TUGAS MAKALAH NASIONALISME DAN RESOLUSI KONFLIK ETNIS

Penyelesaian Konflik Etnis di Bosnia dan Herzegovina

Audry Maulana – 0906523095

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA

Sebelum Yugoslavia runtuh. Yugoslavia mengalami krisis dan kegoncangan yang hebat secara politik dan ekonomi. justru terkesan lamban dan tidak profesional. Yugoslavia.1 Latar Belakang Bosnia merupakan salah satu negara pecahan dari Yugoslavia. Setelah Tito meninggal dunia tahun 1980. mereka hidup damai. Serbia merupakan penganut Kristen ortodok. Kroasia penganut Katolik dan orang Albania yang beragama Islam. Kepemimpinan Joseph Broz Tito sebagai seorang presiden Yugoslavia yang dikenal sebagai seorang pemimpin yang memiliki karakteristik kepemimpinan yang kuat. Kroasia. dibuktikan dengan terjadinya konflik antar etnis yang terjadi hanya beberapa tahun setelah wafatnya Tito. Masing-masing suku tersebut berafiliasi kepada agama tertentu. Konflik dan disintegrasi Yugoslavia juga terjadi beberapa tahun setelah dicanangkannya Glastnost dan Perestroika oleh Mikhail Gorbachev yang akhirnya membawa perpecahan bagi Uni Soviet. di bawah pimpinan seorang tokoh pemersatu Josip Tito. Hal ini dapat dipahami apabila kita melihat kondisi Bosnia dan Herzegovina yang secara strategis tidak memiliki sumber daya dan daya tawar yang tinggi terhadap kepentingan negara-negara barat. PENDAHULUAN I.2010 I. dapat dikatakan mendapatkan pengaruh pula dari adanya dua kebijakan tersebut yang secara drastis mengubah tatanan kehidupan sosial politik dunia. Kroatia dan Albania. ternyata tidak berhasil menanmkan semangat-semangat nasionalisme dan kesatuan bangsa. Bosnia dll. seperti Slovenia. yang baik secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan pengaruh komunis dari Uni Soviet. Konflik yang terjadi terutama di Bosnia dan Herzegovina dapat menjadi suatu pembelajaran bagaimana negara-negara barat yang seharusnya dapat memberikan bantuan dengan lebih cepat dan efisien bagi penanganan krisis tersebut. diantaranya adalah Serbia. yang dihuni oleh berbagai kelompok etnis. Kelompok etnis Serbia merupakan kelompok minoritas di Kosovo. sementara komunitas Islam adalah kelompok mayoritas. sehingga intervensi negara barat yang 2 . Beberapa negara mendeklarasikan kemerdekaannya masing-masing.

Hal ini dapat terlihat salah satunya adalah pada konstitusi Yugoslavia yang disahkan pada tahun 1974. penulis menggunakan sumber acuan berupa buku-buku teks yang relevan dengan topik dari makalah. Walaupun ia telah memimpin selama lebih dari 30 tahun. republik-republik seperti 3 .dibutuhkan untuk meredakan konflik. Selain itu.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari ditulisnya makalah ini adalah untuk mengetahui kondisi negara Bosnia dan Herzegovina setelah pecahnya Yugoslavia dan konflik bersenjata yang terjadi selama beberapa tahun. Selain itu. terutama usaha perdamaian yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).1 Penyebab Konflik Terjadinya konflik bersenjata di wilayah-wilayah yang sebelumnya merupakan wilayah negara Yugoslavia.4 Tinjauan Penulisan Dalam pembuatan makalah ini. yakni Joseph Broz Tito pada tahun 1980. akan dikemukakan pula bagaimana resolusi terhadap konflik ini dapat tercapai hingga saat ini.2 Rumusan Masalah Menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah latar belakang dari terjadinya konflik etnis bersenjata di Bosnia dan Herzegovina yang memakan korban puluhan ribu jiwa. terjadi desentralisasi politik yang begitu besar bagi republik-republik yang tergabung dalam federasi Yugoslavia. namun warisan politik yang ditinggalkannya untuk negara itu sangat rapuh. Selain itu. sumber-sumber internet juga menjadi acuan tambahan dalam pembuatan makalah ini. Di dalam konstitusi ini. II. I. tidak dapat dilepaskan dengan peristiwa meninggalnya presiden Yugoslavia yang sangat karismatik. I. Akan dikemukakan pula bagaimana faktor-faktor politik dan sosial menjadi bagian dari tercapainya resolusi konflik etnis di wilayah pecahan Yugoslavia ini. Bersama dengan provinsi-provinsi otonom lainnya. makalah ini juga ditulis sebagai bagian dari tugas mata kuliah Nasionalisme dan Resolusi Konflik Etnis dalam lingkungan FISIP UI. terkesan berlarut-larut dan tidak terencana dengan baik. I. PEMBAHASAN II.

ketika ia akhirnya meninggal dunia. terjadi suatu krisis politik yang cukup parah menyangkut suksesi kepemimpinannya serta adanya upaya pemisahan diri negara-negara yang tergabung dalam Federasi Yugoslavia. adanya manuver politik yang dilakukan oleh Milosevich ini memancing kemarahan dari republik-republik lain. Kesaksian Pembersihan Etnis di Bosnia. muncul seseorang yang memiliki ambisi untuk membentuk suatu negara Serbia Raya yang berada di atas wilayah Yugoslavia. dengan adanya kenyataan bahwa Yugoslavia terdiri dari berbagai macam etnis yang turut menjadi salah satu faktor utama pendorong timbulnya konflik bersenjata. Namun.Slovenia dan Kroasia memberikan penolakan keras dari setiap upaya penguatan negara federal1. menjadi terjepit di antara kedua kekuatan besar ini. Jakarta. faktor nasionalisme dalam kaitannya dengan nation-building dianggap kurang memadai bagi adanya suatu stabilitas secara sosial maupun secara politik. 1 T. Selain itu. terutama dari Kroasia dan Slovenia yang secara geografis berada di wilayah utara Yugoslavia. Ketika Joseph Broz Tito wafat pada tahun 1980. dan walaupun Bosnia dan Herzegovina berusaha menjadi penengah. terutama dalam negara yang memiliki etnisitas yang majemuk dan amat beragam seperti di Yugoslavia. Tentu saja. Taufiqulhadi. Posisi Bosnia dan Herzegovina yang berada di tengah. Sosok tersebut adalah Slobodan Milosevich yang merupakan pemimpin dari negara Serbia dibawah Federasi Yugoslavia. Sedangkan Serbia dan Montenegro berada di wialayah selatan. Hal ini diperparah pula. Bentuk dari Serbia Raya yang ia kumandangkan adalah suatu negara yang diisi oleh orang-orang dari etnis Serbia dan bertempat di atas wilayah Yugoslavia secara keseluruhan. Padahal. Adanya desentralisasi secara politik yang begitu besar ini tidak terlalu dirasakan dengan hadirnya Tito sebagai seorang presiden yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Yugoslavia adalah suatu negara yang sangat heterogen dan memiliki etnis yang majemuk. Apabila diperhatikan. selalu menemui jalan buntu. Hal 36 4 . Padahal sebagai suatu negara yang besar. PT Penebar Swadaya: 1994. konsepsi Milosevich tentang Serbia Raya memiliki kesamaan dengan konsepsi Hitler tentang Jerman Raya dengan ras Arianya. Menembus Sarajevo. penyebaran nilai-nilai nasionalisme amatlah penting untuk menghindar dari terjadinya konflik yang melibatkan etnis maupun ras.

un. II. yang memiliki sekitar 12% etnis serbia. akhinrnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1992 membentuk UNPROFOR (United Nation Protection Force) yaitu pasukan perdamaian yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian di negara-negara pecahan Yugoslavia4. Inggris. dalam perundingan ini tidak tercapai kesepakatan antara kedua 2 Ibid hal 50 3 http://www. Milosevic melancarkan invansi ke Kroasia dengan dalih ”melindungi” minoritas Serbia. sedangkan baik di Serbia maupun Kroasia mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen Katolik3.html diakses tanggal 10 Desember 2010 4 http://www. dengan dibantu oleh pasukan gerilya Serbia di Kroasia.Akhirnya Milosevic memobilisasi tentaranya untuk merebut wilayah Kroasia pada bulan Juli 1991. Hal ini diperburuk dengan adanya kenyataan bahwa mayoritas penduduk Bosnia dan Herzegovina memeluk agama Islam. Faktor-faktor inilah yang pada akhirnya membawa Bosnia dan Herzegovina menjadi negara dengan kehancuran yang paling parah dan menerima aksi pembersihan etnis (genocide) dari tentara Serbia yang menelan korban jutaan warga Bosnia dan Herzegovina. tradisi militer ataupun senjata2.hr/Hrv/censuses/Census2001/Popis/H01_02_04/H01_02_04. Jerman. Kelemahan secara militer ini diperburuk dengan karakter kepemimpinan presiden Bosnia dan Herzegovina yang tidak memiliki ambisi pertahanan militer sama sekali. Bosnia dan Herzegovina tidak memiliki tentara. Prancis dan Indonesia. Pasukan perdamaian ini negara-negara anggota PBB yang mengirimkan pasukan perdamaiannya guna menjaga perdamaian di Bosnia.2 Peran Internasional dalam Pencapaian Resolusi Konflik Setelah kuatnya desakan internasional untuk penyelesaian konflik di Yugoslavia.htm diakses tanggal 10 Desember 2010 5 .org/en/peacekeeping/missions/past/unprof_p. Namun. Bosnia dan Herzegovina yang secara militer amatlah lemah dijadikan batu loncatan dalam aksi militer Milosevich terhadap Kroasia. Selain itu juga Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan kepada Serbia untuk menarik pasukannya dari wilayah Bosnia dan meminta dilakukannya perundingan untuk mengakhiri konflik tersebut. Termasuk Bosnia. yakni Amerika Serikat.dzs. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan baik Kroasia maupun Serbia berkeinginan untuk menguasai wilayah Bosnia dan Herzegovina. Perundingan ini dipimpin oleh Lewis Mckeujic selaku kepala staf UNPROFOR.

Richard Holbrooke dan Jenderal Wesley Clark5. sesuai dengan tempat dilangsungkannya pertemuan.php? op=informasi&subinformasi=1&mode=detail&id=27&lang=id diakses tanggal 10 Desember 2010 6 . setelah Serbia digempur oleh pasukan NATO.belah pihak dikarenakan pihak Bosnia meninggalkan perundingan karena terjadi ledakan bom di Sarajevo yang banyak menewaskan warga etnis Bosnia. Slobodan Milošević. pada bulan November tahun 1995 Serbia dan Bosnia kembali berunding dan melakukan pertemuan di Dayton Amerika Serikat yang merupakan puncak dari semua pertemuan yang telah diupayakan PBB. bentuk negara yang seperti itu mendapatkan tentangan keras dari Presiden Bosnia dan Herzegovina. Perancis pada 14 Desember dan pembagian politik Bosnia-Herzegovina saat ini dan struktur pemerintahannya merupakan hasil persetujuan dari Perjanjian Dayton. Alija Izetbegović. Pertemuan ini disetujui di Pangkalan Udara WrightPatterson di Dayton. Uni Eropa maupun negara-negara lainnya.com/main. Pertemuan tersebut berlangsung sejak 1 November hingga 2 November 1995. presiden Kroasia. Franjo Tuđman. Peserta utamanya adalah presiden Serbia. Persetujuannya ini baru ditanda tangani di Paris. Karena ledakan yang terjadi di Sarajevo tersebut menyebabkan pihak Bosnia masih merasa terancam walaupun telah terjadi kesepakatan. Uni Eropa juga ikut berpartisipasi dalam proses perdamaian yang terjadi di Bosnia. Hasil dari perundingan tersebut adalah menjadikan Bosnia sebagai negara Federal yang terdiri dari tiga etnis dan memiliki wilayah masing-masing dari etnis tersebut. Pertemuan ini menghasilkan suatu perjanjian yang dinamakan perjanjian Dayton. Akhirnya. kepala negosiator Amerika. Namun perjanjian ini juga belum mampu menghentikan kekerasan yang terjadi di Bosnia. Adapun isi dari perjanjian Dayton tersebut 5 http://caireu-mediasipontianak. Selain itu. Ohio. Alija Izetbegovic yang khawatir dengan bentuk negara seperti itu hanya akan menjadi negara boneka dari Serbia maupun Kroasia. Selain PBB. presiden Bosnia. Masyarakat Uni Eropa mencoba mengajak kedua belah pihak yang bertikai untuk mau melakukan perundingan guna menyelesaikan konflik tersebut dengan menjadi mediator perundingan antara Serbia dan juga Bosnia dalam perundingan Lisabon yang dilaksanankan pada tahun 1992 guna mencari solusi kedua belah pihak dalam menyelesaikan konflik tersebut.

setelah konstitusi Bosnia dan Herzegovina disusun pada tahun 1995 mengatur tentang jabatan kepresidenan yang berdasarkan etnisitas. dan etnis Croat dianggap merupakan etnis mayoritas yang terdapat di dalam negara Bosnia dan Herzegovina. Apabila kita analisa secara mendalam. 6 7 . Menariknya. sehingga dianggap layak untuk memiliki wakil masing-masing etnis untuk duduk dan memerintah pada jabatan kepresidenan. II. Hasil dari perjanjian inilah yang sekaligus merupakan dasar dari konstitusi dan kemerdekaan Bosnia dan Herzegovina. yakni satu orang Bosniac. (2) Ibukota Sarajevo tetap bersatu di bawah federasi muslim Bosnia. yakni etnis Bosniac. Badan legislatif sendiri dipilih oleh rakyat Bosnia dan Herzegovina melalui suatu mekanisme pemilihan umum6.3 Faktor Politik Pasca Resolusi Konflik Setelah terjadinya kesepakatan perdamaian yang ditandatangani di Paris. satu orang Croat. Bosnia dan Herzegovina membentuk suatu negara federal yang terdiri dari Federasi Bosnia dan Herzegovina serta Republik Srpska. Dalam Artikel V Konstitusi Bosnia dan Herzegovina disebutkan bahwa kursi kepresidenan dari Bosnia dan Herzegovina diisi oleh tiga orang. adanya bentuk kepemimpinan yang memiliki etnisitas seperti ini memiliki keuntungan berupa terserapnya aspirasi dari setiap etnis http://www. Dengan demikian. serta satu orang Serb yang dipilih dari Republik Srpska yang merupakan bagian dari Bosnia dan Herzegovina. Ketiga etnis tersebut. Prancis.usip.adalah: (1) Bosnia Herzegovina tetap sebagai negara tunggal secara internasional. Sedangkan kepala pemerintahannya adalah seorang Perdana Menteri yang ditunjuk oleh Presiden dan disetujui oleh Dewan Perwakilan/Badan Legislatif.org/events/the-politics-bosnia-herzegovina-progress-possible diakses tanggal 10 Desember 2010. (5) Pelaksanaan pemilu menunggu perjanjian Paris. negara Bosnia dan Herzegovina memiliki suatu tatanan politik yang secara struktural dapat dikatakan baik karena terjadinya prinsip checks and balances yang merupakan salah satu prinsip utama dalam demokrasi. Kepala negaranya adalah presiden yang dijabat oleh tiga orang dan dipilih melalui suatu pemilihan umum. (4) Pengungsi berhak kembali ke tempatnya. (3) Penjahat perang seperti yang telah ditetapkan mahkamah internasional tidak boleh memegang jabatan. etnis Serb. yang keduanya dipilih dari Federasi Bosnia dan Herzegovina.

yakni Republik Srpska. Konflik etnis yang membawa perpecahan bagi bangsa juga dapat dihindari. Hal ini berbeda dengan Uni Soviet yang hanya menjadikan republik-republik dan negara-negara yang berada di bawah kekuasannya menjadi tak lebih dari sekedar negara boneka yang minim kekuasaan. Selain itu inefisiensi dalam hal perumusan maupun pelaksanaan kebijakan juga dapat terjadi apabila tidak adanya aturan main (rule of the game) yang jelas. Dengan adanya tiga penjabat presiden. Selain itu. pemerintahan yang terjadi dapat bersifat tidak efektif karena membutuhkan adanya suatu konsensus terlebih dahulu diantara ketiga presiden tersebut sebelum suatu kebijakan dapat diputuskan. model presidensi yang memiliki tiga orang dan berasal dari tiga etnis yang berbeda seperti yang diterapkan di Bosnia dan Herzegovina ini memiliki suatu bahayanya tersendiri. menjamin adanya suatu keharmonisan serta sinergisitas di dalam negeri. begitu pula sebaliknya. III.mayoritas yang ada. Resiko yang pertama adalah adanya bahaya timbulnya kecemburuan dari etnis minoritas yang tidak memiliki wakilnya di jabatan kepresidenan. adanya jabatan presiden yang berasal dari anggota negara Bosnia dan Herzegovina. Hal ini mengingat adanya latarbelakang sejarah serta trauma yang dialami oleh rakyat Bosnia dan Herzegovina terhadap konflik etnis yang mewarnai awal berdirinya negara ini. Namun di sisi lain. Dampak jangka panjang yang dapat terjadi adalah adanya perubahan komposisi masyarakat. sehingga etnis yang sebelumnya merupakan etnis mayoritas berubah menjadi etnis minoritas. KESIMPULAN 8 . Negara-negara tersebut di bawah Uni Soviet hanya menjadi alat dari hegemoni Kremlin dengan sedikit atau bahkan tanpa memiliki posisi tawar secara politis. Perubahan komposisi masyarakat ini dapat menimbulkan suatu perdebatan baru yang dapat memaksa pemerintah mengubah konstitusi negara.

Gagasan inilah yang kemudian membuat negara-negara yang baru saja memerdekakan diri dari Yugoslavia mengalami konflik bersenjata yang dilatarbelakangi oleh suatu sifat etnonasionalisme. Hal ini makin menyulitkan terjadinya proses penyatuan di antara warga Yugoslavia itu sendiri.Dari penjabaran yang telah disebutkan dalam makalah ini. 2. membawa dampak positif berupa terwakilkannya etnis mayoritas di dalam jabatan eksekutif. 6. terjadi aksi separatis dan chauvinis dari Slobodan Milosevich yang bercita-cita mendirikan negara Serbia Raya yang terdiri dari etnis Serbia di atas wilayah Yugoslavia. Setelah kematian Tito. Yugoslavia juga memiliki komposisi masyarakatnya yang memiliki latar belakang agama berbeda pula. Bentuk jabatan presiden yang terdiri dari 3 orang dimana masing-masing orang dipilih berdasarkan etnisistasnya seperti yang terjadi di Bosnia dan Herzegovina. bentuk kepresidenan yang demikian menyimpan resiko berupa inefisiensi pemerintahan. IV. Namun. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Ketidakmampuan secara militer menyebabkan kehancuran di Bosnia dan Herzegovina semakin fatal. Posisi geografis Bosnia dan Herzegovina yang berada di antara Kroasia-Slovenia serta Serbia menjadikan wilayah ini daerah yang diperebutkan oleh kedua belah pihak. Intervensi dari lembaga-lembaga Internasional seperti PBB. selain dampak positif tersebut. maupun NATO tetaplah dibutuhkan selama proses perdamaian dan untuk melindungi hak-hak warga sipil yang berada di wilayah yang sedang berkonflik. Selain etnis yang amat beragam. Adanya kenytaan bahwa sebagian besar penduduk Bosnia dan Herzegovina memeluk agama Islam menjadi salah satu landasan terjadinya pembersihan etnis (ethnic cleansing) selama beberapa tahun yang dilakukan oleh tentara Serbia yang mayoritas merupakan pemeluk agama kristen Katolik. 5. 4. Uni Eropa. Etnis di wilayah bekas Yugoslavia yang amat majemuk. Terutama apabila tidak adanya sosok yang memiliki kepemimpinan yang kuat seperti Joseph Broz Tito. DAFTAR PUSTAKA 9 . menyebabkan rentannya negara tersebut terhadap perpecahan dan disintegrasi negara. 3.

dzs. Kesaksian Pembersihan Etnis di Bosnia.un. New York. http://www. http://www. David R.com/main. http://www. Hall. The Fall of Yugoslavia. Publisher: 1994. The Impossible Country. Boston.php? op=informasi&subinformasi=1&mode=detail&id=27&lang=id diakses tanggal 10 Desember 2010. Penguin Books: 1992. Menembus Sarajevo.html diakses tanggal 10 Desember 2010. PT Penebar Swadaya: 1994. Jakarta. Misha.Konstitusi Federasi Bosnia dan Herzegovina tahun 1995. Taufiqulhadi. 10 . http://caireu-mediasipontianak.hr/Hrv/censuses/Census2001/Popis/H01_02_04/H01_02_04.org/en/peacekeeping/missions/past/unprof_p.htm diakses tanggal 10 Desember 2010. Glenny. T.org/events/the-politics-bosnia-herzegovina-progress-possible diakses tanggal 10 Desember 2010. Godine.usip. Brian.