Anda di halaman 1dari 18

BAGIAN ANATOMI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN

PROSTAT

OLEH :
ASRI AHRAM EFENDY

PEMBIMBING :
dr. J. I. LISAL

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS STASE PPDS I BAGIAN BEDAH


PADA BAGIAN ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2006
PROSTAT

Prostat merupakan organ kelenjar dari sistem reproduksi pria. Merupakan kelenjar

yang terdiri atas jaringan kelenjar dinding uretra yang mulai menonjol pada masa

pubertas. Secara anatomi, prostat berhubungan erat dengan vesica urinaria, urethra,

ureter, vas deferens dan vesica seminalis. Prostat terletak diatas diafragma panggul dan

dapat diraba pada pemeriksaan colok dubur.

2
Fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan untuk semen, yang

mengandung ion sitrat, kalsium, ion fosfat, enzim pembeku dan profibrinolisin. Cairan

ini dialirkan melalui duktus sekretorius dan bermuara di urethra posterior untuk

kemudian dikeluarkan bersama cairan semen lain pada saat ejakulasi. Volume cairan

prostat merupakan ± 25% dari seluruh volume ejakulat.

MORFOLOGI DAN LOKALISASI

Berat prostat normal orang dewasa berkisar antara 18 – 20 gram. Pada anak-anak

beratnya sekitar 8 gram. Pada keadaan dimana terjadi pembesaran kelenjar prostat

beratnya bisa mencapai 40 – 150 gram dan umumnya pada usia diatas 50 tahun.

3
Ukuran prostat normal adalah tinggi 3 cm yang merupakan diameter vertikal,

lebar 4 cm pada dasar transversal dan lebar anteroposterior 2,5 cm, dan dilewati oleh

urethra pars prostatica.

Prostat merupakan glandula fibromuskular yang mempunyai bentuk seperti

piramid terbalik dengan basis (basis prostatae) menghadap ke arah collum vesicae. Basis

prostat melanjutkan diri sebagai collum vesica urinaria, otot polos berjalan tanpa terputus

dari satu organ ke organ lain. Urethra masuk bagian tengah dari basis prostat..

Apex (apex prostatae) menghadap ke arah difragma urogenitale. Urethra

meninggalkan prostat tepat diatas apex permukaan anterior.

Facies anterior berbentuk konveks, facies posterior berbentuk agak konkaf dan

dan dua buah facies infero-lateralis. Facies anterior berada 2,5 cm disebelah dorsal facies

posterior symphysis osseum pubis. Celah yang terbentuk ini terisi oleh jaringan lemak

ekstraperitoneal yang terdapat pada cavum retropubica (cavum retzii) dan ligamentum

puboprostaticum. Ligamentum Puboprostaticum menghubungkan selubung fibrosa

4
prostat dengan facies posterior os pubis. Ligamentum ini terletak pada pinggir garis

tengah dan merupakan kondensasi fascia pelvis.

Facies posterior prostat menghadap ke arah rectum, berhubungan erat dengan

permukaan anterior ampulla recti dan dipisahkan oleh septum rectovesicalis (fascia /

ligamentum Denonvilliers). Septum ini dibentuk pada masa janin oleh fusi dinding ujung

bawah excavatio rectovesicalis peritonealis, yang semula menyebar ke bawah menuju

corpus perinealis.

Facies infero-lateralis difiksasi oleh serabut-serabut anterior m. pubocoocygeus

(m. levator ani) pada saat serabut berjalan ke posterior dari os pubis. Ductus ejaculatorius

menembus bagian atas facies posterior prostat untuk bermuara pada urethra pars

prostatica pada pinggir lateral orificium utriculus prostaticus.

Prostat dikelilingi oleh capsula prostatica yakni jaringan ikat pada permukaan

prostat. Diluar capsula terdapat terdapat fascia prostatica, yang membungkus capsula

prostatica, merupakan bagian dari lapisan viseral fascia pelvis, yang ke arah caudal

melanjutkan diri menjadi fascia diaphragmatis urogenitalis superior dan difiksasi pada

symphysis osseum pubis oleh ligamentum puboprostaticum mediale (ligamentum

pubovesicale). Selain difiksasi oleh ligamentum puboprostaticum mediale yang

mengandung m. puboprostaticus, juga difiksasi oleh ligamentum puboprostaticum

laterale pada arcus tendineus fascia pelvis.

Pada sisi lateral prostat, diantara fascia prostatica dan capsula prostatica terdapat

plexus venosus prostaticus. Plexus venosus prostaticus menerima vena dorsalis penis,

meneruskan aliran darah venous kepada plexus venosus vesicalis dan selanjutnya

bermuara ke dalam vena iliaca interna.

5
Urethra berjalan vertical menembus bagian anterior prostat. Basis prostat

mempunyai hubungan erat dengan collum vesicae, kecuali di bagian lateral. Celah yang

terbentuk diantaranya terisi oleh plexus venosus vesicoprostaticus dan ductus

ejaculatorius.

STRUKTUR DAN ZONA ANATOMI

Prostat terdiri atas kelenjar (50%) dan jaringan ikat fibromuscular (25% myofibril

otot polos dan 25% jaringan ikat). Jaringan fibromuscular ini tertanam mengelilingi

prostat dan berkontrasi selama proses ejakulasi untuk mengeluarkan sekresi prostat ke

dalam urethra. Kelenjar prostat adalah modifikasi bagian dinding urethra.

Ujung urethra terproyeksi ke bagian dalam garis tengah posterior, berjalan

sepanjang urethra prostatika dan berakhir spinkter striata. Pada bagian ujung yang lain,

6
sebuah celah terbentuk (sinus prostaticus), dimana seluruh kelenjar mengalir kesitu (Mc.

Neal, 1972). Pada bagian pertengahan, urethra melengkung kira-kira 35o kearah anterior

(lengkungan ini dapat bervariasi antara 0 – 90o). Sudut yang terbentuk dari lengkungan

ini membagi urethra prostatika secara anatomi dan fungsional menjadi bagian proksimal

(preprostat) dan distal (prostat) (Mc. Neal 1977, 1988). Pada bagian proximal, otot polos

sirkuler menebal untuk membentuk spinkter urethra internum.

Pada lengkungan urethra, seluruh bagian utama kelenjar prostat terbuka sampai ke

urethra prostatika. Ujung urethra melebar dan menonjol dari dinding posterior disebut

verumontanum. Celah orificium kecil dari utrikulum prostat ditemukan pada bagian apex

dari verumontanum dan terlihat melelui sistoskopi. Utrikulum panjangnya 6 mm sisa

mullerian terbentuk dari kantong kecil yang terproyeksi ke atas dan bawah prostat.

Pada pria dengan kelamin ganda, bisa terbentuk suatu divertikulum panjang yang

menonjol pada bagian posterior prostat. Pada bagian lain dari orificium utrikula, 2

pembukaan kecil pada duktus ejakulatorius bisa terlihat. Duktus ejakulatorius terbentuk

dari persambungan vas deferens dengan vesikula seminalis dan masuk ke basis prostat

yang bergabung dengan vesica urinaria.

Secara umum kelenjar prostat berbentuk tubuloalveolar dengan sedikit

percabangan dan sejajar dengan epitel kuboid atau kolumner. Penyebaran sel

neuroendokrin, yang fungsinya tidak diketahui, ditemukan diantara sel sekretorius.

Dibawah sel epitel, sel basal terletak sejajar setiap asinus dan akan menjadi stem

sel untuk epitel sekretorius. Setiap asinus terlindungi oleh otot polos yang tipis dan

jaringan ikat.

7
Jaringan kelenjar membentuk tiga buah gugusan konsentris, dibedakan oleh lokasi

duktus masing-masing ke dalam urethra, perbedaan lesi patologinya dan pada beberapa

kasus berdasarkan embryologinya, yaitu :

Gugusan mucosal (zone transisional)

Sekitar 5% dari volume prostat, yang terletak paling profunda dengan saluran

keluarnya yang bermuara ke dalam urethra disebelah cranial dari colliculus seminalis.

Benign Prostat Hypertrophy (BPH) umumnya muncul dari zone ini. BPH awalnya

merupakan mikronodul kemudian berkembang membentuk makronodul disekitar tepi

inferior dari urethra preprostatik tepat diatas verumontanum. Makronodul ini selanjutnya

menekan jaringan normal sekitarnya pada posteroinferior zone perifer dengan

membentuk kapsul palsu disekitar jaringan hyperplasia.

Perkembangan zone transisi ini menghasilkan gambaran lobus pada sisi atas

urethra, Lobus ini pada saatnya akan menekan urethra pars prostatic dan preprostatik

untuk menimbulkan gejala. . Sekitar 20% dari adenocarsinoma terjadi pada zone ini.

Gugusan submucosal (zone sentral)

8
Terletak terletak dibagian intermedia, saluran keluarnya bermuara kedalam urethra

setinggi colliculus seminalis. Duktus zone central timbul secara sirkumferensial

disekeliling pembukaan duktus ejakulatorius. Zone ini mengandung 25% dari volume

prostat dan membentuk kerucut disekeliling duktus ejakulatorius pada bagian dasar

vesica urinaria.

Zone ini memiliki karakteristik secara struktural dan imunohistokimia yang

berbeda dari bagian prostat yang lain, dan diduga berasal dari sistem duktus Wolffian

(umumnya mirip dengan epididimis, vas deferens dan vesica seminalis) dimana bagian

prostat yang lain berasal dari sinus urogenital. Berdasarkan hal tersebut zone sentral

jarang terkena penyakit, hanya 1 – 5% adenokarsinoma yang timbul pada lokasi ini

sekalipun terinfiltrasi oleh sel kanker dari zone yang berdekatan.

Gugusan utama (glandula prostatica propria / zone perifer)

9
Bentuk besar sekitar 70% dari volume prostat dan membungkus kedua gugusan

lainnya, kecuali bagian depan, dihubungkan satu sama lain oleh isthmus prostat (serabut

otot polos) yang tidak bersifat kelenjar. Gugusan ini mempunyai saluran keluar yang

bermuara ke dalam sinus prostaticus sepanjang tempat masuk urethra pars prostatika

(post spinkter). Sekitar 70% kanker prostat timbul pada zone ini dan umumnya

disebabkan oleh prostatitis kronik.

Lebih dari 1/3 massa prostat mengandung stroma fibromuskular anterior

nonglandular. Bagian ini normalnya terbentang antara collum vesica urinaria sampai

spinkter striata, meskipun kemungkinan bagian ini dapat digantikan oleh jaringan

kelenjar pada pembesaran adenomatosa prostat. Bagian ini juga secara langsung

bersambung dengan capsul prostat, fascia visceral anterior dan bagian anterior spinkter

preprostatik yang terdiri dari elastin, kolagen dan otot polos, yang jarang diinvasi oleh

karsinoma.

Prostat terbagi dalam beberapa lobus. Secara klinis prostat membentuk tiga buah

lobus, yaitu dua buah lobus lateralis dan sebuah lobus medius. Kedua lobus lateralis

dibagi oleh sulcus sentralis yang dapat dipalpasi pada pemeriksaan colok dubur dan

dihubungkan satu sama lain disebelah ventral urethra oleh isthmus prostatae, yang tidak

tampak dari luar. Lobus lateralis merupakan pembentuk massa prostat yang utama.

10
Lobus medius, merupakan bagian yang berbentuk kerucut dari prostat dan terletak

antara kedua ductus ejaculatorius dan urethra. Mempunyai ukuran ukuran yang

bervariasi, terletak menonjol ke dalam urethra pars cranialis pada permukaan posterior,

dan menyebabkan terbentuknya uvula vesicae. Hypertrophi lobus medius dapat

menghalangi pengeluaran urine.

Pembagian lobus ini tidak mempunyai hubungan dengan struktur histologik pada

prostat normal, tetapi umumnya berhubungan dengan pembesaran patologik dari zone

transisional bagian lateral dan kelenjar periurethral pada bagian sentral.

VASKULARISASI DAN ALIRAN LYMPHE

Arteri

Ramus prostaticus dipercabangkan oleh arteria vesicalis inferior. Prostat

seringkali juga mendapatkan suplai darah darah dari percabangan arteria rectalis superior.

Apabila ada arteria rectalis media maka ada percabangannya yang mensuplai prostat.

11
Ramus prostaticus memasuki prostat sepanjang garis posterolateral pada

hubungan antara prostat dengan bagian bawah vesica urinaria sampai ke apex prostat.

Ketika akan memasuki prostat arteri vesicalis inferior terbagi dalam dua cabang utama.

Arteri-arteri ini mendekati collum vesica urinaria pada posisi antara jam 1

sampai jam 5 dan posisi jam 7 sampai jam 11, dengan cabang paling besar pada bagian

posterior. Selanjutnya memutar kearah caudal sejajar dengan urethra, untuk mensuplai

urethra, kelenjar periurethral dan zone transisional. Begitupun pada pembesaran prostat

yang jinak, arteri ini yang terutama menyediakan suplai darah untuk adenoma.

Pada saat prostat direseksi atau dienukleasi, perdarahan yang paling penting

biasanya ditemukan pada collum vesica urinaria, terutama pada posisi antara jam 4 dan

jam 8.

Arteri capsular merupakan cabang utama yang kedua dari arteri prostat. Arteri ini

memiliki beberapa cabang kecil yang berjalan pada bagian anterior untuk

mempercabangkan ke dalam capsula prostat. Bagian terbesar dari arteri ini berjalan

posterolateral ke prostat dengan nervus cavernosus (serabut neurovaskuler) dan berakhir

pada diafragma pelvis. Cabang capsular menembus prostat pada sudut 90o dan mengikuti

reticular band dari stroma untuk mensuplai jaringan kelenjar.

Vena

12
Pembuluh vena berjalan memasuki plexus venosus prostaticus disekitar sisi

anterolateral prostat, sebelah posterior ligamentum arcauata pubic dan bagian bawah dari

symphisis pubis, sebelah anterior dari vesica urinaria dan prostat.

Aliran utama berasal dari vena dorsalis penis profunda. Plexus juga menerima

ramus anterior vesicalis (plexus venosus vesicalis) dan prostatic (yang menghubungkan

dengan plexus vesicalis dan vena pudenda interna) dan mengalirkan / bermuara kedalam

vena vesicalis dan vena iliaca interna.

13
Lymphe

Pembuluh-pembuluh lymphe berjalan menuju ke lymphonodus iliacus internus.

Ada juga yang menuju ke lymphonodus iliacus externus dan lymphonodus sacralis

Pembuluh-pembuluh lymphe dari vas deferens berakhir pada lymphonodus iliacus

externus, sedangkan yang berasal dari vesica seminalis mengalir ke lymphonodus iliacus

internus dan externus.

Pembuluh lymphe prostat terutama berakhir pada lymphonodus iliacus internus,

lymphonodus sacralis dan lymphonodus obturator. Sebuah pembuluh lymphe dari

14
permukaan posterior bersama-sama pembuluh lymphe vesicalis menuju ke lymphonodus

iliacus extenus dan satu dari permukaan anterior mencapai lymphonodus iliakus internus

dari gabungan pembuluh lymfe yang mengaliri urethra pars membranosa.

INERVASI

Prostat menerima serabut-serabut saraf sympathis dan parasympathis dari plexus

nervosus prostaticus. Serabut-serabut parasympathis berasal dari medulla spinalis segmen

sacralis. Inervasi sympathis dan parasympathis dari plexus pelvis berjalan sepanjang

prostat sampai nervus cavernosa. Saraf mengikuti cabang dari arteri capsular untuk

mempercabangkan pada bagian kelenjar dan stromal. Saraf parasympathis berakhir pada

acinus dan merangsang sekresi, serabut sympathis menyebabkan kontraksi otot polos dari

kapsul dan stroma.

15
Penghambatan alfa-1 adrenergik mengurangi tonus stroma prostat dan tonus

spinkter preprostatik dan meningkatkan laju aliran kencing pada orang dengan BPH

(benign prostat hypertrophy), hal ini menjelaskan bahwa penyakit ini mempengaruhi

stroma dan epitel.

Gabungan peptidergic dan nitric oxida yang dikandung neuron juga telah

ditemukan pada prostat dan bisa menyebabkan relaksasi otot polos. Neuron afferen dari

prostat berjalan sepanjang plexus pelvis sampai pelvis dan pusat spinal thoracolumbar.

Suatu blok prostatik mungkin bisa didapatkan dengan menyuntikkan anestesi lokal ke

dalam plexus pelvis.

16
DAFTAR PUSTAKA

1. Standring S. Prostate. Dalam Gray’s Anatomy The Anatomical Basics of Clinical

Practice. Thirty-Ninth Edition. Editor Ellis H, Healy JC. Churchill Livingstone.

2. Widjoseno G. Saluran Kemih dan Alat Kelamin Lelaki . Dalam Buku Ajar Ilmu

Bedah. Editor Sjamsuhidajat R, de Jong W. Edisi 2. EGC Jakarta; 2005.

3. Luhulima JW. Urogenitalia. Diktat Kuliah Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran

Universitas Hasanuddin. Makassar; 2002

4. Basmajian JV, Slonecker CE. Grant Metode Anatomi Berorientasi Pada Klinik.

Edisi Kesebelas Jilid Satu. Editor Harjasudarma M. Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia. Jakarta.

5. Rahardjo D. Prostat. Dalam : Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah, Bagian Bedah Staf

Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Binarupa Akasara; 1995.

6. Faiz O, Moffat D. Viscera Pelvis. At a Glance Series Anatomi. Erlangga, Jakarta;

2002.

7. Purnomo B. Dasar-dasar Urologi. SMF/Lab Ilmu Bedah RSUD Dr. Saiful Anwar

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang; 2003.

8. Snell RS. Clinical Anatomy An Illustrated Review with Questions and

Explanations. Fourth Edition. Lippincott Williams & Wilkins, USA; 2004.

17
9. Walsh, Retik, Vaughan, Wein. Prostate. Dalam Campbell’s Urology. Editor

Kavvoussi, Novick, Partin, Peters. Eight Edition. Saunders.

10. http://www.prostatecentre.ca/prostate.html. Anatomy of the Prostate

11. http://www.prostatecentre.ca/prostate.html. Anatomy of the Prostate Gland

12. http://www. prostateline.com. Anatomy of the Prostate Gland

13. http://training.anatomy.com. Prostate Gland Anatomy and Physiology

14. Scwartz SI, Shires GT, editor. Urology. Dalam Principles of Surgery. Part II.

Seventh Edition. McGraw-Hill : 1999

15. Hamilton WJ, editor. Prostate. Dalam Textbook of Human Anatomy. Second

Edition.

16. Gardner E, Gray DJ, O’Rahilly R. Pelvis. Dalam Anatomy A Regional Study of

Human Structure. Fourth Edition. WB. Saunders Company.

17. Williams RD, Cooper CS, Donovan JF. Urology. Dalam Lange Current Surgical

Diagnosis and Treatment Fourth Edition.. Way LW, Doherty GM, editor.

McGraw Hill; 2003

18. Hollinshead WH. Anatomy for Surgeons. Volume 2. A Hoeber-Harper

Interanational Edition.

18