Anda di halaman 1dari 3

Perkembangan Teknologi 

Wireless
Posted on 5 April 2010 by AndiHasad

Mata Kuliah  Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro (D3) UNISMA Bekasi

Evolusi teknologi akses berbasis wireline   diawali  dari  PSTN[1]    
berkembang ke ISDN[2]  lalu  menuju ke DSL sebagai  antisipasi  komunikasi  broadband,
sedangkan teknologi wireless berevolusi  dari  generasi  pertama (1G) yang analog, ke
2G yang digital dengan sistem yang terkenalnya GSM (Global Sistem  Mobile)
berkembang ke GPRS (General Packet Radio Sistem), lalu berkembang ke 3G (W-CDMA) 
dengan teknologi yang dikenal sebagai UMTS (Universal Mobile Telecommunication
Sistem), lalu ke HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan LTE (Long Term
Evolution).

Gambar 1. Komunikasi Selular

Teknologi wireless (tanpa kabel)  saat ini  diantaranya : 

1. AMPS (Advance Mobile Phone System)

 AMPS merupakan generasi pertama pada teknologi seluler. System ini di


alokasikan pada Band 800 Mhz, jaringan ini  menggunakan sirkuit   terintegrasi  yang
sangat besar yang terdiri dari Computer Dedicated dan System Switch. AMPS
menggunakan range frekuensi antara 824 Mhz – 894 Mhz yang
diperuntukan pada ponsel analog. Teknologi ini sudah  ditinggalkan  sejak 
munculnya teknologi selular berbasis digital.
 2. GSM (Global System Mobile)

GSM merupakan generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan 


pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Austaralia,
Timur Tengah, dan Amerika Utara. GSM adalah system
telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system seluler digital. GSM
mempunyai frekuensi 900 Mhz selain itu GSM juga menggunakan  frekuensi  1800
Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga  menyediakan 
layanan untuk mengirimkan data dengan kecepatan  tinggi yang
menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) yang mengirimkan data
sampai 64 Kbps hingga 100 Kbps. Di Indonesia jaringan GSM di tempati oleh PT.
Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, dan Indosat.

 3.  CDMA (Code Divisition Code Access)

CDMA merupakan genarasi ketiga (3G). Teknologi telepon tanpa kabel sangat 


dirasakan perkembangannya, dengan munculnya  berbagai macam  jenis    telepon     seluler.
Perkembangan  CDMA tidak secepat perkembangan  GSM yang
banyak diadopsi oleh sebagian besar operator di berbagai macam  Negara. Di Indonesia
untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT. Mobile-8, Telcom, Telkomflexy dan Esia.

Gambar 2. Standar Broadband Wireless Access (BWA)

Teknologi akses wireless untuk data juga berkembang diawali dari infrared


untuk jangkauan yang sangat terbatas, Bluetooth, kemudian yang dikenal  luas saat ini Wifi
atau Wireless LAN standar IEEE 802.11, dan yang terkini teknologi Broadband Wireless
Access (BWA) WiMax  berdasarkan  standar IEEE 802.16.

Telepon selular  atau  akrab  disebut  Handphone  (HP) merupakan gabungan   dari   


Teknologi Radio yang diintegrasikan dengan  Teknologi  Komunikasi  Telepon.
Telepon pertama kali    ditemukan dan diciptakan  oleh Alexander Graham Bell
pada tahun 1876, sedangkan   komunikasi  tanpa  kabel  (wireless) ditemukan   oleh Nikolai
Tesla pada tahun 1880 dan diperkenalkan oleh Guglielmo   Marconi.
Catatan :

Materi Kuliah selengkapnya dapat didownload di  http://simpatikunisma.net/  (Private untuk


mahasiswa Teknik Elektro UNISMA Bekasi)

Semua mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah saya , wajib mengerjakan tugas dan
kuis di  http://simpatikunisma.net/

[1] PSTN (Public Switching Telephone Network) adalah jaringan telepon yang


disediakan untuk digunakan umum, dalam praktek sehari-hari sering  disebut 
Sentral Telepon Otomat (STO).

[2]ISDN (Integrated Services Digital Network), jaringan digital pelayanan terpadu, evolusi


lebih lanjut dari jaringan  terlepon biasa dan merupakan   penyatuan   
berbagai macam layanan. Jaringan digital yang
mampu      memberikan berbagai macam jasa pelayanan telekomunikasi (suara, gambar, data
digital, text, video, faks)  melalui suatu antarmuka (interface) standar yang berlaku di
seluruh dunia.

Anda mungkin juga menyukai