y

21 MEI
y o

o

o o

o

Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan, "Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru". Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR. Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia. Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden, "ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga." Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.

y

22 MEI
y o o o

Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi". Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad. Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Pengangkatan Habibie sebagai Presiden Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang. Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi. Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat

. kebebasan berpendapat.pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural. Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie. Yun Hap. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia. namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UI. sejumlah perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya. Bahkan. dan pencabutan UU Subversi. pemberian kebebasan pers. seperti liberalisasi parpol.

Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998. * 4 Mei o Harga BBM meroket 71%. Habibie sebagai Wakil Presiden. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri. menjadi Panglima Angkatan Bersenjata. Mesir. o Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo. Kerusuhan juga terjadi di kota Solo.000. . 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh. disusul 3 hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal. Garis waktu * 22 Januari 1998 o Rupiah tembus 17. * 13 Mei o Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta.J. Sebelumnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia.per dolar AS. J Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya. memutuskan untuk kembali ke Indonesia. tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden B Habibie. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. * 12 Februari o Soeharto menunjuk Wiranto. Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh. * 9 Mei o Soeharto berangkat seminggu ke Mesir. dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo. * 8 Mei o Peristiwa Gejayan. o Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia. * 10 Maret o Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B. Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. * 12 Mei o Tragedi Trisakti..

o Beberapa tokoh Muslim. milyuner kayu Bob Hasan.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta. Bandung.J. o Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR. salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional. Pernyataan pengunduran diri Pernyataan pengunduran diri * 21 Mei o Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9. termasuk Ginandjar Kartasasmita.00 WIB o Wakil Presiden B. Medan. Yusril Ihza Mahendra. o Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga. o Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. o Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ. Habibie menjadi presiden baru Indonesia. Jakarta. dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin. atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru o Sebelas menteri kabinet mengundurkan diri. * 18 Mei o Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar.* 14 Mei o Demonstrasi terus bertambah besar hampir di seluruh kota-kota di Indonesia. o Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden. demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah. tetapi menjanjikan pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya. menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya. o 500. * 22 Mei . o Jenderal Wiranto mengatakan bahwa pernyataan Harmoko tidak mempunyai dasar hukum. meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden. Wiranto mengusulkan pembentukan "Dewan Reformasi". * 20 Mei o Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta. Surabaya. UI dan HMI MPO memasuki halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR * 19 Mei o Soeharto berbicara di TV. termasuk Sultan Hamengkubuwono X. o Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat. termasuk Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid. Harmoko. 22 Mei. bertemu dengan Soeharto.000 tentara bersiaga di kawasan Monas. Forum Kota. setelah 80.

Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.o Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi". o Di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Selain itu. o Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya Habibie Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbolsimbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. . Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Pertama adalah UU no. Diantaranya. Pembentukan Komnas Perempuan juga dilakukan pada masa pemerintahan Habibie yang pendek tersebut. Dengan catatan positif atas beberapa kebijakan dalam bidang HAM yang menjadi perhatian masyarakat internasional ini. pemerintahan Habibie menghasilkan dua Undang-Undang (UU) yang berkaitan dengan perlindungan atas hak asasi manusia. Dalam kaitannya dengan konteks inside-out. Sampai derajat tertentu misalnya.[6]Akan tetapi.Masa Pemerintahan Habibie Indonesia yang tengah meniti jalan menuju demokrasi mengalami kedua aspek outside-in dan inside-outseperti dipaparkan diatas.5/1998 mengenai Pengesahan Convention against Torture and other Cruel. politik luar negeri Indonesia sejak kejatuhan pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998 tidak dapat dilepaskan dari perubahan politik secara masif yang mengikuti kejatuhan pemerintahan otoritarian tersebut. Selain itu. Di awal masa pemerintahannya. Habibie berusaha mendapatkan dukungan internasional melalui beragam cara. Habibie berhasil memperoleh legitimasi yang lebih besar dari masyarakat internasional untuk mengkompensasi minimnya legitimasi dari kalangan . conditionality yang diterapkan IMF berkenaan dengan bantuan keuangan pada masa krisis ekonomi berpengaruh baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap perjalanan demokratisasi di Indonesia. pemerintahan Habibie pun berhasil mendorong ratifikasi empat konvensi internasional dalam masalah hak-hak pekerja. yang menggantikan Suharto. Pemerintahan Habibie. Habibie menghadapi persoalan legitimasi yang cukup serius. merupakan salah satu contoh tepat untuk menggambarkan pertautan antara proses demokratisasi dan kebijakan luar n egeri dari sebuah pemerintahan di masa transisi. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment dan UU no.29/1999 mengenai Pengesahan Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1965.

domestik. Proposal ini. Sebelumnya. belakangan ketika ia berkuasa. Beberapa pihak meyakini bahwa keputusan radikal itu merupakan akibat dari surat yang dikirim Perdana Menteri Australia John Howard pada bulan Desember 1998 kepada Habibie . Habibie mengeluarkan pernyataan pertama mengenai isu Timor Timur pada bulan Juni 1998 dimana ia mengajukan tawaran untuk pemberlakuan otonomi seluas-luasnya untuk provinsi Timor Timur. sebaliknya. Hubungan Habibie dengan lembaga International Monetary Fund (IMF) dapat dijadikan ilustrasi yang menarik dalam hal ini. Pemerintahan Habibie pula yang memberi pelajaran penting bahwa kebijakan luar negeri. Habibie mendapatkan kembali kepercayaan dari dua institusi penting yaitu IMF sendiri dan Bank Dunia. IMF mendesak Suharto untuk menghentikan proyek pembuatan pesawat Habibie yang berbiaya tinggi pada bulan Januari 1998. Kedua lembaga tersebut memutuskan untuk mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis ek onomi sebesar 43 milyar dolar dan bahkan menawarkan tambahan bantuan sebesar 14 milyar dolar. tepat ketika suhu politik dan keberlangsungan pemerintahan Suharto sedang dipertanyakan. Akan tetapi. Di akhir 1998. dukungan internasional yang diperoleh melalui serangkaian kebijakan untuk memberi image positif kepada dunia internasional memberi kontribusi positif bagi keberlangsungan pemerintahan Habibie saat periode transisi menuju demokrasi dimulai. Kebijakan Habibie dalam persoalan Timor-Timur menunjukan hal ini dengan jelas.[7] Hal ini memperlihatkan bahwa walaupun basis legitimasi dari kalangan domestik tidak terlampau kuat. dilihat sebagai pendekatan baru. juga dapat memberi dampak negatif bagi kelangsungan pemerintahan transisi. oleh masyarakat internasional. Habibie mengeluarkan kebijakan yang jauh lebih radikal dengan menyatakan bahwa Indonesia akan memberi opsi referendum untuk mencapai solusi final atas masalah Timor Timur.

yang dalam pernyataan-pernyataannya mendukung langkah presiden Habibie menawarkan refendum. Kedua. Namun. [8] Aksi kekerasan yang terjadi sebelum dan setelah referendum kemudian memojokkan pemerintahan Habibie. Karena itu.yang menyebabkan Habibie meninggalkan opsi otonomi luas dan memberi jalan bagi referendum. Sebaliknya. Sebagai akibatnya. . Habibie juga harus menghadapi menguatnya sentimen nasionalis. Pertama. pihak Australia menegaskan bahwa surat tersebut hanya berisi dorongan agar Indonesia mengakui hak menentukan nasib sendiri (right of selfdetermination) bagi masyarakat Timor Timur. Habibie dianggap tidak mempunyai hak konstitusional untuk memberi opsi referendum di Timor Timur karena ia dianggap sebagai presiden transisional.[10] Di mata publik domestik. namun di lapangan mendukung milisi pro integrasi yang berujung pada tindakan kekerasan di Timor Timur setelah referendum. Legitimasi domestiknya semakin tergerus karena beberapa hal. ia dinilai gagal mengontrol TNI. keputusan berpindah dari opsi otonomi luas ke referendum merupakan keputusan pemerintahan Habibie sendiri. Di mata internasional. Padahal sebelumnya peran politik TNI menjadi sasaran kritik kekuatan pro demokrasi segera setelah jatuhnya Suharto pada bulan Mei 1998. kebijakan Habibie dalam isu Timor Timur merusakan hubungan saling ketergantungan antara dirinya dan Jenderal Wiranto. Akan tetapi. peluang Habibie untuk memenangi pemilihan presiden pada bulan September 1999 hilang. citra TNI sebagai penjaga kedaulatan territorial kembali menguat. panglima TNI pada masa itu. Australia menyarankan bahwa hal tersebut dijalankan sebagaimana yang dilakukan di Kaledonia Baru dimana referendum baru dijalankan setelah dilaksanakannya otonomi luas selama beberapa tahun lamanya.[9] Habibie kehilangan legitimasi baik dimata masyarakat internasional maupun domestik. terutama ketika akhirnya pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin Australia masuk ke Timor Timur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful