ARTIKEL

KUALITAS FISIK DAN KIMIA AIR PAM DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, BEKASI TAHUN 1999 – 2001
Mariana Raini, Ani Isnawati, Kurniati * Abstract Drinking water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi between the year of 1999 – 2001 has been studied. Water quality was determined by a series of physical and chemical test at Chemical Laboratory Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional as stated in Permenkes no.416/Menkes/Per/IX/1990 on condition and water quality control including smell, color, turbidity, contents of manganese, iron, nitrite, sulphate, organic subtance, turbidity, hardness and pH. Total sampling was done on all drinking water samples from DKI Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi delivered to be tested at Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional between 1999-2001 and destilled water as control. Result of the study from 431 drinking water samples shows that samples that met the requirements as drinking water is 91,65% and 8,35% sub standard, most of the the sub standard drinking water is cause by the contents of manganese (4,41%), iron (2,09%), organic subtance (1,62%), chloride (0,93%) and high water hardness (0,23%) as well as pH (3,15%), turbidity (1,86%) and colors (1,62%) Statistically, the water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi at 1999, 2000 and 2001 is not different. Key word : water quality of PAM, drinking water, physical test, chemical test.

ir merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, industri, pertambangan, rekreasi, olah raga dan sebagainya. Dewasa ini, masalah utama sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik terus menurun khususnya untuk air minum. Hal ini terutama disebabkan karena kerusakan lingkungan. Mulai dari perambahan hutan, pengalihan fungsi lahan hijau yang merupakan daerah tangkapan air dan lahan pertanian menjadi pemukiman, kegiatan industri dan kegiatan lain yang berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. 1,2
* Puslitbang Farmasi, Badan Litbangkes

A

Pendahuluan

Penurunan kualitas air tanah ini menyebabkan banyak masyarakat terutama di Jabotabek yang beralih menggunakan air PAM untuk minum maupun keperluan lainnya. Meskipun demikian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih belum mampu melayani kebutuhan air bersih untuk seluruh masyarakat. Sebagai contoh di daerah Tangerang PDAM baru dapat melayani 21,92 % penduduk. 3 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam penyediaan air bersih mempunyai misi 3 K yaitu : 1) cukup tersedia dalam jumlah/kuantitas, 2) dan memenuhi syarat dalam kualitas, 3) serta terjamin kontinuitasnya. Sejauh ini masih dirasakan bahwa sebagian besar PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat baik ditinjau dari aspek kuantitas terutama distribusi air pada saat pemakaian bersamaan (jam puncak) maupun kualitas air yang didistribusikan, masih sering ditemukan kualitas yang tidak memenuhi syarat kualitas yang telah

14

Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004

Tangerang dan Bekasi. konvulsi.5 juta anak di bawah usia tiga tahun terserang penyakit saluran pencernaan dan diare dengan jumlah kematian 3% atau 105. Sulfat dalam jumlah besar dapat bereaksi dengan natrium dan magnesium sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan. Di daerah hutan tertentu. Pesanggrahan. radio aktif dan fisik. clonus pada platella dan tumit. monoton. mata air. Di Indonesia sebagai akibat penggunaan air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan. . sedangkan air permukaan biasanya memerlukan pengolahan lengkap agar dapat mencapai standar fisika. berjalan seperti penderita Parkinsonism. Dalam peraturan tersebut air minum harus memenuhi persyaratan kesehatan. Bogor (Depok). dan sungai.ditetapkan Departemen Kesehatan/WHO ditinjau dari aspek fisika maupun kimiawi apalagi ditinjau dari aspek bakteriologis. 1.7. syok.8 Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. di daerah pantai seperti Pekalongan selain kesadahan tinggi juga ditemukan kandungan garam yang tinggi. 5.2 Adanya senyawa kimia berbahaya yang terlarut dalam air dapat berakibat fatal jika kadarnya sangat berlebih atau bila hanya sedikit berlebih pada penggunaan jangka panjang mungkin tertimbun dan menimbulkan efek merugikan kesehatan. Konsumsi nitrit secara berlebihan dapat mengakibatkan: . tiap tahun diperkirakan lebih dari 3. Tangerang berasal dari sungai Cisadane dan sumur pompa yang berasal dari tanah dalam.6 Kualitas air permukaan juga bergantung pada topografi tempat sumber berada dan musim.10 Penelitian ini masih menggunakan Permenkes nomor 416 tetapi batasan kadar bahan kimia pada air minum dalam peraturan tersebut sama dengan Permenkes nomor 907. Bekasi berasal dari waduk Jatiluhur yang dialirkan melalui Sungai Kalimalang. Sedangkan sumber air baku PAM Depok berasal dari sungai Ciliwung dan mata air Ciburial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik dan kimia air PAM DKI – Jakarta. 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. PH air yang lebih kecil dari 6. Syarat kesehatan yang dimaksud meliputi persyaratan bakteriologis. bila terpapar terus akan terjadi gangguan dalam bicara. Bogor (Depok). sedangkan daerah dataran rendah air banyak lumpurnya. kemudian lemah pada kaki. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan fisik dan kimia air PAM dari wilayah DKI Jakarta. pertumbuhan bakteri besi dan kekeruhan. otot muka seperti beku sehingga tampak seperti topeng. kimia. pH tinggi dapat mengganggu pencernaan. Bahan dan Cara Penelitian ini merupakan evaluasi terhadap hasil pemeriksaan sampel air PAM yang diajukan masyarakat untuk diperiksa di laboratorium Kimia Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 15 . air berwarna dengan lumpur sedikit. Air tanah dalam dan mata air biasanya berkualitas baik dan hanya memerlukan pengolahan sederhana untuk dapat digunakan sebagai air minum yang memenuhi syarat. Krukut. 6. keracunan kronis mangan dapat memberi gejala gangguan susunan syaraf : insomnia.7 Sumber air baku yang digunakan oleh PAM DKI saat ini berasal dari sungai antara lain sungai Ciliwung. perlu dilaksanakan pengawasan kualitas air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat.gangguan pada saluran pencernaan seperti diare. 4 Air baku sebagai sumber air yang digunakan PAM terdiri dari air tanah dalam. sedangkan di daerah pasang surut dan daerah rawa yang dikenal sebagai daerah gambut ditemukan tanah lempung organik yang mengandung zat besi aluminium sulfat.terganggunya proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin darah sehingga menimbulkan methhaemoglobinaema terutama pada bayi (bayi biru). Standar kualitas air minum di Indonesia telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air 9 dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. sehingga masyarakat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. Pada musim hujan biasanya air lebih banyak lumpur tetapi lebih sedikit kandungan senyawa kimia pencemar dibandingkan dengan musim kemarau. memberi rasa tidak enak pada minuman. Tangerang dan Bekasi yang diajukan masyarakat untuk diperiksa di laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tahun 1999 – 2001. hiper refleksi. kimia maupun bakteriologis dari air minum.000 jiwa. koma sampai meninggal. Di daerah perbukitan kapur seperti Gunung Kidul ditemukan kesadahan tinggi.5 menimbulkan rasa tidak enak dan dapat dapat menyebabkan beberapa bahan kimia menjadi racun yang mengganggu kesehatan. Saluran Sekunder Bekasi Tengah serta Banjir Kanal 2. Mineral besi dapat menimbulkan warna kuning pada air.

Air hujan yang meresap ke dalam tanah pada saat melewati lapisan humus. Bogor (semuanya dari Depok). Selama tahun 1999 – 2001. jumlah sampel air PAM terbanyak berasal dari wilayah Jakarta Utara (52. kemudian diikuti oleh wilayah Bekasi (18.67%). Proses respirasi mikroorganisme dan mineralisasi bahan oranik menghasilkan CO2. Jumlah asal sampel air yang diajukan masyarakat untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi dalam tahun 1999-2000 dapat diketahui pada tabel 1. mangan pada perairan air tawar bervariasi antara 0.41%). nitrit secara kolorimetri menggunakan tabung Nessler. sehingga sungai sebagai air baku PAM mungkin mengandung kadar mineral yang tinggi. Semakin dalam tanah yang dilalui air.86%). klorida dan zat organik secara tittrasi serta pengukuran pH dengan pH meter.05-0. dengan rata-rata 91. warna (pemeriksaan organoleptik) dan kekeruhan (turbidimetri). 2000 dan 2001 secara statistik tidak bermakna (P=0. kesadahan.0 mg/l. 7 Air dapat mengalir dari suatu saluran air bawah tanah (akifer) ke sungai atau sebaliknya bergantung dari perbandingan relatif tinggi permukaan air bawah tanah dan sungai. kemudian diikuti dengan kadar besi (2. 16 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 . 7 Hasil pemeriksaan fisik dan kimia dari sampel air PAM menurut wilayah dapat diketahui pada tabel 3. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus dari semua sampel air PAM yang diajukan oleh masyarakat pada Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional untuk diperiksa kualitas fisik dan kimianya. Akan tetapi karena keterbatasan alat. Hasil dan Pembahasan Jumlah sampel air PAM dari wilayah DKI Jakarta. Dari tabel 3 diketahui bahwa Jakarta Utara merupakan wilayah yang paling banyak jumlah sampelnya yaitu 227 sampel (52. Tangerang dan Bekasi dalam tahun 1999 – 2001 sebanyak 431 sampel. kandungan CO2 semakin tinggi. air PAM yang tidak memenuhi syarat air minum paling banyak disebabkan karena kadar mangan (4.65%. Jakarta Utara merupakan daerah dekat pantai sehingga pada umumnya penduduk menggunakan air PAM untuk air minum maupun keperluan rumah tangga. Jika tinggi permukaan air sungai (water level) lebih rendah maka air akan mengalir ke sungai dan sebaliknya. Hasil pemeriksaan air PAM berdasarkan tahun pemeriksaan dapat diketahui pada tabel 4.10%) diikuti oleh Jakarta Pusat (1. 416/Menkes/Per/IX/1990. tapi juga menunjukkan paling banyak sampel yang tidak memenhi syarat air minum (5. kandungan oksigen di dalamnya dikonsumsi oleh bakteri-bakteri penghancur bahan organik menjadi humus. Pemeriksaan dilakukan menurut Peraturan Menteri Kesehatan no. Persentasi kualitas air PAM yang tertinggi pada tahun 1999 (93.67%). Secara umum sampel air PAM yang diperiksa di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999-2001 berkualitas baik. Pemeriksaan fisik meliputi bau.002 mg/l hingga lebih dari 4.Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tahun 1999–2001. sebaliknya kandungan O2 pada air tanah anaerobik menjadi nol.2 mg/l.09%) dan kekeruhan (1. Sehingga persentasi kualitas air PAM DKI dari tahun 1999 hingga tahun 2001 mempunyai kecenderungan sama. Pemeriksaan kimia yang dilakukan adalah pemeriksaan kandungan sulfat secara turbidimetri. pada air tanah dalam dengan kadar oksigen rendah dapat mencapai 100 mg/l. Meskipun demikian penurunan kualitas air PAM pada tahun 1999. Dari hasil pemeriksaan fisik dan kimia. Hasil pemeriksaan fisik dan kimia sampel air PAM dapat diketahui pada tabel 2. Kondisi ini akan menaikkan kelarutan Fe 2+ dan Mn 2+ dalam air tanah sehingga mengakibatkan meningkatnya kandungan besi dan mangan dalam air.33%).173). maka Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tidak melakukan semua pemeriksaan kimia seperti yang tercantum dalam Permenkes tersebut. Kadar besi pada perairan alami berkisar antara 0.16%). mangan. besi. Pernyataan memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air minum yang dimaksud disini meliputi kandungan-kandungan kimia dalam air yang diukur sesuai dengan batasan yang diberikan oleh Permenkes tersebut. Salah satu kondisi geologis yang mempengaruhi kualitas air secara kimia adalah adanya unsur besi dan mangan yang berlebihan dalam lapisan tanah tempat sumber air berada.08%) sedikit menurun pada tahun 2000 dan tahun 2001.

77 3.54 19. Air PAM yang tidak memenuhi syarat tersebut umumnya disebabkan oleh kekeruhan (8.67 21 14 13 8.Persentasi kualitas air PAM khususnya DKI.32 8 5. 1.26 151 100 dengan air PAM Jabotabek pada tahun 20002001.7%).41%). 2. 6. Parameter Satuan Kadar Maksimal Memenuhi Syarat Air Minum N % 431 423 424 422 430 427 412 431 431 431 424 395 100 98.23 1.42 431 100 Tabel 2.35 Fisika 1 Bau 2 Kekeruhan Skala TCU 3 Warna Skala TCU Kimia 4 Besi mg/l 5 Kesadahan mg/l 6 Klorida mg/l 7 Mangan mg/l 8 Nitrit mg/l 9 pH 10 Sulfat mg/l 11 Zat organik/ mg/l KMnO4 Kesimpulan 15 5 0. besi (6. mangan (8. hanya persentasinya mengalami penurunan yaitu mangan (4.30 70 46.59 100 100 100 98.38 1.85 3 1.69 0.54 100 2001 N % 21 14 3 2 10 6.21 6 1.4%. penggumpalan dan penyaringan % 7.3 500 250 0.9%).5-8. 1999 N Jakarta Pusat 10 Jakarta Barat 1 Jakarta Timur 5 Jakarta Utara 85 Jakarta Selatan 2 Bekasi 25 Depok Tangerang 2 Jumlah 132 Asal sampel Tahun 2000 N % 13 8.77 99. 7.85 65.99 17 11.36 5 3. 5.86%).34 227 52.93 4. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Kimia Sampel Air PAM di wilayah DKI Jakarta.41 1.61 2 1. Asal Tempat Pengambilan Sampel Air PAM No.39 23 5.70 32 7.1 1/3* 6. besi (2.62 8.6% dan yang tidak memenuhi syarat adalah 24.07 95.95 79 18.65 Tidak Memenuhi Syarat Air Minum N % 8 7 9 1 4 19 7 36 1. Peningkatan kualitas ini mungkin disebabkan karena adanya perbaikan dari PDAM dalam mengolah air baku.67 150 100 Jumlah N % 44 10.23 0. 4. PDAM telah melakukan beberapa proses pengendapan. Tangerang dan Bekasi tahun 1999-2001 No. sedangkan untuk nitrit mengalami perbaikan yaitu nol. Penyebab penurunan kualitas ini hampir sama Tabel 1.09 0.14 98.5 250 10 Keterangan : * Menurut Permenkes nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 17 .2 Kualitas air PAM DKI pada tahun 1991-1992 yang memenuhi syarat air minum adalah 75.9%).67 17 3.91 99.67 72 48 10 6.7%) dan nitrit (6.38 97.86 1.33 3 0. 3.31 33 21.09%) dan kekeruhan (1.62 2. semakin baik jika dibandingkan dengan kualitas air PAM DKI pada tahun 1991-1992.38 91. Bogor. 8.

67 91.4 mg/l menjadi 0. Sungai Kalimalang dan sumur-sumur dalam yang dikelola oleh PDAM. 2.23 Total 8 1. air PAM pada 5 wilayah Jakarta. diikuti dengan wilayah Bekasi (18.16 0.23 0.33 8.23 1.92 8.62 9 2. baik (91. Proses penyaringan dan pengendapan ini dapat memperbaiki kualitas air seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sumatera Utara.16 Kesimpulan N 5 1 2 22 2 2 1 2 % 1. 11 untuk menghilangkan kekeruhan. 2.39 90.46 Zat Organik N 1 5 % 0.93 2 8 2 2 % 0.Tabel 3.33%). kekeruhan dari 70 NTU menjadi 2 NTU dan menurunkan kadar mangan dari 1. mengurangi kandungan kimia berlebih seperti besi dan mangan.45 5. Tahun 1999 2000 2001 Jumlah Memenuhi syarat Air Minum 121 138 136 395 93. mengatur pH. Sumber PDAM DKI Jakarta berasal dari sungai Ciliwung.39 N 1 6 Besi % 0. gas Cl.23 0. Hasil Pemeriksaan Fisika.35% yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum.10 0. Pesanggrahan.23 1.67%) merupakan jumlah asal sampel air yang terbanyak. Hasil Pemeriksaan Air PAM Berdasarkan Tahun Pemeriksaan No 1. 3.35 dengan menggunakan tawas (alum).62 36 8. Tangerang dan Bekasi. 6 Proses aerasi dan penyaringan pasir juga dapat mengurangi kadar besi.62 Warna N 1 6 % 0. Kimia Contoh Air PAM yang Tidak Memenuhi Syarat Air Minum Berdasarkan Wilayah Tak memenuhi syarat Wilayah Kekeruhan N % 0.46 1 0.62%). 6. hanya 8. Wilayah Jakarta Utara (52.61 9. Depok. pasir dan ijuk mampu memperbaiki kualitas fisik seperti warna dari 225 TCU menjadi 5 TCU. 2.86%) dan warna (1.23 1. kaporit. mangan dan zat kimia terlarut seperti penelitian yang dilakukan oleh Sharma dkk .23 4 0. menjernihkan air.85 7 1.46 0.93 0. 4.35 Tabel 4. Krukut.46 0. sungai Cisadane. 4. Secara kimia disebabkan karena kadar mangan (4.93 19 4.08 91. 3.41 7 1.5 Kesimpulan 1.09 1 0.65 Tak Memenuhi Syarat Air Minum 9 13 14 36 6. kelompok koli dari 30 menjadi 15.40 1 Kesadahan N % Klorida N % Mangan N 4 1 7 0.23 0. 3. kapur.46 0. Saluran Sekunder Bekasi Tengah serta Banjir Kanal.4 mg/l menjadi 0 dan besi dari 6. PAC (Poli Aluminium Chlorida). Secara umum kualitas fisik dan kimia. 7. 18 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 .46 1.12 Kualitas air PAM di Jabotabek tahun 1999-2001 relevan dibandingkan dengan dengan air PAM DKI tahun 1991-1992 karena berasal dari sumber yang sama. 5. mengurangi bakteri.46 No 1.86 0. karbon aktif. Jak-Pus Jak-Bar Jak-Tim Jak-Ut Jak-Sel Bekasi Depok Tangerang 1 2 0.65%).23 1. penyaringan dengan kerikil. 6. 2. 8. mata air Ciburial.12 serta kandungan bakteri kelompok umum dari 250 menjadi 30.23 4 0.41%). Air PAM yang tidak memenuhi syarat secara fisik disebabkan kekeruhan (1.

Republika. Direktorat Jenderal PPM dan PLP. Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 19 . 1995. warna. 8. 51(4). Telaah Kualitas Air. Air Minum. 99 Oktober.98%. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Petrusevki B. “Musim Hujan Kebanjiran Kemarau Krisis Air. 32. juga pada musim penghujan dan kemarau. Contoh air yang secara fisik dan kimia memenuhi syarat sebagai air minum 88.. Lemley A.. Kanisius. 907/Menkes/ VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. 112-115 Heni Efendi. 199-216. 2. Journal of Water Supply : Reseach and TechnologyAQUA. 7.01%. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Secara umum contoh air PAM yang diperiksa di Lab. besi dan mangan. Contoh air yang diperiksa di Lab. 100. Pelatihan Penyehatan Air. Kepustakaan 1. kekeruhan (1. 2003. 9. 2000.. 14 Mei2004.62%) yang tidak memenuhi syarat. stewart J. 143-144. Nella Utama. Kapan Akan Berakhir?”. pH (3. Departemen Kesehatan RI.08%. Persentasi hasil pemeriksaan air PAM ini mempunyai kecenderungan yang sama dari tahun 1999 hingga tahun 2001. Kimia Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional dalam tahun 1999 – 2001. 117-118. 4. Hasil pemeriksaan fisik dan kimia air PAM jika dilihat berdasarkan tahun pemeriksaan menunjukkan air PAM yang memenuhi syarat sebagai air minum antar tahun tidak berbeda bermakna.15%) yang tidak memenuhi syarat.K. 10. Materi Pelatihan dan Pengawasan Kualitas Air dan Lingkungan Untuk Mendukung Pendekatan Partisipatori . 6.C. Perpamsi. 152-153. Kualitas Fisik dan Kimia Air PAM DKI Jakarta tahun 1991 – 2001. 4-5 Mariana Raini. Direktori 2000. schippers J.8%) zat organik (1. Wilayah Jakarta Utara merupakan wilayah asal sampel air PAM yang tidak memenuhi syarat terbanyak (5. tahun 2000 adalah 91. Fenomena PDAM sebagai Layanan Publik.57%) yang tinggi.T. Air Minum.. Warga Konsumsi Air tak Layak. .4. 3. Weismiller R. www//Drinking Water. Departemen Kesehatan RI.3 Abrianto. Drinking Water standards and Health Effects. MJ Herman. 2003. sehingga dapat lebih menggambarkan kualitas fisik dan kimia air PAM. Cermin Dunia Kedokteran. Jakarta 2000..67%. besi (2. Departemen Kesehatan RI. 12..A.39% dan tahun 2001 adalah 90.. Direktorat Jenderal PPM dan PLP. paling banyak berasal dari daerah Jakarta Utara. Hasil pemeriksaan air PAM yang memenuhi syarat air minum pada tahun 1999 adalah 93. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. . Contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum pada umumnya disebabkan oleh kadar mangan (4. Effec of groundwater quality on adsorptive iron removal. Ada beberapa contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum disebabkan karena beberapa kandungan kimia sekaligus yang tidak memenuhi syarat seperti kekeruhan. Sharma S.25%). Kimia Puslitbang Farmasi dalam tahun 1999 – 2001 berkualitas baik. besi (2. 11. 5. 89. Saran Disarankan untuk melakukan penelitian kualitas fisik air PAM dengan mengambil sampel pada sumber air PAM sebelum didistribusikan dan pada tiap wilayah.Com//.49%). sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum 11. yogyakarta. Departemen Kesehatan RI. Berita Negara RI.C. April 199550-52 ………. .10%) diikuti Jakarta Pusat (1. 124. Sebwato C. 2002.09%) dan zat organik (1.. 5. hal. …………. 1990.16%).166-167. 99 Oktober 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful