FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA TUNTUTAN REFORMASI DAN JATUHNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU 12 12 2010 Penyebab utama runtuhnya kekuasaan

Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Keberhasilan Pemerintahan Orde Baru dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, harus diakui sebagai suatu prestasi besar bagi bangsa Indonesia. Di tambah dengan meningkatnya sarana dan prasarana fisik infrastruktur yang dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, keberhasilan ekonomi maupun infrastruktur Orde Baru kurang diimbangi dengan pembangunan mental (character building) para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaku ekonomi (pengusaha/ konglomerat). Kalimaksnya, pada pertengahan tahun 1997, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi budaya (bagi penguasa, aparat dan penguasa). Beberapa Penyebab Munculnya Reformasi Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan

dan MPR. UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa. b. termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN. UU No. banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. konglomerasi. Krisis Politik Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan politik. e. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan timbulnya Reformasi. DPR. 2 Tahun 1985 tentang Susunan. Dalam UUD 1945 Pasal 2 telah disebutkan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. tetapi masyarakat menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu. Peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI). di antaranya : a. Di dalam kehidupan politik.ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945. Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996. 5 Tahun 1985 tentang Referendum. UU No. tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu. maupun pemerintahan Indonesia. sehingga sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (nepotisme). 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya. Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum. Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah. UU No. bukan hanya menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja. d. bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa. Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat. Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi. c. Tugas dan Wewenang DPR/ MPR. Perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar. Kedudukan. Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu. tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa. masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada pihak . 1. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total di segala bidang. UU No.

Selain itu. masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan Presiden. Ekonomi Indonesia ternyata belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut. juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara. Terjadinya ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Krisi ekonomi Indonesia berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. meletus kerusuhan di Banjarmasin yang banyak memakan korban jiwa. Ketika nilai tukar rupiah semakin melemah. Timbul tekanan pada kepemimpinan Presiden Soeharto yang datang dari para mahasiswa dan kalangan intelektual. Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan kemenangan Golkar secara mutlak. Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah. Krisis Ekonomi Krisis moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996. Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa. 3. tetapi juga telah menghancurkan keuangan nasional. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya. pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). 2. maka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Habibie sebagai Wakil Presiden. Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 – 2003. terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh pemerintah. masalah hukum juga menjadi salah satu tuntutannya. krisis moneter . Krisis Hukum Pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Kondisi moneter Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada akhir tahun 1997. Memasuki tahun anggaran 1998/1999. Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali pencalonan Soeharto sebagai Presiden. Dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan BJ.oposisi sangat besar. Menjelang akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997. karena pinjaman bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di kembalikan begitu saja. Ternyata udaha yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil.

Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta tingginya kredit macet.962 miliar dollar Amerika Serikat.462 miliar dollar Amerika Serikat. Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat. Utang yang menjadi tanggungan Negara hingga 6 februari 1998 mencapai 63. pemerintah meminta bantuan IMF. Sebaliknya. Sementara itu. karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta selalu menjadi berita utama. produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Ini terlihat dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. Namun. utang luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya merupakan utang Negara. Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta. Untuk mengatasi kesulitan moneter. Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri. utang pihak swasta mencapai 73. oligopoly. Pola Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru bersifat sentralistis. Kondisi perekonomian semakin memburuk. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat.telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih rendah. Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok sembako di pasaran mulai menipis. Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi. dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi. Pelaksanaan politik sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi. sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli. tetapi sebagian lagi merupakan utang swasta. Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak terlepas dari masalah utang luar negeri. walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF. Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang kaitannya dengan kepentingan pusat . Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers yang bersifat Jakartasentris. Namun. Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik tidak terkendali. Akibat dari utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia semakin menipis. pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat.

J. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.biasanya kalah bersaing dengan berita-barita yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang. upaya pembentukan Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan. tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta. Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana. Tragedi Trisakti itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak merakyat. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Krisis Kepercayaan Demontrasi di lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. namun tuntutan dari masyarakat agar Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi. Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama. Dalam perkembangannya. B. Habibie dan langsung diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara. . Rencana kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para pimpinan DPR/MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total di penuhinya. Puncak aksi para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. dan Hafidhin Royan. Soeharto kembali ke Indonesia. halaman. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai pimpinan DPR/MPR. walaupun yang memberitakan itu pers daerah. segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden. Hendriawan Lesmana. melakukan perubahan kabinet. 4. Heri Hartanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful