Anda di halaman 1dari 82

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009

DAFTAR STANDAR NASIONALNDONESIA (SNI) BIDANG KONSTRUKSI DAN BANGUNAN


DAFTAR STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)
BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Jumlah Standar Asing


No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
A. Umum
1. Tanah
Metoda Uji
1. Metode pengujian CBR SNI 03-1738-1989 Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR 10 AASHTO T-193-81
lapangan Sedang direvisi (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in Standar method for test for
Judul direvisi menjadi : place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan the California bearing ratio
Cara uji CBR (California mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR
Bearing Ratio) lapangan (undisturb).
2. Cara uji kepadatan ringan SNI 1742 : 2008 Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan 18 AASHTO T 99 – 01 ,
untuk tanah hubungan antara kadar air dan kepadatan Moisture-Density Relation
tanah yang dipadatkan di dalam sebuah of Soils Using 2.5 kg (5.5
cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk lb) Rammer and a 305 mm
2,5 kg yang dijatuhkan secara bebas dari (12 in) Drop.
ketinggian 305 mm.
3. Cara uji kepadatan berat SNI 1743-2008 Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan 18 AASHTO T 180 – 01 ,
untuk tanah hubungan antara kadar air dan kepadatan Moisture-Density Relation
tanah yang dipadatkan di dalam sebuah of Soils Using 4,54 kg (10
cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk lb) Rammer and a 457 mm
4,54 kg yang dijatuhkan secara bebas dari (18 in) Drop.
ketinggian 457 mm.
4. Metode pengujian CBR SNI 03-1744-1989 Metode ini digunakan untuk menentukan CBR 7 AASHTO T-193-81
laboratorium (California Bearing Ratio) tanah dan campuran Standard Method for test
tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium for the california bearing
pada kadar air tertentu. ratio

5. Cara uji berat jenis tanah SNI 1964 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur uji untuk 12 AASHTO T 100 Specific
menentukan berat jenis tanah lolos saringan gravity of soils.
4,75 mm (No. 4) menggunakan alat piknometer.
Apabila tanah mengandung partikel lebih besar
saringan 4,75 mm (No. 4), maka bagian yang
tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) diuji sesuai
dengan SNI 03-1969-1990. Apabila tanah
merupakan gabungan dari partikel yang lebih
besar dan lebih kecil dari saringan 4,75 mm
(No. 4), maka contoh tanah harus dipisahkan
menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4).
6. Cara uji penentuan kadar SNI 1965 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur uji di 14 ASTM D 2216-92 Standar
air untuk tanah dan laboratorium tentang penentuan kadar air untuk test method for laboratory
batuan tanah, batuan dan material sejenisnya determination of water
berdasarkan beratnya. Penggunaan kata material (moisture) content of soil
yang sering diterapkan di sini juga mengacu and rock
salah satu material tanah atau material batuan.
7. Cara uji penentuan batas SNI 1966 : 2008 Metode ini digunakan untuk menentukan batas 13 AASHTO T 90-000
plastis dan indeks plastis tanah dalam perencanaan jalan. Standard methods of test
plastisitas tanah Dalam cara uji penentuan batas plastis dan for determining the plastic
indeks plastisitas tanah ini metode limit and plasticity index of
penggelengan terdiri dari 2 prosedur yaitu soil
penggelengan menggunakan telapak tangan
dan penggelengan menggunakan alat geleng
batas cair (sebagai prosedur alternatif).
8. Cara uji penentuan batas SNI 1967 : 2008 Cara uji ini menetapkan prosedur penentuan 15 AASHTO T 89-92
cair tanah batas cair tanah meliputi metode A dan metode Standard methods of testi :
B. Cara uji ini dilakukan terhadap tanah, baik determining the liquid limit
berbutir halus maupun berbutir kasar yang soil.
lolos saringan No.40 (0,425 mm). Cara A
disebut uji banyak titik sedangkan cara B
disebut uji satu titik.

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 1


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
9. Metode mempersiapkan SNI 03-1975-1990 Metode ini digunakan dalam mempersiapkan 14 AASHTO T 87-80,
contoh tanah dan tanah contoh tanah dan tanah mengandung agregat Washington D.C., 2001
mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji Standard methods of
sebagai penyiapan pengujian selanjutnya. smapling and testing : dry
preparation of disturbed
soil aggregate samples for
test.
AASHTO T 146-79 Wet
preparation of disturbed
soil sample for test

10. Cara uji koreksi kepadatan SNI 1976 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengoreksi nilai 15 AASHTO T 224-86
tanah yang mengandung kepadatan maksimum yang didapat dari Correction for coarse
butiran kasar pengujian pemadatan yang dilakukan particles in the soil
berdasarkan: SNI 03-1743-1989 dan SNI 03- compaction test
1741-1989, yaitu jika bahan berbutir kasar yang
tertahan saringan No. 4 berbeda dengan
pengujian kepadatan di lapangan.
11. Cara uji kelulusan air SNI 2411 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji kelulusan air 27 ASTM D 2113-99 :
bertekanan bertekanan di lapangan, untuk memperoleh Standard practice for rock
di lapangan koefisien kelulusan air dan nilai Lugeon core drilling and sampling
suatu lapisan tanah dan batuan dengan cara of rock for site
injeksi air ke dalam lubang bor, termasuk investigation
perhitungan dan penentuan hasil pengujian.
12. Cara uji kelulusan air SNI 2435 : 2008 Metode ini digunakan untuk memperoleh 18 ASTM D 2434-68 (2000)
benda uji tanah di besarnya koefisien kelulusan air dengan Standard Test method For
laboratorium dengan tekanan konstan pada contoh tanah. Permeability of granular
tekanan tetap soils (constant head)
13. Tata cara pencatatan dan SNI 2436 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pencatatan 18 ASTM D 2488-00 :
identifikasi hasil dan identifikasi hasil pengeboran inti untuk standard practice for
pengeboran inti melakukan pencatatan pelaksanaan dan hasil description and
pengeboran inti yang dilaksanakan dengan identification of soils
menggunakan mesin bor putar serta memberi (visual-manual procedure)
identifikasi tanah dan batuan atau butiran
jenis perlapisan serta data lapangan tanah
atau batuan secara langsung di lapangan bagi
keperluan perencanaan bangunan teknik sipil.
14. Metode pengujian SNI 03-2455-1991 Metode ini digunakan sebagai acuan dalam uji 39 ASTM D 4767-88
Triaxial A Sedang Direvisi geser trisumbu tekan terkonsolidasi tanpa drainase Standard test method for
Judul direvisi menjadi : untuk tanah berkohesi. consolidated-undrained
Cara uji triaksial untuk triaxial compression test
tanah dalam keadaan on cohesive soils
terkonsolidasi tidak
terdrainase (CU) dan
terkonsolidasi terdrainase
(CD)
15. Metode pengujian lapangan SNI 03-2487-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh 14 ASTM D 2573-72 (78)
kekuatan geser baling pada Sudah revisi parameter kekuatan geser tanah lembek berkohesi Test method for field vane
tanah berkohesi (Proses penetapan) yang jenuh air pada kondisi tanpa drainase. shear test in cohesive soil
Judul direvisi menjadi :
Cara uji kuat geser baling
pada tanah kohesif di
lapangan
16. Metode pengujian konsolidasi SNI 03-2812-1992 Metode ini digunakan dalam pengujian beban titik 33 ASTM D 2435-90
tanah satu dimensi Sudah revisi pada benda uji batu berbentuk silinder, balok dan test method for one
Judul direvisi menjadi : (Proses penetapan) tak teratur. Tujuan untuk mendapatkan indek dimensional consolidation
Cara uji konsolidasi tanah kekuatan batu dengan beban titik untuk properties of soils
satu dimensi menentukan klasifikasi batu secara cepat.

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 2


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
17. Cara uji kuat geser SNI 2813 : 2008 Metode pengujian ini digunakan sebagai 29 ASTM D 3080-90
langsung tanah pegangan dan acuan dalam pengujian Method for direct shear
terkonsolidasi dan laboratorium triaksial tekan pada batu tanpa test of soils under
terdrainase konsolidasi dan tanpa drainase (Triaksial B), consolidated drained
hasil yang diperoleh adalah parameter conditions
kekuatan geser (sudut geser dalam, kohesi)
dan modulus elastisitas batu (modulus young).

18. Metode pengujian SNI 03-2815-1992 Metode ini digunakan dalam pengujian 24 ASTM D 2664-86
Triaxial b. Sudah revisi laboratorium geser dengan cara uji langsung Test method For triaxial
Judul direvisi menjadi: (Proses penetapan) terkonsolidasi dengan drainase pada benda uji Compressive strength of
Cara uji tekan triaksial pada tanah. Hasil yang diperoleh adalah parameter undrained Rock core
laboratorium kekuatan geser tanah terganggu yang specimens without pore
terkonsolidasi. pressure measurement
19. Metode pengujian kadar SNI 03-2816-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 AASHTO T 267-1980
bahan organik dalam tanah kadar bahan organik dalam tanah dengan Standard method of test
dengan pembakaran pembakaran. for determination of
organic content in soil by
loss on ignation
ASTM, 1982 D2974-87
Soil and rock building
stones

20. Metode perhitungan SNI 03-2821-1992 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya 10 FAO of the UN, 1984.
evapotrans-pirasi potensial evapotranspirasi potensial menggunakan panci Guidelines for predicting
dengan panci penguapan penguapan kelas-A. crop water requirement;
kelas-A World climatology, 1974,
An environmental
approach, lockwood
21. Cara uji penetrasi lapangan SNI 2827 : 2008 Metode ini digunakan untuk mendapatkan 22 ASTM D 3441-86
dengan alat sondir parameter-parameter perlawanan konus (qc), Method for deep, quasi-
perlawanan geser (rf), dari suatu lapisan tanah static, cone and friction
di lapangan. cone penetration test of
soil
22. Metode pengujian SNI 03-2828-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan angka 19 AASHTO T 191-86
kepadatan lapangan Sedang direvisi kepadatan lapangan dengan alat konus pasir Density of soil in place by
dengan alat konus pasir the sand cone method
Judul direvisi menjadi :
Cara uji kepadatan
lapangan dengan alat
konus pasir
23. Metoda pengujian kotoran SNI 03-2831-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 11 AASHTO T 267-1980
organik dalam tanah dengan kadar bahan organik dalam tanah dengan
pembakaran pembakaran.
24. Metode pengujian untuk SNI 03-2832-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 17 ASTM 1978
mendapatkan kepadatan kepadatan tanah maksimum dengan kadar air D 698, 1557
tanah maksimum dengan optimum, untuk memperoleh kepadatan tanah - Test method for
kadar air optimum basah maksimum dan selisih kadar air secara laboratory compaction
cepat serta dipakai sebagai standar kualitas characteristics of soil
kepadatan di lapangan. using standar efford
(12,400 ft-lbf/ft3 (600
kN.m/m3).
Test method for laboratory
compaction characteristics
of soil using standar efford
(56,000 ft-lbf/ft3 (2.700
kN.m/m3).
25. Metode pengujian sifat SNI 03-3405-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat 15 ASTM D 4647-87
dispersif tanah dengan alat dispersi tanah. Test method for
pinhole identification and
classification of dsversive
clay soils by the pinhole
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 3
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
test

26. Metode pengujian kuat SNI 03-3420-1994 Metode ini digunakan untuk memperoleh data 7 AASHTO T 236-72
geser langsung tanah tidak parameter mengenai kuat geser langsung tanah Direet shear test of soils
terkon-solidasi tanpa yang tidak terkonsolidasi tanpa drainase. under consolidated drained
drainase condition
ASTM, 1982 D 3080-72
Method for Direct shear
test of soils under
consolidated drained
condition
Soil and rock building
stones

27. Cara uji penentuan batas SNI 3422 : 2008 Cara uji ini menyediakan suatu prosedur untuk 17 ASTM D 4943 Test
susut tanah mendapatkan data yang digunakan dalam Method for Shrinkage
menghitung batas susut, rasio susut, susut Factors of Soils by Wax
volume dan susut linier. Method
28. Cara uji analisis ukuran SNI 3423 : 2008 Cara uji ini merupakan prosedur untuk 32 AASHTO T 88-00
butir tanah mendapatkan jumlah dari distribusi ukuran Sttandar Methods of test
butir tanah. for particle size analysis of
soils

29. Metode pengujian berat isi SNI 03-3637-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi 5 ASTM D 2937
tanah berbutir halus Sedang direvisi tanah halus dengan cetakan benda uji. Density of soil in place by
dengan cetakan benda uji the drive cylinder method
Judul direvisi menjadi :
Cara uji berat isi tanah
berbutir halus dengan
cetakan benda uji
30. Metode pengujian kuat SNI 03-3638-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat 15 AASHTO T 208 -70
tekan bebas tanah kohesif tekan bebas tanah kohesif. Unconfined Compressive
Strength of cohesive Soil
ASTM D 2166-85, 1916
Unconfined compressive
strenght of cohesive oil
31. Metode pengukuran SNI 03-3968-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 17 ASTM D 1452-80 (90)
kelulusan air pada tanah nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh. Practice for soil
zone tak jenuh dengan investigation and sampling
lubang auger by auger
32. Metode pengujian susut SNI 03-4143-1996 Metode ini digunakan untuk pengujian susut linier 11 BS. 1377 (75)
linier tanah tanah. Determination of the linear
shrinkage. Test 5 methods
of test for soils for civil
engineering purposes
33. Metode pengujian SNI 03-4144-1996 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 13 AASHTO T 92-68
perubahan volume susut perubahan volume susut tanah. Determining the shrinkage
tanah factors of soils
34. Cara uji penetrasi SNI 4153 : 2008 Metode ini adalah untuk memperoleh jumlah 15 ASTM D 1586-84
lapangan dengan alat pukulan terhadap penetrasi dari splitbarrel Standard penetration test
SPT sampler dan untuk keperluan identifikasi. and split barrel sampling of
soil

35. Metode pengujian triaksial SNI 03-4813-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan 25 ASTM D 2850-87 :
untuk tanah kohesif dalam Sedang Direvisi contoh uji berbentuk silinder dalam keadaan tanpa Standard method for
keadaan tanpa konsolidasi konsolidasi dan drainase dari tanah kohesif baik unconsolidated undrained
dan drainase tidak terganggu, cetak ulang maupun yang compresive strength of
Judul di revisi menjadi : dipadatkan pada kecepatan deformasi yang tetap cohesive soil in triaksial
Cara uji triaksial untuk dari beban kompresi dimana benda uji tersebut compression
tanah kohesif dalam diberi tekanan cairan semua arah di dalam sel
keadaan tidak triaksial.
terkonsolidasi dan tidak
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 4
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
terdrainase (UU)
36. Metode pengujian kelulusan SNI 03-6453-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian kelulusan 13 BS-5930, 1981 : section
air. air untuk lapisan tanah pondasi menggunakan 25, pumping test
Untuk lapisan tanah pondasi peralatan pompa di lapangan. ICOLD 54-1996
dengan cara pemompaan di
lapangan
37. Metode pengujian kuat SNI 03-6458-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur 8 ASTM D 1635-87
lentur tanah semen tanah-semen menggunakan balok sederhana Standard Test Method for
menggunakan balok dengan pembebanan titik ketiga. Flexural Strength of Soil-
sederhana dengan Cement Using Simple
pembebanan titik ke tiga Beam With Third-Point
Loading

38. Metode uji pondasi tiang SNI 03-6475-2000 Metode uji ini mencakup prosedur pengujian satu 23 ASTM D 3689 Method of
dengan beban statis tekan buah pondasi tiang tegak atau miring dan pondasi Testing Individual Piles
aksial kelompok tiang tegak untuk menentukan Static Axial Tensile Load
perilakunya akibat pembebanan tekan statis yang
bekerja pada sumbu tiang atau kelompok tiang. ANSIS B 30.1 Safety Code
Metode uji ini dapat diterapkan pada seluruh jenis for Jacks.
pondasi dalam yang mempunyai fungsi serupa
dengan pondasi tiang tanpa meninjau metode
pemasangannya
39. Metode pengujian PH SNI 03-6787-2002 Metode ini membahas pengertian, ketentuan- 8 ASTM D 4972-89 :
tanah dengan alat PH ketentuan, dan prosedur pengujian pH tanah Standard test method for
meter sesuai penggunaannya meliputi: peralatan, bahan, pH of Soils
cara pengujian dengan alat pH meter serta
meliputi pengukuran pH tanah untuk keperluan
pertanian, lingkungan dan sumber alam, kecuali
korosi. Pengujian ini digunakan untuk menentukan
derajat keasaman atau kebasaan tanah yang
tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium
khlorida (CaCl2) 0,01 M.
40. Metode pengujian PH bahan SNI 13-6788-2002 Metode ini memuat pengertian, ketentuan- 10 ASTM D 2976-71 (2004) :
gambut dengan alat PH meter ketentuan, dan prosedur pengukuran pH secara Standard test method for
elektrokimia dari bahan gambut. Pengujian ini pH of peat materials.
digunakan untuk menentukan derajat keasaman
atau kebasaan bahan gambut, yang tersuspensi
dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida
(CaCl2) 0,01 M.
41. Metode pengukuran tebal SNI 13-6789-2002 Metode ini mencakup cara pengukuran 9 ASTM D 4544-86 (2002) :
endapan gambut menggunakan teknik pendugaan stang baja untuk Standard practice for
memperkirakan tebal endapan gambut di estimating peat deposit
permukaan yang menutupi tanah mineral atau thickness
lapisan batuan dasar. Hasil pengukuran ini dapat
digunakan untuk maksud energi, hortikultura, atau
geoteknik.
42. Metode penyiapan benda SNI 13-6790-2002 Metode ini mencakup tentang ketentuan dan cara 12 JIS A.1201-1990 :
uji dari contoh tanah pengerjaan penyiapan benda uji dari contoh tanah Practice for preparing
terganggu terganggu dengan ukuran butir kurang dari 75 mm disturbed soil samples for
untuk uji tanah di laboratorium. soil testing

43. Metode pengujian kadar SNI 03-6791-2002 Metode ini meliputi ketentuan dan prosedur 10 ASTM D 806-89: Standard
semen pada campuran pengujian untuk mengetahui kadar semen dari test method for cement
semen tanah dengan analisis semen tanah yang sudah mengeras, dengan cara content of soil-cement
kimia Analisis Kimia di laboratorium yang dapat mixture.
digunakan untuk kendali mutu pada waktu
pelaksanaan konstruksi.
44. Cara uji kepadatan tanah di SNI 6792 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji kepadatan 21 ASTM D 4564-02a :
lapangan dengan cara tanah di lapangan dengan cara selongsong Standar test method for
selongsong untuk menentukan kepadatan tanah tidak density of soil in place by
berkohesi atau tanah yang sebagian besar the sleve methods
terdiri dari tanah berbutir kasar yang
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 5
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
mengandung butiran halus maksimum 5% dan
ukuran butiran maksimum 19 mm.
45. Metode pengujian kadar air, SNI 13-6793-2002 Metode Pengujian ini meliputi penentuan kadar air, 11 ASTM D 2974
kadar abu dan bahan organik kadar abu dan bahan organik dalam tanah gambut
dari tanah gambut dan tanah serta tanah organik lainnya seperti lempung
organik lainnya organik, lanau dan lumpur.
46. Metode pengujian untuk SNI 13-6794-2002 Metode Pengujian ini : 8 ASTM D 1997-91
penentuan kadar serat dari  Meliputi penentuan kadar serat dari contoh Standar Test Method for
contoh gambut dengan gambut (sesuai dengan pengertian klasifikasi laboratory Determination of
cara kering di laboratorium gambut dalam ASTMD 4427), dapat pula the Fiber Content of Peat
digunakan untuk tanah organik bukan Samples by Dry Mass
gambut.
 Mengingat cukup sederhana serta
pelaksanaannya tidak memerlukan peralatan
yang rumit, maka disarankan untuk
digunakan pada pekerjaan pendahuluan yang
bersifat rutin, dimana contoh yang dibutuhkan
untuk diuji cukup banyak serta kadar
mineralnya rendah.
47. Metode pengujian untuk SNI 03-6795-2002 Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang 18 AASHTO T 258-90
menentukan tanah ekspansif dan untuk memperkirakan besarnya
ekspansif pengembangan.
48. Metode pengujian untuk SNI 03-6796-2002 Metode pengujian ini untuk memperkirakan daya 12 AASHTO T 235-90
menentukan daya dukung dukung tanah dengan cara uji pembebanan di
tanah dengan beban statis lapangan, dan merupakan bagian dari prosedur
pada pondasi dangkal penyelidikan tanah yang diperlukan untuk desain
pondasi. Pekerjaan ini memberikan informasi
tentang tanah hanya sampai kedalaman hingga
sekitar dua kali diameter pelat dukung.
49. Metode uji kelulusan hidraulik SNI 13-6800-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan kelulusan 10 ASTM D 4511-00 :
khususnya gambut jenuh air hidraulik (permeabilitas) pada benda uji gambut Standard test method for
(tinggi tekan tetap) dalam keadaan jenuh air (benda uji gambut hydraulic conductivity of
berbentuk silinder untuk dengan kelulusan essentially saturated peat
hidrauliknya lebih besar dari 1 x 10 –5 cm/ detik.
50. Metode pengujian berat SNI 13-6801-2002 Metode ini digunakan untuk mengevaluasi sifat, 10 ASTM D 2980-04 :
volume kapasitas mengikat terasi, penetrasi air, kemampuan menahan air dari Standard test method for
air dan kapasitas udara bahan gambut sesuai kondisi lapangan dalam volume mass, moisture-
bahan gambut jenuh air keadaan jenuh air. holding capacity, and
porocity of saturated peat
51. Metode pengujian kadar SNI 03-6803-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar 11 AASHTO T232-90
kapur dalam tanah kapur dalam % yang terdapat dalam tanah atau Determination of lime
stabilisasi kapur secara agregat yang telah diolah dengan kapur padam. content in lime-treated soils
titrasi by titration
52. Cara uji kelulusan air di SNI 03-6870-2002 Cara uji ini mencakup cara uji kelulusan air di 29 Manual of soil laboratory
laboratorium untuk tanah laboratorium untuk tanah berbutir halus yang testing, vo.2, KH Head,
berbutir halus dengan tinggi mempunyai kelulusan air sedang sampai dengan Chapter 10 Permeability
tekan menurun rendah, misalnya tanah lanauan atau lempengan, and erodibility test “Falling
baik contoh tanah tidak terganggu maupun contoh head permeability tests”
yang dipadatkan kembali.
53. Cara uji kelulusan air di SNI 03-6871-2002 Cara uji ini meliputi penentuan koefisien kelulusan 21 ASTM D 2434-68 (2000) :
laboratorium untuk tanah air dengan metode tinggi tekan tetap untuk aliran Standard test method for
berbutir kasar dengan tinggi laminar dari air tanah yang melalui lapisan tanah permeability of granular
tekan tetap berbutir kasar. Prosedur ini menetapkan koefisien soils (constant head)
kelulusan yang mewakili tanah berbutir kasar yang
mungkin terjadi di dalam alam seperti timbunan ASTM D 2049 Test method
atau apabila digunakan sebagai pondasi for Relative Density of
perkerasan. Untuk membatasi pengaruh Cohesionless Soils
konsolidasi selama pengujian, prosedur ini dibatasi
untuk tanah berbutir kasar terganggu tidak lebih
dari 10 % yang melewati saringan ukuran 75 μm
(No. 200).
54. Cara uji kepadatan tanah dan SNI 03-6872-2002  Cara uji ini mencakup penentuan kepadatan 31 ASTM D 5030-04 :
batuan di lapangan dengan tanah dan batuan di lapangan dengan cara Standard test method for
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 6
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
para penggantian volume air menghitung berat isi material yang density of soil and rock in
pada sumur uji menggunakan air dalam mengisi sumur uni plce by the water
untuk menentukan volume sumur uji. replacement method in a
test pit
 Cara uji ini dipakai untuk menentukan berat
isi material di lapangan yang dipadatkan pada
konstruksi timbunan tanah, urugan jalan dan
urugan bangunan. Untuk mengontrol
konstruksi, metode ini dapat dipakai sebagai
dasar untuk menilai material yang telah
dipadatkan untuk mencapai berat isi tertentu
atau prosentase berat isi maksimum yang
telah ditentukan oleh cara uji di laboratorium.
 Cara uji ini dapat digunakan untuk
menentukan berat isi material di lapangan
dari endapan tanah alami, agregat, campuran
tanah, atau material lain yang serupa.
 Cara uji ini mencakup dua prosedur yaitu
prosedur – A (berat isi total material), dan
prosedur – B (berat isi fraksi kontrol dan
fraksi yang berbutir lebih besar).
55. Cara uji penentuan SNI 03-6873-2002 Cara uji ini menjelaskan mengenai prosedur 25 ASTM D 5080-00 :
persentase kepadatan penentuan persentase kepadatan secara cepat Standard test method for
secara cepat dan variasinya terhadap kadar air optimum dari rapid determination of
tanah untuk digunakan dalam pengendalian present compaction
pelaksanaan pekerjaan kepadatan tanah di
lapangan. Nilai dari persentase kepadatan
didapatkan dari pembuatan kurva kepadatan
melalui tiga titik pada kadar air yang sama dari
tanah di lapangan tanpa harus mengetahui nilai
kadar airnya. Contoh tanah yang digunakan untuk
pembuatan kurva kepadatan biasanya sama
dengan contoh tanah yang digunakan pada uji
kepadatan di lapangan.
56. Cara uji sifat dispersif tanah SNI 03-6874-2002 Cara uji ini berkaitan dengan cara uji SNI 03-3423- 9 ASTM D 4221-99:
lempung dengan 1994,dengan contoh tanah yang sama Standard test method for
hidrometer ganda untukmemperoleh indikasi karakteristik alami dispersive characteritics of
tanah dispersif. Cara uji ini hanya berlaku untuk clay soil by double –
tanah dengan indeks plastisitas lebih besar dari 4 hydrometer
dan lebih dari 12 % fraksi tanah lebih kecil dari
5mu.
57. Metode pengujian kuat SNI 03-6887-2002 Metode pengujian ini meliputi pekerjaan pengujian 13 ASTM D 1633-1994
tekan bebas campuran untuk mendapatkan nilai kuat tekan benda uji Standard Test Methods For
tanah-semen campuran tanah-semen yang dicetak dalam Compressive Strength of
cetakan silinder setelah benda uji tersebut Molded Soil-Cement
diperam. Cylinders
58. Metode pengujian PH SNI 03-6879-2002 1. Metode ini meliputi penentuan pH tanah. 11 ASTM G – 51 - 77
tanah untuk korosi logam Penggunaan utama pengujian ini adalah Standard Test Methods for
untuk melengkapi pengukuran tahapan jenis pH of Soil for Use in
kelistrikan tanah, sehingga metode ini dapat Corrosion Testing
mengidentifikasikan kondisi korosi logam
dalam tanah dengan baik.
2. Standar ini tidak dimaksudkan untuk semua
permasalahan keamanan yang berkaitan
dengan penggunaannya. Merupakan
tanggung jawab pengguna standar ini untuk
menerapkan tindakan-tindakan sesuai
dengan keamanan dan kesehatan, dan
menentukan penerapan dari batas-batas
yang harus ditaati sebelum menggunakan
standar ini.
59. Cara uji potensi SNI 6423 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji potensi 18 ASTM D 5101-90 :
penyumbatan sistem tanah penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan Test method for
geotekstil dengan menggunakan rasio gradien untuk measurement the soil
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 7
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
menggunakan rasio gradien menentukan kelulusan air dan potensi geotextile system clogging
penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan potentian by gradient ratio.
kondisi aliran satu arah. ASTM D 4354 Practice for
sampling of geotextiles for
testing.
60. Metode pengujian SNI 03-6886-2002 1. Metode ini meliputi penujian untuk 11 ASTM D 558-1994
hubungan antara kadar air mendapatkan hubungan antara kadar airdan Standard test methods for
dan kepadatan pada kepadatan pada campuran tanah-semen moisture Density of Soil-
campuran tanah – semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen; Cement Mixtures
2. Metode pengujian terdiri dari metode A dan
metode B, menggunakan cetakan dengan
volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2,49
kgdengan tinggi jatuh 304,8 mm;
3. Metode A, digunakan untuk material tanah
100 % lewat saringan No. 4 (4,75 mm),
metode B, digunakan untuk material tanah
lewat saringan 19,00 mm tetapi ada sebagian
yang tertahan pada saringan No. 4 (4,75
mm).
61. Cara uji potensi SNI 6424 : 2008 Metode ini mencakup 3 alternatif metode 17 ASTM D 4546-03 :
pengembangan atau pengujian laboratorium untuk penentuan One dimensions swell or
penurunan satu dimensi besarnya pengembangan atau penurunan settlement potential of
tanah kohesif tanah kohesif yang relatif tak terganggu atau cohesive soil.
yang dipadatkan.
62. Metode pengujian indeks SNI 13-6425-2000 Metode ini digunakan untuk menetapkan suatu 10 ASTM D 4829-03 :
pengembangan tanah indeks potensi pengembangan tanah yang Standard Test Method for
dipadatkan apabila digenangi dengan air suling Expansion Index of Soils
dan untuk mengontrol variabel-variabel yang
mempengaruhi sifat-sifat pengembangan tanah.
63. Metode pengujian uji basah SNI 03-6427-2000 Metode ini meliputi prosedur penentuan 12 AASHTO T 135 – 76
dan kering campuran tanah kehilangan campuran tanah semen, perubahan (1990) Standard Method of
semen dipadatkan kadar air dan perubahan volume (kembang dan Testing Wetting and Drying
susut) yang disebabkan oleh proses pembasahan Test of Compacted Soil –
dan pengeringan berulang pada benda uji Cement Mixtures
campuran tanah semen yang telah mengeras.
64. Metode uji penentuan SNI 13-6474-2000 Metode ini mencakup metode uji untuk 6 ASTM D 4219-02 :
indeks kuat tekan bebas menentukan indeks kuat tekan-bebas jangka Standard test method for
dari tanah yang di graut pendek atau tanah yang digraut dengan bahan unconfined compressive
dengan bahan kimia kimia, menggunakan aplikasi kendali regangan strength index of chemical-
terhadap beban uji. grouted soils
65. Metode pengujian SNI 19-6413-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kepadatan 11 ASTM D 2167-94 :
kepadatan berat isi tanah di dan berat isi tanah hasil pemadatan di Lapangan Standard test method for
lapangan dengan balon atau lapisan tanah yang teguh menggunakan alat density and unit weight of
karet balon karet. soil in place by the rubber
ballon method
66. Metode pengujian SNI 19-6426-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran pH pasta 8 BS 1924 : 1975
pengukuran ph pasta tanah-semen untuk mendeteksi keberadaan bahan
tanah-semen untuk organik dalam tanah yang dapat mempengaruhi
stabilisasi proses hidrasi semen portland.
67. Metode uji kelulusan air SNI 19-6473-2000 Metode ini meliputi petunjuk pelaksanaan praktis 15 Falling Head Permeability
dengan perumusan tinggi dalam melakukan pengujian kelulusan air dengan Test, Manual of Soil
tekan air cara penurunan tinggi tekan air yang dilakukan di Laboratory Testing, Vol 2,
Laboratorium sehingga nilai kelulusan air (k) KH. Head, MA (cantab)
contoh tanah yang diuji dapat diketahui. C.Eng.FIFE, FGS,
Engineering Laboratory
Equipment Limited, tahun
1986.
Spesifikasi
68. Spesifikasi tabung dinding tipis SNI 03-4148-1996 Standar ini mencakup persyaratan Tabung Dinding 8 ASTM D 1587-00 :
untuk pengambilan contoh tipis yang akan digunakan untuk pengambilan Standard practice for thin-
tanah berkohesi tidak contoh tanah berkohesi tidak terganggu. walled tube sampling of
terganggu soils for geotechnical
purposes
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 8
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
69. Spesifikasi semen-tanah SNI 03-6417-2000 Spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan 18 ICOLD 54-1986
untuk bendungan urugan sifat-sifat bahan dan uji laboratorium, konsep
desain dan pertimbangan, metode konstruksi dan
prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi
kinerja.
70. Spesifikasi pipa saluran SNI 03-6799-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan pipa saluran 16 AASHTO M 179 – 84
dari tanah lempung. yang dibuat dari tanah lempung, batu serpih, tanah (1990) Standard
lempung yang dibakar, atau campuran dari bahan Spesification for Clay Drain
tersebut lalu dibakar. Tile
ASTM C 4 – 62 Standar
Specification for Clay Drain
Tile

Tata cara
71. Tata cara perencanaan SNI 03-1962-1990 Tata cara ini digunakan untuk penanganan 261 Transportation resreach
penanggulangan longsoran longsoran setempat pada khususnya dan meliputi borrad 1978, landslide
daerah yang luas pada umumnya. analysis and control,
special report 176, shuster,
R,L and R.J krizek eds
72. Tata cara pemetaan SNI 03-2849-1992 Tata cara ini digunakan sebagai Pegangan dalam 39 -
geologi teknik lapangan pelaksanaan pemetaan geologi untuk kepentingan
teknik sipil dan memberikan gambaran cara
memperoleh data geologi teknik untuk parameter
perencanaan teknis.
73. Tata cara pemasangan SNI 03-3442-1994 Tata cara ini digunakan dalam pemasangan 13 Rock and soil mechanics
pisometer pipa terbuka pisometer pipa terbuka Casagrande secara benar vol. 10
casagrande sehingga diperoleh data pengamatan yang cukup Trans tech publication
teliti tentang perilaku tekanan air pori. 1985 vol 10
Field Instrumen in
Geotechnical Engineering
74. Tata cara pemantauan SNI 03-3443-1994 Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara 17 Rock and soil mechanics
tekanan air pori dengan dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk vol. 10
pisometer pipa terbuka mendapatkan nilai air pori menggunakan
casagrande pisometer pipa terbuka casagrande.
75. Tata cara pemasangan SNI 03-3452-1994 Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan 18 AASHTO T 252-76
pisome-ter penumatik pegangan dalam pemasangan pisometer Standard method for
penumatik untuk memperoleh data pengamatan measurements of pore
tentang perilaku tekanan air pori. pressure in soils
76. Tata cara pemantauan SNI 03-3453-1994 Tata cara ini bertujuan untuk menyera-gamkan 17 AASHTO T 252-76
tekanan air pori dengan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori Standard method for
alat pisometer penumatik untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan measurements of pore
alat pisometer penumatik. pressure in soils
77. Tata cara pemasangan SNI 3454 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pemasangan 15 Bureau of Reclamation,
instrumen magnetis dan instrumen magnetis dan pemantauan 1987. US. Departemen of
pemantauan pergerakan pergerakan vertikal lapisan tanah fondasi dan Interior
vertikal tanah atau lapisan urugan tanah suatu tanggul, tubuh
bendungan, tembok penahan tanah dan
pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil
lainnya.
78. Tata cara pemantauan SNI 03-3455-1994 Tata cara ini digunakan dalam melakukan 15 Bureau of Reclamation,
gerakan vertikal tanah pemantauan gerakan vertikal tanah. 1987. US. Departemen of
dengan menggu-nakan Interior, Embankment
instrumen magnetis. Dam Instrumentation
Manual, A water
resources technical
publication
79. Tata cara pembuatan peta SNI 03-3977-1995 Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam 14 -
kemiringan lereng penghitungan dan pembuatan peta kemiringan
mengguna-kan rumus lereng pada permukaan tanah atau batuan
Horton. menggunakan rumus Horton.
80. Tata cara pengambilan SNI 03-4148.1-2000 Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan 9 ASTM D. 1587-83
contoh tanah dengan tabung tabung logam dinding tipis dalam pengambilan
dinding tipis contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 9
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
fisik dan mekanik di laboratorium.
81. Tata cara pengklasifikasian SNI 03-6371-2000 Tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah 22 ASTM D 2487-93
tanah dengan cara unifikasi mineral dan mineral organik untuk keperluan
tanah teknik. Klasifikasi ini berdasarkan hasil pengujian
laboratorium tentang penentuan karakteristik
ukuran butir, batas cair dan indeks plastisitas.
82. Tata cara pemasangan dan SNI 03-6374-2000 Tata cara ini mencakup pemasangan alat 17 Institution Manual Vibrating
pemantauan sel tekanan pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total Wire Piezometer, Model
total peneumatik peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik 4800 E/c-1982
sipil antara lain pada tubuh bendungan, dinding
tembok penahan tanah, pondasi bangunan
gedung dan lainnya.
83. Tata cara pemasangan dan SNI 03-6461-2000 Tata cara ini mencakup pemasangan dan 17 Institution Manual Vibrating
pemantauan pisometer kawat pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang Wire Piezometer, Model
bervibrasi meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat 4500-1983
bervibrasi.
84. Tata cara klasifikasi tanah SNI 03-6797-2002 Tata cara ini menjelaskan prosedur untuk 14 AASHTO M 145-87
dan campuran tanah mengelompokkan tanah ke dalam tujuh kelompok
agregat untuk konstruksi berdasarkan distribusi ukuran butir, batas cair dan
jalan indeks plastis. Evaluasi sifat-sifat tanah yang
berada dalam satu kelompok atau sub kelompok
dilakukan menggunakan grup indek yaitu suatu
nilai hitung menggunakan rumus empiris.
85. Tata cara pembuatan dan SNI 03-6798-2002 Tata cara ini meliputi prosedur pembuatan dan 19 ASTM D 1632
perawatan benda uji kuat perawatan benda uji untuk pengujian kuat tekan
tekan dan lentur tanah dan lentur tanah semen di laboratorium dengan
semen di laboratorium persyaratan bahan dan kondisi penge-tesan yang
disyaratkan. Dan sesuai ASTM D 1632-87 (1994),
SNI 03-3437-1994, dan SNI 03-3438-1994.
86. Tata cara penyelidikan dan SNI 03-6802-2002 Tata cara ini digunakan untuk identifikasi dan 12 AASHTO T 86-90
pengambilan contoh uji penentuan jenis tanah dan batuan serta
tanah dan bahan untuk penentuan jenis tanah dan batuan serta
keperluan teknik penentuan keberadaan air tanah baik secara
horisontal maupun vertikal dalam suatu daerah
penyelidikan serta penentuan karakteristik tanah
dan batuan bawah permukaan dengan melakukan
pengambilan contoh uji dan pengujian di lapangan
87. Tata cara penyiapan benda SNI 03-6804-2002 Tata cara ini mencakup penyiapan benda uji tanah 10 ASTM D 4320-04 :
uji tanah yang di graut yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium Standard practice for
bahan kimia di laboratorium untuk digunakan pada uji laboratorium guna laboratory prparation of
untuk mendapatkan menentukan parameter kuat desain chemically grouted soil
parameter kuat desain specimens for obtaining
design strength parameters
2. Batuan
Metoda uji
88. Metode pengujian SNI 03-2437-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat-sifat 15 ASTM Vol 04, 08 Soil and
laboratorium untuk fisika contoh batu, antara lain yaitu kepadatan asli, Rock Building Stone
menentukan parameter kadar air asli, kepadatan jenuh, penyerapan
sifat fisika pada contoh kepadatan kering, derajat kejenuhan, porositas, AIT Laboratory Manual for
batu berat jenis semu, berat jenis sebenarnya dan angka Rock Testing
pori berdasarkan hasil pengkajian dan perhitungan
laboratorium.
89. Metode pengujian laboratorium SNI 06-2485–1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter 20 ASTM D 2845-00(2004)
cepat rambat ultrasonik dan cepat rambat gelombang ultrasonik serta Method for laboratory
konstanta elastis benda uji menentukan konstanta elastis batu. determination of pulse
batu. velocities and ultrasonic
elastic constant of rock
90. Metode pengujian SNI 06-2486–1991 Metode ini digunakan untuk mendapatkan 11 ASTM D 3967-92
laboratorium kuat tarik Sedang direvisi parameter kuat tarik dari hasil pengukuran di Test method for splitting
benda uji batu dengan cara laboratorium secara cepat dan mudah. tensill strength of infact rock
tidak langsung core specimens
Judul direvisi menjadi :

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 10


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Cara uji laboratorium kuat
tarik benda uji batu dengan
cara tidak langsung
91. Metode pengujian indek SNI 03-2814-1992 Metode ini digunakan dalam uji konsolidasi satu 27 ISRM, 1985 Abstr. Vol. 22,
kekuatan batu dengan dimensi pada benda uji tanah, yang bertujuan untuk No. 2 Suggested Methods
beban titik mendapatkan parameter kompressibilitas dan for Determining Point Load
kecepatan konsolidasi tanah. Strength, Commission on
Testing Methods

92. Metode pengujian geser SNI 03-2824-1992 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter 25 ISRM, 1981
langsung batu Sudah revisi kuat geser batu. Suggested Method for
Judul direvisi menjadi : (Proses penetapan) laboratory determination of
Cara uji geser langsung direct shear strength
batu
93. Cara uji kuat tekan batu SNI 2825 : 2008 Metode ini digunakan untuk memperoleh 19 ASTM D 2938-95
uniaksial besarnya kuat tekan uniaxial suatu contoh batu Test method for
dan untuk mengetahui nilai kuat tekan benda uji unconfined compressive
batu. strength of intact rock core
speciments

94. Cara uji modulus SNI 2826 : 2008 Metode ini digunakan dalam pengujian modulus 16 ASTM D 3148-02
elastisitas batu pada elastis benda uji pada tekanan sumbu tunggal Test method for elastic
tekanan sumbu tunggal dan untuk mengetahui harga modulus moduli of shales and
elastisitas benda uji statik. similar weak rock

95. Metode pengujian sifat SNI 03-3406-1994 Metode ini digunakan untuk memperoleh indek 15 ASTM D 4644-89
tahan lekang batu. tahan lekang batu. Test method for slake
Judul direvisi menjadi : durability of shales and
Cara uji sifat tahan lekang similar weak rock
batu
Tata cara
96. Tata cara pelaksanaan SNI 03-2393-1991 Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi 28 USBR, 646-57
injeksi semen pada batuan semen pada batu yang bertujuan untuk U.S bureau of reclamation,
memperkecil kelulusan air dan meningkatkan Pressure grouting Technical
kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu memorandum 646. Design
pondasi suatu bangunan. and construction devison
denver
97. Tata cara pembuatan SNI 2848 : 2008 Tata cara ini digunakan dalam pembuatan 12 AIT, 1979
benda uji untuk benda uji untuk pengujian laboratorium Laboratory manual for rock
pengujian laboratorium mekanika batuan dan untuk mendapatkan testing, devision of
mekanika batuan benda uji dengan bentuk dan dimensi yang geotechnical and
benar, sesuai dengan persyaratan dan transportation engginering
ketentuan tiap jenis pengujian laboratorium
mekanika batuan yang akan dilakukan.
98. Tata cara pemantauan gerakan SNI 03-3431-1994 Tata Cara ini digunakan sebagai pegangan 19 -
horizontal batuan dan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan
bangunan dengan alat lereng pada permukaan tanah atau batuan
inklinometer menggunakan rumus Horton.
99. Tata cara evaluasi batuan SNI 03-6370-2000 Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan 17 ASTM D 4992-94 (2001) :
yang digunakan untuk digunakan untuk pengendalian erosi Standar practice for
pengendalian erosi evaluation of rock to be
usued for erosion control.
3. Sedimen
Metoda uji
100. Tata cara pengambilan SNI 3414 : 2008 Metode ini digunakan untuk pengambilan 18 Hasil penelitian
contoh muatan sedimen contoh muatan sedimen layang di sungai untuk
melayang di sungai dengan memperoleh contoh air yang mengandung
cara integrasi kedalaman muatan sedimen melayang di sungai.
berdasarkan pembagian
debit
101. Metode pengujian kadar SNI 03-3961-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar 17 ASTM D 3977-80, Standard
sedimen layang secara sedimen layang dalam air secara Gravimetri Practice for Determining
gravimetri dengan dengan pengendapan. Suspended-Sediment
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 11
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
pengendapan Concentration In Water
Samples, 1981, Annual
Books of ASTM Standards
Part 31 : Water, ASTM,
Philadelphia
102. Metode pengujian distribusi SNI 03-3962-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi 15 ASTM D 4822-63 (72) :
butir sedimen layang butir sedimen layang dalam air secara gravimetri Test method for particle-
secara gravimetri dengan dengan ayakan. size analysis of soil
ayakan
103. Metode pengujian berat jenis SNI 03-4145-1996 Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis 14 ASTM, 1981
sedimen layang dengan sedimen layang dalam air. Usulan Annual books of ASTM
piknometer abolisi (lh) Standard, Part 19, Natural
Building Stones and Rock
104. Metode pengujian kadar SNI 03-4146-1996 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 16 -
nitrogen total sedimen kadar nitrogen total sedimen layang dalam air
layang dengan alat destilasi
kjeldahl secara titrasi

105. Metode pengujian kadar SNI 03-4151-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar 19 ASTM, 1981 C 114
fosfat dalam sedimen fosfat dalam sedimen melayang menggunakan alat Test Methods for chemical
melayang dengan asam spektrofotometer yang berguna bagi semua pihak analysis of hidraulic
klorida mengguna-kan yang lingkup tugasnya meliputi pengukuran kualitas cement
spektrofotometer secara sediment.
amonium molibdate
106. Metode pengujian kadar kalium SNI 03-4152-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar 17 ASTM, 1981 C 114
dalam sedimen melayang kalium dalam sedimen melayang yang berguna Test methods for chemical
dengan asam klorida menggu- bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi analysis of hidraulic
nakan alat spektrofotometer penelitian dan pengukuran kualitas sediment cement
serapan atom
Tata cara
107. Tata cara pembuatan ekstrak SNI 03-4819-1998 Tata cara ini digunakan untuk pembuatan ekstrak 15 INPNIM Part B Sixth
sedimen untuk pengujian sifat sedimen untuk pengujian sifat kimia sedimen Edition Soil. Standar
kimia sedimen sehingga dapat diuji dengan standar pengujian air. Method of Chemical
Analysis
ASTM D 4972-89
American Society for
Testing and Material

4. Beton
Metode uji
108. Cara uji slump beton SNI 1972 : 2008 Cara uji ini meliputi penentuan nilai slump 9 ASSHTO T 119-99
beton, baik di laboratorium maupun di Standard Method of test for
lapangan. Nilai-nilai yang tertera dinyatakan slump of hydraulic cement.
dalam satuan internasional (SI) dan digunakan
sebagai standar.

109. Cara uji berat isi, volume SNI 1973 : 2008 Cara uji ini meliputi penentuan berat isi dari 11 ASTM C 138
produksi campuran dan campuran beton segar dan beberapa formula Making and curing concrete
kadar udara beton untuk menghitung volume produksi campuran, test specimens in the
kadar semen, dan kadar udara dalam beton. laboratory
Test for unit weight, yield,
and air content (granimetric)
of concrete
110. Metode pengujian kuat SNI 03-6429-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan 7 ASTM C 873-94
tekan beton silinder dengan Sedang direvisi benda uji silinder beton menggunakan teknik Standar Test Method for
cetakan silinder di dalam pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada Compressive Strength of
tempat cetakan waktu pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton Concrete Cylinders Cast in
dari 125 mm sampai 300 m. Place in Cylindrical Mold
111. Metode pengujian kuat SNI 03-1974-1990 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan 7 ASTM C 192-90a
tekan beton Sudah revisi (compressive Strength) beton dengan benda uji Making and curing concrete
Nomor urut : 110-111 (Proses penetapan) berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan test specimens in the
Judul direvisi menjadi : (curring) di laboratorium maupun di lapangan. laboratory. Test for unit
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 12
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Cara uji kuat tekan beton weight, yield and air content
(granimetric) of concrete
112. Tata cara pengambilan SNI 2458 : 2008 Metode ini digunakan untuk mendapatkan 15 ASTM Standard C 172-
contoh uji beton segar contoh beton segar yang dapat mewakili 2004 Standard practice for
seluruh adukan beton. sampling freshly mixed
concrete
113. Metode pengujian kuat tarik SNI 03-2491-2002 1) Metode pengujian ini mencakup cara penentuan 14 ASTM C 446-86
belah beton kuat tarik belah benda uji yang dicetak be Standard test method for
rbentuk silinder atau beton inti yang diperoleh splitting tensile strength of
dengan cara pengeboran termasuk ketentuan cylindrical concrete
peralatan dan prosedur pengujiannya serta specimens
perhitungan kekuatan tarik belah;
2) Pengujian kuat tarik belah digunakan untuk
mengevaluasi ketahanan geser dari komponen
struktur yang terbuat dari beton yang
menggunakan agregat ringan.
114. Metode pembuatan dan SNI 03-2493-1991 Metode ini digunakan untuk pembuatan dan 15 ASTM C 192-90a
perawatan benda uji beton Sudah revisi perawatan benda uji beton di laboratorium agar Standard practice for
di laboratorium (Proses penetapan) memenuhi syarat. making and curing concrete
Judul direvisi menjadi : test specimens in the
Tata cara pembuatan dan laboratory
perawatan benda uji beton di
laboratorium
115. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-2823-1992 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter 19 AASHTO T 177-1982
beton memakai gelagar kuat lentur dari hasil pengujian di Laboratorium. ASTM C 293-79
seder-hana dengan sistem Standard specification for
beban titik di tengah transportation materials of
sampling and testing,
flexural strength of
concrete
(using simple beam with
center-point loading)
116. Cara uji berat isi beton SNI 3402 : 2008 Cara uji ini mencakup prosedur penentuan berat 17 ASTM C 567-85
ringan struktural isi dalam keadaan kering oven dan keadaan Standard test method for
seimbang dari beton ringan struktural. unit weight of structural
lightweight concrete
117. Metode pengujian kuat SNI 03-3403-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 16 -
tekan beton inti pemboran nilai kuat tekan beton inti pemboran.
118. Metode pengujian kandungan SNI 03-3418-1994 Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai 17 JIS A 1129-1975 :
udara pada beton segar kandungan udara pada beton segar dalam Method of test for air
persentase (%) volume. content of fresh concrete by
pressure method
119. Cara uji abrasi beton di SNI 3419 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengetahui 14 JIS C 418, 1963
laboratorium besarnya koefisien abrasi beton di Method of making and
Laboratorium yang akan dipakai sebagai curing concrete specimens
pembanding dengan nilai abrasi pada bangunan
air akibat aliran nilai sedimen.
120. Metode pengujian kuat tekan SNI 03-3421-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan 15 ASTM C 332-83
beton isolasi ringan di Sedang direvisi beton isolasi ringan di lapangan Standard specificatio for
lapangan Cara uji ini mencakup persiapan benda uji dan hightweight aggregate for
Judul direvisi menjadi : prosedur pengujian kuat tekan beton ringan isolasi insulating concrete
Cara uji kuat tekan beton dengan berat isi dalam kondisi kering oven tidak
ringan isolasi lebih dari 800 kg/m3. Cara uji ini mencakup
persiapan dan pengujian untuk benda uji berbentuk
silinder dengan ukuran 75 mm x 150 mm.
121. Metode pengujian kuat SNI 03-4154-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh kuat lentur 13 ASTM C 293-79
lentur beton dengan balok beton untuk keperluan perencanaan struktur Test method for compessive
uji sederhana yang strength of concrete (using
dibebani terpusat langsung sample beam with center
pont loading)
122. Metode pengujian kuat SNI 03-4155-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat 11 ASTM C 116-90
tekan beton dengan benda tekan relatif sebagai pembanding terhadap kuat Test method for
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 13
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
uji patahan balok bekas uji lentur guna keperluan perencanaan dan compressive strength of
lentur pengendalian mutu beton concrete using portions of
bems broken flexure
123. Cara uji bliding dari beton SNI 4156 : 2008 Cara uji ini mencakup penentuan jumlah 14 ASTM Standard C 232-04
segar kandungan air pencampur yang akan terpisah Standar Test Method for
dari contoh uji beton segar. Cara uji ini terdiri Bleeding of Concrete
dari 2 cara yang dibedakan atas derajat
pemadatan sesuai kondisi contoh beton.
124. Metode pengujian modulus SNI 03-4169-1996 Metode ini digunakan untuk memdapatkan nilai 15 ASTM C 469-87
elastisitas statis dan rasio modulus elastisitas dan rasio poison untuk Test method for static
poison beton dengan keperluan perencanaan struktur beton. modulus of elasticity and
kompresor ekstensometer poion’s ratio concrete in
compression
125. Metode pengujian kuat SNI 03-4430-1997 Metode ini digunakan untuk memperkirakan nilai 12 ASTM C 805-85
tekan elemen struktur kuat tekan beton pada suatu elemen struktur Test method for reabound
beton dengan alat palu untuk keperluan pengendalian mutu beton dan number of hardened
beton tipe N dan NR atau pengawas pelaksanaan pekerjaan. concrete
126. Metode pengujian kuat SNI 03-4431-1997 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat 18 JIS A 1106-1964 :
lentur beton normal dengan Sudah revisi lentur beton normal guna keperluan perencanaan Method of testing flexural
dua titik pembebanan (Proses dan pelaksanaan. strength of concrete
Judul direvisi menjadi : penetapan))
Cara uji kuat lentur beton
normal dengan dua titik
pemebebanan
127. Metode pengujian SNI 03-4802-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan 11 ASTM Standar Test
kecepatan pulsa melalui kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan Method for Pulse Velocity
beton dalam beton. Through Concrete C.597-
83 (91)

128. Metode pengujian angka SNI 03-4803-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan angka 15 ASTM C 1084-92
pantul beton yang sudah pantul beton yang sudah mengeras
mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya
dikendalikan oleh pegas.
129. Metode pengujian kadar SNI 03-4805-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 15 ASTM C 1084-92
semen portland dalam semen portland dari beton keras menggunakan Standard test method for
beton keras yang memakai semen hidrolik. portland cement content of
semen hidrolik hardened hydraulic cemen
concrete
130. Metode pengujian kadar SNI 03-4806-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 13 ASTM C 1078-87
semen portland dalam semen portland dalam beton segar menggunakan Standard test method for
beton segar dengan cara titrasi volumetri. determining the cement
titrasi volumetric content of freshly mixed
concrete
131. Metode pengujian untuk SNI 03-4807-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan suhu 10 ASTM Standard C 1064-84
menentukan suhu beton dari beton segar yang menggunakan semen Standard test method for
segar semen Portland portland determining the water
content of freshly mixed
concrete
132. Metode pengujian kadar air SNI 03-4808-1998 Metode ini digunakan dalam penentuan kadar air 10 ASTM Standard C.1079
dalam beton segar dengan dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri. Standard test method for
cara titrasi volumetric determining the water
content of frehly mixed
concrete
133. Metode pengujian untuk SNI 03-4809-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan 13 ASTM Standard C 234-91a
membandingkan berbagai perbandingan antara berbagai macam beton Standard tets method for
beton berdasarkan kuat lekat berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap baja comparing concrete on the
yang timbul terhadap tulangan basic of the bond
tulangan developed with reinforcing
steel
134. Metode pembuatan dan SNI 03-4810-1998 Metode ini digunakan untuk membuat dan 13 ASTM Standard C 31-91
perawatan benda uji beton di Sedang direvisi merawat benda uji di lapangan. Standard practice for
lapangan making curing concrete
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 14
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
test specimens in the field
135. Metode pengujian rangkak SNI 03-4811-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan rangkak 14 ASTM C 512-87
pada beton yang tertekan pada beton yang dicetak dalam bentuk silinder (Reproved 1992)
dan dibebani dengan gaya tekan aksial sentris Standard test method for
yang besarnya tetap secara terus menerus. creep of concrete in
compression

136. Metode pengujian kuat tarik SNI 03-4812-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan nilai 17 ASTM C 512-87
beton secara langsung kuat tarik beton untuk keperluan perencanaan (Reproved 1992)
komponen struktur berdasarkan penampang Standard test method for
benda uji berdiameter 150 mm. creep of concrete in
compression

137. Metode pengujian SNI 06-6428-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan ketahanan 9 ASTM C 944-90a
ketahanan abrasi baik untuk beton atau mortar terhadap abrasi.
permukaan beton atau
mortar dengan metode
pemotong berputar
138. Metode pengujian ekspansi SNI 06-6430-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 7 ASTM C 940-89
dan bliding campuran graut ekspansi dan akumulasi air bliding pada Standard Test Method for
segar untuk beton dengan permukaan campuran graut semen hidrolik yang Expansion and Bleeding of
agregat praletak di dipakai untuk memproduksi beton dengan agregat Freshly Mixed Grout for
laboratorium praletak . Preplaced-Aggregate
Concrere in the
Laboratory.
139. Metode pengujian kuat SNI 03-6430.1-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat 6 ASTM C 942-86
tekan graut untuk beton tekan graut semen hidrolik untuk beton dengan (Reapproved 1991)
dengan agregat praletak di agregat praletak. Standar Test Method for
laboratorium Compressive Strength of
Grouts for Preplaced-
Aggregate Concrete in the
Laboratory.
140. Metode pengujian waktu SNI 03-6430.2-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan waktu 5 ASTM C 995-94 Standard
pengikatan graut untuk pengikatan campuran graut semen hidraulik yang test methods for Time of
beton dengan agregat dipakai untuk beton dengan agregat praletak Fiber-Reinforced Concrete
praletak di laboratorium memakai alat vicat. Through Inverted Slump
Cone

141. Metode pengujian waktu SNI 03-6431-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan waktu alir 6 ASTM C 109 Test Method
alir beton berserat dengan beton berserat menggunakan kerucut slump yang for Compressive Strength
kerucut uji slump yang dibalik dapat dilakukan di Lapangan dan di of Hidraulic Cement
dibalik Laboratorium dan dipakai untuk campuran beton Mortars
segar yang mempunyai agregat kasar yang lolos ASTM C 938 Practice for
saringan 1½ inchi, tidak dapat dipakai untuk beton Proportioning Grout
yang mengalir bebas Mixtures for Preplaced
Aggregate Concrete
142. Metode pengujian SNI 03-6432-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan cara 8 ASTM C 295
perubahan panjang beton pengukuran perubahan panjang prisma beton,
akibat reaksi alkali batuan kerantanan dari kombinasi semen agregat
karbonat terhadap reaksi alkali karbonat yang mengembang
dengan melibatkan ion-ion hidroksida.
143. Metode pengujian SNI 03-6433-2000 Metode ini mencakup penentuan kerapatan, 11 ASTM D C 642-97
kerapatan, penyerapan dan persentase penyerapan dan persentase rongga Standar Test Method for
rongga dalam beton yang dalam beton yang telah mengeras. Specific Gravity,
telah mengeras Absorption, and Voids in
hardened Concrete
144. Metode pengujian untuk SNI 03-6444-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian estimasi 11 ASTM Standar G3 Practice
potensial setengah sel baja potensial elektrikal setengah sel baja tulangan for conventions applicable
tulangan yang tidak dilapisi yang tidak dilapisi pada beton di Lapangan dan di to electrochemical
bahan dielektrik dalam Laboratorium, dengan tujuan untuk menentukan measurement in corrosion
beton aktifitas korosi pada tulangan. testing

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 15


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
145. Metode pengambilan dan SNI 03-2492-2002 Metode ini mencakup cara pengambilan beton inti, 8 ASTM C 42-97 (JIS A
pengujian beton inti persiapan pengujian dan penentuan kuat tekannya; 1107-87)
2) Metode ini tidak memberikan panduan Standard test method for
penentuan pemboran beton inti atau lokasi obtaining drilled cores and
pengeboran; 3) Metode ini tid ak dilengkapi sawed beams of concrete
prosedur interpretasi hasil kuat tekan beton inti.
146. Metode pengujian untuk SNI 03-6805-2002 Metode ini mencakup : 19 ASTM C 918-93
mengukur nilai kuat tekan  prosedur untuk membuat, memelihara dan Standard test method for
beton pada umur awal dan menguji benda uji beton keras pada umur measuring early age
memproyeksikan kekuatan awal. compressive strength and
pada umur berikutnya  benda uji dipelihara dalam kondisi perawatan projecting later-age
standar dan diukur riwayat temperaturnya strength
untuk digunakan dalam menghitung indeks
kematangan yang dihubungkan dengan
kenaikan kekuatannya
 prosedur cara menggunakan hasil kuat tekan
pada umur awal untuk memproyeksikan
kekuatan potensial pada umur berikutnya
147. Metode pengujian SNI 03-6807-2002 Metode Pengujian ini untuk menentukan 6 ASTM C 941-90
kemampuan kemampuan mempertahankan air dari campuran
mempertahankan air pada graut semen hidrolis segar untuk beton agregat
campuran graut untuk beton praletak
agregat praletak
di laboratorium
148. Metode pengujian SNI 03-6808-2002 Metode Pengujian ini : 9 ASTM E 832 Specification
kekentalan graut untuk - Untuk digunakan di laboratorium dan for laboratory filter papers
beton agregat praletak lapangan, untuk menentukan waktu alir dari
(metode pengujian corong volume cairan graut semen hidrolis yang
alir) ditentukan melalui corong alir standar dan
digunakan untuk beton agregat praletak ;
dapat juga digunakan untuk graut lainnya
- Menggunakan graut murni dan graut
bercampur agregat halus lolos saringan
ukuran 2,36 mm (No. 8)
- Dimaksudkan untuk penggunaan graut yang
mempunyai waktu alir tidak lebih dari 35
detik
149. Metode pengujian kadar SNI 03-6810-2002 Metode ini membahas tentang ketentuan cara 8 AASHTO T 26-90
bahan padat total dan pengujian kadar bahan padat dalam air untuk Standar Method of Test for
bahan anorganik dalam air campuran beton dan juga mencakup persiapan Quality of Water to be
untuk campuran beton contoh uji, persiapan peralatan, cara uji dan Used Concrete.
pelaporan
150. Metode pengujian mutu air SNI 03-6817-2002 Metode ini mencakup pengujian mutu air yang 5 AASHTO T 26-79
untuk digunakan dalam digunakan dalam campuran beton dengan cara : Quality of Water to be
beton 1) menggunakan metode A dan metode B untuk Used in Concrete
keasaman dan kelindian;
2) bahan padat total dan bahan organik
151. Metode pengujian untuk SNI 03-6969-2003 Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti 4 ASTM C 174-87 Standar
pengukuran panjang hasil pengeboran dari struktur beton test method for measuring
beton inti hasil length of drilled concrete
pengeboran. cores

Spesifikasi
152. Spesifikasi kadar ion SNI 03-2854-1992 Spesifikasi ini digunakan dalam merencanakan dan 11 ACI 1984
klorida dalam beton melaksanakan konstruksi beton untuk mencegah Buliding code requirements
korosi tulangan dan pelapukan beton for reinforced concret
153. Spesifikasi beton bertulang SNI 03-2914-1992 Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan 12 ACI, 1984
kedap air persyaratan-persyaratan teknis beton kedap air. Buliding code requirements
for reinforced concret
BSI, 1973 part 2 metric units
Specification for aggregates
from natural sources for
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 16
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
concrete (including
granolithic)
154. Spesifikasi kalsium khlorida SNI 06-4170-1996 Spesifikasi ini untuk memberikan persyaratan 5 ASTM Standard D 98-87
untuk mempercepat teknis kalsium kholorida sebagai bahan Standard specification for
pengerasan beton pencampur untuk mempercepat pengerasan calcium chloride
beton.
155. Spesifikasi beton siap pakai SNI 03-4433-1997 Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu 11 ASTM C 94-92a
beton siap pakai yang akan diserahkan dalam Specification for ready
bentuk beton segar dari produsen kepada mixed concrete
konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan
mutu beton siap pakai yang memenuhi
persyaratan teknis.
156. Spesifikasi lembaran SNI 4817 : 2008 Standar ini menetapkan ketentuan bahan 7 ASTM 171-97a
bahan penutup untuk berupa lembaran yang digunakan untuk Standar specification for
perawatan beton menutup permukaan beton semen guna sheet material for curing
menghindari hilangnya air selama masa sheet
perawatan, dan dalam hal material tipe
pemantul putih, berfungsi juga untuk
mengurangi naiknya temperatur beton yang
permukaannya secara langsung terkena sinar
matahari.
157. Spesifikasi pipa beton SNI 03-6367-2000 Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang 10 AASHTO D M 86 M-87
untuk air buangan, saluran yang digunakan sebagai pembuangan air kotoran, Standar Specification for
peluapan dari gorong- limbah pabrik, air luapan dan bangunan gorong- Concrete Sewer, Storm
gorong gorong Drain Culvert Pipe (Metric)

158. Spesifikasi perbaikan beton SNI 03-6380-2000 Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam 9 ASTM C 881-87
dengan mortar epoksi Sedang direvisi beton semen portland yang telah mengeras Standar Specification for
dengan mortar epoksi yang dicampur pasir Epoxy-Resin-Base
Bonding Systems for
Concrete

159. Spesifikasi kawat baja SNI 07-6401-2000 Spesifikasi ini meliputi kawat baja yang diproses 9 AASHTO D.M 32-90
dengan proses canay dengan canay dingin, ditarik dan digalvanisasi (ASTM D : 82-88) Standar
dingin untuk tulangan beton untuk digunakan secara langsung, atau dalam Specification for Cold-
bentuk jaring kawat baja yang dilas, sebagai Drawn Steel Wire for for
tulangan beton, dengan ukuran diameter nominal Concrete Reinforcement
tidak lebih kecil dari 2,03 mm
160. Spesifikasi pengencer graut SNI 03-6418-2000 Spesifikasi ini meliputi bahan pengencer graut 7 -
untuk beton dengan yang digunakan untuk beton dengan agregat
agregat praletak praletak.
161. Spesifikasi agregat beton SNI 03-2494-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai acuan bagi 13 ASTM C 637-84
penahan radiasi produsen agregat/ perencana dan pelaksana Standard Specification for
pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat yang aggregates for radiation
memenuhi persyaratan untuk keperluan beton shielding concrete
penahan radiasi. Spesifikasi ini mencakup
ketentuan mengenai klasifikasi dan persyaratan
teknis agregat untuk pembuat beton penahan
radiasi. Agregat untuk beton penahan radiasi ini
meliputi, golongan agregat tertentu untuk beton
penahan radiasi pengion, golongan agregat untuk
beton penahan radiasi neutron dengan
pertimbangan utama adalah komposisi atau berat
jenis atau keduanya. Nilai dinyatakan dalam satuan
metrik yang digunakan sebagai standar.
162. Spesifikasi beton tahan sulfat SNI 03-2915-2002  Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum 8 ACI 1984
untuk beton yang berhubungan dengan Buliding code requirements
Sedang direvisi lingkungan yang mengandung sulfat. for reinforced concret
 Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai
pegangan bagi para perencana dan pelaksana
dalam merencanakan dan melaksanakan
konstruksi beton yang dalam masa layannya
berhubungan dengan lingkungan yang
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 17
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
mengandung sulfat.
 Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan
beton yang mempunyai ketahanan dan
keawetan terhadap sulfat.
163. Spesifikasi bahan SNI 03-6811-2002 Spesifikasi ini membahas bahan-bahan yang akan 12 ASTM 1141-89
pencampur untuk beton ditambahkan pada campuran beton semprot dari
semprot semen portland untuk mengubah sifat campuran.
164. Spesifikasi anyaman SNI 03-6812-2002 Spesifikasi ini meliputi anyaman kawat baja polos 15 AASHTO M 55-89
kawat baja polos yang yang dilas untuk digunakan sebagai tulangan
dilas untuk tulangan beton.
beton.
165. Spesifikasi bahan kering SNI 03-6818-2002 Standar ini mencakup campuran kering bahan- 11 ASTM C 928-92A
bersifat semen, cepat Sedang direvisi bahan bersifat semen dari mortar atau beton yang Standar Specification for
mengeras, dalam cepat mengeras untuk perbaikan lapisan beton Package, Dry, Rapid
kemasan untuk perbaikan semen hidrolis dan struktur yang telah mengeras. hardening Cementitious
beton Bahan-bahan yang mengandung senyawa organis Materials for Concrete
seperti bitumen, epoksi resin, dan polyester tidak Repairs
termasuk sebagai bahan pengikat.
166. Spesifikasi mortar untuk SNI 03-6882-2002 Spesifikasi ini mencakup mortar yang digunakan 12 ASTM C 270-92A
pekerjaan pasangan dalam pekerjaan pasangan baik bertulang Standar Specification for
maupun tidak bertulang. Terdapat 4 (empat) tipe Mortar for Unit Masonry
mortar yang tercakup dalam setiap spesifikasi
berikut ini : 1) spesifikasi berdasarkan proporsi,
dan spesifikasi berdasarkan sifat.
167. Spesifikasi toleransi untuk SNI 03-6883-2002 Spesifikasi ini merupakan acuan bagi arsitek atau 22 ACI 117-90
konstruksi dan bahan ahli teknik dalam menentukan toleransi untuk Standar Specifications for
beton bahan dan konstruksi beton sebagaimana Tolerances for Concrete
dicantumkan dalam spesifikasi proyek, kecuali construction and Materilas
tidak berlaku untuk : 1) struktur khusus seperti
reaktor nuklir, kontainer berbentuk bulat dan silo-
silo; 2) struktur prateken berbentuk bulat; 3)
prosedur konstruksi khusus beton semprot.
pesifikasi ini mencantumkan daftar kendali
sebagai petunjuk bagi arsitek atau ahli teknik
dalam memilih persyaratan yang cocok antara
spesifikasi teknis yang diperlukan dan persyaratan
lain yang ada dalam spesifikasi proyek.
168. Spesifikasi bahan graut SNI 03-6891-2002 Spesifikasi ini menjelaskan dua jenis bahan graut 5 ASTM C 476-91
untuk pekerjaan pasangan halus dan kasar, untuk digunakan dalam Standar Specification for
pelaksanaan struktur pasangan berdasarkan Grout for Mansory
spesifikasi berikut : a) persyaratan komposisi
campuran, atau b) persyaratan kekuatan
Tata cara
169. Tata cara pengadukan SNI 03-3976-1995 Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan mutu 20 ACI 318 M-89
pengecoran beton pekerjaan beton sesuai dengan yang direncanakan Building code requirements
for reinforced concret
170. Tata cara penggunaan SNI 03-4820-1998 Tata cara ini digunakan dalam menyiapkan benda 17 -
peralatan untuk penentuan uji untuk menentukan perubahan panjang pada
perubahan panjang, pasta, pasta, mortar dan beton semen yang sudah
mortar dan beton semen mengeras, serta peralatan yang digunakan untuk
yang sudah mengeras. menentukan perubahan panjang tersebut, dan
cara-cara penggunaannya.
171. Tata cara pembuatan SNI 03-2834-2000 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan 36 BSI 1973
rencana campuran beton proporsi campuran beton tanpa menggunakan Part 2 metric Units
normal bahan tambahan dan bertujuan untuk mendapatkan Spesification for aggregate
proporsi campuran yang menghasilkan mutu beton from natural sources for
sesuai rencana concrete (including
granolithic)
172. Tata cara pembuatan SNI 6369 : 2008 Tata cara ini meliputi peralatan, bahan dan 12 ASTM C 617-2003
kaping untuk benda uji prosedur pembuatan kaping untuk silinder
silinder beton beton yang baru dicetak dengan semen murni
dan silinder beton keras serta silinder beton
inti dengan plaster gipsum berkekuatan tinggi
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 18
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
atau adukan belerang.
173. Tata cara perencanaan SNI 03-6468-2000 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan 18 ACI 211.4R-93
campuran tinggi dengan campuran beton kekuatan tinggi dengan semen Guide for Selecting
semen portland dengan portland dan abu terbang dan dapat digunakan Proportions for High-
abu terbang untuk menentukan proporsi campuran beton Strength Concrete With
kekuatan tinggi untuk mengoptimasi proporsi Portland Cement and Fly
campuran tersebut berdasarkan campuran coba. Ash
174. Tata cara perancangan SNI 03-3449-2002 Tata cara pembuatan rancangan campuran beton 10 -
campuran beton ringan ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan
dengan agregat ringan. untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi
para perencana dan pelaksana dalam merancang
proporsi campuran beton ringan dengan
menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk
mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan
yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai
dengan rencana penggunaannya pada kontruksi
struktural, struktural ringan dan sagat ringan. Tata
cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran,
rancangan campuran, tugas penanggung jawab
pembuatan rancangan campuran, bahan yang
dipergunakan, pemilihan proporsi campuran beton
ringan, perhitungan proporsi campuran, koreksi
proporsi campuran dan prosedur pengerjaan
pembuatan rancangan campuran beton ringan.
175. Tata cara perhitungan SNI 03-6806-2002 Tata Cara Mencakup : 12 ACI building Code 318/318
beton tidak bertulang  Beton tidak bertulang struktural untuk dinding R-313
struktural basemen harus dikecualikan dari persyaratan
standar ini untuk kondisi-kondisi lingkungan
yang khusus sesuai SNI 03-2854-1992.
 Perencanaan dan konstruksi pelat yang
didukung oleh tanah, jalan setapak dan pelat
di atas tanah, tidak harus mengikuti standar
ini kecuali pelat yang meneruskan beban
vertikal dari bagian struktur lain ke tanah.
 Untuk struktur khusus, misalnya struktur
pelengkung, struktur utilitas bawah tanah,
dinding gravitasi, dan dinding pelindung,
ketentuan dalam standar ini berlaku bila
bersifat menentukan.
176. Tata cara estimasi kekuatan SNI 03-6809-2002 Tata cara ini mencakup : 17 ASTM C 1074-93
beton dengan metode 1. Prosedur untuk mengestimasi kekuatan beton
maturity menggunakan metode maturity indeks
maturity dinyatakan dengan faktor suhu
waktu atau umur ekivalen pada suatu suhu
yang disyaratkan;
2. Penurunan hubungan kekuatan maturity dari
campuran beton di laboratorium dan
pencatatan riwayat suhu beton yang akan
disetimasi kekuatannya yang diperlukan
untuk estimasi.
177. Tata cara pembuatan SNI 03-6813-2002 Tata cara ini mencakup prosedur pembuatan 10 ASTM C 943-80
silinder dan prisma uji untuk silinder uji standar untuk menentukan kuat tekan (Reapproved 1990)
menentukan kekuatan dan dan densitas beton agregat praletak Standard Practice for
densitas beton agregat Making Test Cylinders and
praletak di laboratorium Prisms for Determining
Strength and Density of
Preplaced-Aggregate
Concrete in The
Laboratory
178. Tata cara pelaksanaan SNI 03-6814-2002 Standar ini mencakup informasi dasar tentang 39 -
sambungan mekanis untuk tipe-tipe sambungan mekanis yang beredar di
tulangan beton Indonesia sewaktu standar ini disusun, Diuraikan
juga persyaratan-persyaratan perencanaan dan
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 19
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
penggunaannya, termasuk kapabilitas dan tipe-
tipe sambungan mekanis tertentu.
179. Tata cara mengevaluasi SNI 03-6815-2002 Tata cara ini meliputi besarnya variasi kekuatan 31 ACI 214-1977,
hasil uji kekuatan beton beton. Contoh uji beton tergantung pada mutu Reapproved 1989
material, pembuatan dan kontrol dalam
pengujiannya, perbedaan kekuatan dapat
ditemukan dari dua penyebab utama yang
berbeda.
- perbedaan dalam perilaku kekuatan yang
terbentuk dari campuran beton dan bahan
penyusunnya
- perbedaan jelas dalam kekuatan yang
disebabkan oleh perpaduan variasi dan
pengujian.

180. Tata cara pendetailan SNI 03-6816-2002 Tata cara ini mencakup pemisahan dan 86 ACI 315-92
penulangan beton pembatasan tanggung jawab antara perencanaan Details and Detailing of
struktur beton dan pembuat detail baja Concrete Reinforcement
penulangan, perencanaan detail dan pendetailan
penulangan beton untuk pabrikasi dan
pemasangan batang-batang tulangan.
181. Tata cara pelaksanaan SNI 03-6898-2002 Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian 21 BSEN 12504 1:2000
dan pengambilan dan kuat tekan beton inti ini mencakup : 1) prosedur Testing Concrete in
pengujian kuat tekan pengambilan beton inti; 2) prosedur pengujian kuat Structures
beton inti. tekan beton inti; 3) perhitungan kuat tekan beton
inti.
5. Agregat
Metoda uji
182. Cara uji sifat kekal agregat SNI 02-1758-1990 Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang -
untuk aduk dan beton meliputi peralatan, larutan penguji, contoh yang
terhadap pengaruh larutan diuji dan persiapan contoh uji, pelaksanaan uji,
jenuh natrium dan dan laporan hasil uji. Contoh perhitungan untuk
magnesium sulfat agregat halus dan kasar diberikan
183. Metode pengujian tentang SNI 03-1968-1990 Metode ini digunakan untuk menentukan 13 AASHTO T84-81.
analisis saringan agregat pembagian butir (gradasi) agregat halus dan ASSHTO, Washington,
halus dan kasar agregat kasar menggunakan saringan. D.C., 2001
AASHTO T-27-81(82)
Sieve analysis of fine and
coarse aggregates
184. Cara uji berat jenis dan SNI 1969 : 2008 Metode ini digunakan untuk menentukan berat 14 AASHTO T 85-81
penyerapan air agregat jenis curah, berat jenis kering permukaan Specific gravity and
kasar jenuh, berat jenis semu dari agregat halus absorption of fine
serta angka penyerapan dari agregat kasar. aggreagte
185. Cara uji berat jenis dan SNI 1970 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji berat jenis 16 AASHTO T 128-68(92)
penyerapan air agregat curah kering dan berat jenis semu (apparent) Specific gravity and
halus serta penyerapan air agregat halus. Agregat absorption of fine
halus adalah agregat yang ukuran butirannya aggregate
lebih kecil dari 4,75 mm (No. 4).
186. Metode pengujian kadar air SNI 03-1971-1990 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 7 ASTM, 1981 C 566-89
agregat Sedang direvisi kadar air agregat. Concrete and mineral
aggregate (including
Judul direvisi menjadi: manual of aggregate and
Cara uji kadar air total concrete testing)
agregat dengan pengeringan
187. Cara uji keausan agregat SNI 2417 : 2008 Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk 16 AASHTO T 96-87
dengan mesin abrasi los pengujian keausan agregat kasar dengan Resistance to abrasion of
angeles ukuran 75 mm (3 inci) sampai dengan ukuran small size coarse
2,36 mm (saringan No.8) dengan menggunakan aggregate by use of the los
mesin abrasi Los Angeles. angeles machine

188. Metode pengujian agregat SNI 03-2457-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan mutu 13 ASTM C 637-84
untuk beton penahan agregat yang akan digunakan untuk beton Standard specification for
radiasi penahan radiasi. aggregates for radiation
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 20
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
shielding concrete

189. Cara uji sifat kekekalan SNI 3407 : 2008 Cara uji ini mencakup tata cara pengujian 16 ASTM D 5240-04 :
agregat dengan cara untuk menentukan kekekalan agregat dari Standard test method for
perendaman proses disintegrasi oleh larutan natrium sulfat testing rock slabs to
menggunakan larutan atau magnesium sulfat jenuh. evaluate soundness of
natrium sulfat atau riprap by use of Sodium
magnesium sulfat Sulfate or Magnesium
Sulfate
190. Metode pengujian partikel SNI 03-3416-1994 Metode ini untuk menentukan besarnya kadar 17 AASHTO T 113-90
ringan dalam agregat partikel ringan dalam agregat. Light weight pieces in
aggregate
ASTM C 123 standard test
method for lightweight
particles in aggregate
191. Metode pengujian tebal dan SNI 03-4137-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh bentuk 8 NRB HZ SPEC. T. 15
panjang rata-rata agregat agregat yang seragam
192. Metode pengujian SNI 03-4141-1996 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya 13 AASHTO T 112-81
gumpalan lempung dan persentasi jumlah gumpalan lempung dan butir- Clay lumps and friable
butir-butir mudah pecah butir mudah pecah dalam agregat halus maupun particles in aggregate
dalam agregat. kasar. methods of sampling and
testing part II
193. Metode pengujian jumlah SNI 03-4142-1996 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya 10 AASHTO T 11-82
bahan dalam agregat yang persentase jumlah bahan dalam agregat yang Amount of material finer
lolos saringan no. 200 lolos saringan No. 200 (0,075 mm). than 0,075 mm sieve in
(0,075 mm) aggregate standar
methods of sampling and
testing part II
194. Metode pengujian SNI 03-4426-1997 Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran 10 -
ketahanan agregat dengan atau angka ketahanan agregat terhadap benturan
alat tumbuk atau tumbukan, sehingga berguna bagi perencana
dalam memilih bahan yang bermutu.
195. Metode pengujian agregat SNI 03-4428-1997 Metode ini digunakan untuk menyera-gamkan 16 AASHTO T 176-86
halus atau pasir yang cara pengujian pasir atau agregat halus yang Plastic Fine in Graded
mengandung bahan plastis plastis dengan cara setara pasir yang bertujuan Aggregates and Soils by
dengan cara setara pasir untuk mengetahui kualitas pasir atau agregat Use of the Sand
halus yang lolos saringan nomor 4 (4,76 mm). Equivalent Test
196. Metode pengujian bobot isi SNI 03-4804-1998 Metode ini digunakan dalam menghitung bobot isi 12 ASTM C 29/C 29 M-91a
dan rongga udara dalam dan rongga udara dalam agregat. Standard test method for
agregat unit weight and voids in
aggregate
197. Metode penentuan 10 % SNI 03-6477-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai 13 -
kehalusan untuk agregat sepuluh persen kehalusan bahan agregat yang
memberikan suatu ukuran relatif dari ketahanan
suatu bahan agregat terhadap keremukan yang
disebabkan oleh beban tekan yang meningkat
secara berangsur-angsur, agregat diuji dalam
keadaan kering dan dalam keadaan sudah
direndam.
198. Metode pengujian analisis SNI 03-6822-2002 Metode Pengujian ini mencakup prosedur untuk 8 AASHTO T -164
saringan agregat hasil penentuan distribusi ukuran butir agregat halus AASTHO M-231
ekstraksi dan kasar dari hasil ekstraksi campuran beraspal, AASHTO M-92
menggunakan saringan dengan lubang persegi.
199. Metode pengujian susut SNI 03-6823-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan pengaruh 7 ASTM C 596-89 :
kering mortar yang semen portland pada susut kering mortar Test method for draying
mengandung semen menggunakan pasir yang bergradasi standar, shringkage of mortar
portland yang diakibatkan oleh kondisi suhu, kelembaban containing PC
relatif, dan laju penguapan lingkungannya.
200. Metode pengujian SNI 03-6824-2002 Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk 8 AASHTO T 211-90
penentuan kadar semen menentukan kadar semen berdasarkan netralisasi Determination of Cement
dalam agregat bersemen menerus suatu larutan dari benda uji dalam air Treated Aggregate by the
secara titrasi berupa agregat yang telah bercampur semen Method of Titration
untuk jangka waktu tertentu. Netralisasi ini
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 21
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
dilakukan dengan jalan menambahkan larutan
asam secukupnya untuk menetralkan OH yang
secara menerus akan terbebaskan selama
berlangsungnya proses hidrasi dari semen.
Jumlah asam yang digunakan berbanding lurus
dengan kadar semen dalam contoh yang diuji.
201. Metode pengujian kadar SNI 03-6877-2002 Metode ini adalah untukmenentukan kadar rongga 10 ASTM D 1252-93
rongga agregat halus yang agregat halus dalam keadaan lepas (tidak Standar Tesdt Method for
tidak dipadatkan dipadatkan). Bila pengujian dilakukan pada Uncompacted Void
agregat yang gradasinya diketahui, kadar rongga Content of Fine Aggregate
dapat menjadi indikator angularitas, bentuk butir (as Influenced by Particle
dan tekstur permukaan relatif terhadap agregat Shape, Surface Texture
halus lain dengan gradasi yang sama. Bila and Grading)
pengujian permukaan terhadap agregat halus
sesuai gradasi yang akan digunakan di lapangan,
kadar rongga merupakan indikator terhadap
kemudahan pengerjaan suatu campuran.
Spesifikasi
202. Spesifikasi agregat ringan SNI 03-3984-1995 Spesifikasi ini mencakup ketentuan gradasi dan 9 ASTM C 332-97
untuk beton isolasi Sedang direvisi berat isi agregat ringan dan konduktifitas panas Specification for
beton isolasi yang digunakan khusus untuk bagian linghtweight aggregates for
dalam bangunan insulating concret
203. Spesifikasi agregat lapis SNI 03-6388-2000 Spesifikasi ini meliputi mutu dan gradasi 5 AASHTO M 147-65 (1990)
pondasi bawah, lapis campuran lempung berpasir, kerikil, batu atau slag Standar Specification for
pondasi atas dan lapis hasil penyaringan, atau pasir, sirtu pecah yang Materials for Aggregate
permukaan terdiri atas kerikil, batu pecah atau slag dengan and Soil-Aggregate
atau tanpa tanah pengikat atau kombinasi dari Subbase, Base and
bahan tersebut untuk digunakan pada bahan lapis Surface Course
pondasi bawah, lapis pondasi, dan lapis
permukaan.
204. Spesifikasi agregat ringan SNI 03-2461-2002 Standar ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai 8 ASTM C 330-87-1987
untuk beton ringan struktur pegangan bagi produsen/ perencana dan Standard Specification for
pelaksanaan pekerjaan beton dalam menilai mutu lightweight aggregate for
agregat ringan yang memenuhi persyaratan. structural concrete
Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai
agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan
beton struktural dengan pertimbangan utamanya
adalah ringannya bobot dan tingginya kekuatan,
yang meliputi persyaratan mengenai komposisi
kimia, sifat fisis serta penggantian pasir alam. Nilai
dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan
sebagai standar.
205. Spesifikasi agregat halus SNI 03-6819-2002 Spesifikasi ini digunakan untuk memperoleh 7 AASHTO T 176 – 73
untuk campuran susunan gradasi agregat halus. Plastic Fines in Graded
perkerasan beraspal Aggregates and Soils by
Use of the Sand
Equivalent Test
AASHTO M 29-78 Fine
Agregates for Bituminous
Paving Mixtures
206. Spesifikasi agregat halus untuk SNI 03-6820-2002 Standar ini mencakup spesifikasi dari agregat 10 ASTM C 331-94
pekerjaan adukan dan halus yang akan digunakan untuk pekerjaan
plesteran dengan bahan dasar adukan dan plesteran dengan bahan dasar
semen semen.
207. Spesifikasi agregat ringan SNI 03-6821-2002 Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai 10 ASTM C 331-94
untuk batu cetak beton agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan (JASS 5) Specification for
pasangan dinding. batu cetak beton ringan untuk untuk pasangan Ligtweigt Aggregate for
dinding dan persyaratan yang meliputi komposisi Concrete Masonry Unit
kimia dan sifat-sifat fisis agregat ringan.
Tata cara
208. Tata cara penyiapan benda SNI 13-6717-2002 Tata cara ini membahas ketentuan dan cara 8 AASHTO T 248-98
uji dari contoh agregat penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh Standar for Method of
agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat Reducing Field
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 22
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
sama dengan contohnya.
209. Tata cara pengambilan SNI 03-6889-2002 Tata cara ini meliputi pengambilan contoh 19 AASHTO D T 2-84 (1990)
contoh agregat (sampling) agregat kasar dan halus ini digunakan Standar Method of
untuk tujuan : Sampling Aggregates
- Penyelidikan pendahuluan sumber potensial
- Pengendalian produksi pada sumber
persediaan
- Pengendalian pelaksanaan lapangan
- Penerimaan atau penolakan bahan
(material).
6. Semen
Metoda uji
210. Metode pengujian SNI 15-2530-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan 10 AASHTO 128-82
kehalusan semen portland kehalusan semen portland dengan cara Finenes of hydraulic
penyaringan. cement by the no.100 (150
m) sieves
211. Metode pengujian berat jenis SNI 15-2531-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi 18 ASTM C 188-84
semen portland semen portland. Standard test method for
density of hydraulic
cement
212. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-6451-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur 14 ASTM C 348-93 :
adukan semen hidraulik. adukan semen hidrolik Standard test method for
flexural strength of
hydraulic cement mortar
213. Metode pengujian kekuatan SNI 03-6825-2002 Metode ini digunakan untuk menen-tukan nilai 19 ASTM C 106-84
tekan mortar semen portland kekuatan tekan mortar pada umur tertentu yang Standar Methods of
untuk pekerjaan sipil digunakan untuk menentukan mutu semen Sampling and Testing
portland. Compresive Strength of
Hidraulic Cement Mortar
ASTM C 109-86 Test for
Compresive Strength of
Hidraulic Cement Mortar

214. Metode pengujian konsistensi SNI 03-6826-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai 16 AASHTO T 129-81
normal semen portland konsistensi normal semen portland yang Standar Methods of
dengan alat vicat untuk digunakan untuk mencantumkan mutu semen Sampling and Testing
pekerjaan sipil portland. Normal Consistency of
Hidraulic Cement
ASTM C 187-74 Test for
Normal Consistency of
Hidraulic Cement.
215. Metode pengujian waktu ikat SNI 03-6827-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai 18 AASHTO T 131-81
awal semen portland dengan waktu ikat awal semen Portland yang digunakan Standar Methods of
menggunakan alat vicat untuk untuk menentukan mutu semen Portland. Sampling and Testing.
pekerjaan sipil. Time Setting of Hidraulic
Cement by Vicat Needle
ASTM 191-82 Time of
Setting of Hidraulic
Cement by Vicat Needle
ASTM C 204-86 Test For
Primary Setting of Hiraulic
Cement
216. Metode pengujian kadar SNI 03-6412-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar 10 ASTM D 2901-93 :
semen dalam campuran semen dalam contoh campuran segar tanah Standard test method for
segar semen-tanah. semen cement content of freshly
mixed soil sement
7. Aspal
Metoda uji
217. Metode pengujian daktilitas SNI 06-2432-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan daktilitas 14 AASATHO T 51-89
bahan-bahan aspal Sudah revisi dari bahan-bahan aspal. Ductility of Bituminous
Judul direvisi menjadi : (Proses penetapan) materials
Cara uji daktilitas bahan-
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 23
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
bahan aspal
218. Metode pengujian titik nyala SNI 06-2433-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besaran 13 AASHTO T 48-89
dan titik bakar dengan Sudah revisi titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan Standard method of test
cleveland open cup. (Proses penetapan) Cleveland Open Cup. for flash and fire points by
Judul direvisi menjadi : clevelant open cup
Cara uji titik nyala dan titik
bakar dengan cleveland open
cup
219. Metode pengujian titik lembek SNI 06-2434-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 15 AASHTO T 53-8189
aspal dan ter Sudah revisi titik lembek aspal dan ter yang berkisar (30-200) Softening point of asphalt
(Proses penetapan) C dengan cara Ring and Ball. (bitumen) and ter in
Judul direvisi menjadi : ethylene glycol (ring and
Cara uji titik lembek aspal Cara uji meliputi penentuan titik lembek aspal ball)
dengan alat cincin dan bola antara 30C sampai dengan 157oC
(ring and ball) menggunakan alat cincin dan bola yang direndam
pada air suling (untuk titik lembek antara 30C
sampai dengan 80oC), direndam pada gliserin
(untuk titik lembek di atas 80C sampai dengan
157oC) atau direndam pada Ethylene Glycol
(untuk titik lembek antara 30C sampai dengan
110 oC)
220. Metode pengujian kelekatan SNI 03-2439-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 11 AASHTO T 182-84
agregat terhadap aspal Sudah revisi angka kelekatan agregat terhadap aspal. Coating and sripping of
(Proses penetapan) bitumen aggregate
Judul direvisi menjadi : Standar ini menetapkan cara untuk menguji mixtures, part II
Cara uji penyelimutan dan ketahanan penyelimutan film aspal pada
pengelupasan pada permukaan suatu agregat. Pengujian ini
campuran agregat-aspal diterapkan pada aspal cair, aspal emulsi, dan
aspal semi padat.
221. Metode pengujian kehilangan SNI 06-2440-1991 Metode ini digunakan dalam pelaksanaan 6 ASTM D 1754
berat minyak dan aspal Sedang direvisi pengujian kehilangan berat minyak dan aspal Standadr test method for
dengan cara a dengan cara pemanasan dan tebal tertentu yang effect of head and air on
Judul direvisi menjadi : dinyatakan dengan berat semula. asphaltic materials by thin
Cara uji perubahan berat film oven test part II
aspal karena pemanasan dan
oksidasi (thin film oven test)
222. Metode pengujian berat jenis SNI 06-2441-1991 Metode ini untuk menentukan berat jenis aspal 15 AASHTO T 288-90
aspal padat Sedang direvisi padat dan ter dengan piknometer. Specific gravity of semi
Judul direvisi menjadi : solid bituminous material
Cara uji berat jenis aspal
padat
223. Metode pengujian penetrasi SNI 06-2456-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 12 AASHTO T 49-03
bahan - bahan bitumen Sudah revisi penetrasi bitumen. Standard method of test
Judul direvisi menjadi : (Proses for plash and fire points by
Cara uji penetrasi aspal penetapan)) Cara uji penetrasi aspal ini mencakup penentuan cleveland open cup
nilai penetrasi dari bahan-bahan bitumen semi-
solid dan solid.
Jarum-jarum penetrasi, cawan dan kondisi
pengujian dijelaskan pada cara uji ini untuk
menentukan nilai penetrasi sampai dengan 500.
224. Metode pengujian fraksi aspal SNI 06-2488-1991 Metode ini digunakan untuk memisahkan fraksi 13 AASHTO T 78-80
cair dengan cara penyulingan aspal cair berdasarkan perbedaan titik didih Standard method of
Judul direvisi menjadi : dengan cara penyulingan. sampling and testing
Cara uji penyulingan aspal destilations of cutback
cair asphaltic (bituminous)
product
s
225. Cara uji kadar air dalam SNI 2490 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji kadar air 19 AASHTO T 55-78
produk minyak dan bahan dalam produk minyak dan bahan yang Water in petroleum product
mengandung aspal dengan mengandung aspal (RC, MC, SC) dengan and bituminous materials
cara penyulingan penyulingan (distillation), pada rentang kadar by destilation part 11
air antara 0% dan 25% terhadap volume.
226. Metode pengujian kadar SNI 03-3640-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 13 Laboratory Handbook
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 24
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
beraspal dengan cara kadar aspal dalam campuran beraspal dengan 1994
ekstraksi menggunakan cara ekstraksi menggunakan alat soklet. The testing of bituminous
alat soklet mixture determination of
soluble binder with hot
extraction, method by
soxlet extraction
227. Metode pengujian kadar air SNI 03-3641-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 14 AASHTO T 59-82 (1982)
aspal emulsi. kadar air aspal emulsi. Testing emulsified asphalts
228. Metode pengujian kadar residu SNI 03-3642-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui 12 AASHTO T 59-90
aspal emulsi dengan persentase kadar residu aspal emulsi Testing emulsified asphalts
Penyulingan.
229. Metode pengujian aspal SNI 03-3643-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan bagian 11
AASHTO T 59-82 (1982)
emulsi tertahan saringan aspal emulsi yang tertahan saringan No. 20.
Testing emulsified asphalts
no.20.
230. Metode pengujian jenis SNI 03-3644-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 11 AASHTO T 59-82 (1982)
muatan partikel aspal emulsi. partikel aspal emulsi. Particle charge of
emulsified asphalt
231. Metode pengujian SNI 03-3645-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui 13 AASHTO T 59-82 (1982)
pelekatan dan ketahanan persentase pelekatan aspal emulsi terhadap Coating ability and water
aspal emulsi terhadap air. agregat dan ketahanan terhadap air. resistance test
Judul direvisi menjadi :
Cara uji kemampuan
penyelimutan dan
ketahanan aspal emulsi
232. Metode pengujian pemulihan SNI 03-4797-1998 Metode ini adalah untuk memisahkan aspal dari 11 BS, 1991 BSD 1993/1991
aspal dengan alat penguap Sedang direvisi bahan pelarut, sehingga dapat digunakan kembali. Draft For Development
Putar. Recovery Of Bitumen
Binders By
Dichloromethane
Extraction (Rotary Fil
Evaporator Method) DD
193
233. Metode pengujian kekuatan SNI 03-6440-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian kekentalan 18 AASHTO T 202-90
aspal dengan viskometer aspal menggunakan viskometer pipa kapiler Standar Method of Test for
pipa kapiler hampa hampa pada suhu 60 C dan dapat digunakan Viscosity of Asphalts by
untuk bahan-bahan lain yang memiliki kekentalan Vacuum Capillary
dalam rentang 0,036 poises hingga lebih dari Viscometer
200.000 poises
234. Metode pengujian SNI 06-6441-2000 Metode ini mencakup prosedur pengukuran 9 ASTM D 4402-95 Standar
viskositas aspal minyak viskositas apparen aspal minyak pada temperatur Test Method for Viscosity
dengan alat brookfield (38-260) 0 C, menggunakan alat Brookfield Determinations of Unfilled
termosel. Termosel Asphalts using the
Brookfield Thermosel
Apparatus

235. Metode pengujian sifat SNI 03-6442-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan modulus 16 AASHTO TP 5, MP I, T 40,
reologi aspal dengan alat geser dinamis dan sudut phase aspal dengan alat T 240, TPI, PPI, PP 6
reometer geser dinamis penguji geser dinamis menggunakan pelat uji ASTM E 220
(rgd) pararel untuk aspal yang mempunyai nilai
modulus geser dinamis dari 100 Pa sampai 10
Mpa pada suhu (5-85)  C
236. Metode penentuan sifat SNI 03-6476-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan akumulasi 10 AS 2891.12.1 Method 12.1
regangan tekan permanen respon deformasi aksial campuran beraspal pada : Determination of the
campuran beraspal dengan kondisi pengujian standar dapat dipakai untuk Permanent Compressive
pengujian rangkak dinamis benda uji yang dipadatkan di Laboratorium atau Strain Characteristic of
benda uji contoh inti yang didapat dari lapisan Asphalt-Dynamic Creep
beraspal Test

237. Metode penentuan kadar SNI 03-3639-2002 Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar 12 DIN 52015-1995
parafin lilin dalam aspal parafin lilin dalam aspal berdasarkan pemisahan Shell method series 45/53
dengan pelarut-pelarut tertentu. Determination of parafin
wax
238. Metode pengujian SNI 03-6721-2002 Metode pengujian ini membahas tentang 10 AASHTO T 72-90
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 25
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
kekentalan aspal cair ketentuan, cara pengujian kekentalan aspal cair Standard Methods of Test
dengan alat saybolt dan aspal emulsi dengan alat saybolt. Lingkup for Saybolt Viscosity
pengujin mencakup : persiapan contoh uji,
persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan.
239. Metode pengujian titik SNI 03-6722-2002 Metode pengujian ini membahas tentang 7 AASHTO T 79-88
nyala aspal cair dengan ketentuan, cara pengujian titik nyala aspal cair Standard Method of Test
alat tag open cup dengan Tag Open Cup. for Flash Point with Tag
Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh Open Cup Apopratus for
uji, persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan. Use with Materials Having
a Flash Less Than
93,3º(200º)

240. Metode pengujian SNI 03-6828-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 11 AASHTO T 59-82 (1982)
pengendapan aspal emulsi persentase aspal emulsi yang mengendap (jenis ASTM D 6930 Standadr
anionik dan kationik dan tidak mengandung test method for settlement
minyak). and storage stability of
emulsified asphalts
241. Metode pengujian kadar SNI 03-6829-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 11 AASHTO T 59-82 (1982)
residu aspal emulsi dengan kadar residu aspal emulsi (aspal yang diuji jenis
cara penguapan. kationik dan anionik)
242. Metode pengujian SNI 03-6830-2002 Metodeini digunakan untuk menentukan besarnya 9 AASHTO T 59-82 (1982)
kerusakan campuran aspal persentase kerusakan campuran aspal emulsi
emulsi dengan semen. dengan semen (aspal emulsi kationik dan anionik
tipe lambat mengendap.

243. Metode pengujian SNI 03-6831-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 10 AASHTO T 59-82 (1982)
pelekatan aspal emulsi persentase pelekatan aspal emulsi terhadap
terhadap agregat m - 50. agregat (aspal emulsi yang diuji adalah tipe
lambat mengendap, tipe mengendap sedang).
244. Metode pengujian kandungan SNI 03-6833-2002 Metode pengujian ini untuk menentukan 4 AASHTO D T 111-83
bahan an-organik atau abu kandungan bahan mineral dalam aspal padat, (1990)
dalam aspal semi padat atau cair.
245. Metode pengujian SNI 03-6834-2002 Metode Pengujian ini membahas ketentuan dan 11 AASHTO T 50-81
konsistensi aspal dengan cara pengujian untuk menentukan konsistensi
cara apung aspal dengan cara apung.
246. Metode pengujian SNI 03-6835-2002 Metode ini digunakan untuk mengukur pengaruh 11 AASHTO D T 240-87
pengaruh panas dan udara panas dan udara pada lapis tipis aspal semi padat Effect of Heat Air on a
terhadap lapisan tipis aspal yang diputar Moving Film of Asphalt
yang diputar (Rolling Thin Film Oven
Test)
247. Metode penentuan modulus SNI 03-6836-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan modulus 11 AS 2891.13.1 Method
resilien campuran beraspal resilien campuran beraspal di Laboratorium 13.1 Determination of the
dengan cara tarik tak dengan cara tarik tak langsung dengan resilient modulus of
langsung pembebanan berulang. asphalt-Indirect tensile
method

248. Metode pengujian noda SNI 03-6885-2002 Metode pengujian ini membahas ketentuan dan 10 AASHTO TD.T. 37-87
aspal minyak prosedur pengujian noda bahan-bahan aspal yang (1990) Standar Method of
hanya berlaku untuk aspal yang dihasilkan dari Spot Test of Asphaltic
petroleum dan seharusnya tidak digunakan Materials
terhadap aspal alam yang mengandung bahan
tetap yang tidak larut dalam xylen.
249. Metode pengujian berat SNI 03-6893-2002 Metode pengujian ini membahas tentang 10 AASHTO T 209-90
jenis maksimum campuran ketentuan cara pengujian berat jenis maksimum Standard Method orf Test
beraspal campuran beraspal yang tidak dipadatkan. for Maximum Zspecific
Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh Grafity of Bituminous
uji, persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan. Paving Mixtures

250. Metode pengujian kadar SNI 03-6894-2002 Metode pengujian ini membahas ketentuan cara 12 AASHTO T 164-90
aspal dan campuran uji pemisahan aspal dan penentuan kadar aspal
beraspal dengan cara dari campuran beraspal dengan cara sentrifus
sentrifus agregat yang diperoleh dengan cara ini dapat
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 26
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
digunakan untuk pengujian analisa saringan
menggunakan
SNI 03-1968-1990.
251. Cara uji kelarutan aspal SNI 7461 : 2008 Standar ini digunakan untuk menentukan 12 ASTM D 5546-01
modifikasi dalam toluen kelarutan aspal polimer dan aspal modifikasi Standard test method for
dengan alat sentrifus dalam toluen dengan menggunakan alat Solubility
sentrifus.
Bagian yang larut dalam toluen
menggambarkan mengikat aktif. Bagian yang
mengendap dapat diuji karakteristik bila
perlukan, diantaranya dengan menggunakan
spektroskopi infra merah, mikroskop, uji abu,
dan lain-lain.
Standar ini tidak mencantumkan semua yang
berkaitan dengan keselamatan kerja dan
kesehatan kerja, bila ada menjadi tanggung
jawab pengguna.
Spesifikasi
252. Spesifikasi aspal emulsi SNI 03-4798-1998 Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal 8 AASHTO M 208-87
kationik Sedang direvisi emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis Standar Spesification For
untuk perencanaan dan pelaksanaan Transportation Materials
pembangunan jalan. And Method Of Sampling
And Testing
ASTM D.2397-79 Standar
Spesification For Cathionic
Emulsifield Asphalt
253. Spesifikasi aspal cair tipe SNI 4799 : 2008 Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu 8 AASHTO M 81-90
penguapan sedang hasil pengilangan minyak bumi yang berupa
liquid (larutan), yang dihasilkan dengan cara
melarutkan aspal dengan distilat hasil
pengilangan minyak bumi yang sesuai (seperti
minyak tanah), yang akan digunakan sebagai
bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan.
254. Spesifikasi aspal cair SNI 03-4800-1998 Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal 7 AASHTO M 81-90
penguapan cepat Sudah revisi yang memenuhi persyaratan fisis untuk
Judul direvisi menjadi : (Proses penetapan) perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Spesifikasi aspal cair tipe
penguapan cepat Spesifikasi ini mencakup aspal cair yang
dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan
distilat hasil pengilangan minyak bumi yang sesuai
(seperti premium), yang akan digunakan sebagai
bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan.
255. Spesifikasi bahan pengisi SNI 03-6723-2002 Spesifikasi ini memuat persyaratan teknis yang 7 AASHTO M 17-95
untuk campuran beraspal harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang Standar Specification for
dipakai pada campuran beraspal. Bituminous Paving
Mixtures

256. Spesifikasi aspal emulsi SNI 03-6832-2002 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis 9 AASHTO M 140-88
anionik Sedang direvisi aspal emulsi anionik yang digunakan dalam Standar Specification for
konstruksi perkerasan jalan. Emulsifield Asphalt

257. Spesifikasi bahan aspal SNI 03-6750-2002 Spesifikasi ini berisi persyaratan aspal dan 10 AASHTO M 20-70
satu lapis (burtu) dan agregat yang akan digunakan untuk daleman Penetration Graded
bahan lapisan aspal dua aspal satu lapis (BURTU) dan dan daleman aspal Asphalt Cement
lapis dua lapis (BURDA) AASHTO M-208-87
Cationik Emulsifield
Asphalt
Tata cara
258. Tata cara pengambilan SNI 03-6399-2000 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh 11 ASTM D 140
contoh aspal aspal di Pabrik, tempat penyimpanan atau saat -93 Standar Practise for
pengiriman Sampling Bituminous
Materials
ASTM D 346 Practiice for
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 27
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Collection and Preparation
of Coke Samples for
Laboratory Analysis
259. Tata cara penentuan SNI 06-6400-2000 Tata cara ini menyediakan tabel faktor koreksi 10 ASTM D 4311-96
koreksi volume aspal volume aspal yang dapat mengkonversikan Standar Practice for
terhadap volume pada volume aspal berbagai temperatur ke volume Determining Asphalt
temperatur standar temperatur standar, berlaku berbagai jenis aspal Volume Correction to a
kecuali aspal emulsi Base Temperatur

260. Tata cara penyiapan contoh SNI 06-6472-2000 Tata cara ini mencakup penyiapan contoh uji 6 AS 2891.2.1
uji pencampuran pembagian campuran, pembagian cara perempatan dan Sample Preparation-
cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium Mixing, Quartering and
pengkondisian campuran sebelum pengujian berdasarkan kinerja Conditiioning of Asphalt in
beraspal di laboratorium the Laboatory
untuk pengujian berdasarkan
kinerja
261. Tata cara mempercepat SNI 03-6837-2002 Tata cara ini meliputi percepatan pelapukan 12 ASTM D 6521 Standar
pelapukan aspal dengan (oksidasi) aspal oleh tekanan udara dan suhu practice for accelerated
menggunakan tabung yang ditingkatkan dalam tabung pelapuk aging of asphalt binder
pelapuk bertekanan bertekanan, dan dimaksudkan untuk mensimulasi using a pressurized aging
proses pelapukan akibat oksidasi bahan pengikat vessel (PAV)
aspal selama masa pelayanan.
262. Tata cara penyiapan contoh SNI 03-6838-2002 Tata cara ini mencakup pemadatan benda uji 8 AS 2891.2.1
uji pemadatan benda uji campuran beraspal menggunakan alat pemadat Sample Preparation
campuran beraspal dengan Gyratori Compaction of Asphalt
menggunakan alat pemadat Test Specimens Using a
gyratori Gyratory Compactor
263. Tata cara pemeriksaan SNI 03-6888-2002 Tata cara ini memuat wewenang dan tugas-tugas 14 AASHTO D T 172-1990
pengolah campuran aspal pengawas di lokasi pengolah campuran beraspal. Standard Recommended
Tugas-tugas tersebut ditetapkan untuk menjamin Practice for Bituminous
pemenuhan pekerjaan kontraktor terhadap Mixing Plant Inspection
kontrak, pekerjaan dan sama sekali tidak untuk
membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya
dalam menghasilkan campuran yang sesuai
dengan kontrak.
264. Tata cara pengambilan SNI 03-6890-2002 Tata cara ini membahas tentang ketentuan cara 5 AASHTO D 979-1994
contoh campuran beraspal pengambilan contoh campuran beraspal yang Standard Practise for
digunakan sebagai bahan perkerasan Sampling Bituminous
Paving Mixtures

265. Tata cara pemulihan aspal SNI 03-6895-2002 Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara 10 AASHTO T 170-90
dari larutan dengan cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari Standar Method of Test for
abson hasil ekstraksi dengan cara Abson. Recovery of Asphalt from
Solution by Abson Method
8. Kayu
Metoda uji
266. Metode pengujian kuat tarik SNI 03-3399-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat 16 ASTM D 143 – 83
kayu di laboratorium tarik sejajar serat dan tegak lurus serat kayu. Standard method of testing
small clear specimens of
timber
267. Metode pengujian kuat SNI 03-3400-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat 11 ASTM D 143 – 83
geser kayu di laboratorium geser sejajar serat kayu Standard method of testing
small clear specimens of
timber
268. Metode pengujian kuat SNI 03-3958-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat 15 ASTM D 143-83
tekan kayu di laboratorium tekan kayu. Standard methods of
testing small clear
specimens of timber
269. Metode pengujian kuat SNI 03-3959-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat 16 ASTM D 143-83
lentur kayu di laboratorium lentur kayu Standard methods of
testing small clear
specimens of timber

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 28


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
270. Metode pengujian modulus SNI 03-3960-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan modulus 16 ASTM D 143-83
elastisitas lentur kayu di elastisitas lentur kayu Standard methods of
laboratorium. testing small clear
specimens of timber
271. Metode pengujian modulus SNI 03-3972-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai 21 BS 5820-1976
elastisitas lentur kayu modulus elastisitas lentur dan kelas kuat kayu Method of test for
konstruksi berukuran detrmination of certain
struktural. physical and mechanical
propertie of timber in
structural sizes
272. Metode pengujian modulus SNI 03-3973-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat 17 BS 5820-1976
elastisitas tekan dan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu Method of test for
tekan sejajar serat kayu konstruksi yang dipakai untuk komponen struktur detrmination of certain
konstruksi berukuran bangunan physical and mechanical
structural propertie of timber in
structural sizes
273. Metode pengujian modulus SNI 03-3974-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai 19 BS 5820-1976
geser kayu konstruksi modulus geser dan kelas kuat kayu. Method of test for
berukuran struktural detrmination of certain
physical and mechanical
propertie of timber in
structural sizes
274. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-3975-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat 18 BS 5820-1976
kayu konstruksi berukuran lentur dari kayu konstruksi berukuran struktural. Method of test for
struktural detrmination of certain
physical and mechanical
propertie of timber in
structural sizes
275. Metode pengujian kuat tarik SNI 03-6448-2000 Metde ini digunakan untuk penentuan sifat tarik 12 ASTM D 2395
panel kayu struktural panel struktural dan dipakai untuk kayu lapis, Test Methods for Specific
papan wapel, papan bahan serat teratur dan Gravity of Wood and
komposit venir, dan kayu lapis yang berbahan Wood-base materials
dasar kayu lainnya. ASTM D 4442 Test
Method for Direct Moisture
Content Measurement of
Wood and Wood-base
Materials

276. Metode pengujian kuat SNI 03-6840-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji cabut 12 ASTM D 143-94
cabut paku di laboratorium paku, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk Method of testing small
jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan clear specimen of timber
oleh perencana
277. Metode pengujian kuat SNI 03-6841-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji belah 13 ASTM D 143-94
belah kayu di laboratorium kayu tegak lurus serat, dengan benda uji kecil Method of testing small
bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan clear specimen of timber
hasilnya digunakan oleh perencana.
278. Metode pengujian SNI 03-6842-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji 12 ASTM D 143-94
kekerasan kayu di kekerasan kayu dalam arah radial dan tangensial , Method of testing small
laboratorium dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis clear specimen of timber
kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh
perencana.
279. Metode pengujian susut SNI 03-6843-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji susut 10 ASTM D 143-94
radial dan tangensial kayu arah radial dan tangensial, dengan benda uji kecil Method of testing small
di laboratorium bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan clear specimen of timber
hasilnya digunakan oleh perencana.
280. Metode pengujian berat SNI 03-6844-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang 12 -
jenis kayu dan bahan dari harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis
kayu dengan cara serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan
pengukuran dengan mengukur volume benda uji yang
berbentuk teratur.
281. Metode pengujian berat SNI 03-6845-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang 13 -
jenis kayu dan bahan dari harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis
kayu dengan cara serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 29
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
pencelupan dalam air raksa dengan mengukur volume dengan ketelitian yang
tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk
benda uji, kerapatan maupun kadar airnya.
282. Metode pengujian berat jenis SNI 03-6846-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang 12 -
kayu dan bahan dari kayu harus dipenuhi baik secar umum maupun teknis
dengan tabung pengambang. serta cara pengujian perkiraan berat jenis yang
dilakukan yang dilakukan dengan mengukur
secara cepat berat jenis benda uji yang berbentuk
memanjang dengan penampang melintang yang
seragam dan diketahui kadar airnya, berat jenis
ditentukan berdasarkan berat kering.
283. Metode pengujian berat SNI 03-6847-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang 15 -
jenis kayu dan bahan dari harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis
kayu dengan cara serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan
pencelupan dalam air. dengan mengukur volume dengan ketelitian yang
tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk
benda uji, kerapatan maupun kadar airnya.
284. Metode pengujian berat SNI 03-6848-2002 Metode ini mencakup ketentuan yang harus 7 -
jenis batang kayu dan kayu dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta
struktur bangunan. cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan
cara mengebor atau melubangi bagian struktur
dari kayu yang sulit dilakukan dengan cara
konvensional dengan perhitungan berdasarkan
berat kering oven dan volume pada saat
pengujian.
285. Metode pengujian berat SNI 03-6849-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang 8 -
jenis serpih kayu. harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis
serta cara pengujian berat jenis serpih kayu
berdasarkan volume basah dan berat kering oven.
286. Metode pengujian SNI 03-6850-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar air 12 ASTM D 4442-92 Direct
pengukuran kadar air kayu kayu, vinir dan bahan berkayu, termasuk Moisture Content
dan bahan berkayu. didalamnya yang mengandung perekat dan Measurement of Wood and
bahan-bahan kimia aditif Wood-Base Materials
ASTM D 4933 Guide for
Moisture Conditioning of
Wood and Wood-Base
Materials
287. Metode pengujian lentur SNI 03-6851-2002 Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel 22 ASTM D 2395
panel kayu struktural atau panel struktural yang berukuran sampai Test Method for Direct
dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis, Moisture Content
papan lapis, papan serat teratur, venir komposit Measurement of Wood-
dan lapisan kayu. Base Material
Spesifikasi
288. Spesifikasi ukuran kusen SNI 03-0675-1989 Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan 15
pintu kayu, kusen jendela pembuatan, pemasangan, dan pengawasan
kayu, daun pintu kayu untuk pelaksanaan yang optimal
bangunan rumah dan gedung
289. Spesifikasi ukuran kayu SNI 03-2445-1991 Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan 9 Modular working group
untuk bangunan rumah dan ukuran kayu gergajian di pasaran sehingga rersearch devison ministry
gedung memudahkan dalam pengerjaan dan menghemat of housing and local
pemakaian kayu bagi pemakai. government, 1971 modular
design guide
290. Spesifikasi kuda-kuda kayu SNI 03-2449-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam merencana, 11 The council for codes of
balok paku tipe 15/6 memproduksi dan melaksanakan di lapangan practice british standards
yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kuda- institution. British standard
kuda yang sama, menghemat bahan, tenaga dan code of practice CP 112 :
waktu, mudah dalam perencanaan dan part 2 : 1971 the structural
pelaksanaan use of timber
291. Spesifikasi kuda-kuda kayu SNI 03-2450-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam merencana, 11 The council for codes of
balok paku tipe 30/6 memproduksi dan melaksanakan di lapangan practice british standards
yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kuda- institution. British standard
kuda yang sama, menghemat bahan, tenaga dan code of practice CP 112 :
waktu, mudah dalam perencanaan dan part 2 : 1971 the structural
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 30
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
pelaksanaan. use of timber
Tata cara
292. Tata cara pengecatan SNI 2407 : 2008 Tata cara ini memuat cara-cara pengecatan 9 -
kayu untuk rumah dan kayu yang berhubungan dengan udara luar
gedung dan penanggulangan kegagalan dalam
pengecatan.
293. Tata cara pengawetan kayu SNI 03-3233-1998 Digunakan untuk meningkatkan keawetan kayu 37 -
untuk bangunan rumah dan melalui pengawetan dengan kimia proses vacum
gedung tekan dan rendaman.
294. Tata cara pengkondisian SNI 03-6372-2002 Tata cara ini mencakup prosedur untuk 15 ASTM D 4933-91
kelengasan kayu dan mengkondisikan dan menyeimbangkan tingkat Standard Guide for
bahan berkayu kadar air konstan pada kayu dan bahan berkayu, Moisture Conditioning of
bahan-bahan dan papan buatan (panel) yang Wood and Wood-Base
mengandung serat keyu dan partikel kayu, serat Material
barang-barang dari kayu yang menggunakan
perekat.
295. Tata cara evaluasi besaran SNI 03-6881-2002 Tata cara ini mencakup cara pengambilan contoh 28 ASTM D 2915-94 Standard
izin untuk klasifikasi mutu dan cara analisis untuk penyelidikan populasi Practise for Evaluating
kayu struktural tertentu dari kayu struktural yang dipilih secara Allowable Properties for
mekanis, yang meliputi metodologi statistik Grades of Structural
analisis dan penyajian serta cara penerapannya . Lumber

9. Air
Metoda uji
296. Metode pengambilan SNI 06-2412-1991 Metode ini digunakan sebagai pegangan dalam 40 SM, 1985 Part 16
contoh uji kualitas air *) Di Revisi menjadi pengambilan contoh air di lapangan untuk uji Standard methods for the
SNI 6989.59:2008 kualitas air. examination of water and
wastewater, 16 th edition
washington DC.
297. Metode pengujian kelindian SNI 06-2420-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan kadar 21 SM, 1985 part 403
dalam air dengan titrimetrik kelindian dalam air dengan cara titrasi asam basa Standard methods for the
dengan alat buret. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Alkalinity)
298. Metode pengujian kelindian SNI 06-2421-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan 22 SM, 1985 part 403
dalam air dengan besarnya kadar kelindian dalam air dengan Standard methods for the
potensiometrik metode potensiometrik dengan alat pH meter. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Alkalinity)
299. Metode pengujian SNI 06-2422-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 21 SM, 1985 part 402
keasaman dalam air kadar keasaman dalam air dengan cara titrasi Standard method for the
dengan titrimetrik. asam basa dengan alat buret atau alat titrasi lain. examination of water and
waste water 16th edition
APHA, Washington DC
(acidity)
300. Metode pengujian keasaman SNI 06-2423-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 21 SM, 1985 part 402
dalam air dengan kadar keasaman dalam air dengan Standard method for the
potensiometrik. Potensiometrik. examination of water and
waste water 16th edition
APHA, Washington DC
(acidity)
301. Metode pengujian oksigen SNI 06-2424-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 21 SM, 1985 part 421 B
terlarut dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Oksigen dalam air dengan Titrimetrik. Standard methods for the
titrimetrik.*) SNI 06-6989.14- examination of water and
2004 waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(sulfide) (ICS 13.060.50)
302. Metode pengujian oksigen SNI 06-2425-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 18 SM, 1985 part 421 F
terlarut dalam air dengan kadar Oksigen dalam air dengan Elektrometrik. Standard methods for the
elektrokimia. examination of water and

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 31


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Membrane electrode
methods)
303. Metode pengujian sulfat SNI 06-2426-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 16 SM, 1985 part 427 C
dalam air dengan alat Di Revisi menjadi kadar sulfat dalam air dengan Spektrofotometer. Standard methods for the
spektrofotometer. SNI 06-6989.20- examination of water and
*) 2004 wasterwater, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Sulfide) (ICS 13.060.50)

304. Metode pengujian kalium SNI 06-2427-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 14 SM, 1985 part 322 B
dalam air dengan alat kadar Kalium dalam air dengan alat Standard methods for the
spektrofotometer serapan Spektrofotometer. examination of water and
atom. waterwater, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Flame Photometris
method)
305. Metode pengujian natrium SNI 06-2428-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 14 SM, 1985 part 325 A
dalam air dengan alat kadar Natrium dalam air dengan alat Standard methods for the
spektrofotometer serapan Spektrofotometer. examination of water and
atom waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Atomic Absorption
Spectrometris Method)

306. Metode pengujian kalsium SNI 06-2429-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 14 SM, 1985 part 311 C
dalam air dengan titrimetrik Di Revisi menjadi kadar Kalsium dalam air dengan Titrimetrik EDTA. Standard methods for the
edta. *) SNI 6989.13:2004 examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(EDTA Titrimetric method)
(ICS 13.060.50)
307. Metode pengujian klorida SNI 06-2431-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 21 SM, 1985 part 407 A
dalam air dengan kadar Klorida dalam air dengan Alat Argentometrik Standard methods for the
argentometrik mohr. Mohr. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Argentomic Method) (ICS
13.060.50)
308. Metode pengujian kadar SNI 06-2462-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 9 SM, 1985 part 320 A
merkuri dalam air atomisasi kadar kadar merkuri terlarut dan Merkuri total Standard methods for the
dingin alat spektrofotometer dalam air. examination of water and
serapan atom. waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Cold Vapor Atomic
Absorption Method)
309. Metode pengujian kadar SNI 06-2463-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 10 SM, 1985 part 307 B
arsen dalam air dengan kadar Arsen dalam air dengan metode Perak Dietil Standard methods for the
alat spektro-fotometer Ditio Karbamat (PDDK) dalam piridin dengan alat examination of water and
secara pddk dalam piridin. spektrofotometer. waste water, 16 th edition
APHA Washington DC.
(silver
Diethylidthiocalbarmate
method)
310. Metode pengujian kadar SNI 06-2464-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 310 A,
kadmium dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Kadmium dalam air dengan metode 304(ICS 13.060.50)
alat spektrofotometer serapan SNI 06-6989.38- atomisasi dengan tungku karbon alat
atom secara tungku karbon. 2005 spektrofotometer serapan atom.
*)
311. Metode pengujian kadar SNI 06-2465-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 7 SM, 1985 part 310 A, 303
kadmium dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Kadmium dalam air dengan metode B(ICS 13.060.50)
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 32
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
alat spektrofotometer serapan SNI 06-6989.37- ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan
atom secara ektraksi. *) 2005 atom.

312. Metode pengujian kadar SNI 06-2466-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 10 SM, 1985 part 310 A, 303
kadmium dalam air dengan kadar Kadmium dalam air dengan alat A(ICS 13.060.50)
alat spektrofotometer serapan spektrofotmeter serapan atom secara langsung.
atom secara langsung
313. Metode pengujian kadar SNI 06-2467-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 308, 303
barium dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar barium dalam air dengan alat C(ICS 13.060.50)
alat spektro-fotometer SNI 06-6989.39- spektrofotometer serapan atom secara langsung.
serapan atom secara 2005
langsung. *)

314. Metode pengujian kadar SNI 06-2468-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 308,
barium dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Barium dalam air dengan cara atomisasi 304(ICS 13.060.50)
alat spektrofotometer SNI 06-6989.40- tungku karbon dengan alat spektrofotometer
serapan atom secara 2005 serapan atom
tungku karbon. *)
315. Metode pengujian kadar fenol SNI 06-2469-1991 Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya 11 Sm, 1985 part 510 B (ICS
dalam air dengan alat spektro- kadar Fenol dalam air dengan metode 13.060.50)
fotometer secara Aminoantipirin dengan alat spektrofotometer.
aminoantipirin.
316. Metode pengujian kadar SNI 06-2470-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 APHA, AWWAWPCF
sulfida dalam air dengan kadar Sulfida dalam air dengan metode elektroda Sm, 1985 part 427
alat ion selektif meter. dengan alat ion selektif Standard Method for the
Examination of Water and
Wastewater. 16 th
317. Metode pengujian kadar SNI 06-2471-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 APHA, AWWAWPCF
kobal dalam air dengan alat kadar Kobal dalam air dengan alat 1985 Standard Method for
spektrofotometer secara spektrofotometer serapan atom secara langsung. the Examination of Water
langsung. and Wastewater. 16 th

318. Metode pengujian kadar SNI 06-2472-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 7 idem
kobal dalam air dengan alat kadar Kobal dalam air dengan cara atomisasi SM, 1985 part 304
spektrofotometer serapan dengan tungku karbon alat Spektrofotometer
atom secara tungku serapan atom.
karbon.
319. Metode pengujian kadar SNI 06-2473-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 idem
kobal dalam air dengan alat kadar Kobal dalam air dengan cara ekstraksi SM, 1985 part 303 B
spektro-fotometer serapan dengan alat spektrofotometer serapan atom.
atom secara ekstraksi.

320. Metode pengujian kadar SNI 06-2474-1991 Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya 7 Standard Method for the
sianida dalam air dengan kadar Sianida dalam air menggunakan metode Examination of Water and
alat ion selektif meter. elektroda dengan alat ion selektifmeter. Wastewater. 16 th

321. Metode pengujian kadar SNI 06-2475-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 9 idem
selenium dalam air dengan kadar Selenium dalam air menggunakan metode SM, 1985 part 323 A, 304
alat spektrofotometer atomisasi tungku karbon dengan alat
serapan atom secara spektrofotometer serapan atom.
tungku karbon.
322. Metode pengujian kadar SNI 06-2476-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 9 SM, 1985 part 512 A (ICS
detergen dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar detergen dalam air secara biru metilena 13.060.50)
alat spektrofotometer SNI 06-6989.51- dengan alat spektrofotometer
secara biru metilena. *) 2005

323. Metode pengujian kadar SNI 06-2477-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 9 idem
silika dalam air dengan alat kadar Silika dalam air secara molibdat silikat SM, 1985 part 425 C
spektrofotometer secara dengan alat spektrofotometer pada panjang
molibdatsilikat. gelombang 410 nm.
324. Metode pengujian kadar SNI 06-2478-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part420 A (ICS
nitrogen organik dalam air Di Revisi menjadi kadar Nitrogen - organik dalam air secara makro 13.060.50)
dengan alat SNI 06-6989.51- Kjeldahl dengan alat spektrofotometer pada
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 33
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
spektrofotometer secara 2005 kisaran panjang gelombang 400-500 nm.
makro kjeldahl. *)
325. Metode pengujian kadar SNI 06-2479-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 7 idem
amonium dalam air dengan kadar amonium dalam air secara Nessler dengan SM, 1985 part 417 B
alat spektrofotometer secara alat spektrofotometer.
nessler.
326. Metode pengujian kadar SNI 06-2480-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 7 idem
nitrat dalam air dengan alat kadar Nitrat dalam air secara Brusin dengan alat SM, 1985 part 419 D
spektrofotometer secara spektrofotometer pada panjang gelombang 410
brusin sulfat. nm.
327. Metode pengujian kadar SNI 06-2481-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 Idem
boron dalam air dengan kadar Boron dalam air secara Kurkumin dengan SM, 1985 part 405 A
alat spektrofotometer alat spektrofotometer pada panjang gelombang
secara kurkumin. 540 nm.
328. Metode pengujian kadar SNI 06-2482-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 7 Idem
fluorida dalam air dengan alat kadar Fluorida dalam air secara Alizarin merah SM, 1985 part 414 D
spektrofo-tometer secara dengan alat spektrofotometer
alizarin merah.
329. Metode pengujian kadar SNI 06-2483-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 9 idem
ortofosfat dan fosfat total kadar Ortofosfat terlarut dan Fosfat total dalam air SM, 1985 part 424 F
dalam air dengan alat Vsecara asam Askorbat dengan alat
spektrofotometer secara asam spektrofotometer pada panjang gelombang 880
askorbat. nm.
330. Metode pengujian kadar SNI 06-2497-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 319 A, 303
mangan dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Mangan dalam air dengan alat A (ICS 13.060.50)
alat spektrofotometer serapan SNI 06-6989-5-2004 spektrofotometer serapan atom secara langsung.
atom secara langsung. *)

331. Metode pengujian kadar SNI 06-2498-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 319 A, 303
mangan air dengan alat Di Revisi menjadi kadar Mangan dalam air secara ekstraksi dengan B (ICS 13.060.50)
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.41- alat spektrofotometer serapan atom.
atom secara ekstraksi. *) 2005

332. Metode pengujian kadar SNI 06-2499-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 319 A, 304
mangan dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Mangan dalam air secara atomisasi dengan (ICS 13.060.50)
alat spektrofotometer SNI 6989.42-2005 tungku karbon alat spektrofotometer serapan
serapan atom secara atom.
tungku karbon *)
333. Metode pengujian kadar SNI 06-2500-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 PART 328 A,
seng seng dengan alat Di Revisi menjadi kadar Seng dalam air secara ekstraksi dengan 303 B (ICS 13.060.50)
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.43- alat spektrofotometer serapan atom.
atom secara ekstraksi. *) 2005

334. Metode pengujian kadar air SNI 06-2501-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 7 SM, 1985 part 328 A, 304
seng dengan alat Di Revisi menjadi kadar Seng dalam air secara atomisasi tungku (ICS 13.060.50)
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.44- karbon dengan alat spektrofotometer serapan
atom secara tungku 2005 atom.
karbon. *)
335. Metode pengujian kadar SNI 06-2502-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 6 SM, 1985 part 503 A
minyak dan lemak dalam Di Revisi menjadi kadar minyak dan lemak dalam air secara Standard Methods For the
air secara gravimetri. *) SNI 06-6989.10- gravimetri dengan alat neraca analitik. examination of water and
2004 wastewater, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(OIL and Grease-Partition-
Gravimetris) (ICS
13.060.50)

336. Cara uji kebutuhan SNI 06-2503-1991 Metode ini digunakan menentukan besarnya kadar 7 SM, 1985 part 507
oksigen biokimiawi (bod) Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (KOB) dalam air Standar methods for the
secara titrimetri. berdasarkan selisih Oksigen terlarut sebelum dan examination of water and
sesudah pemeraman. waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Oxygen Demand)
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 34
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Biochemical

337. Metode pengujian kadar SNI 06-2504-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 part 508 B
kebutuhan oksigen kimiawi Di Revisi menjadi kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK) dalam Standard Methods for the
dalam air dengan alat SNI 06-6989.2-2004 air dengan metode refluks tertutup dan cara examination of water and
refluks tertutup. *) titrimetrik waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Oxigen Demand)
Chemical-closed Refluk,
Titrimetric Method
338. Metode pengujian kadar SNI 06-2505-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 505 A
karbon organik total dalam kadar Karbon Organik Total (KOT) dalam air Standard methods for the
air dengan alat kot-meter dengan pembakaran dan analisis inframerah. Examination of water and
inframerah. waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Organic carbon,
Combustion-Infrared
Method)
339. Metode pengujian nilai SNI 06-2506-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 E. Merck, 1975
permanganat dalam air Di Revisi menjadi nilai Permanganat dalam air dengan metode The testing of Water, 9th
secara asam. *) SNI 06-6989.22- oksidasi dalam suasana asam. Edition FRG
2004

340. Metode pengujian kadar seng SNI 06-2507-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 328 A, 303
dalam air dengan alat Di Revisi menjadi kadar Seng dalam air secara langsung dengan A
spektro-fotometer serapan SNI 06-6989.7-2004 alat spektrofotometer serapan atom. Standard Methods for the
atom secara langsung. *) examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Zinc, Atomic Adsorption
Spectrometric Method),
(Deetrmination of
Antimony, Bismuth,
Cadmium, calcium,
Cesium, Chromium,
Cobalt, Cooper, Gold,
Iridium, Iron, Lead,
Lithium, Magnesium,
managnesse, Nickel,
Palladium, Platinum,
Potassium, Rhodium,
Ruthenium, Silver,
Sodium, Strontium,
Thalium, Tin and Zinc by
direct aspiration into an
Air-acetylene Flame)
341. Metode pengujian kadar SNI 06-2508-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 part 509 A
pestisida klor organik dalam kadar pestisida Klororganik (BHC, PCB's, Standard methods for the
air dengan alat kromatograf Dikloran, aldrin, Heptaklor, Epoksid Dieldrin, DDT, examination of waste
gas. Endrin, Endosulfan, Methoksklor) dalam air secara water, 16 th edition APHA,
kromatografi gas. Washington DC.
(Pesticides,
Organochlorine Pesticide)
342. Metode pengujian kadar SNI 06-2509-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 29 SM, 1985 part 509 C
pestisida karbamat dalam air kadar pestisida Karbamat (Sevin) dalam air secara Standard Methods for the
dengan alat kromatograf gas. kromatografi gas dengan alat kroma-tograf gas examination of water and
yang dilengkapi dengan Detektor Alkali Ionisasi waste water, 16 th edition
Nyala (DAIN). APHA, Washington DC
(Pesticides, Bibliography)
343. Metode pengujian kadar SNI 06-2510-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 part 509 C
pestisida fosfat organik kadar pestisida fosfat-organik (Diazinon, Standard Methods for the
dalam air dengan alat Dimethoate, Fosfamidon dan Fenintrotion) dalam examination of water and
kromatograf gas. air secara kromatografi gas dengan alat waste water, 16 th edition
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 35
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
kromatograf gas yang dilengkapi detektor APHA, Washington DC
fotometrik nyala (DFN) pada filter optik 526 nm (Pesticides, Bibliography)
344. Metode pengujian kadar SNI 06-2511-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 part 312 A, 303
krom dalam air dengan alat Di Revisi menjadi kadar Krom dalam air secara langsung dengan A
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.17- alat spektrofotometer serapan atom (SSA) pada Standard Methods for the
atom secara langsung. *) 2004 panjang gelombang 357,9 nm examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Chromium-Atomic,
Absorption, Spectrometric
method) determination of
micro quantities of
alumunium, antimony,
arsenic, barium, beryllium,
cadmium, chromium,
cobalt, cooper, iron, lead,
manganese, molybdenum,
nickelselenium, silver and
tin by electrothermal
atomic)
345. Metode pengujian kadar air SNI 06-2512-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 part 312 A, 303
krom dengan alat Di Revisi menjadi kadar Krom dalam air secara ekstraksi dengan B
spektrofotometer secara SNI 06-6989.53- alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Standard methods for the
ekstraksi. *) 2005 panjang gelombang 357,9 nm. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Chromium-atomic,
absorption spectrometric
method), (determination of
low concentrations of
cadmium, chromium,
cobalt cooper, iron, lead,
manganese, nickel, silver
and zinc by chelation with
ammonium pyrolidine
dithocarbamate (APDC)
and extraction into methyl
Isobutyl ketone (MIBK)
346. Metode pengujian kadar krom SNI 06-2513-1991 Metode ini digunakan untuk menge-tahui besarnya 8 SM, 1985 Part 312 A, 304
dalam air dengan alat kadar Krom dalam air secara atomisasi tungku Standard method for the
spektrofotometer serapan karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan examination of water and
atom secara tungku karbon. Atom pada panjang gelombang 357,9 nm waste water , 16 th edition
APHA, Washington DC (
Chromium-Atomic,
absorption spectrometric
method), (determination of
Micro quantities of
alumunium, antimony,
arsenic, barium, beryllium,
cadmium, chromium,
cobalt, cooper, iron, lead
manganese, molybdenum,
nickel, selenium, silver and
tin by electrothermal
atomic)
347. Metode pengujian kadar SNI 06-2514-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 Part 313 A, 303
tembaga dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar Tembaga dalam air secara langsung A
alat spektrofotometer serapan SNI 6989.6-2004 dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Standard Methods for the
atom secara langsung. *) (SSA) pada panjang gelombang 324,7 nm examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(cooper, qtomic adsorption
spectrometric method),

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 36


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
(determination of
antimony, bismuth,
cadmium, cesium,
chromium, cobalt , cooper,
gold, iridium, iron, lead
lithium, magnesium,
manganese, nickel,
palladium, platinum,
potassium, rhodium,
ruthenium, silver, sodium,
strontium, thallium, tin and
zinc by direct aspiration
into an air acetylene
348. Metode pengujian kadar SNI 06-2515-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 8 SM, 1985 Part 313 A, 303
tembaga dalam air dengan kadar Tembaga dalam air secara ekstraksi B
alat spektrofotometer serapan dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Standard Methods for the
atom secara ekstraksi. (SSA) pada panjang gelombang 324,7 nm. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(cooper, atomic adsorption
spectrometric method),
(determination of low
concentrations of
cadmium, chromium,
cobalt cooper, iron, leada
manganese, nickel, silver
and zinc by chelation with
ammonium pyrolidine
dithiocarbamate (APDC)
and Extraction into methyl
isobutyl ketone (MIBK)
349. Metode pengujian kadar SNI 06-2516-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 9 SM, 1985 Part 313 A, 304
tembaga dalam air dengan kadar Tembaga dalam air secara atomisasi tungku Standard methods for the
alat spektrofotometer karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan examination of water and
serapan atom secara tungku Atom pada panjang gelombang 324,7 nm waste water, 16 th edition
karbon. APHA, Washington DC. (
Cooper-atomic absorption
spectrometric method),
(determination of micro
quantities of alumunium,
antimony, arsenic, barium,
beryllium, cadmium,
chromium, cobalt, cooper,
iron, lead, manganese,
molybdenum, nickel,
selenium, silver and tin by
electrothermal atomic)
350. Metode pengujian kadar SNI 06-2517-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 Part 316 A, 303
timbal dalam air dengan alat Di Revisi menjadi kadar Timbal dalam air secara langsung dengan A
spektrofo-tometer serapan SNI 06-6989.8-2004 alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Standard methods for the
atom secara langsung. *) panjang gelombang 283,3 nm. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA Washington DC.
(Lead, atomic adsorption
spectrometric method),
(determination of
antimony, bismuth,
cadmium, calcium, cesium,
chromium, cobalt, cooper,
gold iridium, iron, lead,
lithium, magnesium,
manganese, nickel,
palladium, platinum,

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 37


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
potassium, rhodium,
ruthenium, silver, sodium,
strontium, thallium, tin and
zinc by direct aspiration
into an air-acetylene flame)
351. Metode pengujian kadar SNI 06-2518-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan be- 9 SM, 1985 Part 316, 303 B
air timbal dengan alat Di Revisi menjadi sarnya kadar Timbal dalam air secara ekstraksi Standard methods for the
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.45- dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom examination of water and
atom secara ekstraksi. *) 2005 (SSA) pada panjang gelombang 283,3 nm. waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(lead-atomic absorption
spectrometric method),
(determination of low
concentrations of
cadmium, chromium,
cobalt cooper, iron , lead,
manganese, nickel, silver,
and zinc by chelation with
ammonium pyrrolidine
dithiocarbamate (APDC)
and extraction into methyl
isobutyl ketone (MIBK)
352. Metode pengujian kadar air SNI 06-2519-1991 Metode pengujian ini untuk menentukan besarnya 9 APHA 1985
timbal dengan alat spektrofo- kadar Timbal (Pb) dalam air menggunakan alat Standard Methods for the
tometer serapan atom secara Spektro-fotometer Serapan Atom Tungku Karbon Examination of Water and
tungku karbon. Waste-water
353. Metode pengujian kadar air SNI 06-2520-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besar- 8 SM, 1985 Part 321 A, 303
nikel dengan alat Di Revisi menjadi nya kadar Nikel dalam air secara langsung A
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.18- dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Standard methods for the
atom secara langsung. *) 2004 (SSA) pada panjang gelombang 232,0 nm. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Nickel, atomic adsorption
spectrometric method),
(determination of
antimony, bismuth,
cadmium, calcium, cesium,
chromium, cobalt, cooper,
gold Iridium, Iron, Lead,
Lithium, magnesium,
manganese, nickel
palladium, platinum,
potassium, rhodium,
ruthenium, silver, sodium,
strontium, thalium, tin and
zinc by direct aspiration
into an air acetylene flame)
354. Metode pengujian kadar air SNI 06-2521-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 Part 321 A, 303
nikel dengan alat Di Revisi menjadi kadar Nikel dalam air secara ekstraksi dengan alat B
spektrofotometer serapan SNI 6989.47-2005 Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Standard methods for the
atom secara ekstraksi. *) panjang gelombang 232,0 nm examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(Nickel-atomic absorption
spectrometric method), (
determination of low
concentrations of
cadmium, chromium,
cobalt cooper, iron lead,
managanese, nickel, silver
and zinc by chelation with
ammonium pyrolidine
dithiocarbamate (APDC)

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 38


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
and extraction into methyl
isobutyl ketone (MIBK)
355. Metode pengujian kadar SNI 06-2522-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 9 SM, 1985 Part 321 A, 304
air nikel dengan alat Di Revisi menjadi kadar Nikel dalam air secara atomi-sasi tungku Standard methods for the
spektrofotometer serapan SNI 6989.48-2005 karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan examination of water and
atom tungku karbon. *) Atom pada panjang gelombang 232,0 nm waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Nickel atomic Absorption
spectrometric method)
(determination of micro
quantities of alumunium,
antimony, arsenic, barium,
beryllium, cadmium,
chromium, cobalt, cooper,
iron, lead manganese,
molybdenum Nickel
selenium silver and tin by
electhrothermal atomic)
356. Metode pengujian kadar air SNI 06-2523-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 Part 315 A, 303
besi dengan alat Di Revisi menjadi kadar Besi dalam air secara langsung dengan alat A
spektrofotometer serapan SNI 6989.4-2004 Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Standard methods for the
atom secara langsung. *) panjang gelombang 248,3 nm. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(iron, atomic adsorption
spectrometric method),
(determination of
antimony, bismuth,
cadmium, calcium, cesium,
chromium, cobalt, cooper,
gold, iridium, iron, lead,
lithium, magnesium
manganese, nickel,
palladium, platinum,
potassium, rhodium,
ruthenium, silver, sodium
strontium, thallium, tin and
zinc by direct aspiration
into an air acetylene flame)
357. Metode pengujian kadar air SNI 06-2524-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 Part 315 A, 303
besi dengan alat Di Revisi menjadi kadar Besi dalam air secara Ekstraksi dengan alat B
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.49- Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada
atom secara ekstraksi. *) 2004 panjang gelombang 248,3 nm. Standard methods for the
examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA Washington
DC(Iron-atomic absorption
spectrometric method)
determination of low
concentrations of cadmium
chromium cobalt copper
iron lead manganese,
nickel, silver and zinc by
chelation with ammonium
pyrrolidine dithiocarbamate
(APDC)and Extraction into
methyl isobutyl ketone
(MIBK)
358. Metode pengujian kadar SNI 06-2525-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 8 SM, 1985 Part 315 A 304
air besi dengan alat Di Revisi menjadi kadar Besi dalam air secara atomisasi tungku Standard methods for the
spektrofotometer serapan SNI 6989.50-2004 karbon dengan alat spektrofotometer serapan examination of water and
atom secara tungku atom pada panjang gelombang 248,3 nm waste water, 16 th edition
karbon. *) APHA, Washington DC.

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 39


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
(iron atomic absorption
spectrometric method)
(determination of micro
quantities of alumunium,
antimony, arsenic, barium,
beryllium, cadmium,
chromium, cobalt, copper,
iron, kead, managanese,
molybdenum, nickel,
selenium, silver and tin by
electrothermal
359. Metode pengujian kadar air SNI 06-2909-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 16 SM, 1985 Part 307 A, 304
arsen dengan alat Di Revisi menjadi kadar Arsen dalam air dengan alat Standard methods for the
spektrofoto-meter serapan SNI 6989.54-2005 Spektrofotometer Serapan Atom Tungku Karbon. examination of water and
atom tungku karbon. *) waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Arsenic-atomic,
absorption spectrometric
method), (determination of
micro quantities of
alumunium antimony,
arsenic, barium, beryllium,
cadmium, chromium,
cobalt, coper,iron, lead
manganese, molybdenum,
nickel, selenium, silver and
tin by electrthermal atomic)
360. Metode pengujian kadar air SNI 06-2910-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 15 SM, 1985 Part 318 A, 303
magnesium dengan alat Di Revisi menjadi kadar Magnesium dalam air dengan alat A
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.55- Spektrofotometer Serapan Atom. Standard methods for the
atom. *) 2005 examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA Washington DC
(Magnesium, Atomic
Adsorption Spectrometric
method), (determination of
antimony, bismuth,
cadmium, calcium, cesium,
chromium, cobalt, copper,
gold, iridium, iron, lead,
lithium, magnesium,
manganese, nickel,
palladium, platinum,
potassium, rhodium,
ruthenium, silver, sodium,
strontium, thallium, tin and
zinc by direct aspiration
into an air acetylene flame)
361. Metode pengujian kadar air SNI 06-2911-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 15 SM, 1985 Part 311 A, 303
kalsium dengan alat Di Revisi menjadi kadar Kalsium dalam air dengan alat A
spektrofotometer serapan SNI 06-6989.56- Spektrofotometer Serapan Atom. Standard methods for the
atom. *) 2005 examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Calcium, Atomic,
adsorption spectrometric
method), (determination of
antimony, bismth,
cadmium, calcium, cesium,
chromium, cobalt, cooper,
gold iridium, iron lead
lithium, magnesium,
manganese, nickel,

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 40


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
palladium, platinum,
potassium, rhodium,
ruthenium, silver, sodium,
strontium, thalium, tin and
zinc by direct aspiration
into an air acetylene flame)
362. Metode pengujian kadar SNI 06-2912-1992. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 16 EPA, 1974 Part 245.1
merkuri dalam air dengan kadar Merkuri dalam air dengan alat Merkurimeter.
alat merkurimeter Method for chemical
analysis of water and
waste water, EPA method
245.1, mercury EPA
Washington D.C
363. Metode pengujian kadar air SNI 06-2913 -1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 17 SM, 1985 part 307 A, 303
arsen dengan alat kadar Arsen dalam air dengan alat E
spektrofoto-meter serapan Spektrofotometer Serapan Atom Secara Natrium Standard methods for the
atom secara natrium Borohidrida. examination of water and
borohidrida waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(arsenic, atomic adsorption
spectrometric method),
(determination of arsenic
and selemunium by
convesion to their hydrides
by sodium borohydride
reagent and aspiration into
an atomic adsorption
atomizer)

364. Metode pengujian jenis dan SNI 03-3401-1994 Metode ini digunakan untuk memperoleh jenis dan 27 SM, 1985 part 1005 C,
jumlah hewan bentos jumlah individu hewan Bentos pada suatu 1005 D
perairan. Standard methods for the
examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC.
(benthic
macroinvertebrates,
sample processing and
analysis data evaluation
and presentation)
365. Metode pengujian kadar SNI 06-3415-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 16 SM 1985 part 428 A
sulfit dalam air dengan sulfit (SO3) dalam air dengan Titrimetrik. Standard methods for the
titrimetrik examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(Sulfite Iodometric Method)
366. Metode pengujian jumlah SNI 06-3956-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 17 SM 1985 part 909 C
bakteri koli tinja dalam air jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Saringan Standard methods for the
dengan saringan membran membran. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(membrane filter technique
for members of the
coliform group fecal
coliform membrane filter
procedure)

367. Metode pengujian jumlah SNI 06-3957-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah 27 SM, 1985 Part 908 C
bakteri koli tinja dalam air bakteri koli tinja dalam air dengan Tabung Standard methods for the
dengan tabung fermentasi Fermentasi examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(multiple-tube fermentation

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 41


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
technique for members of
the coliform group fecal
coliform MPN procedure)

368. Metode pengujian jenis dan SNI 06-3963-1995 Metode ini digunakan untuk memperoleh 29 SM, 1985 part 1002 F.2
jumlah plankton dalam air komposisi jenis dan jumlah individu plankton Standard methods for the
dalam air. examination of water and
waste water, 16 th edition
APHA, Washington DC
(plankton, counting
techniques)
369. Metode pengujian kadar sulfit SNI 06-3971-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 21 SM, 1985 part 428 B
dalam air dengan alat Di Revisi menjadi sulfit (SO3) dalam air dengan alat Standard methods for the
spektrofotometer *) SNI 06-6989.32- Spektrofotometer. examination of water and
2005 waste water, 16 th edition
APHA Washington DC
(sulfite Phenanthroline
Method)

370. Metode pengujian besi SNI 06-4138-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 15 SM 1981 Part 315 B
terlarut dalam air dengan Di Revisi menjadi kadar besi (Fe) terlarut dalam air. Standard methods for the
alat spektrofotometer SNI 06-6989.4-2004 examination of water and
menggunakan fenantrolin *) waste water, 15 th edition
APHA, Washington DC
(iron, Phenanthroline
method)

371. Metode pengujian kadar SNI 06-4139-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 11 Deutsche Norman 1969
karbon dioksida agresif kadar Karbon Dioksida Agresif dalam air. Part 40303
dalam air secara titrimetrik 1969 Beurteilung
Betonangreifende :
wasser, boden und gose
DIN 4030 Alleninvenkauf
der nomblater durch
beuthverlrieb gmbh berlin
372. Metode pengujian SNI 06-4140-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 10 SM, 1985 part 1002. I.2
produktivitas primer dalam air nilai produktivitas primer pada sumber air Standard methods for the
dengan pengukuran oksigen permukaan. examination of water and
terlarut waste water 16 th edition
APHA Washington DC
(Plankton, Metabolic rate
measurements)
373. Metode pengujian kadar SNI 06-4157-1996 Metode ini untuk memperoleh kadar khlorofil a 18 SM, 1982 16 th Edition
khlorofil a fitoplankton fitoplankton dalam air yang berguna bagi semua Association Water pollution
dalam air dengan pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian control Federation,
spektrofotometer dan pengukuran kualitas air. Standard method for the
examination of water and
waste water
374. Metode pengujian jumlah SNI 06-4158-1999 Metode ini adalah untuk menguji jumlah total 23 SM, 1992 18 th edition
total bakteri golongan koli bakteri golongan koli dalam air yang berguna bagi Edition
dalam air dengan tabung semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi Association Water pollution
fermentasi penelitian dan pengukuran kualitas air control Federation,
Standard method for the
examination of water and
waste water
375. Metode pengujian kadar SNI 06-4159-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar 17 ASTM, 1981
karbon kloroform ekstrak karbon klorofom ekstrak dalam air yang berguna SM, 1992 18 th edition
dalam air secara gravimetri bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi Edition
penelitian dan pengukuran kualitas air. Association Water pollution
control Federation,
Standard method for the
examination of water and
waste water
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 42
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
376. Metode pengujian kadar SNI 06-4160-1996 Metode ini adalah untuk menguji kadar aluminium 22 APHA 1992
aluminium terlarut dalam air Di Revisi menjadi terlarut dalam air yang berguna bagi semua pihak SM, 1992 18 th Edition
dengan alat spektrofotometer SNI 6989.35-2005 yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan Edition
secara eriokromsianin-r. *) pengukuran kualitas air. Association Water pollution
control Federation,
Standard method for the
examination of water and
waste water
377. Metode pengujian kadar SNI 06-4161-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kesadahan 14 SM, 1992 18 th Edition
kesadahan total dalam air Di Revisi menjadi total yang berguna bagi semua pihak yang lingkup Edition
dengan titrimetrik edta *) SNI 6989.12-2004 tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran Association Water pollution
kualitas air. control Federation,
Standard method for the
examination of water and
waste water

378. Metode pengujian kadar SNI 06-4162-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar perak 18 SM, 1992 18 th Edition
perak dalam air dengan Di Revisi menjadi dalam air yang berguna bagi semua pihak yang Edition
alat spektrofotometer SNI 6989.33-2005 lingkup tugasnya meliputi penelitian dan Association Water pollution
serapan atom secara pengukuran kualitas air. control Federation,
tungku karbon. *) Standard method for the
examination of water and
waste water

379. Metode pengujian kadar SNI 06-4163-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar 17 SM, 1992 18 th Edition
aluminium dalam air Di Revisi menjadi aluminium dalam air yang berguna bagi semua Association Water pollution
dengan alat SNI 06-4163-1996 pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian control Federation,
spektrofotometer secara dan pengukuran kualitas air. Standard method for the
tungku karbon. *) examination of water and
waste water

380. Metode pengujian kadar SNI 06-4822-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 14 ASTM D 559-89
mangan dalam air dengan Mangan (0,042-15) mg/L Mn dalam air baku dan Standard Test Methods for
spektrofotometer secara air limbah spektrofotometer pada panjang Wetting and Drying
persulfat gelombang 525 nm. Compacted Soil-Cement
Mixtures
APHA Standar Methods for
the Examination of Water
and Wastewater 18 th
381. Metode pengujian kadar SNI 06-4823-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 13 APHA 1992
timah dalam air dengan alat timah pada daerah konsentrasi (20-300) g/L Sn Standard Methods for the
spektrofotometer atom spektrofotometer serapan atom dengan tungku Examination of Water 18 th
secara tungku karbon karbon 224,6 nm. Edition
382. Metode pengujian klorin SNI 06-4824-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 17
APHA 1992
bebas dalam air dengan Klorin (0,011-4,0) mg/L Mn dalam air minum
Standar Methods for the
spektrofotometer sinar menggunakan sinar tampak pada panjang
Examination of Water and
tampak secara detil gelombang 515 nm.
Wastewater 18 th Edition
fenilindiamin (dfd)
383. Metode pengujian bakteri SNI 03-6438-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan bakteri 15 ASTM D 887 Practises for
besi dalam air dan dalam besi dengan pemeriksaan menggunakan Sampling Water-Formed
endapan yang dibentuk mikroskup juga dapat untuk mengidentifikasikan Deposite
oleh air. jenis bakteri yang terdapat dalam air dan endapan
yang dibentuk oleh air
384. Metode pengujian ion SNI 03-6439-2000 Metode pengujian ini mencakup penentuan ion 13 ASTM D 512-89
khlorida dalam air klorida dalam air, air limbah dan air laut Standard Test Methods for
menggunakan filtrasi dengan merkuri, perak nitrat, Chloride Ion In Water
dan metode elektroda selektif ion
385. Metode pengujian kadar SNI 06-2413-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat fisika 13 Standard Methods for the
padatan dalam air . *) Di Revisi menjadi air. Examination of Water and
SNI 6989.26-2005 Wastewater
SM, 1985 Part 200
386. Metode pengujian magnesium SNI 06-2430-2002 Metode ini digunakan untuk memper-oleh 6 -
dalam air dengan titrimetrik besarnya kadar Magnesium dalam air dengan
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 43
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
edta. Titrimetrik EDTA.
387. Metode pengujian kadar SNI 06-2484-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 11 Standar Methods for the
nitrit dalam air dengan alat Sedang direvisi kadar Nitrit dalam air dan air buangan. Examination of Water and
spektrofotometer secara Di Revisi menjadi Wastewater, 19 th, 1995,
asam sulfanilat. SNI 6989.9-2004 APHA, AWWA, WPCF
Judul direvisi menjadi:
Metode pengujian kadar
nitrit dalam air dan air
buangan secara kolorimetri.
*)
388. Metode perhitungan SNI 03-6852-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 14 -
natrium karbonat residu kadar Natrium Karbonat Residu (NKR) dalam air.
dalam air.
389. Metode perhitungan SNI 03-6853-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 14 -
perbandingan adsorpsi natrium angka perbandingan Adsorpsi Natrium (PAN)
dalam air. dalam air.
390. Metode pengujian kadar SNI 03-6854-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 11 AWWA 1954
besi (fe) dalam air secara kadar besi (Fe) dalam air SM, 1954
kolo-rimetri dengan Standard methods for the
thiocyanat examination of water and
waste water
391. Metode pengujian kadar SNI 03-6855-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 13 SM, 1985 16 th edition
mangan (mn) dalam air kadar Mangan (Mn) dalam air Standard methods for the
secara kolorimetri dengan examination of water and
persulfat . wastewater
392. Metode pengujian kadar nitrat SNI 03-6856-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 16 APHA
dalam air secara kolorimetri kadar Nitrat dalam air SM, 1985
dengan pereaksi nessler 16 th edition
Standard methods for the
examination of water and
waste water
393. Metode pengujian kadar nitrit SNI 03-6857-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 13 AWWA 1954
dalam air secara kolorimetri kadar Nitrit dalam air SM, 1954
dengan pereaksi gries romeyer Standard methods for the
examination of water and
waste water
394. Metode pengujian kadar SNI 03-6858-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah 14 APHA
bakteri koli total dalam air bakteri koli total dalam air SM, 1985 16 th edition
dengan saringan membran Standard methods for the
examination of water and
waste water
395. Metode pengujian angka SNI 03-6859-2002 Metode ini membahas pengertian, ketentuan- 10 -
rasa dalam air ketentuan, cara uji dan laporan uji, dapat
digunakan untuk menguji angka rasa dalam benda
uji air yang memenuhi ketentuan yang di
isyaratkan dalam pengujian ini dan tidak berlaku
untuk benda uji air limbah.
396. Metode pengujian angka SNI 03-6860-2002 Metode Pengujian ini dapat digunakan untuk 10 -
bau dalam air menganalisa angka bau dalam air alami sampai
air limbah.
397. Cara uji kadar sulfida SNI 06-6875-2002 Standar ini merupakan cara untuk menguji kadar 9 -
dalam air dengan iodometri sulfida dalam air dengan cara iodometri serta
sumber berasal dari air dan air limbah. Standar ini
digunakan untuk menguji sulfida dalam contoh air
yang kadarnya lebih besar dari 0,1 mg/L
398. Cara uji kadar amoniak SNI 03-6876-2002 Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar 12 -
dalam air dengan elektrode amoniak, NH4-N terlarut dalam air dengan
selektif ion elektrode selektif ion. Standar ini digunakan
untukmengukur kadar amoniak pada rentang
kadar antara 0,03 mg/L NH3-N sampai dengan
1400 mg/L NH3-N dalam air minum, air
permukaan, air limbah domestik dan air limbah
industri, baik yang keruh maupun yang warna.
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 44
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Tata cara
399. Tata cara pengambilan SNI 03-7016-2004 Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan 17
contoh dalam rangka dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan SNI 06-2412-1991
pemantauan kualitas air lokasi, penentuan frekuensi, cara pengambilan dan
pada suatu daerah pemberlakuan contoh di lapangan dalam rangka
pengaliran sungai pemantauan kualitas air. (RSNI T-02-2002-03)
10. Bahan lain
Metoda uji
400. Metode pengujian kuat tarik SNI 07-2529-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 15 AASHTO T 68-82 (1976)
baja beton nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya Standard methods of
yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu tension testing of metalic
baja. materials
401. Metode pengujian hilang SNI 03-4168-1996 Metode pengujian ini adalah untuk memperoleh 11 ASTM C.617-87 (1987)
pijar bahan belerang untuk nilai hilang pijar guna menentukan pemenuhan Practice for capping
kaping mutu bahan belerang untuk kaping guna cylindrical concrete
meratakan bidang tekan benda uji specimen

402. Metode pengujian fisik SNI 03-6434-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian fisik dari 23 ASTM C 473-93, Standard
panel gipsum dan papan panel dan papan gypsum. Test Method for Physical
gipsum Testing of Gypsum Board
Products and Gypsum
Lath
403. Metode pengujian untuk SNI 06-6443-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan daerah 9 ASTM A 239-89 Standard
menentukan daerah lapisan paling tipis dari lapisan seng yang ada pada besi Test Method for Locating
seng paling tipis dengan atau baja dengan pencelupan pada tembaga the Thinnest Spot in a Zinc
cara dreece pada besi atau sulfat untuk baja berbentuk tabung, baja (Galvanized) Coating on
baja digalvanis berbentuk pipa pelindung kabel listrik kaku, baja Iron Steel Articles by the
cor, baja tempa dan struktur baja lainnya dan Preece Test (Copper
perangkat keras pada pekerjaan pertanian Sulfate Dip)
404. Metode pengujian berat SNI 06-6446.1-2000 Metode ini untuk menentukan berat jenis epoksi 13 JIS K 7232 Testing
jenis epoksi-resin dan resin dan bahan pengeras. Methods for Spesific of
bahan pengeras Epoxide Resins and
Hardeners
405. Metode pengujian SNI 06-6446.2-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan 9
JIS K 7233 Testing
viskositas epoksi-resin dan viskositas epoksi resin dan bahan pengeras dalam
Mehods for Viscosity of
bahan pengeras keadaan cair pada suhu kamar atau dilarutkan
Epoxy Resin
dalam pelarut
406. Metode pengujian cat SNI 06-6452-2000 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh 9 ASTM D4 for Bitumen
bitumen sebagai lapis uji dan pengujian cat emulsi bitumen yang Content
pelindung digunakan sebagai cat pelindung dengan ASTM D 140 Practice for
ketebalan yang cukup pada logam dan penutup Sampling Bituminous
atap Materials
407. Metode pengambilan SNI 03-6863-2002 Metode ini mencakup prosedur pengambilan 22 ASTM Method Methods
contoh dan pengujian abu contoh dan pengujian abu terbang dan pozolan Test for Sampling and
terbang atau pozolan alam alam atau pozolan buatan yang digunakan Testing Fly Ash and Raw
sebagai mineral pencampur sebagai mineral pencampur dalam beton semen and Calcined Natural
dalam beton semen portland. Prosedur tersebut mengikuti urutan Pozzolans for use as a
portland sebagai berikut: analisis kimia dan pengujian fisik Mineral Admixture in
serta pengambilan contoh. Portland Cement Concrete
C 311-94a

408. Metode pengambilan SNI 03-6869-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan sifat-sifat 16 BS 812 : Part I :1975
contoh uji, bentuk, ukuran ukuran dan bentuk agregat termasuk tanah British Standard Methods
dan klasifikasi lempung, lanau dan debu. for Sampling and Testing
of Mineral Aggregates,
Sand and Fillers Part 1 :
Sampling, Size shape and
classification
Spesifikasi
409. Spesifikasi abu terbang SNI 03-2460-1991 Tujuan spesifikasi ini adalah untuk memberikan 15 ASTM C 618 (1986)
sebagai bahan tambahan persyaratan mutu abu terbang sebagai bahan Fly ash and raw or
untuk campuran beton tambahan dalam campuran beton sehingga calcined natural pozzo

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 45


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
didapatkan sifat-sifat khusus dari beton. land for use in portland
cement concrete
410. Spesifikasi bahan SNI 03-2495-1991 Spesifikasi ini memuat persyaratan mutu bahan 15
ASTM Standar
tambahan untuk beton tambahan yang digunakan sebagai bahan
C 403-38
tambahan campuran beton, sehingga didapatkan
Test method for time
sifat-sifat khusus dari beton yaitu kemudahan
setting of concrete mixture
pengerjaan, pengerasan, kekedapan dan
by penetration resistance
keawetan.
411. Spesifikasi bahan SNI 2496 : 2008 Spesifikasi ini mencakup bahan-bahan yang 14
ASTM Standar C 260-86
tambahan pembentuk diusulkan untuk digunakan sebagai bahan
Specification for air
gelembung udara untuk tambahan pembentuk gelembung udara yang
entraining admixture for
beton ditambahkan ke dalam campuran beton di
concrete
lapangan.
412. Spesifikasi bahan elastis SNI 03-3456-1994 Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan 9 ASTM C 920-79
perapat celah sambungan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai ASTM C 639-83
perapat celah sambungan antara komponen Standard test method for.
maupun pada elemen bangunan untuk Rheological (flow)
penanggulangan kebocoran pada bangunan properties of elastometric
rumah dan gedung. sealants
413. Spesifikasi kapur untuk SNI 03-4147-1996 Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan 9
stabilisasi tanah kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan AASHTO M 216-84 (90)
stabilisasi tanah. Lime for soil stabilization

414. Spesifikasi bronjong kawat SNI 03-0090-1999 Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat 9
dan persyaratan bahan baku, syarat mutu,
AASHTO M 70-90
pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan
dan syarat penandaan bronjong kawat.
415. Spesifikasi kapur hidrat SNI 03-6378-2000 Spesffikasi ini meliputi empat tipe kapur hidrat 7
untuk keperluan pasangan (tipe N, S, NA dan SA), tipe N dan S adalah cocok ASTM
bata. digunakan dalam adukan, pada siar dan plesteran C 207-91 Standard
semen, tambahan dinding dan sebagai bahan Specification for Hydrated
tambah untuk beton semen. Tipe NA dan SA Lime for Masonry
adalah kapur hidrat mengandung “bahan Purposes
pembentuk gelembung udara”.
416. Spesifikasi panel atau SNI 03-6384-2000 Spesifikasi ini meliputi panel atau papan gipsum, 10 ASTM C 473, ASTM C
papan gypsum penggunaannya dirancang untuk dinding, langit- 645, ASTM E 84, ASTM E
langit atau dinding penyekat dan mempunyai 96, ASTM E 119
permukaan yang dapat didekorasi
417. Spesifikasi kapur kembang SNI 03-6387-2000 Spesifikasi ini meliputi semua jenis kapur 7
ASTM C 5-79 Standard
untuk bahan bangunan kembang seperti kapur pecah, kapur butir, kapur
Specification for Quicklime
bongkah, kapur gumpal dan kapur bubuk untuk
for Structural Purposes
bahan bangunan
418. Spesifikasi standar SNI 16-6421-2000 Spesifikasi ini mencakup termometer gelas berisi 66 ASTM E 77 Test Method
termometer cairan dengan satuan derajat celsius atau for Inpection and
fahrenheit yang sering digunakan pada metode Verification of
pengujian untuk produk minyak bumi juga Thermometers
mencakup termometer skala pembanding yang ASTM E 344 Terminology
rentangnya dapat diatur dalam satuan derajat Relating to Thermometry
celsius yang disyaratkan dalam metode pengujian. and Hydrometry
419. Spesifikasi terak besi tanur SNI 16-6485-2000 Spesifikasi ini meliputi tiga kelas kekuatan terak 13 ASTM 109/C109M, ASTM
tinggi granular untuk besi tanur tinggi granular halus sebagai bahan C 114, ASTM C 125,
digunakan dalam beton dan yang bersifat semen untuk digunakan pada beton ASTM C 150, ASTM C
mortar dan mortar. 188, ASTM C 185, ASTM
C 204, ASTM C 430,
ASTM C 441, ASTM C
452, ASTM C 465, ASTM
C 1012, ASTM D3665, ACI
226.1R-87
420. Spesifikasi timbangan yang SNI 03-6414-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan timbangan dan 9 AASHTO M 231-90
digunakan pada pengujian anak timbangan, yang digunakan untuk keperluan Standard Specification for
bahan pengujian bahan-bahan konstruksi. Weighing Devices Used in
the Testing of Materials
421. Spesifikasi bahan SNI 03-6861.1-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 201 ASTM A.43-1963
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 46
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
bangunan bagian a (bahan perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan
bangunan bukan logam) yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai
dan menilai mutu bahan bangunan bukan logam
yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi
422. Spesifikasi bahan SNI 03-6861.2-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 329 -
bangunan bagian b (bahan perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan
bangunan dari besi/ baja) yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai
dan menilai mutu bahan bangunan dari besi/baja
yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi
423. Spesifikasi bahan SNI 03-6861.3-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 173 ASTM :B 543-75
bangunan bagian c (bahan perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan Specification for welded
bangunan dari logam yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai copper alloy tube
bukan besi) dan menilai mutu bahan bangunan dari logam
bukan besi yang akan digunakan dalam
perkerjaan konstruksi
424. Spesifikasi peralatan SNI 03-6862-2002 Standar ini mencakup spesifikasi peralatan yang 25 -
pemasang-an dinding bata diperlukan dalam pekerjaan pemasangan dinding
dan plesteran. bata.
425. Spesifikasi kapur untuk SNI 03-6864-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan dan kekuatan 6
campuran beraspal. kapur yang akan digunakan untuk mengurangi
AASHTO M 303-1989
pengaruh air yang terdapat dalam campuran
aspal.
426. Spesifikasi saringan SNI 03-6866-2002 Spesifikasi ini meliputi saringan yang terbuat dari 11 AASHTO D M 92-82
anyaman kawat untuk anyaman kawat yang dipasang pada suatu bingkai Standard Specification for
keperluan pengujian untuk pengujian yang teliti dalam pengklasifikasian Wire-Cloth Sieves for
material sesuai dengan ukuran butiran nominal Testing purposes

427. Spesifikasi abu terbang dan SNI 03-6867-2002 Spesifikasi ini mencakup abu terbang dan pozolan 8
ASTM C 50, ASTM C 51,
pozolan lainnya untuk lainnya untuk digunakan bersama dengan kapur
ASTM C 110, ASTM C
digunakan dengan kapur. didalam adukan plastis, dan campuran lain yang
311, ASTM C 670
berpengaruh terhadap reaksi sifat pozolan kapur.
428. Spesifikasi pagar anyaman SNI 07-6892-2002 Spesifikasi ini mencakup pagar anyaman kawat 12 AASTHO D.M. 279-89
kawat baja berlapis seng baja berlapis seng yang digunakan pada tanah Standard Specification for
pertanian, jalan kereta api, dan pagar sejenisnya Zinc-Coated (Galvanized)
yang mempunyai pola anyaman kawat horisontal Steel Woven Wire Fence
dan vertikal atau lilitan yang membentuk pola segi Fabric
empat terbuka. Spesifikasi ini meliputi berbagai
desain anyaman, tiga jenis tingkat kekuatan tarik,
dan klasifikasi berat pelapisan seng yang sesuai
untuk pagar anyaman kawat.
429. Spesifikasi campuran cat SNI 06-4827-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis 10 AASHTO M70-90Standard
siap pakai berbahan dasar campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak Specification for White and
minyak warna putih dan warna lain dari jenis alkyd resin Tinted Ready-Mix Oil Base
untuk digunakan sebagai lapis penutup pada paint
permukaan kayu dan logam di dalam dan di luar
ruangan.
Tata cara
430. Tata cara pengecatan SNI 03-2408-1991 Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara 18 ICI Paints
logam pengecatan logam yang baik dan benar serta cara
penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam
pengecatan.
431. Tata cara pengambilan SNI 19-6406-2000 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh 8
contoh uji kapur hidrat uji kapur hidrat dari berbagai ban berjalan Aashto t.218-86 Sampling
(konveyor), tempat pengiriman dan gudang Hydrated Lime
penyimpanan.
432. Tata cara pengambilan SNI 19-6407-2000 Tata cara ini meliputi pengambilan contoh uji, 7 AASHTO T 218-86
contoh uji, pemeriksaan, pemeriksaan, penolakan, pengujian ulang, ASTM C 50-86 Standard
pengemasan dan pengemasan dan penandaan batu gamping, kapur Methods of Sampling,
penandaan batu gamping, serta produk kapur yang digunakan industri kimia, Inspection, Packing, and
kapur serta produk kapur pertanian dan dalam industri pemrosesan. Marking of Lime and
Limestone Products

433. Tata cara penentuan suku SNI 19-6408-2000 Tata cara ini bertujuan untuk menjelaskan metode- 8 AASHTO R 11-82 (1986)
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 47
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
bilangan yang signifikan metode untuk mengklarifikasikan maksud dari nilai Standard Recommended
terhadap nilai batas yang batas yang disyaratkan, dengan membandingkan Practice for Indicating
dipersyaratkan nilai observasi atau nilai perhitungan dari sejumlah Which Places of Figures
pengujian terhadap nilai batas yang disyaratkan are to be Considered
untuk menentukan kesesuaiannya dengan Significant in Specified
spesifikasi. limiting Values
434. Tata cara kalibrasi SNI 19-6463-2000 Tata cara ini meliputi petunjuk pelaksanaan dalam 10 -
manometer bourdon melakukan kalibrasi alat pengukur tekanan
dengan alat dead weight (manometer) jenis Bourdon, manometer yang telah
tester dikalibrasi akan memberikan koreksi terhadap
pembacaan/ pengukuran yang dilakukan.
435. Tata cara pelaksanaan SNI 03-6865-2002 Tata Cara ini mencakup merencanakan, 32 ASTM C 670 Practice for
program uji antar melaksanakan, dan menganalisis hasil-hasil studi Preparing Precision and
laboratorium untuk penentuan metode uji antar laboratorium. Bias Statements for Test
presisi metode uji bahan Methods for Construction
konstruksi Materials
436. Tata cara pengambilan SNI 03-6868-2002 Tata cara ini meliputi penentuan lokasi atau waktu 14
contoh uji secara acak yang tepat secara acak, dimana pengambilan ASTM D 3665 -93
untuk bahan konstruksi contoh bahan untuk konstruksi dapat dilakukan. Standard Practice for
Prosedur yang tepat untuk mengamankan contoh Random Sampling of
uji seperti diskripsi alat pengambilan contoh uji, Construction Materials
harus merujuk pada metode standar yang sesuai.
B. Sumber daya air
11. Bendungan
Metoda uji
437. Metode perhitungan awal SNI 03-6737-2002 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya 16 -
laju sedimentasi waduk laju sedimentasi waduk.
Spesifikasi
438. Spesifikasi bangunan ukur SNI 03-6381-2000
Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan 8 -
debit cippoletti ukuran, fungsi, struktur dan persyaratan, kinerja
dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur
debit cipoletti
439. Spesifikasi bahan SNI 03-6416.1-2000 Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum 10
sambungan pada bendungan tentang sifat-sifat, jenis-jenis sambungan, ICOLD 57-1986 :
beton bagian 1 : pemilihan pemilihan jenis dan bahan, serta spesifikasi bahan ASTM
bahan penahan air penahan air untuk sambungan pada bendungan British Standards
beton Institution

440. Spesifikasi bahan SNI 03-6416.2-2000 Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum, jenis- 16
sambungan pada jenis sambungan, persiapan dan pemasangan ICOLD 57-1986
bendungan beton bagian 2 penahan air dari PVC dan karet logam, serta ASTM
: pelaksanaan, pertimbangan umum, campuran bitumen dan jenis British Standards
pemasangan penahan air penahan air permukaan, serta pengujian praktis Institution
untuk sambungan penahan air untuk sambungan
441. Geotekstil-bagian 1 : tata SNI 03-6720.1-2002 Standar ini mencakup tata cara pemasangan 10
ICOLD Bull 55-1986
cara desain geotekstil geotekstil sebagai filter dan transisi dalam
Bulletin 55-1986,
sebagai filter dan transisi bendungan urugan dan meliputi permasalahan
Geotextiles as filter and
dalam bendungan urugan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan
traditions
serta ketahanan geotekstil.
442. Geotekstil-bagian 2 : tata cara SNI 03-6720.2-2002 Tata cara ini mencakup pengukuran diameter 9
ICOLD Bull 55-1986
pengukuran lubang dan lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter
Bulletin 55-1986,
permeabilitas geotekstil dan transisi dalam bendungan urugan untuk
Geotextiles as filter and
sebagai filter dan transisi memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil
transitions infildams
dalam bendungan urugan sebagai filter
443. Geotekstil-bagian 3 : tata SNI 03-6720.3-2002 Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil 17
cara pemasangan yang digunakan sebagai filter dan transisi dalam
geotekstil sebagai filter dan bendungan urugan dan meliputi uraian tentang
ICOLD Bull 55-1986
transisi dalam bendungan penggunaan geotekstil secara umum, geotekstil
Bulletin 55-1986,
urugan sebagai filter dan transisi dalam bendungan
Geotextiles as filter and
urugan, prinsip-prinsip filtrasi, kriteria dan
transitions infildams
penggunaan geotekstil sebagai bidang permukaan
geser.

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 48


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Tata cara
444. Tata cara keamanan SNI 03-1731-1989 Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan 58 ICOLD 1987
bendungan. kegiatan desain, konstruksi, operasi dan
pemeliharaan, serta penghapusan bendungan
dengan tujuan untuk menjamin keamanan
bendungan dan lingkungannya.
445. Tata cara pengontrolan SNI 19-6459-2000 Standar ini menetapkan Tata cara pengontrolan ICOLD 56-1989
sedimentasi pada waduk sedimen pada waduk yang meliputi pengendalian Sedimentation control for
sedimen pada waduk berhubungan dengan desain resevoir
bendungan, pengelolaan dan pemeliharaan
bendungan.
446. Tata cara keamanan SNI 03-6460.1-2000 Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang 44
penerowongan untuk petunjuk praktis mengenai penerowongan yang
konstruksi sipil bagian 1 : memenuhi syarat-syarat keamanan
BS 6164-1982 :
perencanaan dan penerowongan, tidak termasuk rekomendasi
Safety in tunneling in the
organisasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan
constructions industry
penutupan ataupun penerowongan dengan pipa
yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam
konstruksi dengan tujuan penambangan
447. Tata cara keamanan SNI 03-6460.2-2000 Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam 29
penerowongan untuk melakukan kegiatan pekerjaan terowongan, BS 6164-1982 :
konstruksi sipil bagian 2 : terutama yang menggunakan peralatan mekanis Safety in tunneling in the
bahaya darurat dan dengan memperhatikan keselamatan dan constructions industry
lingkungan kerja keamanan kerja.
448. Tata cara keamanan SNI 03-6460.3-2000 Tata cara ini menguraikan dan memberikan 38
BS 6164-1982 :
penerowongan bagian : 3 rekomendasi supaya penerowongan dapat
Safety in tunneling in the
komunikasi, kebisingan dan dilaksanakan dengan aman
constructions industry
transportasi
449. Tata cara pengendalian SNI 03-6465-2000 Tata cara ini memuat pedoman untuk 18 ICOLD 56-1986
mutu bendungan urugan melaksanakan program mutu selama konstruksi di Quality control for filldams
lokasi konstruksi bendungan urugan (tanah atau
batu) terutama untuk material urugan.
12. Bendung
Tata cara
450. Tata cara perencanaan SNI 03-2401-1991 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan 46 -
umum bendung desain bendung yang memenuhi persyaratan
hidraulik dan struktur serta persyaratan
pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola
pembangunan berwawasan lingkungan.
451. Tata cara perencanaan SNI 03-2851-1991 Tata Cara ini digunakan dalam pelak-sanaan 38 -
teknis bendung penahan Sedang direvisi pemantauan gerakan horisontal batuan dan
sedimen bangunan dengan alat Inklinometer
452. Tata cara penetapan banjir SNI 03-3432-1994 Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan 13 -
desain dan kapasitas pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar
pelimpah untuk bendung tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain
yang menyebabkan kerusakan tebing

453. Tata cara desain hidraulik SNI 03-7043-2004 Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk 21 -
tubuh bendung tetap dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan
dengan peredam energi peredam energi tipe MDL dan kelengkapannya
tipe mdl yang merupakan bagian dari bangunan air

13. Sungai
Metoda uji
454. Metode perhitungan debit SNI 03-2415-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan debit 56 -
banjir banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam
Judul direvisi menjadi : perencanaan bangunan air.
Tata cara perhitungan debit
banjir
455. Metode pengukuran debit SNI 03-2819-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 30 BS 3680, 1964
sungai dan saluran terbuka Sedang Direvisi debit sungai/saluran terbuka dan lokasi yang tidak
dengan alat ukur arus tipe terpengaruh arus balik aliran lahar. Method of measurement of
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 49
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
baling-baling liquid flow in open
channels, part 3, velocity
area method, british
standards house, 2 park
ST,
456. Metode pengukuran debit SNI 03-2820-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 26 -
sungai dan saluran terbuka Sedang Direvisi debit sungai dan saluran terbuka yang tidak
dengan pelampung terpengaruh arus balik atau aliran lahar, untuk
permukaan mendapatkan data kasar debit sungai dan saluran
tersier.
457. Metode pengukuran debit SNI 03-2414-1991 Metode ini digunakan untuk menghitung debit 31 -
sungai dan saluran terbuka Sedang Direvisi sungai dan saluran terbuka yang tidak
Nomor urut 455-457 terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat
Judul direvisi menjadi : muka air rendah sampai tinggi, yang masih
Tata cara pengukuran debit tertampung di dalam alur sungai atau saluran
aliran sungai dan saluran terbuka.
terbuka menggunakan alat
ukur arus dan pelampung.
458. Metode pemilihan lokasi SNI 03-2526-1991 Metode ini digunakan dalam pemilihan lokasi pos 36 BS, 1964 part
pos duga air di sungai Sedang Direvisi duga air di sungai yang tidak terpengaruh oleh
Judul direvisi menjadi : aliran yang dapat mempengaruhi kecermatan Method of measurement of
Tata cara pemilihan lokasi hubungan antara tinggi muka air dan debit dengan Liquid Flow in open
pos duga arus air di sungai memperhatikan jenis tipe dan ukuran bangunan channels, part 3, velocity
pos duga air yang akan dipakai. area method. British
standard house, 2 park ST

459. Metode pembuatan SNI 03-2822-1992 Metode ini digunakan untuk pembuatan lengkung 30 USGS 1965, Book I,
lengkung debit dan tabel debit sungai/ saluran terbuka dengan analisis Chapter 12,
sungai/ saluran terbuka grafis untuk mendapatkan gambaran hubungan Discharge rating a gauging
dengan analisa grafis antara tinggi muka air dengan debit sungai/ station –Wt.I) 1980, vol II,
saluran terbuka. manual of stream gauging

460. Metode perhitungan tiang SNI 03-2829-1992 Metode ini digunakan untuk mendesain tiang 33 -
pancang beton pada krib di Sedang direvisi pancang beton pada krib di sungai yang aman dan
sungai berfungsi semestinya.
Judul direvisi menjadi :
Tata cara perhitungan krib
tiang pancang beton di
sungai
461. Tata cara pemasangan SNI 3404 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pemasangan 17 ASTM D 2113-99
inklinometer dan inklinometer dan pemantauan Standard practice for rock
pemantauan pergerakan deformasi/pergerakan horisontal lapisan core drilling and sampling
horisontal tanah tanah/batuan dan atau lapisan tanah urugan of rock for site
suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok investigation
penahan tanah, pangkal jembatan serta
bangunan teknik sipil lainnya untuk menjamin
pemasangan inklinometer dan
pengukuran/pembacaan yang benar agar
diperoleh data pergerakan horisontal tanah
atau batuan yang teliti.
462. Metode pengukuran kecepatan SNI 03-3408-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan 17 -
aliran pada model fisik dengan Sedang direvisi kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar
alat ukur arus tipe baling-baling tetap menggunakan alat ukur arus tipe baling-
Judul direvisi menjadi : baling.
Tata cara pengukuran
kecepatan aliran pada uji
model hidraulik fisik (umh-fisik)
dengan alat ukur arus tipe
baling-baling
463. Tata cara pengukuran SNI 3409 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pengukuran 17 -
kecepatan aliran pada uji kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik
model hidraulik fisik dengan tabung pitot untuk pengukuran
(umh-fisik) dengan alat kecepatan aliran air dan mendapatkan data
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 50
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
ukur kecepatan aliran tipe kecepatan aliran pada model fisik.
tabung pitot
464. Tata cara pengukuran SNI 3410 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengetahui pola 17 -
pola aliran pada model aliran pada model fisik menggunakan zat
fisik pewarna dan benda apung.
465. Tata cara pengukuran SNI 3411 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengetahui tinggi 16 -
tinggi muka air pada muka air pada model fisik
model fisik
466. Metode perhitungan debit SNI 03-3412-1994Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 26 -
sungai harian debit sungai harian pada lokasi yang tidak
terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran
lahar.
467. Metode pengukuran debit SNI 03-3413-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya 26 -
puncak sungai dengan cara debit puncak sungai pada lokasi yang tidak
tidak langsung terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran
lahar.
468. Tata cara pembuatan SNI 3965 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pembuatan 21 -
model fisik sungai model fisik sungai dengan dasar tetap untuk
dengan dasar tetap menirukan bentuk sungai berdasarkan data
dan skala yang ditentukan guna menunjang
perencanaan bangunan sungai misalnya
sungai sebagai lalu lintas air, pintu–pintu air
sebagai pembagi debit pada bangunan
bendung dan pengamatan terhadap elevasi
tinggi muka air, pola aliran serta kecepatan
aliran sungai.
469. Metode pengontrolan sungai SNI 03-6456.1-2000 Metode ini membahas tentang metode 22 -
selama pelaksanaan konstruksi pengendalian sungai selama pelaksanaan
bendungan bagian 1 : konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan
pengenda-lian sungai selama kerja yang bebas dari air dan aman terhadap
pelaksanaan konstruksi banjir
bendungan
470. Metode pengontrolan SNI 03-6456.2-2000 Metode ini membahas tentang metode 29 -
sungai selama pengontrolan sungai selama pelaksanaan
pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang
bendungan bagian 2 : bebas dari air dan aman terhadap banjir. Metode
penutupan alir sungai dan ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe
bendungan pengelak bendungan pengelak yang berkaitan dengan
pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya
471. Metode perhitungan debit SNI 19-6738-2002 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya 18 -
andal air sungai dengan Sedang direvisi potensi debit air di sungai
analisis lengkung
kekerapan
Judul direvisi menjadi :
Tata cara perhitungan debit
andalan air sungai dengan
analisis lengkung
kekerapan
Tata cara
472. Tata cara perencanaann SNI 03-1724-1989 Tata cara ini digunakan dalam mendesain 28 -
hidrologi dan hidraulik Sedang direvisi Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan,
untuk bangunan di sungai konservasi dan silang) agar memenuhi
Judul direvisi menjadi : persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik,
Tata cara perencanaan dan bertujuan untuk melestarikan dan
umum dan analisis meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan
hidrologi dan hidraulik sungainya sendiri.
untuk desain bangunan di
sungai
473. Tata cara perencanaan SNI 03-2400-1991 Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi 37 -
umum krib di sungai Sedang direvisi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat
melestarikan bangunan di sungai.
474. Tata cara perencanaan SNI 03-3441-1994 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan 20 -
teknik pelindung tebing pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 51
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
sungai dari pasangan batu tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain
yang menyebabkan kerusakan tebing.

475. Tata cara perhitungan SNI 2830 : 2008 Tata cara ini digunakan dalam menghitung 17 -
tinggi muka air sungai tinggi muka air sungai sepanjang daerah
dengan cara pias hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah
berdasarkan rumus ditentukan.
manning

476. Tata cara pengukuran aliran SNI 03-6467.1-2000 Tata cara ini mencakup pengukuran aliran 29 ISO 5168 : 1978
benda cair pada saluran Sedang direvisi langgeng di sungai dan saluran terbuka
terbuka dengan bangunan menggunakan ambang lebar horizontal ujung hulu
ukur ambang lebar horizontal bulat
dan ujung hulu bulat
477. Tata cara pengukuran SNI 03-6467.2-2000 Tata cara ini meliputi perhitungan debit (laju 28 ASTM D 5130-90
aliran air pada saluran Sedang direvisi volume aliran) air pada saluran terbuka atau Standard test method for
terbuka secara tidak (di tahun 2008) sungai menggunakan karakteristik penampang open-channel flow
langsung dengan metode yang representatif, kemiringan muka iar dan measurement of water
kemiringan luas koefisien kekasaran saluran sebagai masukan indirect by slope area
pada perhitungan aliran berubah lambat laun method
14. Irigasi
Metoda uji
478. Metode pengukuran debit SNI 03-6455.1-2000 Metode ini meliputi pemilihan tipe flum, 25
pada saluran terbuka Sedang di revisi pemasangan, pemeliharaan, persyaratan umum
ASTM D 5242-92, ISO
dengan bangunan ukur dan ketentuan dari Parshall flum dan Saniiri Flum
772, Liquid flow
parshall flum dan saniiri serta penyimpangan pada pengukuran debit untuk
measurement in open
flum menentukan cara pengukuran debit pada saluran
channels-Vocabulary and
terbuka (khususnya saluran irigasi) pada kondisi
Symbols
aliran berubah lambat laun atau aliran langgeng/
ISO 3846, ISO 1100-1,
tuna, menggunakan Parshall Flum dan Saniiri
Flum
479. Metode pengukuran debit SNI 03-6455.2-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran debit di 25
ASTM D 5242-92, ISO
pada saluran terbuka Sedang di revisi sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran
772, ISO 3846, ISO 1100-
bangunan ukur ambang v- katup atau berubah perlahan menggunakan
1,
rata Ambang V-rata
480. Metode pengujian aliran SNI 03-6455.3-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran aliran 16
pada saluran terbuka Sedang di revisi sempurna pada saluran terbuka dengan bangunan ASTM D 5242-92, ISO
dengan bangunan ukur ukur ambang lebar empat persegi 772, ISO 3846, ISO 1100-
empat persegi 1,

481. Metode pengukuran debit SNI 03-6455.4-2000 Metode ini digunakan untuk mengukur debit dan 11
pada saluran terbuka Sedang di revisi air limbah. Metode ini meliputi : bentuk dan
dengan ambang tajam ukuran, konstruksi, ambang tajam segi tiga, debit, ASTM D 5242-92, ISO
persegi tiga batas pemakaian rongga udara, saluran 772, ISO 3846, ISO 1100-
masuk/pengarah, ambang pada aliran tidak 1,
sempurna, tabung pengukur muka air dan
penghubung, kalibrasi dan prosedur.
482. Metode pengukuran debit SNI 03-6455.5-2000 Metode ini digunakan untuk mengukur debit air 11
saluran terbuka dengan Sedang direvisi dan air limbah. Metode ini meliputi : penggunaan,
ambang tajam persegi gangguan dan peralatan, bentuk dan ukuran,
panjang kontraksi ambang, lokasi pengukuran tinggi muka
ASTM D 5242-92, ISO
Nomor urut 476, 479-482 : air, debit dan batasan penerapan, rongga udara,
772, ISO 3846, ISO 1100-
Judul direvisi menjadi: saluran masuk/pengarah, aliran tidak sempurna,
1,
Tata cara pengukuran debit tabung pengukur dan penghubung, kalibrasi.
pada saluran terbuka
menggunakan bangunan
ukur tipe pelimpah atas
Spesifikasi
483. Spesifikasi alat ukur debit SNI 03-6395-2000 Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan 27 -
orifice dimensi, pemasangan, persyaratan umum dan
ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan
pengukuran debit dalam pipa dengan diameter
dari 50 mm sampai 1200 mm dan bilangan
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 52
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Reynold untuk pipa kurang dari 3.150
Tata cara
484. Tata cara perencanaan SNI 03- 2402-1991 Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi 27 -
umum irigasi tambak Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil
udang. dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya
udang.
15. Air tanah
Metoda uji
485. Metode pengujian SNI 03-2527-1991 Metode ini bertujuan untuk menetapkan 25
karakteristik akifer tertekan karakteristik akifer tertekan dan produktivitas
dengan uji pemompaan suatu sumur. ASTM D 4105-91 (1994)
jacob i

486. Metode eksplorasi awal air SNI 03-2528-1991 Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan 37 ASTM D 19108, 14
tanah dengan cara jenis perlapisan batu atau tanah di bawah Annual Books of ASTM
geolistrik wenner permukaan tanah dengan susunan elektroda standards, Part 4, concrete
Wenner. and mineral aggregates,
1916 Race ST,..
487. Metode pengujian akifer SNI 03-2817-1992 Metode ini digunakan untuk menetapkan 24 -
tertekan dengan karakteristik hidrolik akifer serta produktifitas suatu
pemompaan papadopulos sumur, dengan mempergunakan uji pemompaan
cooper Papadopulos-Cooper.
488. Metode eksplorasi air tanah SNI 03-2818-1992 Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan 28 ASTM D 19103-14
dengan geolistrik susunan jenis pelapisan batu atau tanah di bawah Annual book
schlumberger permukaan tanah dengan susunan elektroda Of ASTM
Schlumberger, khususnya untuk eksplorasi awal Standards, part 4, concrete
air tanah dengan geologi bawah permukaan dan and mineral aggregates,
menduga air tanahnya berdasarkan anomali 1916 Race ST;
tahapan jenis.
489. Metode pemboran air tanah SNI 03-3969-1995 Metode ini digunakan untuk melaksanakan 17 - Determination of Moisture
dengan alat bor putar pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk in Soils by Means of
sistem sirkulasi langsung mendapatkan air tanah dengan alat bor putar, Calcium Carbide Gas
sistem sirkulasi langsung. Pressure Moisture Tester
490. Metode pengukuran tinggi SNI 03-3970-1995 Metode ini digunakan untuk memperoleh data 11
muka air tanah bebas di sumur tinggi muka air tanah bebas sesaat di sumur.
491. Metode pengujian kadar air SNI 03-1965.1-2000 Metode Pengujian ini dimaksudkan untuk 7 AASHTO D T 217-87
tanah dengan alat speedy menentukan kadar air tanah dengan Standard Method of Test
menggunakan alat speedy. for
492. Metode pengujian sumur SNI 03-6436-2000 Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur, 12 ASTM D 4050-91
injeksi dan pemompaan untuk pengendalian laju debit keluar atau laju debit Standard test method field
penentuan sifat hidraulik untuk injeksi dan pengukuran muka air untuk procedure for withdrawl
sistem akuifer (prosedur menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau and injection well tests for
lapangan) beberapa akuifer dan lapisan-lapisan determining hydraulic
pengungkungnya. properties of aquifer
system
493. Metode pengujian SNI 03-6454-2000 Metode ini digunakan untuk pemeriksaan 12 -
ketegaklurusan sumur. ketegaklurusan sumur.
494. Metode pengujian untuk SNI 19-6739-2002 Metode ini untuk menentukan angka kapasitas 12 ASTM D 5472-93
penentuan kapasitas jenis jenis sumur uji dan menaksir angka transmisivitas Determining Specific
dan penaksiran transmisivitas pada sekitar tempat sumur uji tersebut. Capacity and Estimating
pada sumur uji. Transmissivity at the
Control Well
495. Metode pengujian untuk SNI 19-6740-2002 Metode ini membahas prosedur analitis untuk 12 ASTM, D 5269-92
penentuan transmisivitas penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan Determining Transmissivity
akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis (dari data pemulihan muka of Non leaky Confined
cara pemulihan theis. air sebagai akibat pemompaan atau injeksi yang Aquifers by the Theis
berlaju tetap). Recovery
496. Metode pengujian untuk SNI 19-6741-2002 Metode ini membahas penentuan transmisivitas 13 ASTM D 4104-91
penentuan transmisivitas akuifer tertekan akibat suatu perubahan muka air Standard Test Method
akuifer tertekan dengan cara di dalam sumur secara tiba-tiba. (Analytical Procedure) for
uji kolom air. Determining Transmissivity
of Nonleaky Confined

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 53


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Aquifers by Overdamped
Well Response to
Instantaneous Change in
Head (Slug Test)

497. Metode pengujian kolom air SNI 19-6742-2002 Metode ini membahas Prosedur Lapangan untuk 8 -
di lapangan untuk penentuan melakukan pengujian kolom air serta sifat hidraulik
sifat-sifat hidraulik akuifer akuifer yang ada hubungannya dengan prosedur
analitis.
498. Metode pengujian sifat SNI 19-6743-2002 Standar ini meliputi ketentuan, cara pengerjaan, 20 -
hidraulik akuifer dengan dan laporan. Penentuan sifat hidraulik yaitu
cara theis transmisivitas T dan koefisien kandungan S dari
akuifer tertekan tunggal, yang tersusun dari
batuan atau media berbutir yang tak padu dan
bersifat menerus, dengan cara analisis Jacob
(yang merupakan modifikasi dari cara Theis)
terhadap data uji pemompaan atau data uji
penginjeksian di lapangan.
Tata cara
499. Tata cara pembuatan SNI 03-6376-2000 Tata cara ini mencakup cara-cara pelaksanaan 7 USBR-72,
sumur uji dan paritan uji pembuatan sumuran uji dan paritan uji secara Earth Manual, Chapter II
secara manual manual di dalam tanah. C, 35, Test Pits, Trenches,
and Tunnels
500. Tata cara pencucian sumur SNI 03-6377-2000 Tata cara ini membahas tentang prosedur 16 -
pekerjaan pencucian sumur, untuk menghilangkan
atau melepaskan material halus seperti lanau,
pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat
pada dinding sumur, selimut kerikil dan saringan.
501. Tata cara pembangunan SNI 03-6469-2000 Tata cara ini membahas tentang ketentuan dan 43 -
sumur produksi prosedur pengerjaan, pelaporan hasil pemboran
dan pembangunan sumur produksi.

502. Tata cara pemilihan SNI 19-6744-2002 Tata cara ini meliputi ketentuan, cara pemilihan, 13 ASTM D 4043-96 (2004)
metode uji sifat hidraulik dan laporan. Pemilihan metode penentuan sifat
akuifer dengan teknik hidraulik dari akuifer (yakni transmisivitas T dan
sumur koefisien kandungan S) dengan memakai data uji
pemompaan dan data uji kolom air di lapangan.
16. Pantai
Metoda uji
503. Tata cara penentuan titik SNI 3417 : 2008 Metode ini digunakan untuk menentukan 19 -
perum menggunakan alat posisi titik perum di perairan pantai, sungai,
sipat ruang danau, muara dan saluran navigasi
menggunakan dua buah alat penyipat ruang
504. Metode penentuan posisi SNI 19-6745-2002 Metode ini digunakan untuk memperoleh data 17 -
titik perum menggunakan kedalaman dan informasi tentang konfigurasi
dua buah sextant dasar perairan
505. Metode penentuan posisi SNI 19-6746-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan posisi 18 -
titik perum menggunakan titik-titik perum di perairan lepas pantai dan muara
trisponder. sungai.

Tata cara
506. Tata cara pengerukan SNI 19-6471.1-2000 Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei 34 BS 6349-1991 : Part 5
muara sungai dan pantai dan investigasi untuk keperluan kegiatan Code of practice for
bagian 1 : survei lokasi dan pengerukan muara sungai dan pantai yang maritime structures: part 5-
investigasi dilakukan dengan bantuan wahana apung 1991 section 1
507. Tata cara pengerukan SNI 19-6471.2-2000 Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan 23
muara sungai dan pantai tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum BS 6349-1991 : Part 5
bagian 2 : pertimbangan digunakan sesuai dengan persyaratan Code of practice for
yang mempenga-ruhi kemampuan alat dan modelnya, mobilisasi alat maritime structures: part 5-
pekerjaan pengerukan keruk dan kondisi setempat, serta pemeliharaan 1991 section 1
program kerja pengerukan dan pembiayaannya
508. Tata cara pengerukan SNI 19-6471.3-2000 Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan 41 BS 6349-1991 : Part 5

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 54


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
muara sungai dan pantai tentang pemilihan jenis kapal keruk yang Code of practice for
bagian 3 : pemilihan umumnya digunakan sesuai dengan persyaratan maritime structures: part 5-
peralatan kemampuan alat dan metodenya, mobilisasi alat, 1991 section 1
kerukan dan kondisi setempat, serta pemeliharaan
program kerja pengerukan dan pembiayaannya.
509. Tata cara pengerukan SNI 19-6471.4-2002 Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman 28
BS 6349-1991 : Part 5
muara sungai dan pantai semula yang telah mengalami kedangkalan
Code of practice for
bagian 4 : pelaksanaan endapan dan dipergunakan dengan alat yang
maritime structures: part 5-
dan pengawasan ringan dengan selang waktu beberapa minggu
1991 section 1
dan paling lama beberapa tahun.
C. Jalan dan jembatan
17. Perkerasan jalan
Metoda uji
510. Metode pengujian lendutan SNI 03-2416-1991 Metode ini digunakan untuk mendapatkan data 39 AIMS 17.1969 (1983)
perkerasan lentur dengan Sedang direvisi lapangan yang akan digunakan dalam penilaian Asphalt overlays for
alat benkelman beam struktur perkerasan, peramalan perwujudan highway and street
perkerasan, perencanaan teknik perkerasan atau rehabilitation
Judul direvisi menjadi : lapis tambahan di atas perkerasan.
Cara uji lendutan
perkerasan lentur dengan
alat berkelman beam
511. Cara uji kekesatan SNI 4427 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur untuk 18 AASHTO T 278-90 (1999)
permukaan perkerasan mengukur kekesatan permukaan perkerasan Surface frictional
menggunakan alat british menggunakan alat British Pendulum Skid properties using the British
pendulum tester (bpt) Resistance Tester (BPT), termasuk prosedur Pendulum Tester
untuk mengkalibrasi alat uji.
512. Cara uji kekesatan pada SNI 6748 : 2008 Standar ini menetapkan cara pengukuran 24 AASHTO T 268-90 Side
permukaan perkerasan kekesatan (the side force friction) permukaan Force friction on paved
menggunakan alat mu- perkerasan menggunakan alat yang biasanya surface using the Mu-
meter disebut Mu-meter. meter

513. Metode pengujian kadar air SNI 03-6752-2002 Metode ini membahas ketentuan persiapan dan 18 AASHTO T 110-88
dan kadar fraksi ringan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi Interim Method of Test for
dalam campuran ringan dalam campuran perkerasan beraspal Moisture or Volatile
perkerasan beraspal. Distillates in Bituminous
Paving Mixture
514. Cara uji ketahanan campuran SNI 6753 : 2008 Metode ini berisi cara pengukuran penurunan kuat 10 AASHTO T 165-90
beraspal terhadap kerusakan tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi AASHTO Designation T
akibat rendaman karena pengaruh air pada campuran beraspal 283-03 Standard Method
yang telah dipadatkan of Test for Resistence of
Compacted Asphalt
Mixtures to Moisture-
Induced Damage

515. Metode pengujian rongga SNI 03-6754-2002 Metode ini meliputi metode pengukuran 10 ASTM D 1075-94
udara dalam campuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh Standard Test Method for
perkerasan beraspal gradasi penurunan kohesi karena pengaruh air pada Effect of Water on
rapat dan terbuka yang campuran beraspal yang telah dipadatkan. Compressive Strength of
dipadatkan Campacted Bituminous
Mixtures
AASHTO T 165-90
Standard Methods of Test
for Effect of Water on
Cohesion of Compacted
Bituminous Mixtures
516. Metode pengujian berat jenis SNI 03-6755-2002 Metode ini meliputi penentuan berat jenis nyata 12 AASHTO T 275-89
nyata campuran beraspal campuran beraspal yang dipadatkan dan harus
yang dipadatkan dengan digunakan untuk benda uji yang mempunyai
menggunakan benda uji rongga udara terbuka atau saling berhubungan,
berlapiskan parafin atau mempunyai penyerapan air lebih dari 2 %
terhadap isi. Berat jenis nyata dari campuran
beraspal yang dipadatkan mungkin digunakan
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 55
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
untuk menghitung satuan berat dari campuran itu.
517. Metode pengujian untuk SNI 03-6756-2002 Metode pengujian ini untuk menentukan tingkat 9 AASHTO T 230-68
menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal yang Standard Methods of Test
kepadatan perkerasan dibandingkan terhadap benda uji standar dari for Determining Degree of
beraspal material yang sama dan berada dalam toleransi Pavement Compaction of
perencanaan campuran. Bituminous Aggregate
Mixtures

518. Metode pengujian berat SNI 03-6757-2002 Metode pengujian ini meliputi penentuan berat 7 AASHTO T 166-88
jenis nyata campuran jenis nyata campuran beraspal dipadatkan,
beraspal di padatkan prosedur dan untuk digunakan dalam menghitung
menggunakan benda uji berat volume campuran
kering permukaan jenuh
519. Metode pengujian kuat SNI 03-6758-2002 Metode pengujian ini dimaksudkan untuk 13 AASTO T 167-84 (1990)
tekan campuran beraspal menentukan kuat tekan campuran aspal panas
yang digunakan untuk Lapis permukaan dan lapis
Pondasi Jalan.
520. Metode pengujian analisis SNI 03-6884-2002 Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan, cara uji 10 AASHTO D T 37-87
saringan bahan pengisi dan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan
untuk perkerasan jalan pengisi untuk perkerasan jalan. Lingkup pengujian
mencakup : 1) persiapan benda uji, 2) persiapan
peralatan, 3) cara uji, dan 4) pelaporan.
Spesifikasi
521. Spesifikasi bahan penutup SNI 03-4814-1998 Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup 7 AASHTO M 173-84
sambungan beton tipe sambungan beton tipe elastis tuang panas yang
elastis tuang panas digunakan untuk menutup celah sambungan pada
jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya.
522. Spesifikasi pengisi siar SNI 03-4815-1998 Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap 8 AASHTO M 213-81 (90)
muai siap pakai untuk pakai, ukuran dan toleransi, dan sifat fisik.
perkerasan dan bangunan
beton

523. Spesifikasi lapis tipis SNI 6749 : 2008 Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu 6 AASHTO M 20-70
aspal pasir (latasir) aspal dan agregat yang akan digunakan,
bertujuan untuk menjamin keseragaman,
kekuatan dan keawetan lapis tipis aspal pasir

524. Spesifikasi bahan lapis SNI 03-6751-2002 Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu 11 AASHTO M 20-70
penetrasi makadam aspal dan mutu agregat yang akan digunakan Penetration Graded
yang bertujuan untuk menjamin keseragaman Asphalt Cement
kekuatan dan keawetan lapis penetrasi makadam.
525. Spesifikasi bahan pengisi SNI 03-6723-2002 Spesifikasi ini memuat persyaratan teknis yang 5 AASHTO M 17-1990
untuk campuran beraspal harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang Standard Specification for
dipakai pada campuran beraspal. Mineral Filler for
Bituminious Paving
Mixtures

Tata cara
526. Tata cara perencanaan tebal SNI 03-1732-1989 Tata Cara ini merupakan dasar dalam 47 AASHTO T 275-89
perkerasan lentur jalan raya menentukan tebal perkerasan lentur yang
dengan analisa metode dibutuhkan untuk suatu jalan raya.
komponen
527. Tata cara pemasangan SNI 03-2403-1991 Tata cara ini bertujuan untuk menda-patkan hasil 37 Concrete masonry
blok beton terkunci untuk lapis perkerasan blok beton terkunci yang association of Australia,
permukaan jalan memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan. 1986
Specifaction for concrete
segmental paving units
528. Tata cara perencanaan SNI 03-3424-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan 51
drainase permukaan jalan. struktur Drainase permukaan jalan
529. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3425-1994 Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara 29 NAASRA 1981
lapis tipis beton aspal untuk pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu Standard operating
jalan raya. pelaksanaan dan pemakaian bahan instructions for the
NAASRA Roughness
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 56
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
meter and guide for the
present serviceability
rating of road pavements,
sydney, australia
530. Tata cara survai kerataan SNI 03-3426-1994 Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai 26 NASRAA 1981
permukaan perkerasan jalan permukaan perkerasan jalan dengan alat ukur Standard Operating
dengan alat ukur kerataan NAASRA untuk mendapatkan keseragaman nilai Instruction for the
naasra kerataan. NAASRA Roughness
Meter and Guide for the
Present Serviceability
Rating of Road Pavements
531. Tata cara pembuatan SNI 03-3437-1994 Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan 11 Hasil Litbang
rencana stabilisasi tanah Sedang direvisi rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah
dengan kapur untuk jalan. menjadi Pedoman dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

532. Tata cara pembuatan SNI 03-3438-1994 Tata cara ini digunakan dalam pembuatan 15
rencana stabilisasi tanah Sedang direvisi rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah
dengan semen portland. menjadi Pedoman dengan semen sesuai dengan ketentuan yang
Nomor urut :531-532 berlaku.
Judul direvisi menjadi -
Pedoman perencanaan
stabilisasi tanah untuk
bahan jalan dengan bahan
pengikat serbuk
533. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3439-1994 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil 19
stabilisasi tanah dengan Sedang direvisi pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di -
kapur untuk jalan menjadi pedoman lapangan yang sesuai dengan perencanaan.
534. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3440-1994 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil 17 -
stabilisasi tanah dengan pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di
semen portland untuk jalan. Sedang direvisi lapangan yang sesuai dengan perencanaan.
Nomor urut 533-534 menjadi pedoman
Judul direvisi menjadi :
Pedoman pelaksanaan
stabilisasi bahan jalan
langsung ditempat dengan
bahan serbuk pengikat
535. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3978-1995 Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan 17
beton aspal campuran cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal
dingin dengan aspal emulsi emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang
Hasil Litbang
untuk perkerasan jalan memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat
menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian
bahan.
536. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3979-1995 Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan 21
laburan aspal satu lapis pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan
NASRAA 1981
(burtu) untuk permukaan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang
Principles and particle of
jalan memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk
bituminuous surfacing
menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian
bahan.
537. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3980-1995 Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan 20 -
laburan aspal dua lapis pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan
(burda) untuk permukaan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang
jalan memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk
menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian
bahan.
538. Tata cara pelaksanaan lapis SNI03-2853-1992 Tata cara ini digunakan untuk menda-patkan lapis 33 AASHTO T-19-80,
pondasi jalan dengan batu pondasi jalan menggunakan batu pecah yang AASHTO T-112-81,
pecah memenuhi syarat sebagai lapis pondasi. AASHTO T-193-81,
AASHTO T-191-82,
AASHTO T-191-82
18. Jembatan
Metoda uji
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 57
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
539. Metode pengujian SNI 03-3966-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan 17
AS 1523-1981
kekakuan tekan dan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan
Elastometric bearings for
kekakuan geser bantalan karet jembatan.
use in structures
karet jembatan
540. Metode pengujian karet SNI 03-4429-1997 Metode ini digunakan untuk memperoleh data 15 AASHTO T 42-84 (1990)
spon sebagai bahan pada mutu karet spon siap pakai sebagai bahan Performed Expansion Joint
pengisi siar muai pada pengisi siar muai konstruksi beton. Filler for Concrete
konstruksi beton Construction

541. Spesifikasi bantalan SNI 3967 : 2008 Standar ini meliputi persyaratan bahan 15 AASHTO M 251 - 90
elastomer tipe polos dan tipe bantalan elastomer tipe polos dan tipe berlapis (1982)
berlapis untuk perletakan untuk perletakan jembatan. Bantalan elastomer Laminated elastometric
jembatan yang dibuat berdasarkan spesifikasi ini harus bridge bearings
memiliki kemampuan yang cukup terhadap
pemuaian dan kontraksi akibat temperatur,
rotasi, perubahan kemiringan (chamber
changes), serta rangkak dan susut yang terjadi
pada elemen struktur. Pengujian yang terdapat
dalam standar ini adalah pengujian bantalan
elastomer untuk jembatan yang meliputi
pengujian beban berlebih (1,5 x beban
rencana), regangan tekan pada beban rencana
maksimum, pengujian tekan dengan benda uji
dimiringkan untuk modulus geser, dan
pengujian kekakuan tekan.
Spesifikasi
542. Spesifikasi konstruksi SNI 03-1747-1989 Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis 75
jembatan tipe balok t dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T"
-
bentang sampai dengan 25 kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM)
meter untuk bm 70
543. Spesifikasi konstruksi SNI 03-1748-1989 Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, 75
jembatan tipe balok t penjelasan teknis dan detail gambar Rencana
Hasil Litbang
bentang sampai dengan 25 Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100%
meter untuk bm 100 pembebanan BM ).
544. Spesifikasi pilar dan SNI 2451 : 2008 Standar ini meliputi bentuk, dimensi serta 10
kepala jembatan beton persyaratan mutu bahan konstruksi pilar dan AASHTO, 1976. 444 North
sederhana bentang 5 kepala jembatan sederhana dengan bentang 10 Capitol, ST, N.W suite 225
meter sampai 25 meter m sampai dengan 25 m untuk jembatan kelas Washington D.C 20001
dengan pondasi A, dengan lebar lajur 2 x 3.5 m dan lebar Highway bridge design
trotoar 1.0 meter kanan-kiri.
545. Spesifikasi karet spon SNI 03-4432-1997 Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet 4
sebagai bahan pengisi siar spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu
muai pada perkerasan karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang AASHTO, 1976
beton dan konstruksi digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada
bangunan perkerasan beton dan konstruksi bangunan.
546. Spesifikasi Tiang Pancang SNI 03-4434-1997 Spesifikasi ini digunakan dalam membuat pondasi 46 Hasil Litbang
Beton Pracetak Untuk tiang pancang beton untuk pondasi jembatan yang
Pondasi Jemba-Tan, Ukuran bertujuan untuk memudahkan bagi perencana dan
(30x30, 35x35, 40x 40) Cm2 pelaksana pembangunan jembatan sehingga
Panjang 10-20 Meter Dengan tercapai efisiensi waktu, bahan dan keseragaman
Baja Tulangan Bj 24 Dan BJ mutu konstruksi.
40
547. Spesifikasi bantalan karet SNI 03-4816-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk 14 AASHTO M 251 – 90
untuk perletakan jembatan bantalan karet jembatan, baik yang polos maupun
yang berlapis dengan pelat penguat dan harus
memiliki kemampuan untuk memuai dan
menyusut akibat temperatur, berputar sudut,
perubahan lawan lendut, rangkak dan susut.
548. Spesifikasi asphaltic plug SNI 7396 : 2008 Spesifikasi ini mencakup bahan, pengujian dan 13 ASTM D 6297-01 Standard
joint untuk jembatan penerapan untuk suatu Asphaltic Plug Joint Specification for Asphaltic
yang dipasang di lapangan yang digunakan Plug Joins for Bridges
untuk penutup celah sambungan siar muai
pada pelapisan ulang aspal dan lantai beton
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 58
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
dengan semen portland dan juga dapat
dipergunakan untuk dilatasi jika terdapat
pelebaran jembatan. Lingkup spesifikasi ini
dibatasi untuk APJ yang dicetak di lapangan.
Elemen yang dicetak dapat terdiri dari sistem
dengan banyak lapis atau sistem dengan satu
lapis atau kedua-duanya tergantung kebutuhan
pada saat pemasangan. Detil spesifikasi
dibatasi untuk bahan yang menggunakan
aplikasi APJ. Direkomendasikan untuk
penggunaan praktis dalam pengujian
kekedapan air dari sistem individu, baik di
lapangan atau di dalam pengujian
laboratorium, dikembangkan. Ketika
digunakan di atas jembatan, batas pada
pergerakan sambungan maksimum secara
rinci dikenali untuk jenis APJ. APJ tidak boleh
digunakan untuk pergerakan vertikal yang
melebihi ± 3 mm dan pergerakan horisontal
yang melebihi ± 25 mm dari lebar instalasi.

Tata cara
549. Tata cara perencanaan SNI 2833 : 2008 Standar ini digunakan untuk merencanakan 43 NZS 4203-76
ketahanan gempa untuk struktur jembatan tahan gempa sehingga Code of practice for
jembatan kerusakan terjadi setempat dan mudah general structural design &
diperbaiki, struktur tidak runtuh dan dapat design loadings
dimanfaatkan kembali.
550. Tata cara perencanaan SNI 03-3428-1994 Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar- 26 -
teknik jembatan gantung Sedang direvisi dasar perencanaan teknik Jembatan Gantung
untuk pejalan kaki untuk lalu lintas pejalan kaki.
551. Tata cara pelaksanaan SNI 03-3429-1994 Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan 18 SNI 1724-1989-F
jembatan gantung untuk Sedang direvisi pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk
pejalan kaki lalulintas pejalan kaki.
Nomor urut : 550-551
Judul direvisi menjadi :
Pedoman perencanaan dan
pelaksanaan jembatan
gantung untuk pejalan kaki
552. Tata cara perencanaan SNI 03-3446-1994 Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan 40
teknis pondasi langsung perencanaan pondasi langsung untuk jembatan
NAASRA 4, 1987
untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan,
kemantapan, keawetan dan effisiensi.
553. Tata cara perencanaan SNI 03-3447-1994 Tata cara ini bertujuan menyeragamkan 41
teknis pondasi sumuran perencanaan pondasi sumuran untuk jembatan
NAASRA 4, 1987
untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan,
kemantapan, keawetan dan effisiensi.
554. Tata cara penyambungan SNI 03-3448-1994 Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh 16
tiang pancang beton pracetak Direvisi menjadi keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan
penampang persegi dengan pedoman tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan ASTM C 882-78
sistem monolit bahan epoxy mutu sambungan yang bersifat monolitik. Test method for bond
Judul direvisi menjadi : strength of epoxy resin
Pedoman penyambungan system used with concrete
tiang pancang beton pracetak
untuk fondasi jembatan
555. Tata cara perencanaan SNI 03-6747-2002 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan 58
teknis pondasi tiang untuk suatu pondasi tiang untuk jembatan Hasil Litbang
jembatan
19. Lalu lintas
Metoda uji
556. Metode pengujian SNI 06-4167-1996 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai 13 ASTM D 562-90, PA-
kekentalan cat dengan kekentalan cat, guna keperluan pelaksanaan 19103 Consistency of
alat viscometer stometer pengecatan di lapangan. Paint Using the Stormer
Viscometer
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 59
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
JIS Traffic paint
Consistency K 5665-1981

557. Metode pengujian volume SNI 06-6445-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan volume 14 ASTM D 2697 Test
bahan padat pada lapisan bahan padat dalam berbagai jenis lapisan Method for Volume Non
cat bening atau berpigmen Volatile matter in Clear or
Pigmented Coatings
558. Metode pengujian bahan SNI 03-6450-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian bahan 11
termoplastik untuk marka termoplastik untuk marka jalan antara lain kadar AASHTO M 260-77 (1986)
jalan manik-manik kaca dan analisa saringan, daya Standard Method of Test
pantul dan indeks kekuningan, kadar titanium for Thermoplastic Traffic
dioksida (TiO2), kemampuan alir (% sisa) dengan line Material
pemanasan yang lebih lama.
559. Metode uji tingkat SNI 19-6878-2002 Metode uji ini menjelaskan suatu prosedur untuk 13 AASHTO M 262-82 (1990)
kebisingan jalan l10 dan leg penentuan tingkat kebisingan L10 dan Leg jalan Method of test for L10 and
secara langsung dengan alat SLM yang Leq Noise Determination
memenuhi standar ANSI tipe 2.
Spesifikasi
560. Spesifikasi campuran cat SNI 06-4825-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis cat 13 AASHTO M 248-90
marka jalan siap pakai marka jalan yang siap pakai warna putih dan Ready-Mixed White and
warna putih dan kuning kuning dari jenis alkyd resin sebagai bahan untuk Yellow Traffic Paints
membuat marka jalan pada perkerasan aspal dan
beton semen.
561. Spesifikasi cat termoplastik SNI 06-4826-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis cat 11 AASHTO M 249-79 (1991)
pemantul warna putih dan termoplastik pemantul, berwarna putih dan warna Standar Specification for
warna kuning untuk marka kuning yang digunakan sebagai bahan untuk White and Yellow
jalan (bentuk padat) marka jalan. Reflective Thermoplastic
Striping Materials (Solid
Form)
562. Spesifikasi manik-manik SNI 15-4839-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis 9
kaca (glass bead) untuk manik-manik kaca untuk dicampurkan di dalam
AASHTO M 247-90 (1990)
marka jalan cat, ditabur atau disemprotkan pada cat marka
jalan sehingga mampu memantulkan cahaya.
563. Spesifikasi cat merah SNI 06-3685.1-2000 Spesifikasi ini mencakup empat tipe cat merah 12
AASHTO D M 72-74
timbal siap pakai timbal siap pakai yang berfungsi sebagai lapis
(1990) Standard
dasar, atau lapis penutup atau lapis pemelihara
Specification for Red Lead
permukaan rangka jembatan dan struktur baja
Ready-Mixed Paint,
lainnya.
564. Spesifikasi cat jembatan SNI 06-6397-2000 Spesifikasi ini mencakup dua tipe cat, tipe I dan II 7 AASHTO D M 67-74
warna hijau daun dari cat warna hijau daun yang digunakan sebagai (1990) Standard
lapis penutup akhir pada jembatan baja tipe II Specification for Foliage
digunakan pada daerah yang bercurah hujan Green Bridge P
rendah karena dapat menghambat pengapuran aint
pada pigmen dasar putih timbal karbonat yang
tidak diharapkan.
20. Lingkungan jalan
Metoda uji
565. Spesifikasi pipa beton SNI 03-4818-1998 Spesifikasi ini digunakan untuk perencanaan pipa 10 AASHTO M 175-89
berlubang untuk saluran drainase dalam tanah untuk mendapatkan pipa
drainase dalam tanah beton berlubang yang memenuhi syarat ukuran
sebagai pipa drainase.
566. Metode pengujian kadar nox SNI 19-4841-1998 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 15 WHO, 1976
diudara dengan kandungan Gas NOx di Udara Selected methods of
menggunakan alat measuring air pollutans
spektrofotometer. genava
567. Metode pengujian SNI 19-4842-1998 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 13 WHO, 1976
kandungan gas o3 di udara kandungan Gas O3 di Udara Selected methods of
dengan meng-gunakan alat measuring air pollutans
spektrofotometer. genava
568. Metode pengujian SNI 19-4843-1998 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 12 WHO, 1976
kandungan gas kandungan Gas Hidrokarbon (HC) di Udara Selected methods of
hidrokarbon (hc) di udara measuring air pollutans

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 60


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
dengan alat gas genava
kromatograp.
569. Metode Pengujian Konsentrasi SNI 19-4844-1998 Metode ini digunakan untuk mengukur Kandungan 14 WHO, 1976
Hidrogen Sulfida (h2s) Dalam partikulat mengenai pencemaran udara oleh H2S. Selected methods of
Udara Dgn Alat measuring air pollutans
Spektrofotometer. genava
570. Metode pengujian SNI 19-4845-1998 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya 14 WHO, 1976
kandungan gas co di udara kandungan Gas CO di udara. Selected methods of
dengan menggunakan ndir. measuring air pollutans
genava
571. Metode pengujian kadar SNI 19-4840-1998 Metode ini meliputi ketentuan teknik peralatan, 13 WHO, 1976
partikel debu di udara pembuatan benda uji, cara uji dan perhitungan Selected methods of
secara gravimetric dengan kadar debu di udara. measuring air pollutans
menggunakan high volume genava
air sampler (hvs)
Spesifikasi
572. Spesifikasi penerangan SNI 7391 : 2008 Standar ini memuat ketentuan - ketentuan 48 AASHTO, 1984 An
jalan di kawasan untuk penerangan ruas jalan, persimpangan Informational Guide for
perkotaan sebidang maupun tidak sebidang, jembatan Roadway lightning
dan terowongan di kawasan perkotaan yang
mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri,
kolektor dan lokal. Spesifikasi yang dimaksud
dalam standar ini meliputi fungsi, jenis,
dimensi, pemasangan, penempatan/penataan
penerangan jalan yang diperlukan.
573. Spesifikasi kereb beton SNI 2442 : 2008 Spesifikasi ini menetapkan tipe, bentuk, 19 -
untuk jalan. dimensi, dan struktur kereb beton untuk jalan.
Spesifikasi yang bersangkutan dengan tipe,
dimensi, dan bentuk yang diatur dalam standar
ini hanya berlaku untuk kereb beton pracetak.
574. Spesifikasi trotoar SNI 03-2443-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam perencanaan 23 AASHTO 444 North
teknis, pelaksanaan, dan pengawasan lapangan Capitol
dalam menentukan dimensi, kemiringan, elevasi,
dan bentuk trotoar.
575. Spesifikasi bukaan SNI 2444 : 2008 Spesifikasi ini mengatur bentuk dan dimensi 17 AASHTO, 1974 444 North
pemisah jalur bukaan pada pemisah jalur untuk Capital St N.W Suite 225
memungkinkan kendaraan bisa memasuki atau Washington D.C 20001
meninggalkan jalur dengan aman dan nyaman. Highway design and
operational practices
related to highway safety

576. Spesifikasi bangunan SNI 03-2446-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam membuat 20 AASHTO, 1982 M 180-83
pengaman tepi jalan bangunan pengaman tepi jalan agar kendaraan Standard specification for
tidak keluar dari jalurnya, dan menghin dari materials corrugated sheet
kemungkinan terjadinya tabrakan frontal antara steel beams for highway
sesama kendaraan dari arah berlawanan. guard rail
577. Persyaratan umum sistem SNI 03-6967-2003 Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang 24 AASHTO 1996
jaringan dan geometri berhubungan dengan bidang perumahan dan A Policy on Geometric
jalan perumahan prasarana jalan, dan menguraikan persyaratan Design of Highway and
umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam Streets.
setiap perencanaan sistem jaringan jalan
perumahan.

Tata cara
578. Tata cara perencanaan SNI 03-2838-1992 Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan 21
Departement of the
teluk bis bentuk, ukuran dan lokasi teluk bis, sehingga
environment, London,
dapat menjamin kelancaran lalu lintas,
1980
keselamatan dan kenyamanan bagi pemakai
Traffic signs
jalan.
579. Tata cara pemasangan SNI 03-2850-1992 Tata cara ini menjelaskan cara pemasangan yang 33 AASHTO T 191-82 (1982)
utilitas di jalan memenuhi persyaratan, baik teknik maupun non Density of soil in place by
teknik yang berkaitan dengan pemasangan utilitas the sand cone method
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 61
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
di jalan.
D. Cipta karya
21. Rumah dan gedung
Metoda uji
580. Metode dasar pengukuran SNI 19-6457-2000 Metode ini meliputi suatu desteripsi ukuran-ukuran 22 ISO 7250:1996
tubuh manusia untuk anthropometri yang dapat dipakai sebagai dasar
rancangan teknologi pembandingan berbagai kelompok populasi. Hal
ini dibutuhkan untuk menentukan pengertiannya
pada desain geometri untuk tempat-tempat
manusia bekerja dan tinggal.
Spesifikasi
581. Spesifikasi koordinasi SNI 03-1977-1990 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 9
modular bangunan rumah perencana teknis, pelaksana, produsen bahan
dan gedung bangunan, komponen bangunan, dan elemen ISO 1986
bangunan, untuk memilih dimensi modul arah Building construction
horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan modular coordination basic
gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, module
komponen dan elemen bangunan serta waktu
pemasangan dan penggunaan tenaga kerja.
582. Spesifikasi ukuran terpilih SNI 03-1978-1990 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 9
untuk bangunan rumah dan perencana teknis, pelaksana, produsen bahan
gedung bangunan, komponen bangunan, dan elemen ISO 1986
bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal Building construction
dan vertikal bangunan rumah dan gedung. modular coordination basic
Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen module
dan elemen bangunan serta waktu pemasangan
dan penggunaan tenaga kerja.
583. Spesifikasi matra ruang SNI 03-1979-1990 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan 39
untuk rumah dan gedung mengenai acuan matra ruang minimum dalam
Ernst Neufert 1980
perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan
Architect’t Data
ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan
ruang dan bahan bangunan.
584. Spesifikasi rumah tumbuh SNI 03-2447-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam pembangunan 27
rangka beratap dengan rumah tumbuh di atas tanah matang dengan
komponen beton pracetak tujuan untuk membuat rumah tumbuh rangka -
beratap tanpa dinding pengisi yang akan
dikembangkan sesuai kebutuhan
585. Spesifikasi komponen SNI 03-2448-1991 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 21
PCI 20 N Wacker Drive
beton pracetak untuk perencana, produsen dan pelaksanan dalam
Chicago
rumah tumbuh rangka merencanakan, memproduksi komponen dan
ACI 318 M-83 (84)
beratap melaksanakan bangunan. Tujuannya untuk
Building code requirement
keseragaman mutu, penghematan bahan, biaya
for reinforced concrete
dan waktu pelaksanaan.
586. Spesifikasi rumah tumbuh SNI 03-2452-1991 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 25 -
rangka beratap RTRB kayu perencana, produsen dan pelaksana dalam
merencanakan, memproduksi komponen dan
melaksanakan bangunan. Tujuannya untuk
keseragaman mutu, penghematan bahan, biaya
dan waktu pelaksanaan

587. Spesifikasi satuan rumah SNI 03-2855-1992 Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan 15 -
susun modular landasan ukuran dan batasan dalam usaha
menentukan kebutuhan minimum dalam
pembangunan rumah susun

588. Spesifikasi tingkat bunyi dan SNI 03-6386-2000 Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi 18 AS 2107-1987
waktu dengung dalam lingkungan akustik di dalam ruang hunian, Acustic Recommended
bangunan gedung dan digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah Design sound levels and
perumahan (kriteria desain mantap seperti bising yang berasal dari sistem Reverberation Times for
yang direkomendasikan) tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu Building Interior

589. Spesifikasi kayu awet untuk SNI 03-6839-2002 Spesifikasi ini mencakup persyaratan dan 15

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 62


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
perumahan dan gedung ketentuan kayu dan bahan pengawet kayu, serta
persyaratan kayu awet.
Spesifikasi ini berlaku hanya untuk kayu yang
akan digunakan untuk bangunan perumahan dan
gedung, baik di bawah atap maupun di luar
naungan atap, tetapi tidak berhubungan langsung
dengan tanah.
590. Sistem pasokan daya SNI 04-7018-2004 Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk 31
listrik darurat dan siaga sistem daya yang menyediakan sumber
penggantif daya listrik untuk beban dalam
bangunan dan fasilitasnya dalam peristiwa
kegagalan sumber daya utama. Sistem daya yang
tercakup dalam standar ini termasuk sumber daya,
peralatan pemindah, kontrol, peralatan pengawas,
dan keseluruhan peralatan tambahan dan asesori
yang diperlukan memasok daya listrik menuju
terminal beban dari peralatan pemindah tersebut.
Standar ini mencakup ketentuan instalasi,
pemeliharaan, pengoperasian, dan pengujian
menyangkut kinerja sistem pasokan daya darurat
(SPDD). NFPA 110
Standar ini tidak mencakup hal-hal berikut : Standard for Emergency
(1) Penerapan SPDD and Stanby Power
(2) Peralatan unit percahayaan darurat Systems, 2002
(3) Perkabelan distribusi
(4) Layanan utilitas, bilamana layanan tersebut
diijinkan sebagai suatu SPDD
(5) Parameter untuk alat penyimpan energi
Standar ini tidak menetapkan kriteria untuk sistem
penyimpan energi, dan pemilihan dari setiap hal
berikut di bawah ini tidak termasuk dalam lingkup
standar, yaitu :
(1) Bangunan atau fasilitas khusus, atau
keduanya, yang membutuhkan SPDD
(2) Beban tertentu untuk dilayani oleh SPDD
(3) Penetapan jenis, kelas, atau level setiap beban
yang tertentu
591. Sistem pasokan daya SNI 04-7019- Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk 24
listrik darurat 2004 sistem energi listrik tersimpan yang menyediakan
menggunakan energi sumber daya listrik pengganti dalam bangunan
tersimpan (spddt) dan fasilitas pada peristiwa kegagalan sumber
daya listrik normal. Catatan: Untuk sistem
pasokan daya darurat menggunakan generator
darurat, lihat bagian 1 dari standar ini.
NFPA 111
Sistem yang dicakup dalam standar ini, sumber
Standard on Stored
daya, peralatan pemindah, kontrol, peralatan
Electrical Energy
pengendalian/ pengawasan, dan peralatan
Emergency and Standby
tambahan, termasuk peralatan tambahan integral,
Power Systems, 1999
yang dibutuhkan untuk memasok daya listrik
kepada sirkit/ beban yang terseleksi. Standar ini
meliputi pemasangan/ instalasi, pemeliharaan,
pengoperasian, dan persyaratan pengujian yang
berhubungan dengan kinerja dari Sistem Pasokan
Daya Darurat Tersimpan/ SPDDT. (RSNI S-21-
2004)
Tata cara
592. Tata cara perencanaan SNI 03-1727-1989 Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban NI 18/1970
pembebanan untuk rumah yang diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk Peraturan Muatan
dan gedung beban-beban hidup untuk atap miring, gedung Indonesia
parkir bertingkat dan landasan helikopter pada
atap gedung tinggi dimana parameter-parameter
pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah
mencakup semua jenis pesawat yang biasa

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 63


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup
untuk perencanaan balok induk dan portal serta
peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional,
bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut
membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi
yang ditinjau.
593. Tata cara pelaksanaan SNI 03-1728-1989 Tata cara ini digunakan untuk memberikan 158 -
mendirikan bangunan gedung landasan dalam membuat peraturan-peraturan
mendirikan bangunan di masing-masing daerah,
dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari
peraturan-peraturan bangunan yang akan
dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia
594. Tata cara dasar koordinasi SNI 03-1963-1990 Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar 19 ISO 1986
modular untuk dalam merencana rumah dan gedung Building constructions
perancangan bangunan menggunakan koordinasi modular. Tujuannya Modular coordination
rumah dan gedung untuk mewujudkan rencana teknis bangunan series of prefereed
rumah dan gedung yang optimal multimodular sizes for
horizontal dimension
595. Tata cara perencanaan dan SNI 03-2394-1991 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan 39 BS 4247 (Part 2) 69
perancangan bangunan merancang bangunan radiasi khususnya untuk Guide to the selection of
kedok-teran nuklir di rumah bangunan kedokteran nuklir materials for use in
sakit radioactive treds
596. Tata cara perencanaan dan SNI 03-2395-1991 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan 35 BS 4247 (Part 2) 69
peran-cangan bangunan perancangan untuk bangunan radiologi di rumah Guide to the selection of
radiologi di rumah sakit sakit materials for use in
radioactive treds
597. Tata cara perencanaan SNI 03-2397-1991 Tata cara ini digunakan sebagai dasar 113
rumah sederhana tahan perancangan rumah sederhana yang tidak
angin. bertingkat secara praktis untuk memberi jaminan
keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah
sederhana di daerah rawan angin.
598. Tata cara pencegahan SNI 03-2404-1991 Tata cara ini bertujuan untuk melindungi 30 -
serangan rayap pada bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan
bangunan rumah dan gedung terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan
dengan termitida. upaya efektifitas dapat tercapai
599. Tata cara penanggulangan SNI 03-2405-1991 Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam 32 Australian Standard 1981
rayap pada bangunan rumah perlakuan penanggulangan rayap, untuk Soil treatment for buliding
dan gedung dengan melindungi bangunan rumah dan gedung under construction for
termitisida. protection againts
subterranean termites
600. Tata cara pengerjaan SNI 03-2840-1992 Tata cara ini bertujuan untuk melindungi 20 -
lembaran asbes semen untuk masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang
penutup atap pada bangunan ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan
rumah dan gedung penutup atap.
601. Tata cara pengerjaan SNI 03-2841-1992 Tata cara ini bertujuan untuk melindungi 14 -
lembaran asbes semen masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang
untuk dinding pada ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan
bangunan rumah dan dinding.
gedung.
602. Tata cara perencanaan SNI 03-2845-1992 Tata cara ini bertujuan untuk memberikan 25
rumah susun modular landasan perencanaan desain agar dapat Building Centre of Japan
diperoleh suatu perancangan bangunan rumah 1986 The Building Standar
susun yang optimal dan memenuhi syarat bagi Law of Japan
kelayakan suatu hunian
603. Tata cara perencanaan SNI 03-2846-1992 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan 17 -
kepadatan bangunan penggunaan lahan secara optimum yang
lingkungan bangunan rumah bertujuan untuk merencanakan kepadatan
susun hunian lingkungan perumahan rakyat
604. Tata cara perencanaan teknik SNI 03-3427-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan 25 ANOC 1980
bangunan kolam renang kolam renang untuk mendapatkan perencanaan
teknis yang memenuhi ketentuan minimum.
605. Tata cara pengecatan dinding SNI 03-2410-1994 Tata cara ini memuat cara pencatan pada dinding 9 -
tembok dengan cat emulsi tembok dan penanggulangan kegagalan dalam
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 64
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
pengecatan.
606. Tata cara perhitungan SNI 03-3435-1994 Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh 11 -
harga satuan pekerjaan keseragaman dasar perhitungan harga satuan
penutup langit-langit untuk pekerjaan penutup langit-langit
bangunan dan gedung
607. Tata cara perhitungan SNI 03-3436-1994 Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh 14 -
harga satuan pekerjaan keseragaman dasar perhitungan harga satuan
atap untuk bangunan dan pekerjaan penutup atap
gedung.
608. Tata cara perencanaan SNI 03-3646-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan 28 -
teknik bangunan stadion bangunan stadion untuk mendapatkan
perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan
minimum
609. Tata cara perencanaan SNI 03-3647-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan 28 -
teknik bangunan gedung gedung olah raga untuk mendapatkan
olah raga perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan
minimum
610. Tata cara pemilihan dan SNI 06-6373-2000 Tata cara ini mengatur pemilihan dan 18 International Plumbing
pemasangan ven pada pemasangan perpipaan, pipa dan Code, 1995, Chapter 9
sistem plambing perlengkapannya untuk sistem ven juga mengatur
diameter minimum pipa ven, panjang ven, macam-
macam pipa tegak ven dan ven pipa tegak
611. Tata cara perencanaan SNI 03-1726-2002 Tata cara ini digunakan untuk menentukan syarat- 69 Indonesian earthquake
ketahanan gempa untuk Sedang direvisi syarat perencanaan struktur gedung secara umum study, beca carter holling
bangunan dan gedung dan untuk penentuan pengaruh gempa rencana ferner, new zealand 1983,
untuk struktur-struktur bangunan rumah dan volume 1-7
gedung
612. Tata cara perencanaan SNI 03-1729-2002 Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan 217 NEN 3851, 1972
struktur baja untuk terciptanya pekerjaan perencanaan dan TGB steel (Dutch steel
bangunan gedung pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan code) technical priciples
minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan for the design and
struktur yang aman, nyaman dan ekonomi. calculation of building
structures
613. Tata cara perencanaan SNI 03-1730-2002 Tata cara ini mencakup : 43
gedung sekolah menengah  perencanaan arsitektur, struktur/ konstruksi
umum dan utilitas gedung;
 Sistem pendidikan sekolah menengah umum; Acuan SNI 03-1735-2000
 Perubahan sistem pendidikan sekolah
menengah umum;
 Pembakuan gedung sekolah menengah umum.
614. Tata cara pengecatan SNI 03-6896-2002 Tata cara ini memuat persyaratan bahan dan alat, 8 Technology of Paints,
genteng beton pelaksanaan pengecatan genteng pada lokasi varnishes and laquer.
baru dan lama, cat tipe A yang memakai pelarut/ Reinhold Book
pengencer organik dan cat tipe B yang memakai Cooperation, 1984
pelarut/ pengencer air serta cara penanggulangan
bila ada kegagalan.
615. Tata cara perhitungan SNI 2835:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 11 Pembanding analisis
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang BOW 1921
tanah untuk konstruksi dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan tanah
bangunan gedung dan yang dapat dijadikan acuan dasar yang
perumahan seragam bagi para pelaksana pembangunan
gedung dan perumahan dalam menghitung
besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk
bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan
meliputi:
a) Pekerjaan galian tanah biasa dan tanah
keras dalam
berbagai kedalaman;
b) Pekerjaan stripping atau pembuangan
humus;
c) Pekerjaan pembuangan tanah;
d) Pekerjaan urugan kembali, urugan pasir,
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 65
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
pemadatan
tanah, perbaikan tanah sulit dan urugan
sirtu.
616. Tata cara perhitungan SNI 2836:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 13 -
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang
pondasi untuk konstruksi dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
bangunan gedung dan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar
perumahan yang seragam bagi para pelaksana
pembangunan gedung dan perumahan dalam
menghitung besarnya harga satuan pekerjaan
pondasi untuk bangunan gedung dan
perumahan.
Jenis pekerjaan pondasi yang ditetapkan
meliputi :
a) Pekerjaan pembuatan pondasi batu belah
dalam berbagai
komposisi campuran;
b) Pemasangan anstamping / batu kosong;
c) Pembuatan pondasi sumuran dan pondasi
siklop.
617. Tata cara perhitungan SNI 2839:2008 * Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan 15 -
harga satuan pekerjaan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
langit-langit untuk tiap satuan pekerjaan langit-langit yang dapat
konstruksi bangunan dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para
gedung dan perumahan pelaksana pembangunan gedung dan perumahan
dalam menghitung besarnya harga satuan
pekerjaan langit-langit untuk bangunan gedung
dan perumahan

618. Tata cara perhitungan harga SNI 2837:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 16 -
satuan pekerjaan plesteran bangunan dan indeks tenaga kerja yang
untuk konstruksi bangunan dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
gedung dan perumahan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar
yang seragam bagi para pelaksana
pembangunan gedung dan perumahan dalam
menghitung besarnya harga satuan pekerjaan
plesteran untuk bangunan gedung dan
perumahan.
619. Tata cara pengecatan SNI 03-3433-2002  Tata cara ini memuat persyaratan, ketentuan 10 ACI 1984
genteng keramik dan cara pengerjaan pengecatan genteng Building Code
keramik, serta cara penanggulangan bila Requirements Reinforced
terjadi kegagalan; Concrete
 Tata cara ini dapat digunakan sebagai BSI 1973, Spesification for
pegangan bagi para pelaksana dalam Aggretates from Natural
melaksanakan pengecatan genteng keramik Source for Concrete
sebagai penutup atap pada bangunan gedung (including granolithic) Part
dan perumahan; 2 Metric Unit
 Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan
hasil pengecatan yang mempunyai ketahanan
dan keawetan terhadap cuaca.
620. Tata cara perhitungan SNI 3434:2008 * Standar ini menetapkan indeks bahan 24 -
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang
kayu untuk bangunan dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan kayu
gedung dan perumahan yang dapat dijadikan acuan dasar yang
seragam bagi para pelaksana pembangunan
gedung dan perumahan dalam menghitung
besarnya harga satuan pekerjaan kayu untuk
bangunan gedung dan perumahan.

621. Tata cara perencanaan teknis SNI 03-6759-2002 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan suatu 81 -
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 66
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
konservasi energi pada bangunan gedung yang pengoperasian dan
bangunan rumah dan pemeliharaannya dapat menghemat energi
gedung.
622. Tata cara perhitungan SNI 6897:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 17 -
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang
dinding untuk konstruksi dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
bangunan gedung dan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar
perumahan yang seragam bagi para pelaksana
pembangunan gedung dan perumahan dalam
menghitung besarnya harga satuan pekerjaan
dinding untuk bangunan gedung dan
perumahan.
Jenis pekerjaan dinding yang ditetapkan
meliputi :
a) Pekerjaan dinding bata merah dengan
berbagai ketebalan dan spesi;
b) Pekerjaan dinding hollow block dengan
berbagai dimensi dan spesi;
c) Pekerjaan pemasangan terawang (roster)
atau bata berongga.

623. Tata cara perhitungan SNI 7395:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 25 -
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang
penutup lantai dan dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
dinding untuk konstruksi penutup lantai dan dinding yang dapat
bangunan gedung dan dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para
perumahan pelaksana pembangunan gedung dan
perumahan dalam menghitung besarnya harga
satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding
untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan penutup lantai dan dinding
yang ditetapkan meliputi :
a) pekerjaan pemasangan lantai keramik,
ubin abu-abu, teraso dan marmer
b) pekerjaan pemasangan vinyl dan karpet
c) pekerjaan pemasangan pelapis dinding
dengan bahan keramik
d) pekerjaan pemasangan plint dari ubin
keramik dan plint dari kayu
624. Tata cara perhitungan SNI 7394:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 21 -
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang
beton untuk konstruksi dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan beton
bangunan gedung dan yang dapat dijadikan acuan dasar yang
perumahan seragam bagi para pelaksana pembangunan
gedung dan perumahan dalam menghitung
besarnya harga satuan pekerjaan beton untuk
bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan beton yang ditetapkan
meliputi :
a) Pekerjaan pembuatan beton f’c = 7,4 MPa (K
100)
sampai dengan f’c = 31,2 MPa (K 350)
untuk pekerjaan
beton bertulang;
b) Pekerjaan pemasangan water stop dan
bekisting
berbagai komponen struktur bangunan;
c) Pekerjaan pembuatan pondasi, sloof,
kolom, balok,
dinding beton bertulang, kolom praktis dan
ring balok.
625. Tata cara perhitungan SNI 7393:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan 13 -
harga satuan pekerjaan bangunan dan indeks tenaga kerja yang

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 67


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
besi dan alumunium dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan
untuk konstruksi aluminium yang dapat dijadikan acuan dasar
bangunan gedung dan yang seragam bagi para pelaksana
perumahan pembangunan gedung dan perumahan dalam
menghitung besarnya harga satuan pekerjaan
besi dan aluminium untuk bangunan gedung
dan perumahan.
Jenis pekerjaan besi dan aluminium yang
ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan pemasangan rangka atap dan
talang;
b) Pekerjaan pemasangan pintu atau jendela
besi, pintu
alluminium dan jendela nako, pintu gulung,
pintu lipat
sunscreen, venation blinds dan vertical-
horizontal blinds;
c) Pekerjaan pemasangan kawat nyamuk.
626. Pemeriksaan dan SNI 03-7017.1-2004 Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan 57 -
pengujian lift traksi listrik pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru
pada bangunan gedung – maupun yang diubah.
bagian 1: pemerik-saan Catatan : Persesuaian dengan persyaratan
dan pengujian serah tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang
terima atas dokumen perancangan, dan pengujian jenis
atau pengujian keteknikan.
627. Pemeriksaan dan SNI 03-7017.2-2004 Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan 15 ASME A17.1-2000
pengujian lift traksi listrik pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru Safety Code For
pada bangunan gedung – maupun yang diubah. Catatan : Persesuaian Eolevators and Escalators,
bagian 2: pemerik-saan dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi American Society of
dan pengujian berkala melalui peninjauan ulang atas dokumen Mechanical Engineers.
perancangan, dan pengujian jenis atau pengujian
keteknikan. (RSNI T-25-2004).
22. Struktur bangunan
Metoda uji
628. Metode pengujian kuat tekan SNI 03-4164-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat 14
dinding pasangan bata merah tekan dinding pasangan bata merah yang -
dilaboratorium digunakan sebagai dinding struktural bagi
keperluan perencana dan pelaksana

629. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-4165-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat 15 -
dinding pasangan bata merah lentur dinding pasangan bata merah yang
di laboratorium digunakan sebagai dinding struktural bagi
keperluan perencana dan pelaksana
630. Metode pengujian kuat geser SNI 03-4166-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat 19 -
dinding pasangan bata merah geser dinding pasangan bata merah yang
di laboratorium digunakan sebagai dinding struktural bagi
keperluan perencana dan pelaksana
631. Metode pengujian SNI 03-6435-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran profil 14 ASTM E 1155
kedataran dan kerataan permukaan lantai untuk memperoleh perkiraan Test Method for
lantai menggunakan sistem karakteristik kedataran dan perataan permukaan Determining Floor Flatness
bilangan f lantai menggunakan sistem bilangan –F dalam and Levelness Using the F
satuan metrik (SI) Number System
632. Metode pengujian SNI 03-6760-2002 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai 25 -
pembebanan lantai beton lendutan nyata, derajat pemulihan dan kapasitas
bertulang pada bangunan nyata dari nilai setelah diberi beban uji
bertingkat dengan beban air
633. Metode pengujian untuk SNI 03-6761-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan response 19 ASTM D 1143 Metode Uji
tiang tunggal terhadap tiang atau tiang-tiang dalam kelompok tiang tiang terhadap beban
beban tarik aksial statis terhadap beban aksial tarik dan dapat digunakan tekan aksial statis
semua kedalaman tiang.
634. Metode pengujian beban - SNI 03-6762-2002 Metode ini digunakan untuk pengujian tiang 34 ASTM A36/A 36M, ASTM
lateral pada pondasi tiang vertical dan tiang miring, baik tiang pancang atau A 240, ASTM A 441/A,
kelompok tiang untuk menentukan hubungan ASTM A572/A 572 M,
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 68
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
beban lendutan pada saat menerima beban ASTM D 1143, ASTM D
lateral. 3689, ANSI B 30.1, ANSI
B 46.1
Spesifikasi
635. Spesifikasi pipa baja yang SNI 07-0242.1-2000 Spesifikasi ini meliputi pipa baja untuk pengguna 18
dilas dan tanpa sambungan umum yang dilas tanpa sambungan dengan ASTM A 120-71 Standard
dengan lapis hitam dan lapisan hitam dan galvanis panas dalam ukuran Specification for Black and
galvanis panas tipikal 1/8 inci (3,175 mm) sampai 16 inci (406,40 Hot-Dipped Zinc-Coated
mm), untuk tiga ukuran tipikal pipa baja dengan (Galvanized) Welded and
berat standar ujung polos, galvanis secara panas, Seamless Steel Pipe for
dilas untuk penggunaan dengan hubungan tipe ordinary Uses.
solder dalam penerapan umum.

636. Spesifikasi tabung baja SNI 07-6402-2000 Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibuat 13
ASTM A 500-93
karbon struktural berbentuk dalam keadaan dingin dengan dilas dan tanpa
Spesification for Cold-
bulat dan lainnya yang kampuh berbentuk bulat, bujursangkar, empat
Formed Welded and
dibentuk dalam keadaan persegi atau tabung structural berbentuk khusus
Seamless Carbon Steel
dingin dengan dilas tanpa untuk konstruksi jembatan, bangunan gedung dan
Structural Tubing in
kampuh bangunan umum lainnya yang dilas, dipaku keling
Rounds and Shapes
atau bulat
637. Spesifikasi pelat baja karbon SNI 07-6403-2000 Spesifikasi ini ditujukan untuk pelat baja karbon 6 ASTM A 283/A 283M-93
dengan kuat tarik rendah struktural - bermutu A,B,C dan D Standar Specification for
dan medium. low and Intermediate
Tensile Strength Carbon
Steel Plates
ASTM A6/A6M
Specification for General
Requirements for Rolled
Steel Plates, Shapes,
Sheet Pilling and Bars for
Struktural use
638. Spesifikasi tabung baja SNI 03-6763-2002 Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang 16
karbon struktural yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas dan
ASTM C 501-93
dibentuk dalam keadaan tanpa kampuh untuk tabung baja karbon
Standarad Specification for
panas dengan dilas tanpa berbentuk bujur sangkar, bulat, empat persegi
Hot Formed Welded and
kampuh atau tabung struktur berbentuk khusus untuk
Seamles Carbon Steel
konstruksi jembatan, bangunan gedung dan
Structural Tubing
bangunan umu lainnya yang dilas, dipaku keeling
atau baut
639. Spesifikasi baja struktural SNI 03-6764-2002 1. Spesifikasi ini mencakup penampang baja 6
karbon, pelat dan tulangan berkualitas
struktural untuk digunakan dalam konstruksi
baja dan bangunan dengan paku keling, baut
atau las dan untuk tujuan struktural umum ASTM A A 36/A 36 M-93a :
2. Pemakai harus mnempertimbangkan Standar Specification for
persyaratan tambahan, seperti ukuran Structural Steel
kehaluran austenitic dan persyaratan, charpy
V – Notch Impact, bila kelompok 4 atau 5
profil bersayap lebar disyaratkan untuk
digunakan selain kolom atau batang tekan
lainnya.
640. Spesifikasi beton struktural SNI 03-6880-2002 Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi 75
beton, baja tulangan dan prategang, produksi
Sedang direvisi pengecoran dan perawatan beton serta konstruksi
cetakan. Ditetapkan pula perlakuan siar dan
bagian-bagian tertanam, perbaikan permukaan
ASTM A, C, D, E, ANSI,
beton, dan finising permukaan yang tercetak.
ASSHTO, CRD, ACI, CRSI
Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk
konstruksi pelat dan finisingnya, beton arsitektural,
beton masif, dan bahan beserta cara pelaksanaan
konstruksi beton pasca tarik. Termasuk pula
ketentuan mengenai pengujian, evaluasi dan
penerimaan beton beserta strukturnya.
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 69
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
Tata cara
641. Tata cara perencanaan beton SNI 03-1734-1989 Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat 260 -
bertulang dan struktur dinding waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang
bertulang untuk rumah dan umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan
gedung tahan gempa untuk rumah dan gedung yang
berlaku
642. Tata cara penghitungan SNI 03-2847-1992 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan 186 ACI 318 M-89-
struktur beton untuk pelaksanaan struktur beton untuk bangunan Building code
bangunan gedung gedung, atau struktur bangunan lain yang requirements for reinforced
mempunyai kesamaan karakter dengan struktur concrete
bangunan gedung
643. Tata cara perencanaan SNI 03-3430-1994 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan 40
dinding struktur pasangan pelaksanaan bangunan yang menggunakan AS CA 47-69
blok beton berongga struktur pasangan blok beton berongga bertulang SAA Brickwork code (clay
bertulang untuk bangunan bricks and concrete bricks)
rumah dan gedung
644. Tata cara pemasangan panel SNI 03-3445-1994 Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel 12 ASTM E 72-80
beton ringan berserat. beton ringan berserat non struktural sesuai Standard methods of
perencanaan yang mengacu pada koordinasi conducting strength test of
modular. panels for building
construction
645. Tata cara perencanaan dan SNI 7392 : 2008 Standar Tata cara perencanaan dan 20 -
pelaksanaan bangunan pelaksanaan bangunan gedung dengan
gedung menggunakan menggunakan panel jaring kawat baja tiga
panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ini meliputi
dimensi ( PJKB-3D) las perencanaan struktur dan konstruksi serta
pabrikan pengawasan pelaksanaan di lapangan.
Standar ini digunakan untuk bangunan 2 lantai
dengan beban hidup 250 kg/m2.
Bila digunakan untuk bangunan lebih tinggi
dari dua lantai, maka kekuatan strukturnya
harus dihitung oleh perencana struktur dan
disetujui oleh pejabat yang berwenang.
23. Keselamatan/ kenyamanan bangunan
Metoda uji
646. Cara uji jalar api pada SNI 1739 : 2008 Standar ini memuat petunjuk pengujian jalar 14 JIS A 1321, 605, 1975
permukaan bahan api pada permukaan bahan yang meliputi Testing Method for
bangunan untuk peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, incombustibility of internal
pencegahan bahaya prosedur pengujian dan kriteria hasil uji. Pada finish material and
kebakaran pada standar ini tidak mencakup pengaturan procedure of buildings No.
bangunan rumah dan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna 604
gedung harus menetapkan tersendiri ketentuan
tentang keselamatan kerja tersebut.
647. Cara uji bakar bahan SNI 1740 : 2008 Standar ini memuat petunjuk pengujian bakar 13 JIS A.-1321-11994 Testing
bangunan untuk yang meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah Testing Method for
pencegahan bahaya benda uji, prosedur pengujian dan kriteria incombustibility of internal
kebakaran pada hasil uji Pada standar ini tidak mencakup finish material and
bangunan rumah dan pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi procedure of buildings No.
gedung pengguna harus menetapkan tersendiri 701
ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut.
648. Cara uji ketahanan api SNI 1741 : 2008 Standar ini menjelaskan cara uji untuk 15 JIS A 1304,1994, Methods
komponen struktur menentukan tingkat ketahanan api berbagai of fire resistance test for
bangunan untuk pencegahan komponen struktur bangunan. Dari data structural parts of buildings
bahaya kebakaran pada pengujian akan diperoleh penggolongan atas ISO 834-1:1999 Fire
bangunan rumah dan dasar jangka waktu dimana kinerja unsur- Resistance Tests-
gedung unsur yang diuji di bawah kondisi-kondisi ini Elements of Building
sesuai dengan kriteria. cosntruction
Standar ini tidak menjelaskan mengenai K3.
649. Metode pengujian cat SNI 03-6770-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan secara 9 ASTM D 1360-79
penghambat api kuantitatif sifat-sifat penghambat api pada bahan Standard Test Method for
lapisan cat atau sistem lapisan cat pada kayu Fire Retardancy pains
650. Metode pengujian sifat SNI 03-6771-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan sifat 10 BS 476 Part 5: 1979 Fire
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 70
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
penyalaan bahan bangunan nyala pada suatu permukaan rata, kaku maupun Test on Building Materials
semi kaku dari suatu bahan bangunan atau Structures part 5 Method
komposit yang diuji pada posisi tegak of Test for Ignitability
BS 4422 Glossary of terms
associated with fire
651. Metode pengujian proteksi SNI 03-7566-2002 Metode ini digunakan untuk melaksanakan 13 JIS 1311-1975 Method of
kebakaran terhadap pintu pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu fire protecting test of fire
kebakaran pada bangunan. kebakaran pada bangunan. door for building
Spesifikasi
652. Tata cara perencanaan dan SNI 03-3989-2000 Digunakan untuk memberikan persyaratan 87 FOC 1974, Rules for
pemasangan sistem minimum pada pemasangan springkler dalam Automatic Sprinkler
sprinkle otomatis untuk upaya pencegahan bahaya kebakaran pada Installation
pencegahan bahaya bangunan rumah dan gedung
kebakaran pada bangunan
gedung.
653. Tata cara perencanaan SNI 03-1746-2000 Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi 79 NFPA 101 : Life Safety
dan pemasangan sarana dalam upaya penyelamatan manusia dan Code, 1997 Edition
jalan keluar untuk meningkatkan keamanan terhadap bahaya
penyelamatan terhadap kebakaran.
bahaya kebakaran pada
bangunan gedung
654. Spesifikasi hidran SNI 03-6382-2000 Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan 19 ANSI, AWWA, ASTM, TT-
kebakaran tabung basah kelas hidran kebakaran tabung basah, untuk P, TT-V, MIL-C, MIL-V
dipasang pada jaringan sistem pelayanan air
minum di permukiman
655. Spesifikasi peralatan SNI 03-6383-2000 Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan- 10 AS 1668.1.91, Section 1
pengolah udara individual persyaratan peralatan pengolahan udara s/d 3 dan 5
sebagai sistem pengendalian individual sebagai sistem pengendalian asap
asap terzona dalam terzona di dalam bangunan gedung
bangunan gedung
656. Spesifikasi proteksi untuk SNI 03-6415-2000 Spesifikasi ini mencakup persyaratan proteksi 5 -
bukaan pada konstruksi tahan bukaan konstruksi tahan api yang dibuat untuk
api tempat penembusan sistem cerobong
657. Spesifikasi sistem SNI 03-6420-2000 Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan- 10 AS 1668.1-1991, Section 1
pengolahan udara di dapur persyaratan untuk jenis-jenis sistem pengolahan s/d 6 dan 8
dan ruang parkir sebagai udara
pengendali asap kebakaran
dalam bangunan
658. Instalasi pompa yang SNI 03-6570-2001 Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan 147 NFPA 20, Standar for the
dipasang tetap untuk proteksi instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi installation of stationary
kebakaran kebakaran pada bangunan gedung. Hal yang pumps for fire protection,
dipertimbangkan termasuk : 1999, edition
Pasokan air, pelepasan, dan peralatan pelengkap,
Pasokan daya, penggerak elektrik dan kontrol,
turbin uap penggerak dan kontrol, uji serah terima
dan pengoperasian standar ini tidak mencakup
kapasitas sistem pasokan air dan persyaratan
tekanan maupun persyaratan yang mencakup
pemeriksaan berkala, pengujian dan pemeliharaan
sistem pompa kebakaran.
659. Sistem pengendalian asap SNI 03-6571-2001  Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa 60 NFPA 92 A :
kebakaran pada bangunan dan perlindungan harta benda terhadap Recommended practise for
gedung bahaya kebakaran. Smoke Control System,
 Standar ini digunakan untuk perancangan, 200 edition
instalasi, pengujian, pengoperasian dan
pemeliharaan dari sistem pengolah udara
mekanik baru atau perbaikan yang juga
digunakan sebagai sistem pengendalian asap.
 Standar ini menetapkan kriterial minimal untuk
perancangan sistem pengendalian asap,
sehingga memungkinkan penghuni
menyelamatkan diri dengan aman dari dalam

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 71


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
bangunan, atau bila dikehendaki ke dalam
daerah aman di dalam bangunan;
 Tujuan dari standar ini sebagai pedoman dalam
menerapkan sistem yang menggunakan
perbedaan tekanan dan aliran udara untuk
menyempurnakan satu atau lebih.
660. Spesifikasi damper SNI 19-6718-2002 Spesifikasi ini memuat persyaratan bahan, 12 AS 1397, AS 1444, AS
kebakaran rancangan, pembuatan, kinerja pengujian dan 1449, AS 1530, AS 1562,
penandaan damper kebakaran yang dapat AS 1566, AS 1567, AS
berbentuk persegi atau bulat, sudu penutup 1682.2, AS 1851, AS
tunggal atau ganda dan mempunyai cara kerja 1890, BS 1042
engsel atau buka tutup tirai.
661. Spesifikasi umum sistem SNI 03-6767-2002 Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan umum 11
ventilasi mekanis dan sistem yang berlaku untuk semua sistem pengolahan
tata udara sebagai pengendali udara, termasuk sistem prakiraan tekanan udara
AS 1668
asap kebakaran dalam tidak termasuk unit individual yang memiliki laju
bangunan (damper kebakaran) aliran udara kurang dari 1000 liter/ detik dalam
semua ruang tertutup
662. Spesifikasi umum sistem SNI 03-6768-2002 Spesifikasi ini menjelaskan sasran dari 20
pengo-lahan udara sebagai pengendalian asap dan persyaratan umum sistem
-
pengendali asap kebakaran pengolahan udara yang dapat digunakan untuk
dalam bangunan pengendalian asap.
663. Spesifikasi sistem SNI 03-6769-2002 Spesifikasi ini mencakup persyaratan mengenai 17
pengolahan udara sentral sistem pengolahan udara sentral sebagai
AS 1668 The Use of
sebagai pengendali asap pengendali asap kebakaran dalam bangunan
mechanical ventilation for
kebakaran dalam bangunan gedung dan dilakukan dengan dua cara yaitu :
acceptable indoor air
Pengendalian asap cara pembersihan dan
quality
Pengendalian asap terzona.

664. Spesifikasi bahan bangunan SNI 03-7565-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai ketentuan teknis 64 JIS A 1321, 605, 1975
untuk pencegahan bahaya untuk pemilihan dan penggunaan bahan
kebakaran pada bangunan bangunan dalam upaya mengurangi resiko
rumah dan gedung terhadap bahaya kebakaran, serta memperkecil
resiko timbulnya kebakaran dan menyebarluasnya
api
665. Keselamatan pada SNI 03-7011-2004 Standar ini menetapkan kriteria untuk 243
bangunan meminimalkan bahaya kebakaran, ledakan, dan
Fasiltas pelayanan kelistrikan pada bangunan fasilitas yang
kesehatan memberikan pelayanan kesehatan untuk manusia.
Apendiks D mencakup prinsip perancangan dan
penggunaan elektrikal dan peralatan elektronik
NFPA 99
yang membangkitkan arus berfrekuensi tinggi
Health Care Facility, 2002
untuk pengobatan medik di rumah sakit, klinik,
Edition
fasilitas ambulatori, dan klinik gigi, baik yang tetap
atau bergerak (mobile). Standar ini memuat
persyaratan minimum untuk kinerja, pemeliharaan,
pengujian, dan tindakan yang aman untuk fasilitas,
bahan, peralatan, dan peranti, termasuk bahaya
lain yang terkait dengan bahaya prime.
666. Sistem manajemen asap SNI 03-7012-2004 Standar ini menetapkan metodologi untuk 103
di dalam mal atrium dan memperkirakan lokasi asap di dalam ruangan
ruangan bervolume besar bervolume besar, yang disebabkan oleh
kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam
suatu ruangan yang bersebelahan. Metodologi ini
meliputi dasar teknik untuk membantu NFPA 92B, Guide for
perancangan, pemasangan, pengujian, Smoke Management
pengoperasian, dan pemeliharaan dari sistem Systems in Malls, Atria and
manajemen asap yang baru atau pembaharuan Large Areas, 2000 edition
(retrofit) yang dipasang dalam bangunan yang
mempunyai ruangan bervolume besar untuk
manajemen asap di dalam ruangan yang terjadi
kebakaran atau antara ruangan yang tidak
dipisahkan oleh penghalang asap. Bangunan yang
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 72
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
termasuk di dalam lingkup standar ini adalah
atrium, mal tertutup, dan ruangan bervolume
besar yang sejenis (lihat SNI 03-6571-2001
Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada
Bangunan Gedung). Standar ini tidak ditujukan
untuk gudang, fasilitas manufaktur, atau ruangan
serupa lainnya. Standar ini tidak menetapkan
metodologi untuk menilai pengaruh asap terhadap
orang, harta milik ataupun kelangsungan usaha
atau proses.
667. Sistem proteksi petir pada SNI 03-7015-2004 Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem 110
bangunan proteksi petir yang berlaku secara umum pada
bangunan gedung dan peralatan yang ada di
dalamnya.
Tujuan standar ini adalah memberikan petunjuk
untuk perancangan, instalasi, pemeliharaan
sistem efektif untuk proteksi bangunan gedung
dan peralatan listrik terhadap petir dan inspeksi
sistem proteksi petir. IEC 6-1024-1
Standar ini tidak mencakup penerapan pada : Protection of structures
a) sistem rel kereta api; againts lighting-Part 1,
b) sistem transmisi, distribusi, dan General principles, IEC 6-
pembangkitan listrik di luar bangunan; 1312-1, Protection Against
c) sistem telekomunikasi di luar bangunan ; lighting-Part 1, General
dan principles
d) instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat IEC TR 6-1662,
udara, dan lepas pantai. Assessment of the risk of
Perlu diperhatikan bahwa sistem proteksi petir damage due to lihgtning.
tidak dapat mencegah terjadinya petir. Suatu
sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang
sesuai dengan standar ini, tidak dapat menjamin
proteksi terhadap bangunan gedung, manusia
atau obyek secara mutlak; namun demikian
penggunaan Standar ini akan mengurangi secara
nyata risiko kerusakan yang disebabkan petir
terhadap bangunan gedung yang diproteksinya.
Tata cara
668. Tata cara perencanaan akses SNI 03-1735-2000 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan 48 Fire Safety Bereau,
bangunan dan akses bangunan dan lingkungannya khususnya dalam Singapore Civil Defence
lingkungan untuk pencegahan hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran Force; Fire Precautions in
bahaya kebakaran pada meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap Buildings, 1997
bangunan rumah dan gedung. jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi
bangunan.
669. Tata cara perencanaan SNI 03-1736-2000 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan 50 Building Code of Australia
struktur bangunan untuk struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung
kebakaran pada bangunan
rumah dan gedung
670. Tata cara pemasangan SNI 03-1745-2000 Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam 56 NFPA 14 Standard for the
sistem tegak dan slang pemasangan sistem hidran untuk memberikan Instalation of Standpipe
untuk pencega-han bahaya persyaratan minimum pada pemasangan sistem and Hose System, 1996
kebakaran pada bangunan hidran dalam upaya pencegahan bahaya Fire Safety Bureau,
gedung. kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. Singapore Civil Defence
Force, Fire Precautions in
Building 1997.

671. Tata cara perencanaan dan SNI 03-3985-2000 Digunakan untuk memberikan persyaratan 169 NFPA-72E Standard on
pemasangan sistem- minimum pada pemasangan sistem deteksi dan Automatic Fire Detector,
deteksi kebakaran untuk alarm kebakaran sehingga bila terjadi kebakaran 1987
pencegahan bahaya dapat diketahui secara cepat dan tepat
kebakaran pada bangunan
gedung
672. Tata cara pencatatan SNI 19-6411-2000 Tata cara ini bertujuan untuk memberikan 8 OSHA Standard 29 CFR
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 73
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
pemeliharaan keselamatan dan petunjuk bagi pengelola fasilitas pengolah sampah 19190.20
kesehatan kerja pada fasilitas yang bertanggung jawab untuk membuat catatan ASTM E.1076-85 Standard
pengolahan sampah kondisi kesehatan dan keselamatan para pekerja Practise for Maintaining
Health and Safety Record
at Solid Waste Proccesing
Facilities.
673. Tata cara pemasangan SNI 03-6462-2000 Tata cara ini digunakan untuk menentukan 8 AS 1530, AS 1530.4, AS
damper kebakaran persyaratan pemasangan alat damper kebakaran 1668, AS 1668.1, AS
dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi 16882, AS 1682.1
damper kebakaran
674. Tata cara penanggulangan SNI 03-6464-2000 Tata cara ini mengatur prosedur yang 22 AS 3745-1995 Emergency
keadaan darurat untuk direkomendasikan untuk keselamatan manusia Control Organization and
bangunan atau penghuni saat terjadi keadaan darurat dalam Procedures for Buildings
bangunan gedung.
675. Tata cara perencanaan SNI 19-6470-2000 Tata cara ini mencakup tujuan, kriteria kinerja dan 7 AS 1668.1-1991 Section 8
sistem udara bertekanan ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan Air Perssuritation System
untuk sarana jalan keluar dalam sistem udara bertekanan untuk sarana jalan for Fire-Isolated Exits
kedap api keluar kedap udara
676. Tata cara perancangan SNI 03-2396-2001  Standar tata cara perancangan sistem 34 Natuurkundige Grondlagen
sistem pencahayaan alami pencahayaan alami pada bangunan gedung ini Voor Bouurvorrschrften,
pada bangunan gedung dimaksudkan sebagai pedoman bagi para 1951, Deel 11,
perancang dan pelaksana pembangunan Dagverlichting Van
gedung di dalam merancang sistem Woningen (NBG II 1951)
pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan
agar diperoleh sistem pencahayaan alami
siang hari yang sesuai dengan syarat
kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.
 Standar ini mencakup persyaratan minimal
sistem pencahayaan alami siang hari dalam
bangunan gedung.
677. Tata cara perancangan SNI 03-6572-2001  Standar “Tata cara perancangan sistem 59 ASHRAE Handbook :
sistem ventilasi dan ventilasi dan pengkondisian udara pada Fundamentals 1997
pengkondisian udara pada bangunan gedung” ini dimaksudkan sebagai
bangunan gedung pedoman minimal bagi semua pihak yang
terlibat dalam perancangan, pembangunan dan
pengelolaan gedung, dan bertujuan untuk
memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi
tamu dan penghuni yang berada maupun yang
menempati gedung tersebut.
 Standar ini diberlakukan terhadap kinerja
peralatan (equipment) dan komponen sesuai
kriteria penggunaan energi yang efektif untuk
instalasi baru dan penggantian peralatan dan
komponen sistem ventilasi dan pengkondisian
udara, tidak termasuk dalam standar ini
peralatan refrigerasi yang tidak dipakai untuk
ventilasi atau pengkondisian udara dalam
gedung.
678. Tata cara perancangan SNI 03-6573-2001  Standar Tata cara perancangan sistem 68 ASME 17.1 Safety Code
sistem transportasi vertikal transportasi dalam gedung (Lif) ini for Elevator and Escalator,
dalam gedung (lif) dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana, 1993 Revision Addenda,
pelaksana dan pengelola bangunan gedung 1995
dalam penggunaan Lif kelengkapan- Elevator World Inc. USA :
kelengkapannya. The Guide to elevatoring
 Standar ini mencakup persyaratan minimal edisi 1992.
sistem transportasi dalam gedung (Lif) untuk
dapat terwujudnya pemakaian Lif yang
nyaman, aman dan handalan.
679. Tata cara perancangan SNI 03-6574-2001  Standar pencahayaan darurat, tanda arah dan 25 NFPA 101, Life Safety
pencahayaan darurat, sistem peringatan bahaya pada bangunan Code, 1997 edition
tanda arah dan sistem gedung ini dimaksudkan sebagai standar

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 74


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
peringatan bahaya pada minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam
bangunan gedung perencanaan, pembangunan dan
pemeliharaan gedung.
 Dengan mengikuti standar ini diharapkan
diperoleh bangunan gedung yang memenuhi
syarat keamanan sesuai ketentuan yang
berlaku untuk bangunan.
680. Tata cara perancangan SNI 03-6575-2001  Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan 36 NEC, IES, IEC, Australian
sistem pencahayaan dimaksudkan untuk digunakan sebagai Standard
buatan pada bangunan pegangan bagi para perancang dan pelaksana
gedung pembangunan gedung di dalam merancang
sistem pencahayaan buatan dan sebagai
pegangan bagi para pemilik / pengelola
gedung di dalam mengoperasikan dan
memelihara sistem pencahayaan buatan.
 Agar diperoleh sistem pencahayaan buatan
yang sesuai dengan syarat kesehatan,
kenyamanan, dan memenuhi ketentuan yang
berlaku untuk bangunan gedung.
 Standar ini mencakup persyaratan minimal
sistem pencahayaan buatan dalam bangunan
gedung.
681. Tata cara perencanaan SNI 03-6652-2002 Standar ini menetapkan suatu tata cara 41 IEC 6-1024-1
proteksi bangunan dan perencanaan proteksi bangunan dan peralatan Protection of structures
peralatan terhadap instalasi SPP untuk bangunan gedung sampai against lighning-Part 1
sambaran petir ketinggian 60 m. Kasus berikut adalah di luar General principles
lingkup standar ini :
a. Sistem rel kereta api;
b. Sistem transmisi, distribusi, dan
pembangkit listrik di luar bangunan;
c. Sistem telekomunikasi di luar bangunan;
d. Instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat
udara, dan lepas pantai.
682. Tata Cara Perencanaan SNI 19-6772-2002 Tata cara ini memuat persyaratan yang harus 42 AS 4214.1-1995 Gaseous
Sistem Pemadam Api FM dipenuhi sistem pemadam api dengan bahan HFC Fire Extinguishing System
200 (Hfc-227ea) – 227 ea (FM-200) yang digunakan pada ruang
tertutup bangunan gedung dan berlaku untuk
sistem catu tunggal dan sistem catu terdistribusi.
24. Perumahan
Spesifikasi
683. Spesifikasi sumur resapan SNI 06-2459-2002 Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk digunakan 13 Design of Plumbing and
air hujan untuk lahan dalam memilih, bentuk, ukuran, bahan bangunan Drainage Systems, second
pekarangan dan konstruksi sumur resapan air hujan di lahan edition, penerbit Industrial
pekarangan. Press INC 200
684. Spesifikasi fasilitas tempat SNI 03-6968-2003 Spesifikasi ini mencakup uraian tentang bentuk 12 -
bermain di ruang terbuka dimensi, fungsi, struktur dan kriteria dan
lingkungan rumah susun komponen dan elemen fasilitas tempat bermain
sederhana diruang terbuka untuk rumah susun sederhana
campuran yang disediakan 5 lantai bagi anak usia
1 sampai 5 tahun dan usia 6 sampai 12 tahun,
pada lingkungan rumah susun sederhana yang
mempunyai KDB 50% dan KLB 1,25 atau dengan
kepadatan maksimum sama dengan 1,736
jiwa/Ha.
Tata cara
685. Tata cara perencanaan SNI 03-2406-1991 Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil 23 -
umum drainase perkotaan perencanaan drainase perkotaan yang dapat
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan
teknik perencanaan
686. Tata cara perencanaan SNI 03-1733-2004 Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu 50 -
lingkungan perumahan di lingkungan perumahan yang fungsional sekurang-
perkotaan kurangnya bagi masyarakat penghuni. (Tata Cara
Perencanaan Kawasan Perumahan Kota).
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 75
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
687. Tata cara perencanaan SNI 03-2453-2002 Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam 19 Design of Plumbing and
teknik sumur resapan air merencanakan teknik sumur resapan air hujan Drainage Systems, second
hujan untuk lahan serta persyaratannya, antara lain mengurangi edition, penerbit Industrial
pekarangan limpasan permukaan yang sangat berlebihan dan Press INC 200
sekaligus untuk menambah potensi air tanah
688. Tata cara perencanaan SNI 03-7013-2004 Tata cara ini memuat ketentuan–ketentuan 22 -
fasilitas lingkungan rumah tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan
susun sederhana rumah susun yang dibangun dilingkungan baru,
mempunyai KDB 50 %, KLB 1,25 atau kepadatan
maksimal 1.736 jiwa/Ha, pada lahan dengan
kemiringan sampai 5 % mencakup cara
pencapaian , tata letak pada lahan lingkungan dan
atau posisi pada lantai bangunan rumah susun.
(Pt-T-11-2000-C)
689. Tata cara perencanaan SNI 03-6981-2004 Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta 29 -
lingkungan perumahan ketentuan-ketentuan teknis secara minimal untuk
sederhana tidak bersusun pembangunan baru lingkungan perumahan
di daerah perkotaan. sederhana tidak bersusun, dengan batasan :
keimiringan tanah rata-rata 0-15 % kepadatan
120-444 jiwa/Ha. (Pt-T-12-2000-C)
25. Air bersih/ air minum
Metoda uji
690. Pengukuran aliran air SNI 2418.2:2009 Persyaratan pemasangan meter air minum ini 16
dalam saluran tertutup digunakan untuk menetapkan kriteria pemilihan
untuk meter air minum meter air tunggal, meter air kombinasi, dan meter
bagian 2: Persyaratan air konsentrik, peralatan penghubung,
pemasangan meter air pemasangan, persyaratan khusus dalam
minum pengoperasian awal meter air yang baru atau
(ISO 4064-2 : 2005, MOD) yang diperbaiki untuk menjamin ketepatan
pengukuran dan kehandalan pembacaan meter
air.
Persyaratan pemasangan meter air minum ini juga
digunakan untuk meter air yang dioperasikan
dengan prinsip elektrik/elektronik, meter air
ISO 4064-2 : 2005, MOD
dengan prinsip mekanikal yang dihubungkan
dengan peralatan elektronik, dan untuk meter air
dengan volume aktual. Hal ini berlaku juga bagi
meter air dengan peralatan elektronik tambahan.

CATATAN 1 Peralatan tambahan merupakan


pilihan.
Rekomendasi dari persyaratan pemasangan ini
digunakan tanpa tergantung dengan teknologi,
ditentukan sebagai pengintegrasian alat pengukur
yang secara kontinyu menentukan volume air
yang mengalir melalui peralatannya.
691. Pengukuran aliran air SNI 2418.3:2009 Bagian ketiga dari SNI ini memuat metode 74
dalam saluran tertutup pengujian dan hal-hal yang harus dilakukan dalam
untuk meter air minum – menentukan karakteristik utama dari meteran air
bagian 3: metode dan sesuai dengan SNI 2547-2008, Bagian 1:
peralatan pengujian meter Spesifikasi meter air minum.
air minum
(ISO 4064-3 : 2005, MOD) Standar ini dipergunakan untuk menguji meter air
minum, meter air kosentrik dan meter air
kombinasi yang dapat tahan pada tekanan kerja ISO 4064-3 : 2005, MOD
maksimum yang diijinkan (MAP) sampai
sekurang-kurangnya 1 MPa (10 bar) atau 0,6 MPa
(6 bar) untuk meter air ≥ DN 500 mm, dan tahan
sampai pada temperatur maksimum yang dijinkan
(MAT) 50º C.

Standar ini juga dapat dipakai untuk menguji


meteran air yang prinsip kerjanya berdasarkan
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 76
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
sistem elektronik atau listrik, dan meter air yang
bekerja berdasarkan prinsip mekanik yang
dilengkapi peralatan-peralatan listrik, yang
digunakan untuk mengukur debit aktual air minum.

Untuk meter-meter air yang mempunyai debit


persamaan kurang dari 160 m3/jam, agar bisa
memenuhi keterbatasan yang dimiliki suatu
laboratorium uji, ketentuan pengujian bisa
dilakukan perubahan untuk memodifikasi kondisi
referensi pada saat pengujian daya tahan dan
unjuk kerjanya.

692. Metode pengambilan SNI 05-2419-1991 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh 18 ISO 2859 – 1974
contoh meter air bersih meter air dengan ukuran 13 mm - 40 mm Keuring reglement
(ukuran 13 mm sampai sampling procedure and
dengan 40 mm) tables for inspection by
attributes
693. Metode pengujian diameter SNI 06-2548-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan diameter 15 ISO/DIS 4422/12,
luar pipa pvc untuk air pipa PVC menggunakan jangka sorong ISO 3126 E-74
minum dengan jangka Unplasticized poly vinyl
sorong chloride (uPVC) pipes and
fitting for water supply
694. Metode pengujian kekuatan SNI 06-2549-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan 12 ISO 1167 E, 1978
pipa pvc untuk air minum pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik Plastic pipes for the
terhadap tekanan transport of fluids
hidrostatik determination of the
resistance to external
presure
KIWA no.49
695. Metode pengujian SNI 06-2550-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan 20 ISO 3606 E-76
ketebalan dinding pipa pvc ketebalan dinding pipa PVC Unplasticized poly vinyl
untuk air minum chloride (uPVC) pipes and
fitting for water supply
696. Metode pengujian bentuk SNI 06-2551-1991 Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan 19 ISO/DIS specifications
dan sifat tampak pipa pvc sifat tampak pipa PVC untuk air minum 4422/12
untuk air minum Unplasticized poly vinyl
chloride (uPVC) pipes and
fitting for water supply
697. Metode pengambilan SNI 06-2552-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh 23 ISO 2859 – 1974
contoh uji pipa pvc untuk uji yang dapat mewakili Keuring reglement
air minum sampling procedurs and
tables for inspection by
attributes
698. Metode pengujian SNI 06-2553-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 19 ISO 2505
perubahan panjang pipa perubahan panjang pipa PVC dengan uji tungku Unplasticized PVC pipes
pvc untuk air minum determination of
dengan uji tungku longitudinal version liquid
bath immersion method
699. Metode pengujian SNI 06-2554-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan 22 ISO/DIS 7676 – 1983
ketahanan pipa pvc untuk ketahanan pipa PVC terhadap metilen klorida Unplasticized poly vinyl
air minum terhadap metilen chloride (uPVC) pipes and
khlorida fitting for water supply
700. Metode pengujian kadar SNI 06-2555-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar 21 ISO/DIS Specification
pvc pada pipa pvc untuk air PVC pada pipa PVC dengan THF 4422/12
minum dengan thf Unplasticized poly vinyl
chloride (uPVC) pipes and
fitting for water supply
701. Metode pengujian diameter SNI 06-2556-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan diameter 20 ISO 3126 E-74
luar pipa pvc untuk air luar rata-rata pipa PVC Plastic pipes measurement
minum dengan pita meter of dimension
702. Metode pengujian dimensi SNI 06-4821-1998 Metode ini membahas cara uji untuk menentukan 15 -
pipa polietilen (pe) untuk air diameter luar dan tebal dinding pipa PE
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 77
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
minum
703. Metode pengujian kinerja SNI 05-6437-2000 Metode ini digunakan untuk uji kinerja (termasuk 29
JIS B 8103
pompa dengan uji kavitasi) menggunakan model pompa prototip
Tersting Methods for
menggunakan model dan untuk penentuan klasifikasi pompa sentrifugal
Centrifugal Pumps, Mixed
berukuran besar, pompa aliran campur, pompa
Flow Pumps and Axial
aliran aksial kecuali pompa untuk pembangkit
Flow Pumps
tenaga.
704. Metode pengujian SNI 19-6449-2000 Metode ini digunakan untuk mengevaluasi 9 ASTM D 1129, ASTM D
koagulasi flokulasi dengan pengolahan dalam rangka mengurangi bahan- 1192, ASTM D 1193,
cara jar bahan terlarut, koloid dan yang tidak dapat ASTM D 1293, ASTM D
mengendap dalam air dengan memakai bahan 1889, ASTM D 3370
kimia dalam proses koagulasi flokulasi yang
dilanjutkan pengendapan secara gravitasi
705. Metode pengujian kinerja SNI 19-6777-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan mutu dari 13 -
unit paket instalasi Paket Unit Instalasi Penjernihan Air
penjernihan air kapasitas di
bawah 5 liter/ detik
706. Metode pengujian tekanan SNI 19-6778-2002 Cara pengujian ini pada sambungan fiting berulir 9 -
internal rendah dan pipa PE bertekanan dengan diameter nominal
sambungan mekanik pipa maksimal 63 mm dilaksanakan dua tahap yang
polietilena (pe) berbeda antara tekanan external dan internal 0,01
Mpa dan 0,08 Mpa minimal 1 jam tidak bocor.
707. Metode pengujian SNI 19-6779-2002 Metode ini mencakup : Menentukan perubahan 11 -
perubahan panjang pipa panjang dari pipa polietilena baik low density
polietilena (pe) (LDPE), medium density (MDPE), dan high
density (HDPE) dengan uji rendam maupun uji
oven dan menetapkan nilai maksimum perubahan
panjang untuk semua pipa polietilena.
708. Metode penentuan SNI 19-6780-2002 Metode ini mencakup : Cara pengujian 11 -
densitas referensi menentukan densitas referensi pipa PE serta
polietilena (pe) hitam dan sambungannya yang mengandung anti oksida
pe tidak berwarna pada atau stabiliser, juga dengan penambahan karbon
pipa pe dan sambungan hitam serta menentukan densitas nominal.
709. Metode pengujian SNI 19-6781-2002 Metode Pengujian ini mencakup tentang : 15 ISO 4059 - 1978 (E)
kehilangan tekanan pada Cara pengujian turunnya tekanan pada sistem Polyethylene (PE) Pipes-
sistem sambungan pengembangan pipa PE secara mekanik dan Pressure Drop in
mekanik pipa polietilena persyaratan kehilangan tekanan maksimum yang Mechanical Pipe Jointing
(pe) diperbolehkan pada sistem sambungan Pipa PE. Systems Method of Test
and Requirements
710. Metode pengujian SNI 19-6784-2002 Metode ini meliputi prosedur yang digunakan 13
koagulasi flokulasi dan untuk melaksanakan prakiraan tekanan dalam
filtrasi bertekanan rangkaian koagulasi flokulasi filtrasi air baku dan ASTM D 4188-82, ASTM
air limbah dalam pipa yang bertekanan, yang D. 1888, ASTM D 2035,
mengandung padatan terlarut relatif rendah (< ASTM D. 3370, ASTM
30mg/l), untuk setiap ukuran diameter filter lebih 4187, ASTM D.4189
besar dari 100 mm. Metode ini digunakan untuk ASTM D 1129
menentukan efektifitas flokulasi atau koagulasi, Terminologi Relating to
dan atau keduanya serta media filter dalam Water
memisahkan padatan terlarut dan koloid dari air
baku dan air limbah
Spesifikasi
711. Spesifikasi meter air SNI 2547:2008 Spesifikasi ini menetapkan istilah, karakteristik 22
teknis, karakteristik metrologis dan
persyaratan kehilangan tekanan untuk meter
air minum. Spesifikasi ini berlaku bagi meter ISO 4064 – 1978
air dengan tekanan kerja maksimum yang Measurement of water folw
dapat diterima (MAP) 
1 MPa (0,6 MPa
in cloced conduits meters
for cold potable water part
untuk meter air yang menggunakan pipa
III : test methods and
diameter nominal, DN  500 mm) dan equipment
temperatur maksimum yang dapat diterima
MAT 50 C. Spesifikasi ini juga berlaku untuk
0

meter air, tanpa bergantung teknologi,


Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 78
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
digambarkan sebagai integrasi instrumen
pengukur secara kontinu menentukan volume
air mengalir melalui meter air.
712. Spesifikasi sumur gali SNI 03-2916-1992 Spesifikasi ini bertujuan memberikan persyaratan 15
untuk sumber air bersih teknis sumur gali sebagai sumber air baku untuk
air bersih yang terlindung dari pencemaran
713. Spesifikasi instalasi air SNI 03-2917-1992 Spesifikasi ini bertujuan untuk men- dapatkan 15 -
minum tipe cikapayang 5 instalasi air bersih dengan kapasitas 5 Liter/ detik
714. Spesifikasi cincin karet SNI 06-4828-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis 10 -
sambungan pipa air minum, tentang bentuk dasar, ukuran, bahan dan
air limbah dan air hujan kekuatan
715. Spesifikasi pipa polietilen SNI 06-4829-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis 12 ISO/TC 138/SC 2
(pe) dan sambungannya tentang bahan, ukuran, kekuatan hidrostatik, Polyethylene (PE) pipes
untuk air minum perubahan panjang dan densitas for water supply
specification
716. Spesifikasi poli-aluminium SNI 06-3822.1-2000 Spesifikasi ini menjelaskan polialumunium klorida 32 JIS K.1475-1978
khlo-rida cair untuk cair untuk pengelolaan air beserta cara pengujian
pengolahan air yang berkaitan
717. Spesifikasi soda abu SNI 06-6396-2000 Standar ini meliputi penggunaan soda abu untuk 8 ANSI/AWWA B 201-
untuk pengolahan air pengolahan air dalam penyediaan air bersih dan 80.AAWA Standard for
bersih air industri ini mencakup persyaratan umum, Soda Ash
spesifikasi bahan, pengambilan contoh,
pengemasan, pengiriman dan penandaan serta
pengujian
718. Spesifikasi flensa pipa baja SNI 07-6404-2000 Spesifikasi ini mencakup dua tipe flensa yang 15 ANSI/AWA C:207-86 Steel
untuk penyediaan air bersih dapat digunakan saling tukar bila dimensi yang pipe Flens for Water Work
ukuran (110-366) mm digunakan sesuai standar yang ditentukan Services Size 4 in Through
114 in
719. Spesifikasi pipa pvc SNI 03-6419-2000 Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm 11 AWWA C 900-91 Polyvinil
bertekanan berdiameter sampai 315 mm untuk air bersih, yang dibuat Chlorida (PVC) Presure
110-315 mm untuk air sesuai dengan ketentuan pada SNI yang berlaku. Pipe, 4 in. Through 12 in,
bersih for Water
720. Sistem plambing SNI 03-6481-2000 Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem 123 National plumbing Code
plambing yang baru dan bagian dari padanya (NPC).
yang dipasang setelah standar ini dinyatakan ICC, BOCA, ICBO, SBCCI
efektif berlaku. : INTERNATIONAL
PLUMBING CODE, 2000

721. Tata cara perencanaan SNI 03-7065-2005 Standar Nasional Indonesia (SNI) ini mencakup: -
sistem plambing 1. sistem plambing yang baru untuk air minum,
air buangan, ven dan air hujan pada gedung
sampai dengan pipa persil;
2. sistem plambing yang baru direncanakan
untuk perubahan atau penambahan
terhadap sistem plambing pada gedung
yang sudah dibangun sebelum SNI ini
diberlakukan.
722. Spesifikasi pipa baja SNI 03-6719-2002 Spesifikasi ini berlaku untuk pipa pembuangan air, 27 AASHTO. M 36/M 90,
bergelombang dengan lapis drainase bawah tanah, gorong-gorong dan bukan Standard Specification for
pelindung logam untuk untuk pipa air limbah rumah tangga atau Corrugated Steel Pipe,
pembuangan air dan pembuangan limbah industri; lembaran baja yang Metallic-Coated for Sewer
drainase bawah tanah digunakan dalam pembuatan pipa memiliki lapis and Drains
pelindung seng galvanis, aluminium atau
campuran logam seng-alumunium. Spesifikasi ini
tidaktermasuk ketentuan untuk dudukan pipa,
timbunan kembali atau hubungan antara beban
timbunan dan tebal lembaran pipa baja.
723. Spesifikasi unit paket SNI 6773 : 2008 Standar ini menetapkan mengenai komponen, 17 -
instalasi pengolahan air ukuran, bahan, peralatan, struktur dan kinerja
dari paket unit instalasi pengolahan air minum
untuk kapasitas maksimum 50 l/det.
724. Spesifikasi desinfeksi SNI 19-6783-2002 Standar ini meliputi prosedur untuk desinfeksi pipa 15 AWWA B 300
perpipaan air bersih PVC yang baru dan yang perlu diperbaiki. Semua Standard for hypochlorifes
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 79
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
perpipaan baru harus didesinfeksi sebelum
dipasang.
725. Spesifikasi pipa resin SNI 03-6785-2002 Spesifikasi ini meliputi pembuatan dan pengujian 62 ASTM D 2992
termoseting bertekanan pipa resin termoseting bertekanan berpenguat Obtaining Hydrostatic
berpenguat fiber-glass fiberglass (RTRP) diameter 1 inch (25 mm) Design Basis for
sampai 144 inch (3700 mm), pipa adukan plastik Reinforced Thermosetting
berpenguat fiberglass (RPMP) dan sistem Resin Pipe and Fittings.
penyambungannya untuk penggunaan dalam ASTMD3567 Standard
jaringan air baik di atas maupun di bawah Method of determining
permukaan tanah. Dimensions of Reinforced
Thermosetting Resin Pipe
and Fittings.

726. Spesifikasi simbol gambar SNI 19-6786-2002 Spesifikasi ini menetapkan simbol-simbol gambar 10 ISO 128,
sistem penyediaan air dan untuk saluran-saluran perpipaan dan parit Technical drawings-
sistem drainase di dalam termasuk simbol-simbol bagian dan peralatan General Principles of
tanah yang dibuat dipabrik untuk dipergunakan pada presentation.
gambar dan perencanaan sistem penyediaan air
dan sistem drainase. Untuk suatu gambar yang
lebih detail, simbol-simbol dasar ini dapat
dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang
disyaratkan dalam satu sistem simbol-simbol yang
lebih rinci pada penggambaran atau pada
penjelasan yang diuraikan secara terpisah simbol-
simbol digambarkan pada potongan-potongan
galian dan elevasi.
Tata cara
727. Perencanaan instalasi SNI 3981 : 2008 Standar ini memuat persyaratan umum, 15 -
saringan pasir lambat persyaratan teknis, dan perencanaan instalasi
saringan pasir lambat sebagai pegangan bagi
penyelenggara pembangunan untuk mengolah
air baku dengan kekeruhan ≤50 mg/Liter SiO2
menjadi air minum.
728. Tata cara pengoperasian SNI 03-3982-1995 Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama 15 -
dan perawatan instalasi Sedang direvisi masa operasi saringan yang optimum, kuantitas
saringan pasir lambat dan kualitas air olahan sesuai perencanaan

Judul direvisi menjadi :


Tata cara pengoperasian Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama
dan perawatan instalasi masa operasi saringan yang optimum, kuantitas
saringan pasir lambat dan kualitas air olahan sesuai perencanaan
729. Tata cara commissioning SNI 0004:2008 Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, 31 -
instalasi pengolahan air persyaratan yang berlaku untuk semua
kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) baik
untuk unit paket maupun konstruksi beton dan
cara pengerjaan.
Commissioning IPA merupakan uji coba
terhadap kinerja masing-masing unit dan
terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air
baku sampai menjadi air minum yang
dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan.
730. Tata cara pengelasan pipa SNI 03-6405-2000 Tata cara ini memuat pengelasan di lapangan 11 AWWA C 206-82
baja untuk air di lapangan secara manual, semi otomatik dan otomatik Field Welding of Steel
dengan proses pengelasan busur logam pada Water Pipe, AISI, ASTM
pipa baja yang dibuat di pabrik A.283, AWS A2.4, AWS
A3.0, AWS D1.1, AWWA
C200, AWWA manual M11
731. Tata cara pengambilan SNI 05-6375-2000 Tata cara ini mencakup tentang peralatan dan 24 ASTM D 1066
contoh air dari saluran cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup ASTM D 3370-95a
tertutup seperti aliran pada stasiun pembangkit, untuk Sampling Water from
analisis kimia, fisika, mikrobiologi dan radiology. Closed Conduits
732. Tata cara pelapisan SNI 07-6398-2000 Standar ini mencakup bahan dan persyaratan 17 SSPC PA 2
epoksi cair untuk bagian pelaksanaan pada sisitem pelapisan epoksi cair, Method for Measurement
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 80
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
dalam dan luar pada hal ini sesuai untuk digunakan pada air bersih dan of Dry paint Thickness with
perpipaan air dari baja akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada magnetic Gages, AWWA C
bagian dalam dan luar pada pipa baja, bagian 203, AWWA C 209
khusus, sambungan las, dan sambungan yang
dipasang di bawah tanah atau atau terendam air,
pada kondisi konstruksi normal. Sistem Pelapisan
ini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk
dan terpasang. Sistem pelapisan terdiri dari satu
lapisan dasar berupa dua lapisan epoksi, dan satu
atau lebih lapisan penutup berupa dua lapis
epoksi. Lapisan penutup ini dapat menggunakan
ter batu bara sebagai pelapis epoksi, atau
menggunakan pelapis epoksi yang tidak
mengandung ter batu bara, tetapi memenuhi
persyaratan standar ini. Sistem pelapisan dapat
terdiri dari dua atau lebih lapisan epoksi yang
sama tanpa menggunakan lapisan daasar. Sisitem
pelapisam harus disesuai kan dengan persyaratan
kinerja dalam standar ini. Sistem pelapisan dapat
dilakukan di pabrik atau di lapangan, sedangkan
untuk pengelasan sambungan dan kerusakan
permukaan dilakukan di lapangan. Sistem
pelapisan ini pada umumnya dilakukan untuk
perpipaan air bersih
733. Tata cara perencanaan SNI 6774 : 2008 Standar ini mencakup ketentuan-ketentuan 27 -
unit paket instalasi mengenai kriteria perencanaan, air baku,
pengolahan air kapasitas instalasi, unit operasi, struktur dan
bahan serta cara pengerjaan dalam
merencanakan unit paket instalasi pengolahan
air agar diperoleh unit IPA yang optimal
dengan kapasitas maksimum 50 L/detik.
734. Tata cara pengoperasian SNI 6775 : 2008 Standar ini mencakup cara pengoperasian, 24 -
dan pemeliharaan unit pemeliharaan, teknisi, bahan dan peralatan.
paket instalasi pengolahan
air
735. Tata cara pengawasan SNI 19-6776-2002 Tata cara ini digunakan untuk pengawasan 27 -
pemasan-gan unit paket pelaksanaan pemasangan unit Instalasi
instalasi penjernihan air Penjernihan Air yang sesuai dengan perencanaan
736. Tata cara pemasangan SNI 19-6782-2002 Tata cara ini mencakup cara pemasangan 25 AWWA C600-82 :
perpipaan besi daktil dan perpipaan besi daktail dan perlengkapannya untuk Instalation of Duetile-Iron
perlengkapannya pelayanan air bersih. Water mains and Their
Appurtenances

26. Persampahan
Metoda uji
737. Metode pengambilan dan SNI 19-3964-1994 Metode ini digunaknan untuk mendapatkan 15
pengukuran contoh besaran timbulan sampah yang digunakan untuk
timbulan dan komposisi perencanaan dan pengelolaan sampah
sampah perkotaan
Spesifikasi
738. Spesifikasi timbulan SNI 19-3983-1995 Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan kriteria 6 -
sampah untuk kota kecil perencanaan persampahan untuk kota sedang
dan sedang di indonesia dan kota kecil di Indonesia.
739. Spesifikasi komposter SNI 19-7029-2004 Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, 11 -
rumah tangga individual persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran dan
dan komunal bahan komposter rumah tangga individual untuk
melayani 1 keluarga antara 5 samapi dengan 7
jiwa dan komunal untuk melayani 10 KK atau
antara 50 – 70 jiwa. (RSNI S-01-2002)
740. Spesifikasi kompos dari SNI 19-7030-2004 Spesifikasi ini memuat persyaratan kandungan 8 CAN/BNQ 0413-200
sampah organik domestik kimia, fisik dan bakteri yang harus dicapai dari A National Canadian
hasil olahan sampah organic domestic menjadi Standar for the composting
kompos. (RSNI S-02-2002) industry, EPA Regulation
Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 81
Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
Jumlah Standar Asing
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Hal yang terkait
503, British Colombia
Regulation 334/93, AAFC
Tata cara
741. Tata cara pemilihan lokasi SNI 03-3241-1994 Tata cara ini digunakan untuk menentukan lokasi 19 -
tempat pembuangan akhir tempat pembuangan akhir sampah
sampah
742. Pengelolaan sampah di SNI 3242 : 2008 Standar ini memuat persyaratan dan 29 -
permukiman pengelolaan sampah permukiman di perkotaan
untuk jenis sampah domestik non B3 dan B3
dengan menerapkan 3R mulai dari kegiatan di
sumber sampai dengan TPS .
743. Tata cara teknik operasional SNI 19-2454-2002 Tata cara ini digunakan untuk memperoleh sistem 31 -
pengelolaan teknik sampah pengelolaan sampah di daerah perkotaan.
perkotaan
27. Sanitasi
Metoda uji
744. Metode pengujian kinerja SNI 19-6447-2000 Metode ini digunakan untuk memisahkan benda 13 JIS B 7512
pengolah lumpur aktif tersuspensi dan benda terlarut yang sukar Steel Tape measures
mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang
yang mudah mengendap, dengan pencampuran
air buangan dan lumpur aktif yang merupakan
agregat mikro organik aerobik melalui absorpsi
biokimia, oksidasi atau asimilasi.
Spesifikasi
745. Spesifikasi pipa beton SNI 03-6368-2000 Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak 11 ASTM C 33, ASTM C 150,
untuk saluran air limbah, bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah ASTM C 309, ASTM C
saluran air hujan dan tangga, limbah industri, air hujan dan untuk 443, ASTM C 497, ASTM
gorong-gorong gorong-gorong C 618, ASTM C 822
746. Spesifikasi dan tata cara SNI 03-6379-2000 Spesifikasi ini mengatur mengenai bahan dan 10 IPC. Chapter 10. “Trap” ,
pemasangan perangkap pemasangan dari unit perangkap, pencegat dan ASSE 1018, ASSE 1014,
bau pemisah. PDI - 81
747. Spesifikasi saluran air huijan SNI 03-6966-2003 Spesifikais ini memuat mengenai bentuk dan 11 -
pracetak berlubang untuk ukuran, bahan serta konstruksi saluran air hujan
lingkungan permukiman pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman
Tata cara
748. Tata cara perencanaan SNI 03-2398-2002 Tata cara ini memuat istilah dan definisi, 16 -
tangki septik dengan sistem Sedang direvisi persyaratan tangki septik dan sistem resapan
resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah
tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah
pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala
Keluarga sama dengan 5 jiwa)
749. Tata cara perencanaan SNI 03-2399-2002 Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, 14 -
bangunan mck umum persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan
MCK yang terletak di lokasi permukiman padat,
dengan beban pemakai maksimum 200 orang.
MCK umum dapat merupakan satu kesatuan
bangunan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci
dan kakus.
750. Tata cara pengambilan SNI 19-6409-2000 Tata cara ini mencakup beberapa metode untuk 11 ASTM D 5283
contoh limbah tanpa pengambilan contoh limbah dari truk, khusus Practise for
pemadatan dari truk untuk pengambilan contoh limbah tanpa Decontamination of Field
pemadatan dari tumpukan limbah menggunakan Equipment Used at
beberapa macam peralatan pengambilan contoh Nonradioactive Waste
Sites
751. Tata cara penimbunan tanah SNI 19-6410-2000 Tata cara ini mencakup bidang perencanaan dan 21 IPSDC 1995 chapter 9
untuk bidang resapan pada pelaksanaan sistem penimbunan tanah untuk
pengolahan air limbah rt. bidang resapan pada pengolahan air limbah
rumah tangga
752. Tata cara evaluasi lapangan SNI 19-6466-2000 Tata Cara ini mengatur tentang cara evaluasi 17 IPSDC 1995 chapter 9
untuk sistem peresapan lapangan untuk sistem peresapan pembuangan
pembuangan air limbah rt. limbah air rumah tangga .

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang 82


Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya
(fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di
www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup