Anda di halaman 1dari 5

Kerajinan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kerajinan adalah hal yang berkaitan dengan buatan tangan atau kegiatan yang berkaitan dengan
barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan). Kerajinan yang dibuat
biasanya terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan hiasan atau benda seni
maupun barang pakai.

Arti yang lain ialah usaha yang berterusan penuh semangat ketekunan, kecekalan, kegigihan,
dedikasi dan berdaya maju dalam melakukan sesuatu perkara

Trik Menjual Produk Kerajinan Tangan ke


Pasar Ekspor

Produk kerajinan tangan merupakan produk bisnis yang mempunyai prospek yang
cukup menjanjikan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar ekspor. Prospek bisnis
ini terutama pada keunikan produknya yang dibuat secara manual atau handmade alias
buatan tangan, dan bukan hasil pabrikasi. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga
cukup tersedia, bahkan berlimpah. Sehingga tidak akan menghambat kapasitas
produksi yang akan dihasilkan.

Begitu juga dari sisi ketenagakerjaan, usaha atau industri kerajinan tangan banyak
menyerap tenaga kerja. Manfaat dari segi sosial ini cukup penting karena dapat
mendukung tumbuhnya sumber-sumber ekonomi produktif bagi masyarakat. Tidak
sedikit industri kerajinan tangan berskala rumahan atau home industry yang justru
mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup besar bagi para tetangga dan
saudara dari pemilik usaha.

Keunggulan

Indonesia termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai produsen kerajinan tangan
yang cukup besar di dunia. Beberapa negara lain yang juga cukup tinggi produksi
kerajinan tangannya adalah China dan India. Pasar dan buyer luar negeri kerap berburu
di tiga negara itu untuk mendapatkan berbagai produk kerajinan tangan. Apalagi produk
yang dihasilkan ketiga negara ini memiliki keunggulan masing-masing, sehingga tetap
memberikan peluang yang sama besarnya untuk menjangkau pasar ekspor.

Selama ini, produk kerajinan dari Indonesia telah mendapatkan tempat yang sangat
positif di sejumlah negara sasaran ekspor, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Tak sedikit pula produsen kerajinan di tanah air yang telah membukukan penjualan
dengan nilai yang cukup besar dan berlangsung secara kontinyu.

Beberapa jenis produk kerajinan tangan dari Indonesia yang cukup popular di pasar
ekspor meliputi kerajinan yang berbahan dasar serat, anyaman bambu, kayu, modifikasi
batik, keramik, dan batuan alam. Sedangkan bentuk produk yang banyak diminati pasar
ekspor meliputi berbagai jenis asesoris, cinderamata, maupun produk interior.
Beberapa diantaranya meliputi tas, sandal, taplak dan penghias meja, hiasan dinding,
dan berbagai produk lainnya.

Kualitas dan Kapasitas Produksi

Apabila Anda berminat menjalankan bisnis ini ataupun sudah memiliki usaha kerajinan
tangan, tak ada salahnya untuk mencoba menjangkau pasar ekspor. Berikut beberapa
tips dan trik agar produk Anda cepat dilirik buyer luar negeri.

• Buat situs atau blog untuk menampilkan berbagai produk-produk kerajinan Anda.
Sediakan buku tamu atau alamat email yang jelas, dan sering-seringlah di cek
untuk memberikan respon secepat mungkin.
• Masuk dan bergabunglah ke berbagai organisasi atau asosiasi usaha yang ada
untuk memperluas jaringan, seperti Kadin, Asephi, Forda UKM, ataupun
Asmindo. Sertakan sampel produk dan profil usaha Anda ke organisasi itu.
• Sering-seringlah berkunjung ke dinas perdagangan atau perindustrian di
pemerintah daerah setempat sambil memperkenalkan usaha dan produk
kerajinan Anda. Mereka umumnya memiliki fasilitas pameran yang dapat
diperoleh secara gratis, khususnya untuk pelaku usaha kecil dan menengah
(UKM).
• Jangan lupa untuk membuat standarisasi kualitas dan kapasitas produksi dari
produk kerajinan tangan Anda. Ini sangat penting karena buyer luar negeri
umumnya menghendaki kualitas yang terjamin dan kapasitas yang cukup besar
dan kontinyu. Apabila Anda mampu melaksanakan syarat itu, maka bersiaplah
Anda untuk mendapatkan order besar dan terus menerus.
Malaysia Pasar Potensial Kerajinan Tangan
Indonesia
Posted by Redaksi on November 3, 2010 · Leave a Comment

Kuala Lumpur ( Berita ) : Malaysia merupakan pasar potensial untuk aneka kerajinan tangan
buatan Indonesia karena permintaan konsumen di negeri itu terbilang tinggi, baik untuk
keperluan rumah tangga maupun sebagai asesoris di tempat-tempat hiburan, restoran, cafe,
apartemen hingga perhotelan.

“Pasar di sini (Malaysia) untuk handicraft Indonesia terbilang tinggi. Peminatnya banyak karena
konsumen di sini melihat kualitas produk kita bagus dan harganya terjangkau ” kata Ketua
Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (Asephi) Rudy Lengkong disela-sela
pembukaan pameran “Inacraft Lifestyle 2010″ di Kuala Lumpur, Rabu.[03/11]

Malaysia, lanjut dia, menjadi salah satu tujuan ekspor kerajinan tangan Indonesia sejalan dengan
terus membaiknya pendapatan masyarakat di negeri ini serta terus berkembangnya pembangunan
di negeri ini.

“Kalau mau jujur pendapatan per kapita mereka (Malaysia) cukup tinggi sehingga mereka
mampu membeli produk yang diperlukannya termasuk terhadap produk-produk kerajinan tangan
buatan Indonesia,” katanya.

Senada disampaikan oleh Sekretaris Asosiasi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade


Association/ITA), Kandi Rahayu Asih. Ia mengatakan bahwa permintaan negeri itu terhadap
kerajinan tangan Indonesia cukup bagus.

Sejumlah apartemen atau hotel di Kuala lumpur mempergunakan kerajinan tangan Indonesia
sebagai asesoris di tempat-tempat mereka seperti ruang tamu, kamar, maupun di tempat-tempat
lainnya di gedung-gedung tersebut.

“Produk Indonesia digemari karena desain maupun motifnya bagus dan menarik sementara
harganya cukup terjangkau oleh masyarakat di sini,” ungkapnya dengan menambahkan sudah 32
perusahaan Indonesia yang tergabung dalam ITA Malaysia.

Sementara itu, Rudy Lengkong yang telah menjabat ketua Asephi lebih dari 10 tahun terakhir ini
menjelaskan bahwa pemasaran produk kerajinan tangan Indonesia terus diperkuat khususnya di
negara-negara di Asean ini.

Indonesia sedang merencanakan agar pameran seperti Inacraft juga diselenggarakan di sejumlah
negara lainnya seperti di Thailand.

“Pameran ini sudah yang kali keduanya di Kuala Lumpur, kedepan juga dipikirkan untuk ke
Bangkok, Thailand,” paparnya.
Pada pameran yang dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar,
Asephi membawa sekitar 76 pengusaha “handicraft” dari beberapa kota besar di tanah air.

Pada awalnya, jumlah peserta pameran yang berminat mencapai lebih dari 100 pengusaha,
namun beberapa perusahaan membatalkan diri karena terkena dampak meletusnya gunung
Merapi di Jawa Tengah.

“Beberapa pengusaha batal ikut terutama yang tempat usahanya terpengaruh oleh letusan gunung
Merapi,” ungkapnya.

Dalam pameran Inacraft lifestyle 2010 ini juga akan dilakukan forum bisnis antara pengusaha
Indonesia dengan pengusaha Malaysia dalam rangka meningkatkan kerja sama perdagangan
aneka produk kerajinan Indonesia agar bisa memasuki pasar negeri ini lebih besar lagi.(ant)

Bagaimana Menembus Pasar Dunia dengan Kerajinan


Tangan ??

Kerajinan tangan Indonesia memiliki banyak keunggulan yang bisa dipromosikan,


untuk menembus pasar dunia, para perajin mesti jeli mengikuti tren yang tengah diminati
konsumen mancanegara. Sudah kesekian kalinya pameran kerajinan tangan Indonesia digelar.
Pameran yang bertajuk Inacraft itu memang telah menjadi ajang rutin bagi para perajin
handicraft lokal memamerkan hasil kreasi mereka. Ajang itu juga sekaligus menjadi kesempatan
bagi perajin lokal untuk memperluas pangsa pasar.

Keunggulan lain dari kerajinan tangan Indonesia sangat beraneka ragam dan bahari baku produk
tidak perlu impor dari luar negeri. “Hal itu menjadi keuntungan tersendiri karena harga jual
produk tidak akan terpengaruh oleh nilai dollar yang fluktuatif.

Ketika disinggung mengenai adanya perdagangan bebas ACFTA (ASEAN-China Free Trade
Agreement), Rudy menyatakan sebenarnya para perajin kerajinan tangan Indonesia tidak perlu
khawatir. Pasalnya, negara-negara tujuan ekspor kerajinan tangan tidak hanya melihat sisi harga,
tetapi juga kualitas produk.

Lagipula banyak bahan baku untuk membuat kerajinan tangan tidak didapatkan di China.
Kerang, misalnya, bahan yang banyak ditemukan di Tanah Air itu bisa dijadikan gelang atau
lampu. Kalaupun Negeri Tirai Bambu itu membuat imitas-inya, produk yang dihasilkan akan
sangat berbeda dengan produk asli made in Indonesia.
Saat ini, produsen kerajinan tangan yang tergabung dalam ASEPHI mencapai 2.500 anggota.
Mereka tersebar di seluruh Nusantara. Selan memberikan pendidikan dan pelatihan, kegiatan
ASEPHI juga mencakup pengadaan program promosi, salah satunya melalui pameran.

Apresiasi terhadap produk-produk kerajinan tangan Tanah Air ternyata tidak hanya datang dari
konsumen dalam negeri, masyarakat mancanegara pun menggemari handicraft asal Indonesia.
Hal itu bisa dibuktikan melalui peningkatan nilai ekspor kerajinan tangan Indonesia pada 2009.

Berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Informasi Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan,
nilai ekspor produk handicraft Indonesia tahun lalu menembus angka 568 juta doUar AS. Jumlah
itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 570 juta dollar AS.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor produk kerajinan tangan Indonesia, antara lain
Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Prancis. Negeri Paman Sam merupakan tujuan ekspor utama
kerajinan tangan Indonesia dan telah menyumbangkan nilai transaksi sebesar 221 juta dollar AS.
Urutan berikutnya ialah Jepang dengan nilai transaksi 69 juta dollar AS, dan Prancis yang telah
menyumbangkan transaksi senilai 51 juta dollar AS.

Untuk menembus pasar ekspor memang bukan perkara mudah. Menurut Rudy, para perajin harus
aktif mengikuti tren yang diminati konsumen luar negeri. “Caranya, bisa dengan mendengar
kemauan pemesan atau ikut pameran di luar negeri,” katanya. Keikutsertaan para perajin dalam
pameran di luar negeri didukung pula oleh pemerintah.

http://bataviase.co.id/