Anda di halaman 1dari 26

DISUSUN OLEH ADEAN MAYASRI

KESETIMBANGAN KIMIA
Kesetimbangan Kimia
 Standar Kompetensi
Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia
dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan
Tujuan
industri
 Kompetensi Dasar
 Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan
dengan melakukan percobaan.
 Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi
dengan hasil reaksi dari suatu reaksi
kesetimbangan.
 Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan
Tetap Berjuang dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Hingga Berhasil !
Indikator
 Menjelaskan kesetimbangan dinamis dan
tetapan kesetimbangan.
 Meramalkan arah pergeseran
Tujuan
kesetimbangan dengan menggunakan azas
Le Chatlier.
 Menafsirkan data hasil percobaan mengenai
konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada
keadaan setimbang serta menyimpulkan
pengertian tetapan kesetimbangan.
 Menjelaskan penerapan Kesetimbangan
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Tujuan Pembelajaran
 Siswa mampu menjelaskan konsep
kesetimbangan dinamis, tetapan
Tujuan
kesetimbangan, serta arah pergeseran
kesetimbangan.
 Siswa mampu menafsirkan hasil
percobaan dan menjelaskan
penerapan kesetimbangn dalam
kehidupan sehari-hari.

Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
PENGERTIAN
KESETIMBANGAN
PENGERTIAN
CIRI-CIRI

REAKSI REVERSIBLE DAN


REAKSI IRREVERSIBLE
KONSEP
KESETIMBANGAN
DINAMIS KEADAAN SETIMBANG

KESETIMBANGAN
HOMOGEN DAN
HETERGEN
TETAPAN
KESETIMBANGAN
KESETIMBANGAN Kc
KIMIA Kp

HUKUM AZAS Le CHATLIER


KESETIMBANGAN
PENGARUH KONSENTRASI

PENGARUH SUHU
PERGESERAN
KESETIMBANGAN PENGARUH TEKANAN

PENGARUH VOLUME

KESETIMBANGAN
PROSES HABER-BOSCH
DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI PROSES KONTAK
Pengertian Kesetimbangan

 Kesetimbangan adalah suatu keadaan


di mana zat-zat pereaksi dan hasil
Tujuan reaksi terdapat bersama-sama, tetapi
tidak ada lagi perubahan yang dapat
diamati.
 Kesetimbangan kimia bersifat
dinamis, artinya reaksi tetap
berlangsung tetapi tidak ada
perubahan yang dapat diamati.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Ciri-Ciri Umum Kesetimbangan
• Sistem tidak memperoleh materi dari
lingkungannya dan tanpa kehilangan
(memberikan) materi ke lingkungan.
Tujuan • Sistem adalah dinamik. Dua proses yang
berlawanan berlangsung pada saat yang sama.
• Sifat yang dapat diukur dan diamati adalah
konstan, sehingga konsentrasi zat konstan.
Sifat ini disebut sifat makroskopik.
• Pada suhu tertentu, kesetimbangan mencapai
suatu nilai yang konstan.
• Nilai yang konstan disebut Tetapan
Tetap Berjuang Kesetimbangan.
Hingga Berhasil !
Konsep Kesetimbangan Dinamis

 Reaksi Reversible dan Reaksi


Irreversible
Tujuan  Reaksi reversible merupakan reaksi yang
berlangsung dua arah dan dapat dibalik.
Contoh : N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)

 Reaksi irreversible merupakan reaksi yang


berlangsung satu arah dan tidak dapat
dibalik.
Contoh : CH4(g) + 2O2(g) ⇌ CO2(g) + 2H2O(l)
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
• Keadaan Setimbang

Penurunan dan peningkatan


konsentrasi dari zat yang oPada awal, konsentrasi
bereaksi dan hasil reaksi pada berubah dengan cepat.
saat menuju kesetimbangan.
Tujuan oPada waktu t, kosentrasi
tidak berubah karena
sistem berada dlam
keadaan kesetimbangan.
oLaju perubahan
konsentrasi berkurang
ketika reaksi berlangsung
sampai mencapai nol,
ketika sistem mencapai
kesetimbangan.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Proses pecapaian keadaan kesetimbangan
ditinjau dari kecepatan reaksi.

Tujuan

Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
 Kesetimbangan Homogen dan
Heterogen

 Kesetimbangan Homogen merupakan


Tujuan kesetimbangan yang komponennya satu
fase.
N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g)

 Kesetimbangan Heterogen merupakan


kesetimbangan yang komponennya
terdiri dari dua fase atau lebih.
CaCO3(s) ↔ CaO(s) + CO2(g)
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Tetapan Kesetimbangan
Hubungan konsentrasi zat pada keadaan setimbang :
mA + nB ↔ pC + qD maka
Kc = [C]p [D]q
[A]m [B]n
Tujuan
Keterangan :
K = tetapan kesetimbangan
[A] = konsentrasi A pada kesetimbangan = mol / volume
(liter)
[B] = konsentrasi B pada kesetimbangan = mol / volume
(liter)
[C] = konsentrasi C pada kesetimbangan = mol / volume
(liter)
[D] = konsentrasi Dpada kesetimbangan = mol / volume
(liter)
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Hubungan tekanan parsial zat pada keadaan
setimbang :
mA + nB ↔ pC + qD maka
Kp = (PC)p (PD)q
Tujuan
(PA)m (PB)n
Keterangan :
K p = tetapan kesetimbangan parsial
PA = tekanan parsial A pada kesetimbangan
PB = tekanan parsial B pada kesetimbangan
PC = tekanan parsial C pada kesetimbangan
PD = tekanan parsial Dpada kesetimbangan
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Hubungan Kc dengan Kp :
mA + nB ↔ pC + qD

∆n = (p+q) – (m+n)
Tujuan *Ketika ∆n = 0 maka Kp = Kc.
Hubungan Kc dengan Qc :
Arah reaksi dapat ditentukan dengan memeriksa
nilai kousien reaksi (Qc). Kuosien reaksi adalah
nisbah konsentrasi yang bentuknya sama dengan
persamaan Kc.
Jika,
Qc < Kc, reaksi ke kanan sampai Qc = Kc.
Qc > Kc, reaksi ke kiri sampai Qc = Kc.
Tetap Berjuang
Qc = Kc, campuran setimbang.
Hingga Berhasil !
Hukum Kesetimbangan

Seorang kimiawan Prancis Le Chatelier (1884)


Tujuan
merumuskan pernyataan yang ama
bermanfaat dalam memerikan keadaan
kesetimbangan.
Prinsip Le Chatelier pada pokoknya
menyatakan :
“Usaha untuk mengubah suhu, tekanan, atau
konsentrasi pereaksi dalam suatu sistem pada
keadaan setimbang merangsang terjadinya
reaksi yang mengembalikan kesetimbangan
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil ! pada sistem tersebut.”
Pergeseran Kesetimbangan
 Pengaruh Konsentrasi
 Jika konsentrasi diperbesar,
kesetimbangan akan bergeser ke arah
Tujuan produk.
 Jika konsentrasi diperkecil, kesetimbangan
akan bergeser ke arah pereaksi.
 Pengaruh Suhu
 Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan
bergeser ke arah reaksi endoterm.
 Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan
bergeser ke arah reaksi eksoterm.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
 Pengaruh Tekanan
 Jika tekanan diperbesar, kesetimbangan akan bergeser
ke arah jumlah koefisiennya terkecil.
 Jika tekanan diperkecil, kesetimbangan akan bergeser
ke arah jumlah koefisiennya terbesar.
 Pengaruh Volume
 Jika volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke
Tujuan
arah yang jumlah koefisiennya terkecil.
 Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser
ke arah jumlah koefisiennya terbesar.
 Pengaruh Katalis (tidak mempengaruhi pergeseran)
Katalis mempercepat pencapaian kesetimbangan, namun
tidak mengubah komposisi kesetimbangan.
 Pengaruh Komponen Padat dan Cair (tidak mempengeruhi
pergeseran)
Komponen padat dan cair tidak mempengaruhi
kesetimbangan. Komponen yang mempengaruhi
Tetap Berjuang
kesetimbangan adalah larutan dan gas.
Hingga Berhasil !
Kesetimbangan Dalam Kehidupan
Sehari-Hari
 Proses Haber-Bosch
 Proses ini digunakan untuk mensintesis amonia.
Reaksi pembentukan amonia pada proses ini, yaitu:
Tujuan
N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g) ∆H=-92kJ
Gas N2 diperoleh dari udara, sedangakan gas H2
diperoleh dari gas alam (metana).
Gas N2 dan gas H2 dimasukkan ke dalam
reduktor baja yang dilengkapi dengan katalis
serbuk besi. Oleh karena pembentukan amonia
bersifat eksoterm, reaksi akan ke kanan apabila
suhu rendah.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Akan tetapi, pada suhu rendah katalis besi tidak
efektif, sehingga reaksi berlangsung lambat.
Berdasarkan hal ini, proses Haber-Bosch
menggunakan suhu tinggi (500OC), sekalian dengan
resiko kesetimbangan bergeser ke kiri.
Untuk mengimbangi pergeseran ke kiri, maka
Tujuan
digunakan tekanan tinggi (200-400 atm), agar reaksi
bergeser ke kanan. Tekanan tinggi juga
menyebabkan molekul makin rapat, sehingga reaksi
bertambah cepat.
Kemudian campuran NH3, H2, dan N2 dialirkan
menuju kondensor untuk didinginkan. Oleh karena
NH3 memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada N2
dan H2, maka NH3 terpisah sebagai cairan. Gas N2
dan gas H2 dikembalikan lagi ke dalam reaktor untuk
Tetap Berjuang membentuk NH3 lebih lanjut.
Hingga Berhasil !
 Proses Kontak
Adalah proses pembuatan asam sulfat secara
besar-besaran. Digunakan untuk pembuatan pupuk
amonium sulfat, pada proses pemurnian minyak
tanah, pada industri baja untuk menghilangkan
Tujuan karat besi sebelum bajanya dilapisi timah atau
seng, pada pembuatan zat warna, obat-obatan,
pada proses pemurnian logam dengan cara
elektrolisa, pada industri tekstil dll.
o Pada proses kontak bahan yang dipakai adalah
belerang murni yang dibakar di udara :
o S + O2 ⇌ SO2
o SO2 yang terbentuk dioksidasi di udara dengan
memakai katalisator :
Tetap Berjuang o
Hingga Berhasil !
2 SO2 + O2 ⇌ 2SO3 + 45 kkal
 Katalis yang dipakai adalah vanadium
penta-oksida (V2O5).
 Makin rendah suhunya maka makin
banyak SO3 yang dihasilkan, tapi reaksi
Tujuan yang berjalan lambat.
 Dengan memperhitungkan faktor waktu
dan hasil dipilih suhu 400oC dengan hasil
kurang lebih 98%.
 Karena SO3 sukar larut dalam air maka
dilarutkan H2SO4 pekat.
 SO3 + H2SO4 ↔ H2S2O7 (asam pirosulfat)
Tetap Berjuang  H2S2O7 + H2O ↔ 2 H2SO4
Hingga Berhasil !
Contoh Soal
1. 0,1 mol HI dimasukkan dalam tabung 1 l
dan terurai sesuai reaksi : 2HI ↔ H2 +
I2. Jika I2 yang terbentuk adalah 0,02
Tujuan
mol, berapa harga K?
2. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi :
A + 2B ↔ AB2 adalah 0,25.
Berapa jumlah mol A yang harus
dicampurkan pada 4 mol B dalam
volume 5 l agar menghasilkan 1 mol
AB2.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
JAWABAN
Jawaban No.1
2HI ↔ H 2 + I2
Mula-mula : 0,1
Terurai : 2 x 0,02 = 0,04
Tujuan
Setimbang: 0,1-0,04=0,06 0,02 0,02

[HI] = mol / l = 0,06 / 1 l = 0,06


[H2] = mol / l= 0,02 / 1 l = 0,02
[I2] = mol / l = 0,02 / 1 l = 0,02

Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Jawaban No.2
Misal mol A mula-mula = x mol
A +2B ↔ AB2
Mula-mula : x 4
Terurai : 1 2
Tujuan Setimbang : x-1 4-2 = 2 1

[AB2] = mol / l = 1 / 5
[A] = mol / l = x-1 / 5
[2B] = mol / l = 2 / 5

Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Referensi

Achmad, Hiskia. 1992. Wujud Zat dan


Tujuan Kesetimbangan Kimia. Bandung: PT Citra
Aditya Bakti.
Anshory, Irfan dan Hiskia Achmad. 2000.
Kimia untuk SMA Kelas 2. Jakarta: Erlangga.
Petruci, Ralph H. 1987. Kimia Dasar Edisi
Keempat Jilid 2. Jakarta Erlangga.
Purba, Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas
XI. Jakarta: Erlangga.
Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !
Penyusun

 ADEAN MAYASRI
Tujuan

Tetap Berjuang
Hingga Berhasil !