P. 1
Skripsi Pendidikan (150)

Skripsi Pendidikan (150)

|Views: 307|Likes:
Dipublikasikan oleh Safran Hasibuan

More info:

Published by: Safran Hasibuan on Dec 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2014

pdf

text

original

PENGARUH PENERAPAN LINGKARAN DIET RENDAH KALORI (DRK) 1500 KKAL TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA WANITA

DEWASA PENDERITA OBESITAS

SKRIPSI
Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Disusun oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan Fakultas : Nugraeni Oktiningrum : 6450401024 : Ilmu Kesehatan Masyarakat S.1 : Ilmu Kesehatan Masyarakat : Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005
ii

IDENTITAS PENULIS

Nama Jurusan Program Studi Fakultas Universitas TTL Alamat Telp/ Hp Riwayat pendidikan : 1989-1995 1995-1998 1998-2001 2001-2005

: Nugraeni Oktiningrum : Ilmu Kesehatan Masyarakat (Spesialisasi Gizi Kes. Masy) : S.1 : Ilmu Keolahragaan : Universitas Negeri Semarang : Semarang , 19 Oktober 1983 : Karanganyar RT 03/ RW 05 Gunungpati Semarang. : - / 081325703444

: SD Negeri Gunungpati 02 : SMP Negeri 22 Semarang : SMA Negeri 12 Semarang : Perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang

Lulus dari Universitas : 11 April 2005 Predikat kelulusan Nama Ayah Nama Ibu : Tercepat di FIK (3,5 tahun) dan terbaik di IKM. : Tyas Nugroho, BA : Ruminiyati, Am.Pd

Pengalaman berorganisasi : SMA Kuliah : OSIS, PMR, dan PRAMUKA : ~ Sekjen HIMA tahun 2002 ~ BEM FIK UNNES tahun 2003, sebagai Koordinator bidang penalaran

~ Ketua DPM FIK UNNES tahun 2004 Prestasi : Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah BEM FIK tahun 2003 Juara II lomba Karya Tulis Ilmiah FIK UNNES tahun 2004 Moto hidup : “Hidup untuk menjadi berkat”

iii

ABSTRAK
( Sari ) Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas”. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa Penderita Obesitas. Tujuannya untuk : 1. Mengetahui pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas. 2. Mengetahui tingkat efektifitas optimum Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa penderita obesitas yang berumur 18-55 tahun, tidak sedang terinfeksi penyakit, mempunyai BB > 120% dari BB standartnya dengan kebutuhan kalori per hari 2000-2500 Kkal. Jenis penelitian Pre-Eksperimental Design atau Quasi Eksperimen dengan katagori Pretest and Post-test Design dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Sampel terdiri dari 6 orang sebagai sampel eksperimen dan 8 orang sebagai sampel kontrol. Model Penelitian menggunakan pendekatan longitudinal yang bersifat prospektif, selalu mengikuti perkembangan berat badan sampel, ukuran datanya adalah rasio. Uji hipotesis menggunakan uji-t. Uji hipotesis dengan menggunakan taraf kepercayaan 95% (α=0.05) dengan db = nx + ny – 2 = 6 = 8 – 2 = 12 didapatkan nilai t statistik (5,772) > t tabel (1,78) artinya Hipotesis alternatif (H1) diterima sedangkan hipotesis nol (H0) ditolak. Kesimpulannya adalah ada pengaruh penerapan lingkaran diet rendah kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas. Rata-rata penurunan berat badan yang paling optimal terjadi pada minggu ke-IV. Efektifitas penggunaan lingkaran diet rendah kalori (DRK) 1500 Kkal ditunjukkan oleh adanya penurunan berat badan terbanyak, penurunan tersebut terjadi pada minggu ke-IV dengan jumlah penurunan sebesar 2,08 kg dalam satu bulan. Saran dari peneliti adalah guna mendapatkan hasil yang optimal maka untuk penelitian selanjutnya disarankan agar sampel penelitian di kelompokkan dalam satu tempat tinggal yang sama (Asrama, Karantina, dll) dengan diberi perlakuan yang sama agar proses pengontrolan dapat berjalan dengan mudah. Hasil penelitian ini perlu diujikan kembali guna memastikan bahwa Lingkaran diet rendah kalori (DRK) 1500 Kkal tersebut benar-benar dapat digunakan sebagai alat untuk membantu menurunkan berat badan tidak hanya pada wanita dewasa penderita obesitas saja tetapi juga untuk penderita obesitas lainnya.. Perlu adanya pengendalian atau pengontrolan yang ketat terhadap berbagai faktor pengganggu seperti aktivitas, kondisi psikologis, cara pengolahan bahan makanan, infeksi penyakit dan waktu mengkonsumsi makanan. iv

PENGESAHAN
Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Pada hari Tanggal Jam : Senin : 11 April 2005 : 11.00 WIB

Panitia Ujian

Ketua Panitia Dekan FIK UNNES

Sekretaris Ketua jurusan IKM FIK UNNES

Drs. Sutardji, M.S NIP. 130 523 506

Drs. Herry Koesyanto, M.S NIP. 131 571 549

Dewan Penguji

Nama Penguji

Jabatan

Tanda tangan

1. Eram T.P., SKM, M.Kes. NIP. 132 303 559 2. dr. Oktia Woro KH, M.Kes NIP. 131 695 159 3. dr. Arulita Ika Fibriana NIP. 132 296 578

( Ketua )

………………

( Anggota )

………………

( Anggota )
v

………………

MOTO DAN PERSEMBAHAN

MOTO

• •

Hidup untuk menjadi berkat. Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan kepada : 1. Bapa, Juru Selamat, Penolong , Sahabat dan kekasih jiwa saya, Yesus Kristus Tuhan. 2. Orang Tua, yang telah berjuang untuk membimbing dan membiayai kuliah saya sampai selesai, Bp Tyas Nugroho dan Ibu Ruminiyati beserta kakak dan adik-adikku yang saya kasihi mas Kris, dik Wisna dan dik Efa 3. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES tempat saya belajar, beserta segenap dosen dan karyawannya. 4. Teman dan sahabat-sahabatku yang selalu mendampingi saya Mas Ari Nugroho, Mas Purnomo, Wahyu, Endah, Mas Azinar, Yayuk, Mbak Ulfa, Krisa dan sahabat saya yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. 5. Teman-temanku di jurusan IKM, terkhusus angkatan pertama tahun 2001yang sangat saya rindukan. vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan kasihnya, sehingga skripsi ini dapat tersusun. Tujuan dari penyusunan dan penulisan skripsi ini adalah untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Proses penyusunan skripsi ini banyak mengalami kesulitan dan hambatan, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan, untuk itu disampaikan terima kasih kepada : 1. 2. Drs. Sutardji, M.S, selaku Dekan FIK UNNES Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES, dr. Oktia Woro KH, M.Kes. 3. Dosen Pembimbing Skripsi, dr. Oktia Woro KH, M.Kes dan dr. Arulita Ika Fibriana. 4. 5. Dosen Pembimbing akademik, dr. Yuni Wijayanti Semua pihak yang terlibat dalam penelitian ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan dari laporan ini sangat diharapkan. Hasil yang dituangkan dalam skripsi ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin. Semarang, 11 April 2005 Penyusun

Nugraeni Oktiningrum NIM 6450401024 vii

DAFTAR ISI

Sampul Luar ........................................................................................... Sampul Dalam ......................................................................................... Identitas penulis ...................................................................................... Abstrak..................................................................................................... Pengesahan............................................................................................... Moto dan Persembahan .......................................................................... Kata Pengantar ........................................................................................ Daftar Isi ................................................................................................. Daftar Tabel ............................................................................................ Daftar Gambar ........................................................................................ Daftar lampiran .......................................................................................

i ii iii iv v vi vii viii x xi xiii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1.1. Latar Belakang ........................................................................ 1.2. Permasalahan ........................................................................... 1.3. Tujuan Penelitian ..................................................................... 1.4. Penegasan Istilah/ Batasan Operasional ................................... 1.5. Kegunaan Hasil penelitian .......................................................

1 1 4 4 4 5

viii

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS .................................. 2.1. Landasan Teori ........................................................................ 2.2. Hipotesis .................................................................................

6 6 22

BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 3.1. Populasi Penelitian ................................................................... 3.2. Sampel Penelitian .................................................................... 3.3. Variabel Penelitian .................................................................. 3.4. Rancangan Penelitian (Jenis dan Metode Penelitian) ................ 3.5. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 3.6. Prosedur Penelitian .................................................................. 3.7. Instrumen Penelitian ................................................................ 3.8. Analisis Data ...........................................................................

23 23 23 24 25 27 30 33 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................... 4.1 Hasil Penelitian ........................................................................ 4.2 Pembahasan.............................................................................. 4.3 Hambatan dan Kelemahan Penelitian........................................

44 44 58 65

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 5.1 Simpulan .................................................................................. 5.2 Saran .......................................................................................

68 68 68

DAFTAR KEPUSTAKAAN ................................................................... LAMPIRAN - LAMPIRAN .................................................................... ix

70 72

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. ....................................................................................................... Klasifi kasi BMI menurut WHO (1998) ....................................................... 2

2. ....................................................................................................... Golong an I. Daftar Bahan Makanan Sumber Hidrat Arang............................ 16

3. ....................................................................................................... Golong an II. Daftar Sayuran ......................................................................... 17

4. ....................................................................................................... Golong an III. Daftar Buah-Buahan .............................................................. 18

5. ....................................................................................................... Golong an IV. Daftar Bahan Makanan Sumber Protein Nabati ...................... 18

6. ....................................................................................................... Golong an V. Daftar Bahan Makanan Sumber Protein Hewani ..................... 19

7. ....................................................................................................... Golong an VI.a Daftar Minyak ...................................................................... 20

8. ....................................................................................................... Golong an VI.b Daftar Gula .......................................................................... 20

9. ....................................................................................................... Bentuk Data Pre-Test dan Post-Test Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ................................ 27

x

10. ..................................................................................................... Formul ir Pengamatan Kondisi Awal Sampel DRK 1500 Kkal ..................... 11a. Formulir Pengamatan Berat Badan pre-tes dan post-test kelompok eksperimen ...................................................................... 11b. Formulir Pengamatan Berat Badan pre-tes dan post-test kelompok kontrol ............................................................................. 12. 13. 14. Data Hasil Pengukuran Berat Badan Kelompok Eksperimen ............ Data Hasil Pengukuran Berat Badan Kelompok Kontrol .................. Data Pre-Test dan Rata-Rata Post-Test Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ................................ 56 29 44 45 29 28

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

xi

1. 2.

Hubungan ukuran Anthropometri dengan status gizi ........................ Bagan Kerangka Konsep Berfikir Pengaruh Penerapan Lingkaran DRK 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas. ..............................................................

9

21 36 46 46 47 47 48 48

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Model “Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal” .............. Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-01.... Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-02 ... Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-03.... Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-04 ... Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-05.... Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-06 ... Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-01dan K-02 .....................................................................

49

11.

Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-03 dan K-04 ..................................................................... 49

12.

Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-05 dan K-06 .................................................................... 50

13.

Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-07 dan K-08 .................................................................... 50

xii

14.

Grafik Rata-Rata Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Selama 28 Hari (4 Minggu) ...... 51

15.

Grafik Rata-Rata Penurunan Berat Badan Kelompok ekperimen Selama 28 Hari (4 Minggu) ............................ 64

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran ` 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Halaman 73 74 75 76 77 78

Data hasil perhitungan uji Hipotesis ................................................. Dokumentasi proses penelitian ......................................................... Hasil rekapitulasi konsumsi sampel eksperimen ............................... Surat kalibrasi alat (instrumen) penelitian ......................................... Ijin penelitian dan bukti penelitian .................................................... tabel uji-t ..........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Visi dan misi Indonesia sehat 2010 diamanatkan bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta xiv

kualitas kehidupan dan umur harapan hidup manusia, meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga dan masyarakat, serta untuk mempertinggi kesadaran masyarakat dan pentingnya hidup sehat. Indonesia mengalami permasalahan gizi komplek, sementara empat permasalahan gizi utama yaitu Kekurangan Energi Protein (KEP), Kekurangan Vitamin A (KVA), Anemia Defisiensi Besi dan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) belum sepenuhnya tertangani, muncul lagi permasalahan gizi lainnya yang saling bertolak belakang yaitu masalah gizi ganda dalam hal ini Kegemukan (Obesitas). (Rona Sari, 2003:7) Kegemukan (Obesitas) merupakan masalah gizi ganda yang disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuh. Hal ini dapat memicu munculnya berbagai masalah kesehatan seperti penyakit hipertensi, jantung koroner, Diabetes mellitus, dan penyakit pernafasan (Ali Khomsan , 2003:90), yang kemudian dapat diklasifikasikan seperti pada klasifikasi BMI (Body Mass Indexs) menurut WHO (World Health Organitation) (1998) sebagai berikut :

1 Tabel 1 Klasifikasi BMI menurut WHO (1998) Kategori (1) Underweight BMI (kg/m2) (2) < 18,5 kg/m2 Resiko Cormobiditas (3) Rendah (tetapi risiko terhadap masalah –masalah klinis lain meningkat) Rata - rata mulai meningkat Meningkat Sedang xv

Batas Normal Overweight Pre-obese Obese I

18,5 – 24,9 kg/m2 > 25 kg/m2 25 – 29.9 kg/m2 30 – 34,9 kg/m2

Obese II 35 - 39,9 kg/m2 Berbahaya Obese III > 40 kg/m2 Sangat berbahaya Sumber : I Dewa Nyoman Supariasa, dkk (2002 : 76).

Usaha untuk menghindari timbulnya penyakit-penyakit karena obesitas di atas dapat dilakukan dengan diet yaitu dengan mengatur makanan yang dikonsumsi sehari-hari atau sesuai dengan pengertian diet yaitu To eat and drink according to a regulated system, especially so as to lose weight or control a medical condition.(http://www.thefreedictionary.com/diet303.216). Maksudnya
adalah diet merupakan cara pengaturan makan dan minum sesuai dengan sistem yang teratur, khususnya untuk menurunkan berat badan atau untuk mengontrol kondisi kesehatan.

Teknik yang digunakan dalam pelaksanaan Diet tersebut dapat menggunakan ukuran Diet sebesar 1500 Kkal per hari, maksudnya adalah dalam setiap kali makan, jenis dan jumlah makanan yang dimakan diatur sedemikian rupa hingga dalam satu hari hanya memakan makanan dengan total kalori sebesar 1500 Kkal. Komponen-komponen yang terdapat dalam makanan tersebut terdiri dari kalori yang dikurangi 500-1000 Kkal dari kebutuhan standartnya, protein normal (1520%), cukup vitamin dan mineral, dan tinggi serat untuk memberi rasa kenyang. Hingga saat ini belum terdapat informasi yang jelas mengenai cara pemilihan dan pengaturan menu yang praktis untuk diet tipe ini, sehingga banyak sekali orang awam yang tidak berhasil dalam melaksanakan program dietnya, yang dimungkinkan karena terjadi kebosanan terhadap menu yang disajikan seharihari. xvi

Fakta tersebut mendorong untuk menciptakan sebuah teknik tentang bagaimana menciptakan menu yang baik bagi penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badannya dengan hasil yang konstan atau tetap. Hingga

tercapai berat badan yang normal sesuai dengan “Lean Body Weight” masyarakat Indonesia yaitu dengan rumus berikut “ B (Kg) = {(T cm – 100) – 10 % } + 10 % ”. B adalah berat badan hasil perkiraan (Kg), T adalah tinggi badan yang diukur (cm) (Ahmad Djaeni Sediaoetama, 2000:48).Cara untuk mengatur konsumsi penderita obesitas ini digunakan sebuah lingkaran terdiri dari 7 juring yang masing-masing juringnya berisi menu makanan dengan jumlah kalori sebesar 1500 Kkal. Lingkaran tersebut terdiri dari 6 tingkat yang masing-masing mempunyai ukuran berbeda. Lingkaran yang teratas merupakan lingkaran terkecil yang berisi komponen minyak dan gula, kemudian diteruskan dengan bagian sumber protein hewani dengan lingkaran yang semakin besar, dilanjutkan dengan sumber protein nabati, buah-buahan dan sayur-sayuran dimana lingkaranlingkaran tersebut diameternya semakin besar hingga lingkaran yang terluar yang berisi karbohidrat. Lingkaran tersebut kemudian oleh peneliti dinamakan Lingkaran Diet Rendah Kalori 1500 Kkal atau Lingkaran DRK 1500 Kkal. Tingkat efektivitas lingkaran itu belum diketahui, sehingga perlu adanya sebuah penelitian tentang penerapan lingkaran tersebut pada penderita obesitas.

1.2 Permasalahan

xvii

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa Penderita Obesitas.

1.3

Tujuan Penelitian

3.

Mengetahui pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas.

4.

Mengetahui tingkat efektivitas Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas.

1.4

Penegasan Istilah/ Batasan Operasional

1.

Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal adalah model lingkaran diet sebagai instrumen utama penelitian, yang digunakan sebagai media dalam Diet Rendah Kalori serta mengandung daftar makanan yang akan dikonsumsi dengan total nilai kalori sehari sebesar 1500 Kkal.

2.

Berat Badan adalah salah satu ukuran Anthropometri yang sering digunakan untuk menggambarkan status gizi seseorang (I Dewa Nyoman Supariasa, 2002: 39).

3.

Wanita dewasa adalah seseorang yang mempunyai jenis kelamin wanita dan mempunyai usia 18 tahun sampai dengan 55 tahun (Bag. Gizi RSCM & PAGI, 2002:118).

xviii

4.

Obesitas adalah individu dengan berat badan menurut tinggi badan lebih besar 120% dari berat badan standartnya ( Ali Khomsan 2003 : 17).

Berat badan standart adalah

B(kg) = {(T cm – 100) – 10 % } + 10 %

Keterangan : B adalah berat badan standart hasil perkiraan (Kg) T adalah tinggi badan yang diukur (cm). (Sumber : Ahmad Djaeni Sediaoetama, 2000 : 48)

1.5

Kegunaan Hasil penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam melakukan treatmen diet pada wanita dewasa. Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal merupakan salah satu media dalam Diet Rendah Kalori yang mempunyai tingkat kepraktisan dalam penyusunan menu sehari-hari dan mempunyai manfaat untuk menurunkan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas. BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Landasan Teori xix

2.1.1 Landasan Teoritis

Anthropometri sebagai Indikator Status Gizi

Status gizi adalah keadaan gizi sesorang. Status Gizi ditentukan oleh ketersediaan zat-zat gizi dalam jumlah cukup dan dalam kombinasi makanan pada waktu yang tepat, yang diperlukan tubuh untuk tumbuh dan berkembang serta untuk menormalkan fungsi organ tubuh. Pertumbuhan lebih menekankan pada fisik, dan perkembangan lebih menekankan pada mental dan kejiwaan seseorang. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran dan fungsi tingkat sel, organ maupun individu, yang diukur dengan ukuran berat (gram, pound, Kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Menurut Jelliffe D.B. (1989) pertumbuhan adalah peningkatan secara bertahap dari tubuh, organ dan jaringan dari masa pembentukan (konsepsi) sampai remaja (I Dewa Nyoman Supariasa, dkk. 2002 : 27). Salah satu alat ukur status gizi yang telah digunakan dalam kegiatan dan program gizi adalah Anthropometri. Anthropometri berasal dari kata anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran, jadi anthropometri adalah ukuran dari tubuh. Pengertian dari sudut pandang gizi yang diungkapkan oleh Jelliefe (1966) mengungkapkan bahwa Nutritional Anthropometry is measurement of the 6 variations of the physical dimension and the gross compotition of the Human Body at different age levels and degree of nutrition, dari definisi tersebut ditarik pengertian bahwa anthropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam xx

pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi, berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal lemak dibawah kulit (I Dewa Nyoman Supariasa, dkk. 2002:36). Anthropometri digunakan untuk mengukur status gizi yang terjadi karena adanya ketidak seimbangan antara asupan protein dan energi. Gangguan ini terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh. Penggunaan Anthropometri sebagai alat ukur status gizi semakin mendapat perhatian karena didorong oleh tersediaanya alat ukur untuk menilai status yang dapat digunakan secara luas dalam programprogram gizi masyarakat (FKUI, 2003:117). Indeks anthropometri yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami obesitas adalah dengan perbandingan berat badan per tinggi badan (BB/ TB). Berat badan seseorang dapat diukur menggunakan timbangan injak dan untuk mengukur tinggi badan seseorang dapat menggunakan meteran. Cara penggunaan timbangan injak untuk mengukur berat badan adalah sebagai berikut : 1) 2) Timbangan ditempatkan ditempat yang rata. Sampel naik diatasnya dengan posisi tegak berdiri pandangan lurus

kedepan sampai jarum pada timbangan tenang pada angka tertentu sesuai BB orang itu. 3) Pengukur mengawasi jarum penunjuk tepat didepan sampel yang ditimbang dan mata pengukur diusahakan tegak lulus dengan jarum penunjuk. xxi

4)

Catatlah hasil ukur pada formulir yang telah disediakan. Cara mengukur tinggi badan seseorang dengan meteran adalah sebagai

berikut: 1) 2) Pilihlah lantai yang rata Orang yang akan diukur tinggi badannya berdiri tegak ditempat yang rata, muka menghadap kedepan. 3) letakkan ujung meteran dibelakang bawah tumit orang tersebut dan tarik meteran keatas hingga ujung kepalanya. 4) Lakukan pengukuran dengan melihat angka yang sejajar dengan ujung

kepala orang itu dengan menggunakan alat bantu berupa penggaris segitiga siku-siku. Penggaris itu diletakkan tegak lurus dengan meteran hingga menempel ujung kepala orang yang diukur. 5) Baca angka dibawah sisi segitiga siku-siku pada meteran yang menunjukkan angka tinggi badan orang yang diukur dalam cm. 6) Catatlah hasil ukur pada formulir yang telah disediakan.

(I Dewa Nyoman Supariasa, 2002 : 42-46)

Hubungan

ukuran anthropometri terhadap status gizi dapat dijelaskan

dengan melihat gambar 1 dibawah ini.

UKURAN ANTHROPOMETRI GIZI

xxii

LINIER

MASSA JARINGAN

Adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang.

Menunjukkan ukuran massa tubuh

Contoh : Tinggi badan, Lingkar dada, Lingkaran kepala

Contoh : Berat Badan Lingkar Lengan Atas Tebal Lemak Bawah Kulit

Gambaran : Menunjukkan keadaan gizi (Gizi Kurang) akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu lampau.

Gambaran : Menunjukkan keadaan gizi (Gizi Kurang) akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu sekarang atau pada saat pengukuran.

Gambar 1 Hubungan ukuran Anthropometri dengan status gizi (I Dewa Nyoman Supariasa, dkk. 2002 : 35) 2.1.1.2 Obesitas

1)

Pengertian Obesitas Obesitas ditinjau dari segi klinis adalah kelebihan lemak dalam tubuh, yang

umumya ditimbun dalam jaringan subkutan (bawah kulit), sekitar organ tubuh dan kadang terjadi perluasan ke dalam jaringan organnya (FKUI, 2003 : 115).

xxiii

Obesitas ditinjau dari segi biologi adalah Abnormal body weight, usually defined as more than 20 percent above average for age, height and bone structure yaitu Berat tubuh yang tidak normal biasanya lebih dari 20% diatas rata umur, tinggi dan struktur tulang atau obesity is a condition in which a person's weight is 20 percent greater than a sex- and age-specific weight-for-height standard yaitu suatu kondisi dimana berat badan seseorang 20 % lebih besar dari jenis kelamin dan standart umur, berat dan tingginya. ( http://www.hyperdictionary.com/search.aspx?define=OBESITY) Obesitas ditinjau dari segi ilmu gizi adalah keadaan individu dengan berat badan menurut tinggi badan lebih besar 120% dari berat badan standartnya (Ali Khomsan , 2003 : 17). Berat badan standart dirumuskan dengan BB = {(TB-100)10%} + 10% (Ahmad Djaeni Sediaoetama, 2000:48).

2)

Penyebab Kegemukan Penyelidikan menunjukkan bahwa kegemukan pada orang dewasa

sebenarnya mulai dibentuk pada permulaan kehidupan dimana terjadi interaksi antara faktor genetik dan cara pemberian makanan yang akan merangsang pertumbuhan sel-sel lemak yang lebih banyak dalam berbagai jaringan lemak. Mekanisme dasar terjadinya kegemukan adalah masukan kalori yang melebihi pemakaiaan kalori untuk memelihara dan pemulihan kesehatan yang berlangsung cukup lama. Akibat kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam jaringan lemak, yang lama kelamaan akan mengakibatkan obesitas (kegemukan). Faktor makanan ini merupakan faktor yang terpenting untuk memicu terjadinya xxiv

kegemukan. Ketidakseimbangan antara masukan kalori dan pemaian dapat disebabkan banyak faktor antara lain : (1) Aktivitas fisik yang kurang (hidup santai) Pada umumnya seseorang yang gemuk kurang aktif daripada seorang dengan berat badan normal. (2) Meningkatnya konsumsi zat gizi tertentu Meningkatnya konsumsi zat gizi tertentu, terutama zat gizi yang menyebabkan kegemukan bila dimakan secara berlebihan. Zat gizi ini akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh dan akan meningkatkan berat badan secara keseluruhan. (3) Faktor genetik atau faktor keturunan Anak yang gemuk biasanya salah satu atau kedua orang tuanya gemuk. Apabila kegemukan ini selalu diturunkan sebagai bawaan dari orangtuanya atau karena kebiasaan makan yang berlebihan yang ditiru anaknya atau faktor lingkungan belum diketahui secara pasti. (4) Kelainan dari sel lemak itu sendiri. Kelainan metabolisme dan kelainan sel lemak pada seseorang dapat menimbulkan kegemukan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kegemukan, dalam

penanggulangannya pilihan utama digunakan untuk menurunkan berat badan adalah dengan melalui diet rendah kalori ( FKUI, 2003 : 116-117).

2.1.1.3 Pemberian Menu DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal xxv

1)

Diet Rendah Kalori Banyak cara untuk menanggulangi obesitas, misalnya dengan diet

rendah kalori yaitu dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung serat, vitamin dan mineral serta mengandung sedikit lemak dengan protein normal. Cara lain adalah dengan modifikasi perilaku

misalnya dengan meminum suplemen diet secara rutin disertai dengan frekuensi makan yang sering dengan jumlah makanan yang sedikit

(http://www.todaysdietitian.com/archieves/td_0504p30.shtml). Olahraga teratur dan terprogram juga merupakan salah satu solusi mengatasi obesitas misalnya dengan lari setiap pagi selama 30 menit, lari pagi dapat membakar lemak tubuh (http://www.sportengland.org/news/press_releases/SE_welcomes_Wanless_report .shtml), operasi pengangkatan lemak yang terdapat di jaringan dibawah kulit (subcutaneus fat) dan puasa. Seorang yang berpuasa selama 24 jam, bobot badannya bisa langsung turun 2-4 kg pada hari itu juga, kalau diet puasa ini diteruskan, terjadilah katabolisme otot yang berarti meningkatnya kehilangan nitrogen. Selama diet puasa tubuh hanya mengandalkan jaringan lemak sebagai bahan bakar. Diet semacam ini tidak dianjurkan (Ali Khomsan , 2003:91), tetapi yang dianjurkan adalah diet rendah kalori. Menurut para ahli dan pakar diet, diet rendah kalori yang baik adalah jika terdapat keseimbangan program makan, rendah lemak jenuh dan gula murni, dan mengandung protein yang sedang, dalam versi aslinya dikatakan “the best diet is a balanced eating plan, low in saturated fat and refined sugar, and moderate in xxvi

protein”

(http://www.diet-i.com/diets/best-diet.htm).

Menurut

Departemen

pendidikan dan kebudayaan (1989 : 205), diet adalah aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya, biasanya dilakukan atas petunjuk dokter. Diet juga dapat diartikan sebagai pengaturan konsumsi (intake) makanan ke dalam tubuh manusia. Diet dengan kalori rendah memaksa tubuh untuk melakukan penyesuaian metabolik. Misalnya, untuk mempertahankan kadar gula dalam darah tubuh harus memecah glikogen yang disimpan oleh hati dan otot. Lemak tubuh juga harus dimobilisasi untuk mencukupi kebutuhan energi. Diet yang dianjurkan oleh para ahli gizi adalah pengurangan energi seimbang. Idealnya diet harus mencukupi kebutuhan gizi penderita obesitas, hanya energi saja yang perlu dikurangi Penderita obesitas hendaknya membatasi konsumsi lemak. Cara ini diperkirakan bisa dicapai penurunan bobot badan 0,5 kg/ minggu. Di dalam 0,5 kg lemak tubuh penderita obesitas diperkirakan tersimpan energi 3.500 Kkal/ hari, diharapkan dalam waktu satu minggu bobot badan akan berkurang 0,5 kg. (Ali Khomsan , 2003:91-92). Jenis makanan yang dipilih untuk diet hendaknya mengandung cukup mineral dan vitamin. Suplemen vitamin dan mineral bahkan sangat diperlukan bila kandungan energi di dalam diet kurang dari 1.200 Kkal. Semakin rendah kandungan energi di dalam diet, semakin diperlukan bagi kita untuk memilih jenis makanan yang berkualitas tinggi (Ali Khomsan , 2003:92). Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 KKal ini merupakan salah satu dari 3 tipe diet yang sering digunakan untuk menurunkan berat badan hingga normal. Diet xxvii

Rendah Kalori (DRK) diberikan pada kegemukan atau bila kebutuhan kalori menurun, seperti pada hypothyroid, istirahat di tempat tidur untuk jangka waktu lama dan pada usia lanjut. Syarat yang harus dipenuhi agar dapat melaksanakan Diet Rendah Kalori (DRK) ini adalah (1) Kalori dikurangi sebanyak 500-1000 di bawah kebutuhan normal. Ini akan menyebabkan penurunan berat badan ½ -1 kg per minggu. Pengurangan kalori dilakukan dengan pengurangan hidrat arang dan lemak. (2) Protein Normal atau sedikit di atas kebutuhan normal, yaitu 1-1½ gr/kg berat badan. (3) (4) Cukup mineral dan vitamin. Tinggi serat untuk memberi rasa kenyang.

(Bagian Gizi R.S.C.M dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2002: 24).

2) Syarat Makanan yang Diberikan dalam Diet Rendah Kalori 1500 Kkal. Syarat Diet rendah kalori adalah bahwa semua makanan boleh diberikan dalam jumlah yang ditentukan, untuk memberikan rasa kenyang, sayuran dan buah dapat diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Bahan makanan yang harus dibatasi adalah makanan-makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti sirup, gula, selai, buah yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, es krim, kue manis, cake. Makanan yang berlemak : gorengan, makanan yang dimasak dengan kelapa atau santan, daging berlemak dan kacang tanah (Rona Sari , 2003:1). xxviii

Jenis makanan yang dipilih untuk diet hendaknya mengandung cukup mineral dan vitamin (Ali Khomsan , 2003:92), serta tinggi serat untuk memberi rasa kenyang (Bagian Gizi R.S.C.M dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2002: 24 ). Sedangkan proporsi dari makanan sumber penghasil energi tersebut adalah sebagai berikut : Proporsi Karbohidrat Proporsi Protein Proporsi Lemak : : : 60 – 70 % Energi, gula dibatasi 15 – 20 % Energi 20 – 25 % Energi (lemak tak jenuh).

3) Daftar Makanan Sumber Zat Gizi Mengkonsumsi aneka ragam jenis bahan makanan sangat perlu dilakukan untuk mencapai masukan gizi yang lengkap dan seimbang. Mengkonsumsi hanya satu jenis makanan dalam jangka waktu relatif lama, dapat mengakibatkan berbagai penyakit kekurangan gizi atau gangguan kesehatan (Departemen Kesehatan RI, 2002:10), sehingga diharapkan setiap individu seharusnya dapat memanfaatkan aneka ragam makanan yang tersedia di lingkungannya. Pantangan makan yang dapat merugikan kesehatan, seharusnya dihindari apabila ketentuan agama memang tegas-tegas melarang. Berikut ini adalah 6 golongan bahan makanan. Bahan makanan pada tiap golongan, dalam jumlah yang dinyatakan dalam daftar bernilai sama. Oleh karenanya satu sama lain dapat saling menukar dan disebut “1 satuan penukar” (Bagian gizi R.S.C.M. dan persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2002:119).

xxix

Beberapa bahan makanan dapat ditukar sesuai dengan padanan bahan makanan seperti dibawah ini :

Tabel 2 Golongan I, Daftar Bahan Makanan Sumber Hidrat Arang Ukuran Rumah Tangga Berat (gram) (URT) (1) (2) (3) Bihun ½ gelas 50 Kentang 2 biji sedang 200 Mi basah 1 ½ gelas 200 Mi kering 1 gelas 50 Makaroni kering 1 gelas 50 Roti putih 4 iris 80 Singkong *) 1 potong sedang 100 Tepung terigu 8 sendok makan 50 Ubi 1 biji sedang 150 Sumber : Bagian Gizi RSCM dan PAGI (2002: 120), dan Departemen Kesehatan RI (2002 : 11) Keterangan : Bahan makananan diatas dapat digunakan sebagai makanan pokok satu satuan penukar mengandung : 175 kalori, 4 gram protein dan 40 gram karbohidrat. *) Kurang mengandung protein, sehingga perlu ditambah ½ satuan penukar bahan makanan sumber protein. Bahan Makanan

Tabel 3 Golongan II Daftar Sayuran Bahan Makanan Labu siam xxx

Bayam

Buncis Bunga kol Cabe hijau Daun singkong Daun pepaya Daun bawang Daun melinjo Daun pakis Jagung muda Jantung pisang Jamur segar *) Kangkung *) Sumber : Bagian Gizi RSCM dan PAGI RI (2002 : 12)

Lobak *) Oyong *) Pare Pepaya muda *) Rebung *) Sawi *) Tauge *) Terong *) Tomat *) Wortel Kacang panjang Ketimun (2002: 121) dan Departemen Kesehatan

Keterangan : Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral terutama karoten, vitamin C, asam folat, kalsium, zat besi dan fosfor. Konsumsi sayuran sebaiknya berupa campuran dari daun-daun seperti bayam, kangkung, daun singkong, katuk dengan kacang panjang, buncis, wortel, labu kuning, dsb. Satu porsi sayuran adalah 100 gram sayuran lebih kurang 1 gelas (setelah dimasak dan ditiriskan) mengandung 50 kalori, 3 gram protein dan 10 gram karbohidrat. *) Kandungan energinya rendah.

Tabel 4 Golongan III Daftar Buah-Buahan Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga (URT) xxxi Berat (gram)

(1) (2) (3) Alpukat ½ buah besar 50 Apel ½ buah sedang 75 Belimbing 1 buah besar 125 Duku 10 buah 100 Jambu ari 2 buah sedang 100 Jeruk manis 2 buah sedang 100 Kedondong 1 buah besar 50 Mangga ½ buah sedang 50 Nangka 3 biji 75 Nanas 1/6 buah 100 Pepaya 1 potong sedang 75 Rambutan 8 buah 100 Sawo 1 buah sedang 50 Semangka 1 potong besar 150 Jambu biji 1 buah 100 Sumber : Bagian Gizi RSCM dan PAGI (2002: 122) dan Departemen Kesehatan RI (2002 : 13)

Keterangan : Buah merupakan sumber vitamin terutama karoten, vitamin B1, B6, C dan sumber mineral. Satu porsi buah adalah setara dengan 1 buah pisang ambon ukuran sedang atau 50 gram, mengandung 40 kalori dan 10 gram karbohidrat.

Tabel 5 Golongan IV Daftar Bahan Makanan Sumber Protein Nabati Ukuran Rumah Tangga Berat (gram) (URT) (1) (2) (3) Kacang kedele 2 ½ sendok makan 25 Kacang merah 2 ½ sendok makan 25 Kacang tanah kupas 2 sendok makan 20 (1) (2) (3) Kacang ijo 2 ½ sendok makan 25 Oncom 2 potong besar 50 Tahu 1 potong besar 100 Sumber : Bagian Gizi RSCM dan PAGI (2002: 121) dan Departemen Kesehatan RI (2002 : 14) xxxii Bahan Makanan

Keterangan : Satu satuan penukar mengandung : 80 kalori, 6 gram protein, 3 gram lemak dan 8 gram karbohidrat.

Tabel 6 Golongan V Daftar Bahan Makanan Sumber Protein Hewani Ukuran Rumah Tangga Berat (gram) (URT) (1) (2) (3) Daging ayam 1 potong sedang 100 Hati sapi 1 potong sedang 50 Ikan segar 1 potong sedang 50 Ikan asin 1 potong kecil 25 Ikan teri kering 2 sendok makan 25 Telur ayam kampung 2 butir 60 Telur ayam negeri 1 butir besar 60 Udang basah ¼ gelas 50 Susu sapi *) 1 gelas 200 Susu kerbau ½ gelas 100 Susu kambing ¾ gelas 150 Sumber : Bagian Gizi RSCM dan PAGI (2002: 120) dan Departemen Kesehatan RI (2002 : 15) Bahan Makanan

Keterangan : Satu satuan penukar mengandung : 95 kalori, 10 gram protein dan 6 gram lemak. *) Susu selain sebagai sumber protein, lemak juga mengandung karbohidrat, vitamin (terutama vitamin A dan niacin) serta mineral (kalsium dan fosfor). Tabel 7 Golongan VIa Daftar Minyak Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga (URT) xxxiii Berat (gram)

(1) (2) (3) Minyak Goreng ½ Sendok makan 5 Minyak Ikan ½ Sendok makan 5 Margarin ½ Sendok makan 5 Mentega ½ Sendok makan 5 Kelapa 1 potong kecil 30 Kelapa parut 5 Sendok makan 30 Santan ½ gelas 50 Sumber : Bagian Gizi RSCM dan PAGI (2002: 123) dan Departemen Kesehatan RI (2002: 16)

Keterangan : Satu satuan penukar mengandung : 45 kalori dan 5 gram lemak.

Tabel 8 Golongan VIb Daftar Gula Bahan Makanan (1) Ukuran Rumah Tangga (URT) (2) 1 sdm Berat (gram) (3) 10 10 10 50 50 50

Gula pasir Gula aren Gula kelapa/ gula jawa Selai/jam Madu 1 sdm Sirop Sumber : Departemen Kesehatan RI (2002: 16)

Keterangan : Satu satuan penukar mengandung 37 kalori dan 9 gram karbohidrat.

Kerangka Konsep

xxxiv

Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan ( Sukidjo Notoatmodjo, 2002 : 69 ).

Aktivitas yang kurang. • Faktor genetik • Kelebihan zat gizi tertentu • Kelainan sel lemak

OBESITAS

Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori)1500 Kkal

Penurunan Berat Badan

• • • • •

Aktivitas fisik Infeksi penyakit Kondisi psikologis Cara pengolahan bahan makanan Pola Makan (waktu, frekuensi, jumlah)

Keterangan : : : Variabel yang diteliti Variabel kontrol

Gambar 2 Bagan Kerangka Konsep Berfikir Pengaruh Hipotesis Penerapan Lingkaran DRK 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas. xxxv

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah : 1. H0 ( hipotesis nol) memprediksi bahwa independent variable (treatment) atau variable bebas tidak mempunyai efek pada dependent variable atau variable terikat dalam populasi (Agus, 2004:97). H0 ( hipotesis nol) dalam penelitian ini berbunyi : “Tidak ada pengaruh penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 KKal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas”. 2. H1 (hipotesis alternatif) memprediksi bahwa independent variable (treatment) atau variable bebas mempunyai efek pada dependent variable atau variable terikat dalam populasi (Agus, 2004:98). H1 (hipotesis alternatif) dalam penelitian ini berbunyi : “Ada pengaruh penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 KKal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas”.

BAB III xxxvi

METODE PENELITIAN

3.1

Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi Arikunto , 1998 : 117). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wanita dewasa penderita obesitas yang berusia 18 tahun sampai dengan 55 tahun dengan kondisi tubuh yang sehat (tidak sedang terinfeksi penyakit), tidak sedang hamil, tidak sedang mengalami depresi serta mempunyai berat badan lebih dari 120 % dari berat badan standartnya dengan kebutuhan kalori antara 2000 Kkal sampai dengan 2500 Kkal per hari.

3.2

Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto , 1998 : 117). Sampel dipilih secara porposive sampling. Sampel eksperimen dalam penelitian ini sebanyak 6 orang wanita dewasa penderita obesitas dengan dikenai perlakuan berdasarkan kriteria seperti pada populasi. Sampel Kontrol yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak 8 wanita dewasa penderita Obesitas dan tidak dikenai perlakuan.Porposive sampling adalah pengambilan sample yang didasarkan pada suatu tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasakan ciri atau sifat- sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Sukidjo Notoatmodjo, 2002 : 88) 23 xxxvii

3.3

Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu

konsep penelitian tertentu (Sukidjo Notoatmodjo, 2002 : 70). Jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Variabel bebas (Variabel Independent) Variabel bebas (Variabel Independent) adalah variabel sebab atau variabel yang mempengaruhi (Sukidjo Notoatmodjo, 2002 : 70). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal. 2) Variabel Tergantung (Variabel Dependent) Variabel Tergantung (Variabel Dependent) adalah variabel akibat atau variabel terpengaruh (Sukidjo Notoatmodjo, 2002 : 70). Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas. 3) Variabel Kendali Variabel kendali adalah variabel yang diperkirakan dapat mengganggu hasil penelitian sehingga perlu dikendalikan yaitu aktivitas fisik kaitannya dengan kebutuhan kalori perhari, kondisi psikologis, infeksi penyakit, cara pengolahan bahan makanan dan Pola makan.

xxxviii

3.4

Rancangan Penelitian (Jenis dan Metode Penelitian)

3.4.1 Jenis penelitian Jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu Pre-Eksperimental Design atau Quasi Eksperimen dengan katagori Pre-test and Post-test Design dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Ahmad Watik, 2003:127), disebut demikian karena eksperimen jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimental yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu (Suharsimi Arikunto , 1998 : 83) sedangkan didalam Pre-test and Post-test Design observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Observasi yang dilakukan sebelum eksperimen (X) disebut Pre-test dan Observasi sesudah eksperimen (Xn) disebut Post-test. Perbedaan antara X dan Xn yakni X- Xn diasumsikan merupakan efek dari perlakuan eksperimen (Suharsimi Arikunto , 1998 : 84).

3.4.2 Ukuran dan Analisis Data Ukuran yang digunakan adalah ukuran rasio. ukuran rasio merupakan ukuran yang mempunyai nilai absolute dari objek yang diukur, ukuran rasio mempunyai titik nol sehingga ukuran rasio dapat dimatematikakan misalnya ditambah, dikurangi, dibagi dan dikali ( Moh Nasir, 1999:160). Analisis data dilakukan dengan membandingkan kedua mean atau rata-rata hasil per kelompok, pengujian perbedaan mean dihitung dengan rumus t-test sebagai berikut :

xxxix

t =

M
2

x

−M
2

y

 ∑ x +∑ y   N + N −2 y  x

   

 1 1  +  N Ny  x

   

….(Suharsimi Arikunto , 1998 : 306)

Keterangan : Mx =

∑X
Nx

……

Nilai Rata-rata penurunan berat badan pada kelompok eksperimen.

My

=

∑Y
Ny

……

Nilai rata-rata penurunan berat badan pada kelompok

kontrol.

∑x

2

=

∑X

2

-

(∑ X ) ……. merupakan jumlah kuadrat dari selisih antara pre2

NX

test dan post-test kelompok eksperimen

∑y

2

=

∑Y

2

-

(∑Y )
Ny

2

…… merupakan jumlah kuadrat dari selisih antara pre-

test dan post-test kelompok kontrol d.b N X = Nx + Ny – 2 ……… = subjek pada sampel = Kelompok eksperimen dan Y = Kelompok kontrol Derajat bebas

xl

Tabel 9
Bentuk Data Pre-Test dan Post-Test Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Kelompok Eksperimen (X) No 1 2 3 4 5 6 Kode E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 Pre Test (X) Post test (X1) Beda (X) X2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kelompok Kontrol (Y) Kode Pre Test (Y) Post test (Y1) Beda (Y) Y2

Jumlah

K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 Jumlah

(Sumber: Suharsimi Arikunto , 1998 : 307)

3.4.3 Model Penelitian

Penelitian ini menggunakan model pendekatan longitudinal yang bersifat prospektif, maksudnya adalah mempelajari berbagai tingkat pertumbuhan dengan cara “mengikuti” perkembangan berat badan bagi individu-individu (sampel) yang sama (Suharsimi Arikunto , 1998 : 81).

3.5

Teknik Pengambilan Data

3.5.1 Data

Data yang diambil berupa hasil pengukuran dari berat badan sampel dan tinggi badan sampel. xli

3.5.2 Pengambilan data

Pengambilan data dilakukan dengan cara menimbang berat badan sampel pada :

1) 2)

Awal perlakuan (Pre-test) yaitu hari pertama, sebelum pelaksanaan diet

Post-test, dilakukan secara berkala, sebanyak 4 kali penimbangan setiap hari
yang ke-8. Pengambilan data pre-test dilakukan dengan cara pengukuran berat badan

dan tinggi badan secara langsung serta mempersilahkan sampel untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan guna mengetahui identitas sampel dan apakah obesitas dipengaruhi oleh faktor genetik atau tidak. Pengambilan data Post-test atau setelah diberi perlakuan dilakukan sebanyak 4 kali pengukuran yaitu hari yang ke-8, ke-15, ke-22 dan hari ke-29 dilakukan dengan cara mendatangi sampel dan melakukan pengukuran berat badan sampel secara langsung tanpa melakukan pengukuran tinggi badan. Data dicatat dalam tabel sebagai berikut

Tabel 10
Formulir Pengamatan Kondisi Awal Sampel DRK 1500 Kkal Kode Sam pel Nama Sam pel Obesitas karena faktor Genetik Ya Ti dak

Sam pel

Alamat

Umur (th)

TB (cm)

BB (Kg)

Jenis Akti vitas

I. II. III. IV. V. xlii

Tabel 11.a
Formulir Pengamatan Berat Badan Pre-test dan Post-test kelompok ekperimen
Pre Test BB (kg) Hari 1(X) Post Test BB (Kg) I Hari 8 (X1) II Hari 15 (X2) III Hari 22 (X3) IV Hari 29 (X4) Rata-rata BB (kg)

No.

Kode Res.

1 2 3 4 5 6

E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06

Rata-rata

Tabel 11.b
Formulir Pengamatan Berat Badan Pre-test dan Post-test kelompok kontrol
Pre Test BB (kg) Hari 1 (Y) Post Test BB (Kg) I Hari 8 (Y1) II Hari 15 (Y2) III Hari 22 (Y3) IV Hari 29 (Y4) Rata-rata BB (kg)

No.

Kode Res.

1 2 3 4 5 6 7 8

K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08

Rata-rata

xliii

3.5.3 Waktu dan lokasi pengambilan data

1)

Waktu
Penelitian pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500

Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas mulai dilaksanakan pada 1 Maret 2005 sampai dengan 29 Maret 2005.

2)

Lokasi pengambilan data
Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di kota Semarang sesuai

dengan tempat tinggal atau tempat bekerja sampel eksperimen (sampel yang diberi perlakuan) dan sampel kontrol yaitu di SLTP N 26 Semarang, Puskesmas Gunungpati, SD Gunungpati 03 dan RT 07/ RW 08 Siwakul - Ungaran.

3.6

Prosedur Penelitian

3.6.1 Persiapan

1)

Menyediakan Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal sebagai media diet, untuk kemudian lingkaran tersebut diujikan kepada 5 orang guna mengetahui apakah lingkaran tersebut layak digunakan untuk penelitian. Lima orang tersebut harus menjawab beberapa pertanyaan berikut : (1) Apakah Saudara dapat membaca tulisan yang ada dalam lingkaran DRK 1500 kkal tersebut ? xliv

(2)

Apakah setelah diberi penjelasan tentang cara penggunaan lingkaran tersebut, saudara dapat menggunakannya sendiri sesuai dengan menu yang saya sebutkan ?

(3)

Menurut penilaian saudara apakah lingkaran DRK 1500 Kkal ini perlu diperbaharui, misalnya tulisannya, tebal dan tipisnya tulisan atau yang lainnya ?

2)

Menyediakan timbangan badan berupa timbangan injak untuk mengukur berat badan, meteran berupa rool meter untuk mengukur tinggi badan dan timbangan makanan berupa timbangan pegas ukuran 2 kg untuk menimbang makanan yang akan dimakan oleh sampel eksperimen dimana ketiga alat tersebut telah diuji atau dikalibrasi di Balai Metrologi dan Geofisika terlebih dahulu.

3)

Menyediakan lembar pencatatan berupa formulir control tentang cara pengolahan bahan makanan dan daftar menu yang dipilih untuk dikonsumsi dari media lingkaran DRK 1500 Kkal yang telah disediakan.

4)

Menyediakan Formulir pencatatan tentang makanan yang dikonsumsi oleh sample control beserta dengan waktu makan, cara pengolahan makanan dan banyaknya makanan yang dikonsumsi.

5)

Menyediakan kuesioner untuk mengetahui identitas calon sampel dan kemudian mewawancarai calon sampel tentang keadaan fisik calon sampel ( Sehat atau sakit), keadaan psikologinya, seperti sedang stres atau tidak, aktivitas fisik yang dilakukan atau kegiatan sehari-hari kaitannya dengan pekerjaan. xlv

6)

Mencari dan menetapkan calon sampel sebagai sampel penelitian yang sesuai dengan kriteria yaitu wanita dewasa penderita obesitas dengan berat badan lebih dari 120% dari berat badan standarnya yang pada saat pengukuran awal mempunyai kebutuhan kalori 2000-2500 Kkal sebanyak 6 orang sebagai sampel eksperimen (sampel treatmen/ perlakuan) dan 6 orang sampel kontrol yang tidak dikenai perlakuan, dengan cara pengukuran BB dan TB calon sampel dan pendataan mengenai aktifitas fisik/ pekerjaan sehari-hari dan data mengenai faktor genetik Non-Genetik calon sampel.

3.6.2 Pelaksanaan Penelitian

1) 2)

Mendatangi sampel baik sampel eksperimen maupun sampel kontrol. Memberikan media yang berupa Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal, timbangan makanan untuk mengukur berat makanan yang akan dikonsumsi dan Formulir Kontrol untuk mengetahui konsumsi yang dimakan sehari-hari berdasarkan Lingkaran DRK 1500 Kkal kepada masing-masing sampel eksperimen atau yang dikenai perlakuan.

3)

Memberikan formulir pencatatan tetang makanan yang dikonsumsi seharihari kepada sampel kontrol.

4)

Memberi penjelasan tentang penggunaan media tersebut kepada sampel experimen..

xlvi

5)

Mengontrol sampel experimen dan sampel kontrol setiap hari dengan meminta lembar pencatatan seperti tersebut diatas. Pengontrolan ini dimulai pada hari ke-2 setelah perlakuan yang diberikan sampai hari yang ke-28.

6)

Melakukan penimbangan BB dan pengukuran TB kepada sampel sebelum perlakuan dimulai yaitu hari 1 dan selanjutnya dilakukan penimbangan BB setiap hari yang ke 8, 15, 22 dan hari ke-29.

7)

Melakukan pencatatan pada formulir data hasil pre-test dan post- test sampel experimen dan sampel kontrol.

3.7

Instrumen Penelitian

3.7.1 Lingkaran DRK 1500 Kkal

1)

Tujuan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal merupakan instrumen

utama dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk menentukan menu yang dikonsumsi oleh sampel experiment.

2)

Cara Penggunaan Model penyusunan menu dalam diet 1500 Kkal ini dibantu dengan

menggunakan sebuah media yang berupa lingkaran menu. Bentuk lingkaran yang digunakan sebagai media dalam diet rendah kalori 1500 Kkal ini adalah seperti berikut :

xlvii

(1) Lingkaran terdiri dari 6 tingkat lingkaran, yang masing-masing saling bergabung dan berpusat pada satu poros yang sama, yaitu di pusat lingkaran. (2) Masing-masing lingkaran dapat diputar, baik searah dengan jarum jam maupun berlawanan dengan jarum jam. (3) Masing-masing lingkaran mempunyai nilai energi yang hampir sama. (4) Juring pada lingkaran berjumlah 7, hal ini dimaksudkan agar susunan menu tersebut dapat dipakai dalam satu minggu atau 7 hari sekaligus tanpa harus merubah posisi lingkaran setiap hari. (5) Masing-masing juring mempunyai nilai kalori total + 1500 Kkal.

Lingkaran-lingkaran tersebut terdiri dari daftar bahan makanan penukar dengan komposisi sebagai berikut : (1) Lingkaran pertama berisikan bahan makanan sumber hidrat arang dengan nilai kalori sebesar 525 Kkal/ hari, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 175 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore. (2) Lingkaran kedua berisikan sayur-sayuran dengan nilai kalori sebesar 200 Kkal/ hari, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 50 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3-4 kali yaitu pagi, siang, sore dan malam hari menjelang tidur. (3) Lingkaran ketiga berisikan buah-buahan dengan nilai kalori sebesar 200 Kkal/ hari, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 40 Kkal, dengan frekuensi makan 5 kali makan, yaitu bersamaan dengan makan pagi, siang, xlviii

sore masing-masing satu porsi dan yang dua porsi sebagai makanan selingan yaitu dimakan jam 10.00 pagi dan jam 15.00, tetapi tidak menutup kemungkinan jika yang dua porsi dimakan sekaligus. Sehingga frekuensi makan menjadi 3 kali. (4) Lingkaran keempat berisikan bahan makanan sumber protein nabati dengan nilai kalori sebesar 240 Kkal, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 80 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3 kali yaitu bersamaan pada saat makan pagi, siang dan sore. (5) Lingkaran kelima berisikan bahan makanan sumber protein hewani dengan nilai kalori sebesar 285 Kkal, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 95 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore atau malam hari. (6) Lingkaran keenam berisikan minyak dan gula dengan nilai kalori dari minyak 20 Kkal, sedangkan nilai kalori dari gula 30 Kkal. Apabila ingin mencari menu yang akan dimakan dalam satu hari, Lingkaran Diet Rendah Kalori 1500 Kkal ini dapat disesuaikan dengan selera dari peserta Diet, dengan cara memutar posisi lingkaran. Lingkaran Diet ini sudah mempunyai jumlah kalori yang hampir sama dalam setiap bagiannya yaitu sekitar 1500 Kkal. Sehingga dapat mempermudah peserta Diet 1500 Kkal dalam mengkombinasikan menu makanan yang akan dipakai sebagai acuan makan dalam satu hari itu. Cara tersebut akan mempermudah pelaksana diet dalam mengkombinasikan atau memvariasikan menu makanan yang akan dimakan untuk mencukupi kebutuhan energinya tanpa harus melanggar tatanan diet yang harus tetap dijalani selama program dietnya masih berlangsung serta dapat meminimalisir terjadinya xlix

kebosanan menu makanan pada Diet. Hal ini akan sangat menunjang terjadinya keberhasilan diet yaitu dengan adanya indikator keberhasilan Diet yang berupa penurunan berat badan hingga mencapai normal, yaitu sesuai dengan “Lean Body

Weight” dimana Berat badan normal adalah {(T cm – 100) – 10 % } + 10 %
(Ahmad Djaeni Sediaoetama, 2000:48). Gambar Lingkaran tersebut dapat dilihat pada gambar 3.

100 gr 100 gr 135 gr 135 gr 200 gr 135 gr 135 gr 20 0 gr 170 gr 13 13 5 5 gr gr 170 gr 17 0 gr 25 gr 17 0 gr 25 0 gr 25 gr 25 gr 25 gr 25 gr 25 0 gr 125 gr 13 13 5 5 gr gr 80 gr 50 gr 20 gr 25 gr 60 gr 200 gr 20 0 gr 60 gr 60 gr 20 gr 2020 gr gr 20 gr 10 0 gr 10 0 gr 20 gr 20 gr 50 gr 50 gr 50 gr 10 0 gr 10 0 gr 10 0 gr 25 gr 25 gr 50 gr 125 gr 125 gr 135 gr 135 gr 135 gr 135 gr 80 gr 80 gr 100 gr 135 gr 135 gr 100 125 gr 135 gr 135 gr 25 gr 125 gr 12 5 gr 135 gr 135 gr 10 0 gr 12 5 gr 12 5 gr 85 gr 135 gr 135 gr 170 gr 170 gr 125 gr 13 13 5 5 gr gr 50 gr 13 13 5 5 gr gr 13 13 5 5 gr gr 20 0 gr 135 gr 135 gr 100 gr 50 gr

135 gr 135 gr 50 gr

20 0 gr

13 13 5 5 gr gr 13 13 5 5 gr gr

15 0 gr

20 0 gr 25 gr 25 gr

50 gr 35 gr

1 2 gr

5 0 gr 15 gr

15 0 gr

13 13 5 5 gr gr

25 0 gr

25 gr 50 gr 50 gr

5 0 gr
50 gr 50 gr

6 gr
50 gr 50 gr

50 gr

10 0 gr

85 gr

13 13 5 5 gr gr

20 0 gr

85 gr 13 13 5 5 gr gr 20 0 gr

15 0 gr

13 13 5 5 gr gr

50 gr

Gambar 3
Model Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal l

Keterangan :

= = =

Lingkaran pertama, memuat daftar makanan penukar nasi Lingkaran kedua, memuat daftar makanan penukar sayuran Lingkaran ketiga, memuat daftar makanan penukar buahbuahan

=

Lingkaran keempat, memuat daftar makanan penukar Tempe (Protein Nabati)

=

Lingkaran kelima, memuat daftar makanan penukar daging (protein Hewani)

=

Lingkaran keenam, memuat daftar makanan penukar Minyak dan gula

=

Pusat Lingkaran

3.7.2 Timbangan Injak

1)

Tujuan

: Untuk mengetahui berat badan Sampel sebelum dan sesudah perlakuan.

2)

Cara Penggunaan (1) (2) Timbangan ditempatkan ditempat yang rata. Sampel naik diatasnya dengan posisi tegak berdiri pandangan lurus kedepan sampai jarum pada timbangan tenang pada angka tertentu sesuai BB sampel. li

(3)

Pengukur berdiri tegak lurus dengan sampel dan jarum penunjuk pada timbangan. Peneliti juga boleh sambil jongkok untuk melihat angka penunjuk tetapi masih menghadap tegak lurus sampel dan jarum penunjuk.

Pengukuran berat badan ini dilakukan sebelum makan pagi dan sesudah buang air besar. 3) 4) Petugas Kapasitas/ daya baca : 1 orang : 120 kg/ 1 kg

3.7.3 Timbangan makanan

1) 2)

Tujuan

: untuk mengetahui berat makanan yang harus dimakan.

Cara Penggunaan : (1) Sebelum makanan ditimbang maka jarum pada timbangan harus ada diangka nol. Caranya dengan memutar bagian yang hitam pada timbangan kearah kanan atau kearah kiri. Untuk mempermudah maka tempat yang digunakan untuk menimbang sudah diletakkan diatas timbangan. (2) Setelah itu makanan ditimbang dengan meletakkan makanan diatas tempat makanan yang sudah ditimbang tadi. Makanan ditimbang sesuai dengan ukuran gram yang ada pada lingkaran DRK 1500 Kkal.

3)

Petugas

: pelaku diet sendiri dalam hal ini adalah sampel eksperimen.

4)

Kapasitas/ daya baca

: 2 kg/ 10 gr lii

3.7.4 Meteran

1) 2)

Tujuan

: Untuk mengetahui tinggi badan sampel.

Cara Penggunaan : (1) (2) Sampel berdiri tegak ditempat yang rata, muka menghadap kedepan. Petugas 1 menarik meteran, meletakkan ujung meteran dibelakang tumit sampel dan memeganginya. (3) Petugas 2 menarik meteran yang sudah diletakkan dibelakang tumit sampel kearah kepala sampel dan melakukan pengukuran dengan melihat angka yang sejajar dengan ujung kepala sampel. Pengukuran ini dapat dibantu dengan penggaris yang lurus atau penggaris siku.

3) 4)

Petugas Kapasitas/ daya baca

: 2

orang

: 5 meter/ 1 mm

3.7.5 FP2 (Food Processor)

1)

Tujuan

: Untuk

mengetahui

kebutuhan

kalori

sampel

dihubungkan dengan tingkat aktivitas sehari-hari. 2) Cara Penggunaan : Data-data sampel tentang BB, TB, Umur, Aktivitas, nama, Jenis kelamin dimasukkan kedalam Program FP2 melalui menu Compute Recommended

Nutrient Intakes , tekan angka 2, pilih Enter, pilih metrik, enter, masukkan
data, enter. 3) Petugas : 1 orang liii

3.7.6 Kuesioner

1)

Tujuan

: Untuk mengetahui apakah sampel mengalami obesitas karena faktor genetik.

2) 3)

Cara Penggunaan : Menuliskan data sampel kedalam kuesioner. Petugas : sampel sendiri atau peneliti jika sampel kesulitan menulis.

3.7.7 Formulir Control sampel experimen tentang makanan yang dikonsumsi

1)

Tujuan

: untuk mengontrol dan mengetahui konsumsi sampel eksperimen.

2)

Cara Penggunaan : mengisi formulir dengan konsumsi yang dimakan dalam satu hari itu sampai dengan hari yang ke-28.

3)

Petugas

: sampel sendiri atau peneliti jika sampel kesulitan menulis.

3.7.8 Formulir Pencatatan sampel kontrol tentang makanan yang dikonsumsi

1)

Tujuan

: untuk mengontrol dan mengetahui konsumsi sampel kontrol dalam 1 hari dan untuk mengetahui konsumsi sampel kontrol dalam 28 hari.

2)

Cara Penggunaan : konsumsi yang dimakan dari hari 1 sampai dengan hari ke-28 ditulis kedalam formulir yang disediakan. Pengisian disesuaikan dengan tanggalnya. liv

3)

Petugas

: sampel sendiri atau peneliti jika sampel kesulitan menulis.

3.7.9 Formulir data pengamatan awal sampel experimen

1)

Tujuan

: untuk mengetahui data awal sampel experimen sebelum perlakuan dimulai, terutama tentang data BB dan TB nya

2) 3)

Cara Penggunaan Petugas

: menuliskan data kedalam formulir. : 1 orang

3.7.10 Formulir pengamatan berat badan sampel experiment dan sampel kontrol
1) Tujuan : untuk mengetahui perkembangan berat badan sampel experiment dan sampel kontrol dari hari 1 sampai dengan hari ke-28. 2) Cara Penggunaan : menuliskan data kedalam formulir setiap hari ke-8, ke-15, ke-22 dan ke-29. 3) Petugas : 1 orang

3.8

Analisis Data

Analisis data menurut langkah-langkah berikut: 1) Memasukkan data kuesioner pada tabel pengamatan awal (Tabel 10). lv

2)

Mulai melakukan pengamatan dan memasukan data dalam data pengamatan berat badan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Tabel 11).

3)

Melakukan perhitungan pre-test dan post-test penurunan berat badan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan memasukkan data pada tabel perhitungan uji-t (Tabel 9).

4)

Mencari mean dari perbedaan Pre-test dengan Post-test penurunan berat badan per minggu dan rata-rata penurunan berat badan dalam 28 hari pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan rumus sebagai berikut: Kelompok eksperimen

Mx

=

∑X
Nx

……..(Suharsimi Arikunto , 1998:306)

Kelompok kontrol

My

=

∑Y
Ny

...…..(Suharsimi Arikunto , 1998:306)

5)

Mulai melakukan tes signifikansi (α=0,05) atau t-statistik (t.s) dengan rumus sebagai berikut :

. t =

M
2

x

−M
2

y

(Suharsimi Arikunto , 1998:306)    

 ∑ x +∑ y  N + N −2 y  x

   

 1 1  +  N Ny  x

lvi

6)

Menentukan derajat bebas ( d.b.) (α=0,05), dengan rumus sebagai berikut :

d.b. = nx + ny- 2

.... (Suharsimi Arikunto , 1998:307)

7)

Mencari nilai t-tabel (t.t) sesuai dengan derajat bebasnya (d.b.) Dengan taraf kepercayaan 95% (α=0,05)

8) 9)

Membandingkan nilai t-tabel (t.t) dengan nilai t-statistik (t.s). Menarik kesimpulan, dengan ketentuan sebagai berikut : (1) Jika nilai t-statistik (t.s) > t-tabel (t.t) maka H1 (hipotesis alternatif) diterima dan H0 (hipotesis nol) ditolak . Dalam hal ini jika H1 diterima dan H0 ditolak, maka kesimpulannya menjadi : “ Ada pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita Obesitas.“ (2) Jika nilai t-statistik (t.s) < t-tabel (t.t) maka H1 (hipotesis alternatif) ditolak dan H0 (hipotesis nol) diterima. Dalam hal ini jika H1 ditolak dan H0 diterima maka kesimpulannya menjadi : “ Tidak ada pengaruh penerapan Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita Obesitas. “

lvii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4 Hasil Penelitian

4.1.1 Hasil Pengukuran pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Hasil penelitian dan pengambilan data pada kelompok eksperimen (tabel 12) dan kelompok kontrol (tabel 13) yang dilakukan sebanyak 5 kali terdiri dari 1 kali pengambilan data pre-test dan 4 kali pengambilan data post-test menunjukkan hasil sebagai mana ditampilkan pada tabel berikut ini :

Tabel 12
Data Hasil Pengukuran Berat Badan Kelompok Eksperimen Pre Test BB (kg) Hari 1(X) (3) 69.0 81.0 61.0 66.0 75.0 61.0 68.83 Post Test BB (Kg) II III Hari 15 (X2) (5) 67.5 80.5 60.0 65.0 75.0 60.0 68.00 Hari 22 (X3) (6) 67.0 80.0 59.5 64.5 74.0 59.0 67.33

No Kode (N) Res.

I Hari 8 (X1) (4) 68.0 80.0 60.5 65.5 74.5 59.5 68,00

IV Hari 29 (X4) (7) 67.5 79.0 59.0 63.5 73.5 58.0 66.75

Ratarata BB (kg) (8) 67.50 79.88 59.75 64.63 74.25 59.13 67.52

(1) (2) 1 E-01 2 E-02 3 E-03 4 E-04 5 E-05 6 E-06 Rata-rata

lviii 44

Tabel 13
Data Hasil Pengukuran Berat Badan Kelompok Kontrol Pre Test BB (kg) Hari 1 (X) (3) 70.0 66.0 60.0 73.0 66.0 73.0 59.5 68.0 66.94 Post Test BB (Kg) II III Hari 15 (X2) (5) 71.0 66.0 60.0 73.0 64.5 72.0 59.0 68.0 66.69 Hari 22 (X3) (6) 71.0 66.0 60.5 73.5 65.0 73.0 59.5 69.0 67.19

No.

Kode Res.

I Hari 8 (X1) (4) 70.0 66.0 60.0 73.0 65.0 73.0 60.0 68.0 66.88

IV Hari 29 (X4) (7) 70.0 66.0 60.0 73.0 65.0 73.0 59.0 68.5 66.81

Ratarata BB (kg) (8) 70.50 66.00 60.13 73.13 64.88 72.75 59.38 68.38 66.89

(1) (2) 1 K-01 2 K-02 3 K-03 4 K-04 5 K-05 6 K-06 7 K-07 8 K-08 Rata-rata

Data diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel eksperimen (N) sebanyak 6 orang responden dan 8 orang rresponden pada kelompok kontrol, masing-masing responden mengalami penurunan berat badan yang berbeda satu dengan yang lain. Grafik hasil pengukuran pada masing – masing sampel baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

lix

Jumlah penurunan BB (kg)
2.5 2.0 2.0 1.5 1.5 1.0 1.0 0.5 0.0 1 2 3 4 1.5

Minggu

Gambar 4
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-01

Jumlah penurunan BB (kg)
2.5 2.0 2.0 1.5 1.0 1.0 0.5 0.0 1 2 3 4 0.5 1.0

Minggu

Gambar 5
Grafik Post Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-02 lx

Jumlah penurunan BB (kg)
2.5 2.0 2.0 1.5 1.5 1.0 1.0 0.5 0.5 0.0 1 2 3 4

Minggu

Gambar 6
Grafik Post Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-03

Jumlah penurunan BB (kg)
3.0 2.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 1 2 3 4 0.5 1.0 1.5 2.5

Minggu

Gambar 7
Grafik Post Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-04 lxi

Jumlah penurunan BB (kg)
1.6 1.4 1.2 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

1.5 1.0

0.5 0.0 1 2 3 4

Minggu

Gambar 8
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-05

Jumlah penurunan BB (kg)
3.5 3.0 2.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 1 2 3 4 1.5 1.0 2.0 3.0

Minggu

Gambar 9
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Ekperimen E-06 lxii

Jumlah penurunan BB (kg)
0.0 -0.5 -1.0 -1.0 -1.5 K-01 K-02 1 0.0 0.0 2 -1.0 0.0 -1.0 3 -1.0 0.0 4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0

Minggu

Gambar 10
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-01 dan K-02

Jumlah penurunan BB (kg)
0.0 -0.2 -0.4 -0.6 K-03 K-04 -0.5 1 0.0 0.0 2 0.0 0.0 3 -0.5 -0.5 4 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0

Minggu

Gambar 11
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-03 dan K-04 lxiii

Jumlah penurunan BB (kg)
2.0 1.5 1.5 1.0 1.0 0.5 0.0 K-05 K-06 0.0 1 1.0 0.0 2 1.5 1.0 0.0 3 1.0 0.0 0.0 4 1.0 0.0 1.0 1.0 1.0

Minggu

Gambar 12
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-05 dan K-06

Jumlah penurunan BB (kg)
1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5 K-07 K-08 1 -0.5 0.0 2 0.5 0.0 0.0 0.0 -0.5 -1.0 3 0.0 -1.0 4 0.5 -0.5 -0.5

0.5 0.0

0.5

Minggu

Gambar 13
Grafik Post-Test Penurunan Berat Badan Sampel Kontrol K-07 dan K-08 lxiv

Gambar diatas menunjukkan hasil penurunan berat badan per individu sampel. Hasil penelitian tentang penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal pada kelompok eksperimen adalah penurunan berat badan yang dicapai setelah melakukan treatmen diet dengan menggunakan alat tersebut dan hasil penelitian pada kelompok kontrol adalah perubahan berat badan, baik kenaikkan maupun penurunan yang berlangsung selama 28 hari. Kelompok kontrol ini tidak diberi perlakuan atau treatmen. Hasil penurunan berat badan yang dicapai oleh kelompok ekperimen didapatkan dari selisih antara pre-test dengan post-test pengukuran berat badan, selisih itu kemudian diasumsikan sebagai akibat dari treatmen yang diberikan yaitu penerapan lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal. Rata-rata penurunan berat badan yang diperoleh setelah 28 hari pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditunjukkan pada gambar 14.

Jumlah Penurunan Berat Badan (Kg)
2.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 -0.5 8 Hari 15 Hari 22 Hari 29 Hari Kelompok Kontrol 0.83 0.06 0.25 -0.25 0.83 0.13 1.50 2.08

Kelompok Eksperimenl

Gambar 14
Grafik Rata-Rata Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Selama 28 Hari (4 Minggu) lxv

4.1.2 Hasil Uji Hipotesis

4.1.2.1 Uji Hipotesis Post-test 1

Uji beda data pre-test dan post-test 1 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji–t diperoleh hasil harga tstatistik dengan tingkat kepercayaan 95 % dan taraf signifikansi 5 % sebesar 3,452 dan db = nx + ny -2 = 6 + 8 - 2 = 12 diperoleh t (0.95)(12) = 1,782

Daerah Penerimaan H0

1,782 3,452

karena t

statistik

(3,452) > t

tabel

(1.78) maka t

statistik

berada pada daerah penolakan

Ho dan penerimaan H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa : 1. Hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan “Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-I”, diterima. 2. Hipotesis Nol (H0) yang menyatakan “Tidak Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-I”, ditolak.

lxvi

4.1.2.2 Uji Hipotesis Post-test 2

Uji beda data pre-test dan post-test 2 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji–t diperoleh hasil harga tstatistik dengan tingkat kepercayaan 95 % dan taraf signifikansi 5 % sebesar 1,62 dan db = nx + ny -2 = 6 + 8 - 2 = 12 diperoleh t (0.95)(12) = 1,782

Daerah Penerimaan H0

1,62

1,78

karena t

statistik

(1,62) < t

tabel

(1.78) maka t

statistik

berada pada daerah penerimaan

Ho dan penolakan H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa : 1. Hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan “Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-II”, ditolak. 2. Hipotesis Nol (H0) yang menyatakan “Tidak Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-II”, diterima.

lxvii

4.1.2.3 Uji Hipotesis Post-test 3

Uji beda data pre-test dan post-test 3 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji–t diperoleh hasil harga tstatistik dengan tingkat kepercayaan 95 % dan taraf signifikansi 5 % sebesar 5,612 dan db = nx + ny -2 = 6 + 8 - 2 = 12 diperoleh t (0.95)(12) = 1,782

Daerah Penerimaan H0

1,78

5,612

karena t

statistik

(5,612) > t

tabel

(1.78) maka t

statistik

berada pada daerah penolakan

Ho dan penerimaan H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa : 1. Hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan “Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-III”, diterima. 2. Hipotesis Nol (H0) yang menyatakan “Tidak Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-III”, ditolak.

lxviii

4.1.2.4 Uji Hipotesis Post-test 4

Uji beda data pre-test dan post-test 4 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji–t diperoleh hasil harga tstatistik dengan tingkat kepercayaan 95 % dan taraf signifikansi 5 % sebesar 7,154 dan db = nx + ny -2 = 6 + 8 - 2 = 12 diperoleh t (0.95)(12) = 1,782

Daerah Penerimaan H0

1,78

7,154

karena t statistik (7,154) > t tabel (1.78) maka t statistik berada pada daerah penolakan Ho dan penerimaan H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa : 1. Hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan “Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-IV”, diterima. 2. Hipotesis Nol (H0) yang menyatakan “Tidak Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas pada minggu ke-IV”, ditolak.

lxix

4.1.2.5 Uji Hipotesis Akhir (Total)

Uji hipotesis akhir merupakan uji untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan pada wanita dewasa penderita obesitas, setelah treatmen atau perlakuan diterapkan selama 28 hari pada sampel eksperimen. Uji tersebut dengan menggunakan Uji t. Perhitungan dengan Uji t mengacu pada data hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel 14 yang merupakan perhitungan antara data pre-test dengan data rata-rata post-test penurunan berat badan selama 4 minggu antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol

Tabel 14
Data Pre-Test dan Rata-Rata Post-Test Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Kelompok Eksperimen (X) Pre No Kode Test (X) 1 2 3 4 5 6 E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 69.0 81.0 61.0 66.0 75.0 61.0 Post test (X1) 67.5 79.9 59.8 64.6 74.3 59.1 Kelompok Kontrol (Y) Pre X
2

Beda (X) 1.50 1.13 1.25 1.38 0.75 1.88

Post test (Y1)
70.0 66.0 60.0 73.0 65.0 73.0 60.0 68.0 535.0

Bed a (Y)
0.00 0.00 0.00 0.00 1.00 0.00 -0.50 0.00 0.50 0.00 0.00 0.00 0.00 1.00 0.00 0.25 0.00 1.25

No

Kode

Test (Y)

Y2

2.25 1.27 1.56 1.89 0.56 3.52

1 2 3 4 5 6 7 8

K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08

70.0 66.0 60.0 73.0 66.0 73.0 59.5 68.0 535.5

Jumlah

413.00

405.13

7.88

11.05

Jumlah

lxx

Rumus yang digunakan dalam melakukan Uji –t adalah sebagai berikut :

t =

Mx − My  ∑ x 2 + ∑ y2   1 1     +  Nx + Ny − 2   Nx Ny    

Kriteria : - Ho diterima apabila t statistik < t(1- α)(nx+ny-2)

Hasil dari pengujian Uji-t didapatkan harga tstatistik dengan tingkat kepercayaan 95 % dan taraf signifikansi (α) 5 % sebesar 5,772 dan derajat bebas (db) = nx+ny-2 = 6 + 8 - 2 = 12 diperoleh t (0.95)(12) = 1,78.

Daerah Penerimaan H0

1,78

5,772

karena t

statistik

(5,772) > t

tabel

(1.78) maka t

statistik

berada pada daerah penolakan

Ho dan penerimaan H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa : 1. Hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan “Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas”, diterima. 2. Hipotesis Nol (H0) yang menyatakan “Tidak Ada Pengaruh Penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap Penurunan Berat Badan Pada Wanita Dewasa Penderita Obesitas”, ditolak. lxxi

4.2 Pembahasan

Model penyusunan menu dalam diet 1500 Kkal ini dibantu dengan menggunakan sebuah media yang berupa lingkaran menu. Bentuk lingkaran yang digunakan sebagai media dalam diet rendah kalori 1500 Kkal ini adalah seperti berikut : (1) Lingkaran terdiri dari 6 tingkat lingkaran, yang masing-masing saling bergabung dan berpusat pada satu poros yang sama, yaitu di pusat lingkaran. (2) Masing-masing lingkaran dapat diputar, baik searah dengan jarum jam maupun berlawanan dengan jarum jam. (3) (4) Masing-masing lingkaran mempunyai nilai energi yang hampir sama. Juring pada lingkaran berjumlah 7, hal ini dimaksudkan agar susunan menu tersebut dapat dipakai dalam satu minggu atau 7 hari sekaligus tanpa harus merubah posisi lingkaran setiap hari. (5) Masing-masing juring mempunyai nilai kalori total + 1500 Kkal. Lingkaran-lingkaran tersebut terdiri dari daftar bahan makanan penukar dengan komposisi sebagai berikut: (1) Lingkaran pertama berisikan bahan makanan sumber hidrat arang dengan nilai kalori sebesar 525 Kkal/ hari, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 175 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore. (2) Lingkaran kedua berisikan sayur-sayuran dengan nilai kalori sebesar 200 Kkal/ hari, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 50 Kkal, dengan

lxxii

frekuensi makan sebanyak 3-4 kali yaitu pagi, siang, sore dan malam hari menjelang tidur. (3) Lingkaran ketiga berisikan buah-buahan dengan nilai kalori sebesar 200 Kkal/ hari, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 40 Kkal, dengan frekuensi makan 5 kali makan, yaitu bersamaan dengan makan pagi, siang, sore masing-masing satu porsi dan yang dua porsi sebagai makanan selingan yaitu dimakan jam 10.00 pagi dan jam 15.00, tetapi tidak menutup kemungkinan jika yang dua porsi dimakan sekaligus. Sehingga frekuensi makan menjadi 3 kali. (4) Lingkaran keempat berisikan bahan makanan sumber protein nabati dengan nilai kalori sebesar 240 Kkal, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 80 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3 kali yaitu bersamaan pada saat makan pagi, siang dan sore. (5) Lingkaran kelima berisikan bahan makanan sumber protein hewani dengan nilai kalori sebesar 285 Kkal, sedangkan takaran tiap kali makan sebesar 95 Kkal, dengan frekuensi makan sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore atau malam hari. (6) Lingkaran keenam berisikan minyak dan gula dengan nilai kalori dari minyak 20 Kkal, sedangkan nilai kalori dari gula 30 Kkal.

lxxiii

Kelompok

eksperimen diberi

pengarahan

tentang bagaimana

cara

mempergunakan lingkaran Diet Rendah Kalori 1500 Kkal tersebut sehingga diharapkan kelompok eksperimen dapat menyesuaikan lingkaran menu ini sesuai dengan selera masing-masing, dengan cara memutar posisi lingkaran. Lingkaran Diet ini sudah mempunyai jumlah kalori yang hampir sama dalam setiap bagiannya yaitu sekitar 1500 Kkal. Hal itu dimaksudkan untuk mempermudah peserta Diet 1500 Kkal dalam mengkombinasikan menu makanan, yang akan dipakai sebagai acuan makan dalam satu hari itu, bengan demikian pelaksana diet akan lebih mudah mengkombinasikan atau memvariasikan menu makanan yang akan dimakan untuk mencukupi kebutuhan energinya tanpa harus melanggar tatanan diet yang harus tetap dijalani selama program dietnya masih berlangsung serta dapat meminimalisir terjadinya kebosanan menu makanan pada Diet. Hal ini akan sangat menunjang terjadinya keberhasilan diet yaitu dengan adanya indikator keberhasilan Diet yang berupa penurunan berat badan hingga mencapai normal, yaitu sesuai dengan “Lean Body Weight” dimana Berat badan normal adalah {(T cm – 100) – 10 % } + 10 % (Ahmad Djaeni Sediaoetama, 2000:48). Gambar dari “Lingkaran DRK (Diet Rendah Kalori) 1500 Kkal” tersebut dapat dilihat pada gambar 2. Hasil perhitungan pada uji hipotesis menghasilkan 2 pernyataan. Pernyataan pertama adalah Hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan ada pengaruh penerapan lingkaran diet rendah kalori (DRK) 1500 Kkal pada wanita dewasa penderita obesitas diterima pada minggu ke-I, ke-III dan minggu ke-IV. Pernyataan yang kedua adalah Hipotesis alternatif (H1) ditolak pada minggu ke-II lxxiv

sedangkan hipotesis akhir yang diperoleh dari perhitungan beda antara post-test dan rata-rata pre-test dari minggu ke-I sampai dengan minggu ke-IV (hipotesis setelah menjalankan perlakuan selama 28 hari) didapatkan hasil bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima. Penerimaan dan penolakan terhadap hipotesis alternatif (H1) tersebut dimungkinkan disebabkan oleh beberapa faktor, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masing-masing sampel, faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah : 1. Faktor Psikologis (kejiwaan) Faktor psikologis yang mempengaruhi penurunan berat badan dalam penelitian ini adalah motivasi untuk menurunkan berat badan dengan cepat, hal ini akan mempengaruhi pada pola makannya yaitu terjadi pengurangan jumlah makanan yang harus dikonsumsi. 2. Faktor manusia Faktor manusia yang mempengaruhi penurunan berat badan pada penelitian ini adalah kedisiplinan dari setiap sampel untuk mematuhi setiap aturan dalam treatmen diet dengan baik. Kedisiplinan termasuk juga didalamnya adalah pola makan kaitannya dengan jumlah makanan yaitu makanan yang dimakan tidak sesuai dengan takaran yang seharusnya dimakan. 3. Faktor natural Faktor natural (alami) berhubungan dengan proses adaptasi bagi setiap sampel untuk menyesuakan diri dengan kebiasaan yang baru yaitu mengurangi atau mengatur konsumsi makan. lxxv

4.

Faktor lingkungan Faktor lingkungan yang mempengaruhi penurunan berat badan dalam penelitian ini adalah lingkungan disekitar sampel yang membuat perubahan terhadap aktivitas fisik sehari-hari. Perubahan tersebut meliputi penambahan aktivitas yang kemudian akan mempercepat penurunan berat badan atau pengurangan aktivitas yang kemudian akan berpengaruh terhadap

penambahan berat badan. 5. Faktor penyakit : infeksi penyakit (ISPA) Infeksi penyakit (ISPA) akan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan tubuh akan energi. konsumsi yang kurang atau bahkan tetap tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga tubuh harus mengambil cadangan makanan yang tersedia didalam jaringan tubuh, hal tersebut menyebabkan terjadinya pengurangan massa jaringan tubuh yang sangat berpengaruh terhadap penurunan berat badan. 6. Faktor pengolahan bahan makanan Cara pengolahan bahan makanan yang banyak mengunakan minyak, santan atau gula atau bahan lain yang banyak mengandung lemak akan mempengaruhi pemasukan energi yang lebih banyak ke dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan kenaikan berat badan. Perubahan berat badan perminggu dari sampel eksperimen dan sampel kontrolpun bervariasi atau bahkan saling bertolak belakang seperti perubahan berat badan pada minggu ke-I. Hal tersebut dimungkinkan dipengaruhi beberapa faktor yaitu kebetulan saja, pengurangan aktivitas, kedisiplinan sampel dalam lxxvi

proses beradaptasi dengan perlakuan yang diberikan, sehingga tampak pada sampel E-02 yang seharusnya mengalami penurunan justru mengalami kenaikkan berat badan. Sebaliknya pada K-05, K-06 dan K-07 yang sama sekali tidak diberi perlakuan justru mengalami penurunan berat badan. Faktor lain adalah pola makan dari masing-masing sampel yang tidak teratur sehingga terjadi pengurangan konsumsi energi didalam tubuh yang berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Fakta diatas dapat menyebabkan terjadinya bias dalam penelitian sehingga merupakan faktor-faktor penyebab yang perlu diminimalisir. Cara untuk meminimalisir penyebab terjadinya bias dalam penelitian ini adalah dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. 2. Menyediakan lembar pengontrolan konsumsi sehari. Mendatangi sampel, disaat-saat tertentu untuk memantau konsumsi makannya. 3. Memberikan motivasi kepada sampel untuk disilplin dalam menjalankan treatmen. 4. Memberikan pengarahan kepada sampel tentang cara menjalankan treatmen yang baik. 5. membuka ruang konsultasi jika sampel mengalami kesulitan dalam menjalankan treatmen, sehingga diharapkan terjadi keberhasilan dalam menjalankan diet dengan indicator terjadinya penurunan berat badan.. Data tentang penurunan berat badan pada kelompok eksperimen menunjukkan tingkat efektifitas dari penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal pada wanita dewasa penderita obesitas. Tingkat efektifitas lxxvii

tersebut ditunjukkan pada gambar 15, tentang rata-rata penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen Selama 28 Hari (4 Minggu).

Jumlah Rata-rata Penurunan Berat Badan (kg)

2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 0.00 1 2 3 4 1.50 0.83 0.83 2.08

Kelompok eksperimen

Gambar 15

Grafik Rata-Rata Penurunan Berat Badan Kelompok Eksperimen Selama 28 Hari (4 Minggu)

Data pada gambar diatas menunjukkan bahwa tingkat efektifitas pemanfaatan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal oleh sampel eksperimen terjadi pada minggu ke-IV dengan rata-rata penurunan berat badan tertinggi sebesar 2,08 kg dan rata-rata penurunan berat badan terendah dicapai pada minggu ke-I dan minggu ke-II sebesar 0,83 kg.

lxxviii

4.3 Hambatan dan Kelemahan dalam Penelitian

4.3.1 Hambatan penelitian

1.

Faktor manusia Faktor manusia yang menjadi penghambat dalam penelitian ini adalah

kedisiplinan sampel dalam melakukan treatmen diet dan keterbatasan tenaga peneliti dan jumlah tenaga pembantu untuk melaksanakan penelitian.

2.

Faktor Lingkungan Faktor lingkungan yang mempengaruhi penelitian adalah jarak tempat

tinggal sampel yang relatif jauh , lingkungan sampel yang tidak mendukung dilaksanakannya treatmen diet misalkan banyaknya undangan jamuan makan, anaknya sakit, kurangnya motivasi atau dukungan dari orang-orang dilingkungan sekitar sampel.

3.

Faktor ekonomi Faktor ekonomi sangat erat hubungannya dengan keadaan keuangan peneliti

dan yang diteliti. Keadaan keuangan peneliti sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan eksperimen murni dan hanya melakukan semi eksperimen dimana peneliti hanya memberikan sedikit bantuan untuk membiayai kebutuhan konsumsi sampel eksperimen.

lxxix

4.

Faktor sarana dan prasarana Sarana dan prasarana berhubungan dengan alat untuk penelitian dan sarana

transportasi. Alat penelitian sangat sederhana, lingkaran DRK belum permanen sehingga dimungkinkan terjadi kerusakan dan harus mengganti dengan yang baru, timbangan injak yang digunakan untuk mengukur berat badan hanya memiliki ketelitian sebesar 1,0 kg sehingga ukuran terkecil yang dapat dibaca oleh timbangan hanya sampai dengan 0,5 kg , timbangan makanan mempunyai ketelitian 10 gr sehingga seringkali penimbangan dilakukan dengan kurang tepat karena angka yang ditunjukkan pada timbangan terlalu kecil dan meteran dengan ketelitian 1 mm dan jika mengukur harus menggunakan alat bantu penggaris sehingga dimungkinkan angka hasil pengukuran kurang tepat. Tempat tinggal sampel berjauhan, sementara peneliti tidak mempunyai alat transportasi sendiri sehingga mempengaruhi efektifitas waktu penelitian.

4.3.2 Kelemahan penelitian

Kelemahan dalam penelitian ini adalah 1. 2. Penelitian ini memerlukan biaya yang relatif besar Penelitian ini menuntut kedisiplinan yang tinggi, kedisiplinan untuk mengikuti aturan-aturan dalam diet bagi sampel eksperimen dan kedisiplinan peneliti untuk mengontrol sampel baik eksperimen maupun kontrol. 3. 4. Penelitian ini memerlukan waktu yang relatif lama yaitu 28 hari. Tidak ada alokasi random dalam penetapan sampel eksperimen dan sampel kontrol, hal ini mengakibatkan : lxxx

a. b.

Pengontrolan terhadap kelompok kontrol kurang. Terjadi bias seleksi sehingga faktor pengganggu yang mempengaruhi penelitian lebih besar.

c.

Kesimpulan yang diambil tidak dapat digeneralisasikan atau tidak dapat berlaku untuk semua populasi yaitu wanita dewasa penderita obesitas, tetapi hanya berlaku untuk sampel eksperimen yang diteliti saja.

5.

Penelitian ini tidak membandingkan dengan treatmen diet yang sudah standart yang sudah ada, sehingga tidak dapat membandingkan hasil yang diperoleh antara treatmen diet yang sudah standart dengan treatmen diet dengan menggunakan Lingkaran Diet Rendah Kalori ini.

lxxxi

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.3 Simpulan

Hasil penelitian tentang penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan wanita dewasa penderita obesitas dengan taraf kepercayaan 95% dan tingkat signifikansi 5% dengan

membandingkan beda antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol diperoleh hasil pengujian hipotesis bahwa : “Ada pengaruh penerapan Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal terhadap penurunan berat badan wanita dewasa penderita obesitas” . Tingkat efektifitas Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal dalam membantu menurunkan berat badan wanita dewasa penderita obesitas dicapai pada minggu ke-IV dengan jumlah rata-rata penurunan berat badan 2,08 kg/ orang.

5.4 Saran

1.

Hasil penelitian ini perlu diujikan kembali guna memastikan bahwa Lingkaran Diet Rendah Kalori (DRK) 1500 Kkal tersebut benar-benar dapat digunakan sebagai alat untuk membantu menurunkan berat badan tidak lxxxii

68

hanya pada wanita dewasa penderita obesitas saja tetapi juga untuk penderita obesitas lainnya. 2. Guna mendapatkan hasil yang optimal maka untuk penelitian selanjutnya disarankan agar sampel penelitian di kelompokkan dalam satu tempat

tinggal yang sama (Asrama, Karantina, dll) dengan diberi perlakuan yang sama. 3. Perlu adanya pengendalian atau pengontrolan yang ketat terhadap berbagai faktor pengganggu aktivitas fisik, infeksi penyakit, kondisi psikologis (kejiwaan), cara pengolahan bahan makanan, waktu penyelenggaraan makan dan frekuensi makan dalam sehari serta kedisiplinan dalam melaksanakan treatmen diet. 4. Disarankan agar pada penelitian yang selanjutnya menggunakan radomisasi sampel, agar kesimpulan yang didapat dapat berlaku untuk semua populasi. 5. Teknik pengambilan gambar sebaiknya direncanakan terlebih dahulu. Misalnya penggambilan gambar sampel penelitian sebelum dan sesudah eksperimen, dilakukan dengan jarak yang sama (jarak pemotretan), agar hasil yang didapat dapat terlihat dengan jelas. 6. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar kelompok kontrol diberi perlakuan diet juga, misalnya dengan membandingkan hasil pada diet rendah kalori dengan menggunakan Lingkaran Diet Rendah Kalori 1500 Kkal dengan Diet rendah kalori yang tidak menggunakan Lingkaran Diet rendah kalori.

lxxxiii

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Agus Irianto. 2004. STATISTIK Konsep dasar dan Aplikasinya. Edisi 1. Jakarta : PRENADA MEDIA. Ahmad Watik P. 2003. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ahmad Djaeni Sediaoetama. 2000. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jilid 1. Jakarta: Dian Rakyat. Ali Khomsan. (Ed). 2003. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Bagian Gizi R.S. Dr. Cipto Mangunkusumo dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2002. Penuntun Diet. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Departemen kesehatan RI. 2002. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Departemen Kesehatan. Departemen pendidikan dan kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balia Pustaka. FKUI. 2003. Pengkajian Status Gizi (Studi Epidemiologi). Jakarta: Balai Penerbit FKUI. G. Kartasaputra, dan Marsetyo. 2003. Ilmu Gizi (Korelasi Gizi, Kesehatan, dan Produktivitas Kerja). Jakarta : PT. Rineka Cipta. http://www.diet-i.com/diets/best-diet.htm.By.Farlex
http://www.thefreedictionary.com/diet303.216. By,Carol M. Meerschaert, RD, LDN

http://www.hyperdictionary.com/search.aspx?define=OBESITY. By.WEBNOX.corp.2000-2003 http://www.todaysdietitian.com/archieves/td_0504p30.shtml http://www.sportengland.org/news/press_releases/SE_welcomes_Wanless_report. shtml lxxxiv

70 I Dewa Nyoman Supariasa; Bachyar Bakri; dan Ibnu Fajar. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit buku kedokteran (EGC). Moh Nasir, Ph.D. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia Rona Sari Mahaji Putri . (Ed). 2003. Diet Gizi Lebih. Semarang. Soekidjo Notoatmodjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

lxxxv

LAMPIRAN – LAMPIRAN

Lampiran berisi :

• • • • • •

Data hasil perhitungan uji Hipotesis Dokumentasi proses penelitian Hasil rekapitulasi konsumsi sampel eksperimen Surat kalibrasi alat (instrumen) penelitian Ijin penelitian dan bukti penelitian tabel uji-t

lxxxvi

72

Lampiran 1
DATA HASIL PERHITUNGAN UJI HIPOTESIS

lxxxvii

Lampiran 2
DOKUMENTASI PROSES PENELITIAN

lxxxviii

Lampiran 3
HASIL REKAPITULASI KONSUMSI SAMPEL EKSPERIMEN

lxxxix

Lampiran 4

SURAT KALIBRASI ALAT (INSTRUMEN) PENELITIAN

xc

Lampiran 5

IJIN PENELITIAN DAN BUKTI PENELITIAN

xci

Lampiran 6

TABEL UJI-T

xcii

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->