ARTIKEL

KUALITAS FISIK DAN KIMIA AIR PAM DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, BEKASI TAHUN 1999 – 2001
Mariana Raini, Ani Isnawati, Kurniati * Abstract Drinking water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi between the year of 1999 – 2001 has been studied. Water quality was determined by a series of physical and chemical test at Chemical Laboratory Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional as stated in Permenkes no.416/Menkes/Per/IX/1990 on condition and water quality control including smell, color, turbidity, contents of manganese, iron, nitrite, sulphate, organic subtance, turbidity, hardness and pH. Total sampling was done on all drinking water samples from DKI Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi delivered to be tested at Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional between 1999-2001 and destilled water as control. Result of the study from 431 drinking water samples shows that samples that met the requirements as drinking water is 91,65% and 8,35% sub standard, most of the the sub standard drinking water is cause by the contents of manganese (4,41%), iron (2,09%), organic subtance (1,62%), chloride (0,93%) and high water hardness (0,23%) as well as pH (3,15%), turbidity (1,86%) and colors (1,62%) Statistically, the water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi at 1999, 2000 and 2001 is not different. Key word : water quality of PAM, drinking water, physical test, chemical test.

ir merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, industri, pertambangan, rekreasi, olah raga dan sebagainya. Dewasa ini, masalah utama sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik terus menurun khususnya untuk air minum. Hal ini terutama disebabkan karena kerusakan lingkungan. Mulai dari perambahan hutan, pengalihan fungsi lahan hijau yang merupakan daerah tangkapan air dan lahan pertanian menjadi pemukiman, kegiatan industri dan kegiatan lain yang berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. 1,2
* Puslitbang Farmasi, Badan Litbangkes

A

Pendahuluan

Penurunan kualitas air tanah ini menyebabkan banyak masyarakat terutama di Jabotabek yang beralih menggunakan air PAM untuk minum maupun keperluan lainnya. Meskipun demikian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih belum mampu melayani kebutuhan air bersih untuk seluruh masyarakat. Sebagai contoh di daerah Tangerang PDAM baru dapat melayani 21,92 % penduduk. 3 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam penyediaan air bersih mempunyai misi 3 K yaitu : 1) cukup tersedia dalam jumlah/kuantitas, 2) dan memenuhi syarat dalam kualitas, 3) serta terjamin kontinuitasnya. Sejauh ini masih dirasakan bahwa sebagian besar PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat baik ditinjau dari aspek kuantitas terutama distribusi air pada saat pemakaian bersamaan (jam puncak) maupun kualitas air yang didistribusikan, masih sering ditemukan kualitas yang tidak memenuhi syarat kualitas yang telah

14

Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004

sedangkan di daerah pasang surut dan daerah rawa yang dikenal sebagai daerah gambut ditemukan tanah lempung organik yang mengandung zat besi aluminium sulfat. Tangerang dan Bekasi yang diajukan masyarakat untuk diperiksa di laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tahun 1999 – 2001.2 Adanya senyawa kimia berbahaya yang terlarut dalam air dapat berakibat fatal jika kadarnya sangat berlebih atau bila hanya sedikit berlebih pada penggunaan jangka panjang mungkin tertimbun dan menimbulkan efek merugikan kesehatan. sedangkan daerah dataran rendah air banyak lumpurnya. hiper refleksi. Dalam peraturan tersebut air minum harus memenuhi persyaratan kesehatan. Di Indonesia sebagai akibat penggunaan air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Bekasi berasal dari waduk Jatiluhur yang dialirkan melalui Sungai Kalimalang. . clonus pada platella dan tumit. dan sungai. 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Di daerah perbukitan kapur seperti Gunung Kidul ditemukan kesadahan tinggi.gangguan pada saluran pencernaan seperti diare. sedangkan air permukaan biasanya memerlukan pengolahan lengkap agar dapat mencapai standar fisika. Mineral besi dapat menimbulkan warna kuning pada air. Bogor (Depok). tiap tahun diperkirakan lebih dari 3. Saluran Sekunder Bekasi Tengah serta Banjir Kanal 2. Air tanah dalam dan mata air biasanya berkualitas baik dan hanya memerlukan pengolahan sederhana untuk dapat digunakan sebagai air minum yang memenuhi syarat.6 Kualitas air permukaan juga bergantung pada topografi tempat sumber berada dan musim. berjalan seperti penderita Parkinsonism. Krukut.8 Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.5 menimbulkan rasa tidak enak dan dapat dapat menyebabkan beberapa bahan kimia menjadi racun yang mengganggu kesehatan. radio aktif dan fisik. keracunan kronis mangan dapat memberi gejala gangguan susunan syaraf : insomnia. memberi rasa tidak enak pada minuman. di daerah pantai seperti Pekalongan selain kesadahan tinggi juga ditemukan kandungan garam yang tinggi. otot muka seperti beku sehingga tampak seperti topeng. air berwarna dengan lumpur sedikit. Pesanggrahan.7 Sumber air baku yang digunakan oleh PAM DKI saat ini berasal dari sungai antara lain sungai Ciliwung. monoton. kimia. koma sampai meninggal. 6. 1. PH air yang lebih kecil dari 6.5 juta anak di bawah usia tiga tahun terserang penyakit saluran pencernaan dan diare dengan jumlah kematian 3% atau 105. Sulfat dalam jumlah besar dapat bereaksi dengan natrium dan magnesium sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan. syok. mata air. pH tinggi dapat mengganggu pencernaan. 5. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan fisik dan kimia air PAM dari wilayah DKI Jakarta.7. Sedangkan sumber air baku PAM Depok berasal dari sungai Ciliwung dan mata air Ciburial.terganggunya proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin darah sehingga menimbulkan methhaemoglobinaema terutama pada bayi (bayi biru). perlu dilaksanakan pengawasan kualitas air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat. Bogor (Depok). konvulsi. sehingga masyarakat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. Bahan dan Cara Penelitian ini merupakan evaluasi terhadap hasil pemeriksaan sampel air PAM yang diajukan masyarakat untuk diperiksa di laboratorium Kimia Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 15 .10 Penelitian ini masih menggunakan Permenkes nomor 416 tetapi batasan kadar bahan kimia pada air minum dalam peraturan tersebut sama dengan Permenkes nomor 907. Tangerang dan Bekasi.ditetapkan Departemen Kesehatan/WHO ditinjau dari aspek fisika maupun kimiawi apalagi ditinjau dari aspek bakteriologis. Standar kualitas air minum di Indonesia telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air 9 dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik dan kimia air PAM DKI – Jakarta. Syarat kesehatan yang dimaksud meliputi persyaratan bakteriologis. Di daerah hutan tertentu. pertumbuhan bakteri besi dan kekeruhan. Konsumsi nitrit secara berlebihan dapat mengakibatkan: . 4 Air baku sebagai sumber air yang digunakan PAM terdiri dari air tanah dalam. kemudian lemah pada kaki. Pada musim hujan biasanya air lebih banyak lumpur tetapi lebih sedikit kandungan senyawa kimia pencemar dibandingkan dengan musim kemarau.000 jiwa. Tangerang berasal dari sungai Cisadane dan sumur pompa yang berasal dari tanah dalam. kimia maupun bakteriologis dari air minum. bila terpapar terus akan terjadi gangguan dalam bicara.

Kondisi ini akan menaikkan kelarutan Fe 2+ dan Mn 2+ dalam air tanah sehingga mengakibatkan meningkatnya kandungan besi dan mangan dalam air. Jumlah asal sampel air yang diajukan masyarakat untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi dalam tahun 1999-2000 dapat diketahui pada tabel 1. Dari hasil pemeriksaan fisik dan kimia. kemudian diikuti dengan kadar besi (2. Hasil dan Pembahasan Jumlah sampel air PAM dari wilayah DKI Jakarta. Pemeriksaan dilakukan menurut Peraturan Menteri Kesehatan no. jumlah sampel air PAM terbanyak berasal dari wilayah Jakarta Utara (52.41%).16%).2 mg/l.67%). Hasil pemeriksaan fisik dan kimia sampel air PAM dapat diketahui pada tabel 2. mangan pada perairan air tawar bervariasi antara 0. Kadar besi pada perairan alami berkisar antara 0. tapi juga menunjukkan paling banyak sampel yang tidak memenhi syarat air minum (5. Hasil pemeriksaan air PAM berdasarkan tahun pemeriksaan dapat diketahui pada tabel 4. Bogor (semuanya dari Depok). kesadahan.Air hujan yang meresap ke dalam tanah pada saat melewati lapisan humus.86%).0 mg/l. 2000 dan 2001 secara statistik tidak bermakna (P=0. Semakin dalam tanah yang dilalui air. 16 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 .09%) dan kekeruhan (1. Salah satu kondisi geologis yang mempengaruhi kualitas air secara kimia adalah adanya unsur besi dan mangan yang berlebihan dalam lapisan tanah tempat sumber air berada. Selama tahun 1999 – 2001. air PAM yang tidak memenuhi syarat air minum paling banyak disebabkan karena kadar mangan (4. besi. Meskipun demikian penurunan kualitas air PAM pada tahun 1999. maka Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tidak melakukan semua pemeriksaan kimia seperti yang tercantum dalam Permenkes tersebut. klorida dan zat organik secara tittrasi serta pengukuran pH dengan pH meter. Secara umum sampel air PAM yang diperiksa di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999-2001 berkualitas baik.002 mg/l hingga lebih dari 4. Pemeriksaan fisik meliputi bau.10%) diikuti oleh Jakarta Pusat (1. kandungan oksigen di dalamnya dikonsumsi oleh bakteri-bakteri penghancur bahan organik menjadi humus.08%) sedikit menurun pada tahun 2000 dan tahun 2001.33%). Persentasi kualitas air PAM yang tertinggi pada tahun 1999 (93. 7 Hasil pemeriksaan fisik dan kimia dari sampel air PAM menurut wilayah dapat diketahui pada tabel 3. sehingga sungai sebagai air baku PAM mungkin mengandung kadar mineral yang tinggi. nitrit secara kolorimetri menggunakan tabung Nessler.05-0. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus dari semua sampel air PAM yang diajukan oleh masyarakat pada Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional untuk diperiksa kualitas fisik dan kimianya. warna (pemeriksaan organoleptik) dan kekeruhan (turbidimetri). 416/Menkes/Per/IX/1990. mangan. Jakarta Utara merupakan daerah dekat pantai sehingga pada umumnya penduduk menggunakan air PAM untuk air minum maupun keperluan rumah tangga. kandungan CO2 semakin tinggi. pada air tanah dalam dengan kadar oksigen rendah dapat mencapai 100 mg/l. Sehingga persentasi kualitas air PAM DKI dari tahun 1999 hingga tahun 2001 mempunyai kecenderungan sama. Akan tetapi karena keterbatasan alat.173). sebaliknya kandungan O2 pada air tanah anaerobik menjadi nol.Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tahun 1999–2001. 7 Air dapat mengalir dari suatu saluran air bawah tanah (akifer) ke sungai atau sebaliknya bergantung dari perbandingan relatif tinggi permukaan air bawah tanah dan sungai. dengan rata-rata 91. Pernyataan memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air minum yang dimaksud disini meliputi kandungan-kandungan kimia dalam air yang diukur sesuai dengan batasan yang diberikan oleh Permenkes tersebut. Jika tinggi permukaan air sungai (water level) lebih rendah maka air akan mengalir ke sungai dan sebaliknya. Proses respirasi mikroorganisme dan mineralisasi bahan oranik menghasilkan CO2.65%. Dari tabel 3 diketahui bahwa Jakarta Utara merupakan wilayah yang paling banyak jumlah sampelnya yaitu 227 sampel (52.67%). kemudian diikuti oleh wilayah Bekasi (18. Tangerang dan Bekasi dalam tahun 1999 – 2001 sebanyak 431 sampel. Pemeriksaan kimia yang dilakukan adalah pemeriksaan kandungan sulfat secara turbidimetri.

65 Tidak Memenuhi Syarat Air Minum N % 8 7 9 1 4 19 7 36 1.23 0.3 500 250 0.70 32 7.62 8.86 1.77 3.7%). Air PAM yang tidak memenuhi syarat tersebut umumnya disebabkan oleh kekeruhan (8.30 70 46.85 3 1.91 99.32 8 5. Asal Tempat Pengambilan Sampel Air PAM No.54 100 2001 N % 21 14 3 2 10 6.9%).99 17 11.67 21 14 13 8. 2.77 99.54 19. penggumpalan dan penyaringan % 7.93 4.23 1. besi (6. PDAM telah melakukan beberapa proses pengendapan.62 2.61 2 1.38 91.67 72 48 10 6. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Kimia Sampel Air PAM di wilayah DKI Jakarta. Tangerang dan Bekasi tahun 1999-2001 No.38 97. 7. besi (2. Bogor.07 95.59 100 100 100 98.Persentasi kualitas air PAM khususnya DKI.9%). 3.09%) dan kekeruhan (1.21 6 1. sedangkan untuk nitrit mengalami perbaikan yaitu nol.7%) dan nitrit (6. 5. Penyebab penurunan kualitas ini hampir sama Tabel 1.69 0. hanya persentasinya mengalami penurunan yaitu mangan (4.36 5 3.34 227 52.41%). 4. 1.42 431 100 Tabel 2.67 17 3.6% dan yang tidak memenuhi syarat adalah 24.14 98. 1999 N Jakarta Pusat 10 Jakarta Barat 1 Jakarta Timur 5 Jakarta Utara 85 Jakarta Selatan 2 Bekasi 25 Depok Tangerang 2 Jumlah 132 Asal sampel Tahun 2000 N % 13 8.26 151 100 dengan air PAM Jabotabek pada tahun 20002001.5-8. 6.2 Kualitas air PAM DKI pada tahun 1991-1992 yang memenuhi syarat air minum adalah 75.09 0.35 Fisika 1 Bau 2 Kekeruhan Skala TCU 3 Warna Skala TCU Kimia 4 Besi mg/l 5 Kesadahan mg/l 6 Klorida mg/l 7 Mangan mg/l 8 Nitrit mg/l 9 pH 10 Sulfat mg/l 11 Zat organik/ mg/l KMnO4 Kesimpulan 15 5 0.39 23 5.41 1. Peningkatan kualitas ini mungkin disebabkan karena adanya perbaikan dari PDAM dalam mengolah air baku.5 250 10 Keterangan : * Menurut Permenkes nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 17 .95 79 18.1 1/3* 6.86%).85 65.38 1. mangan (8. Parameter Satuan Kadar Maksimal Memenuhi Syarat Air Minum N % 431 423 424 422 430 427 412 431 431 431 424 395 100 98.4%. semakin baik jika dibandingkan dengan kualitas air PAM DKI pada tahun 1991-1992.67 150 100 Jumlah N % 44 10.33 3 0.31 33 21. 8.

kaporit.46 1 0. Kimia Contoh Air PAM yang Tidak Memenuhi Syarat Air Minum Berdasarkan Wilayah Tak memenuhi syarat Wilayah Kekeruhan N % 0. Tangerang dan Bekasi.67 91. Proses penyaringan dan pengendapan ini dapat memperbaiki kualitas air seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sumatera Utara. diikuti dengan wilayah Bekasi (18.46 No 1. 8.23 0.62%).08 91.92 8. mata air Ciburial.46 0. Sumber PDAM DKI Jakarta berasal dari sungai Ciliwung. Wilayah Jakarta Utara (52. mangan dan zat kimia terlarut seperti penelitian yang dilakukan oleh Sharma dkk .62 Warna N 1 6 % 0.62 36 8.85 7 1.67%) merupakan jumlah asal sampel air yang terbanyak.93 19 4. 5. 3. mengurangi bakteri. gas Cl.41 7 1. mengurangi kandungan kimia berlebih seperti besi dan mangan.35 Tabel 4. 2. Krukut.39 90. sungai Cisadane.61 9. Secara kimia disebabkan karena kadar mangan (4.86%) dan warna (1. 6. 2. 4. 4.23 Total 8 1. Hasil Pemeriksaan Fisika.40 1 Kesadahan N % Klorida N % Mangan N 4 1 7 0.23 1.5 Kesimpulan 1.93 0.23 0. Saluran Sekunder Bekasi Tengah serta Banjir Kanal.35 dengan menggunakan tawas (alum).16 Kesimpulan N 5 1 2 22 2 2 1 2 % 1.93 2 8 2 2 % 0.4 mg/l menjadi 0. Sungai Kalimalang dan sumur-sumur dalam yang dikelola oleh PDAM. 11 untuk menghilangkan kekeruhan. air PAM pada 5 wilayah Jakarta. 3. 2.16 0.23 1.62 9 2. 2. karbon aktif. kekeruhan dari 70 NTU menjadi 2 NTU dan menurunkan kadar mangan dari 1. Hasil Pemeriksaan Air PAM Berdasarkan Tahun Pemeriksaan No 1. penyaringan dengan kerikil. Secara umum kualitas fisik dan kimia.46 1. 18 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 . menjernihkan air.09 1 0.46 0.46 Zat Organik N 1 5 % 0.10 0. 6 Proses aerasi dan penyaringan pasir juga dapat mengurangi kadar besi.35% yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum.12 Kualitas air PAM di Jabotabek tahun 1999-2001 relevan dibandingkan dengan dengan air PAM DKI tahun 1991-1992 karena berasal dari sumber yang sama.23 0.33 8.23 4 0. Pesanggrahan.33%). hanya 8.39 N 1 6 Besi % 0.23 1. kelompok koli dari 30 menjadi 15. mengatur pH.65%).4 mg/l menjadi 0 dan besi dari 6.Tabel 3. kapur. pasir dan ijuk mampu memperbaiki kualitas fisik seperti warna dari 225 TCU menjadi 5 TCU. Jak-Pus Jak-Bar Jak-Tim Jak-Ut Jak-Sel Bekasi Depok Tangerang 1 2 0. 6.65 Tak Memenuhi Syarat Air Minum 9 13 14 36 6. Tahun 1999 2000 2001 Jumlah Memenuhi syarat Air Minum 121 138 136 395 93. baik (91. Depok.41%). PAC (Poli Aluminium Chlorida).45 5. 7. Air PAM yang tidak memenuhi syarat secara fisik disebabkan kekeruhan (1. 3.46 0.23 4 0.86 0.23 1.12 serta kandungan bakteri kelompok umum dari 250 menjadi 30.

9. 32. Journal of Water Supply : Reseach and TechnologyAQUA.01%. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. 51(4). 99 Oktober. 2000. 2.57%) yang tinggi. . Air Minum. schippers J. Nella Utama.T. Contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum pada umumnya disebabkan oleh kadar mangan (4. 2003.. Cermin Dunia Kedokteran. 7. juga pada musim penghujan dan kemarau. Sebwato C. Jakarta 2000. paling banyak berasal dari daerah Jakarta Utara.39% dan tahun 2001 adalah 90. Materi Pelatihan dan Pengawasan Kualitas Air dan Lingkungan Untuk Mendukung Pendekatan Partisipatori . 112-115 Heni Efendi. Saran Disarankan untuk melakukan penelitian kualitas fisik air PAM dengan mengambil sampel pada sumber air PAM sebelum didistribusikan dan pada tiap wilayah. 6.3 Abrianto. Departemen Kesehatan RI. Perpamsi. sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum 11. 2002.10%) diikuti Jakarta Pusat (1.K.A. 10. Secara umum contoh air PAM yang diperiksa di Lab. sehingga dapat lebih menggambarkan kualitas fisik dan kimia air PAM.166-167.C. Kepustakaan 1. 152-153. Berita Negara RI. Departemen Kesehatan RI. 124. 4.98%. Wilayah Jakarta Utara merupakan wilayah asal sampel air PAM yang tidak memenuhi syarat terbanyak (5. Telaah Kualitas Air. Effec of groundwater quality on adsorptive iron removal.Com//. www//Drinking Water. 14 Mei2004. Warga Konsumsi Air tak Layak. Drinking Water standards and Health Effects. besi (2.. 3. Air Minum. …………. Direktorat Jenderal PPM dan PLP. 143-144. Pelatihan Penyehatan Air. 907/Menkes/ VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Republika.. besi (2. Persentasi hasil pemeriksaan air PAM ini mempunyai kecenderungan yang sama dari tahun 1999 hingga tahun 2001. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.09%) dan zat organik (1.. Kimia Puslitbang Farmasi dalam tahun 1999 – 2001 berkualitas baik.4. 1990. stewart J.49%).08%. Petrusevki B. Contoh air yang secara fisik dan kimia memenuhi syarat sebagai air minum 88.25%). Kimia Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional dalam tahun 1999 – 2001. Weismiller R. 199-216. Direktorat Jenderal PPM dan PLP.. Kanisius. Kapan Akan Berakhir?”. 100.8%) zat organik (1. 11. besi dan mangan. tahun 2000 adalah 91. Kualitas Fisik dan Kimia Air PAM DKI Jakarta tahun 1991 – 2001. warna. 89.16%). Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 19 .. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Contoh air yang diperiksa di Lab.62%) yang tidak memenuhi syarat. Fenomena PDAM sebagai Layanan Publik. Lemley A.C. “Musim Hujan Kebanjiran Kemarau Krisis Air. MJ Herman. pH (3. Direktori 2000. yogyakarta. 1995. 5. April 199550-52 ………. hal. Ada beberapa contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum disebabkan karena beberapa kandungan kimia sekaligus yang tidak memenuhi syarat seperti kekeruhan. Sharma S. Hasil pemeriksaan fisik dan kimia air PAM jika dilihat berdasarkan tahun pemeriksaan menunjukkan air PAM yang memenuhi syarat sebagai air minum antar tahun tidak berbeda bermakna..67%. . 99 Oktober 2003. 8. 4-5 Mariana Raini. kekeruhan (1. .. 5. 2003. Departemen Kesehatan RI.15%) yang tidak memenuhi syarat. 117-118. Hasil pemeriksaan air PAM yang memenuhi syarat air minum pada tahun 1999 adalah 93. Departemen Kesehatan RI. 12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful