Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Pada saat kita mengerjakan pengembangan perangkat lunak sering kita menghadapi
berbagai situasi yang tidak nyaman seperti keterlambatan pengembangan atau pengeluaran
biaya pengembangan yang melebihi anggaran. Hal ini dikarenakan kurang siapnya kita
menghadapi berbagai kemungkinan resiko yang akan terjadi. Untuk itu perlu dilakukan
identifikasi tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah ataupun meminimalkan resiko
tersebut.

Mengapa manajemen resiko itu penting? Sikap orang ketika menghadapi resiko
berbeda-beda. Ada orang yang berusaha untuk menghindari resiko, namun ada juga yang
sebaliknya sangat senang menghadapi resiko sementara yang lain mungkin tidak terpengaruh
dengan adanya resiko. Pemahaman atas sikap orang terhadap resiko ini dapat membantu
untuk mengerti betapa resiko itu penting untuk ditangani dengan baik.

Beberapa resiko lebih penting dibandingkan resiko lainnya. Baik penting maupun
tidak sebuah resiko tertentu bergantung pada sifat resiko tersebut, pengaruhnya pada aktifitas
tertentu dan kekritisan aktifitas tersebut. Aktifitas beresiko tinggi pada jalur kritis
pengembangan biasanya merupakan penyebabnya.

Untuk mengurangi bahaya tersebut maka harus ada jaminan untuk meminimalkan
resiko atau paling tidak mendistribusikannya selama pengembangan tersebut dan idealnya
resiko tersebut dihapus dari aktifitas yang mempunyai jalur yang kritis.

Resiko dari sebuah aktifitas yang sedang berlangsung sebagian bergantung pada siapa
yang mengerjakan atau siapa yang mengelola aktifitas tersebut. Evaluasi resiko dan alokasi
staf dan sumber daya lainnya erat kaitannya.

1
1.2 PENGERTIAN

Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta


pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah
memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko,
dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko
tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti
bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hukum).

Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat


lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).

Defenisi konseptual mengenai resiko :


1. Resiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang.
2. Resiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran, pendapat, aksi atau tempat)
3. Resiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan itu akan dilakukan.
(Robert Charette)

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola


ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk:
Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan
menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara
lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek
negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Resiko dalam perangkat lunak memiliki dua karakteristik:

- Uncertainty : tidak ada resiko yang 100% pasti muncul.


- Loss : resiko berimbas pada kehilangan.

2
BAB II

ISI
2.1 MACAM – MACAM RESIKO

Resiko memiliki tiga kategori:

- Resiko proyek : berefek pada perencanaan proyek.


- Resiko teknikal : berefek pada kualitas dan waktu pembuatan perangkat lunak.
- Resiko bisnis : berefek pada nilai jual produk
Contoh : Seorang programmer yang sangat pintar keluar. Resiko yang mana?

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

1. Risiko spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat
memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif
kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business risk). Seseorang
yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya
merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif
adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga
dapat menimbulkan kerugian.

2. Risiko murni
Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau
tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah
kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan
menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan
demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan,
kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko
murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa
dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni
adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu
3
sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan (
insurable risk ).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan
untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung
sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.

Selain itu dapat diklasifikasikan sebagai berikut :


1. Risiko Finansial adalah resiko yang diderita oleh investor sebagai akibat dari
ketidakmampuan emiten saham dan obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden
atau bunga atau bunga serta pokok pinjaman.
2. Risiko strategik adalah risiko terjadinya serangkaian kondisi yang tidak terduga yang
dapat mengurangi kemampuan manajer untuk mengimplementasikan strateginya secara
signifikan.
3. Resiko Legal / Hukum
Resiko yang timbul karena tuntuan dari pihak lain karena adanya pelanggaran hukum
contoh pelanggaran hak cipta, ingkar janji dalam suatu kontrak dll. Karenanya perlu
memahami dengan baik sebelum suatu kontrak yang ditanda tangani.
4. Resiko Compliance / Kepatuhan
Resiko yang timbul karena tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan/peraturan-
peratusan Negara/daerah setempat. Seperti pelanggaran Hamdal, pelanggaran UMR,
pelanggaran pajak. Pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku akan dapat
5. Resiko Reputasi
Resiko ini tidak berhubungan dengan kerugian material secara langsung, tapi cenderung
kepada reputasi/citra perusahaan yang telah dibangun cukup lama. Sehingga pelanggan
merasa tidak simpatik/bangga dalam menggunakan produk yang anda produksi/jual.
Akibatnya produk anda tidak laku lagi.
6. Risiko bagi organisasi perusahaan pada umumnya bersumber dari adanya unsur
ketidakpastian (uncertainties) yang menyebabkan tertekannya profitability atau bahkan
dapat menimbulkan kerugian
7. Risiko keuangan
8. Risiko operasional
9. Risiko strategis
10. Risiko eksternal

4
2.2 UNSUR-UNSUR RESIKO USAHA

1. MAN (SDM)
Dalam manajemen, factor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang
membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan.
Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah
makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang
yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
2. MONEY (UANG)
Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan
dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu
uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala
sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan
berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat
yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu
organisasi.
3. MATERIALS (BAHAN)
Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam
dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam
bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu
sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan
tercapai hasil yang dikehendak.
4. MACHINES (MESIN)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan
membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta
menciptakan efesiensi kerja.
5. METHODS (METODE)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja
yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat
dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan
memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-
fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha.
Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya
tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan

5
memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap
manusianya sendiri.
6. MARKET (PASAR)
Memasarkan produk sudah berbentuk barang tentu sangat penting sebab bila
barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti.
Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu,
penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor
menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan
harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan)
konsumen.

2.3 MANFAAT RESIKO USAHA

Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan manajemen resiko antara lain (Mok et
al., 1996):
1. Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang
rumit.
2. Memudahkan estimasi biaya.
3. Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan
dalam cara yang benar.
4. Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi resiko dan
ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.
5. Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa
banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
6. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan
7. Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah.
8. Menstabilkan pendapatan perusahaan.

2.4 TUJUAN RESIKO USAHA


• Tindakan penanggulangan risiko dilakukan untuk memenuhi kewajiban yang
berasal dari pihak ketiga/pihak luar.
• Menyelamatkan operasi perusahaan
• Mencari upaya-upaya agar operasi perusahaan tetap berlanjut setelah terkena peril

6
• Mengupayakan agar pendapatan perusahaan tetap mengalir, meskipun tidak
sepenuhnya, paling tidak cukup untuk menutup biaya variabelnya
• Mengusahakan tetap berlanjutnya pertumbuhan usaha bagi perusahaan yang
sedang melakukan pengembangan usaha
• Berupaya tetap dapat melakukan tanggung jawab sosial dari perusahaan.

2.5 IDENTIFIKASI JENIS-JENIS RESIKO

1. Resiko ukuran produk


Resiko yg berhubungan dgn keseluruhan ukuran PL yg akan dibangun atau
dimodifikasi.

2. Resiko yg mempengaruhi bisnis


Resiko yg berhubungan dengan batasan yg dibebankan oleh manajemen atau
pasar. Bagian pemasaran dikendalikan oleh pertimbangan bisnis, dan
pertimbangan bisnis kadang mengalami konflik langsung dengan kenyataan
teknis.

3. Resiko yg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan


Resiko yg berhubungan dengan kepintaran pelanggan & kemampuan pengembang
untuk berkomunikasi dgn pelanggan dgn cara yg cepat.

Karakteristik pelanggan :
- Pelanggan mempunyai keinginan yg berbeda.
- Pelanggan memiliki kepribadian yg berbeda.
- Pelanggan memiliki hubungan yg bervariasi dgn pemasok.
- Pelanggan juga kadang-kadang bertentangan.
Karakteristik pelanggan mempengaruhi kemampuan tim PL untuk menyelesaikan
suatu proyek tepat waktu & sesuai anggaran.

4. Resiko definisi proses


Bila kualitas merupakan sebuah konsep yg disetujui sbg hal yg penting tetapi tidak
tidak ada yg bertindak untuk mencapainya dengan cara yg dapat yg dilakukan,
maka proyek tersebut beresiko.
7
5. Resiko teknologi yang akan dibangun
Resiko yg berhubungan dgn kompleksitas sistem yg akan dibangun dan kebaruan`
teknologi yg dikemas oleh system.

6. Resiko lingkungan pengembangan


Resiko yg berhubungan dgn keberadaan & kualitas peranti yg akan digunakan
untuk membangun produk. Lingkungan proses PL mendukung tim proyek, proses
dan produk. Lingkungan yg salah dapat menjadi sumber resiko yg penting.

7. Resiko yg berhubungan dgn ukuran & pengalaman staf


Resiko yg berhubungan dgn keseluruhan teknik & pengalaman proyek dari RPL
yg akan melakukan tugas tsb.

8. Risiko kinerja
tingkat ketidakpastian dimana produk akan memenuhi persyaratannya dan cocok
dgn penggunaannya.

9. Risiko biaya
tingkat ketidakpastian dimana biaya proyek akan dijaga

10. Risiko dukungan


tingkat ketidakpastian dimana PL akan mudah dikoreksi, disesuaikan dan
ditingkatkan.

11. Risiko jadwal


tingkat ketidakpastian dimana jadwal proyek akan dijaga dan produk akan
disampaikan tepat waktu.

8
BAB III

PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta


pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah
memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif
resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu.

5 resiko bisnis utama :


1. pembangunan produk atau sistem yg baik sebenarnya tdk pernah diinginkan oleh
setiap orang (resiko pasar)
2. pembangunan sebuah produk yg tidak sesuai dgn keseluruhan strategi bisnis bagi
perusahaan (resiko strategi)
3. Pembangunan sebuah produk dimana sebuah bagian pemasaran tidak tahu
bagaimana harus menjualnya.
4. Kehilangan dukungan manajemen senior sehubungan dg perubahan pd fokus atau
perubahan pd manusia (resiko manajemen)
5. Kehilangan hal hal yg berhubungan dgn biaya atau komitmen personal (resiko
biaya).

Sasaran dari monitoring risiko (aktifitas penelurusan proyek) yaitu:


1. Memperkirakan apakah risiko yang diramalkan benar-benar terjadi
2. Memastikan bahwa langkah aversi risiko yang didefinisikan untuk risiko telah
diterapkan secara benar
3. Mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk analisis risiko masa yang
akan datang

9
3.2 SARAN

Cara untuk meminimalkan resiko:


1. Carilah informasi sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan kegiatan usaha agar
dapat memperkirakan dan merencanakan dengan baik.
2. Usaha yang hasilnya besar biasanya resikonya juga besar. Dan usaha yang
hasilnya kecil resikonya relatif kecil.
3. Usahakan resiko tidak terkonsentrasi pada salah satu bidang saja yang berpotensi
terjadinya kerugian.
4. Jangan lakukan kegiatan usaha yang melanggar ketentuan hukum dan agama.
5. Hindari kegiatan usaha spekulasi tanpa perencanaan sebelumnya.
6. Kadang resiko hari ini, bermanfaat pada pengembangan usaha dimasa yang akan
datang.
7. Rencanakan skenario terburuk.
Anda tidak memulai bisnis dan berpikir akan gagal, Anda membutuhkan seluruh
energi positif dan selalu berpikir positif. Disamping semua optimisme
tadi,berpikir bahwa kegagalan bisa saja terjadi, bisa membuat energi Anda
kembali dan membuat keputusan yang lebih baik.
8. Selalu melakukan penilaian yang Baik.
Hindari perilaku impulsif ( bertindak tanpa berpikir ) selalu menganalisa dan
mengkaji kembali keputusan bisnis Anda. Jangan terbawa oleh dorongan tindakan
tanpa berpikir.
9. Selalu gunakan sistem cek dan ricek, terutama ketika membuat keputusan Besar.
10. Dengarkan ide-ide dari orang-orang yang Anda percayai, bisa pasangan Anda,
mentor Anda atau penasehat bisnis. Ini agar bisa memberikan cara pandang yang
berbeda dengan apa yang Anda sudah rencanakan.
11. Cari mentor
Saran dari seseorang yang telah berpengalaman dalam bisnis sangatlah
berharga.Ikutlah berbagai forum wirausaha, seminar, pelatihan untuk membangun
jaringan. Gunakan organisasi untuk mencari mentor.
12. Tetap FOKUS pada kekuatan Anda
Jangan mengambil semua kesempatan yang mungkin Anda temui, terutama jika
bisnis itu di luar kemampuan Anda. Tetaplah FOKUS pada kekuatan inti Anda.
Anda akan sukses jika Anda mengetahui apa yang Anda bisa lakukan.

10
MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

MANAJEMEN RESIKO

DISUSUN OLEH :
• Damayanti 1040911022
• Daniar Ardhiliringsari 1040911023
• Devi Novitasari 1040911025
• Devi Yuliana 1040911026
• Dewi Ayu K 1040911027
• Dinar Kusuma 1040911031
• Elisabeth 1040911034
• Elsa Oktavia 1040911036
• Emmy 1040911037
• Eni Kusumawati 1040911038
• Ester Angelina 1040911042
• Etika Wahyu Vitasari 1040911044
• Faista Dete 1040911045

S1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI “YAYASAN PHARMASI” SEMARANG
TAHUN AJARAN 2009/2010
11
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah – Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah
Kewirausahaan. Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari sepenuhnya keterbatasan,
kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki, namun berkat dorongan, bimbingan dan bantuan dari
berbagai pihak, maka kami dapat menyelesaikan makalah ini berdasar atas referensi serta bahan –
bahan dari sumber – sumber yang terkait.

Telah banyak pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini, maka kami
pada kesempatan ini mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs.
Anang Budi Utomo, S. Mn., M.Pd sebagai pembimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.

Akhir kata, kami hanya dapat berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kami
sendiri, sebagai penyusun sekaligus penulis makalah pada khususnya dan untuk masyarakat serta
rekan-rekan yang lain pada umumnya. Dengan berpegang pada kenyataan bahwa tidak ada sesuatu
yang sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari rekan – rekan dan pembimbing yang
nantinya akan kami jadikan sebagai patokan untuk mengevaluasi menyempurnakan makalah ini.

Semarang, 12 Desember 2010

Tim Penyusun,

12

Anda mungkin juga menyukai