Anda di halaman 1dari 10

Selasa, 21 Desember 2010

USD KURS 20-Dec-10 17-Dec-10 Change %


9.050
USD 9.045,00 9.034,00 11,00 0,12%
9.040 9.036 9.045
EURO 11.893,73 11.990,84 -97,11 -0,81%
9.030
9.034 GBP 14.008,46 14.130,99 -122,53 -0,87%
9.020

9.010
9.018 AUD 8.934,21 8.952,25 -18,04 -0,20%
9.000
9.011 JPY/100 10.758,91 10.768,23 -9,32 -0,09%
8.990 SGD 6.852,46 6.879,38 -26,92 -0,39%
14 Des 15 Des 16-Des 17-Des 20-Des
HKD 1.162,95 1.161,70 1,25 0,11%
PHP 204,43 204,15 0,28 0,14%
MYR 2.876,46 2.881,21 -4,75 -0,16%
CNY 1.357,63 1.356,60 1,03 0,08%

MAKROEKONOMI KOMODITAS 20-Dec-10 19-Dec-10 Change (%)


Alumunium (S/MT) 2.307 2.296 10,50 0,46%
SUKU BUNGA
Gas Alam (mmBtu) 4,05 4,07 0,02 -0,49%
Nov-10 Oct-10 Change Emas (US$/Troy Oz) 1.370 1.386 15,10 -1,09%
BI Rate 6,50% 6,50% 0,00% CPO (RM/ton) 3.574 3.547 27,00 0,76%
30-Oct-10 29-Oct-10 Change Tembaga (US$/metric to 9.102 9.050 51,50 0,57%
SBI 1 bulan 6,26% 6,26% 0,00% Timah (US$/metric ton) 26.225 26.200 25,00 0,10%
SBI 3 bulan 6,36% 6,36% 0,00% Nikel ($/MT) 24.965 24.255 710,00 2,93%
Perak ($?Troy OZ) 28,76 29,23 0,47 -1,61%
Nov-10 Oct-10 Sep-10 Jagung (US$c/bushel) 596,50 587,50 9,00 1,53%
Kepemilikan Asing pada SBI Gula (USd/lb.) 33,03 32,50 0,53 1,63%
57,81 72,64 64,67
(Triliun IDR) Kopi (US$/lb) 225,05 225,30 0,25 -0,11%
Karet $/Kg 5,85 5,73 0,12 2,09%
Kepemilikan Asing pada SUN
191,2 191,99 182,26
(Triliun)
Komoditas:
Deposito 1 bulan 3 bulan 12 Bulan
IDR 6,50% 6,62% 6,71% Pergerakan harga beberapa komoditas pada perdagangan per
20 Desember 2010 dengan rincian sebagai berikut: harga
USD 0,00% 1,12% 0,97% Alumunium naik dari penutupan harga sebelumnya sebesar ke
INFLASI Nop-10 Okt-10 harga US$ 2.07 per $/MT atau naik sebesar 10.50 poin atau naik
sebesar 0.46%, harga komoditi Gas Alam turun di harga US$ 4.05
Bulanan 0,60% 0,06% per $/mmBtu atau turun sebesar -0.49% .
Kumulatif 5,98% 5,35%
Untuk harga komoditas mineral seperti Tembaga naik ke harga
Year on Year 6,33% 5,67% US$ 9.102 per $/MT atau naik sebesar 51.50 poin atau naik
sebesar 0.57%.
Cadangan Devisa Nop-10 Okt-10 Timah yang naik diharga US$ 26.225 per metric atau naik
sebesar 25.00 poin atau naik sebesar 0.10%.
Bulanan (Million $) 92,759 91,798 Nikel naik dari penutupan harga sebelumnya pada harga US$
24.965 per MT atau naik sebesar 2.93%.
Indonesia Sovereign Rating Rating Outlook
Harga untuk beberapa komoditas pangan seperti Jagung naik
Moody's Investor Services Ba2 Positive diharga US$ 596.50 per cent/bu atau naik sebesar 1.53%,pada
Standard & Poor's BB Positive bahan pangan Gula naik diharga US$ 33.03 per cent/llb. Dan
untuk harga Karet naik diharga US$ 5.85 per Kg atau naik
Fitch Ratings BB+ Stable sebesar 2.09% .
Japan Credit Rating Agency BBB- Stable
Rating & Information Inc. BB+ Stable
 
Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Market Analysis:


3.700,00
3.680,00 IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin
3.660,00 3.689,67
3.640,00 3.658,31
(20/12) ditutup melemah 12,755 poin (0,35%) ke level
3.620,00 3.568,810, sedangkan Indeks LQ 45 naik tipis 0,652
3.600,00
3.580,00
3.571,73 3.568,81 poin (0,10%) ke level 638,244. Pelemahan bursa
3.560,00
3581,57 diakibatkan oleh tekanan dari semenanjung Korea yang
3.540,00
3.520,00
kian memanas. Pada perdagangan hari ini, tercatat
3.500,00 transaksi di seluruh pasar mencapai 118.068 kali pada
volume 11,388 juta lembar saham senilai Rp 8,064
triliun. Sebanyak 68 saham naik, 154 saham turun dan
71 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam


  INDEKS 20-Dec-10 17-Dec-10 Change (%) jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik
IHSG 3,568.81 3,581.57 (12.76) -0.36% Rp 1.200 ke Rp 11.000, Dian Swastatika (DSSA) naik
LQ45 638.24 637.59 0.65 0.10% Rp 1.050 ke Rp 18.050, Astra Internasional (ASII) naik
Global 20-Dec-10 17-Dec-10 Change (%) Rp 950 ke Rp 51.250, dan Waran Inovisi (INVS-W)
DOW JONES 11,478.13 11,491.91 (13.78) -0.12% naik Rp 850 ke Rp 4.850. Sementara saham-saham yang
NASDAQ 2,649.56 2,642.97 6.59 0.25% turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers
NYSE 7,835.31 7,835.31 0.00 0.00% antara lain Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 650 ke Rp
S&P 500 1,247.08 1,243.91 3.17 0.25% 14.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp
FTSE 100 5,891.60 5,871.80 19.80 0.34%
38.700, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp
CAC 40 3,885.08 3,867.35 17.73 0.46%
28.500, dan Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun
Rp 400 ke Rp 13.300.
NIKKEI 225 10,216.41 10,303.83 (87.42) -0.85%
HANG SENG 22,639.08 22,714.85 (75.77) -0.33%
STI 3,132.96 3,153.01 (20.05) -0.64%
EKUITAS 20-Dec-10 17-Nov-10 Change (%) Highlight News:
Top Volume
BNBR 69 65 4 6.15% ¾ Pemegang saham PT Mobile-8 Telecom Tbk
TIRT 82 99 (17) -17.17% (FREN) menyetujui rencana rights issue dan
BUVA 335 345 (10) -2.90% penerbitan waran. Dana hasil rights issue bakal
ENRG 126 125 1 0.80% digunakan untuk mengakuisisi 50% lebih saham
BRAU 510 510 0 0.00% Smart Telecom. (detik.com)
Top Value ¾ PT Bakrie Development Tbk (ELTY) berencana
BBRI 10.000 10.250 (0) -2.44% mengembangkan Bukit Jonggol Asri sebagai
BMRI 6.250 6.400 (0) -2.34% Kota Mandiri. Perseroan akan mengembangkan
ASII 51.250 50.300 1 1.89% tanah seluas seluas 35 ribu hektare dalam 20
BBNI 3.675 3.775 (0) -2.65% tahun ke depan. (vivanews.com)
TLKM 7.850 7.850 0 0.00% ¾ Demi mengejar target pertumbuhan kredit hingga
Top Gain 30% tahun depan, Bank Tabungan Negara
TIRT 82 99 (17) -17.17% (Persero) Tbk meluncurkan produk kartu kredit.
BSIN 385 445 (60) -13.48% Peluncuran kartu kredit ini dilakukan dengan
BNBR 69 65 4 6.15% menggandeng bank pelat merah lainnya yaitu
BBRI 10.000 10.250 (0) -2.44% Bank Mandiri (Persero) Tbk. (kontan)
CPIN 1.670 1.770 (0) -5.65%
 
Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

HARGA SAHAM LQ-45


TICKER EMITEN 20-Dec-10 17-Dec-10 CHANGE
AGRICULTURE
AALI PT. ASTRA AGRO LESTARI TBK 23,650 23,100 550
LSIP PT. PP LONDON SUMATERA TBK 11,450 11,100 350
UNSP PT. BAKRIE SUMATRA PLANTATIONS TBK 385 385 0
NATURAL RESOURCES
ADRO PT. ADARO ENERGY TBK 2,500 2,300 200
ANTM PT. ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK 2,325 2,300 25
BIPI PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY TBK 102 102 0
BUMI PT. BUMI RESOURCES TBK 2,925 2,900 25
ELSA PT. ELNUSA TBK 335 335 0
ENRG PT. ENERGI MEGA PERSADA TBK 126 125 1
INCO PT. INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA TBK 4,500 4,425 75
INDY PT. INDIKA ENERGY TBK 4,175 4,275 (100)
ITMG PT. INDO TAMBANGRAYA MEGAH TBK 51,000 51,000 0
MEDC PT. MEDCO ENERGI INTERNATIONAL TBK 3,125 3,075 50
PGAS PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK 4,250 4,325 (75)
PTBA PT. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM TBK 21,300 20,850 450
TINS PT. TIMAH TBK 2,675 2,650 25
BASIC INDUSTRY
INTP PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA TBK 16,300 16,000 300
SMCB PT. HOLCIM INDONESIA TBK 2,275 2,275 0
SMGR PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK 9,300 9,300 0
MISC. INDUSTRY
ASII PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK 51,250 50,300 950
BNBR PT. BAKRIE & BROTHERS TBK 69 65 4
DOID PT. DELTA DUNIA MAKMUR TBK 1,340 1,300 40
BRPT PT. BARITO PACIFIC TBK 1,170 1,180 (10)
CONSUMER GOODS
GGRM PT. GUDANG GARAM TBK 38,700 39,200 (500)
INDF PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK 4,475 4,475 0
KLBF PT. KALBE FARMA TBK 3,125 3,025 100
UNVR PT. UNILEVER INDONESIA TBK 15,650 15,200 450
PROPERTY
ELTY PT. BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK 160 162 (2)
LPKR PT. LIPPO KARAWACI TBK 640 680 (40)
BSDE PT. BUMI SERPONG DAMAI TBK 910 980 (70)
ASRI PT. ALAM SUTERA REALTY TBK 290 305 (15)
FINANCE
BBCA PT. BANK CENTRAL ASIA TBK 6,600 6,700 (100)
BBNI PT. BANK NEGARA INDONESIA TBK 3,675 3,775 (100)
BBRI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK 10,000 10,250 (250)
BBTN PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK 1,560 1,620 (60)
BDMN PT. BANK DANAMON INDONESIA TBK 5,650 5,800 (150)
BMRI PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK 6,250 6,400 (150)
INFRASTRUCTURE
DEWA PT. DARMA HENWA TBK 74 73 1
BMTR PT. GLOBAL MEDIACOM TBK 610 630 (20)
JSMR PT. JASA MARGA TBK 3,275 3,225 50
SERVICES & TELECOMMUNICATION
BTEL PT. BAKRIE TELECOM TBK 240 240 0
ISAT PT. INDOSAT TBK 5,100 5,150 (50)
TLKM PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 7,850 7,850 0
UNTR PT. UNITED TRACTORS TBK 22,900 23,000 (100)
TRUB PT. TRUBA ALAM MANUNGGAL ENGINEERING TBK 79 80 (1)

 
Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

REKSA DANA
20-Dec-10 17-Dec-10 CHANGE Return 1 thn Terakhir
Pendapatan Tetap
Reksa Dana CIMB - Principal Bond 13.267,01 13.346,71 (79,70) 1170,50%
MR Dollar(USD) 1,96 1,96 0,00 151,44%
Jatim Treasury Fund 0,00 0,00 0,00 41,86%
Investa Dana Dolar Mandiri 1,16 1,16 0,00 40,66%
Si Dana Obligasi Maxima 2.025,31 2.021,04 4,27 69,36%
c Schroder USD Bond Fund 1,24 1,24 (0,01) 38,98%
CIMB Principal Dollar Bond (Rp) 8.809,88 8.800,47 9,41 35,79%
Pendapatan Tetap Utama 2.653,29 2.652,92 0,37 35,68%
Tiga Pilar Dana Tetap 2.063,52 2.071,30 (7,78) 35,64%
First State Ind. Bond Fund 2.015,52 2.017,57 (2,05) 35,12%
Saham

c Pratama Saham
Trim Kapital Plus
3.773,16
2.277,86
3.784,17
2.286,35
(11,01)
(8,49)
198,16%
171,33%
Panin Dana Prima 2.246,47 2.264,61 (18,14) 164,31%
Dana Pratama Ekuitas 5.764,38 5.787,17 (22,79) 153,99%
Reksa Dana Grow-2 Prosper 2.059,21 2.065,43 (6,22) 153,52%
GMT Dana Ekuitas 2.424,62 2.427,42 (2,80) 147,95%
BNP Paribas Solaris 1.637,74 1.641,56 (3,82) 136,78%
Batavia Dana Saham 37.449,27 37.392,15 57,12 128,74%
Reliance Equity Fund 1.784,91 1.753,17 31,74 149,22%
Si Dana Batavia Saham 0,00 0,00 0,00 135,36%
Pasar Uang
DPLK BRI Pasar Uang 0,00 0,00 0,00 12,38%
Trim Kas 2 1.000,00 1.000,00 0,00 11,40%
Si DanaKas Optimal 0,00 0,00 0,00 9,67%
Optima Likuid 1.000,00 1.000,00 0,00 9,62%
BIG Dana Lancar 1.000,00 1.000,00 0,00 9,41%
Si DanaKas Maxima 0,00 0,00 0,00 8,73%
Mandiri Investa Pasar Uang 1.000,00 1.000,00 0,00 8,66%
Danareksa Gebyar Dana Likuid 1.000,00 1.000,00 0,00 8,54%
Bahana Dana Likuid 1.000,00 1.000,00 0,00 7,94%
CIMB - Principal Money Market 0,00 0,00 0,00 7,61%
Campuran
Pratama Berimbang 2.635,15 2.631,35 3,80 150,73%
Semesta Dana Maxima 4.709,03 4.751,58 (42,55) 119,04%
Schroder Dana Prestasi 20.488,13 20.554,54 (66,41) 109,45%
Panin Dana Unggulan 4.072,35 4.093,69 (21,34) 109,42%
BNP Paribas Pesona 18.016,69 18.064,94 (48,25) 116,45%
Prospera Balance 3.966,87 3.953,38 13,49 112,21%
Panin Dana Unggulan 4.072,35 4.093,69 (21,34) 109,42%
Premier Optima 2.134,93 2.135,19 (0,26) 109,08%
MRS Flex Kresna 1.534,41 1.531,51 2,90 104,33%
Manulife Dana Tumbuh Berimbang 1.509,45 1.511,98 (2,53) 98,28%
Proteksi .
RD Terproteksi Manulife Dana Tetap Har 2.190,88 2.206,46 (15,58) 52,14%
Mahanusa Dragon Protect 1.562,51 1.592,45 (29,94) 50,37%
BNP Paribas Capital V 1.214,81 1.214,81 0,00 45,90%
Mahanusa Sovereign Bond Fund 1.388,57 1.442,85 (54,28) 45,20%
V Bahana Optima Protected Fund 8 1.112,79 1.113,11 (0,32) 41,94%
Bahana Optima Protected Fund 5 1.080,49 1.080,49 0,00 41,93%
Si Dana Proteksi Global Bonds Fund 1.395,42 1.393,60 1,82 40,07%
Danareksa Proteksi Melati Optima V 1.086,97 1.086,97 0,00 39,29%
Trim Gebyar Terproteksi I 1.367,91 1.367,91 0,00 28,69%
Mandiri Cap. Prot. Income Fund 7 1.032,07 1.032,07 0,00 27,23%

 
Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

INDEKS F-25 BC
INDEKS F-25 BC

Perbandingan Return
Indeks F-25 BC (Big Capitalization) adalah indeks yang
F-25 BC IHSG LQ-45
portofolionya terdiri dari 25 saham terpilih dengan nilai
kapitalisasi pasar besar.
0.015
0.01
Pada perdagangan 20 Desember 2010, indeks F-25 BC ditutup
0.005
0 pada level 1,068.44 dengan rincian 13 saham emiten menguat ,
-0.005 5 saham emiten stagnan, dan 7 saham emiten melemah.
-0.01
-0.015 ™Emiten yang menguat pada penutupan tanggal 20 Desember
-0.02 2010 diantaranya adalah PT. Adaro Energy Tbk (ADRO)
-0.025 dengan nilai return sebesar 8.00% dengan harga saham Rp
-0.03 2.500 per lembar saham, PT. Kalbe Farma (KLBF) dengan
-0.035 nilai return 3.20% dengan nilai saham Rp 3.125 per lembar
saham.

• Sedangkan emiten yang mengalami penurunan diantaranya


adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan nilai return
15-Dec 16-Dec 17-Dec 20-Dec sebesar -6.25% dengan nilai saham Rp 640, dan Indika
Energy Tbk (INDY) dengan nilai return -2.40% dengan nilai
saham Rp 4.175.
F-25 BC 1,088.37 1,061.59 1,059.35 1,068.44
IHSG 3658.31 3571.74 3581.57 3568.81 • Untuk emiten yang mengalami stagnan diantaranya PT. Indo
LQ 45 654.82 635.81 637.59 638.24 Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan nilai saham Rp
5.100 dan PT. Bayan Resources Tbk dengan nilai saham Rp
12.900.
Emiten yang tergolong dalam F-25 BC
TLKM ISAT TINS UNTR GGRM
UNVR BUMI JSMR INTP BYAN INDEKS FGSI (FBI Government Stock Index)
PGAS INCO PTBA ITMG MEDC
ASII SMGR LPKR ANTM KLBF Indeks FGSI merupakan indeks yang berisikan saham-saham
HMSP ADRO AALI INDF INDY
milik pemerintah. Saat ini, dalam bursa terdapat 17 saham milik
pemerintah. Dari 17 saham inilah, FBI mencoba membuat
indeksnya sehingga dapat mengetahui kinerja dari saham-saham
INDEKS FGSI BUMN tersebut.
Perdagangan saham-saham di bursa penutupan hari Selasa
(16/12), IHSG berada pada posisi 3.571,74 atau mengalami
IHSG LQ45 FGSI Return IHSG vs LQ45 vs FGSI penurunan sebesar 86,57 poin atau sebesar 2,37 %. Sementara
indeks LQ45 turun sebesar 19,01 poin atau sebesar 2,90 %
6.00%
dibandingkan dengan hari sebelumnya. Sedangkan portfolio
yang membentuk indeks bumn (FGSI) mengalami penurunan
4.00% sebesar 14,72 poin atau sebesar 2,04 % dibandingkan dengan
hari sebelumnya.
2.00% • Dari 17 saham tersebut, pada perdagangan tanggal 16
Desember 2010, 2 saham mengalami kenaikan, 13 saham
0.00% mengalami penurunan, dan 2 saham tetap atau stagnan.
• Saham yang mengalami kenaikan diantaranya adalah KAEF
-2.00% naik 1 point (0,63 %), PTPP naik 20 point (2,53 %) .
• Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan
-4.00%
diantaranya adalah SMGR turun 150 point (1,60 %), TINS
turun 100 point (3,70 %), TLKM turun 50 point (0,64 %).
-6.00%
1

2
/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1

/1
01

04

07

10

13

16

19

22

25

28

01

04

07

10

13

16

Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

INDEKS F-50 SC
INDEKS F-50 SC
F-50 SC IHSG LQ-45 Perbandingan Return
Indeks F-50 SC (Small Capitalization) adalah indeks yang
0.015
portofolionya terdiri dari 50 saham terpilih dengan nilai
kapitalisasi pasar kecil.
0.01
Pada perdagangan 15 Desember 2010, indeks F-50 SC
0.005 ditutup pada level 880.39 dengan rincian 15 saham emiten
`
yang menguat, 31 saham stagnan, dan 14 saham melemah.
0

-0.005 • Emiten yang menguat pada penutupan tanggal 15


Desember 2010 adalah PT. Siwani Makmur Tbk (SIMA)
-0.01 dengan nilai return sebesar 10.94% dengan harga saham
sebesar Rp 128 per lembar saham, PT. Batavia
-0.015 Prosperindo Finance Tbk (BPFI) dengan nilai return
sebesar 8.63% dengan harga saham sebesar Rp 187 per
-0.02
lembar saham.
8-Dec 9-Dec 10-Dec 13-Dec 14-Dec 15-Dec
• Sedangkan emiten yang mengalami penurunan
diantaranya adalah PT. Indoexchange Tbk (INDX) dengan
8-Dec 10-Dec 13-Dec 14-Dec 15-Dec nilai return sebesar -7.14% dengan harga saham Rp 112
per lembar saham, PT. Alumindo Light Metal Inds.Tbk
(ALMI) dengan nilai return sebesar -30.90% dengan harga
F-50 SC 872.67 875.67 884.20 881.36 880.39 saham Rp 770 per lembar saham.
IHSG 3780.50 3747.71 3692.23 3689.67 3658.31
LQ 45 679.70 671.51 662.16 660.26 654.82 • Untuk emiten yang mengalami stagnan PT. Zebra
Nusantara Tbk (ZBRA) dengan nilai saham Rp 50 per
lembar saham, PT. Myoh Technology Tbk. (MYOH) stabil
Emiten yang tergolong dalam F-50 BC dengan harga saham yang sama sebesar Rp 74 per
lembar saham.
IATA CTTH AMAG BRNA IGAR APLI
MITI RAJA LPPS MYTX AKKU BTEK
MAMI TIRT DSFI SDRA WICO MYOH
HADE VRNA BPFI MRAT BAYU POLY
LCGP BIPP PYFA ALMI INAI WEHA
ZBRA INCI LPCK EKAD RBMS ITTG
SMMT MICE LMAS BEKS SIMA JKSW
BACA KOIN PRAS HOME INDX KDSI
AIMS PUDP

Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

FIXED INCOME INFORMATION


sumber:FBI ‘s Government Bond Yield Curve BERITA DAN ANALISA

• Pada penutupan perdagangan SUN kemarin


hari Senin tanggal 20 Desember 2010 SUN
ditutup dengan cenderung bergerak stabil.
Pergerakan yang relatif stabil ini kami
perkirakan akibat aksi atau langkah yang
dilakukan pemerintah dalam kamis lalu.
Aksi buy back 4 seri SUN yaitu FR0018,
FR0051, FR0032, dan FR0038 sedikit
membantu dalam menstabilkan harga SUN.
Sebelumnya tercatatat sejak awal bulan
hingga pada hari kamis kemarin tanggal 16
Desember 2010 harga SUN mengalami
penurunan sebesar 1,6%. Kami melihat
penurunan yang terjadi hingga kamis lalu
seiring dengan sempat terjadinya penurunan
porsi kepemilikan asing di pasar SUN. Selain
itu dampak krisis yang terjadi dibelahan
eropa sempat mengucang pasar SUN. Kami
melihat masih adanya potensi pasar SUN
untuk kembali lagi naik seiring dengan mulai
masuknya dana asing ke pasar SUN. Dari
data yang kami peroleh dari Dinas Jenderal
Pengelolan Utang negara porsi asing yang
terus masuk kepasar SUN terus bertambah
hinga mencapai 195.83. Asing yang masuk di
pasar SUN diperkirakan akibat pasar
Indonesia yang dinilai masih aman dan
menguntungkan. Selain itu perkiraan inflasi
yang akan naik di awal tahun 2011 yang
tentunya akan mendorong kenaikan yield.

Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

TECHNICAL INDICATOR

Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia. 
Selasa, 21 Desember 2010

RESEARCH TEAM

Frans Hamonangan -Banking-


Franky Oktober Nando -Bond-
David Raymond -Mutual Fund-
Josua Simorangkir -Technical Indicator-
Berton Manurung -Currency-
Nico -Mining-
Berman -Commodity-
Hendy Hafidz -Information Technologi-

PT. FINANSIAL BISNIS INFORMASI


Komplek Mitra Matraman A1/17
Jl. Matraman Raya No. 148

+6221 859 18040 Ext. 105


risetfbi@finansialbisnis.com
www.finansialbisnis.com
+6221 859 18040 Ext. 105
risetfbi@finansialbisnis.com

+++jisfjisjfijifrisetfbi@finansialbisnis.com

Data terlampir dapat dipergunakan sebagai referensi dan bukan rekomendasi berinvestasi pada instrumen investasi tertentu. Hasil penelitian berdasarkan berbagai data yang diperoleh dari 
Bloomberg, BEI, BI, BPS, dan BAPEPAM yang selanjutnya diolah dengan beberapa metodologi penelitian. PT. Finansial Bisnis Informasi tidak dapat dituntut atas keputusan investasi yang 
dilakukan berdasarkan penggunaan data yang tersedia.