Anda di halaman 1dari 31

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah


melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNya sehingga Tugas Aplikasi Komputer ini
dapat diselesaikan.

Dengan segala kerendahan hati penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada selaku dosen pembimbing.

Kami menyadari sepenuhnya dalam penyelesaian tugas ini banyak kekurangan


meskipun kami telah berusaha semaksimal mungkin. Hal ini disebabkan karena
keterbatasan yang ada pada kami oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan tugas ini.

Akhirnya kami harapkan semoga tugas aplikasi computer ini dapat bermanfaat
bagi pembaca pada umumnya dan juga bermanfaat bagi kami pada khususnya.

Mataram, Januari 2010

Penulis

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR.............................................................................................1

DAFTAR ISI............................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................3

BAB II KAJIAN PUSTAKA...........................................................................4

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN...........................................................8

A. LATIHAN 1................................................................................8
B. LATIHAN 2 10
C. LATIHAN 3 13
D. LATIHAN 4 15
E. LATIHAN 5 17
F. LATIHAN 6 20
G. LATIHAN 7 22
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I

PENDAHULUAN

Microsoft Excel merupakan salah satu paket aplikasi spreadsheet andalan


Microsoft yang terintegrasi dalam Microsoft Office. Excel sangat populer saat ini dan
digunakan secara luas oleh berbagai kalangan di seluruh dunia untuk membantu
membuat berbagai laporan yang berkaitan dengan perhitungan, tabulasi data, analisis
data, penyajian dalam bentuk tabel maupun grafik dan sebagainya. Microsoft excel
adalah general purpose electronic spreadsheet yang dapat digunakan untuk
mengorganisir, menghitung, menyediakan, maupun menganalisa data-data dan
mempresentasikannya kedalam bentuk grafik/diagram.

Salah satu pekerjaan yang banyak dilakukan dengan excel adalah mengelola
sekumpulan data yang disebut dengan istilah database. Database merupakan alat
untuk menyimpan, mengorganisasikan dan memperoleh kembali informasi. Database
pada lembar excel merupkan range berisi data yang disusun berdasarkan kolom dan
baris. Kolom yang berisi data sejenis disebut field, setiap field harus mempunyai judul
kolom atau nama field. Satu jenis data yang terdiri atas beberapa field disebut dengan
record.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Suatu spreadsheet dibentuk oleh kolom (column), baris (row) dan irisan
antara kolom dan baris yang dinamakan cell (sel). Suatu data dituliskan/diletakkan
pada sel, karena itu harus diketahui alamatnya.

• Sel terdiri dari sebuah alamat ( tunggal )

Contoh: A2, C2, B4, A11

Dibaca: Sel A2

• Range terdiri lebih dari sebuah alamat ( jamak )

Contoh: A5:A9, D3:E5, C7:E11

Dibaca: Range A5 sampai dengan A9

I. Menjalankan Excel

Excel dapat dijalankan dengan beberapa cara, diantaranya :

 Klik ganda Shortcut Excel pada Destop

 Melalui menu Start Excel pada Taskbar → Program → Microsoft Excel

 Klik ganda icon Excel pada Office bar

II. Worbook dan worksheet

Sesaat setelah menjalankan Excel maka akan ditampilkan Buku kerja


(Workbook).default yaitu Book satu untuk kerja yang pertama, namun dapat
digambarkan nama lain pada saat menyimpan buku kerja tersebut (sebagai File).

Dalam keadaan default tiap buku kerja memiliki tiga lembar kerja (Sheet), yaitu
Sheet1, Sheet2, Sheet3. Setiap lembar kerja memuat Sel (Cell), yaitu pertemuan
antara kolom dan baris serta Range, yaitu gabungan dari berbagai sel yang
membentuk kotak empat persegi panjang.

4
Setiap sel memiliki nama sesuai dengan kolom da baris yang
membentuknya, misalnya kolom B dan baris 12, dinamakan sebagai sel B12.
Sedangkan range yang merupakan kumpulan dari beberapa sel, misalnya sel B2,
sel B3, sel C2 dan sel C3 dinamakan Range B2:C3.

Setiap lembar kerja memiliki 256 kolom, yaitu kolom sampai dengan
kolom IV, sedanglan baris terdiri dari 65536 baris.

III. Menu pada lembar kerja

Dengan melakukan klik kanan mouse pada lembar kerja (sheet) maka
akan tampil menu popup. Pada menu ini daya kerja dari lembar kerja dapat
dioptimalkan, menu yang ditampilkan diantaranya :

• Insert; menyisipkan lembar kerja baru

• Delete; menghapus lembar kerja

• Rename; mengganti nama lembar kerja

• Move or Copy; memindahkan atua menyalin lembar kerja Select all Sheet

IV. Jenis Data

Data yang dientri pada lembar diantaranya :

a. Data huruf (Character); dimulai dengan huruf A sampai dengan Z, juga


gabungan antara huruf dan angka atau angka dengan huruf termasuk spasi,
misalnya LK4, 8TR, dan sebagainya.

b. Angka (Numerik); dimulai dari 0 sampai dengan 9, sedangkan bila


memasukkan data desimal diawali dengan angka 0, misalnya 0,25 dan data
negatif diawali dengan minus (-) atau tanda kurung.

c. Perhitungan (Formula), rumus operator perhitungan yang digunakan dalam


perhitungan adalah; tanda kurung ( ), pangkat (^), perkalian (*), pembagian
(/), penambahan (+), dan pengurangan (-). Formula desimal (3 angka di

5
belakang koma) dilakukan dengan memilih menu Format → Cells →
Number → Decimal place: 3 → OK.

d. Fungsi (Function), rumus yang tersedia dan siap digunakan sebagai alat untuk
membantu perhitungan. Penulisan fungsi selalu di dahului dengan tanda
sama dengan (=) kemudian di lengkapi dengan argumen berupa angka, tabel,
rumus, alamat sel atau range. Excel menyediakan beragam fungsi sesuai
dengan kepentingan penggunaannya (Function kategory). Pada setiap
kategori tersedia sekelompok nama fungsi yang dapat dipilih sesuai
kebutuhan.

A. Fungsi statistik sederhana antara lain:

1. =Max(Range) : Menentukan nilai terbesar dari suatu range.

2. =Min(Range) : Menentukan nilai terkecil dari suatu range.

3. =Average(Range) : Menghitng nilai rata-rata dari suatu range.

4. =Sum(Range) : Menghitung jumlah isi data numeric yang


terdapat pada suatu range.

5. =Sumif(Range) : Kunci untuk membaca kolom atau baris

B. Fungsi teks: MID, LEFT, RIGHT, UPPER, LOWER, PROPER

1. Mid mengambil karakter yang ada di tengah dari suatu kesatuan karakter.

2. Left mengambil karakter yang ada disebelah kiri dari sat kesatuan karakter.

3. Right mengambil karakter yang ada disebelah kanan dari satu kesatuan
karakter.

6
C. Fungsi pembacaan tabel atau mengambil data

Dalam pengambilan data ada 2 cara yaitu:

 =VLOOKUP(X;Range;K;): Tabel vertikal

 =HLOOKUP(X;Range;K;): Tabel horizontal

1. Vlookup

Fungsi ini digunakan untuk mencari sebuah nilai pada kolom terkiri dari
suatu table, dan menghasilkan sebuah nilai dari baris yang sama dari kolom
yang dispesifikasikan pada table. Penggunaan vlookup apabila nilai
pembandingan terletak pada kolom kiri data yang akan dicari.

2. Hlookup

Fungsi ini digunakan untuk mencari sebuah nilai pada baris teratas dari suatu
table atau sebuah array f values, dan menghasilkan sebuah nilai dari kolom
yang sama dari baris yang dospesifikasikan dalam table atau array.
Penggunan hlookup jika nilai pembandingan terletak pada baris yang
melintas di atas table data, dan akan dicari sebuah nilai spesifik dari baris.

D. Fungsi logika

1. AND (logical 1, logical 2, . . . , logical 30)

Menghasilkan argument true jika semua logika benar.

2. OR (logical 1, Logical 2, . . . , logical 30)

Menghasilkan argument true jika salah satu logika benar.

7
3. NOT (logical)

Menghasilkan kebalikan logical.

4. IF (logical test, value if true, value if false)

Logika IF adalah logika yang menggunakan syarat tertentu dalam


memberikan nilai dalam suatu ketentuan proses. Logika inilah yang sering
dipakai oleh program untuk menentukan syarat yang diminta. Rumus
umumnya =IF(X;A;B) ketentuannya.

Keterangan rumus :

 X adalah syarat yang diminta logika, setiap syarat harus menggunakan


operator (=, >, <, >=, <=, and, or)

 A adalah JAWABAN BENAR maksudnya jika syarat logika yang kita


berikan bernilai benar maka jawaban yang kita siap di A akan
ditampilkan.

 B adalah JAWABAN SALAH maksudnya jika syarat logika yang kita


berikan bernilai salah maka jawaban yang kita siap di B akan
ditampilkan.

Fungsi IF menghasilkan satu nilai jika suatu kondisi yang secara spesifik
akan dievaluasi menyatakan TRUE. Sebaliknya fungsi ini akan
menghasilkan nilai lainnya, jika yang dievaluasi

BAB III

8
HASIL DAN PEMBAHASAN

LATIHAN 1

A B C D E F G
Bilangan Bilangan
1 No
A B
Penjumlahan Pengurangan Perkalian Pembagian

2 1 10 29 39 -19 290 0.34


3 2 11 28 39 -17 308 0.39
4 3 12 27 39 -15 324 0.44
5 4 13 26 39 -13 338 0.50
6 5 14 25 39 -11 350 0.56
7 6 15 24 39 -9 360 0.63
8 7 16 23 39 -7 368 0.70
9 8 17 22 39 -5 374 0.77
10 9 18 21 39 -3 378 0.86
11 10 19 20 39 -1 380 0.95

KETENTUAN

1. Penjumlahan =bilangan A + Bilangan B adapun rumus yang digunakan disini


yaitu: =B2+C2 dan seterusnya (dalam penggunaan rumus pada excel tidak ada
jarak atau spasi).

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell penjumlahan yang akan dicari hasilnya


(D2)

 Tekan = (untuk mengetahui hasilya, harus digunakan tanda sama


dengan, apabila tidak ditekan maka tidak akan muncul hasilnya).

 Sorot bilangan A (B2)

 Tekan + (ini menandakan bahwa kita akan menjumlahkan)

 Sorot bilangan B (C2)

 Maka akan muncul rumus =B2+C2

 Tekan Enter

9
Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang
sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy kebawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

2. Pengurangan = Bilangan A-Bilangan B adapun rumus yang dipakai di sini


ialah: =B2-C2 dan seterusnya.

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell pengurangan yang akan dicari hasilnya (E2)

 Tekan =

 Sorot bilangan A (B2)

 Tekan – (tanda pengurangan)

 Sorot bilangan B (C2)

 Maka akan muncul rumus =B2-C2

 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan cara seperti diatas atau
dengan mengcopy.

3. Perkalian =Bilangan A*Bilangan B adapun rumus yang dipakai di sini ialah:


=B2*C2 dan seterusnya.

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell perkalian yang akan dicari hasilnya (F2)

 Tekan =

 Sorot bilangan A (B2)

 Tekan * (tanda kali)

 Sorot bilangan B (C2)

 Maka akan muncul rumus =B2*C2

10
 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah seperti diatas


atau dengan mengcopy.

4. Pembagian =Bilangan A/Bilangan B adapun rumus yang dipakai ialah:


=B2/C2 dan seterusnya.

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell pembagian yang akan dicari hasilnya (G2)

 Tekan =

 Sorot bilangan A (B2)

 Tekan / (tanda pembagian)

 Sorot bilangan B (C2)

 Maka akan muncul rumus =B2/C2

 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah seperti diatas


atau dengan mengcopy.

5. Fungsi decimal pada kolom pembagian, dapat dilakukan dengan cara


mengklik langsung pada toolbar atau dengan menggunakan menu format, yaitu
dengan langkah-langkah sebagai berikut:

 klik format

 pilih cells

 pada cells, pilih number

 pada number, pilih decimal place: 2

 klik OK

11
LATIHAN 2

A B C D E F G
1 Nilai Jumlah Rata- Nilai harian
No Nama Siswa
2 Ujian Harian nilai rata pangkat 3
3 1 Wari 7 6 20 10 216
4 2 Siska 6 2 14 7 8
5 3 Didi 7 8 22 11 512
6 4 Parling 8 7 23 11.5 343
7 5 Peri 9 6 24 12 216
8 6 Budi 7 8 22 11 512
9 7 Badu 6 7 19 9.5 343
1
0 8 Ari 6 9 21 10.5 729
1
1 9 Cinta 7 6 20 10 216
1
2 10 Kare 8 7 23 11.5 343
1
3 Max 9 9 24 12 729
1
4 Min 6 2 14 7 8

KETENTUAN

1. Jumlah nilai =2*nilai ujian+nilai harian. Adapun rumus yang digunakan disini
yaitu: =2*C3+D3 dan seterusnya.

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell jumlah nilai yang akan dicari hasilnya (E3)

 Tekan = (dalam excel, setiap rumus yang digunakan harus didahulukan


tanda sama dengan, jika tidak maka tidak akan mendapatkan hasil)

 Tekan 2*

 Sorot bilangan A (C3)

 Tekan + (ini menandakan bahwa kita akan menjumlahkan)

 Sorot bilangan B (D3)

 Tekan Enter

12
Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang
sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy kebawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

2. Rata-rata =jumlah nilai bagi 2. Adapun rumus yang digunakan disini yaitu:
=E3/2 dan seterusnya.

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell rata-rata yang akan dicari hasilnya (F3)

 Tekan =

 Sorot bilangan A (E3)

 Tekan / (ini menandakan bahwa kita akan membagi)

 Tekan 2

 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang


sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy kebawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

3. Nilai harian pangkat 3, dapat dicari dengan menggunakan rumus: = D3^3 dan
seterusnya.

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell nilai harian pangkat 3 yang akan dicari
hasilnya (G3)

 Tekan =

 Sorot bilangan A (D3)

 Tekan ^ dengan menggunakan shift 6 (ini menandakan bahwa D3


dipangkatkan)

 Tekan 3

13
 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang


sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy kebawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

4. Nilai tertinggi dan nilai terendah dapat dicari dengan menggunakan autosum
(∑) yang ada pada toolbar.

• Nilai tertinngi atau MAX dapat dicari dengan langkah-langkah sebagai


berikut:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui nilai Max nya

 Klik Autosum pada toolbar

 Pilih Max

 Kemudian akan keluar rumusnya (=Max(C3;C12))

 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell berikutnya dapat melakukan langkah-langkah yang


sama seperti diatas atau dengan cara mengcopy.

• Nilai terendah atau MIN dapat dicari dengan menggunakan autosum


(∑) juga adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui nilai Min nya

 Klik Autosum pada toolbar

 Pilih Min

 Kemudian akan keluar rumusnya (=Min(C3;C13)) karena nilai max


nya ikut terblok maka C3;C13 dihapus kemudian sorot kembali cell
tersebut sampai pada nomor yang diinginkan, maka akan muncul
=Min(C3;C12)

 Tekan Enter

14
Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang
sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy kebawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

LATIHAN 3

A B C D E
Kode Jenis Masa
1 No Status
jabatan kelamin kerja
2 1 PK12 Perempuan Kawin 12
3 2 PT06 Perempuan Tidak kawin 06
4 3 LK01 Laki-laki Kawin 01
5 4 PK07 Perempuan Kawin 07
6 5 LT03 Laki-laki Tidak kawin 03
7 6 LT01 Laki-laki Tidak kawin 01
8 7 LK04 Laki-laki Kawin 04
9 8 PK02 Perempuan Kawin 02
1
9 PT01 Perempuan Tidak kawin 01
0
1
10 LT05 Laki-laki Tidak kawin 05
1

KETENTUAN

15
1. Jenis Kelamin: P=Perempuan, L=Laki-laki

Untuk menentukan status kawin dapat menggunakan rumus:


=IF(LEFT(B2,1)="L","Laki-laki","Perempuan")

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui jenis kelaminnya (C2)

 Ketik =IF(

 Ketik LEFT( (dalam pengetikan sama dengan, ketik IF, ketik buka
kurung, ketik LEFT (semua rapat tidak diberi spasi))

 Sorot kode jabatan (B2)

 Ketik titik koma (;) (sesuai dengan petunjuk yang ada, ada yang koma
(,) dan lain-lain)

 Ketik 1 (berarti diambil satu angka/satu digit)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Ketik =”L”,”Laki-laki”

 Ketik ,”Perempuan” (jika pada kode jabatan bukan L atau laki-laki


maka yang akan muncul adalah perempuan)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Untuk menentukan jenis kelamin selanjutnya, maka dapat mengcopy kebawah


untuk mengisi cell-cell berikutnya, dengan cara:

Letakkan pointer pada cell tadi (C2), kemudian arahkan kursor pada cell tersebut
sampai muncul tanda plus (+), lalu tarik ke bawah sampai pada nomor terakhir
dan akan muncul stok barang berikutnya. Perlakuan ini sama saja dengan latihan-
latihan berikutnya.

2. Satus Kawin: K=Kawin, T=Tidak Kawin

16
Untuk menentukan status kawin dapat menggunakan rumus:
=IF(MID(B2,2,1)="K","Kawin","Tidak kawin")

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui statusnya (D2)

 Ketik IF

 Ketik MID(

 Sorot kode jabatan (B2)

 Ketik koma (,)

 Ketik 2 (berarti posisi ke-2 dari kode jabatan)

 Ketik koma (,)

 Ketik 1 (berarti diambil satu digit)

 Ketik ) (ttup kurung)

 Ketik =”T”,”Tidak kawin”

 Ketik ,”Kawin” (jika kode jabatan bukan T atau tidak kawin, berarti
statusnya kawin dan sebaliknya)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Selanjutnya dicopy ke bawah untuk mengisi cell-cell berikutnya. Caranya dapat


dilakukan seperti diatas.

3. Masa Kerja: 2 digit di belakang kode jabatan

Untuk menentukan masa kerja dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:


=RIGHT(B2,2)

Keterangan:

17
 Letakkan pointer pada cell yang akan ditentukan masa kerjanya (E2)

 Ketik =RIGHT( (untuk mengambil karakter dari bagian kanan)

 Sorot kode jabatan (B2)

 Ketik koma (,)

 Ketik 2 (berarti panjang pengambilan kode jabatan dari bagian kanan


sebanyak 2 digit)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Selanjutnya dicopy ke bawah untuk mengisi cell-cell berikutnya. Caranya dapat


dilakukan seperti diatas.

LATIHAN 4

A B C D E
Kode Stok Harga Jumlah
1 No
Barang Barang Barang rusak
2 1 20050020 200 500 20
3 2 50050030 500 500 30
4 3 10035050 100 350 50
5 4 00824003 008 240 03
6 5 05065014 050 650 14
7 6 40010001 400 100 01
8 7 34150000 341 500 00
9 8 51042003 510 420 03
1
9 15070001 150 700 01
0
1
10 32020012 320 200 12
1

KETENTUAN

1. Stok barang: 3 digit dari depan kode barang. Didapat dengan menggunakan
rumus: =Left (B2,3)

18
Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan stok barangnya (C2)

 Ketik =Left(

 Sorot kode barang (B2)

 Ketik koma (,)

 Ketik 3 (berarti diambil sebanyak 3 karakter atau 3 digit)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Selanjutnya untuk mendapatkan stok barang yang berikuntnya dapat dilakukan hal
yang sama seperti diatas. Agar lebih mudah dapat diselesaikan dengan mengcopy
kebawah untuk mengisi cell-cell selanjutnya, dengan cara:

Letakkan pointer pda cell tadi (C2), kemudian arahkan kursor pada cell tersebut
sampai muncul tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor terakhir dan
akan muncul stok barang berikutnya. Perlakuan ini sama saja dengan latihan-
latihan berikutnya.

2. Harga barang: digit ke 4 dari tengah kode barang sebanyak 3 digit. Didapat
dengan menggunakan rumus: =Mid (B2,4,3)

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell harga barang (D2)

 Ketik =Mid(

 Sorot kode barang (B2)

 Ketik koma (,)

 Ketik 4 9berarti kode barang dimulai dari angka ke-4)

 Ketik koma (,)

19
 Ketik 3 (berarti diambil sebanyak 3 karakter kekanan)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Untuk menentukan harga barang yang selanjutnya dapat dilakukan seperti cara
diatas atau dengan cara mengcopy.

3. Jumlah rusak: 2 digit dari belakang kode barang. Di dapat dengan


menggunakan rumus: =Right (B2,2)

Keterangan:

 Letakkan pointer pada cell harga barang (E2)

 Ketik =Right(

 Sorot kode barang (B2)

 Ketik koma (,)

 Ketik 2 (berarti diambil sebanyak 2 karakter ke kiri)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Dalam menentukan jumlah rusak yang berikutnya sama dengan cara ditas yaitu
dengan mengcopy ke bawah untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

20
LATIHAN 5

A B C D E
1 No kode Barang Stok Barang Harga Barang Jumlah rusak
2 1 A 10 100 6
3 2 B 15 200 5
4 3 C 16 150 5
5 4 D 100 75 2
6 5 E 23 25 0
7 6 F 28 50 1
8 7 G 50 320 1
9 8 H 46 111 4
10 9 I 87 85 2
11 10 J 11 75 1

TABEL 1

A B C
1 Kode barang Stok barang Jumlah rusak
2 A 10 6
3 B 15 5
4 C 16 5
5 D 100 2
6 E 23 0
7 F 28 1
8 G 50 1
9 H 46 4
10 I 87 2
11 J 11 1

TABEL 2

A B C D E F G H I J K
Kode
1 A B C D E F G H I J
Barang
Harga
2 100 200 150 75 25 50 320 111 85 75
Barang

Keterangan:

21
Untuk menentukan stok barang dan jumlah rusak menggunakan fungsi
vlookup, sedangkan untuk menentukan harga barang menggunakan fungsi hlookup.

1. Untuk menentukan stok barang dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan stok barangnya (C2)

 Ketik =vlookup(

 Sorot kode barang (B2)

 Ketik koma (,)

 Sorot table 1 (A14:C23)

 Tekan F4 (ini menandakan kita akan mengunci range untuk membaca


kolom atau baris)

 Ketik koma (,)

 Ketik 2 (stok barang terletak pada kolom ke-2)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Atau dengan rumus = VLOOKUP(B2,$A$14:$C$23,2) selanjutnya untuk


menentukan stok barang yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok hasil
yang didapat tadi sampai nomor 10 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

Letakkan pointer di stok barang yang didapat tadi (C2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 10 maka,
akan muncul stok barang yang berikutnya.

2. Dalam menentukan harga barang dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang akan ditentukan harga barangnya (D2)

 Ketik =hlookup(

22
 Sorot kode barang (B2)

 Ketik koma (,)

 Sorot table 2 (B25:K27)

 Tekan F4 (ini menandakan kita akan mengunci range untuk membaca


kolom atau baris)

 Ketik koma (,)

 Ketik 2 (harga barang terletak pada kolom 2)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Atau dengan rumus =HLOOKUP(B2,$B$25:$K$26,2) selanjutnya untuk


menentukan harga barang yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok
hasil yang didapat tadi sampai nomor 10 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

Letakkan pointer di harga barang yang didapat tadi (D2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 10 maka,
akan muncul harga barang yang berikutnya.

3. Dalam menentukan jumlah rusak dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan jumlah rusaknya (E2)

 Ketik =vlookup(

 Sorot kode barang (B2)

 Ketik koma (,)

 Sorot table 1 (A14:C23)

 Tekan F4 (ini menandakan kita akan mengunci range untuk membaca kolom
atau baris)

 Ketik koma (,)

23
 Ketik 3 (jumlah rusaknya terletak pada kolom ke-3)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Atau dengan rumus = VLOOKUP(B2,$A$14:$C$23,3,0) selanjutnya untuk


menentukan jumlah rusak yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok
hasil yang didapat tadi sampai nomor 10 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

Letakkan pointer di jumlah rusak yang didapat tadi (E2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 10 maka,
akan muncul jumlah rusak yang berikutnya.

LATIHAN 6

A B C D E F

24
1 No Jabatan Status kawin Tunjangan Gaji pokok Total gaji
2
1 Manager K 200000 1500000 1700000
3 2 Sekretaris K 200000 1100000 1300000
4 3 Bendahara T 0 900000 900000
5 4 Karyawan T 0 600000 600000
6 5 Personalia K 200000 700000 900000
7 Total 4800000 5400000

Keterangan:

Untuk menentukan tunjangan dan gaji pokok menggunakan fungsi IF.

1. Dalam menentukan tunjangan dapat ditentukan degan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan tunjangannya (D2)

 Ketik =IF(

 Sorot status kawin (C2)

 Ketik ="K",200000,0

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Atau dengan rumus =IF(C2="K",200000,0) selanjutnya untuk menentukan


tunjangan yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok hasil yang didapat
tadi sampai nomor 5 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

Letakkan pointer di tunjangan yang didapat tadi (D2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 5 maka,
akan muncul tunjangan yang berikutnya.

2. Dalam menentukan gaji pokok dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan gaji pokoknya (E2)

 Ketik =IF(

 Sorot jabatan (B2)

25
 Ketik ="manager",1500000

 Ketik ,IF(B2="sekretaris",1100000

 Ketik ,IF(B2="bendahara",900000

 Ketik ,IF(B2="karyawan",600000,700000

 Ketik )))) (tutup kurung sebanyak 4 kali)

Atau dengan rumus:

=IF(B2="manager",1500000,IF(B2="sekretaris",1100000,IF(B2="bendahara",900
000,IF(B2="karyawan",600000,700000)))) selanjutnya untuk menentukan gaji
pokok yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok hasil yang didapat tadi
sampai nomor 5 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

Letakkan pointer di tunjangan yang didapat tadi (E2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 5 maka,
akan muncul gaji pokok yang berikutnya.

3. Dalam menentukan total gaji dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan total gajinya (F2)

 Sorot tunjangan (D2)

 Tekan + (ini menandakan bahwa kita akan menjumlahkan)

 Sorot gaji pokok (E2)

 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang


sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy ke bawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

4. Nilai total gaji pokok dan total gaji keseluruhannya dapat dicari dengan
menggunakan autosum (∑) yang ada pada toolbar.

26
• Nilai total gaji pokok dapat dicari dengan langkah-langkah sebagai
berikut:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui nilai total gaji pokok
(E7)

 Klik Autosum

 Pilih SUM (ini menandakan bahwa kita akan menghitung jumlah isi
data numeric yang terdapat pada suatu range)

 Kemudian akan keluar rumusnya (=SUM(E2:E6))

 Tekan Enter

• Nilai total gaji keseluruhannya dapat dicari dengan langkah-langkah


sebagai berikut:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui nilai total gaji (F7)

 Klik Autosum

 Pilih SUM (ini menandakan bahwa kita akan menghitung jumlah isi
data numeric yang terdapat pada suatu range)

 Kemudian akan keluar rumusnya (=SUM(F2:F6))

 Tekan Enter

LATIHAN 7

A B C D E F
Status Gaji Total
1 No Pekerjaan Bonus
kawin pokok gaji
2 1 Guru K 200000 1200000 1400000
3 2 Karyawan K 200000 600000 800000
4 3 Karyawan T 0 600000 600000
5 4 Guru T 0 1200000 1200000
6 5 Guru K 200000 1200000 1400000
7 Total gaji pokok guru 3600000
8 Total gaji pokok karyawan 1200000

27
Keterangan:

1. Dalam menentukan bonus dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan bonusnya (D2)

 Ketik =IF(

 Sorot status kawin (C2)

 Ketik =”K”,200000,0

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Atau dengan rumus: =IF(C2="k",200000,0) selanjutnya untuk menentukan bonus


yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok hasil yang didapat tadi sampai
nomor 5 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

Letakkan pointer di bonus yang didapat tadi (D2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 5 maka,
akan muncul bonus yang berikutnya.

2. Dalam menentukn gaji pokok dapat ditentukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan gaji pokoknya (E2)

 Ketik =IF(

 Sorot pekerjaan (B2)

 Ketik =”guru”,1200000,600000

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

Atau dengan rumus: =IF(C2="guru",1200000,600000) selanjutnya untuk


menentukan gaji pokok yang berikutnya dapat ditentukan dengan memblok hasil
yang didapat tadi sampai nomor 5 (sampai selesai) yaitu dengan cara:

28
Letakkan pointer di gaji pokok yang didapat tadi (E2) kemudian arahkan kursor
sampai terlihat tanda plus (+), lalu tarik kebawah sampai pada nomor 5 maka,
akan muncul gaji pokok yang berikutnya.

3. Dalam menentukan total gaji dapat dilakukan dengan cara:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin ditentukan total gajinya (F2)

 Sorot bonus (D2)

 Tekan + (ini menandakan bahwa kita akan menjumlahkan)

 Sorot gaji pokok (E2)

 Tekan Enter

Untuk mengisi cell-cell selanjutnya dapat menggunakan langkah-langkah yang


sama, tetapi pada cell yang berbeda-beda. Atau kita dapat mengcopy ke bawah
untuk mengisi cell-cell selanjutnya.

4. Dalam menentukan total gaji pokok guru dan total gaji pokok
karyawan dapat dilakukan dengan cara:

• Total gaji pokok guru dapat dicari dengan langkah-langkah sebagai


berikut:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui nilai total gaji pokok
gurunya

 Ketik =SUMIF(

 Sorot pekerjaan sampai total gaji (B2:F6)

 Tekan F4 (ini menandakan kita akan mengunci range untuk membaca


kolom atau baris)

 Ketik ,”guru”

 Ketik tanda koma (,)

 Sorot total gaji (F2:F6)

29
 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

• Total gaji pokok karyawan dapat dicari dengan langkah-langkah


sebagai berikut:

 Letakkan pointer pada cell yang ingin diketahui nilai total gaji pokok
gurunya

 Ketik =SUMIF(

 Sorot pekerjaan sampai total gaji (B2:F6)

 Tekan F4 (ini menandakan kita akan mengunci range untuk membaca


kolom atau baris)

 Ketik ,”karyawan”

 Ketik tanda koma (,)

 Sorot total gaji (F2:F6)

 Ketik ) (tutup kurung)

 Tekan Enter

30
DAFTAR PUSTAKA

Suteja Bernard renaldy, Agus prijono, Christina M. Utami. 2009. Mudah dan Cepat
Menguasai aplikasi Komputer. Bandung: Penerbit informatika.

Sajuri. 2008. Modul Aplikasi Komputer, Microsoft Word, Microsoft Excel, Power
Point, dan Internet. Mataram: STIKES Yarsi Mataram.

31