi berantai
yang dapat merusak sel-sel penting. Beberapa komponen tubuh yang rentan terhadap
serangan radikal bebas antara lain; kerusakan DNA, membran sel, protein, lipid peroksida,
proses penuaan dan autoimun manusia. Dalam bidang medis, diketahui bahwa radikal bebas
merupakan biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit liver, jantung koroner,
kanker, diabetes, katarak, penyakit hati, dan berbagai proses penuaan dini.
4. Sebutkan Contoh radikal bebas
Contoh dari radikal bebas adalah superoksida (O2-), hidroksil (OH-), nitroksida (NO),
hidrogen peroksida (H2O2), asam hipoklorit (HOCl), thill (RS-) dan lain-lain. Derajat
kekuatan tiap radikal bebas ini berbeda, dan senyawa paling berbahaya adalah radikal
hidroksil (OH-) karena memiliki reaktivitas paling tinggi. Radikal bebas di atas terdapat
dalam tubuh dengan berbagai cara, tetapi secara umum timbul akibat berbagai proses
biokimiawi dalam tubuh, berupa hasil samping dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang
berlangsung pada waktu bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan,
atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan, asap rokok, bahan
pencemar dan radiasi matahari.
5. Jelaskan tentang proses Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia
Pengambilan electron dari tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA
sehingga timbullah sel-sel mutan. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka
dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan
antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang
masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk
menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat
menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh
memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan
glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama
pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

!